Menikmati Pagi di Inna Simpang 509

Category : tentang PLeSiran

Nda ada yang istimewa dalam perjalanan kali ini selain dimudahkan dan dilancarkannya semua urusan yang terjadi di Bank Jatim.
Baik upaya pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami yang putus kontrak tempo hari, maupun pengembalian Uang Muka yang sempat tersendat.
Semua berakhir dengan baik.

Nda nyaman liburan sendirian.
Inginnya have fun tapi yang ada malah tiduran di kamar hotel. Capek juga melewati tahun 2016 kemarin.
Ada sisi positif dan negatifnya.
Masing-masing punya cerita.

Hari ini rencananya mau balik, pulang ke Bali. Siang nanti.
Dah ga sabar bisa bertemu anak-anak dan istri, dan membawa mereka ke taman bermain, jalan-jalan atau ngemil. Kangen banget rasanya.

Terima Kasih ya Tuhan.
Harusnya bisa lebih riang menyambut hari ini.
Setidaknya nda ada lagi kegalauan atas semua yang terjadi di tahun lalu. dan musti bersiap menghadapi tantangan kerja tahun 2017 ini.
Ada banyak pekerjaan baru yang harus diselesaikan.

Pagi di Surabaya.
Menjadi awal tahun yang baru bagi hidup ini.

Liburan Sehari menikmati Paket Hemat di Surabaya

1

Category : tentang PLeSiran

Jujur, nda ada bagus bagusnya kalo dipaksa buat kabur liburan sendirian.
Apalagi sehari.
Paket Hemat lagi.
Duh !

Tapi ya dinikmati aja kesendirian ini.

Dari jalan jalan di sepanjang trotoar berpanas matahari, duduk santai sejenak di bangku taman, menyusuri jembatan penyebrangan, hingga kagok sendiri karena merasa salah tempat di mall dekat hotel.
Memang hal yang jarang dilakukan selama di rumah, malah jadi bingung sendiri…

Maka jadilah memilih untuk duduk seenaknya di angkringan nasi mie goreng, di pinggiran jalan sambil menyeruput segelas kopi yang agak mengkhawatirkan sumber air yang digunakan abang-abang tadi.
Pula duduk duduk bareng bapak bapak sopir di bale bengong pojokan hotel, sambil baca koran yang dibeli dari loper sebelah.
Sempat dikira orang yang nda waras, lantaran tampak luntang lantung dari tadi.

Tapi jujur, ini jauh bisa dinikmati ketimbang aktifitas di awal tadi. Memang nda cocok jadi pejabat sebetulnya. Apalagi tempat main nda ada yang bonafid.
Cuma ya rada miris pas tau kalo pandangan orang-orang sekitar yang rada aneh. Mungkin pada bingung kenapa Akoh Cina macam ini betah duduk di emperan pake baju kaos oblong…
Resiko kalo lagi ke luar daerah, selalu disangkain keturunan China gegara mata sipit ini.

Balik ke kamar hotel, lebih milih tiduran dan menuliskan semua rasa, sambil berkoordinasi dengan beberapa pimpinan terkait hasil dinas siang tadi.
Baru bisa merasa lebih tenang kali ini.

Jadi kangen boboin anak-anak, dan marah-marahnya istri…

Salah Duga Pengalaman Pertama di Surabaya

1

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan…”

Ehem, maaf keknya saya terlalu terhanyut dengan hari ini.
Ada banyak hal bersliweran di kepala sejak awal tahun 2017 dijejakkan.
Galau.
Pusing.
Pengen segera menyudahi semuanya.
dan untuk itulah, saya ada di Surabaya kali ini.

Surabaya ternyata Bersih kawan.
Saya jadi berdecak kagum ketika mobil yang ditumpangi masuk jalanan di Pusat Kota.
Hasil kerja walikota Bu Risma benar benar terasa.
Hal serupa disampaikan Pak Juari, sopir taxi Sang Bima apa tadi namanya. Maaf saya lupa. Kurang fokus dalam mengingat.
Bahwa Beliau bangga punya pimpinan macem itu.

Proses Pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami tahun lalu, berjalan lancar. Sekurangnya sekitar 2,5 jam saya disetrap oleh bagian Bank Garansi Bank Jatim, namun sudah tidak terasa lagi. Bahkan laparpun ndak berani muncul gegara keruhnya otak memikirkan hal ini sejak pagi.
Padahal awalnya mengira bahwa proses ini akan jauh lebih lama.
Terima Kasih Tuhan, semuanya sudah dimudahkan dan dilancarkan hari ini.

Berhubung penyelesaian urusan jadi agak lama, persoalan makan siang pun jadi mundur jauh.
Yang tadinya berpikir akan kesulitan kemana-mana, saya memilih ditunggui Pak Juari, sopir taxi yang bikin kesepakatan antar sana sini sekitaran 50ribu sejam. Ya sudah, dijabani saja ketimbang kebingungan.
Maka rute makan siang pun dipilih Soto Ayam Surabaya Pak Sadi Aseli !
Nda tau juga dimana bedanya dengan yang nda Aseli. He…

Nah berhubung tiket pesawat yang tersisa cuma Lion Air, jadi mikir lagi buat pulang.
Lebih baik meluangkan sehari buat liburan di Surabaya, ketimbang gedeg gegara delay cem tempo hari.
Maka persoalan tempat tidur pun jadi pikiran.
Awalnya milih Emerald di jalan Ambengan. Trus atas saran mba di Bank Jatim, untuk melirik Ibis disebelah, eh pengen juga. Lalu ada Hotel Santika yang lingkungannya agak meragukan keknya.
Terakhir ingat Inna Simpang. Hotel dekat Tunjungan Plaza yang jadi destinasi kunjungan tahun 2008 lalu bareng temanteman Bina Marga.

Akhirnya ya pilihan terakhir ini yang diambil. Agak nyesel juga sih lantaran persoalan harga kamar cukup lumayan ketimbang pilihan pertama.
Tapi diantara semua pilihan, hanya Inna yang punya fasilitas Spa.
Aktifitas pilihan untuk membuang waktu yang paling tepat sejauh ini.
Terbukti, saya ketiduran dan ngorok saat dipijat tadi.
Wih… capeknya luar binasa…

GA 341 menuju Surabaya

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Melaksanakan tugas dinas keluar kota sendirian sebenarnya bukan lagi hal yang baru, hanya saja hari ini merupakan perjalanan pertama yang menggunakan uang pribadi baik tiket dan agenda menginap di tujuan nanti.
Ya, meskipun agenda ini masih dalam kaitan pemutusan kontrak paket kegiatan Jalan Lingkungan di tahun 2016 lalu, tampaknya yang namanya uang perjalanan dinas belum bisa diamprah lantaran rupa kegiatan tahun berjalan juga belum tahu.
Jadi anggaplah ini sebuah aksi jalan-jalan paket hemat.

Melintasi udara dengan pesawat Garuda Indonesia GA 341, menempati tempat duduk 45H, dua deret ekor pesawat, ditemani filem blockbuster Ada Apa Dengan Cinta 2 di layar depan sandaran kursi.
Rasa rindu pada anak anak dan istri sedikit terobati lewat kelucuan adik bayi yang ada di seat 43C. Jadi inget Ara dan Intan waktu kecil.

Tak ada rencana khusus yang saya susun demi melewati waktu seharian ini. Yang terpikir hanyalah menyelesaikan urusan secepatnya di Surabaya, menemui pimpinan pelaksana, deal or no deal, saya balik pulang. Toh sudah berupaya merelakan semuanya.
Akan tetapi keknya perjalanan ini mubazir kalo dibuang percuma. Liburan sehari mungkin nda ada ruginya. Cuma ya kangen pada keluarga menyebabkan semua rencana tambahan tersebut lebih baik untuk tidak dijalankan.
Entah nanti.

Pesawat ini rupanya tak sebesar yang saya bayangkan. Seat H yang tertera pada boarding pass tampaknya tidak menjamin jumlah penumpang yang ada di satu deret. Nyatanya ya hanya 6 orang saja. A, B, C dan H, J dan K.
Kenapa ya ?

Lion Air JT 0026, Delay dan Delay

Category : tentang PLeSiran

Tadinya sempat berharap bahwa saat kepulangan dari Dinas ke Jakarta, kami bisa menggunakan pesawat Garuda Indonesia atau paling minim ya Citilink. Namun tampaknya nasib mengatakan lain.

Weekend panjang yang ada di minggu depan ini keknya membuat banyak orang kesurupan untuk memilih liburan ke Bali. Bisa jadi setelah penat berdemo tempo hari. He…

Pesawat Garuda Fully Booked. Baik yang rute penerbangan langsung dari Jakarta – Bali, ataupun yang musti mampir ke kota lain dulu, juga sama saja. Damn !
Surabaya, Yogja, Malang, Semarang hingga Lombok. Semua Fully Booked.

Hal sama juga saya pantau pada penerbangan Citilink.
Pantas saja tidak ada jadwal tersedia saat saya carikan info di keberangkatan kemarin. Wiii…

Maka setelah kebingungan dengan Air Asia yang ternyata sama pula jawabannya, maka Lion Air menjadi pilihan akhir. Wes… Bakalan kena delay deh keknya.

dan Benar saja.
Baru juga masuk ke Gate B7, eh ada pengumuman kalo penerbangan JT 0026 dipermaklumkan penundaan selama 45-60 menit dari waktu boarding. Weleh…
Namun uniknya, tak satupun calon penumpang tampak mengeluh.
Bisa jadi karena sudah hafal dengan tabiatnya Lion Air, atau memang sudah menduga sejak awal.

Tapi ya sudahlah…
Tinggal menunggu pulang saja sekarang.
Sudah kangen dengan anak-anak dan istri.
Pengen peyuk peyuk. Hehehe…

By The Way, itu si customer service keknya sudah ada 4 kali dalam rentang waktu berbeda memanggil sejumlah penumpang dengan kalimat pembuka ‘panggilan terakhir’.
Memangnya ada berapa ‘panggilan terakhir’ yang harus disampaikan sih ?
Versi New, News, Baru, Paling Baru atau apa ?

Dari Balkon Kamar 804 Harris Hotel Tebet Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Terbangun saat waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Saya langsung teringat bahwa ini waktu Jakarta. Duh… Terbiasa bangun pagi pukul 5 di Bali keknya malah terbawa kesini.
Sudah nda bisa tidur lagi…

Langit Jakarta masih gelap.
Sayapun memilih tiduran sambil melihat semua timeline yang terlewati semalam. Keknya kemarin ketiduran saat jam belum larut. Selain kecapaian lantaran sakit kepala, pening di sepanjang perjalanan, mual pun sempat mendera. Ya kek biasa, sayapun nyari pijat refleksi yang bisa fokus uyeguyeg kepala. Hasilnya lumayan. Cuma mata keknya jadi perih. Entah kenapa…

Sembari mengemasi semua bawaan, air mandipun dikucurkan. Di kamar pengganti ini rupanya ada bathubnya. Jadi bisa rileks dari semalam. Mandi pagi dilakoni kek biasanya. Cuma belum ada gangguan perut dari kemarin pagi. Musti sarapan susu atau buah keknya bentar di lobby.

Jakarta Bersih.
Saya suka melihatnya dari jendela balkon.
Meski disana sini masih ada pembangunan flyover, tapi kekumuhan yang enam tahun lalu kerap saya jumpai tiap kali Dinas ke Jakarta keknya sudah nda ada lagi kini. Mungkin masih ada saja di tempat lain, tapi sudah jauh lebih baik.

Hari ini saya lagi nda mood buat makan besar. Hanya mencomot beberapa biji kacang merah dan tomat dengan salad, juga sejumput bihun, brokoli, ikan dan mayonaise sebagai sarapan pagi. Sisanya dua gelas susu dan jus pepaya. Semoga bentar bisa setor pagi…

QG 153, Harris 523 dan 804

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tadinya saya berencana bisa melawat ke Jakarta untuk bisa melihat semua kemajuan yang sudah dihasilkan pada masa kepemimpinan Gubernur ‘Penista Agama’ Ahok dengan cara liburan bersama, dengan harapan bisa lebih santai dan menikmatinya.
Terakhir dinas terkait Kotaku, keknya aksi tersebut ndak maksimal bisa saya lakukan. Kalo ndak salah waktu itu proses pembahasan materi berlangsung hingga sesi malam. Jadi, ndak sempat kemana-mana.

Pagi ini saya sudah nongkrong di depan counter check-ins pesawat Citilink, kode penerbangan QG 153. Agenda berangkat berkaitan dengan upaya pemanfaatan dana DAK Bidang Perumahan dan pembahasan Draft Ranperda RP3KP Kabupaten Badung, mendampingi dua pimpinan.

Dari beberapa barang bawaan, rupanya saya kelupaan kacamata item minus yang biasanya saya selipkan untuk be’gaya saat luang di tujuan, dan sendal big size yang lupa dimasukkan saat mengganti tas ransel agar lebih ringan digendong. Ya sudahlah… Toh ini perjalanan hanya sehari. Harapan saya tadinya bisa membawa ‘bekal’ sedikit lebih ringan lagi.

Waktu menunjukkan pukul 8.45 WIB saat pesawat mendarat di bandara Halim Perdanakusuma. Meleset sekitar 25 menitan dari jadwal yang tertera pada boarding pass. Ini karena saat keberangkatan tadi, maskapai menyatakan penundaan lantaran agenda terbang terlampau ramai.

Setelah sarapan pagi di Soto Kudus Blok M, kamipun tiba di Kementrian PUPR dan diterima oleh Bapak Budiono, Koordinator Bidang Permukiman yang memandu proses diskusi terkait rancangan Peraturan Daerah RP3KP Kabupaten Badung yang menurut Beliau, merupakan generasi pertama yang berupaya menyusun pasca amanat undang-undang. Sementara Kementrian PUPR sendiri baru akan memprioritaskan bimbingan terkait penyusunan RP3KP pada Tahun 2017 mendatang. Ealah…
Meski demikian, agenda yang sedianya kami bagi menjadi dua sesi, akhirnya terjawab pula pada sesi yang sama dengan mendatangkan narasumber tambahan dari lantai 5 Kementrian, berkaitan dana DAK Bidang Perumahan.

Untuk menginap, awalnya pimpinan menjatuhkan pilihan di Harris Hotel Tebet, dan sudah melakukan proses booking. Entah bagaimana ceritanya selama 1,5 jam, Beliau berupaya mencari alternatif hotel lain dan hasilnya rata-rata menyatakan fullybooked. Maka ya kembali ke pasal 1. He…

Pengalaman Pertama sekaligus lucu campur kaget, saya alami ketika mendapati Kamar 523 sudah terisi orang, lengkap dengan barang bawaan dan interior yang masih berantakan. Eits… Untung ada mas CS yang lagi bersihin kamar sebelah. Setelah dijelaskan permasalahannya, saya dirujuk ke kamar King’s Size disertai permintaan maaf dari pihak Hotel.
Kamar ini jauh lebih besar ketimbang kamar di awal tadi.

Maka disinilah saya melewati malam penatnya Ibu Kota Jakarta, pasca mual dan pening yang dialami sepanjang perjalanan tadi. Setelah menelan sebutir promaag dan Neuralgin, keknya saya masih perlu pijat refleksi malam ini…

Liburan Sehari dalam Rekaman Lensa Kekinian

1

Category : tentang PLeSiran

Karena menikmati Liburan Sendirian atau bersama Kawan Sejawat itu sudah terlalu Mainstream…

pande-baik-citrus-tree-00

Empat Bidadari jauh lebih Baik dari pada 72…

pande-baik-citrus-tree-01

Lantaran suemur-umur takkan pernah menginjakkan kaki di bumi Papua, ya cukup lah sampe di Taman Nusa saja…

pande-baik-taman-nusa-papua

Bersama Pak Presiden pertama kami. Ada yang bengong liat gedenya Pak Karno…

pande-baik-taman-nusa-proklamasi

Lokasi Liburan : Citrus Tree Villa – Mangosteen – Gianyar, ini kali kedua kami menginap disini, setelah mencoba di awal tahun 2016 lalu.
Lokasi Edukasi : Taman Nusa – Gianyar