Mudah Kelola Akun Email dengan OutLook

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum kenal dengan istilah email gag ya ? atau yang kalau ditranslate ke bahasa Indonesia menjadi Sur-el ? Surat Elektronik ? hehehe… saya yakin setiap pengguna dunia maya, kenal betul istilah satu ini. Sayangnya belum semua paham betul bahwa sesungguhnya setiap pemilik email wajib mengelola alamat emailnya dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada tiga alasan umum yang kerap dikemukakan oleh para pemilik email ketika saya tanyakan soal ‘kebisaaan memeriksa akun emailnya’. Tidak punya banyak waktu dan juga proses yang ribet untuk login (ini berlaku bagi mereka yang masih memeriksa akun email melalui browser pc), Tidak tahu caranya (kebanyakan mereka yang memanfaatkan FaceBook tanpa menyadari fungsi alamat email yang digunakan sebagai akun) dan Tidak mau tahu (bisaanya mereka ini sampai lupa password yang digunakan untuk membuka email). Padahal ada loh cara mudah untuk mengelola Email yang tidak ribet, tidak membutuhkan banyak waktu atau malahan biaya untuk koneksi internet.

Bagi mereka yang sudah bergelut lama dengan perangkat pintar BlackBerry dan menggunakan layanan RIM, saya yakin yang namanya fitur Push Email, bukan lagi hal yang asing terdengar. Pula bagi mereka yang masih betah menggunakan ponsel Java, bisa juga merasakan asyiknya fitur Push Email dengan memanfaatkan aplikasi Morange atau MoZat. Tapi bagaimana dengan mereka yang masih betah menggunakan PC rumahan ? apakah bisa juga merasakan hal yang sama ?

Secara umum memang ada banyak aplikasi gratisan yang dapat digunakan untuk mengelola email pada PC rumahan, bisaanya bergantung pada selera atau kebisaaan. Namun secara default sebuah PC rumahan yang berbasiskan Windows sebagai system operasinya, sudah menyediakan fasilitas Outlook Express yang berfungsi sama. Jikapun didalam PC yang Anda gunakan sudah terinstalasi paket Microsoft Office (baik yang resmi ataupun bajakan), bisa juga memanfaatkan salah satu aplikasi yang terintegrasi didalamnya, Microsoft Outlook.

Mengelola akun Email dengan menggunakan aplikasi Outlook Express ataupun Microsoft Outlook ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan layanan fitur Push Email yang diberikan RIM selaku pengembang system operasi BlackBerry ataupun yang diberikan oleh aplikasi java Morange atau MoZat tadi. Semua email bakalan ditarik kedalam aplikasi Outlook ketika PC terhubung dengan dunia maya. Lamanya waktu yang dibutuhkan, bergantung pada besaran total email yang diterima, dibagi dengan rata-rata kecepatan koneksi. Untuk mudahnya dimengerti, katakanlah waktu yang dibutuhkan kisaran 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit untuk dapat menyelesaikan proses ‘penarikan email ini. Selanjutnya, jika koneksi yang digunakan masih terasa mahal untuk dilanjutkan, ya putuskan saja.

Email yang sudah selesai ditarik kedalam aplikasi Outlook ini, kemudian dapat dibaca, dinikmati hingga habis (jika email berisi banyak informasi penting yang harus dicermati dengan hati-hati), dibalas sesuai kebutuhan dan dikirim. Semua aktifitas ini dapat dilakukan secara Offline atau tanpa menggunakan koneksi internet. Jika sudah selesai, tinggal menyambungkan koneksi kembali, tunggu hingga semua email dinyatakan telah terkirim, lalu putuskan kembali koneksinya. Mudah bukan ?

Adapun kelebihan mengelola akun email dengan menggunakan aplikasi OutLook ini atau sejenisnya adalah, tidak membutuhkan Proses yang cenderung ribet serta berulang untuk login, melihat inbox (kotak masuk), tidak membutuhkan koneksi internet (yang cenderung terjadi penurunan kecepatan) yang lama, tidak membutuhkan waktu untuk menunggu (membuka satu persatu email, membacanya, kemudian menutup kemudian membuka dan membaca email lainnya), tidak terbatas pada satu akun email saja (bayangkan jika Anda memiliki dua akun atau lebih, dan membukanya secara online melalui browser PC), dan email balasan, dapat dikerjakan kapan saja (tidak harus online).

Sayangnya, cara ini ada pula kelemahan atau kekurangannya. Tidak dapat diterapkan bagi mereka yang menggunakan alamat email dengan domain atau embel-embel Yahoo (alamat yang masih umum digunakan untuk membuat akun email) serta membutuhkan proses input akun yang sedikit rumit dan tidak gampang dipahami oleh awam, namun masih bisa dipelajari kok.

Mengapa saya katakan tidak dapat diterapkan pada akun email Yahoo, karena proses yang digunakan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP yang tidak ditawarkan secara gratis oleh Yahoo. Berbeda dengan Gmail yang masih memberikan fasilitas penerusan email ini secara gratis untuk semua pengguna. Itu sebabnya, untuk membuat sebuah akun email gratisan, saya bisaanya lebih menyarankan rekan-rekan menggunakan alamat Gmail.

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa mengelola akun email dengan memanfaatkan aplikasi Outlook ? tunggu di tulisan berikutnya ya…

Gak perlu ponsel secanggih Blackberry kalo Cuma buat internetan

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel QWERTY -demikian mereka menyebutnya- kini telah menjadi trend di negeri ini, gara-garanya apalagi kalo bukan demam Blackberry. Ponsel gembul besutan Canada ini kian hari kian membuat sebagian pengguna ponsel tanah air tergila-gila, dari rentang anak sekolahan, pegawai negeri hingga yang memang benar-benar memerlukannya, para wiraswasta dan bisnisman. Terakhir kabarnya ponsel ini telah merilis seri termurah mereka (dalam kondisi baru loh ya) yang disebut dengan Gemini.

BlackBerry

Kehebohan ini dimarakkan pula oleh para vendor ponsel lokal alias buatan China. Dengan banderol harga sejutaan siapa sih yang gak tertarik untuk memilikinya ? bisa internetan, facebook, chatting ataupun kirim terima email merupakan jargon promosi yang digunakan. Padahal saya yakin banget, tidak semua pemilik dan pengguna ponsel QWERTY ini (entah dari vendor Blackberry ataupun lokal) bakalan menggunakan semua fitur tersebut secara penuh. Lagi-lagi faktor Gengsi yang berbicara.

Beberapa teman bahkan rela melego ponsel lama mereka yang sebetulnya masih sangat layak pakai, milik vendor terkenal, seri N pula, diganti dengan ponsel canada berkeypad QWERTY. Diluar faktor Gengsi, apakah sebegitu perlunya ponsel secanggih Blackberry kalo pemakaiannya hanya untuk sms dan telepon dan sesekali terkoneksi dengan internet ?

Ponsel jadulpun masih bisa kok, asal jeli dan gak malu untuk menggunakannya. Syaratnya cuma satu, mendukung aplikasi Java. Sejauh yang saya coba, ada 3 (tiga) aplikasi berbasis java yang pantas dan layak untuk disuntikkan pada ponsel lama yaitu Morange, Opera Mini dan eBuddy.

Morange adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang bersifat All in One. Didalamnya terdapat fitur Push Email, Yahoo Messenger, chat via GTalk, ICQ minus Facebook. Ada juga fitur Browser yang memiliki opsi multi tab namun sayangnya respon yang diberikan terlalu lambat. Akun Morange bisa didaftarkan secara gratis dan dapat digunakan tanpa adanya pungutan biaya. Adapun untuk fitur Push Email bisa menggunakan fasilitas POP3 milik akun Gmail, Yahoo (yang di-switch terlebih dahulu menjadi versi classic) hingga domain pribadi. Untuk lengkapnya, silahkan mampir di dua tulisan saya yang pernah mengeksplorasi fitur milik MoRange, disini dan disini.

Opera Mini merupakan sebuah aplikasi web browser yang dapat digunakan secara gratis, dengan tingkat kompresi tinggi sehingga biaya yang dikenakan untuk aktifitas browsing jauh lebih murah ketimbang browser bawaan ponsel. Kelebihannya adalah mampu menampilkan halaman web secara mobile maupun secara full ala PC. Setiap halaman web yang sering diakses seperti Facebook, Twitter, Tumblr ataupun BLoG dapat ditampilkan pada halaman Utama sebagai Bookmark. Untuk mengaksesnya tinggal menggeser tombol navigasi ponsel atau menekan timbol bintang (*) dan urutan angka yang tercatat pada Bookmark. Password biasanya akan disimpan secara otomatis walaupun koneksi diputuskan.

eBuddy adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang memiliki fasilitas khusus chatting, meliputi semua akun komunikasi yang ada, dari Yahoo, Gtalk, MSN, ICQ hingga yang trend belakangan ini, Facebook. eBuddy lebih saya rekomendasikan ketimbang tiga aplikasi lain serupa seperti Nimbuzz, Palringo dan Yeigo. Kelebihannya berada pada kecepatan akses aplikasi untuk menampilkan akun chat teman lain yang online pada saat bersamaan.

Hanya dengan bermodalkan 3 (tiga) aplikasi berbasis Java tadi maka sebuah ponsel lawas sudah siap bersanding dengan ponsel secanggih Blackberry. Dibanding Blackberry memang harus disadari ada 2 (dua) hal yang menjadi faktor kekalahan sebuah ponsel lawas yaitu Gengsi dan ketiadaan keypad QWERTY. Perlu waktu jeda untuk dapat mengetikkan abjad yang berada pada tombol yang sama. Namun apabila kedua kelemahan ponsel lawas tadi bukan lagi menjadi satu masalah besar, kenapa juga harus memaksakan diri membeli sebuah Blackberry kalo Cuma buat internetan ?

Taxco VX1 Blackberry Javelin rasa lokal

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Nexian boleh saja disebut sebagai pembuka jalan dalam meningkatnya minat masyarakat akan kehadiran ponsel berkeypad QWERTY besutan China dan mengambil alih rupa Blackberry, namun hingga saat ini tak satupun dari seri yang dirilis mampu menyamai desain ponsel gembul kelahiran Kanada tersebut. Tidak demikian halnya dengan Taxco, salah satu dari sekian banyak brand lokal ini tampaknya tak mau kalah dengan para pesaingnya dalam merilis ponsel berkeypad QWERTY.  Rupanya Taxco tak ingin bersikap setengah setengah dalam soal jiplak menjiplak, lihat saja dari desain secara keseluruhan ponsel seri VX1 milik mereka, bisa diidentikkan dengan Blackberry Curve 8900 alias Javelin.

TaxCo 1st look

Ditilik dari spesifikasi yang diusung tak jauh beda kok dengan ponsel berkeypad QWERTY besutan lokal lainnya, dari Dual On GSM, koneksi Bluetooth, Memori tambahan MicroSD, dukungan Java (eBuddy, Facebook dan Yahoo Messenger) serta Kamera. Yang menarik adalah resolusi kamera yang dimiliki sudah mencapai 2 MP dan ini beneran loh, gak Cuma tulisan yang menghias box pembelian ataupun cover belakang ponsel.

Ohya, tadi sempat saya katakan kalo Taxco VX1 (yang lebih dikenal dengan julukan TaxcoBerry) menjiplak Balckberry Curve 8900 alias Javelin secara keseluruhan, itu benar adanya. Bahkan bukan hanya dari dimensi bodi ponsel, namun juga bentuk keypad QWERTY hingga ke navigasi Trackball. Kehadiran Trackball ini berfungsi sama halnya dengan Trackball milik BlackBerry. Tak hanya navigasi Trackball, desain Menu yang ditampilkan dalam layar milik Taxco ini bisa dikatakan sangat mirip dengan milik BlackBerry, demikian pula pada tampilan awal (today screen).

TaxCo vs others

Dukungan Java pada ponsel ini dapat dikatakan sebagai nilai tambah. Bagi yang memerlukan web browser bisa menggunakan Opera Mini yang memiliki tingkat kompresi tinggi dalam menampilkan halaman web sehingga ditinjau dari pengeluaran tentu saja jauh lebih murah. Demikian pula games ataupun aplikasi chatting lainnya.

Tapi untuk chatting bukankah sudah ada eBuddy ? nah ini dia masalahnya. eBuddy milik Taxco VX1 ternyata tidak dapat berfungsi dengan baik, namun bisa diakali dengan menginstalasi eBuddy milik HT30, brand lain yang secara kebetulan merilis jenis ponsel yang sama. Hasilnya, chatting via ponsel tak lagi menjadi masalah besar.

Sayangnya memang belum semua aplikasi ponsel berbasis Java dapat diinstalasi dan digunakan dengan baik pada ponsel ini, salah satunya misalkan saja Morange. Aplikasi yang bersifat all in one ini bahkan tak jua berhasil dibuka kendati telah menunggu waktu yang lama.

Berbeda dengan Nexian, dimana slot SIM 1 biasanya sudah di-lock untuk kartu sim tertentu (sesuai paket bundling), untuk Taxco VX1 pengguna dibebaskan untuk menggunakan sim card gsm dari operator yang tersedia di Indonesia. So, ada yang berminat ?

PocketPC

Category :

Berikut beberapa koleksi Aplikasi yang dapat digunakan pada PDA yang menggunakan Sistem Operasi Windows Mobile Pocket PC 5.0 (yang memiliki fitur layar sentuh). Adapun aplikasi tersebut sudah pernah diuji pada PDA O2 XDA Atom dan PDA Alltell (Audiovox) PPC 6700 CDMA

Batti 2.4 : Aplikasi penanda sisa daya batere yang diletakkan pada taskbar bagian atas, jadi bisa tetap terlihat meskipun sedang browsing atau membuka aplikasi lain.

cLaunch : Aplikasi untuk menampilkan shortcut program yang ada pada start menu ke tampilan Today. Mirip layar Desktop pada PC.

ClearTemp : Aplikasi untuk menghapus Cache, Cookies dll usai Internetan. Penghematan Memori istilahnya

Finger Menu : Aplikasi untuk mengakses menu pada layar Today dengan sentuhan jari ala iPhone

Flash Player : Plugins flash player, sangat berguna untuk browsing

Full Screen Keyboard : Aplikasi Keyboard full satu halaman penuh. Bagus digunakan pada PDA yang tidak terintegrasi dengan keypad QWERTY. It’s FREE…

Google Maps (java) : Aplikasi JAVA GoogleMaps (shortcut-nya masuk di Java Manager)

Google Maps (PPC) : Aplikasi Google Map untuk PPC (shortcut-nya tampil di Start Menu)

Handy Switcher 2.0 : Aplikasi bantuan untuk aktifitas Multitasking. Jadi gak usah ribet nge-klik tanda silang dipojokan, trus nyari aplikasi lain lagi di start menu. Cukup tap pada icon Handy Switcher dan pilih aplikasi yang sudah pernah dibuka sebelumnya.

iContact : Aplikasi untuk menampilkan daftar Contact PPC ala iPhone

iFonz : mau tampilan layar Today ala iPhone ?

iLaunch : Aplikasi alternatif tampilan ala iPhone selain iFonz

Morange V : Aplikasi JAVA yang mampu menyajikan fitur Push Email (gmail, yahoo dan domain pribadi), Browser, Chat via YM, ICQ dll. Lihat Review tentang Morange di BLoG saya.

MortRing 0.97 : Aplikasi yang bisa digunakan untuk personalisasi nada dering yang berbeda-beda untuk setiap Contact yang ada. Just Like Nokia… Tapi ada lagi kelebihannya. Bisa juga untuk personalisasi nada sms/pesan yang berbeda-beda untuk setiap Contact yang ada. He… Nokia ? ya ga’bakalan bisa kaya gini…

MortRing 0.6 : Aplikasi yang bisa digunakan untuk personalisasi nada dering yang berbeda-beda untuk setiap Contact yang ada. Just Like Nokia… Tapi ada lagi kelebihannya. Bisa juga untuk personalisasi nada sms/pesan yang berbeda-beda untuk setiap Contact yang ada. He… Nokia ? ya ga’bakalan bisa kaya gini…

My Mobiler : Aplikasi untuk PC (jadi diexecute dari PC), yang digunakan untuk menampilkan layar PDA pada sebuah jendela terpisah pada PC.  Aplikasi My Mobiler akan otomatis berjalan saat PDA dihubungkan dengan PC melalui kabel data. Tujuannya agar pemilik PDA tidak susah-susah melakukan aktifitas pada PDA, cukup melalui tampilan aplikasi My Mobiler, semua aktifitas pada PDA bisa dilakukan dengan PC. Lihat Review tentang My Mobiler di BLoG saya.

Opera Mini (java) : Aplikasi JAVA Browser Opera (shortcut-nya masuk di Java Manager)

Opera Mini 3.0 (PPC) : Aplikasi Browser OPERA untuk PPC (shortcut-nya tampil di Start Menu)

Point UI : Aplikasi untuk mem-permak UI layar Today dan program (PointUI)

PPC Note M : Aplikasi untuk merekam suara dan disimpan dalam format MP3.

RD Scientific Calculator : Aplikasi Calculator yang ada fungsi tambahan sin, cos, tangen dll, cocoknya sih untuk anak Sipil. :p

Sky Force : Games SkyForce seri 1.0

SkyForce Reloaded : Games SkyForce Reloaded seri 1.04 (sambungan dari yang seri 1.0)

SPb Lines : Games Magic Lines (kalo di kantor2 PNS sering dikatakan sebagai games bola-bola)

SPB Mobile Shell 2.0 : Aplikasi untuk mem-permak UI agar bisa merubah tema ala iPhone, HTC, Omnia atw Sony Xperia. Lihat Review tentang SPB Mobile Shell di BLoG saya.

SPB Mobile Shell 2.0 Samsung Omnia : Skin tambahan untuk SPB Mobile Shell 2.0 dengan tampilan ala Samsung Omnia

SPB Mobile Shell 2.0 Sony Xperia : Skin tambahan untuk SPB Mobile Shell 2.0 dengan tampilan ala Sony XPeria

SPB Pocket Plus 4.0 : Aplikasi untuk menampilkan shortcut program yang ada di start menu ke menu tampilan Today. Mirip layar Desktop pada PC ; jauh lebih lengkap ketimbang cLaunch

TCPMP : Player untuk hampir seluruh file multimedia (kecuali ekstensi FLV)

Throttle Launcher : Aplikasi untuk mem-permak UI layar Today dan program

UI Tweak : Aplikasi untuk melakukan konfigurasi (Tweak) PPC

YouTube Play : Player untuk memutar file video dengan format *.FLV hasil donlot dari www.youtube.com

tentang PDA Phone milik PanDe Baik

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Narsis. Huahahahaha….. Begitu kira-kira isi beberapa tulisan saya akhir-akhir ini. Yah, berhubung BLoG ini bukan didedikasikan sebagai penambah pemasukan tiap bulan, sebaliknya hanya sebagai wadah ekspresi seorang PanDe Baik, jadi sah-sah saja saya lakukan…. dan seperti yang saya katakan pada mereka yang mampir dan memberikan komentar, bahwa bisa jadi sebagian besar dari isi BLoG ini tidak banyak bermanfaat bagi orang lain. Salah satu contohnya ya ini…

Kali ini saya ingin bercerita tentang seputaran keberadaan PDA Phone dan pengaruhnya dalam keseharian saya. Sebagai gambaran awal, PDA Phone itu kurang lebih diartikan sebagai sebuah organizer sebetulnya, sebuah agenda yang disuntikkan fitur office sehingga mampu digunakan untuk membantu pekerjaan kantoran. Rata-rata PDA Phone ini membawa sistem operasi Windows Mobile yang artinya ada banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk menambah kemampuan dan kegunaan atau fungsi dari benda ini. Sesuai dengan arti kata Phone itu sendiri, telah disuntikkan pula fitur ponsel dan pendukungnya agar bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang normal.

Nah, kenapa saya begitu fanatik dengan PDA Phone, padahal kini sudah betebaran banyak model yang memiliki fungsi sejenis, bahkan telah menjadi trend ni negeri ini. Katakanlah BLackBerry yang punya kemampuan internetan dan iPhone yang full multimedia. Itu karena sejak awal saya berkenalan dengan tipe satu ini sudah merasakan banyak manfaat yang bisa digunakan untuk mendukung rutinitas keseharian saya.

Ohya, adapun PDA Phone pertama saya adalah T-MobiLe MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II. Beda model, beda brand atau merek tapi jeroannya sama. Kalo ndak salah nama lahirnya itu adalah HTC HimaLaya, karena memang hampir sebagian besar produsen PDA Phone yang beredar dengan brand atau merek T-MobiLe, O2, Dopod, Vodafone maupun HP merupakan buah karya HTC, sebuah perusahaan Taiwan.

PDA tersebut saya gunakan selama kurang lebih dua tahun, sebagai pegangan utama saya untuk mendukung aktifitas mobile office dan Pemetaan Jalan. Walaupun jeroannya minus GPS, tapi berkat Adobe Reader yang disuntikkan, PDA ini mampu digunakan sebagai viewer Peta Jalan Kabupaten Badung yang saya ubah formatnya dari AutoCAD. PLus data jalan raya dalam format Pocket Excel. Bagusnya lagi, keberadaan multitasking benar-benar sangat membantu saya saat mengikuti Rapat sekaligus. Apalagi kalo bukan sebagai pencatat layaknya Agenda, dan hasilnya bisa langsung ditransfer ke PC. Itu sebabnya apapun pekerjaan yang saya lakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga.

Sayangnya, satu kelemahan terbesar dari seri ini adalah masalah kemampuan Batere. Dengan aktifitas saya seperti gambaran diatas, bisa dikatakan setiap pagi sebelum ngantor PDA musti dan harus di charge. Ini untuk mengantisipasi kehilangan data saat Batere menurun ke titik 0 %. Ini memang satu ciri khas dari produk yang menggunakan sistem operasi Windows MobiLe 2003. Akhirnya setelah dua tahun pemakaian PDA ini saya lego pada seorang atasan, sebagai tambahan dana menikah. Maklum, pendapatan seorang PNS itu tak seberapa kok. He…

Loncatan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya memiliki PDA Phone ke-2, yaitu O2 XDA ATom atau yang dikenal dengan nama lahir HTC ATom. Pada tahapan ini, aktifitas saya mulai bertambah dengan mencoba Internet MobiLe. Saya berani melakukan aktifitas tambahan lantaran sistem operasinya sudah menggunakan Windows MobiLe 5.0 yang artinya data tidak akan hilang sekalipun kemampuan daya Batere menurun hingga angka 0 %.

Begitu pula dengan keberadaan konektivitas Wifi-nya yang membuat saya betah berlama-lama menggunakannya saat mengikuti perkuliahan maupun menonton ujian seminar di kampus Udayana, mengingat ditempat tersebut disediakan hotspot Gratis milik Fakultas Kedokteran. Sayapun mulai berkenalan dengan GooGLe Map MobiLe, Yahoo Messenger dan FaceBook yang lumayan menghabiskan volume data, sehingga akan sangat mahal jika saya melakukan aktifitas tersebut dengan menggunakan koneksi GPRS.

Masih menggunakan O2, saya berkesempatan pula memiliki sebuah PDA Phone lagi, kali ini yang menggunakan frekuaensi CDMA yaitu AllTell PPC 6700 atau lebih dikenal dengan nama lahir HTC APache. Yang membuat saya makin betah dengan tipe ini adalah keberadaan Keyboard QWERTY dan dua buah softkey-nya. Hal yang tidak saya temukan pada PDA O2. Ini tentu saja mendukung aktifitas internetan via aplikasi Java, MoRange. Koneksi Wifi dan frekuensi CDMA-nya merupakan nilai PLus dari tipe ini mengingat harga beli yang saya dapatkan hanya 750ribu saja.

Sayangnya walaupun sudah mengadopsi sistem operasi Windows MobiLe 5.0 yang kemudian saya perbaharui menjadi Windows MobiLe 6.1 seperti halnya O2, lagi-lagi yang menjadi masalah adalah Batere. Hanya kali ini, kemampuan daya yang dimiliki tipe ini hanya bertahan maksimum 2 Jam apabila digunakan untuk internetan. Itu artinya, kabel charger harus tetap setia mendampingi. Sungguh merepotkan.

Hari ini, kedua PDA tersebut tak lagi menemani hari-hari saya. Dijual untuk menambah dana pembayaran SPP kuliah lanjutan saya di Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Udayana. Terima Kasih untuk BaLiGraf yang membantu saya menjualkan kedua PDA tersebut dengan harga yang layak.

Walaupun tak banyak berpengaruh karena aktfitas internetan terutama email dan facebook tetap bisa saya lakukan dari ponsel CDMA Nokia 6275i dan untuk pemetaan serta mobile Office tetap bisa dilakukan via laptop, agak sedikit ribet dan merepotkan, tetap saja saya berangan-angan.

Kelak jika sekolah saya usai, dan semua hutang bisa dilunasi (ohya, saya juga melakukan aksi ‘Menghutang lagi’ di sebuah Bank Pemerintah Daerah sebagai talangan dana utama perkuliahan saya), pengen banget ada sebuah PDA Phone bisa menemani keseharian saya kembali. Semoga…..

Nexian NX G900 Ponsel Lokal ala BLackBerry ?

39

Category : tentang TeKnoLoGi

Surprised… itu yang pertama kali saya rasakan saat ngbaca beberapa blog yang isinya sama plek hingga ke titik komanya. Bukan… Bukan cerita Antasari ato Rani Juliani kok. Tapi soal peluncuran ponsel merek lokal, Nexian NX G900 yang dibundling dengan kartu XL, dan dijual dengan harga 999.000 saja.

Trus knapa bisa sampe bikin heboh ? ini gara-gara iklan dari ponsel tersebut mengklaim memiliki kemampuan nyaris setingkat si gembul BLackberry yang belakangan jadi booming di negeri ini. Katanya sih bisa digunakan untuk facebook-an, chatting segila-gilanya, email dan internet browsing.

Iseng saya hunting ke web resmi milik Nexian, ternyata memang bener kalo mereka baru saja merilis sebuah ponsel yang menyerupai dan berkemampuan BLackberry. Sayangnya gak ada spesifikasi yang jelas perihal isi jeroan ponsel, sekalipun sudah saya ubek-ubek halamannya.

Dari sekian banyak web dan blog yang menyajikan cerita soal peluncuran ponsel, kelebihan dan segala tetek bengek promosinya, hanya satu yang berkenan membeberkan isi dibalik ponsel tersebut.

Ternyata ponsel yang menurut saya malah menyerupai ponsel HTC yang memiliki OS Android milik Google (gak mirip dengan BLackberry malah…) ini memiliki layar warna dengan resolusi layar yang kecil yakni berukuran 176 x 220 saja. Entah benar atau tidak, semoga saja ada dari yang sudah menggunakannya, bisa memberikan masukan disini.

Jikapun itu benar, maka bisa dikatakan bahwa untuk melakukan browsing internet atau facebook, saya malah meragukan gambar halaman facebook yang tertera pada layar ponsel promosinya. Apakah beneran menampilkan gambar seperti itu, atau malahan hanya berupa teks saja seperti halnya halaman login yang terlihat pada ponsel-ponsel Nokia ?

Dengan harga jual yang hanya 1 juta rupiah minus seribu, ya jangan berharap banyak pada resolusi kamera yang dibekali pada ponsel. Hanya berukuran VGA saja alias 0,3 MP.

Masih di blog yang sama, ada komentar salah seorang pengunjung / pembaca yang mengeluhkan keypad pada ponsel Nexiannya yang sangat tidak nyaman untuk digunakan ber-sms. Menjadi satu pertanyaan besar, apakah ponsel G900 yang berwajah full keypad QWERTY ini akan senyaman yang diharapkan ?

Sedangkan untuk fitur internetan, baik browsing, email, facebook hingga chatting, jika melihat dari aplikasi eBuddy yang disertakan, bisa disimpulkan bahwa ponsel Nexian kali ini sudah mendukung keberadaan Java dan tentu saja koneksi GRPS. Kabar baik bagi penggemar ponsel merek lokal.

Hanya saja jika memang keperluannya hanya untuk internetan seperti yang saya sebutkan diatas, gak perlu susah-susah maksa diri beli ponsel baru lagi kok. Pake ponsel Nokia yang harga barunya 700 ribuan juga bisa. Katakan saja seri 2600 classic yang punya bodi tipis itu, dengan resolusi ayar yang lebih kecil yaitu 128×160 pixel, tinggal disuntikkan aplikasi MoRange, sudah bisa melakukan semua hal yang dikatakan pada promo ponsel ini. Nyaris setingkat BLackberry.

Hanya saja, dari segi faktor harga yang Cuma 1 juta sudah mendapatkan ponsel yang katanya bertampang ala BLackberry plus keberadaan keypad full QWERTY, bolehlah ponsel ini dijadikan pilihan. Sambil berharap pada chasing yang bisa diganti-ganti. Tinggal dibelikan kondom lalu bisa langsung bergaya.

Asal jangan diperlihatkan secara langsung, alias agak disembunyikan sedikit, orang pasti bakalan mengira ponsel yang ditenteng itu adalah BLackberry. He… biasalah…

BLackberry untuk PNS ?

15

Category : tentang KeseHaRian

“Jaman sudah Blackberry, Hare gene masiy pake ponsel ?”

Senin pagi lalu, saya kedatangan seorang rekan kantor yang seperti biasanya selalu mencoba memberikan ‘sentuhan’ nyeleneh. Kali ini Rekan saya tersebut memberi komentar pada aktivitas saya yang mojok membaca email via ponsel Nokia CDMA 6275i….

Mmmpphhh…. Saya hampir saja memuncratkan sesuatu gara-gara saking gelinya dengar teriakannya kali ini. Huah ? Blackberry ? sejak kapan ?

“Kamu tu masiy ja kuno pake ponsel…. Ini jamannya begini nih…. (sambil memperagakan tangan mencet keyboard-pad ala Blackberry). Gak trendy ah….”

Huahahaha….. Angin apa yang membuat rekan saya ini begitu tergila-gila dengan BLackberry ?

Rupanya sang Istri baru saja membeli Blackberry Javelin, seri hematnya Bold 9000. makanya kini ia seakan tergila-gila ikutan booming Blackberry….

Oke deh. Tapi ngomong-ngomong, seberapa pantas siy seorang PNS seperti saya ini menenteng BLackberry dalam keseharian saya ?

Pertama sih saya perlu tahu dulu apa kelebihan sebuah BLackberry hingga membuat masyarakat di negara ini begitu menggilai handset mahal kelahiran Kanada ? Apa hanya karena Presiden AS Barrack Obama menggunakannya, seperti halnya waktu BeLiau berkampanye via Facebook ? atau hanya karena iming-iming ‘Internet Mobile’ yang didengungkan beberapa waktu lalu ? Jangan sampe beli BLackberry cuman sekedar buat ikut-ikutan Trend….

Dari hasil hunting di mbah Google, rata-rata memberikan gambaran kelebihan handset BLackberry itu ada pada kemampuannya untuk melakukan Push Email. Layanan email secara RealTime layaknya fitur SMS. Ada juga yang mengatakan bisa membantu aktivitas BLoG via ‘mobile blogging’ yang disediakan oleh BB. Dapat melakukan update isi BLoG via email.

Ada juga yang begitu mengagungkan kemampuan kompresi emailnya hingga 10%.Sehingga setiap email, ukuran penerimaannya gak lebih dari 2-3 Kb. Efeknya tentu jauh lebih ringan dan cepat dalam penerimaan email.

Belum lagi tingkat kemampuan Baterenya yang mampu bertahan hingga 1 hari walaupun dalam keadaan aktif GPRS dan fitur lainnya. Termasuk meminimal kemungkinan kehilangan data saat handset tidak aktif dalam waktu lama. Gak perlu setting GPRS lagi. Semua sudah otomatis.

Hmmmm…. Kelihatannya mereka semua itu belum kenal dengan sebuah Aplikasi berbasis Java yang masih bersifat gratis hingga saat ini. MoRange. Aplikasi ini beberapa waktu lalu sempat saya ulas panjang lebar, atas rekomendasi seorang rekan.

Aplikasi yang mampu memberikan ‘semua kenyamanan ala Blackberry. Masalah Push Email dengan kompresi data hingga 2-3 Kb per email, update blog, chat, dsb, bisa dilakukan dengan handset ponsel murah sekalipun. Syaratnya Cuma satu, sudah mendukung Java. Soal penghabisan biaya, sejauh yang saya lakukan, bulan lalu itu Cuma menghabiskan biaya sekitar 50ribuan. Itupun aktif selama 16 Jam sehari (diluar Jam Tidur tentunya) –emangnya saya Gila, mengaktifkan GPRS 24 jam sehari ?

Apabila terkait pengaturan GPRS¸saya rasa hanya diperlukan satu kali pengaturan untuk pemakaian yang berulang-ulang. Gak perlu di-set setiap kali make. Kehilangan data ? ya, enggak lah. Email yang saya terima pada ponsel Nokia CDMA saat koneksi Starone ngadat sebulan lalupun masih tersimpan dengan baik, padahal saya gak pernah memakainya lagi sejak koneksi kembali normal.

Kembali pada ‘seberapa pantasnya PNS seperti saya menenteng BLackberry ya diserahkan kepada aktivitas yang dilakukan sehari-harinya.

Apakah perlu sekali dengan fitur push email setiap harinya mengingat aktivitas yang dilakukan hanya sebatas BloGGing, ikutan Facebook dan beberapa forum yang gak penting ?

Apakah koneksi GPRS yang aktif 24 jam begitu dibutuhkan mengingat ponsel saja terkadang saya matikan saat berada dirumah, agar saya bisa lebih menikmati waktu bersama keluarga ?

Apakah update BLoG secara mobile dan Real Time sangat saya perlukan mengingat fungsi BLoG saya ini bukanlah sebagai sarana pencari ‘penghasilan ?

Apakah browsing yang berulang-ulang sampai bosan akan sangat diperlukan mengingat aktivitas saya tadi itu gak perlu sampe browsing-browsing segala ?

Dikaitkan dengan masalah keuangan, apakah saya bisa menyiapkan sejumlah uang untuk sebuah handset BLackberry plus layanan per bulannya, sedangkan dengan mengandalkan aplikasi MoRange dan ponsel biasapun saya sudah mampu mendapatkan layanan yang sama dan biaya yang murah pula ? PNS gitu loh… Gaji sebulan untuk pemakaian saat ini aja masih kurang, apalagi dibebankan lagi dengan biaya bulanan BLackberry ? Huahahaha…

Yah, sebelum ikutan Trend ber-BLackberry ada baiknya juga kita bisa melihat, sejauh apa kita memerlukan fitur-fitur yang ada didalamnya tersebut. Apalagi kalau dikaitkan dengan biaya nan mahal untuk bisa menggunakannya. Agar gak mubazir nantinya. Mencomot kata-kata sebuah majalah….

“Jangan sampe kita membeli sebuah Ferrari hanya untuk mengantarkan anak berangkat ke sekolah….”

Demam FaceBook nyaris menumbangkan BLoG

9

Category : tentang Opini

‘hare gene gak kenal FaceBook ? kemana aja ?’
Ungkap seorang teman kerja, sesaat setelah ditanyakan ‘apa siy FaceBook ituh ?’

Padahal sumpah mati, si rekan sendiri hingga kini masih blom punya account di FaceBook. Alasannya simpel, ‘ga ada waktu…’. Minimal ia tahu kalo Facebook itu isinya apa saja. Wong rata-rata para keponakannya pada keranjingan Facebook katanya. He…

Terlepas dari berbagai alasan setiap orang yang mencoba menjajal Facebook, sepertinya aktifitas kali ini mampu membuat orang yang terlanjur berkenalan menjadi ketagihan bahkan nyaris melupakan aktifitas yang ia lakukan sebelumnya.

Entah kapan saya pernah membaca bahwa ada satu dua perusahaan swasta yang melarang karyawannya untuk mengakses Facebook saat jam kerja berlangsung hingga memblokir akses menuju Facebook dari pc masing-masing pekerjanya. Ini karena keranjingan ber- Facebook ternyata membuat rata-rata penggunanya lupa akan tugas dan pekerjaan utama mereka. Waaahh…

Kalau sekedar Facebook-an saat jam kerja sih saya rasa masih belum terlalu masalah. Ada juga kok seperti cerita di media Jawa Pos tempo hari, dimana sekelompok remaja yang begitu merasakan ketagihan pada Facebook, hingga rela mengaktifkan ponselnya 24 jam untuk akses internet, dibawa kemanapun pergi, tidurpun ponsel harus tetap digenggaman, untuk menanti notifikasi atau respon dari rekan-rekannya. Buset dah ! Ohya, ngomong-ngomong Facebook kini bisa juga diakses via ponsel loh. He…

Demam Facebook agaknya tak hanya merambah mereka yang berstatus pekerja, remaja hingga para Calegpun mencoba peruntungan mereka layaknya Presiden Barrack Obama beberapa waktu lalu. Melakukan pendekatan pada setiap orang yang sekiranya berasal dari daerah pemilihannya, untuk kemudian berusaha menularkan visi misi mereka secara halus. Setidaknya ada 2 orang Caleg yang saya kenal lewat Facebook dan salah satunya baru saya sadari belakangan. He…

Facebook minimal mampu memberikan kabar terkini seseorang kepada ‘lingkungannya’, terkait apa yang dilakukan, dimana bersama siapa. Bisa juga dalam kondisi mood yang bagaimana. Yang terpenting, semua itu didapat secara ‘real time’. Minimal yang saya lihat rata-rata hanya berselang sehari, ‘status’ inipun berubah sesuai keadaan mereka.

Tampaknya perubahan perilaku, pola dan gaya hidup akibat Facebook ini dirasakan juga oleh sebagian besar BLoGGer. Ambil contohnya pada komunitas blogger yang saya kenal. Bali BLogger Community (BBC). Bisa dikatakan ada selang waktu yang cukup lama antara satu tulisan dengan tulisan berikutnya hingga yang terkini. Memang sih, ada beberapa rekan yang punya kebiasaan melahirkan tulisan atau buah pikiran mereka sebulan sekali, tapi yang saya maksudkan sebelumnya adalah para BLoGGer yang dahulunya saya kenal produktif dalam mengelola blognya.

Katakanlah Anton Muhajir pemilik rumahtulisan. Sang Jendral komunitas BBC ini dahulunya sempat mengakui bahwa ia mengalami ‘addicted -ketagihan- pada BLoG. Melahirkan posting tulisan setiap hari. Tapi kini ? He… Entah karena kesibukan berkeluarga, mengejar Euro atau malah keranjingan Facebook, tulisan terkini dalam blognya bisa merupakan tulisan semingguan lalu.

Ada juga yang mengeluhkan tentang traffic kunjungan blog yang dahulunya barangkali bisa mencapai angka ratusan hingga ribuan orang per harinya, kini malah menurun drastis. Belum lagi tingkat antusiasme tanggapan atau komentar pengunjung, ikutan berimbas pula. Ini dpicu oleh makin jarangnya isi BLoG dapat diupdate oleh pemiliknya hanya karena Facebook.

Sebetulnya ada beberapa rekan lagi yang memang secara rutin saya kunjungi blog-nya, tapi langsung balik kanan begitu tahu kalau tulisan yang hadir paling atas dalam blognya adalah tulisan satu dua bulan lalu. Mati suri nih ceritanya ?

Secara pribadi memang saya sadari sepenuhnya kalau Facebook mampu melahirkan demam yang bersiap menumbangkan aktifitas blog yang selama ini menjangkiti pola hidup beberapa BLoGGer. Apalagi dalam Facebook terdapat satu fitur (Note) yang memiliki fungsi sama dengan BLoG, hanya saja memiliki kelebihan pemberian ‘Tag’ beberapa rekan yang dikenal, sebagai undangan tak resmi bagi rekan tersebut agar mau melihat dan mengunjungi tulisan (Note) yang dibuat. Harapannya tentu saja sebuah tanggapan atau komentar dari orang yang di-Tag sebelumnya.

Hanya saja sekali lagi, bagi saya pribadi tampaknya Facebook sama saja dengan komunitas yang ada sebelumnya, seperti Friendster misalnya, belum mampu mengalahkan hobi saya dalam hal blog hingga rela mengorbankan pekerjaan sekalipun. Mungkin ini disebabkan oleh satu pertimbangan sederhana, seperti halnya rekan saya diatas tadi. ‘Gak ada waktu’ untuk mengorbankan hari-hari saya demi sebuah Facebook.

Bisa juga terkait dengan kebiasaan saya yang tak ingin diganggu oleh sesuatu yang sifatnya tak pasti. Seperti datangnya email notifikasi atas respon atau tanggapan apa yang dilakukan sebelumnya (berkomentar pada status teman, memperbaharui status, menampilkan foto-foto koleksi pribadi dsb). Sama halnya dengan tanggapan atau komentar akan tulisan saya pada BLoG. Hingga terkadang saya merasa begitu ‘terbebaskan’ apabila bisa meninggalkan benda yang bernama ponsel jauh dari aktifitas saya, bahkan mematikan suaranya sekalipun. He…

Karena memang baik aktifitas harian maupun pekerjaan saya belum menuntut saya untuk aktif akses internet seharian. Kirim terima email, berbisnis dsb. Hal ini pernah saya katakan pada seorang Rekan yang beberapa waktu lalu memperkenalkan aplikasi Morange yang berbasis Java, sehingga harapannya saya bisa memanfaatkan fitur ‘Push Email’ secara harian dan berbiaya murah.

Hanya kalau sempat atau kalau senggang saja.

Makanya BLoG PanDe Baik hingga hari inipun masih melakukan aktifitasnya seperti sebelumnya. Melahirkan tulisan dua tiga hari sekali, disela kesibukan keluarga dan pekerjaan. Entah bagaimana dengan BLoG yang lain.

BENNY & MICE aspal ala PanDe Baik

1

Category : tentang KeseHaRian

Melanjutkan aksi saya ‘Tertangkap Kamera’ by PanDe Baik, foto ini diambil secara diam-diam pada Rapat Tahunan Banjar Tainsiat hari minggu lalu. Saat itu lagi asyik-asyiknya ngobrolin aplikasi Morange dan facebook pada ponsel dengan adik sepupu yang selalu meminjamkan saya buku kumpulan kartun Strip Benny & Mice.

Kami langsung terkikik saat saya menunjukkan satu dua sosok rekan warga banjar yang sedang bersenda gurau. Mirip banget dengan tokoh Benny & Mice versi kartun. Hanya saja jadi aneh karena versi yang ini pake destar/udeng. Huehehehe….

Kali aja kartun Benny & Mice pake destar/udeng betulan, bisa muncul kelak pada buku LOST IN BALI bagian ke-2. Huahahaha….

Gak sampe seJam tanpa CaLo di PoLtabes

11

Category : tentang iLMu tamBahan

Selasa, 24 Maret lalu akhirnya saya meluangkan waktu atau jam kerja untuk mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan sepeda motor. Berhubung hari sabtu sebelumnya baru ingat kalo SIM yang saya miliki ini sudah tidak berlaku lagi per tanggal 16 April 2008. Ups hampir setahun.

Dibandingkan satu saat saya terkena tilang atau salam tempel yang telah mendunia via YouTube kemarin, mending langsung aja diurusin ke Poltabes. Walau sempat pula bertanya-tanya ke beberapa rekan perihal keberadaan mobil unit pengurusan SIM Keliling. Kali aja urusannya bisa jauh lebih singkat dan mudah.

Atas saran salah satu rekan yang saya tanyakan tersebut pula, saya mengumpulkan keberanian untuk mengurus secara langsung permohonan SIM ke Poltabes. Bukan apa-apa, lantaran saya kembali mengingat-ingat bagaimana situasi kondisi Poltabes tempo dulu, terakhir kali saya mengurus SIM dan Kelakuan Baik. Calo yang berkeliaran, uang pengajuan yang bisa mencapai dua kali lipatnya dan waktu yang terbuang lama…

Waktu menunjukkan pukul 7.30 pagi, saat saya sudah sampai di parkiran Poltabes. Ruangan masih sepi, karena ada apel pagi dan pengarahan dari Pembina Upacaranya. Ternyata banyak perubahan yang terjadi di Poltabes meliputi pembatas kaca di area pengajuan SIM, kantin yang berjajar digedung selatan yang kini sudah berlantai dua, rupanya ruang ujian teori bagi pemohon SIM dipindah ke lantai atas, serta satu buah pemancar parabola, yang saya kira awalnya adalah koneksi Wifi gratis. Huahahaha….

Yang makin menakjubkan saya adalah spanduk didepan area permohonan SIM yang menyatakan kurang lebih untuk melakukan permohonan secara langsung tanpa keterlibatan Calo. Hah ? apa bener ? ketidakpercayaan ini bahkan sempat saya ungkap di status Facebook, dan mendapat respon ‘memang benar tuh !’. He…

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.15 pagi, tapi belum jua ada tanda-tanda ruangan permohonan SIM dibuka untuk Umum…. Saya tetap menanti dengan sabar, seperti kata Bung Gentry, dalam komen atas status saya di Facebook. Eh, rupanya ada semacam kata sambutan terlebih dahulu dari pihak Poltabes kepada masyarakat yang akan berurusan baik itu permohonan SIM maupun kelakuan Baik, dan tepat pukul 8.30, pintu dibuka.

Saat masuk dari pintu timur, saya disambut oleh petugas yang berjaga dan ditanyakan keperluannya. Setelah mengatakan bahwa SIM saya sudah tak berlaku setahun lalu, Petugas sesuai aturan yang berlaku menyarankan saya untuk melakukan Perpanjangan SIM karena memang belum lewat waktu setahun. Seandainya lewat, pemohon bakalan diarahkan ke Permohonan Baru.

Untuk dapat melakukan Perpanjangan SIM, saya diminta melengkapi persayaratannya terlebih dahulu, yaitu pencarian ‘Surat Keterangan Dokter’ dan fotocopy ‘Surat Identitas Diri’. Wah, nyari dimana nih ?

Saya kemudian diarahkan ke warung kecil sisi timur Poltabes, dimana seorang dokter Umum melakukan Praktek, dan benar… terlihat antrean pemohon SIM melakukan hal sama dengan saya. Waktu antre yang diperlukan ternyata gak lama, malah membuat saya berpikir bahwa untuk mendapatkan ‘Surat Keterangan’ ini cukup dengan membayar saja, gak pake dicek terlebih dahulu.

Saat saya menunggu panggilan sesuai nomor antrean, terlihat seorang Bapak berbaju PNS, ikut mengantre padahal ditangannya sudah tertera ‘Surat Keterangan Sehat’ yang rupanya Beliau cari dari Dokter dekat rumahnya. Tetap saja oleh pihak Poltabes disarankan untuk ‘mengesahkan’ Surat Keterangan tersebut oleh dokter setempat. Hihihi… kok bisa ya ?

Ohya, ternyata setelah masuk keruangan berukuran 2,5×2,5 meter itu, pikiran saya boleh dikatakan salah besar. Berhubung didalam ruangan, ada dua pasien sekaligus yang masuk, satu diperiksa tekanan darah dan kesehatan matanya, satu lagi dicatat dahulu administrasinya. Setelah membayar uang jasa sebesar 25.000 rupiah, sayapun memperolehnya. Sedangkan untuk ‘Kartu Identitas Diri’ dapat di fotocopy didekat area kantin.

Well, Waktu menunjukkan pukul 8.55 pagi, sayapun memulai proses permohonan Perpanjangan SIM. Sebelum memasuki area Permohonan, saya diminta menggunakan kalung Tag yang disponsori oleh Nokia berwarna merah, berisi tulisan ‘Pemohon SIM C’. Kalung tag wajib dipakai saat berada didalam area, dan hanya diperuntukkan bagi si Pemohon saja. Sedangkan rang-orang yang bukan Pemohon (dalam hal ini adalah pengantar, teman, saudara bahkan CALO), dipersilahkan menunggu diluar. Bagi yang membandel, tentu saja harus siap menerima hardikan petugas disana.


Usai saya membayar biaya Perpanjangan SIM sebesar 60.000 rupiah saja, saya diminta melengkapi formulir identitas diri sebelum melanjutkan urusan ke Loket Satu. Sialnya, saya gak membawa bolpoin dan diarea tersebut tidak ada fasilitas yang menyediakannya. Hanya kursi dan meja. Ini dibenarkan oleh Petugas disana, bahwa bolpoin harus dibawa sendiri oleh Pemohon. Wah… Kenapa tidak seperti pelayanan Bank atau Kantor Pos yah ?

It’s okelah…. Demi SIM C apapun akan saya lakukan. Pilihan membeli bolpoinpun lokasinya sama dengan tempat memfotocopy tadi. Sayapun melanjutkan proses permohonan ke Loket Satu, dan hanya menunggu sebentar, Map permohonan sudah bisa diajukan ke loket Dua.

Berhubung yang mengantre gak banyak, tak terasa sampai sepuluh menit nama saya dipanggil dan dipersilahkan untuk melanjutkannya ke Loket Tiga atau Bagian Foto untuk Pemohon SIM. Saya katakan gak terasa, karena saya menghabiskan waktu dengan Facebook versi Mobile via PDA, dan tentu saja Morange. Hehehe…

Usai difoto, waktu yang saya perlukan untuk duduk diam menunggu ternyata hanya satu dua menit saja rupanya. SIM C dengan masa berlaku yang baru, sudah saya dapatkan dan sayapun bisa meninggalkan Poltabes tanpa tambahan atau pungutan biaya lagi. Surprais banget !!!

Setelah dihitung-hitung rupanya untuk proses pengajuan permohonan SIM gak sampai memakan waktu satu jam, Saudara-saudara !!! tanpa CALO pula. Itu jika Persyaratan yang diminta sudah lengkap. Untuk biaya hanya menghabiskan sebesar 88.500 rupiah saja.

Rp. 60.000 untuk biaya Perpanjangan SIM C

Rp. 25.000 untuk ‘Surat Keterangan Sehat’

Rp. 3.500 untuk fotocopy, bolpoin dan parkir. Huehehehe….

So, berarti apa yang dicanangkan selama ini memang benar adanya. Proses yang cepat, murah dan satu lagi tanpa CALO !!! Pelayanan ini sangat membuat nyaman bagi saya pribadi selaku Pemohon SIM dan tak segan untuk mengajak rekan-rekan (via BLoG juga) agar tak segan lagi datang langsung ke Poltabes apabila masa berlaku SIM Anda sudah hampir habis. Jangan Takut.

> PanDe Baik secara pribadi mengucapkan terima kasih lewat BLoG ini kepada semua petugas yang melakukan Pelayanan saat permohonan SIM kemarin, untuk keramahtamahannya menyapa masyarakat yang datang, memberikan bantuan keterangan arahan terkait proses permohonan dan tentu saja tetap memberikan senyum walaupun dalam kondisi tidak fit…. <

NB : Saya sempat menguping bisik-bisik para petugas soale, ada yang mengatakan mengantuk dan capek karena mempersiapkan hari raya Nyepi dan Kuningan…. tapi tetap saja mereka Tersenyum dan Ramah kepada kami.

SALUTE !!!

Koneksi Starone 0 bps ?

12

Category : tentang KeseHaRian

Beraktivitas internetan bagi saya pribadi sudah menjadi kebutuhan pokok, diluar kerja dan keseharian bersama keluarga. Dari blogging, blog walking, browsing, email, facebook, YM hingga sekedar meng-update database antivirus. Bisa dikatakan semua aktivitas itu gak satupun yang mendatangkan uang, hanya pertemanan dan juga pengisi waktu luang.

Sayangnya begitu koneksi terputus, saya seperti kehilangan satu dunia yang biasanya menemani waktu-waktu saya. Terasing dari peradaban teknologi ceritanya. Apa pasal ?

Sejak hari Jumat malam 20 Maret lalu, koneksi Starone yang merupakan paket berlangganan saya untuk setiap bulannya, mendadak menunjukkan angka 0 bps pada volume Send dan Receive-nya. Dengan kata lain, browser sama sekali tidak mampu menampilkan halaman BLoG, Facebook hingga Google yang minim iklan sekalipun. Paling untung ya aktivitas Send dan Receive email via Microsoft Outlook, itupun kadang mau kadang macet. Halah…

Padahal sinyal penuh lima bar dan saya melakukannya pada tempat biasa, yang sama seperti waktu-waktu sebelumnya. Penasaran dengan tempat, saya mencoba menggunakan modem beserta kartu pada PC milik adik sepupu dirumah sebelah, eh menampilkan Yahoo yang full iklanpun bisa lancar dengan baik. Begitupun saat dicoba beberapa alternatif penukaran modem, kartu dan pc-laptop. Gak masalah tuh.

Selama dua harianpun akhirnya saya mencoba mengakses internet bergantian dengan ponsel dan pda yang memakai kartu IM3. Hasilnya ? untuk Facebook walaupun hanya sebatas update status atau sekedar berkabar pada teman, masih bisa lah. Apalagi dengan bantuan software berbasis Java Morange, fitur-fitur yang biasanya saya pakai bisa diakses dengan baik. Hanya saja keterbatasan itu tetap ada. Layar yang kecil, input text yang gak nyaman, dan ada halaman admin blog yang gak bisa dijangkau, membuat hati hanya bisa mangkel dengan koneksi starone saya.

Uniknya, saat kartu Starone saya pindah ke PDA Audiovox 6700 CDMA, baik Morange maupun Mobile Facebook bisa berjalan dengan baik. Berarti masalahnya dimana siy sebenarnya ? Apa karena menyambut Hari Raya Nyepi yah ? bingung aku !

> Ada 3 tempat yang PanDe Baik cobain untuk melakukan koneksi internetan via Starone. Ruang kerja, halaman rumah hingga di Bengkel Paramitha Peguyangan pun, koneksi Starone tetep aja menunjukkan angka 0 bps, pada volume Send dan Received-nya. Wah wah wah…. Alamat bayar 100ribu tapi gak bisa make internetan dengan nyaman nih ! <