Menjadikan Nokia 1508 sebagai alternatif Modem pada PC

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu hal, kenapa pada judul diatas saya katakan sebagai alternatif  modem pada PC ? karena saya pribadi tidak menyarankan untuk menggunakan ponsel ini sebagai modem utama, dengan pertimbangan daya batere ponsel. Biarpun saat kabel data dihubungkan dari ponsel ke PC dapat berfungsi sebagai charger via USB sekaligus juga menjadikan ponsel sebagai modem, jauh lebih baik apabila menggunakan modem eksternal dalam aktifitas berinternet. Ini untuk mencegah batere ponsel menjadi drop dalam rentang waktu panjang, terutama saat digunakan  sebagai sarana telekomunikasi mengingat dari pencarian sinyal CDMA saja sudah lumayan banyak menguras daya batere ponsel.

Untuk dapat menggunakan ponsel sebagai modem, diperlukan kabel data (di Denpasar dapat dibeli di Indoraya jalan Nusa Kambangan seharga 64.000 rupiah, original loh…) dan mengunduh (download) PC Suitenya di web Nokia melalui menu ‘cari Produk 1508’ dan pilih pada ‘Dukungan Software’nya. Setelah PC Suite berhasil diinstalasi, sambungkan ponsel dengan kabel data pada PC dan secara otomatis PC akan mendeteksi ponsel sebagai modem 1508.

Buka Control Panel / Network Connection dan pilih Add New Connection Wizard. Ikuti langkah-langkah yang harus dilalui  yaitu Connect to the Internet / Set Up my Connection Manually / Connect Using a dial-up modem / pilih Nokia 1508 / masukkan nama ISP / masukkan nomor dial ISP / masukkan username dan password yang telah ditentukan oleh ISP / Finish.

InTernet

Ketika ponsel diuji coba dengan menggunakan kartu Telkom Flexi (dial : #777 ; username : [email protected] ; password : telkom), kecepatan menunjukkan angka 115,2 kbps. Sedikit lebih kecil ketimbang koneksi StarOne Indosat yang saya gunakan. Untuk membuka halaman Google dan halaman web yang minim iklan, koneksi berjalan cukup baik, namun akan melambat ketika dicoba untuk mengakses halaman penuh gambar seperti detik.com atau facebook.

Nah bagaimana ? mudah kan ?

Nokia 1508 alternatif modem PC namun minim Fitur

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, andai saja… Nokia berkenan mendengarkan do’a saya untuk merilis kelanjutan seri CDMA paling oke milik mereka, 6275 ponsel yang saya gunakan hingga hari ini… barangkali saya gak akan banyak bacot dalam memilih handset ponsel untuk Istri…

Setelah 2 (dua) tahun lebih saya menggunakan seri 6275 ini, syukur-syukur belom pernah menemui masalah atau keluhan. Malah selama dua minggu terakhir ni ponsel makin gegas membantu saya makin aktif dalam dunia maya. Dari chatting, cek email sampe browsingpun dapat dilakukan, gak perlu ponsel canggih kalo cuma untuk internetan. Hehehe…

Back to topik utama, Nokia 1508 yang akhirnya kami putuskan menjadi our next CDMA phone, rupanya tidak menyediakan kabel data dalam box pembeliannya, padahal itu merupakan satu-satunya harapan saya agar bisa melakukan sinkronisasi daftar nama kontak dari Microsoft Outlook pada PC kedalam ponsel. Maka sebelum menjelajahi isi ponsel lebih jauh, saya pun berburu keberadaan kabel data micro USB ini di seantero kota Denpasar. Dari Nokia Teuku Umar, Handphone Shop, BTC, Bali Barong, hingga ke Cenral di jalan Sidakarya pun disambangin, hasilnya nihil. Bersyukur seorang teman pemilik BaliNotebook.com menginformasikan sebuah toko grosir Indoraya di Jalan Nusa Kambangan yang akhirnya memberikan solusi yang saya harapkan. Thank You Mas Ichwan

Untuk dapat menggunakan kabel data pada ponsel Nokia 1508 ini ternyata tidak mudah. Web resmi Nokia bahkan tidak menyediakan driver modem ini secara khusus, hanya yang kompatibel saja. Itupun setelah diinstalasi, PC tidak mampu mengenali kabel maupun ponsel. Akhirnya sayapun mencoba alternatif ke-2 yang diberikan oleh Nokia yaitu mendownload PC Suite-nya. Masalah baru muncul ketika PC Suite untuk Nokia 1508 diinstalasi mendapati kenyataan bahwa telah ada PC Suite untuk Nokia 6275 dan N73 , yang jika diteruskan tidak menjamin PC Suite sebelumnya dapat berjalan dengan baik. Solusi yang saya ambil adalah mengeksekusi PC Suite pada folder atau drive lain dan berhasil. Kabel data langsung dideteksi sekaligus menjadikan ponsel sebagai modem. Modem ? yup, ternyata ponsel ini bisa digunakan sebagai alternatif modem pada PC loh… nanti deh, saya jelaskan dalam tulisan berikutnya.

Langkah paling pertama yang saya lakukan adalah melakukan sinkronisasi daftar nama kontak yang tercatat dalam Microsoft Outlook pada PC ke ponsel. 458 nama kontak, perlu waktu lama jika harus dicatat secara manual atau menyalinnya terlebih dahulu ke SIM card, berhubung kartu yang digunakan hanya mampu menampung maksimum 250 daftar nama kontak. Syukur dari manual Guide dan box pembelian tertera bahwa ponsel ini mampu menampung sekitar maksimum 500 daftar nama kontak, yang artinya tidak akan menjadi masalah besar saat Sinkronisasi. Sayangnya, hanya daftar nama kontak dan Calendar yang bisa di-sinkron-kan. Tidak termasuk Notes (catatan) dan File multimedia. What ?

PC Suite

Minimnya memori rupanya memaksa Nokia men-disabled-kan opsi File Manager pada PC Suite yang digunakan, demikan pula dengan opsi install aplikasi. Wah, gawat nih… Berkali-kali mencoba dan mencari informasi di dunia maya, nyatanya tidak jua ditemukan cara melakukan dua opsi diatas. Mengingat kedua opsi diatas akan sangat berpengaruh pada kriteria opsional yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya, yaitu untuk dapat menampilkan foto putri kecil maupun menambah nada dering. Sayangnya, alternatif cara yang saya pikirkan yaitu melalui email pun sepertinya harus dibuang jauh-jauh, mengingat ketiadaan opsi instalasi aplikasi didalamnya. Tak heran apabila Permainan berada diluar menu Extra, tidak seperti ponsel java milik Nokia sebelumnya.

Nilai positif saya berikan pada ponsel ini untuk dua pertimbangan tambahan. Pertama kekuatan sinyal dan Kedua Daya tahan batere. Dibandingkan dengan ponsel CDMA Samsung S179 yang pernah saya miliki, kendati sama-sama memiliki frekuensi Single Band, milik Nokia saya rasakan jauh lebih jernih dan stabil, terutama bila dilakukan pada tempat yang sama. Sedangkan untuk daya tahan baterenya bisa sampe 4 hari loh… dengan pemakaian normal tentunya. dari 7 bar batere disisi kanan layar masih tersisa 2 bar, cukup bertahan dari pagi hingga malam hari. Mungkin lantaran tidak banyak fitur pemakan daya batere kali ya ?

Kekecewaan saya akan minimnya fitur yang bisa disuntikkan pada akhirnya sedikit terhibur begitu mengetahui fungsi tambahan kabel data pada ponsel ketika disambungkan ke PC. Tidak hanya untuk melakukan sinkronisasi daftar nama kontak, tapi juga mem-backup sms yang dianggap penting kedalam PC, sebagai alternatif modem bagi PC seperti yang saya sebeutkan tadi dan juga sebagai charger ponsel via USB. Satu teknologi baru yang saya temui pada ponsel Nokia. Kenapa saya tekankan pada Nokia ? karena teknologi charge daya batere handset ini telah diadopsi oleh PDA yang berbasis Windows Mobile. Hehehe…

Nokia 1508 our next CDMA phone

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada beberapa kriteria yang diberikan Istri saat kami memutuskan untuk membeli sebuah handset ponsel jaringan CDMA setelah handset yang digunakannya selama ini mengalami masalah dengan daya baterenya. Drop, musti di charge dua kali sehari sehingga akan sangat merepotkan apabila kami berada dalam kondisi mobile. Solusi yang kami gunakan sebelumnya adalah mengaktifkan pengalihan panggilan ke nomor GSM miliknya, sayang ini tidak berlaku bagi pengiriman sms.

Daya tahan batere minimal 2 hari (artinya beli baru), kontak nama pada ponsel bisa tetap seperti sebelumnya (minimal ada koneksi atau kabel data), bandel (artinya tahan lama untuk digunakan) dan tentu saja mudah digunakan (artinya langsung mengarah pada merk Nokia). Kriteria selanjutnya sebetulnya opsional alias kalopun bisa ya sangat bersyukur sekali, yaitu layar warna agar bisa menampilkan foto putri kami dan nada dering yang fleksibel (artinya ya minimal ponsel yang dimaksudkan punya sedikit memori internal).

Sayangnya, setelah mencari informasi di beberapa konter ponsel termasuk langsung dari Manajer Distributornya Nokia, hanya ada 2 (dua) seri ponsel yang memenuhi syarat yaitu 2505 dan 1508. Spesifikasi dan harganya tidak jauh berbeda, yang paling kentara tentu saja dari bentuknya. 2505 merupakan ponsel flip atau clamshell (yang menurut pengalaman biasanya bermasalah pada kabel fleksibel alias berumur pendek) sedangkan 1508 merupakan ponsel batangan atau candybar.

Nokia 1508 CDMA

Secara kriteria utama, sebenarnya seri 1508 sangat memenuhi syarat, hanya saja saya tidak memiliki teman yang bisa dipinjami barang beberapa hari untuk mengetahui jeroannya lebih jauh. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui apakah kriteria opsional bisa dipenuhi atau tidak. Mengingat seri 1508 secara dimensi layar merupakan ponsel standar low end atau untuk pangsa pasar paling bawah. Menggunakan resolusi 128×128 pixel demikian pula dengan keterbatasan memori internalnya yang kabarnya hanya bisa digunakan kisaran 700 kb, mengingatkan saya pada seri jadul Nokia 3105.

Keputusanpun diambil, kami memilih 1508 sebagai our next CDMA phone… mau tahu bagaimana pendapat saya ketika mencoba ponsel ini lebih jauh ? tunggu tulisan saya berikutnya.