berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O #2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Lanjut dikit tentang Golongan Darah O dari buku komik karya Park Dong Sun yang masih asyik buat dikulik…

Darah O PanDe Baik 05

Kemampuan Mengingat ? *hmmm… tapi kerja sama dalam Tim ? Hehehe… *dasar individualis

Darah O PanDe Baik 03

Janji jam 3 Sore ? *mengulur waktu… dan baru terburu buru last minute. 🙂 *dasar… musti jadi lebih baik nih kedepannya…

Darah O PanDe Baik 02

Diibaratkan sebagai tokoh Jangbi ? *bersikap sopan pada atasan namun sekaligus mampu bersikap tegas kepada bawahan… betulkah begitu kawan-kawan staf ? 🙂 *nanti kalian kasi masukan ya…

Darah O PanDe Baik 01

Mudah terpengaruh… Mudah goyah… saat kritis… kesabarannya mulai membingungkan *hihihi…

Darah O PanDe Baik 04

…dan ? Saat menyetir ? Hehehe… bener bener parah nih si om Park *tau aja dia

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Ha… berikut beberapa kisah tentang Golongan Darah O… kira kira kaya apa yah ?

Darah O PanDe Baik 10

Bersemangat saat memiliki Tujuan… dan bakalan mengendur saat Tujuannya kabur :p

Darah O PanDe Baik 09

Ahli dalam bidang tertentu *uhuk *banyak ide dan…

Darah O PanDe Baik 08

Tidak mudah percaya dengan orang lain… tapi kalo sudah percaya ? Hohoho…

Darah O PanDe Baik 07

Paling lemah dalam mengendalikan Keinginan… tapi punya Keinginan paling Kuat :p

Darah O PanDe Baik 06

…dan …Realistis 🙂 *kalo lagi jatuh cinta, paling cepat mendidihnya :p *colek ibunya anak-anak

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang SKetSa

Tahukah kalian jika Golongan Darah O (milik saya), kalo ditempatkan ditengah ruangan tabiatnya suka menjelajah ruangan ? Atau kalo lagi diminta menilai penampilan seseorang, ia malah memiliki pendapat lain yang tentunya lain dari yang lainnya ? Hihihi…

rps20140805_082016

Kekonyolan tersebut dirangkum dalam satu buku karya om Park Dong Sun dalam tajuk Simple Thinking about Blood Type yang diterbitkan pertama kali tahun 2013.

Tahu ada karikatur beginian sih sudah lama sebetulnya. Kalo gag salah dari forum Kaskus yang diterusin ke akun socmed FB dan terakhir kalo gag salah nyariin edisi lainnya via mbah GooGLe. Tapi sudah jodoh kali, saya nemunya dalam bentuk buku pas nyariin novelnya om Hilman di Gramedia tempo hari dan langsung aja diembat tanpa pikir panjang lagi. Hasilnya, HaHaHiHi…

Iseng aja sih, hanya pengen tahu sudut pandang orang terhadap tabiat Golongan Darah O dan B (milik istri), yang bisa dijadiin bahan candaan. Meskipun didalamnya berisikan juga soal sisi positif semua golongan darah, tapi rasanya untuk yang satu ini yah cukup diingat saja. Just for Fun ceritanya.

Jadi ada 4 Golongan Darah yang terpantau dalam buku yaitu A, B, AB dan tentu saja O. Golongan Darah Biru dapat dipastikan tidak masuk dalam pembahasan di om om dari Korea ini. Ditelisik dari berbagai sudut pandang kondisi dan teori yang kalau tidak salah sih diambil dari hasil survey atau sample. Cukup bisa dipercaya tentunya, apalagi jika mau disandingkan dengan lembaga survey pilpres kemarin yang ditenggarai abal-abal itu.

rps20140805_082049

Sedikitnya ada tiga bab penting yang bisa dinikmati selama menjelajah isi buku. Sifat seseorang dari Golongan Darah, Hubungan Sosial antar Golongan Darah dan Cerita Seru diantara mereka. Sisanya pembaca bakalan disuguhi hasil coretan komik lain karya si penulis.

Dan saya yakin kalau kalian pun berkesempatan dengan buku Simple Thinking about Blood Type ini dalam waktu dekat, ya bisa ikutan berHaHaHiHi juga saat senggang.

Tapi jangan lupa yah untuk tetap berbagi Golongan Darah eh berbagi Darah maksudnya secara rutin tiga bulan sekali… ditunggu loh 🙂

No Friends No Games, Little Mice GAME OVER!!

Category : tentang SKetSa

Topik bahasan Muhammad Mice Misrad kali ini seperti mengabulkan harapan saya di masa lalu akan diceritakannya sejumlah permainan masa kecil yang lebih banyak dilakukan di luar rumah, yang tentunya amatlah menyenangkan. Membuat saya kangen pada sejumlah teman masa SD yang penuh cerita.

Kisah dimulai saat hujan mendera, dimana Mice teringat pada masa kecilnya yang jika berada dalam situasi seperti ini, ia langsung melepas baju dan celana, lalu berlari keluar rumah untuk bermain hujan. Hal yang sama, namun tidak sampai telanjang, kerap saya lakukan dengan berbagai alasan, agar disempatkan ‘mekocel-kocel’ diluaran.

Mice 3

Masa Senapan Kayu, mungkin bukanlah masuk di jaman saya dahulu. Namun untuk Pletokan, mungkin iya. Bahkan untuk bahan baku senjatanya, kami menggunakan buah jambu yang masih muda dan kecil untuk ditembakkan ke arah lawan. Kebetulan di halaman rumah kami jaman dulu, terdapat tiga pohon jambu berukuran jumbo yang siap mengotori tanah dibawahnya dengan ‘kampuak’ dan serpihan bunga serta daunnya.

Bola Gebok, permainan yang dilakukan secara berkelompok ini sebenarnya bisa dipadukan dengan petak umpet dimana tumpukan batu dijaga dengan baik agar tidak sampai diruntuhkan oleh kelompok lawan dengan lemparan bahkan tendangan dadakan. Dan biasanya kalopun ada salah satu anggota yang ngambek akibat ‘jadi’ terus menerus, barulah permainan bubar dengan sendirinya. He…

Ada lagi permainan Gelatik, yang kalau di masa kami lebih dikenal dengan nama Tak Til. Bermodalkan batang kayu pohon terdekat, dimainkan berdua atau lebih, dengan kemampuan yang semakin hari makin diasah kehebatannya memukul batang pendek hingga bisa jatuh lebih jauh. Baik di rumah maupun sekolah, ini adalah permainan yang amat sangat saya sukai saat waktu luang tiba.

Gundu atau Kelereng, pula merupakan salah satu permainan yang begitu digemari. Sayapun termasuk didalamnya. dan di Bali, nama permainan ini lebih dikenal dengan Guli. Mengandalkan sentilan jari tengah dan telunjuk dengan kekuatan yang jauh lebih baik ketimbang jari lainnya. Istilah-istilah yang disebutkan oleh Mice disini, benar-benar mirip dengan istilah yang kami gunakan dalam permainan Guli sehari-hari. Stik, Jus, Tipis hingga Stand untuk pose berdiri, terutama bagi pemain yang berada di posisi dekat tembok. Macam-macam Guli atau kelerengpun saya miliki, dari yang bening, bermotif warna hingga susu. Dari yang ukuran normal, kecil hingga jumbo. Dan tempat yang digunakan untuk menampung kelereng jaman itu ya kaleng biskuit Khong Guan seperti yang digambarkan di salah satu halamannya.

Mice 4

Ada lagi kalo gag salah main Gala, benteng, kartu remi, empat satu, cangkul, joker, atau Kik (yang ini untuk anak perempuan, dengan ikatan bunga jepun yang ditendang-tendang vertikal). Atau kwartet, dimana masa itu masih dipenuhi dengan gambar Megaloman atau Voltus 5… ah, masih banyak lagi yang rupanya belum sempat dibahas.

Yang Unik, tentu saja gambaran Profil Bocah era 70-80an yang diekspresikan ingusan, dekil, berkeringat dan borokan atau koreng, tentu berbeda jauh dengan profil anak masa kini, era tahun 2000an. Jujur saja, saat kecil memang ada beberapa kawan persis seperti gambaran tersebut, gag kebayang kalo anak seperti itu masih ada di jaman kekinian kota besar. Pasti jadi heboh deh. Hehehe…

Namun yang paling menggelitik dari semua kisah yang ada, saat bagaimana diceritakan akhir buku dicapai, yaitu saat sang anak yang mengeluhkan batere ipad yang sudah lobet (lowbatt), satu gambaran yang lumrah ditemui di era kekinian. Ya, anak tak lagi ramai bermain di luaran bersama kawannya, namun asyik dalam kesendirian gadget akibat tahun lahir di jaman layar sentuh. *menarik nafas panjang

Football’s Coming Home! by Mice

Category : tentang SKetSa

Lain Benny Rachmadi, lain pula sang kawan sekaligus rival, Muhammad Mice Misrad.

Mengambil tema asyik sepakbola, dalam rangka perhelatan tingkat dunia tempo hari, kartunis kelahiran Jakarta 23 Juli 1970 ini mencoba menerjunkan kisah sepenggal demi sepenggal gambaran masa kecil yang dapat ia ingat  disertai beberapa pengenalan istilah Komentator Bola yang dibukukan dalam satu jilid dua muka.

Mice 2

Dikisahkan tentang Mice kecil dikisaran tahun 1978 (tahun lahir saya nih), dimana saat itu yang namanya lahan hijau nan lapang masih banyak bertebaran di seantero kota Jakarta, lahan yang dipikirnya tak bertuan.

Sebagaimana kisah anak kecil jaman dahulu, sebelum lahan dimanfaatkan sebagai ajang tanding sepakbola, selalu didahului dengan aksi fantasi dunia anak, seperti misalkan silat kungfu. Atau bermain meriam bambu serta mendirikan tenda kardus dan sarung layaknya camping. Sayangnya, dalam kasus ini, tidak banyak kisah yang dapat dituangkan oleh Mice melalui goresan ringannya. Namun sedikit banyak bisa bercerita perihal bola plastik yang dibeli patungan Rp.25,- per orang (jaman itu), serta kisah unik yang terjadi didalamnya.

Lain cerita masa kecil, lain lagi kalo bercerita soal Kamus Istilah Komentator Bola. Untuk kasus yang satu ini sih, gag perlu pendapat banyak yah, mengingat yang namanya komentator biasanya sih jauh lebih pintar ngomongnya daripada prakteknya. Namanya juga komentator. Hehehe…

Jadi ceritanya si Mice lagi kepengen berbagi pemahaman akan berbagai istilah para Komentator Bola yang dianggap menggelikan di telinga kita, diantaranya Belanja Pemain, Pemain Pinjaman, Pemain Veteran, Penyerang yang Tajam, Bola Muntah hingga Diving atau Gantung Sepatu. Yakin banget bagi yang hobi mantengin bola, pasti tahu arti istilah yang sebenarnya, namun bagi Mice ya semacam dugaan pemahaman bagi awam, seperti saya misalnya. Hehehe…

Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi (2)

Category : tentang SKetSa

Jika dalam perjalanan awal menyusuri jalur Pantura atau Pantai Utara berakhir di Trowulan Mojokerto, maka untuk melanjutkan kisah perburuan Tiga Manula dalam rangka menemukan Desa Tingal Wetan, kelahiran Waluyo, Liem dan Sanip memutuskan untuk menjelajahi jalur selatan Jawa sambil pulang ke Jakarta.

Buku seri kedua dari kisah perjalanan Tiga Manula dalam pencarian jati diri sang tokoh Waluyo, merupakan seri ketiga cerita yang sama yang pernah diluncurkan oleh Benny Rachmadi, kartunis jebolan studi Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dicetak pertama pada Desember 2013, berselang setahun dari seri pertama Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura, memulai kisah lanjutannya dari wilayah Jombang yang kemudian mengingatkan mereka pada… Gombloh ? Atau Sutan Batoegana ? *ealah… Gus Dur om… hehehe…

Tiga Manula 2

Perjalanan selanjutnya pun masuk ke Blitar, mengunjungi kompleks Makam Bung Karno, presiden RI pertama serta biar komplit, lanjut ke Karanganyar, peristirahatan terakhir Pak Harto, presiden kedua RI yang berkuasa lebih dari 30 tahun lamanya. Tak lupa blusukan ke Kota Solo, tempat asal Calon Presiden RI tahun 2014 nanti. *uhuk

Seperti biasa, selain berbagi Tips terkait ke-khas-an masing-masing daerah yang dilewati, tidak lupa mencicipi kuliner daerah seperti Selat Solo, Bestik, Tengkleng dan Sate Kere, atau Kopi Areng yang jujur saja baru kali ini saya tahu. :p

Makin aneh lagi ketika masuk ke bahasan Sate Klathak dengan tusukan Jeruji sepeda, Jadah Tempe yang dimodif jadi Big Mac :p hingga Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

Sedangkan objek wisata ada Alun-Alun selatan Keraton Jogyakarta, Candi Borobudur dengan salah satu stupa yang ‘mengabulkan harapan’, hingga Benteng Karang Bolong di Nusakambangan.

Tampaknya kisah yang ingin dibagi oleh Benny Rachmadi tak melulu soal kelucuan kartun, namun juga eksplorasi budaya dan melimpahruahnya kebhinekaan yang ada di negara kita. Patut diacungi jempol tentu saja.

Jadi, bagi kalian yang ingin tahu meski secara tidak langsung soal kuliner, objek wisata hingga hal-hal yang sekiranya unik ditemukan di seantero Pulau Jawa, dua buku Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura dan Selatan Jawa bisa dijadikan pilihan asyik sembari terkikik. Selamat menikmati yah…