Tips Check-in (lanjutan) untuk seorang JumPer FourSQuare

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika dalam tulisan terdahulu saya sempat memberikan beberapa Tips yang sekiranya berguna bagi seorang JumPer dalam usahanya berburu BadGes, kini ada Tips tambahan lagi yang barangkali bisa membuat aktifitas Check-in yang dilakukan makin mantap.

Lakukan Check-in secara berkala dan dalam rentang minimal waktu tertentu. Hal ini saya kemukakan setelah mencoba melakukan aktifitas Check-in secara berulang kali dalam waktu singkat yang pada akhirnya lebih banyak tidak membuahkan hasil (baca:BadGes) apa-apa. Untuk itu, pada awalnya saya memberikan tenggang waktu setiap satu jam untuk satu kali Check-in. Hasilnya lumayan. Beberapa aktifitas Check-in yang saya lakukan diakui dengan pemberian Kredit Poin yang sudah barang tentu menjadi pertimbangan dalam pemberlakuan syarat tertentu perburuan BadGes. Tenggang waktu ini perlahan saya turunkan hingga standar minimal yang saya berlakukan adalah setiap 15 menit untuk aktifitas Check-in di dalam kota yang sama, dan enam jam (selama waktu tidur) untuk berpindah Kota. :p

Perhatikan ketentuan atau syarat Tags dan Kategori yang diatur untuk mendapatkan sebuah BadGes. Saya pribadi baru menyadari ketika berburu BadGes JetSetter. BadGes ini mensyaratkan Kategori ‘AirPort’ yang dapat dikenali lewat icon pesawat terbang dalam tampilan halaman versi web, atau yang bisa dilihat dari layar pc. Padahal icon ini ada juga digunakan oleh kategori ‘Terminal’ dan ‘Plane’. Setelah saya periksa pada History perjalanan, terbukti beberapa Venue yang dahulunya saya perkirakan berkategori ‘Airport’, rupanya malah berkategori ‘Terminal’. Ealah…

Handset ponsel yang kita gunakan, bisa dikatakan sangat penting peranannya dalam usaha perburuan BadGes. Ditambah jenis koneksi internet, yang memang bersifat unlimited. Bagaimana kalo hanya mengandalkan GPRS ? wah, bisa-bisa jebol tuh jatah pulsa yang dianggarkan tiap bulannya. Jadi kalopun nasib Anda serupa dengan saya, masih menggunakan ponsel jadul dengan jatah pulsa yang terbatas, ada juga triknya loh. :p

Cari terlebih dahulu halaman Venue yang diperkirakan merupakan Syarat utama (entah berupa kesesuaian Tags, Kategori, Tips atau Event) untuk bisa mendapatkan BadGes, kemudian perhatikan alamat link address yang disematkan untuk halaman tersebut. Hal ini bisa dilakukan saat berhadapan dengan layar PC, entah dengan memanfaatkan jasa Warnet ataupun koneksi internet gratisan milik kantor. Jika sudah, salin alamat tersebut menjadi sebuah BookMark di halaman Web pada ponsel yang digunakan dan berikan Nama penanda untuk memudahkan ingatan. Tips ini bertujuan untuk mempersingkat waktu aktifitas Check-in, dengan meniadakan aktifitas pencarian Venue satu persatu berdasarkan petunjuk Syarat diatas.

Gali informasi terkait ketentuan yang dipersyaratkan untuk bisa mendapatkan Badges-badges tertentu terutama yang ditawarkan oleh para Partners Bisnis FourSQuare. Misalkan berkunjung secara berkala ke halaman blog milik Mas Tamtomo Daniswara yang rajin meng-update konten Badges baru, halaman 4squarebadgelist yang tempo hari saya sarankan, atau bisa juga membuka halaman milik www.pandebaik.com ini satu persatu. Hehehe… Meminta bantuan Mbah GoogLe pun oke, ketikkan saja ‘how to get foursquare Badge ~nama badges~’, dijamin beberapa petunjuk yang tertera di halaman pertama hasil pencarian dapat memuluskan usaha pencarian.

Untuk Tips tambahan kali ini, Kurang lebih segitu dulu deh. :p

FourSQuare mengalihkan Duniaku

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Aktifitas Check-in dalam dua bulan terakhir ini telah menjadi satu rutinitas baru yang seingat mungkin saya lakukan. Tapi jangan salah paham, aktifitas Check-in yang saya maksudkan disini merupakan istilah serupa dari ‘Update Status’ nya jejaring sosial FaceBook atau ‘Tweet’ nya Twitter.

Adapun yang menjadi pemicunya adalah ‘aura persaingan perburuan BadGes’ yang saya dapatkan dari rekan-rekan sesama Jumper. BadGes adalah ‘award’ yang diberikan oleh pihak FourSQuare maupun para Partners mereka setiap kali pengguna atau pemilik akun FourSQuare melakukan aktifitas Check-in di tempat-tempat (venue) tertentu. Ada beberapa standar tertentu yang ditetapkan dan disitulah keasyikkannya.

Seperti yang dilakoni oleh Agus Suadnyana, teman sekelas saya saat masa SMA dahulu, yang terakhir sudah mendapatkan sekitar 105 BadGes. Berbekal iPhone, Beliau ini rajin melakukan Check-in dan perburuan badges berdasarkan standar atau ketentuan yang ditetapkan. Demikian pula dengan Komang Gaul, adik sepupu saya mendapatkan sekitar 104 Badges dengan mengandalkan handset BlackBerrynya.

Demi bersaing dengan merekapun, saya pada akhirnya membuat sayu akun yang mengatasnamakan putri kecil kami, MiRah GayatriDewi, hanya untuk kepentingan Pembelajaran sebagai bahan tulisan BLoG saja.

Adalah Mas Tamtomo Daniswara, seorang Blogger yang rajin meng-update konten blognya dengan cara atau tips untuk mendapatkan BadGes tertentu, terutama yang berkaitan dengan Event penting dan kejutan lainnya. Tercatat tak kurang BadGes Halloween, Baggage Handler, Thanksgiving hingga Hari Aids seduniapun, informasinya saya dapatkan dan terapkan dengan baik hanya dengan mengikuti petunjuknya. Mas Tamtomo ini dapat ditemukan pula lewat akun FaceBook dan Twitternya, sehingga makin memudahkan aksi perburuan BadGes.

Bermain FourSQuare dalam hal ini melakukan peran sebagai JumPer, melakukan aktifitas Check-in secara berkala tak ubahnya bermain Games. Kita harus berusaha untuk mengetahui ‘rahasia’ yang terdapat dibalik BadGes lantas mencoba mendapatkannya.

Dalam proses tersebut, ada banyak hal yang bisa saya petik kemudian bagikan pada rekan-rekan yang mampir di halaman ini. Dari Tips untuk menjadi seorang JumPer hingga Trik untuk mendapatkan BadGes.

FourSQuare pada akhirnya mampu mengalihkan dunia saya.

Jika dahulu hampir setiap harinya saya dihantui ‘gag asyik tanpa update status’, kini perlahan mulai berubah. ‘belum lengkap kalo belum Check-in’ :p

Teman FourSQuare Anda, Jumper atau bukan siy ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa hari yang lalu, satu dua teman yang saya miliki di akun jejaring sosial FaceBook tampak rajin melakukan aktifitas Check-in di berbagai tempat nun jauh disana. New York tepatnya. Tak hanya satu, lima sampai enam BadGe pun berhasil didapatkannya dalam sekali waktu. Bentuknya aneh-aneh pula. Ya, BadGe yang saya katakan tersebut rata-rata asalnya memang dari Partner atau Mitra Bisnis pihak FourSQuare. Dan soal New York, rupanya si Teman tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lakukan dan tuliskan selama dua minggu terakhir.

Ya, menjadi seorang JumPer.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, sah tidaknya seseorang memutuskan untuk menjadi seorang JumPer ya kembali pada motivasi yang dimiliki. Saya pribadi pada akhirnya bersikap demikian lantaran ingin berbagi pengalaman terkait ‘Berburu BadGe FourSQuare’ di halaman BloG www.PanDeBaik.com.

Tapi ngomong-ngomong, kalo hanya sekedar ingin tahu bahwa ‘apakah teman FourSQuare yang saya miliki termasuk JumPer atau bukan, sebenarnya ada cara mudah untuk bisa mengetahuinya loh.

Pertama, dengan cara memantau aktifitas si Teman. Apakah ada kesamaan antara Status FaceBook yang disampaikan dengan lokasi Check-in yang dilakukan. Jika berjauhan, misalkan statusnya sedang makan siang di kantin kantor PemKab Badung sementara di saat yang sama yang bersangkutan kedapatan melakukan Check-in di Tugu Pahlawan Surabaya seperti cerita saya tempo hari, hampir dapat dipastikan bahwa memang benar kalo si Teman sedang mencoba melakukan aktifitas sebagai seorang JumPer. Andai itu dilakukan secara terus menerus dan aktifitas Check-in-nya  melebar ke New York, BrooKlyn atau San Fransisco, maka sudah bisa dipastikan statusnya sebagai seorang JumPer.

Mengapa demikian, karena haram hukumnya seorang PNS bisa jalan-jalan hingga ke kota besar nun jauh di Amrik, pada jam kerja. *lirik-lirik Gayus Tambunan

Kedua, lantaran kita hidup di era Teknologi Informasi dimana yang namanya ponsel sudah bukan barang mewah lagi, mbok ya tinggal telpon saja. Iseng nanyain kabar, “eh kamu ada dimana sekarang ? aku main kesitu dong…” hehehe…

Ketiga, cara terakhir ini cukup maknyus untuk dicoba, sekalipun itu dari layar ponsel jadul seperti yang saya miliki. Gag perlu nelpon atau memantau status kok. Tinggal lihat pada opsi LeaderBoard yang biasanya duduk di urutan ke-6 (enam) dalam tampilan versi MobiLe, dan perhatikan Jumlah Point dan Check-in yang dilakukan. Apabila skala perbandingannya jauh dengan jumlah point atau jumlah Check-in yang sudah sebisa mungkin dilakukan se-Real Time mungkin, maka bisa disimpulkan bahwa…

JUMPER, Kriminal FourSquare yang dicela namun dicari

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak orang yang secara terang-terangan berani mengakui dirinya sebagai seorang JumPer, tipikal Kriminal dalam dunia FourSquare yang kerap dicela lantaran berbuat curang ‘mengaku-aku melakukan aktifitas check-in di banyak tempaat yang sesungguhnya tidak pernah ia kunjungi. Apalagi kalo bukan hanya untuk mendapatkan iming-iming sebuah BadGe.

Meski demikian, kata kunci JumPer dalam kaitannya dengan FourSquare, saya lihat banyak yang nyasar ke beberapa tulisan dalam blog saya ini. Padahal dalam tulisan terakhir sekalipun, tidak ada satu trik khusus yang barangkali berguna bagi mereka yang penasaran dengan kegiatan berburu BadGe dengan mengandalkan status JumPer ini.

Saya pribadi pada akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang JumPer dengan menggunakan akun FourSquare atas nama putri saya. Bukan tanpa alasan saya memilih jalan ini. Rasanya tidak enak kalo semua aktifitas virtual saya diketahui hanyalah satu kebohongan oleh sekian banyak rekan yang serius, berusaha secara jujur dan realtime dalam memburu BadGe. Itu sebabnya sayapun menghapus akun FourSquare terdahulu dan menggantinya.

JumPer, tipikal Kriminal FourSquare ini saya lakoni hanya dengan tujuan pembelajaran. Untuk memuaskan hasrat ingin tahu bagaimana cara, trik juga tips yang kelak harapan saya tentu saja dapat dibagikan kepada pengunjung blog www.PanDeBaik.com ini. Minimal bagaimana cara untuk mendapatkan BadGe dengan benar.

Untuk mendukung status JumPer yang saya sandang ini, sekalian saja lokasi yang dituju adalah kota besar di Amerika sana. New York. Alasannya sederhana, lingkup Venue yang tentu jauh lebih luas ketimbang kota besar di negeri ini, sehingga pilihannya jauh lebih banyak.

Sebagai bahan acuan sementara dalam memburu BadGe, saya masih mengandalkan referensi lama milik 4squarebadges.com. beberapa target yang saya sasar adalah yang mudah saya pahami caranya dan juga mudah saya ingat kata kuncinya. Hasilnya maknyus.

Dari 42 BadGes yang saya dapatkan per 17 November 2010 pukul 8 pagi, ada 14 BadGe tambahan hasil berburu sebagai JumPer di kota New York dan tetangganya, Brooklyn. Jumlah tersebut menambah panjang daftar perolehan BadGe yang rata-rata memang saya dapatkan dengan menyandang status JumPer di tanah air.

Empat Badge diantara 14 yang saya temukan terakhir, RunKeeper Warm Up, 5K, Over Archiever dan Marathon 26.2 memang sengaja saya incar dengan menggunakan trik tertentu, bagaimana caranya, nanti saya bagikan. Sedang sepuluh lainnya saya dapatkan tidak sengaja alias faktor kebetulan atau Surprise saja, karena BadGe yang saya incar sebenarnya, bukanlah BadGe yang saya dapatkan. Bisa jadi lantaran faktor Tag atau kata kunci yang mendukung.

Jika pada tulisan sebelumnya, saya sempat berbagi cara untuk menjadi seorang JumPer dengan (1) Change Location dan (2) mutlak tambahan Browser pada layar pc atau laptop untuk membantu aktifitas Check-in dengan tepat, sebelum saya lanjutkan ke Trik berburu yang lain, yang barangkali bisa menjadi petunjuk tambahan yang ketiga adalah mengikuti (baca: Follow) brand ternama yang melakukan kerja sama dengan pihak FourSquare. Misalkan MTV, CNN, Bravo, Zagat, SFBart atau Metro News.

Hal ini saya rekomendasikan lantaran sudah terbukti bahwa ada sekitar 11 BadGe yang saya dapatkan diantara 42 total BadGe merupakan milik Partners atau pihak yang bekerja sama dengan FourSquare. Lantas bagaimana dengan Trik JumPer lainnya ? tunggu tulisan saya berikutnya ya. :p

JUMPER, Cara Cepat mendapatkan Badge FourSquare

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejauh mengenal akun FourSquare, ada dua tipe Pemburu BadGe FourSquare yang saya ketahui. Tipe pertama adalah Pemburu Badge secara Realtime, nyata dan jujur sedang tipe yang kedua adalah Pemburu Badge secara Virtual atau yang dikenal dengan istilah Jumper. Saya sendiri termasuk tipe yang kedua.

Tipe Pemburu Badge pertama biasanya memiliki jenis Badge yang sewajarnya dimiliki oleh seorang Pengguna FourSquare atau yang sesuai dengan aktifitas kesehariannya. Tipe ini tidak akan begitu peduli dengan Badge lain yang sekiranya tidak pernah ia dapatkan dengan melakukan aktifitas Check-in pada Venue atau tempat yang tidak pernah ia masuki atau kunjungi. Ciri-ciri lain bisa dilihat dari rutinitas Venue yang dimasuki, cenderung sama dan senada.

Berbeda dengan tipe yang Kedua. :p

Tipe yang kedua ini, biasanya meng-Halal-kan segala cara demi mendapatkan sebuah Badge. Dari berburu “Kriteria”  Tag sebuah Venue, mencari event atau kegiatan tertentu yang ramai dibicarakan orang hingga melakukan aktifitas Check-in secara sembarangan. Saya katakan Sembarangan lantaran ‘gag mikir antara sinkronisasi jarak tempuh dengan jeda waktu yang dibutuhkan. Misalkan saja, Lima belas menit yang lalu baru saja melakukan Check-in di warung makan seputaran Kota Denpasar, tapi tiba-tiba saja lima belas menit berikutnya yang bersangkutan sudah terdeteksi berada di Tugu Pahlawan Surabaya Jawa Timur. Pake Teleport  atau Permadani Terbang barangkali ? Hehehe…

Istilah JumPer-pun disematkan bagi mereka (pengguna dan pemilik akun FourSquare) yang memiliki hobby ataupun aktifitas yang masuk dalam tipe kedua ini. Kabarnya, Jumper sangatlah diharamkan oleh komunitas Pengguna atau Pemilik akun FourSquare se-Indonesia. Gag asyik dan tentu saja “Curang”. Tidak jarang ada yang mengecam tindakan yang dilakukan oleh seorang JumPer ini. Tapi demi Badge, kenapa tidak ?

Lagipula tindakan JumPer saya yakin pasti pernah pula dilakukan oleh pengguna atau pemilik akun FourSquare yang masuk dalam tipe pemburu pertama, memburu Badge secara Realtime. Meskipun tidak semua. Karena bisa dikatakan jarang-jarang bisa mendapatkan 4 (empat) buah Badge dalam sekali waktu seperti saat Hari pahlawan 10 November kemarin bukan ?

Cara untuk menjadi seorang JumPer cukup mudah kok. Dari tampilan layar Mobile, pilih saja opsi ‘Change Location’ yang ada di urutan nomor 7, trus ketikkan lokasi yang diinginkan. Akan lebih baik dengan penyebutan nama Kota yang lebih spesifik. Saran saya untuk para JumPer Pemula, tentu saja mencari lokasi yang tidak jauh-jauh dari rumah, tempat kerja ataupun lingkungan keseharian agar tidak ketahuan teman. Sedangkan bagi mereka yang gag pingin kepalang tanggung, pilih kota besar yang berada jauh diseberang. New York misalnya.

Dengan menjadi seorang JumPer, saya yakin peluang untuk mendapatkan berbagai macam BadGe akan semakin besar. Misalkan saja dengan merancang sebuah aktifitas atau rutinitas yang sama setiap harinya dalam batas waktu tertentu, memilih untuk Check-in secara bergantian pada Venue atau lokasi yang memiliki Tag atau “Kriteria” spesifik.

Tag Gallery untuk BadGe Warhol, Karaoke untuk BadGe Don’t Stop Believin, PhotoBooth untuk BadGe PhotoGenic, Gym untuk BadGe Gym Rat, Food Trucks untuk BadGe Ziggy Wagon, Apple Store untuk BadGe Jobs, PlayGround untuk BadGe BabySitter, Boat untuk BadGe I’m on the Boat, Beach untuk Badge Swimmies atau Near The Water, Frat Boys untuk BadGe Animal House dan masih banyak lagi.

Satu hal yang paling penting untuk diingat oleh seorang JumPer agar aktifitasnya dapat dilaksanakan dengan baik adalah kebutuhan akan jendela Browser yang mampu menampilkan halaman hasil pencarian Venue pada FourSquare dalam versi web, bukan mobile. Ini saya ingatkan karena dalam halaman hasil pencarian Venue pada FourSquare versi web, seorang JumPer akan mampu melihat icon tempat atau Venue terkait apakah mendukung Tag “kriteria” tertentu atau tidak. Karena tidak semua Venue yang memiliki nama yang mengandung Tag, memiliki Tag yang sama dengan “kriteria” tersebut.

Haram atau tidaknya aktifitas seorang JumPer saya kira kembali lagi pada Motivasi yang ada dibalik itu semua. Apakah yang bersangkutan melakukannya hanya untuk sekedar Having Fun berburu Badge, kompetisi antar teman atau bisa jadi hanya sebagai bahan pembelajaran tulisan sebuah BloG seperti yang saya lakukan atau yang lainnya. Jikapun Anda tidak menyukainya, Lupakan saja.

Tugu Pahlawan, Surga bagi Pemburu BadGe FourSquare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

10 November 2010. Hampir sebagian besar murid sekolah, pegawai negeri hingga para Veteran dan juga masyarakat menyambutnya dengan gegap gempita seakan ikut merasakan aura perjuangan para Pahlawan terdahulu dalam mempertahankan negeri ini. Tidak ketinggalan halnya dengan para pengguna FourSquare.

Hari Pahlawan menjadi begitu spesial bagi puluhan, ratusan bahkan ribuan pemilik akun FourSquare di negara ini. Bukan lantaran aura perjuangan sebenarnya, namun lebih pada kegigihan untuk berburu lebih banyak BadGe FourSquare, dan di hari Pahlawan ini ada 4 (empat) Badge yang tersedia apabila pengguna FourSquare jeli saat melakukan aktifitas ‘Check-in’ di satu tempat atau Venue tertentu. Venue itu bernama ‘Tugu Pahlawan’ Surabaya Jawa Timur.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu daya tarik FourSquare bagi sebagian besar penggunanya adalah adanya BadGe yang diberikan atau didapat ketika si pengguna melakukan aktifitas Check-in di beberapa tempat yang memiliki “Kriteria” tertentu. Kriteria tersebut bisa berupa Tag, Shout, jumlah Check-in, ataupun jumlah pengguna FourSquare yang melakukan aktifitas Check-in secara bersama-sama di satu Venue atau tempat yang sama. Bagi yang masih kebingungan dengan Istilah-istilah tadi, silahkan baca tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Seperti halnya hari bersejarah atau hari besar lainnya, Hari Pahlawan adalah salah satu hari yang paling dinanti. Karena disini, setiap pengguna atau pemilik akun FourSquare yang melakukan Check-in di Venue Tugu Pahlawan dan memekikkan kata perjuangan (yang berbeda satu sama lainnya), akan berkesempatan mendapatkan 4 (empat) buah Badge yang tergolong jarang bisa didapatkan saat hari-hari biasa.

Swarm, yaitu Badge yang didapat ketika dalam satu Venue atau lokasi, sekitar lebih dari 50+ pengguna atau pemilik akun FourSquare, melakukan aktifitas Check-in secara bersamaan. Super Swarm, seperti halnya Swarm, Badge ini akan diberikan ketika terdapat sekitar lebih dari 250+ pengguna atau pemilik akun FourSquare, melakukan aktifitas Check-in secara bersamaan. Super Duper Swarm dengan 500+ dan Epic Swarm dengan 1000+. 4 (empat) buah BadGe dalam sekali sekali Check-in. Menakjubkan bukan ?

Melihat dari pengalaman ini, barangkali yang patut dinanti kelak adalah event Tahun Baru. Kira-kira bisa ditebak gak ya, dimana Venue yang bisa mengumpulkan orang dengan jumlah 10.000+ atau barangkal 1 juta + ? bagaimana kalo kita mulai dari sekarang merancangnya ?

Bye Bye my FourSQuare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Memburu BadGe satu persatu hingga genap berjumlah 20, merupakan satu pengalaman yang menakjubkan bagi seorang pengguna pemula sebuah jejaring sosial berbasis lokasi bernama FourSQuare. Saya katakan masih pemula lantaran waktu yang terlewatkan sejak pertama kali mencoba hingga hari ini hanya sampai hitungan hari ke-34 saja, satu bulan.

Dalam waktu tersebut, selain berkesempatan memperkenalkan gambaran umum terkait FourSQuare pada tulisan saya beberapa waktu lalu, tak lupa disertakan tips dan trik untuk mendapatkan BadGe yang notabene merupakan satu-satunya daya tarik FourSQuare. Setidaknya itu kesan yang saya tangkap secara pribadi, meski masih ada ‘aksi rebutan mayorship untuk setiap Venue/lokasi yang ada atau ‘peluang untuk mempromosikan diri atau usaha melalui fitur Venue tersebut.

FourSQuare bakalan jauh lebih terasa mengasyikkan apabila digunakan oleh mereka yang memiliki hobby travelling, wiraswasta ataupun yang sudah mapan sehingga tidak ada rasa keterpaksaan dan sungkan ketika mengunjungi sebuah Venue, melakukan Check-in dan mendapatkan BadGe. Alasan ini pula yang kemudian memaksa saya untuk menutup akun FourSQuare per 13 Oktober 2010 lalu tepatnya pk.4.00 sore, sesaat setibanya saya dirumah.

Keputusan ini saya ambil lantaran merasa ‘sudah tidak ada lagi hal yang bisa saya lakukan dengan akun FourSQuare selain Check-in, berburu BadGe, mendapatkan pengakuan sebagai Mayor ataupun sekedar promosi BLoG. Bukannya bermaksud sombong atau berlebihan, tapi yah ketimbang saya tinggalkan begitu saja tanpa perkembangan, lebih baik dengan segera berusaha menyelesaikan beberapa eksperimen sebagai bahan tulisan BLoG dan selesai. loh ?

Harus saya akui bahwa salah satu alasan yang paling besar ketika memutuskan untuk bergabung di jejaring sosial berbasis lokasi ini adalah, memuaskan hasrat keingintahuan saya pada FourSQuare yang digadang-gadangi bakalan menggantikan kedudukan FaceBook. Selazimnya seorang BLoGGer, sudah tentu ketika pengetahuan itu saya dapatkan, dengan segera dituangkan dalam bentuk tulisan dalam BLoG ini untuk berbagi dengan pengguna yang lain.

Sayangnya, profesi saya sebagai seorang abdi negara yang biasa-biasa saja, sedikit membatasi ruang gerak yang mampu saya capai seandainya tujuan utama menggunakan FourSQuare ini hanya untuk mendapatkan BadGe sebagai sebuah pengakuan. Bagaimana tidak, beberapa clue atau petunjuk yang bisa digunakan untuk mendapatkan sebuah BadGe, rata-rata merupakan tempat yang tergolong jarang saya kunjungi.

Katakanlah untuk BadGe ‘Don’t Stop Believin’ yang mematok Venue/lokasi dengan tag ‘Karaoke’, BadGe ‘Warhol’ dengan tag Venue ‘Gallery’, atau BadGe ‘Barista’ dengan tag Venue ‘StarBucks’, merupakan tempat-tempat yang jujur saja seumur-umur belum pernah saya kunjungi. Trus bagaimana caranya kok bisa didapatkan dengan mudah ? Tiada lain lantaran aktifitas Virtual Check-in yang saya lakukan secara tersembunyi atau dikenal dengan istilah ‘off the grid’. Bagi yang masih gamang dengan istilah Virtual tersebut, baca di tulisan sebelumnya ya.

Sayangnya aktifitas Virtual Check-in yang saya katakan sebagai salah satu kelemahan FourSQuare, bisa dikatakan sangat diharamkan alias tidak direkomendasikan oleh pengguna FourSQuare Indonesia yang memang serius berburu BadGe. Demikian pula dengan ‘off the grid’ tadi yang artinya ‘menyembunyikan lokasi status’ baik dari daftar teman sesama pengguna FourSQuare maupun dari jejaring sosial lain yang ditembuskan seperti Twitter atau FaceBook.

Melalui aktifitas Virtual Check-in inilah, saya berhasil menggenapi BadGe hingga sejumlah 20 buah dalam waktu singkat. Apalagi beberapa BadGe memang tergolong mudah didapat asal tahu caranya. BadGe ‘I’m on the Boat’ bisa didapatkan dengan hanya melakukan satu kali Check-in pada Venue yang memiliki Tag ‘Boat’ seperti ‘Bali Beach and Banana Boat’ misalnya. BadGe ‘16 Candle’ bisa dimiliki setelah menyampaikan (shout) ucapan Selamat Ulang Tahun dalam bahasa Inggris ke minimal 5 orang teman dengan menyematkan karakter @didepan nama yang bersangkutan, meskipun teman tersebut bukan seorang pengguna FourSQuare sekalipun. Demikian pula dengan BadGe ‘School Night’ yang langsung bisa didapatkan ketika melakukan aktifitas Check-in beberapa saat setelah pukul 3 dinihari, di Venue manapun.

Meski demikian, ada juga beberapa BadGe yang membutuhkan kejelian serta trik tambahan, agar bisa berhasil dengan baik. Ini berlaku untuk BadGe yang mensyaratkan jumlah Check-in tertentu di Venue berbeda dengan tag tertentu pula seperti ‘Gallery, PhotoBooth, Food Trucks, College, PlayGround, Gym ataupun Karaoke’. Trik dan kejelian yang saya maksudkan diatas adalah pertama, memeriksa lewat layar pc atau laptop, Venue mana saja yang memenuhi syarat tersebut, dilanjutkan dengan langkah kedua, Check-in di tempat yang sama pada masuk dalam daftar ‘Matching Tag’, bukan ‘Matching Place’.

Secara default penggunaan FourSQuare, memang saya rasa ketersediaan BadGe yang bisa dicapai tidaklah banyak untuk mengitari Venue lokal yang ada diseantero kota Denpasar. Tidak demikian halnya dengan Venua luar ataupun brand terkenal yang diikuti, begitu juga dengan memanfaatkan bantuan aplikasi Waze atau situs GetGLue. Namun itu semua memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkannya. Pada intinya masih tetap sama.

Jadi ya, “Bye Bye My (account) ForSQuare…”, meski hanya 20 BadGe yang mampu digenapi, namun banyak pengalaman yang saya dapatkan selama satu bulan ini. Sampai jumpa di lain Jejaring Sosial.

Ohya, bagi yang ingin tahu BadGe apa saja yang saya dapatkan serta tips dan trik untuk bisa mendapatkannya, mampir saja pada album “Bye Bye My FourSQuare” yang saya buat kemarin. Barangkali saja bisa memberikan inspirasi untuk mengejar BadGe lainnya. Salam dari www.pandebaik.com

Lima Tips Berburu Badge FourSquare bagi Pemula

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengoleksi Badge saat beraktifitas dengan jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare lama kelamaan mirip orang yang pertama kali berkenalan dengan narkoba atau obat-obatan terlarang. Awalnya hanya mencoba lama-lama malah ketagihan. Demikian pula dengan saya.

Bagi yang belum kenal dengan istilah Badge, kurang lebih pemahamannya adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Ini menurut PanDe Baik loh ya. Tulisan selengkapnya terkait Badge, bisa mampir ke halaman berikut dulu sebelum melanjutkan. Ohya, kali ini saya ingin berbagi Tips untuk berburu Badge FourSquare bagi Pemula. Kenapa Pemula, karena saya sendiri masih termasuk golongan tersebut. Hehehe…

Pertama, pahami dahulu syarat atau kebutuhan masing-masing Badge yang akan diburu. Panduan lengkapnya, silahkan mampir di dua alamat berikut. 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. Untuk tahap Pemula, yang paling gampang dipenuhi dalam rentang waktu satu hingga dua minggu pertama adalah Newbie, Local, Adventures, Bender, Crunked serta School Night. Sedangkan untuk Explorer, Super Star, Super User, OverShare, Don’t Stop Believin, I’m on the Boat, Animal House, Photogenic, Babysitter ataupun Swarm, dibutuhkan sedikit tambahan tips agar tidak terlalu mengundang atau malah mengganggu teman lainnya.

Kedua, putuskan hubungan secara sementara antara akun FourSquare dengan dua akun jejaring sosial lainnya seperti Twitter atau FaceBook, ketika berkeinginan untuk mengejar lima Badge yang saya sebutkan terakhir atau yang lainnya dalam waktu singkat. Kenapa demikian ? karena kebutuhan yang dipersyaratkan untuk mendapatkan masing-masing Badge tadi membutuhkan banyak aktifitas Check-in yang saya khawatirkan kelak bakalan hanya akan menuh-menuhin wall atau halaman milik teman. Karena setiap aktifitas Check-in yang dilakukan pengguna akan secara otomatis ditembuskan ke akun Twitter maupun FaceBook yang bersangkutan. Bisa juga ditambah dengan menyembunyikan (hide) status Check-in dari daftar Teman, yang nantinya akan menambilkan status “off the grid”.

Misalkan untuk Badge OverShare yang mensyaratkan minimal 10 kali aktifitas Check-in dalam rentang waktu 12 jam, atau Explorer dan Super Star yang mensyaratkan aktifitas Check-in di 25 hingga 50 tempat yang berbeda. Hal ini pula untuk mencegah adanya tanda tanya Rekan lain, bagaimana mungkin aktifitas Check-in bisa dilakukan sebanyak itu dalam waktu singkat. Hehehe…

Terkait pemutusan hubungan sementara tersebut, Tips Ketiga adalah melakukan aktifitas bo’ongan alias Virtual Check-in. Aktifitas inilah yang tempo hari sempat saya katakan sebagai kelemahan dari jejaring sosial berbasis lokasi baik FourSquare maupun KoproL, dimana pengguna dapat “mengatakan” sedang melakukan aktifitas Check-in di satu tempat tertentu padahal yang sebenarnya adalah, ia sedang berada di tempat yang jauh dari lokasi.

Virtual Check-in ini berguna untuk mendapatkan Badge yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di tempat tertentu yang barangkali saja jarang atau bahkan tidak akan sempat dikunjungi mengingat waktu dan kebiasaan. Misalkan untuk mendapatkan Badge Babysitter dibutuhkan minimal 10 kali Check-in pada tempat atau lokasi yang memiliki tag atau tanda kata kunci ‘PlayGround’. Pengguna tinggal melakukan pencarian kata kunci PlayGround dan melakukan aktifitas Check-in sebanyak minimal 10 kali, meskipun yang bersangkutan sedang berada di rumah atau lembur di kantor. Demikian pula dengan Badge Barista yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di 5 lokasi StarBucks Coffee yang berbeda. Jangankan ke StarBucks, minum kopi di warung depan saja jarang. Hehehe…

Keempat, gunakan selalu fitur Search untuk mencari kata kunci atau yang dikenal dengan istilah Tag yang dipersyaratkan untuk memperoleh Badge tertentu. Seperti Badge Babysitter membutuhkan lokasi dengan tag ‘PlayGround’, Barista dengan tag ‘StarBucks’, Animal House dengan tag ‘college’, I’m on the Boat dengan tag ‘Boat’, Don’t Stop Believin’ dengan tag ‘karaoke’, atau Badge Photogenic dengan tag ‘Photoboots’. Hal ini mutlak saya sarankan untuk dapat mencari dan melakukan aktifitas Check-in meski dengan cara Virtual sekalipun dengan pasti. Utamakan yang masuk dalam daftar ‘Matching Tags’ bukan ‘Matching Places’.

Kelima, seandainya tetap ingin terlihat eksis baik melalui Twitter, FaceBook atau sesama pengguna FourSquare, gunakan logika dan akal sehat. Untuk dapat melakukan serangkaian aktifitas Check-in di berbagai tempat, sedapat mungkin gunakan logika berpikir, akal sehat pribadi serta pola pikir orang lain. Rasanya tidak mungkin ketika pada pukul 10 pagi saat hari kerja, lokasi StarBucks Hard Rock Café yang merupakan tempat minum kopi dipilih sebagai lokasi Check-in oleh seorang PNS abdi negara seperti saya misalkan. Padahal lima belas menit yang lalu sudah menyatakan Check-in di tempat kerja yang notabene berada di areal Puspem Badung Mengwi. Selain faktor jarak dan waktu pencapaian yang mustahil, rasanya kurang kerjaan banged kalo sampe saya “ketahuan” oleh Rekan lain sedang berada di StarBucks.

Apa Kata Dunia ?