America’s Got Talent #GoldenBuzzer

Category : tentang Opini

Wow… Amazing…

Terkaget-kaget saya menyaksikan satu persatu peserta audisi America’s Got Talent yang diganjar #GoldenBuzzer oleh para juri atau host yang mendampingi ketika penampilan mereka mampu memukau penonton.

Yeah…
Ini pertama kalinya saya antusias menonton kemasan audisi yang menampilkan puluhan manusia berkemampuan mengagumkan, baik yang mengambil jalur tarik suara, magician atau pesulap hingga komedian. Benar-benar asyik.

Saat tertarik untuk menonton video seorang anak perempuan yang ‘mendampingi boneka kelincinya bernyanyi, share seorang kawan di akun FaceBook, saya langsung membuka aplikasi TubeMate dan mencari channel video America’s Got Talent dengan menambahkan hastag #GoldenBuzzer untuk mendapatkan hasil penampilan mereka yang dianggap paling mengangumkan.
Jadilah begadang di malam hari saat semua sudah pada tertidur lelap dan esoknya bangun sedikit lewat dari alarm. Ealah…

Tapi jelas keren.
Saya sampai menitikkan air mata senang ketika menyaksikan sosok anak belasan tahun yang mahir bersuara perut melalui boneka bunny yang merupakan hadiah ulang tahun dari ibunya, atau yang bernyanyi seriosa laiknya filem Godfather, atau bahkan masih terkagum-kagum dengan permainan kartu yang muncul dalam notebook bahkan empat koin nya Will Thai.
Amazing…

Dan dari Indonesia ada bang Demian Aditya lewat sulap pasir yang menghebohkan netizen beberapa hari ini.

Kalian apa ndak penasaran ?

Mengenang Sosok Ni Luh Ratna, Nenek dari Keluarga Ibu

1

Category : tentang Opini

Gak ada yang menyangka dengan kepergiannya Kamis dini hari lalu. Entah sudah ada firasat, istri yang terbangun di pagi hari, punya keinginan untuk mengirimkan sms pada gurunya Mirah, putri pertama kami, dan mendapati pesan masuk dari kerabat di rumah duka. Ia pun membangunkan saya untuk menyampaikannya pada Ibu.
Kami langsung meluncur sejam kemudian untuk memandikan Nenek terakhir kalinya bersama keluarga kandung dan sepupu lainnya.

Beliau meninggal di usia 92 tahun. Dalam kondisi yang sehat jasmani, namun sudah terjangkit pikun. Setidaknya ini berlaku saat kami menengoknya, selalu mengingatkan saya untuk segera menikah. Padahal tadinya sudah mengenalkan istri dan tiga boneka bandel padanya. Entah bisa jadi maksudnya agar saya menikah lagi barangkali. Eh becanda ya…

Ni Luh Ratna. Demikian nama Beliau yang kami ketahui.
Menikah dengan Ketut Nadi, Kakek kami yang sudah mendahului delapan tahun lalu, mereka dikaruniai 9 anak dimana 2 diantaranya meninggal muda. Satu diantara 3 yang perempuan merupakan Ibu kandung saya.

Jika boleh dibandingakan, sosok Nenek dan Ibu punya banyak kemiripan. Ya jelas lah, namanya juga Ibu dan Anak Kandung.
Tapi serius, dari wajahnya yang cantik, cara bicara dengan nada tinggi, perilaku yang suka menyimpan barang tak berguna, pekerjaan yang tak jauh berbeda, hingga kemampuannya menari, menyebabkan banyaknya pertentangan topik pembicaraan terjadi diantara mereka. He… ini resiko anak perempuan yang mirip banget dengan Ibunya kalo kata orang-orang tua.
Tapi meski demikian, keduanya saling menyayangi, pun demikian dengan anak dan saudaranya yang lain.

Saat kami kecil dulu, saya kerap menginap di rumah dan tidur di kamar nenek. Namanya juga Cucu.
Dari Beliau saya mengenal makanan bernama tahu dengan bumbu kacang, yang hingga saat itu, Ibu kandung belum pernah membuatkannya di rumah. Maka berbekal nama masakan yang aneh, sayapun menyampaikan keinginan yang sama kepada Ibu agar membuatkan saya saat di rumah nanti.

Berhubung Nenek lahir di jaman Belanda menjajah dulu, ia mahir untuk menyanyikan lagu-lagu Belanda hingga Perjuangan dahulu. Salah satunya sempat direkam sepupu dan kini masih tersimpan disalah satu tabletpc milik anak kami.
Selain itu Nenek pernah mengalami masa kritis pikiran. Selalu rajin melahap koran pagi dan berdiskusi panjang saat saya masih berstatus mahasiswa dulu. Sempat ndak habis pikir bahwa di usianya yang sudah setua itu, masih aktif memantau perkembangan negeri.

Beliau cerdas. Ini kata Ibu.
Ndak salah memang pendapat itu. Mengingat Beliau merupakan Guru Modes Ratnadi yang pada era terdahulu merupakan salah satu sekolah menjahit dan mendesain baju ternama di Bali.
Banyak murid Beliau yang mengakui hal serupa. Dan beberapa diantaranya kini memiliki nama juga diluaran.
Modes Ratnadi, diambil dari perpaduan nama Beliau, Ni Luh Ratna dan suaminya, kakek kami, Ketut Nadi.

Nenek jualah yang memberikan saya puluhan Perangko dan Materai tahun 60an. Yang sayangnya kini tak bisa saya temukan lagi ada dimana koleksinya. Itu semua diambil dari surat-surat yang Beliau temukan saat membongkar bangunan bale daja dimana ia tidur saat saya duduk di bangku SMP dulu. Ia juga tak segan menasehati saya untuk rajin belajar dan tidak menyusahkan orang tua. Ya tipikal seorang nenek lah.

Saat memori pikirannya mulai berkurang, saya sempat ditanya banyak hal soal penculikan dan ancaman dipenjara jika ia berani keluar rumah sendirian. Antara kasihan dan sedih, sayapun ndak tega membohongi Beliau laiknya anak kecil. Ditakut-takuti agar tak berjalan kemana-mana sendirian.
Ini dilontarkan anak-anaknya yang merasa kerepotan dengan sang Ibu yang beberapa kali kedapatan tersesat di seputaran rumah yang jalan raya didepannya tergolong ramai kendaraan. Pun saat Beliau terjatuh dari tangga akibat upayanya untuk berkeliling rumah lantaran tak betah berdiam diri.

Saat Beliau pergi meninggalkan kami Kamis dini hari lalu, infonya tak ada sakit yang diderita.
Sehari sebelumnya Nenek masih bisa makan dengan baik. Dan Bibi kami menemukan Beliau sudah pergi saat berupaya membersihkan kamar dan badan di pagi hari.

Lestari First Reborn Inovasi BPR Lestari Untuk Pria yang suka Diskon

Category : tentang Opini

“Karena nggak hanya wanita yang suka Diskon…”

#priajugasukadiskon

Penelitian terbaru dari Westfield, departemen store di Inggris mengungkapkan bahwa ternyata pria sekarang ini doyan belanja juga suka diskon. Hal ini disampaikan Alek Purnadi Chandra, Chairman Lestari Group disela event ‘Bali Business Round Table’ di Hotel Trans Seminyak Kuta Rabu 24 Mei kemarin.
Alex juga menambahkan bahwa untuk memberikan benefit tambahan bagi nasabahnya, bulan Juni ini BPR Lestari sebagai BPR Terbesar di Bali sedang bersiap meluncurkan kartu Lestari First Reborn khusus untuk para Pria agar dapat menikmati diskon di 270 merchant di Bali.

BPR Lestari yang beberapa waktu lalu masuk dalam daftar 11 Perusahaan Inovatif versi majalah SWA, sebenarnya sudah memiliki 2000 nasabah yang menggunakan kartu Lestari First Ladies.
Bagi yang belum tahu apa itu Lestari First Ladies, merupakan salah satu program prioritas BPR Lestari yang memberikan tambahan benefit kepada nasabah Lestari First (khususnya para wanita), dimana pemegang kartu ini akan mendapatkan fasilitas diskon spesial di seluruh merchant yang bekerjasama di Bali. Mencakup diskon perawatan dan produk kecantikan di beberapa salon dan spa terbaik, diskon menu dan penawaran spesial di restoran favorit, tempat hiburan keluarga juga tempat liburan, pelayanan bersahabat di rumah sakit dan medical klinik, atau fasilitas the First Lounge di bandara Internasional Ngurah Rai khusus keberangkatan domestik. Adapun untuk bisa mendapatkan kartu Lestari First ini adalah mereka yang memiliki dana investasi di BPR Lestari diatas 250 juta.

Ohya, menyinggung soal Diskon, di bulan Juni ini bagi para pemegang kartu Lestari First bisa mendapatkan penawaran diskon menarik 40% di 5 merchant berikut :
– Chocolate Cafe Restaurant & Pattiserie
– Black Canyon Coffee Food & Drinks
– Sushi Tei
– The Night Market Cafe & Co-working, dan
– Hard Rock Cafe Bali
Info lanjutan bisa dilihat di halaman Merchant of the Month BPR Lestari.

Menarik bukan ?

ATM Lestari, Bebas Biaya Administrasi BPR Lestari

1

Category : tentang Opini

Mampu menyimpan uang sebagai investasi jangka panjang adalah impian banyak orang. Termasuk saya dan kamu.
Namun masih sedikit yang mau memberikan jaminan penambahan dana secara berkala (dibaca bunga setelah dikurangi biaya administrasi) atas penyimpanan uang tersebut. Dikatakan demikian karena ada juga mereka yang masuk dalam golongan berkecukupan untuk menabung.
Jomblo *eh maaf, tapi ini serius… remaja tanggung, pasangan yang baru menikah atau pns macam saya. Yang jangankan bergaya hidup mewah, bisa rekreasi di akhir bulan saja sudah cukup hebat. Mengingat tenggat waktu penghabisan gaji jauh lebih cepat ketimbang tenggat waktu penantiannya.
*kalo ini beneran serius.

Pada halaman webnya, BPR Lestari memperkenalkan dua jenis tabungan bagi kita, golongan berkecukupan termasuk saya, yang menawarkan bunga bersaing dan bebas biaya administrasi. Tapi ya tentu saja terbuka untuk kalian yang punya dana lebih untuk itu.
Namanya Tabungan Jumbo dan Tabungan Lestari.
Skema dan keunggulannya bisa dilihat pada halaman yang disematkan pada link diatas.
Selain itu, khusus nasabah tabungan transaksional diberikan pula kemudahan lain yaitu kartu ATM Lestari yang saat ini baru dapat digunakan di dua kantor kas BPR Lestari Teuku Umar dan Sesetan.
Tentu dengan kelebihan bebas biaya administrasi sebagaimana info di awal tadi, bebas biaya transfer antar rekening BPR Lestari dan terpenting, bisa tarik tunai 24 jam.
Asyik kan ?

Terkait hal diatas, sebagaimana diungkap oleh Bapak Alex Purnadi Chandra, Chairman Lestari Group dalam event ‘Bali Business Round Table’ yang ketiga kalinya di The Trans Seminyak Kuta 24 Juni lalu, BPR Lestari sedang mengupayakan agar ATM tersebut bisa terkoneksi dengan ATM Bersama. Sehingga nasabah BPR Lestari bisa melakukan transaksi tunai dimana saja.
Jadi kita doakan bersama ya.

Ada dua model kartu ATM Lestari yang dilepas, dengan kode nomor laiknya kartu ATM secara umum ataupun Nama pemilik rekening alias nama kalian, nasabah BPR Lestari. Unik kan ?
Fungsinya untuk memudahkan pengembalian kepada si pemilik ketika kartu ATM tertinggal, juga pengingat diantara kartu lain yang tersimpan di dompet kalian. Ah, bisa aja…

Temanya sendiri mengambil latar belakang bendera merah putih untuk mengkampanyekan semangat kebhinekaan yang ingin disampaikan BPR Lestari bahwa meski kita berbeda, semua tetap satu jua. ‘Indonesia Kita’.
‘Saya Indonesia’ menyitir Pak Jokowi kemarin.
Rencananya, persoalan tema kartu ATM Lestari akan berbeda dalam setiap tahunnya untuk memberikan kesan unik pada nasabah nantinya.

Khusus untuk penggantian Kartu ATM, siapa tahu kalian ingin model tema yang berbeda di tahun depan, bisa dilakukan dengan mengajukan penutupan dan penghancuran Kartu ATM yang lama serta melakukan proses pengajuan permohonan Kartu ATM baru kepada BPR Lestari. Tapi ini opsional, alias jangan diseriusin ya.

Selain mampu melakukan Tarik Tunai 24 Jam, ATM Lestari juga mampu melakukan fungsi Transfer antar rekening BPR Lestari, pengecekan saldo tabungan hingga perubahan password atau pin kartu.
Untuk proses tarik tunai, sementara ini hanya mengakomodasi pecahan 50 ribu dan kelipatannya. Dengan sisa pengendapan sebesar 10 ribu rupiah apabila kalian menarik habis isinya.

Terakhir, apabila ada keluhan terkait transaksi yang ada saat menggunakan kartu ATM Lestari atau pengaduan lainnya, kalian bisa datang langsung ke Customer Service BPR Lestari atau kontak melalui Tanya Lestari di (0361) 246 706.

Kartu ATM Lestari dari BPR Lestari.
Kalian sudah punya ?

Nikmati Kemudahan Transaksi ATM BPR Lestari

1

Category : tentang Opini

Beberapa pertimbangan kami, calon nasabah untuk bisa memiliki simpanan investasi jangka panjang adalah dukungan atau ketersediaan fasilitas tambahan yang diberikan oleh para penyedia jasa disamping suku bunga yang bersaing dan kemudahan-kemudahan lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan aktifitas ataupun transaksi yang kelak akan dilakukan nantinya.

Pemberian Kartu ATM misalkan.
Kartu ATM yang didalam negeri dikenal sebagai Anjungan Tabungan Mandiri atau resminya merupakan singkatan dari Automatic Teller Machine, secara umum dapat diartikan sebagai petugas yang melayani kebutuhan nasabah termasuk dalam keperluan menarik atau menyetorkan uang secara otomatis laiknya sebuah mesin. Kartu ini biasanya didapatkan ketika kita menabung pada bank-bank asing, pemerintah, swasta nasional atau pemerintah daerah, dengan cara pengajuan atau bahkan saat pembukaan rekening sebagai salah satu penawaran menarik. Di jaman kekinian rasanya memang konyol kalo kita sebagai nasabah memutuskan untuk menitipkan investasi tanpa memiliki Kartu satu ini. Apalagi fungsi yang ditawarkan bisa lebih dari sekedar transaksi menarik tunai tanpa harus antri dan dapat dilakukan kapan saja.

BPR Lestari
sebagai sebuah lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat Bali sejak Tahun 1999, kini dikenal sebagai BPR Terbesar Kedua Nasional serta Terbaik di Bali dengan besaran aset hingga 4 Trilyun Rupiah. Tidak heran apabila eksistensi mereka telah berkembang ke wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Dan pada Tahun 2017 ini, demi mendukung mobilitas nasabah yang cukup tinggi, BPR Lestari meluncurkan Kartu ATM Lestari sekaligus menjadikannya sebagai satu-satunya BPR yang memiliki ATM di Bali.
Dengan adanya ATM Lestari ini diharapkan dapat memberi banyak kemudahan serta nilai tambah bagi para nasabah dalam bertransaksi tanpa perlu antri di kantor-kantor kas dan cabang BPR Lestari.

Saat ini ATM Lestari khusus diperuntukkan bagi nasabah Tabungan Jumbo dan Tabungan Lestari yang menawarkan suku bunga tinggi dan bebas biaya administrasi. Selain proses tarik tunai 24 jam, ATM Lestari bisa juga digunakan untuk pengecekan saldo serta transfer antar rekening BPR Lestari. Informasinya, Sementara mesin ATM yang dapat digunakan masih terbatas pada kantor Kas Teuku Umar dan Sesetan, namun infonya sedang diupayakan kelak ATM Lestari dapat digunakan di jaringan ATM Bersama.

Untuk Pertama kalinya, ATM Lestari ini diluncurkan dengan tema ‘Indonesia Kita’ dengan menggunakan latar belakang bendera merah putih. Hal ini demi mengkampanyekan semangat kebhinekaan yang ingin disampaikan BPR Lestari bahwa meski kita berbeda, semua tetap satu jua, Indonesia. Agendanya, dalam setiap tahunnya ATM Lestari akan diperkenalkan dengan tematik yang berbeda.

Kartu ATM Lestari dapat diajukan di seluruh kantor BPR Lestari dengan ataupun tanpa pengenaan nama pemilik diatasnya. Fitur ini dapat digunakan untuk lebih memudahkan nasabah dalam mengenali kartu ATM yang dimilikinya atau orang lain saat kehilangan.

Menghapus Semua Kenangan Masa Lalu di Permukiman

1

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Empat bulan sudah saya meninggalkan kursi panas di Permukiman. Gak nyangka juga pada akhirnya bisa pindah.
Kini saya bertugas di Bidang Perumahan, memfokuskan diri pada penanganan Bantuan Rumah bagi masyarakat miskin di Kabupaten Badung.
Meski menurut atasan, sebenarnya sama saja kesibukannya, namun untuk saat ini, terasa betul penurunan tensi dan tekanan DPRD yang dulu pernah ada. Jadì jauh lebih menikmati pekerjaan, meski situasinya tidak pernah berubah.

Satu persatu kenangan masa lalu itu saya hapus dari ingatan.
Pesan sms dari sejumlah kawan, anggota DPRD hingga aparat Desa, saya baca kembali, dirunut dan diyakinkan sudah tak lagi berguna, lalu dihapus dari daftar. Demikian halnya pesan bbm dan whatsapp.
Kalaupun ada hal yang penting untuk disimpan seperti kontak personal ataupun usulan ruas jalan lingkungan, sejauh ini masih tetap dipertahankan untuk selanjutnya saya teruskan dulu pada yang berwenang baru kemudian dihapus permanen.
Catatan kecil dalam aplikasi Evernotes pun tak luput dari perhatian. 200an draft yang pernah dicatatkan, kini hanya tinggal sepersepuluhnya. Menyisakan hal-hal penting atau draft postingan blog yang dahulu sempat mandeg. Salah satunya ya tulisan ini.

Nyaris tidak ada kenangan masa lalu di Permukiman yang bakalan saya pertahankan dalam 1-2 bulan kedepan. Apalagi kalo sampai pemeriksaan BPK nantinya bisa selesai. Group bbm yang dulu pernah digagas sebagai media berbagi informasi kami pun, yakin akan saya tinggalkan segera. Mengingat kini, ponsel blackberry rata-rata sudah berganti menjadi Android. Hal lama yang pernah menjadi lucu saat diingat.

Persoalan penanganan jalan lingkungan, kini sudah dipegang pejabat baru yang fresh from the oven. Didukung oleh jajaran mantan staf yang berdinamika, saya yakin mereka bisa menjalaninya jauh lebih baik ketimbang saya terdahulu. Harapannya sederhana, kawan-kawan yang belum mampu saya bahagiakan lahir dan bathin, bisa mendapatkannya kini bersama pimpinan yang baru.
Sedangkan saya, kelihatannya memang tak banyak mimpi yang ingin diraih, karena istirahat bagi beban pikiran dan fisik, jauh lebih penting dari segalanya.

Dari dua ratusan kontak yang saya miliki terdahulu, kini sudah berkembang menjadi tujuh ratusan. Sisi positif selama berada di Permukiman. Jadi makin banyak kawan yang dimiliki.

Atau harus dihapuskan juga ?

DKI Jakarta Punya Gubernur Baru, Selamat ya…

1

Category : tentang Opini

Wiii…
Selamat ya pa Anies dan pa Sandi…
Akhirnya lolos lubang jarum juga ke kursi Gubernur DKI… Ini adalah kemenangan kita semua, bahkan termasuk saya yang bukan Warga DKI Jakarta, makanya ndak mencoblos pa Ahok. Hehehe…

Lebih dari 51 % hasil Quick Count nya kalo ndak salah.
Itu artinya ya Mayoritas Penghuni Jakarta memang sudah bosan memiliki Gubernur yang punya mulut comberan, tukang gusur, gak se-Iman dan Penista Agama…
atau Bisa juga ya Mayoritas Penduduk Muslim di Jakarta memang Takut Masuk Neraka…

dan ketika pa Anies yang dulu katanya dipecat pa Jokowi gegara nda becus mimpin Kementrian Pendidikan padahal tingkat serapan anggarannya terbesar, malah bisa jadi memang sengaja dilengserkan agar bisa punya kesempatan duduk di kursi Gubernur DKI. Ya siapa tahu kan ?

Jadi, kedepannya Jakarta bakalan jadi Role Model lagi bagi daerah lainnya. Baik dari segi tata pengelolaan pemerintahnya, kualitas pelayanan birokrasi hingga ke persoalan toleransi umat beragamanya. Serta titik akhir dari semua itu adalah tingkat korupsi yang hadir ditengah-tengah kepemimpinan, apakah memang bertujuan mensejahterakan masyarakat Jakarta dan membangun kepercayaan atau apalah ? He…

Saya harap siy PilGub Bali tahun depan bisa lebih adem ketimbang DKI Jakarta…

Tapi ah, Saya jadi ingat cerita pendek di halaman akhir Intisari beberapa waktu lalu. Dimana seorang lelaki di sebuah desa berada dalam posisi terancam banjir bandang yang akan menghantam rumahnya…
Ketika Pak eRWe datang dan memintanya pergi meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri, si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
Pak eRWe pun pergi meninggalkannya…
Tidak lama ketika air sudah naik ke lantai 2 rumah si lelaki, pasukan SAR yang membawa perahu karet pun datang menghampiri dan meminta si lelaki untuk naik menyelamatkan diri, namun lagi lagi si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
dan Pasukan SAR pun beranjak Pergi untuk menolong warga yang lainnya.
Saat banjir sudah setinggi atap dan si lelaki mulai tampak kebingungan di atas genteng rumahnya, sebuah Helikopter polisi datang mendekati dan berteriak agak si lelaki menjangkau tali temali yang diturunkannya, dan lagi lagi si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
dan Helikopter itupun berlalu mencari warga desa yang tersisa…

Tak berapa lama, banjir bandangpun akhirnya menghanyutkan rumah serta menewaskan si lelaki tersebut.
Saat bertemu dengan Tuhan, ia pun melayangkan protes sambil marah-marah. “Tuhan, aku menyembahmu setiap hari, tapi ketika aku butuh pertolongan dariMu, tak kudapatkan itu…”

Tuhanpun menjawab…
“Aku sudah mengirimkan pak eRWe kepadamu, tapi kau tolak… Aku kirimkan pasukan SAR, kau tolak juga… bahkan ketika Helikopter kudekatkan, kau tolak lagi… lalu Pertolongan apa lagi yang kau harap dariku ?”

Menanti Hasil Pilkada DKI

Category : tentang Opini

Akhirnya datang juga…
Hari yang dinanti…
Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta rasa PilPres…

Saya sebenarnya ngeri sendiri kalo ngeliat perkembangan politik di DKI.
Macam Muslim vs Non Muslim…
Tapi sesungguhnya ini adalah pertempuran antara Muslim Radikal yang ingin meruntuhkan keBhinekaan dengan Muslim Moderat yang ingin mempertahankan NKRI.

Dan melihat apa yang terjadi selama Pilkada DKI, saya sebagai bagian dari kaum minoritas, non muslim, terkadang merasa lucu atau geli saat melihat kekhawatiran sebagian umat Muslim yang khawatir pindah keyakinan atau masuk Neraka apabila memilih atau dipimpin oleh mereka yang Non Muslim.
Aduh…
Hidup ya dijalani saja. Persoalan mati, toh ada kehidupan selanjutnya… yang secara rasa, saya yakin tidak akan kita alami sebagaimana kehidupan saat ini. Tapi ya gimana ? Ini soal keyakinan…

Pula ada rasa khawatir apabila kaum Radikal sampai menguasai DKI, ya siap siap saja PilPres depan bakalan bernasib serupa.
Bersyukur sudah menghapus akun FaceBook dari lama… kalo ndak, yakin banget bakalan stress baca linimasa sosial media.

Menanti Hasil Pilkada DKI…
Sore nanti kayak apa ya Jakarta ?