berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O #2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Lanjut dikit tentang Golongan Darah O dari buku komik karya Park Dong Sun yang masih asyik buat dikulik…

Darah O PanDe Baik 05

Kemampuan Mengingat ? *hmmm… tapi kerja sama dalam Tim ? Hehehe… *dasar individualis

Darah O PanDe Baik 03

Janji jam 3 Sore ? *mengulur waktu… dan baru terburu buru last minute. 🙂 *dasar… musti jadi lebih baik nih kedepannya…

Darah O PanDe Baik 02

Diibaratkan sebagai tokoh Jangbi ? *bersikap sopan pada atasan namun sekaligus mampu bersikap tegas kepada bawahan… betulkah begitu kawan-kawan staf ? 🙂 *nanti kalian kasi masukan ya…

Darah O PanDe Baik 01

Mudah terpengaruh… Mudah goyah… saat kritis… kesabarannya mulai membingungkan *hihihi…

Darah O PanDe Baik 04

…dan ? Saat menyetir ? Hehehe… bener bener parah nih si om Park *tau aja dia

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Ha… berikut beberapa kisah tentang Golongan Darah O… kira kira kaya apa yah ?

Darah O PanDe Baik 10

Bersemangat saat memiliki Tujuan… dan bakalan mengendur saat Tujuannya kabur :p

Darah O PanDe Baik 09

Ahli dalam bidang tertentu *uhuk *banyak ide dan…

Darah O PanDe Baik 08

Tidak mudah percaya dengan orang lain… tapi kalo sudah percaya ? Hohoho…

Darah O PanDe Baik 07

Paling lemah dalam mengendalikan Keinginan… tapi punya Keinginan paling Kuat :p

Darah O PanDe Baik 06

…dan …Realistis 🙂 *kalo lagi jatuh cinta, paling cepat mendidihnya :p *colek ibunya anak-anak

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang SKetSa

Tahukah kalian jika Golongan Darah O (milik saya), kalo ditempatkan ditengah ruangan tabiatnya suka menjelajah ruangan ? Atau kalo lagi diminta menilai penampilan seseorang, ia malah memiliki pendapat lain yang tentunya lain dari yang lainnya ? Hihihi…

rps20140805_082016

Kekonyolan tersebut dirangkum dalam satu buku karya om Park Dong Sun dalam tajuk Simple Thinking about Blood Type yang diterbitkan pertama kali tahun 2013.

Tahu ada karikatur beginian sih sudah lama sebetulnya. Kalo gag salah dari forum Kaskus yang diterusin ke akun socmed FB dan terakhir kalo gag salah nyariin edisi lainnya via mbah GooGLe. Tapi sudah jodoh kali, saya nemunya dalam bentuk buku pas nyariin novelnya om Hilman di Gramedia tempo hari dan langsung aja diembat tanpa pikir panjang lagi. Hasilnya, HaHaHiHi…

Iseng aja sih, hanya pengen tahu sudut pandang orang terhadap tabiat Golongan Darah O dan B (milik istri), yang bisa dijadiin bahan candaan. Meskipun didalamnya berisikan juga soal sisi positif semua golongan darah, tapi rasanya untuk yang satu ini yah cukup diingat saja. Just for Fun ceritanya.

Jadi ada 4 Golongan Darah yang terpantau dalam buku yaitu A, B, AB dan tentu saja O. Golongan Darah Biru dapat dipastikan tidak masuk dalam pembahasan di om om dari Korea ini. Ditelisik dari berbagai sudut pandang kondisi dan teori yang kalau tidak salah sih diambil dari hasil survey atau sample. Cukup bisa dipercaya tentunya, apalagi jika mau disandingkan dengan lembaga survey pilpres kemarin yang ditenggarai abal-abal itu.

rps20140805_082049

Sedikitnya ada tiga bab penting yang bisa dinikmati selama menjelajah isi buku. Sifat seseorang dari Golongan Darah, Hubungan Sosial antar Golongan Darah dan Cerita Seru diantara mereka. Sisanya pembaca bakalan disuguhi hasil coretan komik lain karya si penulis.

Dan saya yakin kalau kalian pun berkesempatan dengan buku Simple Thinking about Blood Type ini dalam waktu dekat, ya bisa ikutan berHaHaHiHi juga saat senggang.

Tapi jangan lupa yah untuk tetap berbagi Golongan Darah eh berbagi Darah maksudnya secara rutin tiga bulan sekali… ditunggu loh 🙂

No Friends No Games, Little Mice GAME OVER!!

Category : tentang SKetSa

Topik bahasan Muhammad Mice Misrad kali ini seperti mengabulkan harapan saya di masa lalu akan diceritakannya sejumlah permainan masa kecil yang lebih banyak dilakukan di luar rumah, yang tentunya amatlah menyenangkan. Membuat saya kangen pada sejumlah teman masa SD yang penuh cerita.

Kisah dimulai saat hujan mendera, dimana Mice teringat pada masa kecilnya yang jika berada dalam situasi seperti ini, ia langsung melepas baju dan celana, lalu berlari keluar rumah untuk bermain hujan. Hal yang sama, namun tidak sampai telanjang, kerap saya lakukan dengan berbagai alasan, agar disempatkan ‘mekocel-kocel’ diluaran.

Mice 3

Masa Senapan Kayu, mungkin bukanlah masuk di jaman saya dahulu. Namun untuk Pletokan, mungkin iya. Bahkan untuk bahan baku senjatanya, kami menggunakan buah jambu yang masih muda dan kecil untuk ditembakkan ke arah lawan. Kebetulan di halaman rumah kami jaman dulu, terdapat tiga pohon jambu berukuran jumbo yang siap mengotori tanah dibawahnya dengan ‘kampuak’ dan serpihan bunga serta daunnya.

Bola Gebok, permainan yang dilakukan secara berkelompok ini sebenarnya bisa dipadukan dengan petak umpet dimana tumpukan batu dijaga dengan baik agar tidak sampai diruntuhkan oleh kelompok lawan dengan lemparan bahkan tendangan dadakan. Dan biasanya kalopun ada salah satu anggota yang ngambek akibat ‘jadi’ terus menerus, barulah permainan bubar dengan sendirinya. He…

Ada lagi permainan Gelatik, yang kalau di masa kami lebih dikenal dengan nama Tak Til. Bermodalkan batang kayu pohon terdekat, dimainkan berdua atau lebih, dengan kemampuan yang semakin hari makin diasah kehebatannya memukul batang pendek hingga bisa jatuh lebih jauh. Baik di rumah maupun sekolah, ini adalah permainan yang amat sangat saya sukai saat waktu luang tiba.

Gundu atau Kelereng, pula merupakan salah satu permainan yang begitu digemari. Sayapun termasuk didalamnya. dan di Bali, nama permainan ini lebih dikenal dengan Guli. Mengandalkan sentilan jari tengah dan telunjuk dengan kekuatan yang jauh lebih baik ketimbang jari lainnya. Istilah-istilah yang disebutkan oleh Mice disini, benar-benar mirip dengan istilah yang kami gunakan dalam permainan Guli sehari-hari. Stik, Jus, Tipis hingga Stand untuk pose berdiri, terutama bagi pemain yang berada di posisi dekat tembok. Macam-macam Guli atau kelerengpun saya miliki, dari yang bening, bermotif warna hingga susu. Dari yang ukuran normal, kecil hingga jumbo. Dan tempat yang digunakan untuk menampung kelereng jaman itu ya kaleng biskuit Khong Guan seperti yang digambarkan di salah satu halamannya.

Mice 4

Ada lagi kalo gag salah main Gala, benteng, kartu remi, empat satu, cangkul, joker, atau Kik (yang ini untuk anak perempuan, dengan ikatan bunga jepun yang ditendang-tendang vertikal). Atau kwartet, dimana masa itu masih dipenuhi dengan gambar Megaloman atau Voltus 5… ah, masih banyak lagi yang rupanya belum sempat dibahas.

Yang Unik, tentu saja gambaran Profil Bocah era 70-80an yang diekspresikan ingusan, dekil, berkeringat dan borokan atau koreng, tentu berbeda jauh dengan profil anak masa kini, era tahun 2000an. Jujur saja, saat kecil memang ada beberapa kawan persis seperti gambaran tersebut, gag kebayang kalo anak seperti itu masih ada di jaman kekinian kota besar. Pasti jadi heboh deh. Hehehe…

Namun yang paling menggelitik dari semua kisah yang ada, saat bagaimana diceritakan akhir buku dicapai, yaitu saat sang anak yang mengeluhkan batere ipad yang sudah lobet (lowbatt), satu gambaran yang lumrah ditemui di era kekinian. Ya, anak tak lagi ramai bermain di luaran bersama kawannya, namun asyik dalam kesendirian gadget akibat tahun lahir di jaman layar sentuh. *menarik nafas panjang

Football’s Coming Home! by Mice

Category : tentang SKetSa

Lain Benny Rachmadi, lain pula sang kawan sekaligus rival, Muhammad Mice Misrad.

Mengambil tema asyik sepakbola, dalam rangka perhelatan tingkat dunia tempo hari, kartunis kelahiran Jakarta 23 Juli 1970 ini mencoba menerjunkan kisah sepenggal demi sepenggal gambaran masa kecil yang dapat ia ingat  disertai beberapa pengenalan istilah Komentator Bola yang dibukukan dalam satu jilid dua muka.

Mice 2

Dikisahkan tentang Mice kecil dikisaran tahun 1978 (tahun lahir saya nih), dimana saat itu yang namanya lahan hijau nan lapang masih banyak bertebaran di seantero kota Jakarta, lahan yang dipikirnya tak bertuan.

Sebagaimana kisah anak kecil jaman dahulu, sebelum lahan dimanfaatkan sebagai ajang tanding sepakbola, selalu didahului dengan aksi fantasi dunia anak, seperti misalkan silat kungfu. Atau bermain meriam bambu serta mendirikan tenda kardus dan sarung layaknya camping. Sayangnya, dalam kasus ini, tidak banyak kisah yang dapat dituangkan oleh Mice melalui goresan ringannya. Namun sedikit banyak bisa bercerita perihal bola plastik yang dibeli patungan Rp.25,- per orang (jaman itu), serta kisah unik yang terjadi didalamnya.

Lain cerita masa kecil, lain lagi kalo bercerita soal Kamus Istilah Komentator Bola. Untuk kasus yang satu ini sih, gag perlu pendapat banyak yah, mengingat yang namanya komentator biasanya sih jauh lebih pintar ngomongnya daripada prakteknya. Namanya juga komentator. Hehehe…

Jadi ceritanya si Mice lagi kepengen berbagi pemahaman akan berbagai istilah para Komentator Bola yang dianggap menggelikan di telinga kita, diantaranya Belanja Pemain, Pemain Pinjaman, Pemain Veteran, Penyerang yang Tajam, Bola Muntah hingga Diving atau Gantung Sepatu. Yakin banget bagi yang hobi mantengin bola, pasti tahu arti istilah yang sebenarnya, namun bagi Mice ya semacam dugaan pemahaman bagi awam, seperti saya misalnya. Hehehe…

Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi (2)

Category : tentang SKetSa

Jika dalam perjalanan awal menyusuri jalur Pantura atau Pantai Utara berakhir di Trowulan Mojokerto, maka untuk melanjutkan kisah perburuan Tiga Manula dalam rangka menemukan Desa Tingal Wetan, kelahiran Waluyo, Liem dan Sanip memutuskan untuk menjelajahi jalur selatan Jawa sambil pulang ke Jakarta.

Buku seri kedua dari kisah perjalanan Tiga Manula dalam pencarian jati diri sang tokoh Waluyo, merupakan seri ketiga cerita yang sama yang pernah diluncurkan oleh Benny Rachmadi, kartunis jebolan studi Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dicetak pertama pada Desember 2013, berselang setahun dari seri pertama Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura, memulai kisah lanjutannya dari wilayah Jombang yang kemudian mengingatkan mereka pada… Gombloh ? Atau Sutan Batoegana ? *ealah… Gus Dur om… hehehe…

Tiga Manula 2

Perjalanan selanjutnya pun masuk ke Blitar, mengunjungi kompleks Makam Bung Karno, presiden RI pertama serta biar komplit, lanjut ke Karanganyar, peristirahatan terakhir Pak Harto, presiden kedua RI yang berkuasa lebih dari 30 tahun lamanya. Tak lupa blusukan ke Kota Solo, tempat asal Calon Presiden RI tahun 2014 nanti. *uhuk

Seperti biasa, selain berbagi Tips terkait ke-khas-an masing-masing daerah yang dilewati, tidak lupa mencicipi kuliner daerah seperti Selat Solo, Bestik, Tengkleng dan Sate Kere, atau Kopi Areng yang jujur saja baru kali ini saya tahu. :p

Makin aneh lagi ketika masuk ke bahasan Sate Klathak dengan tusukan Jeruji sepeda, Jadah Tempe yang dimodif jadi Big Mac :p hingga Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

Sedangkan objek wisata ada Alun-Alun selatan Keraton Jogyakarta, Candi Borobudur dengan salah satu stupa yang ‘mengabulkan harapan’, hingga Benteng Karang Bolong di Nusakambangan.

Tampaknya kisah yang ingin dibagi oleh Benny Rachmadi tak melulu soal kelucuan kartun, namun juga eksplorasi budaya dan melimpahruahnya kebhinekaan yang ada di negara kita. Patut diacungi jempol tentu saja.

Jadi, bagi kalian yang ingin tahu meski secara tidak langsung soal kuliner, objek wisata hingga hal-hal yang sekiranya unik ditemukan di seantero Pulau Jawa, dua buku Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura dan Selatan Jawa bisa dijadikan pilihan asyik sembari terkikik. Selamat menikmati yah…

Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi

Category : tentang SKetSa

Masih ingat cerita kocak Tiga Manula Waluyo, Sanip dan Liem si juragan tajir yang beruntung bisa jalan-jalan ke Singapura, pasca banjir keuntungan dagangan tablet ? Kini mereka kembali lagi lewat kisah jalan-jalan ke Pantura atau jalur Pantai Utara. Bagi yang kerap mudik, saya yakin pasti tau dan pernah menyambanginya.

Adalah Waluyo, salah satu dari tiga Tokoh Manula yang menjadi peran utama selama perjalanan, merasa kangen dengan desa kelahirannya Tingal Wetan dan memilih untuk rendeman di dalam sebuah sumur. Merasa kasihan, si juragan Liem lalu berupaya untuk mengantarkan si Waluyo mudik ke desa asal, yang rupanya kelupaan kalo Tingal Wetan itu ada dimana. Maka diusulkanlah untuk menyusuri Jalur Pantura atau Pantai Utara dengan harapan, Waluyo bisa mengingat kembali dimana Desa kelahiran Tingal Wetan berada.

Seperti biasa, Benny Rachmadi sang kartunis mengawali kisah dengan memberikan beberapa Tips ringan terkait persiapan perjalanan. Termasuk rute pertama yang dikunjungi dari Cikampek.

Tiga Manula 1

Berkarya dan Berkarya.

Kurang lebih begitu yang dapat saya gambarkan untuk seorang Benny Rachmadi, kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 silam. Setidaknya kemampuannya terus terasah dari seri komik strip di mingguan Kompas, ke bentuk buku dengan berbagai topik nakal. Diantaranya yang pernah dikisahkan dalam blog ini ada 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda, 100 Tokoh yang mewarnai Jakarta, dobel kisah Dari Presiden ke Presiden, atau Lost in Bali jilid 1 dan 2 yang merupakan tandem bareng Mice sang rekan termasuk kisah Tiga Manula seri pertama, Jalan-Jalan ke Singapura.

Seperti halnya tulisan seorang blogger atau kolumnis yang merasa sudah jatuh cinta pada dunianya, tak semua karya kemudian bisa memuaskan hasrat para penggemarnya, demikian halnya saya akan karya Tiga Manula lanjutan kali ini. Namun demikian, apa yang tergambar saya yakini memang benar adanya, yang kemudian seakan menampar wajah sendiri. Jadi antara ngakak, senyum simpul hingga miris sendiri, dapat timbul begitu saja tergantung dari sudut pandang orang yang menikmatinya. Tapi mengingat tujuan diluncurkannya buku Tiga Manula ini adalah untuk bersenang-senang atau menertawai diri sendiri, jadi ya dinikmati saja apa adanya.

Saat melalui beberapa rute perjalanan, selain Tips ada juga diberikan beberapa jenis kuliner yang kurang lebih bisa diartikan sebagai hal yang patut dicoba dari ke-khas-an dari daerah tersebut, bisa juga ‘iklan sponsor’ yang dipesan. Hehehe… jadi ya tergantung dari sudut pandang tadi. Katakanlah Nasi Jamblang Cirebon, Kupat Glabed ‘Ibu Inah’ Brebes, Rawon Kalkulator atau Nasi Gandul kota Pati.

Tiga Manula 3

Uniknya, ada juga ke-khas-an lain yang coba ditunjukkan dalam cerita seperti Batik Mega Mendung Cirebon, Ikan Dewa objek wisata Cibulan Jawa Barat, 67 Toilet Bersih Tegal, Batik Tulis Pekalongan, hingga Kakek Misterius Alas Roban. Semua diramu dengan ciri kartun Mas Benny yang menggelitik.

Cerita Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura yang diterbitkan pertama pada November 2012 ini secara tidak sengaja (atau memang sengaja), dilahirkan di era kekinian dimana salah satu ‘petunjuk’ penting yang dapat dilihat secara jelas adalah sosok kendaraan yang digunakan, Honda CRV edisi terakhir, lengkap dengan wajah baru dan buritan belakang yang bengkok. Meskipun bisa jadi beberapa ide dan penuangannya sempat dibuat jauh sebelumnya. Jadi tergolong anyar-lah untuk dinikmati.

Mengintip Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura yuk

Category : tentang SKetSa

Cover depannya ‘Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura’ karya Benny Rachmadi dari duo Benny dan Mice

Awal mula kisah ‘Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura’

Noraknya Waluyo dengan Minyak Angin di Pesawat Terbang

Berbagai Tujuan orang berangkat ke Singapura, lengkap dengan kutilan Istri Bupati dan ‘melarikan diri lantaran gag ada Ekstradisi :p

‘Enggak Belanja kok… kan Cuma 2 hari ? :p

Mencicipi Kuliner “KFC” di Singapura

Dan es krim potong ala sandwich-nya

Kisah pe-Rokok yang di-Legal-kan, lumayan mendapat porsi lebih

Dan tentu saja kisah ‘mengembik di kandang Harimau’ lantaran begitu rasa bangganya pada perangkat bernama BlackBerry :p

Mau Jalan-Jalan ke Singapura ? Baca ini dulu :p

2

Category : tentang SKetSa

Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura

Satu lagi komik khas buah karya sang maestro Benny Rachmadi dari duo Benny dan Mice, yang sekiranya dapat menjadi bacaan wajib bagi mereka yang kelak ingin melakukan perjalanan baik itu untuk keperluan berobat, belanja, bisnis pekerjaan atau bahkan melarikan diri menuju negara tetangga nan megah, Singapura.

Mengisahkan tiga tokoh utama bernama tokoh Sanip seorang Manula penyayang Ayam, Waluyo Pemuda masa lalu asal Tingal, sebuah daerah yang tidak ada dalam peta, dan Liem seorang pengusaha keturunan yang memiliki bisnis apa saja yang penting ‘aku senang aku menang’. :p

Berawal dari bisnis Tablet Android mbah Liem yang untung gede, diceritakanlah ia mentraktir dua Manula Sanip dan Waluyo untuk Jalan-Jalan ke Singapura. Maka dengan guyonan khas Benny Rachmadi sejak awal buku-buku sejenis dirilis, sudah bisa ditebak arah alur cerita yang ingin disampaikan. Mulai dari kisah mereka bertiga menjelajahi Singapura dari berbagai sudut hingga fakta-fakta yang ada pula aturan dan larangan yang diterapkan.

Meski sudah bisa ditebak, namun banyolan yang dilontarkan itu pas banget menusuk hati dan jantung para pecinta ‘Singapura’ asal lokal lengkap dengan kelakuannya. Dari penggunaan minyak angin didalam pesawat terbang, hobi shopping barang bermerek padahal kalopun diburu didaerah sendiri dapetnya ya 11-12 lah, berburu kuliner pinggiran, mengembik di kandang harimau lewat ponsel BlackBerry terbaru yang begitu dibanggakan, hingga tawar menawar ala SingLish (Singapura English).

Buku yang dikemas dalam format Landscape khas karya duo Benny dan Mice ini disajikan dalam bentuk komik strip dan full halaman dua warna dan beberapa pula full color. Secara ide yang sudah terlihat asyik sejak awal, makin jadi saat masuk hingga pertengahan dan jelang usai komik. Bagi yang kelak ingin berjalan-jalan ke Singapura, saya rekomendasikan agar menikmati buku ini dahulu untuk merilekskan pikiran disamping memahami pula aturan dan larangan yang diterapkan dalam bentuk kartun yang menggelitik. :p

Menertawai Benny Rachmadi dengan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda

6

Category : tentang InSPiRasi, tentang SKetSa

Lama tak menjumpai coretan kartun Benny & Mice, membuat kangen dengan guyonan khas mereka berdua. Kalo gag salah terakhir itu ada Lost in Bali 2. Sempat pula mengisi kuisioner yang dilepas lewat akun FaceBook kalo gag salah, dimana satu pertanyaannya yang saya ingat adalah ‘kartun siapa yang lebih menarik untuk dibaca ? Benny ? Mice ? atau Benny & Mice ?

Saat itu tentu saya memilih kedua karakter bisa kembali tampil dalam satu buku. Karena memang mereka hadir saling melengkapi. Untuk Joke-nya pun jadi lebih terasa nikmatnya. Sayangnya, hingga kini belum ada rilis terbaru dari mereka. Sembari menunggu, buku coretan terbaru dari Benny Rachmadi salah satu dari duo Benny & Mice, bolehlah ditertawai lebih dulu. Isinya cukup aktual untuk kondisi negeri ini. Apalagi ketika menemukan salah satu kartun aGan DPR yang keasyikan dengan Gadget terbarunya saat Sidang Dewan untuk menonton Video Porno beberapa waktu lalu, di halaman belakang.

100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda. Dibuka dengan adegan si tukang bajaj yang biasanya tampil dalam hampir setiap goresannya Benny Rachmadi, memperingatkan sekelompok orang dari politisi, cewe’Gaol, atau tipikal orang kebanyakan akan Banyaknya Peristiwa Nahas bakalan terjadi pada mereka (termasuk kita semua dan si kartunis tentu saja).

Beberapa peristiwa nahas itu antara lain, Diajak Ngobrol oleh Bule tapi gag ngerti bahasa Inggris padahal yang bersangkutan menggunakan baju kaos bertuliskan English, kebelet di tempat umum yang ketika menemukan surganya malah berbau, kotor dan minim cantelan, tertipu pedagang vcd maksud hati membeli Bilm Ferjuangan eh malah berisikan SpongeBob, membeli barang yang sama dengan harga berbeda lantaran terlalu ngebet dengan embel-embel BM, ditawari sms utang atau bagi-bagi uang gratis hingga dikorek om Uya Kuya.

Dari 100 Peristiwa (ternyata memang beneran 100) Yang Bisa Menimpa Anda, lebih banyak mengisahkan situasi kondisi Kota Jakarta, tempat tinggal dan mengadu nasib si kartunis, sehingga topik terkait Banjir, Busway, kemacetan hingga digoda banci (termasuk pengalaman pribadi saya saat mampir di jalanan jakarta), lebih banyak menghiasi buku yang dicetak pertama bulan Mei 2011 kemarin. Mungkin jika boleh ditambahkan embel-embel (di Jakarta) bisa jadi akan sangat mengena semua pembaca yang membacanya mengingat jalur Busway adanya Cuma di kota Jakarta kalo tidak salah.

Tapi memang ada beberapa Peristiwa dari 100 Yang Bisa Menimpa Anda ini malah beneran bisa terjadi pada setiap makhluk Tuhan di muka bumi. Termasuk diantaranya terjebak PaMer PaHa alias Padat Merayap tanPa Harapan alias Macet, masuk tipi (tidak sengaja) syukur-syukur dalam laporan media yang positif, atau saat Berusaha meraih sisa makanan yang nyempil disela gigi belakang bagian atas secara ‘manual’ lantaran kehabisan tusuk gigi. Hehehe…

Yah, pada akhirnya menurut kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 ini sih, Cuma ingin mengingatkan supaya kita semua lebih berhati-hati dalam berperilaku, waspada akan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda dimana saja.

Meringis dan Tertawa bareng Benny Rachmadi

6

Category : tentang SKetSa

Melanjutkan aksi kartun opini oleh Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice dalam buku ke 2, Dari Presiden ke Presiden, petikaian Indonesia dengan Malaysia berkaitan dengan Ambalat pun tak luput menjadi perhatiannya. Wajah Pihak Indonesia yang sangar ditimpali dengan wajah ‘minta perdamaian’ dari pihak Malaysia benar-benar mengena apalagi  dibalik ‘perdamaian’ itu secara diam-diam Malaysia mengambil alih Ambalat dan berhasil…

Kebijakan 2

Kebijakan pemberlakuan penggunaan bahan bakar Pertamax bagi kendaraan pribadi yang tempo hari membuat saya terbengong-bengong pun ada disitu.  Demikian pula dengan tingkah polah para tim sukses yang tidak membayar pesanan baju kaos mereka lantaran kalah dalam pemilu 2009 lalu. Ironis memang…

Tampaknya karya kreatif kartun opini oleh Benny Rachmadi ini gak Cuma membuat saya meringis tapi juga tertawa seakan mengejek diri ita sendiri. Apalagi kalo bukan soal GENGSI rakyat kita yang tidak mau dikatakan miskin oleh orang lain. Walaupun kondisi keuangan tidak mencukupi, minimal yang namanya penampilan dan gaya harus tetap nomor satu. Momen Lebaran paling sering menjadi contoh, Mudik dengan gaya sejuta dan saat balik lagi ke kota ? huahahaha… Adaaa aja nih Mas Benny

gengsi dan Teknologi

Termasuk menurunnya kualitas jaringan telekomunikasi mencakup koneksi internet ditengah persaingan (baca:penurunan) harga yang dilakukan oleh para operator. Mentang-mentang murah. Hehehe…