Alun-Alun Malang dan Batu, Destinasi Wisata yang Seru dan Murah Meriah

Category : tentang PLeSiran

Source: travel.kompas.com

Batu dan Malang adalah dua daerah bertetangga di Jawa Timur yang sangat menarik untuk masuk dalam daftar destinasi wisata favorit. Di sana, ada banyak spot wisata keren yang menawarkan sensasi liburan berkesan. Selain itu, ada pula beberapa tempat wisata berkelas internasional yang disukai turis lokal maupun mancanegara. Menariknya, tidak semua destinasi keren di Batu dan Malang membuatmu harus merogoh kocek sedalam-dalamnya. Di sana, banyak pula tempat menarik yang bisa dikunjungi dengan harga yang murah, bahkan ada pula yang gratis seperti Alun-Alun. Namun jangan skeptis dulu dengan kata murah dan gratis ini. Soalnya, sensasi liburan yang bisa kamu dapat di alun-alun yang ada di kedua kota tersebut tetap dapat membuat momen liburanmu terasa berkesan.
Sekarang, sambil mencari promo hotel murah di Malang, yuk simak terlebih dahulu sedikit ulasan tentang alun-alun yang ada di Kota Malang dan Batu berikut ini:

Alun-Alun Merdeka Malang


Source: travel.kompas.com

Sebenarnya, Kota Malang memiliki dua alun-alun yang jaraknya cukup berdekatan, yaitu Alun-Alun Malang di jalan Merdeka dan Alun-Alun Tugu di depan Balaikota Malang. Kedua alun-alun ini menarik untuk dikunjungi karena memiliki suasana liburan menyenangkan dan murah meriah.

Alun-Alun di jalan Merdeka yang juga dikenal dengan sebutan Alun-Alun Merdeka dibangun pada tahun 1882 oleh pemerintah Belanda. Alun-alun ini tak hanya jadi ruang terbuka publik biasa, melainkan sudah jadi salah satu ikon wisata di kota Malang. Bagi penduduk setempat, Alun-Alun Merdeka jadi tempat rekreasi menarik yang hemat biaya. Sedangkan bagi pengunjung dari luar kota, Alun-alun Merdeka jadi tempat yang sayang untuk tidak dikunjungi saat berada di Kota Malang. Alun-alun ini dikelola dengan sangat baik oleh pemerintah setempat.

Di ruang terbuka publik ini, dibangun taman-taman yang cantik, air mancur, jalur pejalan kaki, dan fasilitas menarik lainnya. Di depan alun-alun ini, berdiri pula Masjid Jami Malang yang megah. Itulah sebabnya banyak penduduk dan wisatawan yang menyebut ruang terbuka ini dengan nama Alun-Alun Jami. Selain untuk kebutuhan ibadah umat Muslim, masjid yang cantik ini pun jadi background foto yang sangat Instagramable. Uniknya, di Alun-Alun Malang banyak burung Merpati yang hinggap. Jika sekawanan burung Merpati itu hinggap tepat di hadapan masjid Jami Malang, suasana akan sedikit terasa seperti berada di Istanbul, Turki.
Suasana yang terasa di Alun-Alun Merdeka pun sangat nyaman, sejuk, dan bersih. Saat berada di sana, para wisatawan akan merasa betah dan terkadang lupa untuk beranjak dari tempat tersebut.
Mengingat lokasinya yang sangat strategis, wisatawan akan dengan mudah temukan hotel murah di Malang di dekat alun-alun Merdeka.

Alun-Alun Batu


Source: travel.kompas.com

Tak mau kalah dengan Kota Malang, Kota Batu juga memiliki alun-alun yang mampu menjadi salah satu ikon wisata di sana. Bagi wisatawan yang sedang liburan di Kota Batu, rasanya belum lengkap kalau belum menginjakan kaki di ruang terbuka publik ini. Di alun-alun yang ada di jalan Agus Salim ini, banyak hal seru yang bisa dilakukan. Soalnya, di sana dibangun beberapa wahana permainan menarik seperti Bianglala. Pemandangannya pun sangat cantik. Selain karena penataannya yang baik, kita juga bisa melihat pemandangan dataran tinggi Kota Batu dari kejauhan, terutama saat sedang menaiki Bianglala. Apalagi saat malam tiba, lampu-lampu hias pun akan menyala dengan indah di alun-alun Batu.

Public space ini pun sangat ramah bagi anak dan ibu hamil. Hal ini bisa dilihat dari adanya smoking area di beberapa titik. Jadi, udara yang ada di area utama alun-alun tergolong cukup bersih dari polusi yang dihasilkan asap rokok. Maka tak heran banyak orang tua yang senang mengajak anaknya bermain di sini tanpa perlu khawatir terhadap pencemaran asap rokok.

Di sekitar alun-alun Batu, terdapat banyak penjual makanan dan oleh-oleh. Jadi setelah puas bermain di sana, wisatawan bisa segera mengisi energi atau membeli oleh-oleh untuk orang di rumah.
Tapi meskipun di sekitar alun-alun batu terdapat beberapa penjual makanan, tempat ini tetap terlihat bersih. Soalnya, pemerintah setempat sudah menyediakan tempat sampah di berbagai sudut sehingga para pengunjung tidak malas membuang sampah pada tempatnya.
Dengan suasana yang nyaman, bersih dan asyik, serta fasilitas publik yang baik, alun-alun Batu layak dinobatkan sebagai salah satu ruang terbuka publik terbaik yang ada di Indonesia.

Kalau kamu ingin merasakan langsung keseruan yang ada di alun-alun Batu dan Malang ini, yuk langsung saja buat rencana liburan ke sana. Tapi jangan lupa, cari promo hotel murah di Malang sejak jauh hari.
Untuk itu, kamu bisa temukan hotel murah di Malang di reservasi.com karena di sini ada banyak promo hotel murah di Malang yang bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga terbaik.

Ikutan MaxiDay Yamaha for Karangasem

Category : tentang PLeSiran

Gak ada rencana jelas sebenarnya sedari awal, berhubung kesibukan kerja begitu menyita waktu hingga sore semingguan ini. Namun lantaran penasaran dengan jenis variasi yang biasanya nyantol di bodi bongsor XMax 250, satu hal yang lumrah dilihat dalam event semacam ini, ya iseng saja ikutan demi kepoin yang satu ini.

Maxi Day, kabarnya sih ini event pertama yang digelar di Bali oleh Yamaha lokalan, menggabungkan konsep touring pendek dari Kota Denpasar hingga Bali Zoo Gianyar, dengan gelaran society for Karangasem.
Diikuti oleh seribuan lebih peserta yang menggiring pengguna motor NMax, Aerox, XMax dan tentu saja satu dua keluarga TMax. Dalam berbagai macam warna dan variasi.
Nah ini yang paling menarik perhatian saya sejak awal tiba di gerai motor Yamaha Arundaya Gatsu Barat.

Mengikuti gelaran semacam ini menjadikan prosesi tour beriringan di sepanjang jalan menuju BaliZoo, merupakan pengalaman pertama saya selama memiliki motor Yamaha.
Keriuhan sirene, klakson baik yang berasal dari rombongan maupun lawan di jalan, cukup membuat saya was-was lantaran menduga ini semua bakalan jadi trending topic di sosial media dalam 1-2 hari ke depan.
Ya bagaimana tidak ?
Rombongan peserta yang dibagi 2 baris berbanjar, seakan berupaya menghentikan waktu pengendara motor dan mobil yang dilaluinya. Semua dihentikan demi memberi jalan dan ruang yang leluasa pada mereka yang melintas tanpa mematuhi lagi rambu dan lampu lalu lintas lantaran sudah dikawal mobil patroli polisi di barisan paling depan.
Saya yakin, ketika berada dalam posisi sebaliknya, melihat aksi begini dijamin mendongkol dan memaki sambil gatal untuk Update Status lalu menghujat dan lainnya.

Gelaran Maxi Day for Karangasem ini bakalan menyampaikan sumbangan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung yang kini lagi viral dimana-mana, dengan memanfaatkan pemasukan dari tiket kepesertaan yang senilai 30ribuan itu. Padahal, tiket masuk Bali Zoo, sewa lokasi hingga makan siang gratis bagi para peserta, saya yakin mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tapi ya ini Yamaha loh…

Sayangnya, kekurangrapihan panitia menyampaikan informasi kepada para peserta MaxiDay for Karangasem ini mengakibatkan sebagian orang memilih balik kanan bubar karena ketidaktahuan mereka acara bakalan digelar dimana. Sementara saya pribadi yang sejak awal memang tidak berniat mengikuti rundown acara, memilih cuci mata di sepanjang parkiran, memantau sejumlah variasi motor yang digonta ganti pemiliknya, untuk menambah garang penampilan. Asyik juga…

Lokasi Terbaik dan Strategis Untuk Menginap di Hotel Singapore

1

Category : tentang PLeSiran

Singapore telah menjadi destinasi wisata yang terpopuler beberapa tahun belakangan ini. Gak hanya karena harga tiket ke Singapore yang murah, tapi juga karena disana terdapat berbagai macam tempat wisata yang luar biasa. Seperti contohnya Universal Studio Singapore, Merlion Park, Little India dan masih banyak lagi.
Namun, jika anda tidak berhati-hati dalam memilih tempat anda menginap, resikonya liburan anda akan berantakan. Persiapan yang matang sebelum liburan sangat penting disini, mulai dari cari tiket pesawat ke Singapore, lokasi wisata yang akan anda kunjungi, hingga tempat menginap yang nyaman selama anda bermalam disana.

Dari beberapa hotel di Singapore yang terkenal, kami telah merangkum daerah dan hotel yang strategis dan nyaman untuk bermalam. Penasaran apa saja? Ini dia list hotel di Singapore sebagai referensi anda:

Pulau Sentosa (Sentosa Island)

Pulau ini merupakan daerah yang sangat terkenal di Singapore karena disini terdapat tempat wisata yang sangat popular, yaitu Universal Studio Singapore, Maddam Taussad, dan lain-lain. Pulau ini terletak di daerah selatan Singapore.
Karena basicnya pulau ini adalah Resort, maka harga hotel disini juga bisa dibilang cukup mahal. Beberapa hotel di daerah ini adalah Hard Rock Hotel, Le Meridian Hotel, Michael Hotel, Festive Hotel, Amara Sanctuary Resort, dan masih banyak lagi

Kawasan Marina

Pada dasarnya daerah ini merupakan daerah pusat bisnis (Central Business District) yang banyak dipadati oleh penduduk, tapi karena di daerah ini terdapat banyak tempat menarik jadi banyak turis yang lebih memilih menetap di daerah ini.
Terdapat hotel dengan berbagai bintang, mulai dari bintang 3 sampai bintang 5.
Mereka rata-rata menjual lokasi hotel mereka yang strategis dan menghadap ke Marina Bay, sehingga pemandangan yang diberikan memang sangat indah terutama pada malam hari. Pada malam hari, anda bisa melihat cahaya dari bintang-bintang di langit yang berlandaskan penerangan gedung-gedung bercahaya membuat pemandangannya tak terkalahkan.
Beberapa hotel yang terkenal di daerah ini adalah Marina Bay Sands, Marina Mandarin Hotel, Cariton Hotel, Raffles Hotel, dan masih banyak lagi.

Orchard Road

Anda belum afdol kalau ke Singapore tapi gak mampir ke daerah Orchard Road. Tempat ini adalah surganya belanja, jadi buat kalian yang membawa pacar diharapkan hati-hati dompet anda bakal kurang gizi, hehe. Hampir di sepanjang jalan terdapat mall-mall mewah dan toko-toko pernak-pernik yang bisa anda jadikan oleh-oleh.
Tempat ini juga terkenal dengan hotel-hotel di daerah ini karena biasanya orang-orang setelah berbelanja ingin langsung ke hotel tanpa ribet membawa barang-barang mereka ke penginapan. Salah satu tempat yang paling popular di jadikan tempat menginap adalah apartement Lucky Plaza yang bisa disewa perharian.
Beberapa hotel yang paling terkenal di daerah ini adalah Shangri-La Hotel, Holiday Inn Singapore, Mandarin Orchard Singapore, Grand Hyatt Singapore, Singapore Marriot Hotel, dan masih banyak lagi.

Ketiga daerah diatas adalah top 3 daerah yang paling digemari oleh wisatawan untuk menginap. Sebenarnya masih banyak lagi hotel di Singapore dan lokasi yang bisa dijadikan tempat menetap dan biasanya harga hotelnya juga jauh lebih murah dibandingakan daerah diatas, diantaranya adalah : Little India, Chinatown, Bugis, dan lain-lain. Pastikan anda sudah memperkirakan budget untuk hotel di Singapore tempat anda menginap nanti, jadi anda bisa mencari informasi hotel sesuai dengan isi kantong.

Kalau anda gak mau report memilih hotel, tempat wisata dan akomodasi lainnya, mungkin anda bisa menyewa jasa paket tour yang terpercaya. Sekarang banyak sekali penyedia jasa onlive travel yang murah-murah dan berkualitas bagus.

Semoga aritkel ini bisa menjadi referensi bagi anda yang berencana liburan ke Singapore dalam waktu dekat. Jika ada pertanyaan anda bisa comment dibawah, atau ingin sekedar sharing juga silahkan. Selamat berlibur!

Libur Panjang Kawan, Mau Kemana Kali Ini ?

2

Category : tentang PLeSiran

Hari Minggu kemarin, disela kelonan dengan Mutiara, bungsu kami yang galaknya minta ampun, sempat share beberapa postingan lama tentang Liburan. Yang dilakukan katakanlah dua tahun terakhir.
dan Malah baru menyadari kalo Liburan terakhir malah belum ada berselang enam bulan lalu. Ealah…

Tapi ya wajar saja. Karena dengan begitu banyaknya beban dan tekanan selama beraktifitas di Permukiman, saya membutuhkan tingkat refresh yang tinggi pula. Agar stress tak jadi berlanjut. Minimal selain menyegarkan pikiran, keluarga pun bisa berimbas nantinya.

Ada beberapa rencana lokasi tujuan yang tadinya atau malah sedari awal terdahulu ingin dijelajahi. Amed atau Kintamani misalnya. Dari yang berlokasi di pinggir pantai, hingga pinggiran danau, dipantau semua.
Namun kendala tetap saja ada.

Syarat utama kalo mau mengajak anak-anak Liburan, kolam private jadi pertimbangan. Cuma sayangnya ndak banyak venue menarik di dua lokasi tersebut menyediakan fasilitas itu.
Sementara ketika menemukan kolam private dengan fasilitas air panasnya, eh lokasi istirahat di bawah tenda camping. Aduh… Padahal sudah ngebet banget nyobain air panasnya Toya Bungkah.

Akan tetapi khawatirnya sih anak-anak belum sehat betul minggu ini.
Gek Ara yang paling pertama kena demam dan radang tenggorokan hari Minggu lalu. Berlanjut ke Gek Intan hari Kamisnya, saya kebagian hari Sabtu dan terakhir Gek Mirah hari minggu terakhir. Duuuhhh… penyakit keluarga memang ndak ada matinya. Ha…

Cuma kalo ndak dipaksa, kasian juga mereka libur panjang kok malah ngetem dirumah ? Minimal ngajak main kemana gitu, biar ada rame ramenya.

Nah kalian sendiri ada rencana kemana Liburan kali ini ?

Kamar 932 Hotel Borobudur Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Untuk kelas sebuah hotel di DKI Jakarta, Hotel Borobudur kalo boleh saya cari persamaannya mirip dengan Grand Bali Beach yang ada di Sanur Bali.
Fasilitasnya tergolong lengkap. Areanya luas. Sehingga mereka yang menginap bisa memanfaatkan area taman dan jogging track untuk berolahraga atau menikmati waktu luang dengan optimal.

Kami berdua, saya dan sepupu menempati kamar nomor 954 sementara pimpinan diberikan sebuah kamar yang spesial, setidaknya menurut petugas di front office berhubung kamar dengan satu bed sebagaimana yang Beliau minta kebetulan penuh per hari kemarin. Sembari menunggu tamu yang akan check out, Ibu Kadis kami diberikan kamar sementara dan begitu ada kamar kosong, akan dikontak kembali. Done.

Kamar 932 menjadi spesial, dijelaskan karena secara luasan sedikit lebih besar ketimbang lainnya, dengan fasilitas shower dan bathub yang juga berbeda jenis dengan kamar lainnya. Posisi ada di tengah bangunan di depan lorong kaca menuju lift.
dan Kamar itu memang benar-benar “spesial”.
Setidaknya menurut putrinya Ibu yang selama ini tinggal di Jakarta, malam itu diajak menginap bareng untuk menemani aktifitas Beliau diluar agenda kerja.

Menjadi “Spesial” karena rupanya kamar 932 tersebut ada ‘penunggunya’. Ya. Serius.
A D A P E N U N G G U N Y A.

Edan bener.
Yang melihat ya putrinya Ibu.
Yang kelihatannya ketularan kemampuan melihat dari suaminya. Hiy…

Jadi pas tengah malam, yang bersangkutan terbangun gegara merasa gak enak feeling. Langsung ketakutan melihat sosok wanita berbaju putih duduk di kursi meja tulis pojokan ruangan. Setelah itu melayang dan nemplok di plafond kamar.
Praktis dia gak bisa tidur lagi dan pindah tempat ke bed satunya dimana si Ibu berada.
Dikira kangen ya si Ibu lanjut tidur sambil meluk putrinya.
Baru cerita pas pagi hari, dan ngotot minta Check Out hari itu juga.
Kebetulan deh… hehehe…
Tapi sebenernya si Ibu sempat juga merasakan hal yang sama di sore hari sebelumnya. Saat memilih untuk beristirahat tanpa AC, ruangan malah terasa jauh lebih dingin. Agak kebingungan, namun pikiran masih bisa positif dan mengabaikannya. Baru ngeh setelah denger cerita si anak. Hiy…

Tapi ya ngomong-ngomong soal ‘penunggu’ ya setahu saya rata-rata hotel besar pasti punya cerita yang sama. Katakanlah Grand Bali Beach tadi.
Ada satu kamar yang memang tidak dijual atau ditawarkan kepada tamu lantaran memang khusus diperuntukkan bagi Ratu Kanjeng Roro Kidul. Pernah baca di Intisari. Begitu juga Pelabuhan Ratu di Jogja.
Wajar sih ya.
Dan penunggu ini bisa jadi datangnya dari ‘tumbal’ tak sengaja yang mati saat pembangunan gedung atau memang ada dari sononya.

Jadi ingat cerita memetwitnya Winar. Hehehe…

Ubah Rencana dan Balik Kanan

Category : tentang PLeSiran

Ketika mendapati fakta bahwa agenda hari ini kacau dan kunjungan ke lapangan dibatalkan sepihak, sempat terpikirkan untuk mengajukan perubahan jadwal terbang balik pulang ke Bali ke pagi ini.
Tapi bersyukur pimpinan punya inisiatif lain.
Kami tetap berkunjung ke salah satu lokasi kegiatan yang tadinya menjadi agenda, dan pengajuan perubahan skejul terbang disepakati geser ke sore hari.

GA 420 pukul 16.35.

Ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan perubahan jadwal agenda terbang. Rumit juga mengingat proses gak segampang yang saya bayangkan di awal, tinggal pencet sana sini dan selesai.
Namun harus mengorbankan sejumlah pulsa untuk melakukan kontak ke maskapai, mencatatkan nomor kode booking, nomor tiket, dan lain lain. Harus menunggu 2 menit tiap kali transaksi diproses, dan mengulang kembali proses dari awal ketika telepon terputus. Aduh…

Tapi ndak apa deh… yang penting kita pulang.

Cuma ya gitu…
Jadi sedikit terburu-buru buat packing. Terlanjur diturunkan semua isi tas di hari pertama kemarin. Gak bisa leyeh-leyeh lagi. Harus lanjut kerja lagi.

Ini kali kedua saya menjejakkan kaki di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Yang pertama pas pengalaman nyariin Uber tempo hari trus dapet Driver Tua. Hehehe…
Keren dan Megah. Ya menurut saya pribadi sih ya.
Suka banget dengan desainnya yang meski masih kalah bagus dengan desain Bandara kami di Ngurah Rai Bali. Ini skalanya ya lebih mirip di luar negeri.

Gak sempat lagi beli oleh-oleh kawan. Jadi maaf saja. Tas rasanya sudah numplek gegara nggak punya waktu buat berkemas, diburu jadwal ke lapangan dadakan tadi pagi. dan kepala juga sudah numplek berisikan ide postingan yang hingga sore tadi masih malas buat dituangkan.
Maka jadilah sebagian besar waktu menunggu didalam pesawat, digunakan buat menulis. Draft postingan, untuk dipublikasi saat mendarat di Bali nanti.

Well, kira-kira begitu cerita perjalanan kali ini.
Singkat dan Padat.
Serta penuh cerita.
Semoga kali lain bisa lebih baik lagi.

Kembali ke Jakarta tanpa Pak Ahok

Category : tentang PLeSiran

Ketika penugasan dinas ke luar kota diberikan, harapan yang dahulu pernah ada saat menyebut DKI Jakarta, tak lagi greget saya rasakan.
Ya, Pak Ahok.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.
Kini Beliau tidak lagi ada di gedung Balai Kota.
Berpindah tempat ke Rutan Brimob Depok pasca Vonis 2 Tahun yang dijatuhkan Hakim Dwiarso atas dakwaan Penistaan Agama yang Beliau lòntarkan di Kepulauan Seribu.
DKI tanpa Ahok, sudah gak asyik lagi rasanya buat dinanti.

Tapi ya berhubung sudah penugasan resmi, maka semua persiapan keberangkatan musti langsung dilakukan sebagaimana biasanya. Cuma, posisi saya kini sebenarnya tidak lagi berada pada pemilik pekerjaan. Namun fakta lapangan, pejabat pengganti nampaknya belum fasih benar dengan kebiasaan pimpinan. Jadi ya mau ndak mau, saya jua yang menghandel semua sejak awal.
Tiket Pesawat, auto Check In, pembayaran, penyiapan akomodasi hingga kelengkapan dokumen, sppd, surat tugas dan materi pemaparan. Syukurnya sepupu bisa handel yang terakhir. Meski ndak tuntas bisa terselesaikan. Sementara transportasi di Jakarta yang awalnya berencana memanfaatkan Uber, dibantu salah satu pimpinan yang batal berangkat.
Jadi Clear.

Jakarta tetap Macet.
Ya. Tapi itu juga karena kami salah ambil jalan. Mengambil opsi sesuai petunjuk Google Maps, berhubung driver yang mendampingi kami masih agak bingung mencari jalur lintasan dari Bandara Halim menuju LKPP RI di Kuningan.
Maka ya terlambat hampir sejam lamanya menjadikan pimpinan rombongan agak ketar ketir menunggu di ruang rapat LKPP lantai 10.

Namun bersyukur, proses diskusi bisa berjalan baik. Hangat dan Padat. Hampir semua sudah saya tuangkan dalam Catatan di halaman Blog ini semalam. Keknya masih ada beberapa hal lagi yang harus disampaikan, namun dengan durasi nyaris dua jam lamanya berkutat dengan layar ponsel sebagai satu-satunya media yang dimiliki saat ini, rasa lelah pun menghampiri.
Maka berendam di hangatnya air Hotel Borobudur jadi pilihan. Lumayan bikin segar dan melanjutkan postingan lanjutan yang sempat tertunda.

Perjalanan kali ini cukup menyenangkan. Apalagi saya bisa bertemu dua senior yang sangat dikagumi sejak awal menjadi abdi negara, serta berdiskusi panjang dengan semangat yang masih tetap sama.

Ah ya, hari ini kami diagendakan berkunjung ke lapangan, dimana salah satu pekerjaan konstruksi milik DKI Jakarta ini dilakukan dengan menggunakan e-Katalog.

Gimana cerita lanjutannya ? Tunggu saja…

Liburan Kekinian didukung SmartFren 4G, apps Traveloka, Go-Jek dan Google Maps

Category : tentang PLeSiran, tentang TeKnoLoGi

Gak perlu keluar banyak modal kalo hanya untuk liburan di kekinian.
Setidaknya itu yang saya yakini dua tahun belakangan.

Banyak informasi bisa didapatkan lewat ponsel smartphone yang kita punya. Apapun merek dan sistem operasinya.

Yang terpenting dari semua itu adalah akses internetnya.
Percuma punya akses internet mahal-mahal jika jaringannya lelet saat kita butuhkan.

Saya sendiri masih mengandalkan SmartFren 4G yang sepanjang pengujian terdahulu punya akses kenceng utamanya kalo lagi main ke desa-desa. Entah kenapa…
Untuk kebutuhan hunting lokasi tempat menginap, makan malam dan siang juga objek wisata plus informasi seputaran Ubud, ndak lebih dari 200 MB yang dihabiskan selama dua hari perjalanan.
Jadi kalo cuma punya paket dengan kuota 1 GB ya masih cukuplah kalo mau liburan kekinian kek gini.

Terlepas dari apapun merek ponsel dan sistem operasinya sebagaimana kalimat pembuka diatas, saya banyak terbantu dengan adanya aplikasi tambahan cemnya Traveloka.
Ini biasanya digunakan saat mencari ketersediaan tiket pesawat kalo mau terbang ke luar kota, atau akomodasi selama di tujuan mau ambil pilihan hotel yang mana.
Tentu saja kaitan dengan liburan kali ini, opsi terakhir inilah yang saya manfaatkan. Memilih tempat menginap di lokasi yang kita harapkan.
Hasilnya cukup kompetitif kok. Baik dari segi harga sewa per malam hingga fasilitas apa saja yang disediakan. Jangan lupa membaca review dari para pemanfaat jika ada.

Aplikasi berikutnya yang bermanfaat tentu saja Go-Jek.
Yang satu ini bermanfaat untuk hunting soal makanan. Baik variasi menu yang ditawarkan hingga ke soal harga.
Kalopun pihak hotel atau penginapan melarang pemesanan makanan dari luar, aplikasi ini bisa digunakan sebagai petunjuk pencarian lokasi saat hunting ke luar hotel. Jadi dijamin nda bakalan kebingungan lagi.
Sekedar saran sih, pilihan terdekat ya bisa dilihat dari urutannya. Posisi teratas tentu merupakan pilihan terdekat, bukan terenak. Hehehe…

Aplikasi terakhir yang besar manfaatnya ya tentu saja Google Maps.
Berguna untuk mencari informasi lokasi objek wisata terdekat penginapan, termasuk penginapannya sendiri lengkap dengan petunjuk arah yang dipandu gambar dan suara, juga informasi lain yang sekiranya dibutuhkan tanpa kita tahu lokasi pasti.
Minimal sekitar 80%nya akurat kok.
Sedang sisanya, ya bisa dikatakan ‘belum diUpdate saja perkembangannya.
Bisa dikatakan begitu gegara iseng mencari tempat main yang asyik untuk anak-anak dan mencoba mampir di salah satu venue area Pejeng, yang kami dapati hanyalah sebuah arena bermain yang tak terurus, lengang dan gersang. Bahkan papan namanya pun sudah lusuh dan berdebu. Tidak sesuai dengan info yang ada pada Google Maps.

Tapi secara keseluruhan, liburan kekinian sebetulnya nda lagi sulit untuk dilakukan atau direncanakan by phone.
Hanya dengan mengandalkan smartphone yang kalian pegang, saya jamin pilihan untuk bisa berlibur dengan lebih menyenangkan bisa didapat dengan mudah kok.
Sejauh mau belajar menggunakannya saja.
Sudah siap kan ?