JUMPER, Kriminal FourSquare yang dicela namun dicari

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak orang yang secara terang-terangan berani mengakui dirinya sebagai seorang JumPer, tipikal Kriminal dalam dunia FourSquare yang kerap dicela lantaran berbuat curang ‘mengaku-aku melakukan aktifitas check-in di banyak tempaat yang sesungguhnya tidak pernah ia kunjungi. Apalagi kalo bukan hanya untuk mendapatkan iming-iming sebuah BadGe.

Meski demikian, kata kunci JumPer dalam kaitannya dengan FourSquare, saya lihat banyak yang nyasar ke beberapa tulisan dalam blog saya ini. Padahal dalam tulisan terakhir sekalipun, tidak ada satu trik khusus yang barangkali berguna bagi mereka yang penasaran dengan kegiatan berburu BadGe dengan mengandalkan status JumPer ini.

Saya pribadi pada akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang JumPer dengan menggunakan akun FourSquare atas nama putri saya. Bukan tanpa alasan saya memilih jalan ini. Rasanya tidak enak kalo semua aktifitas virtual saya diketahui hanyalah satu kebohongan oleh sekian banyak rekan yang serius, berusaha secara jujur dan realtime dalam memburu BadGe. Itu sebabnya sayapun menghapus akun FourSquare terdahulu dan menggantinya.

JumPer, tipikal Kriminal FourSquare ini saya lakoni hanya dengan tujuan pembelajaran. Untuk memuaskan hasrat ingin tahu bagaimana cara, trik juga tips yang kelak harapan saya tentu saja dapat dibagikan kepada pengunjung blog www.PanDeBaik.com ini. Minimal bagaimana cara untuk mendapatkan BadGe dengan benar.

Untuk mendukung status JumPer yang saya sandang ini, sekalian saja lokasi yang dituju adalah kota besar di Amerika sana. New York. Alasannya sederhana, lingkup Venue yang tentu jauh lebih luas ketimbang kota besar di negeri ini, sehingga pilihannya jauh lebih banyak.

Sebagai bahan acuan sementara dalam memburu BadGe, saya masih mengandalkan referensi lama milik 4squarebadges.com. beberapa target yang saya sasar adalah yang mudah saya pahami caranya dan juga mudah saya ingat kata kuncinya. Hasilnya maknyus.

Dari 42 BadGes yang saya dapatkan per 17 November 2010 pukul 8 pagi, ada 14 BadGe tambahan hasil berburu sebagai JumPer di kota New York dan tetangganya, Brooklyn. Jumlah tersebut menambah panjang daftar perolehan BadGe yang rata-rata memang saya dapatkan dengan menyandang status JumPer di tanah air.

Empat Badge diantara 14 yang saya temukan terakhir, RunKeeper Warm Up, 5K, Over Archiever dan Marathon 26.2 memang sengaja saya incar dengan menggunakan trik tertentu, bagaimana caranya, nanti saya bagikan. Sedang sepuluh lainnya saya dapatkan tidak sengaja alias faktor kebetulan atau Surprise saja, karena BadGe yang saya incar sebenarnya, bukanlah BadGe yang saya dapatkan. Bisa jadi lantaran faktor Tag atau kata kunci yang mendukung.

Jika pada tulisan sebelumnya, saya sempat berbagi cara untuk menjadi seorang JumPer dengan (1) Change Location dan (2) mutlak tambahan Browser pada layar pc atau laptop untuk membantu aktifitas Check-in dengan tepat, sebelum saya lanjutkan ke Trik berburu yang lain, yang barangkali bisa menjadi petunjuk tambahan yang ketiga adalah mengikuti (baca: Follow) brand ternama yang melakukan kerja sama dengan pihak FourSquare. Misalkan MTV, CNN, Bravo, Zagat, SFBart atau Metro News.

Hal ini saya rekomendasikan lantaran sudah terbukti bahwa ada sekitar 11 BadGe yang saya dapatkan diantara 42 total BadGe merupakan milik Partners atau pihak yang bekerja sama dengan FourSquare. Lantas bagaimana dengan Trik JumPer lainnya ? tunggu tulisan saya berikutnya ya. :p

JUMPER, Cara Cepat mendapatkan Badge FourSquare

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejauh mengenal akun FourSquare, ada dua tipe Pemburu BadGe FourSquare yang saya ketahui. Tipe pertama adalah Pemburu Badge secara Realtime, nyata dan jujur sedang tipe yang kedua adalah Pemburu Badge secara Virtual atau yang dikenal dengan istilah Jumper. Saya sendiri termasuk tipe yang kedua.

Tipe Pemburu Badge pertama biasanya memiliki jenis Badge yang sewajarnya dimiliki oleh seorang Pengguna FourSquare atau yang sesuai dengan aktifitas kesehariannya. Tipe ini tidak akan begitu peduli dengan Badge lain yang sekiranya tidak pernah ia dapatkan dengan melakukan aktifitas Check-in pada Venue atau tempat yang tidak pernah ia masuki atau kunjungi. Ciri-ciri lain bisa dilihat dari rutinitas Venue yang dimasuki, cenderung sama dan senada.

Berbeda dengan tipe yang Kedua. :p

Tipe yang kedua ini, biasanya meng-Halal-kan segala cara demi mendapatkan sebuah Badge. Dari berburu “Kriteria”  Tag sebuah Venue, mencari event atau kegiatan tertentu yang ramai dibicarakan orang hingga melakukan aktifitas Check-in secara sembarangan. Saya katakan Sembarangan lantaran ‘gag mikir antara sinkronisasi jarak tempuh dengan jeda waktu yang dibutuhkan. Misalkan saja, Lima belas menit yang lalu baru saja melakukan Check-in di warung makan seputaran Kota Denpasar, tapi tiba-tiba saja lima belas menit berikutnya yang bersangkutan sudah terdeteksi berada di Tugu Pahlawan Surabaya Jawa Timur. Pake Teleport  atau Permadani Terbang barangkali ? Hehehe…

Istilah JumPer-pun disematkan bagi mereka (pengguna dan pemilik akun FourSquare) yang memiliki hobby ataupun aktifitas yang masuk dalam tipe kedua ini. Kabarnya, Jumper sangatlah diharamkan oleh komunitas Pengguna atau Pemilik akun FourSquare se-Indonesia. Gag asyik dan tentu saja “Curang”. Tidak jarang ada yang mengecam tindakan yang dilakukan oleh seorang JumPer ini. Tapi demi Badge, kenapa tidak ?

Lagipula tindakan JumPer saya yakin pasti pernah pula dilakukan oleh pengguna atau pemilik akun FourSquare yang masuk dalam tipe pemburu pertama, memburu Badge secara Realtime. Meskipun tidak semua. Karena bisa dikatakan jarang-jarang bisa mendapatkan 4 (empat) buah Badge dalam sekali waktu seperti saat Hari pahlawan 10 November kemarin bukan ?

Cara untuk menjadi seorang JumPer cukup mudah kok. Dari tampilan layar Mobile, pilih saja opsi ‘Change Location’ yang ada di urutan nomor 7, trus ketikkan lokasi yang diinginkan. Akan lebih baik dengan penyebutan nama Kota yang lebih spesifik. Saran saya untuk para JumPer Pemula, tentu saja mencari lokasi yang tidak jauh-jauh dari rumah, tempat kerja ataupun lingkungan keseharian agar tidak ketahuan teman. Sedangkan bagi mereka yang gag pingin kepalang tanggung, pilih kota besar yang berada jauh diseberang. New York misalnya.

Dengan menjadi seorang JumPer, saya yakin peluang untuk mendapatkan berbagai macam BadGe akan semakin besar. Misalkan saja dengan merancang sebuah aktifitas atau rutinitas yang sama setiap harinya dalam batas waktu tertentu, memilih untuk Check-in secara bergantian pada Venue atau lokasi yang memiliki Tag atau “Kriteria” spesifik.

Tag Gallery untuk BadGe Warhol, Karaoke untuk BadGe Don’t Stop Believin, PhotoBooth untuk BadGe PhotoGenic, Gym untuk BadGe Gym Rat, Food Trucks untuk BadGe Ziggy Wagon, Apple Store untuk BadGe Jobs, PlayGround untuk BadGe BabySitter, Boat untuk BadGe I’m on the Boat, Beach untuk Badge Swimmies atau Near The Water, Frat Boys untuk BadGe Animal House dan masih banyak lagi.

Satu hal yang paling penting untuk diingat oleh seorang JumPer agar aktifitasnya dapat dilaksanakan dengan baik adalah kebutuhan akan jendela Browser yang mampu menampilkan halaman hasil pencarian Venue pada FourSquare dalam versi web, bukan mobile. Ini saya ingatkan karena dalam halaman hasil pencarian Venue pada FourSquare versi web, seorang JumPer akan mampu melihat icon tempat atau Venue terkait apakah mendukung Tag “kriteria” tertentu atau tidak. Karena tidak semua Venue yang memiliki nama yang mengandung Tag, memiliki Tag yang sama dengan “kriteria” tersebut.

Haram atau tidaknya aktifitas seorang JumPer saya kira kembali lagi pada Motivasi yang ada dibalik itu semua. Apakah yang bersangkutan melakukannya hanya untuk sekedar Having Fun berburu Badge, kompetisi antar teman atau bisa jadi hanya sebagai bahan pembelajaran tulisan sebuah BloG seperti yang saya lakukan atau yang lainnya. Jikapun Anda tidak menyukainya, Lupakan saja.

Tugu Pahlawan, Surga bagi Pemburu BadGe FourSquare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

10 November 2010. Hampir sebagian besar murid sekolah, pegawai negeri hingga para Veteran dan juga masyarakat menyambutnya dengan gegap gempita seakan ikut merasakan aura perjuangan para Pahlawan terdahulu dalam mempertahankan negeri ini. Tidak ketinggalan halnya dengan para pengguna FourSquare.

Hari Pahlawan menjadi begitu spesial bagi puluhan, ratusan bahkan ribuan pemilik akun FourSquare di negara ini. Bukan lantaran aura perjuangan sebenarnya, namun lebih pada kegigihan untuk berburu lebih banyak BadGe FourSquare, dan di hari Pahlawan ini ada 4 (empat) Badge yang tersedia apabila pengguna FourSquare jeli saat melakukan aktifitas ‘Check-in’ di satu tempat atau Venue tertentu. Venue itu bernama ‘Tugu Pahlawan’ Surabaya Jawa Timur.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu daya tarik FourSquare bagi sebagian besar penggunanya adalah adanya BadGe yang diberikan atau didapat ketika si pengguna melakukan aktifitas Check-in di beberapa tempat yang memiliki “Kriteria” tertentu. Kriteria tersebut bisa berupa Tag, Shout, jumlah Check-in, ataupun jumlah pengguna FourSquare yang melakukan aktifitas Check-in secara bersama-sama di satu Venue atau tempat yang sama. Bagi yang masih kebingungan dengan Istilah-istilah tadi, silahkan baca tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Seperti halnya hari bersejarah atau hari besar lainnya, Hari Pahlawan adalah salah satu hari yang paling dinanti. Karena disini, setiap pengguna atau pemilik akun FourSquare yang melakukan Check-in di Venue Tugu Pahlawan dan memekikkan kata perjuangan (yang berbeda satu sama lainnya), akan berkesempatan mendapatkan 4 (empat) buah Badge yang tergolong jarang bisa didapatkan saat hari-hari biasa.

Swarm, yaitu Badge yang didapat ketika dalam satu Venue atau lokasi, sekitar lebih dari 50+ pengguna atau pemilik akun FourSquare, melakukan aktifitas Check-in secara bersamaan. Super Swarm, seperti halnya Swarm, Badge ini akan diberikan ketika terdapat sekitar lebih dari 250+ pengguna atau pemilik akun FourSquare, melakukan aktifitas Check-in secara bersamaan. Super Duper Swarm dengan 500+ dan Epic Swarm dengan 1000+. 4 (empat) buah BadGe dalam sekali sekali Check-in. Menakjubkan bukan ?

Melihat dari pengalaman ini, barangkali yang patut dinanti kelak adalah event Tahun Baru. Kira-kira bisa ditebak gak ya, dimana Venue yang bisa mengumpulkan orang dengan jumlah 10.000+ atau barangkal 1 juta + ? bagaimana kalo kita mulai dari sekarang merancangnya ?

Bye Bye my FourSQuare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Memburu BadGe satu persatu hingga genap berjumlah 20, merupakan satu pengalaman yang menakjubkan bagi seorang pengguna pemula sebuah jejaring sosial berbasis lokasi bernama FourSQuare. Saya katakan masih pemula lantaran waktu yang terlewatkan sejak pertama kali mencoba hingga hari ini hanya sampai hitungan hari ke-34 saja, satu bulan.

Dalam waktu tersebut, selain berkesempatan memperkenalkan gambaran umum terkait FourSQuare pada tulisan saya beberapa waktu lalu, tak lupa disertakan tips dan trik untuk mendapatkan BadGe yang notabene merupakan satu-satunya daya tarik FourSQuare. Setidaknya itu kesan yang saya tangkap secara pribadi, meski masih ada ‘aksi rebutan mayorship untuk setiap Venue/lokasi yang ada atau ‘peluang untuk mempromosikan diri atau usaha melalui fitur Venue tersebut.

FourSQuare bakalan jauh lebih terasa mengasyikkan apabila digunakan oleh mereka yang memiliki hobby travelling, wiraswasta ataupun yang sudah mapan sehingga tidak ada rasa keterpaksaan dan sungkan ketika mengunjungi sebuah Venue, melakukan Check-in dan mendapatkan BadGe. Alasan ini pula yang kemudian memaksa saya untuk menutup akun FourSQuare per 13 Oktober 2010 lalu tepatnya pk.4.00 sore, sesaat setibanya saya dirumah.

Keputusan ini saya ambil lantaran merasa ‘sudah tidak ada lagi hal yang bisa saya lakukan dengan akun FourSQuare selain Check-in, berburu BadGe, mendapatkan pengakuan sebagai Mayor ataupun sekedar promosi BLoG. Bukannya bermaksud sombong atau berlebihan, tapi yah ketimbang saya tinggalkan begitu saja tanpa perkembangan, lebih baik dengan segera berusaha menyelesaikan beberapa eksperimen sebagai bahan tulisan BLoG dan selesai. loh ?

Harus saya akui bahwa salah satu alasan yang paling besar ketika memutuskan untuk bergabung di jejaring sosial berbasis lokasi ini adalah, memuaskan hasrat keingintahuan saya pada FourSQuare yang digadang-gadangi bakalan menggantikan kedudukan FaceBook. Selazimnya seorang BLoGGer, sudah tentu ketika pengetahuan itu saya dapatkan, dengan segera dituangkan dalam bentuk tulisan dalam BLoG ini untuk berbagi dengan pengguna yang lain.

Sayangnya, profesi saya sebagai seorang abdi negara yang biasa-biasa saja, sedikit membatasi ruang gerak yang mampu saya capai seandainya tujuan utama menggunakan FourSQuare ini hanya untuk mendapatkan BadGe sebagai sebuah pengakuan. Bagaimana tidak, beberapa clue atau petunjuk yang bisa digunakan untuk mendapatkan sebuah BadGe, rata-rata merupakan tempat yang tergolong jarang saya kunjungi.

Katakanlah untuk BadGe ‘Don’t Stop Believin’ yang mematok Venue/lokasi dengan tag ‘Karaoke’, BadGe ‘Warhol’ dengan tag Venue ‘Gallery’, atau BadGe ‘Barista’ dengan tag Venue ‘StarBucks’, merupakan tempat-tempat yang jujur saja seumur-umur belum pernah saya kunjungi. Trus bagaimana caranya kok bisa didapatkan dengan mudah ? Tiada lain lantaran aktifitas Virtual Check-in yang saya lakukan secara tersembunyi atau dikenal dengan istilah ‘off the grid’. Bagi yang masih gamang dengan istilah Virtual tersebut, baca di tulisan sebelumnya ya.

Sayangnya aktifitas Virtual Check-in yang saya katakan sebagai salah satu kelemahan FourSQuare, bisa dikatakan sangat diharamkan alias tidak direkomendasikan oleh pengguna FourSQuare Indonesia yang memang serius berburu BadGe. Demikian pula dengan ‘off the grid’ tadi yang artinya ‘menyembunyikan lokasi status’ baik dari daftar teman sesama pengguna FourSQuare maupun dari jejaring sosial lain yang ditembuskan seperti Twitter atau FaceBook.

Melalui aktifitas Virtual Check-in inilah, saya berhasil menggenapi BadGe hingga sejumlah 20 buah dalam waktu singkat. Apalagi beberapa BadGe memang tergolong mudah didapat asal tahu caranya. BadGe ‘I’m on the Boat’ bisa didapatkan dengan hanya melakukan satu kali Check-in pada Venue yang memiliki Tag ‘Boat’ seperti ‘Bali Beach and Banana Boat’ misalnya. BadGe ‘16 Candle’ bisa dimiliki setelah menyampaikan (shout) ucapan Selamat Ulang Tahun dalam bahasa Inggris ke minimal 5 orang teman dengan menyematkan karakter @didepan nama yang bersangkutan, meskipun teman tersebut bukan seorang pengguna FourSQuare sekalipun. Demikian pula dengan BadGe ‘School Night’ yang langsung bisa didapatkan ketika melakukan aktifitas Check-in beberapa saat setelah pukul 3 dinihari, di Venue manapun.

Meski demikian, ada juga beberapa BadGe yang membutuhkan kejelian serta trik tambahan, agar bisa berhasil dengan baik. Ini berlaku untuk BadGe yang mensyaratkan jumlah Check-in tertentu di Venue berbeda dengan tag tertentu pula seperti ‘Gallery, PhotoBooth, Food Trucks, College, PlayGround, Gym ataupun Karaoke’. Trik dan kejelian yang saya maksudkan diatas adalah pertama, memeriksa lewat layar pc atau laptop, Venue mana saja yang memenuhi syarat tersebut, dilanjutkan dengan langkah kedua, Check-in di tempat yang sama pada masuk dalam daftar ‘Matching Tag’, bukan ‘Matching Place’.

Secara default penggunaan FourSQuare, memang saya rasa ketersediaan BadGe yang bisa dicapai tidaklah banyak untuk mengitari Venue lokal yang ada diseantero kota Denpasar. Tidak demikian halnya dengan Venua luar ataupun brand terkenal yang diikuti, begitu juga dengan memanfaatkan bantuan aplikasi Waze atau situs GetGLue. Namun itu semua memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkannya. Pada intinya masih tetap sama.

Jadi ya, “Bye Bye My (account) ForSQuare…”, meski hanya 20 BadGe yang mampu digenapi, namun banyak pengalaman yang saya dapatkan selama satu bulan ini. Sampai jumpa di lain Jejaring Sosial.

Ohya, bagi yang ingin tahu BadGe apa saja yang saya dapatkan serta tips dan trik untuk bisa mendapatkannya, mampir saja pada album “Bye Bye My FourSQuare” yang saya buat kemarin. Barangkali saja bisa memberikan inspirasi untuk mengejar BadGe lainnya. Salam dari www.pandebaik.com

Lima Tips Berburu Badge FourSquare bagi Pemula

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengoleksi Badge saat beraktifitas dengan jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare lama kelamaan mirip orang yang pertama kali berkenalan dengan narkoba atau obat-obatan terlarang. Awalnya hanya mencoba lama-lama malah ketagihan. Demikian pula dengan saya.

Bagi yang belum kenal dengan istilah Badge, kurang lebih pemahamannya adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Ini menurut PanDe Baik loh ya. Tulisan selengkapnya terkait Badge, bisa mampir ke halaman berikut dulu sebelum melanjutkan. Ohya, kali ini saya ingin berbagi Tips untuk berburu Badge FourSquare bagi Pemula. Kenapa Pemula, karena saya sendiri masih termasuk golongan tersebut. Hehehe…

Pertama, pahami dahulu syarat atau kebutuhan masing-masing Badge yang akan diburu. Panduan lengkapnya, silahkan mampir di dua alamat berikut. 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. Untuk tahap Pemula, yang paling gampang dipenuhi dalam rentang waktu satu hingga dua minggu pertama adalah Newbie, Local, Adventures, Bender, Crunked serta School Night. Sedangkan untuk Explorer, Super Star, Super User, OverShare, Don’t Stop Believin, I’m on the Boat, Animal House, Photogenic, Babysitter ataupun Swarm, dibutuhkan sedikit tambahan tips agar tidak terlalu mengundang atau malah mengganggu teman lainnya.

Kedua, putuskan hubungan secara sementara antara akun FourSquare dengan dua akun jejaring sosial lainnya seperti Twitter atau FaceBook, ketika berkeinginan untuk mengejar lima Badge yang saya sebutkan terakhir atau yang lainnya dalam waktu singkat. Kenapa demikian ? karena kebutuhan yang dipersyaratkan untuk mendapatkan masing-masing Badge tadi membutuhkan banyak aktifitas Check-in yang saya khawatirkan kelak bakalan hanya akan menuh-menuhin wall atau halaman milik teman. Karena setiap aktifitas Check-in yang dilakukan pengguna akan secara otomatis ditembuskan ke akun Twitter maupun FaceBook yang bersangkutan. Bisa juga ditambah dengan menyembunyikan (hide) status Check-in dari daftar Teman, yang nantinya akan menambilkan status “off the grid”.

Misalkan untuk Badge OverShare yang mensyaratkan minimal 10 kali aktifitas Check-in dalam rentang waktu 12 jam, atau Explorer dan Super Star yang mensyaratkan aktifitas Check-in di 25 hingga 50 tempat yang berbeda. Hal ini pula untuk mencegah adanya tanda tanya Rekan lain, bagaimana mungkin aktifitas Check-in bisa dilakukan sebanyak itu dalam waktu singkat. Hehehe…

Terkait pemutusan hubungan sementara tersebut, Tips Ketiga adalah melakukan aktifitas bo’ongan alias Virtual Check-in. Aktifitas inilah yang tempo hari sempat saya katakan sebagai kelemahan dari jejaring sosial berbasis lokasi baik FourSquare maupun KoproL, dimana pengguna dapat “mengatakan” sedang melakukan aktifitas Check-in di satu tempat tertentu padahal yang sebenarnya adalah, ia sedang berada di tempat yang jauh dari lokasi.

Virtual Check-in ini berguna untuk mendapatkan Badge yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di tempat tertentu yang barangkali saja jarang atau bahkan tidak akan sempat dikunjungi mengingat waktu dan kebiasaan. Misalkan untuk mendapatkan Badge Babysitter dibutuhkan minimal 10 kali Check-in pada tempat atau lokasi yang memiliki tag atau tanda kata kunci ‘PlayGround’. Pengguna tinggal melakukan pencarian kata kunci PlayGround dan melakukan aktifitas Check-in sebanyak minimal 10 kali, meskipun yang bersangkutan sedang berada di rumah atau lembur di kantor. Demikian pula dengan Badge Barista yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di 5 lokasi StarBucks Coffee yang berbeda. Jangankan ke StarBucks, minum kopi di warung depan saja jarang. Hehehe…

Keempat, gunakan selalu fitur Search untuk mencari kata kunci atau yang dikenal dengan istilah Tag yang dipersyaratkan untuk memperoleh Badge tertentu. Seperti Badge Babysitter membutuhkan lokasi dengan tag ‘PlayGround’, Barista dengan tag ‘StarBucks’, Animal House dengan tag ‘college’, I’m on the Boat dengan tag ‘Boat’, Don’t Stop Believin’ dengan tag ‘karaoke’, atau Badge Photogenic dengan tag ‘Photoboots’. Hal ini mutlak saya sarankan untuk dapat mencari dan melakukan aktifitas Check-in meski dengan cara Virtual sekalipun dengan pasti. Utamakan yang masuk dalam daftar ‘Matching Tags’ bukan ‘Matching Places’.

Kelima, seandainya tetap ingin terlihat eksis baik melalui Twitter, FaceBook atau sesama pengguna FourSquare, gunakan logika dan akal sehat. Untuk dapat melakukan serangkaian aktifitas Check-in di berbagai tempat, sedapat mungkin gunakan logika berpikir, akal sehat pribadi serta pola pikir orang lain. Rasanya tidak mungkin ketika pada pukul 10 pagi saat hari kerja, lokasi StarBucks Hard Rock Café yang merupakan tempat minum kopi dipilih sebagai lokasi Check-in oleh seorang PNS abdi negara seperti saya misalkan. Padahal lima belas menit yang lalu sudah menyatakan Check-in di tempat kerja yang notabene berada di areal Puspem Badung Mengwi. Selain faktor jarak dan waktu pencapaian yang mustahil, rasanya kurang kerjaan banged kalo sampe saya “ketahuan” oleh Rekan lain sedang berada di StarBucks.

Apa Kata Dunia ?

Ayo berburu BadGe FourSquare

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Melakukan aktifitas Check-in pada jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare secara rutin, rasanya belum lengkap kalau belum mendapatkan Badge. Yang dimaksud dengan Badge disini adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Badge inilah yang kemudian membedakan aktifitas Check-in yang dilakukan melalui FourSquare dibandingkan Koprol buatan indonesia itu.

Mengoleksi Badge bagi saya pribadi malah mampu menimbulkan keasyikan tersendiri. Untuk mendapatkannya ya tergantung pada jenis Badge yang diinginkan. Badge yang biasa, akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in setelah kuantitas tertentu. Sedangkan yang tidak biasa, ada semacam trik yang mutlak dilakukan serta dibutuhkan sedikit keberuntungan agar Badge unik ini dapat menghiasi halaman profil pengguna.

Hasrat untuk mengoleksi Badge pada FourSquare ini kurang lebih mirip dengan aktifitas Filateli atau mengoleksi Perangko. Maaf, ada yang masih ingat dengan benda bernama Perangko ?

Saking asyiknya aktifitas ini, bahkan ada seorang teman yang begitu getolnya mengejar Badge hingga terakhir yang saya tahu, telah mengoleksi sekitar 28 badge. Bandingkan dengan yang saya capai baru 12 buah.

Terkait dengan 12 Badge yang saya dapatkan hingga hari ini setidaknya ada Badge Newbie yang diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan, Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tiga kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu, Adventurer untuk 10 kali aktifitas Check-in di lokasi yang berbeda, Explorer untuk 25 kali serta Super Star untuk 50 kalinya.

Selain itu ada juga Bender, sebuah Badge yang biasanya diberikan bagi pengguna yang melakukan aktifitas Check-in 4 hari berturut-turut, OverShare untuk aktifitas Check-in lebih dari 10 kali dalam rentang waktu 12 jam, Super User untuk 30 kali check-in dalam sebulan atau kurang, Super Mayor diberikan saat pengguna dinyatakan sebagai pemilik -diistilahkan dengan sebutan MayorShip– pada minimal 10 lokasi sekaligus, Crunked untuk 4 aktifitas Check-in sekaligus dalam satu malam, School Night untuk aktifitas Check-in setelah jam 3 pagi (kurang kerjaan banged), dan Swarm diberikan pada setiap orang yang berkumpul di satu tempat dengan jumlah minimal 50 orang.

Untuk kemudian melakukan aktifitas berburu Badge saat beraktifitas dengan FourSquare ini, minimal yang perlu diketahui adalah “syarat” atau kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masing-masing Badge. Setidaknya ada dua alamat yang bisa saya rekomendasikan untuk memandu aktifitas perburuan Badge kali ini. Yang satu bernama 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. isi kedua alamat tersebut kurang lebih sama, hanya ada sedikit penambahan jenis Badges bergantung pada pengetahuan dasar masing-masing.

Saya pribadi berhasil mencoba untuk bisa mendapatkan Badges OverShare yang membutuhkan aktifitas Check-in minimal 10 kali dalam waktu 12 jam. Hal ini saya lakukan pada hari rabu lalu, sesaat setelah Server yang dikelola oleh pihak FourSquare dinyatakan berfungsi normal kembali. Seorang Teman bahkan mengira saya melakukan aktifitas check-in berkali-kali dalam rentang waktu yang berdekatan hanya untuk aksi balas dendam atas errornya Server FourSquare selama hampir 2 hari.

Sebenarnya tidak masalah apabila aktifitas Check-in yang dilakukan pada FourSquare ini hanyalah ‘berjalan apa adanya’, tapi bukankah akan lebih mengasyikkan ketika kita mencoba untuk sedikit bermain-main untuk mendapatkan lebih banyak BadGe bukan ?

Yuk, berburu BadGe FourSquare dan bagikan pengalamanmu disini.

Main FourSquare yuk ?

32

Category : tentang TeKnoLoGi

Jangan marah atau Jangan pula mencoba membayangkan sebuah adegan erotis yang didapatkan kalo satu ketika satu dua teman Anda mengajak Check-in di FourSquare. Jangan pula membayangkan bentuk mainan persegi empat mirip Rubik’s Snake ketika seorang teman mencoba menawarkan hal yang sama pada Anda. Karena yang dimaksud dengan FourSquare saat ini adalah sebuah jejaring sosial layaknya FaceBook atau Twitter yang sudah dikenal publik lebih dahulu, dengan berbasiskan Lokasi.

FourSquare yang dibuat oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai ini memperkenalkan sebuah layanan pertemanan yang kelak bakalan memfamiliarkan istilah Check-in pada setiap penggunanya (konotasi yang terdengar buruk bagi sebagian besar PNS negeri ini) dan juga Shout. Istilah terakhir kurang lebih sama dengan istilah ‘Update Status’ milik FaceBook ataupun ‘Tweet’ milik si burung biru Twitter.

Sayangnya selama saya mencobanya dua minggu terakhir ini, yang namanya Shout tidak dapat dikomentari oleh teman yang dimiliki seperti halnya kedua istilah lain milik FaceBook dan Twitter. Kata senior saya Putu Adi Susanta, seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah sekaligus BLogger mantap, justeru inilah keunikan FourSquare, tidak ada fasilitas tukar menukar pesan antar teman. Jujur, keterbatasan ini lumayan membuat saya seperti mengalami Autis karena meskipun sudah merasa terhubung dengan jejaring sosial namun tidak ada tanggapan apapun. :p Tapi tunggu, mengingat basis FourSquare adalah update status di lokasi terkini, fitur ini dapat digunakan sebagai ajang ngumpul pengguna FourSquare yang secara kebetulan berada pada tempat dan waktu yang sama. Asyik bukan ?

FourSquare juga dapat digunakan untuk mencari tempat nongkrong apabila sedang berada di satu tempat yang baru pertama kali dikunjungi. Ketikkan saja alamat ataupun nama lokasi pada kolom ‘Check-in’ dan FourSquare akan memberikan beberapa tempat alternatif terdekat yang sudah didaftarkan lebih dulu oleh pengguna lainnya, ditambah sedikit tips gambaran terkait tempat tersebut. Jadi ya gak perlu susah-susah untuk mencari tahu.

Mencoba bermain FourSquare bukan berarti harus meninggalkan jejaring sosial yang selama ini dimiliki loh, karena dalam opsi Pengaturan-nya terdapat fasilitas untuk menghubungkan akun FourSquare dengan akun jejaring sosial lainnya seperti FaceBook dan Twitter. Hal inilah yang kemudian memungkinkan teman lain untuk ikut serta memberikan komentar atau tanggapan atas aktifitas ‘Check-in’ yang dilakukan sebelumnya.

Secara tampilan, FourSquare punya dua versi yang dapat diakses oleh setiap pengguna yaitu versi lengkap atau web (arahkan ke foursquare.com) dan versi mobile (m.foursquare.com atau foursquare.com/mobile). Untuk melakukan aktifitas Check-in dan Shout saya sarankan untuk mengakses yang versi mobile agar tidak membingungkan, sedangkan yang versi lengkap atau web untuk melakukan aktifitas yang lebih luas seperti meng-editing info dan peta lokasi (dikenal dengan istilah Venue), mencari dan menerima permintaan pertemanan serta pengaturan profil yang dipandang perlu.

Ketika bermain lebih jauh dengan FourSquare, pengguna akan mulai mengenal istilah Major yang akan diperoleh ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in minimal dua kali di tempat yang sama. Untuk gambaran terkait istilah Major ini barangkali bisa dibaca lebih lanjut di radioGrafer.net milik blogger mantap sekaligus senior saya Putu Adi yang kiranya jauh lebih mendalam dan mudah dipahami.

Ada juga istilah Badge yang akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas di FourSquare selama waktu tertentu. Newbie diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan atau kurang lebih menandakan tanggal dan lokasi bergabung seorang pengguna. Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tigal kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu. Super User diberikan bagi pengguna yang aktif melakukan check-in sebanyak minimal tiga puluh kali dalam satu bulan atau kurang. Explorer untuk pengguna yang melakukan aktifitas check-in di dua puluh lima tempat yang berbeda, dan masih banyak lagi. Sejumlah Poin akan diberikan pada pengguna setiap kali melakukan perpindahan tempat check-in, pendaftaran lokasi (venue) baru, kunjungan pada lokasi yang sudah terdaftar maupun kembali pada tempat yang sama.

Terkait lokasi, kabarnya pada saat peluncuran perdana di tahun 2009 lalu FourSquare hanya dapat digunakan dalam keterbatasan 100 (seratus) wilayah metro diseluruh dunia. Baru pada bulan Januari 2010 FourSquare mengubah model lokasi yang memungkinkan setiap pengguna melakukan aktifitas check-in dari lokasi manapun diseluruh dunia.

Sayangnya (lagi-lagi), untuk melakukan aktifitas check-in (yang akurat dan dapat dipercaya), FourSquare tidak dilengkapi dengan fitur kompas atau minimal peta yang terhubung dengan satelit untuk mencari tahu posisi pengguna berada secara realtime dan terkini. Hal ini sebenarnya dapat menutup kemungkinan bahwa seorang pengguna melakukan aktifitas check-in secara asal (baca:mengarang atau mengira-ngira) dengan harapan ‘ingin tetap terlihat eksis dimata teman lain’. Saya pribadi sempat mencobanya dengan melakukan check-in di satu tempat yang lokasinya berada jauh dari lokasi sebenarnya. Proses berjalan lancar walaupun seumpama apabila diusut secara jarak jangkauan dan waktu yang diperlukan, akan terlihat bahwa aktifitas check-in yang saya lakukan bakalan terlihat mustahil. Tapi ya siapa yang tahu ? toh FourSquare bukanlah satu hal yang patut ditanggapi secara Serius dan berlebihan, bukan ?

FaceBook and Me

Category : tentang DiRi SenDiri

Ternyata sudah lama juga saya bergumul dengan waktu hanya untuk mengeloni akun FaceBook.
Setidaknya dari tulisan perpindahan domain dari pandeividuality.net ke pandebaik.com di tahun 2008 silam, terungkap perkenalan saya dengan akun FaceBook yang kalau tidak salah ingat, waktu itu untuk kali kedua saya membuat akun, dan ternyata belum banyak kawan yang bergabung ke sosial media satu ini. Mereka masih asyik dengan FriendSter kalo ndak salah.

FaceBook dalam perjalanannya banyak membantu aktifitas saya di dunia maya termasuk dalam urusan meningkatkan traffic kunjungan ke postingan Blog.
– Tahun 2009 awal, banyak menurunkan tulisan tentang Morange, aplikasi Push Email bagi ponsel Nokia, atau mereka yang belum mampu menjamah mahalnya ponsel BlackBerry jaman itu.
– Tahun 2009 akhir hingga 2010 awal, mewujudkan Reuni SMA setelah berpisah 15 tahun lamanya. Banyak kisah duka maupun suka didalamnya.
– Tahun 2010 awal bersamaan dengan Reuni SMA diatas, saya mendapat kehormatan bergabung dalam Tim melahirkan LPSE Badung bersama rekan-rekan di Bagian Pembangunan.
– Tahun 2010 pertengahan, gabung dengan Semeton Pande membentuk Yowana dan segala pernak pernik kegiatan sosialnya. Menemukan saudara dan jalan hidup yang sebenarnya.
– Tahun 2010 akhir, mengenal akun FourSquare dan gila-gilaan mengejar Badges bareng Pande Putra, adik sepupu yang mahir soal satu ini.
– Diwaktu yang sama, saya pun akhirnya mengenal Android dari seorang senior di LPSE yang membawa banyak perubahan serta mindset dalam bekerja dan beraktifitas hingga kini.

Selebihnya, FaceBook meneruskan semua kegilaan akan perangkat layar sentuh yang saya yakini bakalan menggilas keberadaan BlackBerry yang saat itu sedang Booming juga Nokia lewat seri N dan E.
Saking yakinnya, saya termasuk yang menolak untuk mengambil perangkat BlackBerry sebagai ponsel utama saat itu. Hehehe… padahal jujur saja, saat kemunculan pertama di baliho milik Indosat, saya termasuk mengidolakan seri jadul BlackBerry lantaran bentuknya yang unik, sementara kawan lain lagi booming ponsel Nokia.

FaceBook akhirnya mulai dirasa menjadi Bumerang. Penghalang banyak hal, dan ketagihan.
Saya alami pada pertengahan Tahun 2015 yang akhirnya diputuskan untuk menutup permanen akun FaceBook setelah mencoba sebelumnya selama 6 bulan pertama.
Semua aktifitas dan dunia seperti terputus begitu saja.

Berselang Dua Tahun, setelah semua aktifitas sudah dirasa menjadi lebih baik, disamping tingkat kunjungan halaman Blog yang semakin menurun, saya mencoba kembali lagi ke akun FaceBook.
Tidak sengaja mengaktifkannya kembali, kaget karena pihak FaceBook masih menyimpannya. Tidak menghapusnya secara permanen.

Maka berbekal pengalaman sewindu sebelumnya, juga pengetahuan tambahan yang saya dapatkan saat meninjau akun FaceBook beberapa kawan atas permintaan yang bersangkutan, saya mencoba untuk mawas diri sejak awal. Mengurangi fitur dan kemampuan yang ada dalam FaceBook masa kini, demi mengamankan kepala dan tetap mampu berbagi informasi laiknya dulu. Serta berharap, FaceBook tidak lagi memabukkan dan mengganggu.

Well, nyaris satu dasa warsa artinya saya mengenal dan bergabung di akun FaceBook ini.
Senang bisa kembali lagi, meski sempat antipati sebelumnya.

Selamat Hari Blogger Nasional

Category : tentang InSPiRasi, tentang Opini

Hari gini masih nge-Blog ?
Ahahahaha… Ya gitu deh.

Ceritanya sih, saya masih tetap berusaha eksis ditengah kegalauan berSosial Media, yang makin kesini kelihatannya makin menggerus waktu luang buat nulisin draft blog.
Tapi bersyukur bahwa yang namanya stamina update, sejauh ini masih ada meski hanya dua tiga hari sekali. Setidaknya masih lah juari untuk menyandang profesi sampingan sebagai seorang Blogger.

img_20161027_194145

dan di Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, hari ini, kalo boleh sedikit pamer, merupakan tahun kesepuluh saya aktif menulis dan menghasilkan sekitar 2.600 postingan dengan topik campur aduk.

Dengan banyaknya jumlah postingan yang ada, menyebabkan tidak semua tulisan yang pernah dilahirkan bisa dibagi atau dibaca netizen dunia maya, utamanya tulisan-tulisan lama yang seandainyapun diperkenalkan kembali menggunakan plugins Tweet Old Post, rasanya kurang pas saat dibaca ulang.
Misalkan ya tulisan yang berkaitan dengan Koprol, FourSquare dan perburuan Badges, juga review ponsel lawas macam BlackBerry, Nokia hingga Samsung Android rilis awal.

Inilah salah satu kelemahan menulisi Blog yang mengambil topik campur aduk.
Beda dengan Blog yang mengambil tema khusus berkaitan dengan perilaku atau pola hidup macam BlogDokter. Dimana ketika tulisan lama dibagikan kembali menggunakan plugins tersebut, rasanya masih jauh lebih bermanfaat bagi sebagian orang.

Ohya, masih berkaitan dengan upaya memperkenalkan kembali postingan atau tulisan lama saya di akun sosial media, saya banyak dibantu oleh Selebtwit atau Selebblog Dokter Cock pengelola akun sekaligus halaman blogdokter, yang pula ikut serta membagikannya melalui akun pribadi yang bersangkutan. Entah kapan bisa membalas budi baik Beliau.

Pun tahun ini jadi satu upaya saya mencoba kembali menjadi kontributor halaman BaleBengong yang sudah sekian lama saya tinggalkan. Cuma entah apakah draft tulisan yang dikirim nanti bakalan bisa lolos sensor para tetua lantaran kontributor yang aktif saat ini, secara kualitas berada jauh diatas. Agak kagok juga sih.

Terakhir, ya Selamat deh untuk semua kawan Blogger yang saya kenal maupun yang masih sama tetap berupaya eksis, semoga dengan momentum Hari Blogger Nasional ini bisa mengembalikan semangat menulisi Blog dengan kualitas yang lebih baik lagi kedepannya.

Pokémon Go, sejauh ini

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Seminggu lebih sudah rasanya saya berburu makhluk tak jelas Pokémon Go ini melalui perangkat Android, Hisense PureShot+ dibantu jaringan 4G LTE milik SmartFren dengan total jumlah panen mencapai angka 180 dari 250 makhluk yang mampu dibawa dalam data akun.
Setidaknya begitu yang tercatat.

Pokemon Go PanDe Baik 9

Jumlah ini jauh lebih banyak dari target awal yang saya perkirakan sejak terbersit keinginan untuk melakukan instalasi games Pokémon Go dari salah satu akun kawan di Twitter. Bisa dikatakan hingga hari ini aplikasi atau games Pokémon Go ini kelihatannya belum edar secara resmi di Indonesia. Dari 6, 25, 50, 100 hingga terakhir menargetkan 150 saja. Tapi rupanya bisa lebih.

Pokemon Go PanDe Baik 2

Semua aksi penangkapan ini bisa jadi lantaran ada kesempatan yang dilakoni selama waktu seminggu terakhir dimana perjalanan jauh ke Lumajang dan Blambangan juga kota Surabaya beberapa waktu lalu menjadi peran penting dari semua itu.
Dan rasanya sih, kini semua harus diakhiri.

Bukan.
Bukan karena edaran Pak (mantan) MenPAN Yuddi yang melarang para pegawai negeri aparatur negara memainkan Pokémon Go saat dinas kerja, atau larangan dari pihak dan lembaga lainnya, akan tetapi karena memang secara kebutuhan pribadi rasanya nggak ada manfaat khusus yang bisa dinikmati lebih jauh dari semua aktifitas terkecuali pengakuan dan koleksi.
Ini mirip dengan aksi perburuan Badges pada aplikasi FourSquare yang kini tampaknya malah sudah dihapuskan dari akun tersebut.

Pokemon Go PanDe Baik 12

Hanya karena keisengan ingin ikut menuliskannya atau sekedar berpartisipasi atas semua histeria yang ada, berbagi tips dan pengalaman selama berburu Pocket Monster sebagai kepanjangan dari istilah penamaan Pokémon itu sendiri, maka dilakonilah dalam waktu terbatas di awal dengan upaya untuk mengetahui lebih lanjut apa yang bisa dilakukan selain mengumpulkan makhluk dari satu tempat ke tempat lain, termasuk battle dan pengembangannya.

Maka ya dimaklumi saja kalo aktifitas berburu makhluk Pokémon Go ini sepertinya gak akan dilakukan kembali sebanyak diawal, pula sharing baik di akun InstaGram dan Twitter pula halaman Blog ini.

Senang bisa menjadi bagian dari permainan berbasis AR atau VR dan Maps milik Google ini.

See you next time buddys

Pokémon Go, Berbagi Tips. Asyik tapi Wajib Hati Hati

Category : tentang TeKnoLoGi

Lanjut tulisan soal Pokémon Go,
Berikut saya ingin berbagi Tips pada kalian demi mempermudah perburuan dalam segala situasi dan kondisi yang ada.
Disimak ya.

Untuk bisa memainkan aplikasi ini sebetulnya ndak sulit kok.
Seandainya sudah bisa dijalankan dengan baik, artinya secara spesifikasi perangkat kalo ndak salah paham sih kelihatannya sudah pantas dan masuk kriteria. Berbeda saat tampilan layar kalian mengalami blank atau error, kemungkinan besar ada yang belum terpenuhi.
Solusinya cuma dua.
Ganti permainan dengan Criminal Case, atau Ganti perangkat kalian ke Hisense punya seperti PureShot+ atau AndroMax E2+ sebagaimana yang saya pake saat ini.
*Eh…

Lalu berhubung aplikasi Pokémon Go ini mensyaratkan koneksi yang apik untuk bisa mendeteksi makhluk halus di sekitaran kita, dibutuhkan setidaknya paket data dengan jaringan yang mumpuni dan menguasai segala medan.
Saran saya, coba deh pilihan yang ditawarkan SmartFren 4G LTE. ndak bakalan nyesel kok. Hehehe…

Ketiga, dibutuhkan setidaknya Kesabaran saat melakukan Perburuan dan keWaspadaan. Hati-hati, pesan saya.
Jangan ngoyo atau apa namanya ? Ngotot ketika kondisi ndak memungkinkan. Apalagi saat kalian berada di balik setir kemudi mobil.
Akan sangat berbahaya jika sampai menghentikan kendaraan secara mendadak, atau menikung dan menepi tanpa sempat memberikan sinyal sein. Jangan sampai kelak ada meme aksi yang lebih membahayakan dari ibu-ibu naik matik. Hehehe…

Berikutnya, perburuan sebetulnya bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Apakah dengan naik sepeda atau berlari sebagaimana masukan pengguna sejak awal, atau berkendara sampai menumpang Go-Jek. Terserah. Yang terpenting, utamakan Keselamatan.
Akan jauh lebih aman ketika kalian mentaati aturan lalu lintas di jalan raya sebelum melempari si makhluk ndak jelas yang ditemukan di jalan raya ketimbang semua ‘terlambat’.
Saya sendiri sempat alami. Hahaha…

Pokemon Go PanDeBaik 02

Selain ketemu di jalanan, ada juga kok karakter Pokémon Go yang bisa ditemukan di tempat-tempat santai sebagaimana percobaan iseng yang saya lakukan sejauh ini.
Ada yang nemu di ruangan Samsat Corner Tiara Dewata, parkir area, depan Warung Adnyana, halaman rumah sepupu, toko alat tulis hingga ruang tunggu poliklinik.
Aktifitas ini tentunya jauh lebih Aman dilakukan ketimbang lari-lari ndak jelas sampe pintu rumah mantan.
Dan apabila penasaran saat berada di balik setir kendaraan roda empat, lakukan saat macet di lampu merah. Saat kendaraan berhenti permanen, utamanya saat lampu stop baru menyala.
Seeet… Aktifkan, Pantau.
Huhuhu…

Minimkan Aksi.
Jangan sampai kelak menimbulkan Reaksi yang berlebihan.
Ini Hukum Fisika kalo ndak salah.
Ketika kalian menemukan satu dua makhluk ndak jelas ini saat berada di balik setir atau saat menunggu di satu ruang penuh orang, upayakan beraksi dengan cara minimal. Putar posisi pada layar, Cari penampakannya dengan sedikit pergerakan, lalu lempar tanpa diketahui orang.
Awalnya aksi yang saya lakukan sempat mengundang senyum petugas Samsat di pojokan Tiara Dewata. Sampai saat sudah mahir melakukan aksi minim ini, secara nggak percaya kawan duduk di sebelah saya sampe kaget pas tau sudah nangkepin tiga makhluk semenjak tiba disitu. Ndak terlihat lagi main Pokémon Go kata dia. He…

Pastikan batere ponsel pas penuh-penuhnya saat kalian memulai perburuan karakter Pokémon. Atau minimal berbekal Power Bank untuk sekedar jaga-jaga. Apalagi kalo lokasi perburuan berada pada area minim colokan seperti Balai Kota nya Pak Basuki_TP, Lapangan Monas di Jekardah situ, atau Alun-alun Kota Denpasar sebagaimana saran Pande Putra, sepupu saya yang mantan Jumper FourSquare itu.
Akan ada banyak kawan (bukan pasangan pastinya) seperjuangan yang bisa ditemukan selain barisan makhluk ndak jelas tadi.

Nah, kira-kira itu dulu Tips ringan dari saya untuk kalian yang lagi berburu karakter Pokémon Go.
Kalo ada yang kurang jelas terkait cara main aksi lainnya, atau cara curang, mbok ya jangan tanya saya ya.
Nanti tak pelajari dulu.
He…