Bugs BlueTooth pasca Upgrade Android Nougat Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Jelang akhir tahun 2017, tepatnya tanggal 27 Desember lalu, ponsel mantap yang saya pegang sampai hari ini akhirnya dapat giliran upgrade OS ke versi 7.0 atau yang lumrah disebut-sebut sebagai Android N atau Nougat.
Yang meskipun merupakan sistem operasi terkini jaman now, rupanya ada juga bugs yang saya dapati ketika menjajal lebih jauh perubahan apa saja yang dibawa.
Salah satunya kaitan dengan BlueTooth dan Samsung Gear S3 Frontier, jam tangan pintar yang kini malas disambungkan lagi ke perangkat ponsel.

Pasca Upgrade dilakukan, saya termasuk kesulitan saat menyambungkan koneksi BlueTooth ke perangkat yang selama ini digunakan. Seperti Aux pada kendaraan roda empat, speaker portable rumahan, atau jam tangan pintar macamnya Samsung Gear S3 Frontier tadi. Entah apa sebabnya.

Jika dicoba berulang, koneksi tetap tidak tersambungkan, maka pilihannya ada Tiga.
Pertama ya matikan koneksi BlueTooth pada ponsel terlebih dulu lalu nyalakan ulang dan pairing kembali, lalu Dua Restart device lalu pairing ulang, dan Ketiga ya Unpair dulu lalu pairing kembali.
Ribet memang, tapi demikianlah adanya.

Hal ini jadi lebih sederhana setelah adanya Update hingga tiga kali, dimana yang terakhir kalau tidak salah pas saya lagi main ke Surabaya hari Sabtu malam kemarin. Hanya proses sambungan masih tetap harus menonaktifkan dulu baru di pairing ulang.

Bugs atau problem kedua, yaitu soal proses Pairing ponsel Samsung Galaxy A9 Pro ini dengan gadget jam tangan pintar Samsung Gear S3 Frontier yang kerap gagal meskipun satu dua hari sebelumnya sudah berhasil dilakukan dengan baik dan berhasil.
Hal ini tentu amat sangat mengganggu saat proses pengambilan data dari Gear S3 ke Samsung Health. Gear akan merespon saran untuk melakukan Reset perangkat yang artinya akan menghapus seluruh memory yang pernah tersimpan baik aktifitas keseharian, file multimedia ataupun tampilan jam yang sudah pernah diunduh sebelumnya.
Mengesalkan tentu saja.

Pernah sekali waktu saat Reset dilakukan secara manual dari Gear, dan aplikasi pada ponsel dihapus total, rupanya ada banyak pembaharuan yang didapat saat dilakukan registrasi baru baik pada ponsel maupun Gear S3. Salah satunya pilihan Custom pada wajah jam default yang dise?takan. Namun tetap saja, sehari dua setelahnya, proses Pairing gagal lagi dilakukan sehingga memaksa pengguna untuk meReset kembali perangkat Gear.

Adakah dari kalian yang mengalami hal yang sama ?

Andromax A2, Android 4G LTE Terjangkau dengan Daya Tahan Besar

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah serbuan ponsel Android Jaman Now, SmartFren sebagai salah satu pemain lama yang tergolong rajin merilis ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga yang terjangkau, tampaknya tak mau tertinggal jauh dari kompetitor lainnya. Ini dibuktikan dengan diperkenalkannya seri Andromax A2 beberapa saat lalu, berbarengan dengan Mifi M5, modem berpenampilan menarik berfitur mirip.

Dibanderol harga jual yang amat sangat terjangkau, tepatnya hanya 850ribu saja, Andromax A2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel masa kini, prosesor quad core 1,3 GHz, Internal Storage 8 GB dan RAM 1 GB.
Dilihat dari jeroan diatas, sepertinya pangsa pasar yang ingin dituju oleh SmartFren adalah para pemula pengguna jaringan 4G dengan konsumsi harian sosial media dan streaming video.

Disamping itu, sebagai salah satu ponsel Android Jaman Now, kendala yang paling dirasakan pada kelas setara adalah perilaku daya tahan batere yang bisa jadi kerap dikeluhkan. Tidak heran bagi yang memiliki dana sedikit berlebih, membawa perangkat tambahan powerbank sebagai cadangan daya jelang siang atau sore hari. Atau bagi mereka yang berada dalam posisi keterbatasan, mendadak menjadi fakir colokan demi sebuah eksistensi dunia maya.
Maka itu, SmartFren berusaha hadir dengan kapasitas batere yang besar yaitu 4000 mAh dengan klaim daya tahan pada kondisi standby hingga 48 jam. Menarik bukan ?

Kelebihan lainnya, bisa ditengok pada fitur Kamera 5 MP yang dibenamkan beberapa kemampuan tambahan khas ponsel Android Jaman Now. Seperti Time Lapse, Slow Motion dan Gif Video.

Tampaknya seri Andromax A2 ini memang diperuntukkan bagi para generasi milenia Indonesia. Termasuk kamu ?

Mifi AndroMax M5, Makin Percaya Diri di Jaringan 4G LTE

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya belum lama SmartFren merilis modem Mifi M3Y dan M3Z yang dibekali teknologi jaringan 4G LTE CAT4, lengkap dengan chipset qualcomm dan daya tahan batere 3000 mAh. Kini, demi menjaga eksistensi dan komitmen penuh pada konsumen loyal atas kesetiaan mereka, SmartFren kembali memperkenalkan Mifi seri terbaru M5 series.

Dilihat dari penamaan yang meloncati seri 4, saya yakin ini sama halnya dengan keyakinan sang raja di waktu lalu, secara kepercayaan negeri China tentu saja, berupaya menghindari pemberian angka 4 pada semua produk yang dimiliki.

Mifi Andromax M5.
Hadir dalam warna Gold yang tergolong tanggung, bermaterial plastik, tapi masih cukup ringan saat dikantongi dalam saku baju ataupun celana.
Bentukan Mifi M5 ini persegi panjang. Secara luasan permukaan kalo mau dihitung, kurang lebih sama dengan form M3Y yang hingga hari ini masih saya pegang.

Bila disandingkan lebih jauh, hanya ada sedikit peningkatan spesifikasi yang dibekali pada Modem Mifi M5 ini. Kalau ndak salah loh ya.
Yaitu kapasitas batere yang bertambah sekitar 250 mAh dari seri sebelumnya, praktis menjadikan M5 ini secara jualannya, dapat difungsikan sebagai powerbank bagi perangkat ponsel penggunanya. Cuma siapa sih yang mau mengorbankan daya tahan modem yang bisa dikatakan cukup terbatas ini ke perangkat ponsel ? Kasian bok…
dan dengan penambahan fungsi diatas tadi, praktis dalam paket penjualannya menyertakan pula konverter usb ke micro usb agar dapat menyambungkan perangkat ponsel ke modem nantinya.

Selebihnya masih sama. Dari ketersediaan slot kartu memory tambahan yang dapat digunakan sebagai sarana berbagi file antar pengguna yang terkoneksi ke jaringan Mifi M5, lalu ada dukungan hingga 32 device yang sepertinya jarang banget dimanfaatkan oleh penggunanya lantaran kuota data yang bakalan ikutan diShare bukan masuk dalam kategori Unlimited, dan juga konversi pulsa ke paket data secara otomatis saat penambahan nilai dilakukan.

Infonya, penjualan Mifi M5 ini selain bisa didapatkan melalui gerai SmartFren terdekat di Kota terdekat, juga bisa melalui gerai online jaman now seperti TokoPedia, BukaLapak, Shopee, BliBli atau Bhinneka. Kedepannya mari kita doakan saja, semoga bisa juga ditemui pada gerai minimarket seperti modem sebelumnya.

Modem Mifi AndroMax M5 ini dijual dalam 2 varian harga yaitu 999K untuk bundling paket data SmartFren sebesar 150 GB dengan masa aktif setahun penuh, dan versi 699K untuk paket data 70 GB dengan masa aktif 180 hari.
Tanpa ada pembagian Kuota, dan berlaku 24 Jam nonstop.
Cukup menarik bukan ?

Berbagi Q & A tentang SmartFren

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang kelupaan saya sampaikan di halaman blog ini, dari sesi Sharing Passion Ideas SmartFren bareng Bali Blogger Community hari Kamis sore tempo hari sebenarnya. Yaitu beberapa pertanyaan yang kerap dilontarkan sejawat kantor ataupun teman sosial media tentang Jaringan SmartFren. Sedangkan jawabannya mungkin saya bantu sedikit berdasar pengalaman yang dialami sejauh ini.
Saya rangkum menjadi Q & A tentang SmartFren versi www.pandebaik.com
Jika ada jawaban yang salah, mungkin bisa dikoreksi kalo kalo ada yang jauh lebih paham.

Q : Jaringan Internet SmartFren kalo di Bali atau Denpasar, bisa sejauh mana sih kemampuannya ?
A : Lumayan bagus kalo disandingkan dengan beberapa operator yang pernah saya coba gunakan. Bahkan ada juga yang pernah disandingkan di lokasi yang sama. Sedangkan kalo dengan jaringan Merah, saya belum tahu, karena belum pernah pakai.
Q : Bisa diShare contoh bukti akuratnya ?
A : Kebetulan beberapa pernah saya catatkan di akun Instagram, namun sudah diRekap pada postingan sebelumnya, Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Q : SmartFren Identik dengan jaringan CDMA, Apakah kelak tidak bermasalah ketika digunakan ?
A : Pada era kekinian dimana SmartFren merupakan operator yang sudah melebarkan sayap ke Jaringan 4G, infonya jaringan CDMA sudah jauh ditinggalkan. Bahkan dengan jaringan 4G LTE masa kini, SmartFren mampu mempertahankan koneksi data internetnya di kota besar dan pinggiran.

Q : Jika SmartFren sudah menggunakan Jaringan 4G, apakah kelak kartu SmartFren bisa digunakan pada ponsel masa kini yang sudah mendukung 4G LTE ?
A : Tentu saja. Bahkan untuk memberikan gambaran logis pada masyarakat awam, SmartFren merupakan operator pertama yang menjual iPhone 7 secara resmi di Indonesia. Artinya, jika iPhone 7 saja bisa digunakan untuk kartu SmartFren, kenapa yang lain tidak ? ?

Q : Apakah Paket Data SmartFren mampu memenuhi kebutuhan saya kelak dalam beraktifitas di dunia maya ?
A : Untuk kebutuhan standar rutin dunia maya, kalian bisa pilih paket SmartPlan dari harga 60ribu atau 75ribu sebulan. Di luar itu ada juga beberapa jenis paket pilihan lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai netizen dunia maya.

Q : Dimanakah saya bisa mendapatkan kartu SmartFren yang siap digunakan ?
A : Kartu SmartFren secara resmi bisa didapatkan pada gerai SmartFren di kota masing-masing yang apabila kalian malas untuk melakukan antrean, bisa mampir ke toko outlet dekat rumah.
Sudah tersedia juga kok.

Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa rekan sejawat tampaknya masih penasaran dengan kemampuan jaringan 4G LTE nya SmartFren. Berhubung sudah hampir 2 tahun lebih saya masih setia menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan akan dunia maya.
Memang sih, kalau dibandingkan dengan operator Tri belakangan ini, secara besaran kuota internet yang didapat dalam rentang harga yang sama, Tri memberikan sekitar 4 kali lipatnya. Sangat rekomended bagi kalian yang memang membutuhkan kuota data berlimpah untuk mengunduh filem, musik dan sebangsanya.

Tapi kalo bicara jaringan ? Saya masih lebih merekomendasikan SmartFren. Secara Jangkauan Internetnya cukup mumpuni dibandingkan dengan Tri.
Lalu bagaimana dengan yang lain ? Merah misalkan ?
Entah ya, berhubung belum pernah jajal lebih jauh lantaran harga paket datanya cukup mahal ukuran saya.

Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan Jaringan Internet SmartFren dari Juni 2015 lalu yang sempat dirangkum dalam akun InstaGram PanDe Baik. Berikut hasilnya :

1. Uji coba Jaringan SmartFren untuk pertama kalinya menggunakan Modem Connex M1 Plus yang masih berjaringan 3G kalo ndak salah. CDMA EVDO. Disandingkan dengan Jaringan Axis dan IndiHome, di Rumah.

2. Uji coba Jaringan SmartFren #2, di Toyota Agung AutoMall jalan Cokroaminoto dengan Modem M2P yang sudah mengadopsi kecepatan 4G LTE. Capaiannya sekitar 10,28 MBps

3. Uji coba Jaringan SmartFren #3, di Lapangan Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dengan Modem M2P dengan capaiannya sekitar 5,02 MBps. Ini sudah daerah pinggiran kota.

4. Untuk mengakses beberapa venue di desa wilayah paling utara Kabupaten Badung, seperti Warung Makan Daeng Bacok Kecamatan Petang, Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, atau Banjar Gunung, Kecamatan Abiansemal, Jaringan SmartFren 4G LTE bukan menjadi masalah besar.

5. Uji coba Jaringan SmartFren #4, di Arena Bermain Tiara Dewata, capaiannya sekitar 7,40 MBps. Ini tengah Kota Denpasar.

6. Uji coba Jaringan SmartFren #5, di Desa Nyalian Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, capaiannya sekitar 4,97 MBps. Ini dalam perjalanan ke Pura Besakih kalau tidak salah.
Sempat disandingkan dengan Jaringan XL yang hanya menemukan capaian 1,32 MBps.

7. Uji coba Jaringan SmartFren #6, di halaman Pura Penataran Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 5,06 MBps.

8. Uji coba Jaringan SmartFren #7, di halaman Pura Pemuputan Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 8,30 MBps. Ohya, di lokasi ini Jaringan XL yang saya gunakan sudah Blank, demikian halnya Jaringan Merah yang digunakan beberapa rekan kantor.

9. Uji coba Jaringan SmartFren #8, di halaman Pura Penataran Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 2,96 MBps.

10. Uji coba Jaringan SmartFren #9, dari lantai 5 Hotel Grand Sahid Jakarta, capaiannya sekitar 22,73 MBps. Edan…

11. Uji coba Jaringan SmartFren #10, dari lantai 3 Hotel Gandaria Jakarta, capaiannya sekitar 20,01 MBps. Mantap…

12. Uji coba Jaringan SmartFren #11, dari ESPA Yeh Panes, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, capaiannya sekitar 4,47 MBps. Lokasi cukup jauh dari Pusat Kota Tabanan.

13. Uji coba Jaringan SmartFren #12, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 29,90 MBps.
Sempat dibandingkan dengan Jaringan IndiHome yang hanya mampu di titik 14,80 MBps, atau Tri yang hanya mampu sekitar 1,03 MBps saja.

14. Uji coba Jaringan SmartFren #13, dari Poltabes Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang, capaiannya sekitar 18,95 MBps. Mantap…

15. Uji coba Jaringan SmartFren #14, dari Desa Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, perbatasan dengan Kabupaten Badung, capaiannya sekitar 10,99 MBps.

16. Uji coba Jaringan SmartFren #15, di pojokan kantor Puspem Badung tepatnya kantor Kementrian Agama, capaiannya sekitar 24,78 MBps

17. Uji coba Jaringan SmartFren #16, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 19,74 MBps, dengan device Modem M3Y dan perangkat Samsung A9 Pro.

18. Uji coba Jaringan SmartFren #17, di Bukit Jambul Kabupaten Karangasem, capaiannya hanya 1,02 MBps, hasil yang lumayan untuk wilayah pedesaan.

Nah, kira-kira demikian hasil uji jaringan internet SmartFren dari beberapa venue yang pernah saya kunjungi sejauh ini.
Masih meragukan kualitasnya ?

AndroMax Prime, Classic Phone dengan segudang Fitur Dahsyat

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam sebuah pemaparan singkat diungkap fakta bahwa ternyata tidak semua pengguna ponsel di tanah air, menyukai ponsel canggih dengan layar sentuh era kekinian. Selain susah dibawa lantaran secara ukuran ponsel yang segenggaman tangan orang dewasa, persoalan ketahanan daya batere juga kerap menjadi masalah.
Menyikapi ini, SmartFren sebagai salah satu operator sekaligus produsen ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga terjangkau, tampaknya bisa melihat celah yang patut dicoba peruntungannya. Apalagi pada segmen ini, sudah tidak banyak lagi pemain yang masih bertahan. Kecuali sang raja, eh mantan, si Nokia yang sudah lebih dulu melepas seri 3310 Newborn, Nostalgia seri yang sama di tahun 2000an awal.

AndroMax Prime
Dilihat dari segi fisiknya yang hadir dengan style dan desain standar, kasat mata nyaris tak ada hal istimewa yang bisa dibanggakan. Masih sama persis dengan segudang ponsel feature atau basic pra kehadiran iPhone. Namun ketika berlanjut ke bagian Menu, barulah disadari bahwa ponsel Classic satu ini, harus diakui, memiliki segudang fitur dahsyat khas era kekinian.

Katakanlah Aplikasi Whatsapp.
Yang meskipun secara akses tampilan halaman harus dibantu dengan cursor melalui tombol keypad empat arah, demi menggantikan fungsi layar sentuh yang ditiadakan dalam seri ini, akan tetapi fungsinya sama dengan yang disematkan pada ponsel kekinian.

Sudah begitu, konektivitas yang tersedia, tidak hanya mengandalkan Bluetooth sebagaimana ponsel standar era terdahulu, tapi menyediakan pula akses WiFi sehingga memungkinkan pengguna AndroMax Prime terhubung dengan dunia maya pada area hotspot public area.
Menarik bukan ?

Sedangkan kamera yang disematkan pada bodi ponsel, ada 2 kalo ndak salah. Resolusinya tergolong standar, 2 MP dengan perekaman VGA.
Untuk penyimpanan, sudah disediakan internal storage sebesar 4GB plus slot memory eksternal.
Edan bener…
Pengoperasian fitur kamera saat akan digunakan bisa mengandalkan keypad empat arah, misalkan Pengaturan bisa diakses melalui keypad arah ke kiri.

Tergolong unik, pengguna sudah disediakan opsi akses aplikasi FaceBook yang tampaknya masih menggunakan jasa Opera Mini, penjelajah berkas atau semacam file manager, pengaturan aplikasi, perekam suara, catatan memo, kalkulator, lampu senter, dan pemberlakuan Black List, pula fitur Cleaner atau Pembersih yang dapat dicari pada menu Extra. Tergolong Dahsyat untuk sekelas Classic Phone bukan ?

Jadi makin unik setelah masuk ke Menu Pengaturan, yang mirip plek dengan sistem operasi Android masa kini. Baik secara visual maupun urut-urutannya. Lengkap juga dengan fitur Gallery dan aplikasi pemutar Musik juga Video bawaan SmartFren.
Ditilik dari segi sistem operasi yang digunakan, bernama MocorDroid 4.4.4, semacam Kitkat yang dikonversi ke Java gitu kali ya ?
Apalagi pergerakan antar menu tampaknya cukup gegas untuk ukuran classic phone begini. Ditambah empuknya tombol dengan grid 3×4.

Jika sebuah Classic Phone segudang fitur Dahsyat begitu disandingkan dengan harga jualnya yang amat sangat terjangkau, rasanya memang jadi makin sulit dipercaya. Mengingat seri 3310 milik Nokia yang masih berjalan di jaringan 2G saja dijual dua kali lipatnya.
Yup, AndroMax ini bisa dibawa pulang setelah ditebus sekitaran 300ribuan saja.
Gila kan ?

Jadi kini sudah gak ada alasan lagi bagi kita, pengguna ponsel tanah air untuk tidak dengan segera beralih ke jaringan 4G LTE loh, apalagi dengan tersedia ya ponsel klasik satu ini.
Saya jamin, ndak nyesel deh…

Sharing Passion & Ideas SmartFren bareng Bali Blogger Community

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernyataan yang disampaikan Mas Aldridge, Social Media Strategy & Digital Activation Ast.Manager SmartFren ini cukup menarik. Bahwa dari hasil riset yang dilakukan sejauh ini, sebagian besar pengguna jasa telekomunikasi tanah air rupanya masih berpikiran kalo kartu SmartFren lebih identik dengan jaringan cdma, bukan gsm. Sehingga ada keraguan untuk mencoba atau mengapply nomor SmartFren sebagai primary number mereka. Karena itulah ponsel setenar iPhone 7 tempo hari sempat digandeng untuk memberikan pemahaman kepada publik, bahwa perangkat kelas dunia macamnya iPhone saja bisa digunakan untuk kartu SmartFren, apalagi yang lainnya ?

Disamping ada juga pendapat bahwa sebagian lain memang tergolong enggan mengganti nomor ponsel utama, mengingat itu sudah menjadi jati diri yang terlanjur dikenal banyak orang. Masuk akal juga. Meski kalo dilihat dari sudut pandang saya sebagai salah satu user SmartFren selama ini, terbatasnya segmen pengguna lebih disebabkan oleh minimnya Kuota Data yang diberikan pada rentang harga yang sama jika dibandingkan dengan operator lainnya.

Hal ini diungkap disela gathering terbatas tim dari SmarFren sore tadi bareng perwakilan dari Bali Blogger Community dan Bali SmartFren Community di gerai resto Livingstone Petitenget, Kerobokan Kelod. Dan sembari menyantap makan malam bersama dengan menu barat, obrolan jadi makin mengalir saat Mas Kadi Riyanto menginformasikan kegiatan SmartFren yang kini sudah gak lagi terfokus pada penjualan produk Andromax saja, tapi lebih pada upaya mengedukasi komunitas atau kalangan mahasiswa lewat program csr mereka. Salah satunya ya agenda hari ini.

Yang bikin diskusi makin asyik untuk diikuti adalah kehadiran Mas Antonius Priantoro, Telesales Channel Section Head SmartFren, yang sejak awal pertemuan tampak mengotak atik presentasi yang nantinya bakalan disampaikan. Beliau ini mencoba memperkenalkan inovasi baru SmartFren Club bagi kawan-kawan rekan kerja termasuk diantaranya beberapa Blogger Bali, yang banyak membantu endorse produk maupun paket data SmartFren yang sudah dikenal luas jaringannya. Minimal upaya yang dimaksud, bisa dimonetize sebagai rasa Terima Kasih nantinya.

Idenya bagus juga, cuma memang masih ada beberapa hal yang mungkin, bisa lebih disempurnakan lagi mengingat para pesaing pada pangsa pasar serupa, sudah jauh lebih hebat perkembangannya. Utamanya soal akses dalam bentuk mobile apps atau opsi pembayaran yang informasinya akan diselesaikan sebelum akhir tahun 2017 ini. Namun demikian penawaran sebagaimana info singkat padat dan jelas tadi, layak kok untuk dipertimbangkan.

Mau tau seperti apa SmartFren Club itu bisa menguntungkan buat kalian ?
Nanti disambung lagi ceritanya.

Eh iya, saya lupa mengucapkan Terima Kasih tadi untuk traktiran makan malamnya di Livingstone Petitenget, Kerobokan Kelod yang menurut saya memiliki pangsa selera anak muda kekinian. Pula seperti biasa, untuk oleh-oleh yang dibekali di akhir sesi.

Mifi M5.
Semoga dalam waktu dekat bisa diUnboxing di halaman ini.

Tetap semangat dan #4Ginaja

Satu lagi, foto diatas diambil dari akun IG nya mas Anton disini.

Scoop dan Penyesuaian Kurs Dollar Google

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Tadinya cuma iseng, pengen nyenengin ortu dengan berlangganan Intisari, kesayangan Beliau sejak masa muda dulu, di aplikasi Scoop. Gegara aplikasi S-Lime bawaan Samsung Tab A 2016 10 inchi, ndak memberikan keleluasaan pengunduhan terhadap buku yang sama, padahal di perangkat Samsung A9 Pro yang saya pegang nyaris semua sajian bisa dinikmati.

Langkah pertama tentu membeli Google Voucher di Indomaret Gatsu, kamis dini hari. Lalu input di perangkat baru gres milik ortu dan bersiap hunting Intisari yang bisa dibeli seharga 15.000 IDR per edisinya. Saat pembayaran dilakukan, Scoop memberikan opsi pilihan berlangganan 6 bulan kedepan, dihitung tambahan ppn 10% sehingga total yang harus dibayarkan adalah 99.000 IDR.
Namun berkali-kali mencoba sebelum deal pembayaran, opsi perubahan muncul pemotongan 129.000 IDR untuk pilihan diatas.
Lantaran bingung dan penasaran, maka diambilah keputusan Pembelian.

Ternyata benar, top up Google Voucher yang diisi sebesar 150.000 IDR hanya menyisakan nominal 21.000 IDR. Lalu untuk apa perbedaan pemotongan nilai yang selisihnya mencapai 22.000 IDR tadi ?

Saya mencoba menanyakan hal ini melalui alamat email customercare Scoop sesuai petunjuk yang ada, mendapati alasan bahwa pemotongan diatas adalah untuk pembayaran Intisari 7 Edisi, dengan rincian 1 Edisi yang diunduh, dan 6 Edisi yang rencananya bakalan berlangganan mulai bulan depan. Yang kalo ditotal sebenarnya berjumlah 105.000 IDR tanpa ppn 10%, atau 115.500 IDR dengan ppn untuk 7 Edisi, atau 114.000 IDR untuk ppn 6 Edisi berlangganan dan 1 Edisi unduhan.

Lalu kenapa dipotong sebesar 129.000 IDR ? Apakah itu terkait opsi Premium Scoop yang bisa dipilih kategorinya ? Ternyata tidak.
Memang benar untuk pembelian Intisari 7 Edisi, 1 Edisi Unduhan dan persiapan 6 Edisi berlangganan berikutnya. Lalu cara hitungnya bagaimana ?

Info dari Customer Carenya sih, perbedaan pemotongan terjadi akibat penyesuaian Kurs Dollar yang dilakukan oleh Google. Masalahnya adalah penyesuaian yang mana ?
Apakah nilai 99.000 IDR untuk berlangganan Intisari 6 Edisi kedepan menjadi 129.000 IDR kah yang dimaksudkan ? Atau pembelian 7 Edisi diatas tadi ?

Yang paling memungkinkan adalah sebenarnya pembelian Intisari 2 Edisi dan paket berlangganan Intisari 6 Edisi plus ppn 10%, dimana angka 30.000 IDR ditambah 99.000 IDR menjadikannya lebih masuk akal. Cuma masalahnya, Intisari yang diunduh atau dibeli itu baru 1 Edisi saja. Makanya jadi mentah lagi.

Seakan tak percaya dengan alasan pembelian buku di media Scoop ini menyesuaikan kurs dollar Google, saya kembali melakukan pembelian majalah T-Plus yang juga senilai 15.000 IDR, yang ternyata hanya terpotong dengan nilai yang sama tanpa ada tambahan ppn.
Lalu penyesuaian tadi berlakunya dimana ?

Tapi yah, terlepas dari Nilai pembelian yang hanya sebesar 1 lembar uang merah dan 1 lembar uang hijau, ini pelajaran berharga dari Scoop. Bahwa sebenarnya tinggal menunggu lampu hijau dari aplikasi S-Lime miliknya Samsung saja untuk bisa mengakses Intisari secara gratis, free tanpa pembelian lagi ataupun pengenaan ppn 10%.
Memang ndak seberapa, tapi kalo dikalikan ratusan pengguna lainnya ? Lumayan juga yang terkumpul dari situ.

dan untuk Scoop ?
Ini kali terakhir saya bertransaksi.
Mungkin ada yang mengalami hal serupa ?