Yamaha XMax 250, Kena Batunya

2

Category : tentang Opini

Apes benar hari ini kawan. Hanya gegara kelupaan mematikan motor usai dipanaskan, rutinitas ke proyek saban Sabtu pagi jadi buyar. Geblek bener…

Jadi ceritanya gini.
Jumat pagi kemarin berhubung lagi jarang bawa motor hari raya begini, Yamaha XMax 250 kudu rajin dipanasi, meski yang digondol keluar rumah ya si Veloz. Nah masalahnya pas udah kelar mau berangkat ngantor, motor cuma dimatikan via sakelar kanan, tidak sampai ke kunci utama.

Selang sehari, pas ngebuka cover selubung motor, barulah terkaget-kaget pas liat posisi kontak utama, masih di posisi ON, dan menyadari kesalahan penggunaan dari kemarin pagi. Ampun dah…

Dugaan awal, mengarah ke aki motor. Karena keteledoran sebelumnya saat dialami pada motor Yamaha Scorpio Z juga sama. Ditinggal seharian usai memanaskan motor, dalam posisi kunci kontak menyala, dan diselubungi cover penutup. Goblok !
Padahal motor baru gres 2 bulan, malah sudah berancang-ancang ganti aki.

Kena batunya dah kali ini.
Mana ni motor ndak ada starter kaki lagi… beneran memogong diem begitu, ndak bisa diapa-apain.
Gimana ceritanya kalo ini terjadi di pinggir jalan ya ?
Jadi khawatir. Hohoho…

Tapi yo wes lah, ini memang kesalahan saya selaku pemilik dan pengguna.
Maka demi si gembul, saya melakukan kontak Teknisi on call ke Yamaha Agung Diponegoro yang rupanya baru bisa dilayani sore hari atau dijadwalkan ulang.
Wealah…

Mencoba alternatif kedua, ke Yamaha Arundaya di Gatsu, yang kebetulan ponakan kerja disitu, dapat info terakhir, kalo aki baru sudah disiapkan namun teknisi masih berupaya mencari waktu siang ini. Wiii… Mantap lah.
Meskipun saran dari Bengkel sebenarnya bisa di-Jumper, charge ulang, namun konsekuensinya motor diangkutin. Walah… bisa rame dan lama keknya.

Jadi posisi per detik ini ya gitu. Dijadwalkan siang bentar oleh Yamaha Arundaya. Semoga bisa lebih awal sehingga yang Agung Diponegoro baiknya ya di-cancel.
Liat aja ntar…

[Update]

Ternyata sesuai jadwal, Tim dari Yamaha Arundaya Gatot Subroto nyamperin ke rumah tepat waktu, dan proses pun berjalan lancar. Setidaknya untuk tahapan penggantian aki dan finishingnya. Meski ada beberapa hal yang masih terkendala yaitu pencatatan di Buku Service (yang kalo ndak salah disimpan di lemari baju, cuma ndak ditemukan), set Jam pada Digital Speedometer-nya, dan kwitansi yang menyusul disampaikan. Tapi toh bukan satu masalah besar kalo itu mah, bisa besok ditindaklanjuti.
Yang penting si gembul dah mau sehat lagi.
Cuma sayang, ndak sempat dibawa mroyek, gantian si Veloz yang nemenin.

Terima Kasih ya Tim dari Yamaha Arundaya.

Ini Tahapan Program Diet Tanpa Nasi

1

Category : tentang Opini

Bagi orang Indonesia, menurunkan berat badan tanpa nasi adalah salah satu cara yang bisa menjadi pertimbangan dan patut untuk dicoba. Hal ini dikarenakan, bagi orang Indonesia nasi merupakan makanan pokok setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Bahkan bagi masyarakat Indonesia ada istilah “belum makan” kalau belum mengkonsumsi nasi, meskipun sebenarnya pada hari itu telah mengkonsumsi makanan yang juga mengandung karbohidrat. Kebiasaan masyarakat Indonesia sudah terbentuk sejak dulu sehingga sulit untuk dihilangkan. Padahal orang Indonesia bisa mendapatkan asupan karbohidrat dari sumber makanan lainnya yang lebih sehat dan rendah kalori.

Karbohidrat adalah nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Kandungan kalori yang terdapat didalamnya diperlukan oleh tubuh untuk diubah menjadi energi sehingga akan membantu manusia untuk bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari. Meskipun demikian, asupan karbohidrat tetaplah harus sesuai dengan aktivitas yang dikerjakan, karena kalau asupan karbohidrat yang masuk terlalu banyak dan tidak seimbang dengan aktivitas anda, kalori yang terkadung didalamnya akan mengendap dan menjadi lemak dan akhirnya berat badanpun menjadi bertambah.

Gambar diambil dari halaman www.dietcepatalami.com

Di Indonesia, nasi merupakan pokok pertama untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat. Setiap hari masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi, bahkan sampai 3 kali dalam sehari. Belum lagi makanan-makanan lainnya yang juga mengandung karbohidrat serta kalori. Oleh sebab itu jika anda ingin menjalankan program diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal salah satu cara yang paling efektif adalah mengurangi atau bahkan diet tanpa nasi. Hal ini perlu dicoba, karena nasi mengandung karbohidrat yang cukup tinggi apalagi jika mengkonsumsinya terlalu banyak. Anda bisa mencoba makanan lain untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat yang lebih sehat dan tentunya rendah kalori, karena di Indonesia ada banyak makanan yang bisa menjadi pilihan untuk membantu anda saat melakukan cara diet yang baik. Sebenarnya apabila konsumsi nasi tidak berlebihan tidak akan membuat kegemukan, namun terkadang orang Indonesia suka lupa, apalagi saat makannya ditemani oleh lauk pauk yang nikmat dan juga lezat yang menyebabkan konsumsi nasipun menjadi banyak.

Bimbang di Persimpangan Jalan

Category : tentang Opini

Hari ini tiba-tiba saya teringat dengan nasehat senior saya, yang sudah resign setahun lalu, meninggalkan tugas sebagai abdi negara dan memilih menjadi warga biasa. Keputusan itu diambil saat ia berada pada posisi yang sama dengan kondisi saya hari ini.

Pikiran saya pun jauh melayang disela kesibukan yang makin terasa selama dua minggu terakhir. Dengan adanya tambahan tugas baru dari pimpinan, jadi makin jauh dari keluarga. Utamanya anak-anak dan ‘me time’. Meski lelahnya belum separah tahun lalu, namun perubahan itu mulai agak mengganggu waktu luang yang biasanya ada.

Saya juga jadi teringat pimpinan yang kini berada di balik jeruji. Hanya karena luput menjalankan tugasnya, ia harus meninggalkan keluarga dan melupakan karir yang telah dibangun selama ini. Sepertinya bantuan hukum yang diharapkan tak jua kunjung tiba di depan mata. Semua terkesan meninggalkannya sendirian saat bersua masalah di tengah jalan.
Saya sendiri belum sempat menjenguknya kembali pasca kehilangan kata-kata Kamis lalu.

Bimbang di persimpangan jalan.
Rasanya jika diperbolehkan memilih, lebih baik memiliki waktu luang yang banyak untuk keluarga dan anak-anak ketimbang disibukkan oleh pekerjaan yang meskipun dijalankan dengan benar saja, masih ada celah salah yang dilihat dan dimanfaatkan orang lain untuk menjatuhkan semua usaha dan pengorbanan yang dilakukan. Apalagi dengan sengaja berbuat salah ?

Namun sepertinya pilihan itu tak akan pernah ada ketika jalan belum mapan terbentang untuk masa depan keluarga. Jalan terus.

Lalu mau bertahan sampai kapan ?

Meluruskan HOAX Info BPJS Kesehatan

Category : tentang Opini

Sekitar pukul 2 siang tadi, salah seorang kawan sesama alumni sekolahan dulu, berinisiatif meneruskan sebuah broadcast yang isinya cukup tendensius menurut pandangan saya. Info tentang BPJS Kesehatan.
Isinya sebagai berikut :

*Info BPJS*

Hati hati yg ga punya BPJS karna thun dpn 2018 akan sulit ut kepengurusan bahkan ga bisa ngurus berkas… Simak…..
INFO UNTUK PESERTA BPJS MANDIRI

1. Sistem pembayaran BPJS mandiri mulai September 2016 1 no virtual account berlaku untuk 1 keluarga (sesuai jumlah anggota keluarga yang tertera pada KK.
? Bila ada anggota keluarga menunggak, maka keluarga akan terkena dampaknya.
?? Peserta diwajibkan membayar BPJS, karena tagihan BPJS dan denda tetap berjalan mesti kartu BPJS tidak aktif. Jadi jangan kaget kalau cek tagihan bisa sampai jutaan. Digunakan atau tidak BPJS, tetap wajib bayar.
??? Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 (dua belas) bulan.
???? Besar denda paling tinggi Rp.30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).
????? Tagihan BPJS akan berhenti jika meninggal dengan SYARAT melaporkan ke BPJS dan melunasi tunggakan jika ada.

2. Perpres RI Nomor 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, pasal 6 ayat 1 dinyatakan bahwa, kepesertaan Jaminan Kesehatan BERSIFAT WAJIB dan mencakup seluruh penduduk Indonesia sehingga TIDAK ADA proses penghentian keanggotaan JKN. Peserta HANYA BISA berhenti ketika data kematian atau meninggalnya peserta BPJS dilaporan dan masuk data base BPJS.

3. Sanksi bagi yang tidak memiliki BPJS tidak akan mendapat layanan publik. Lihat Peraturan Presiden no 86 tahun 2013 pasal 9. Layanan publik di maksud meliputi
? SIM
?? STNK
??? Sertifikat tanah
???? paspor
????? IMB
Sanksi akan berlaku 1 JANUARI 2018

Bantulah share postingan ini agar teman dan keluarga kita mengetahui. Terima kasih.

* * *

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan isi secara mendetail, tapi ketika membaca sepintas yang agak menyudutkan BPJS Kesehatan, terlepas dari pro kontra yang ada, saya pun nyeletuk iseng, mengingatkan yang bersangkutan akan sangat mencurigakan apabila info semacam ini dibagikan oleh seorang agen asuransi ternama. Hehehe…
Sambil berbagi cerita tentang perbedaan pemanfaatan asuransi BPJS dengan Non BPJS seperti yang pernah saya share berseri terdahulu disini.

Makin penasaran ketika menelaah satu persatu kalimatnya yang menurut saya pribadi agak aneh juga, kok bisa ya pemerintah bisa berupaya mempersulit masyarakat begini ?
Tapi kalo kalian mau browsing dikit-dikit, mungkin bisa nemu apa dan mengapanya. Misalkan saja dari halaman pasienbpjs.com disini.

Rupanya alasan pemberlakuan 1 virtual akun untuk 1 keluarga (boleh yang mana saja), berangkat dari kesulitan membayar berkali kali bagi mereka yang membayar per satu bulan masing-masing anggota keluarganya.
Keluhan yang manusiawi dan sempat pula terpikirkan oleh saya di awal dulu. Bakalan ribet urusannya kalo bayar satu-satu mah. Inginnya sih bayar sekali untuk semua. dan rupanya sudah terjawab oleh BPJS.
Maksudnya untuk membayar iuran bagi Bapak dan Ibu yang menjadi satu dalam Kartu Keluarga saya, sebelumnya musti dua kali input di ATM, dengan menggunakan 2 nomor virtual akun yang berbeda. Sempat kena komplain orang yang antre di belakang karena saya lama banget berada di dalam bilik ATM. Persoalannya adalah sistem pembayaran kerap gagal saat proses pengiriman. Sudah gitu, karena gak hafal semua nomor va nya, musti liatin layar ponsel bergantian dengan layar atm.
Sempat membathin gitu pas diteriaki orang.
Tapi karena ngeles bahwa Ibu saya gawat darurat di RS karena saya nunggak setahun lebih BPJS, rangorang jadi maklum gitu dan ndak marah lagi.
Aduh maaf yah… tapi sejatinya Ibu pas itu mau kontrol mata gegara katarak, dan gak bisa diambil penanganan karena saya belum bayar.
Belum bayarnya ini terjadi karena saya salah kira, kalau iuran BPJS untuk orang tua bisa potong gaji langsung. Eh ternyata yang bisa potong gaji hanya tanggungan anak dan istri. He…

Balik ke soal Virtual Akun untuk 1 Keluarga, andai saja nunggak 1 bulan, maka saya harus bayar sebesar 80ribu dikalikan 2. Tanpa denda infonya.
Eh iya, soal ndak kena denda akibat terlambat bayar bisa dibaca disini.
Akan tetapi kalo ndak bayar setahun, tinggal dikalikan 12. Sangat wajar juga kalimat ‘Jadi jangan kaget kalau cek tagihan bisa sampai jutaan’
kalo seumpama keluarga yang ikutan BPJS ini bukan berasal dari kalangan pns, dengan tambahan Istri dan tiga anak seperti saya misalkan. Ada 6 orang yang ditanggung sebulannya dengan nilai 480 ribu, BPJS Mandiri kelas I.
Lumayan ya ?
Tapi jika disandingkan dengan iuran Asuransi Non BPJS, angka segitu hanya cukup untuk bayar 1 anggota keluarga saja. He…
dan Angka Jutaan bakalan bisa kalian temukan ketika nunggak BPJSnya hingga hitungan 3 bulan dan seterusnya untuk 6 anggota tertanggung.
Begitu kan ya ?
Coba tadi disandingkan dengan pengeluaran Non BPJS per satu bulannya terlepas dari pertanggungan dan lainnya.

Lanjut kalimat selanjutnya yang ‘Digunakan atau tidak BPJS, tetap wajib bayar.’
Ya Benar sekali. Akan amat sangat tidak berguna apabila kalian dalam tidak dalam kondisi Sakit. Tapi bukankah semua Asuransi termasuk Non BPJS juga begitu ?
Cuma memang ada dalam jangka waktu tertentu sih ya, sementara BPJS kan seumur hidup ?
Yang kalau mau dihitung, pembayaran BPJS sebesar 80ribu sebulan setara dengan seperempat pembayaran Asuransi Non BPJS kategori minimal yang 350ribu. Ini perbandingan kasar loh ya. Dengan nilai pembayaran Asuransi Non BPJS selama 10 Tahun setara pengeluaran Asuransi BPJS selama 40 Tahun. Edan kan ? Itu kalo nilai iuran Asuransi Non BPJS kalian hanya sebesar 350ribu sebulannya. Kalo lebih besar yang tinggal dikalikan.
Ini terlepas dari jenis pertanggungannya masing-masing loh ya.

Soal besaran ‘Denda Paling Tinggi sebesar 30 juta’ sebenarnya ditujukan pada kalian yang menunggak dari angka 30 juta hingga lebih. Sedangkan besaran Denda tertentu kalo ndak salah diluar keterlambatan tadi hanya sebesar 2,5% saja.
Jangan jangan berprasangka bahwa terlambat bayar sebulan juga dikenakan 30 juta. Wealah…

Lalu soal sub kelima pada poin 1, soal ‘Tagihan BPJS akan berhenti jika meninggal dengan SYARAT melaporkan ke BPJS dan melunasi tunggakan jika ada.’
Kalo untuk Asuransi lainnya kira-kira gimana ya ?
Apakah Tagihan akan otomatis berhenti jika nasabah meninggal (selama masa wajib bayar iuran) tanpa ada laporan ke Agen Asuransi ?
Ada yang bisa menjawabnya ?

Lanjut untuk poin yang ke-2, masih melanjutkan soal penghentian keanggotaan JKN akan bisa dilakukan apabila yang bersangkutan mengalami kematian dan dilaporkan.
Kira-kira nih ya, kalo untuk Asuransi lain, tanpa melepas Agen untuk melakukan penagihan door to door, misalkan seperti saya yang Asuransi Non BPJSnya didebet dari Rekening, seumpama tidak ada keluarga yang melaporkan masuk ke data Asuransi tersebut, masih melanjutkan keanggotaan atau otomatis terhenti ?
Mampukah kalian melakukan itu ?
Hmmm… Katrok kali pemikirannya.

Lanjut Poin ke-3, soal Sanksi tidak mendapat layanan publik apabila tidak ikut kepesertaan hingga 1 Januari 2018, mencakup sim dan lainnya berdasarkan peraturan presiden nomor 86 tahun 2013.
Widiiih… ngeri ya ? Mosok Pemerintah sejahat itu ?
Tapi kalau boleh dicermati, sebenarnya yang dimaksud peraturan terkait adalah Peraturan Pemerintah (bukan Presiden), nomor yang sama, tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada Pemberi Kerja selain dst.
Ingat kata kunci ‘Pemberi Kerja’. Jadi yang dimaksudkan disini adalah sekelasnya perusahaan baik kelompok maupun perorangan. Yang apabila mereka tidak memberikan Jaminan Kesehatan pada pekerjanya, sanksi dimaksud akan dikenakan sesuai aturan dan itupun akan diberlakukan sosialisasi hingga 1 Januari 2019.
Tahun 2019 loh ya, bukan Tahun 2018 yang sudah masuk dalam hitungan bulanan.
Yo wes, makin Katrok lah pemikiran kalian kalo mempercayai poin ke-3 ini.
Sudah salah comot, ngarang pula.

Terakhir ada kalimat penutup ‘Bantulah share postingan ini agar teman dan keluarga kita mengetahui. Terima kasih’.
Mulia sekali…

Tapi Katrok banget kalo kalian sampai ikut serta meneruskan informasi broadcast diatas tanpa pernah meluangkan sedikit kuota internet buat baca-baca sumber terpercaya dan akurat yang ada di dunia maya untuk sekedar pembanding, mencari tahu apa benar info yang saya terima ini ?

Berkaca pada status FaceBook komandan kami, Anton Muhajir terkait informasi simpang siur status Gunung Agung 23 September lalu yang bisa dibaca disini, ya ada benarnya juga.
Bahwa sebelum membagikan informasi yang didapat dari orang lain, bahkan dari Mertua sekalipun, cek ricek dulu ke media yang terpercaya. Ndak susah kok, apalagi menghabiskan banyak kuota untuk itu. Meh kuotanya bakalan lebih banyak habis buat share info yang hoax ke banyak group dan halaman sosial media. Eheh…

Jadi balik ke soal ‘meluruskan Info Hoax BPJS Kesehatan, rasanya sudah selesai ya, debat monolognya.
Kalian yang punya pengalaman pahit dengan BPJS ataupun manis sebagaimana halnya yang pernah kami alami, bisa share disini kok. Karena nanti postingan ini bakalan saya share ke rekan-rekan lain juga biar ndak ketularan menyebarkan info Hoax macam begini.

Termasuk info soal status Gunung Agung loh ya…

Eh tapinya jangan lupa untuk melakukan koreksi apabila ada yang salah dari opini saya diatas ya…

Terima Kasih sebelumnya. Tabik…

Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium

1

Category : tentang Opini

Wara wiri di seputaran kota Denpasar dan Kabupaten Badung selama seminggu terakhir diatas Yamaha XMax 250, rasanya memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman terdahulu menggunakan motor lakik Yamaha Scorpio 225, yang kini sudah melanglang jauh ke Indonesia timur bersama pemiliknya yang baru.
Perjalanan panjang tak lagi terasa jauh dan melelahkan.
Bisa jadi lantaran posisi duduk yang bisa diatur dalam tiga set pengaturan kaki, dan salah satunya mirip dengan pose rider motor besar tipe jelajah.
Khusus satu ini tentu dengan kelebihan aktifitas kaki dibebaskan dari semua beban serta tanggung jawab.
Nyamannya bukan main.

Yamaha XMax 250, Matic Jumbo kelas Premium.
Harganya masih tergolong muahal dan tak masuk di akal untuk kelas motor dengan mesin satu silinder. Ini pendapat seorang kawan yang lulusan Teknik Mesin.
Mengingatkan saya pada produk sebuah smartphone yang dibanderol seharga motor matic baru kelas pemula, utamanya saat mengetahui jeroan yang digunakan tergolong rendah untuk kelas masa kini.
Sepertinya ia lupa, bahwa ada banyak pertimbangan lain yang menyebabkan motor matic berukuran jumbo ini dilego kisaran 56,6 Juta on the road wilayah Bali.

Selain kenyamanan berkendara tadi, secara perlahan pada akhirnya bisa juga beradaptasi dengan si bongsor satu ini.
Dari membuka tangki bahan bakar yang ada di sisi bawah depan jok, membuka kompartemen kiri untuk menyimpan kedua ponsel, membuka bagasi hingga mengunci setang yang sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah.
Termasuk saat bermanuver disela kendaraan berlalu lintas ramai, menarik tuas rem dadakan atau ngetem di persimpangan lampu merah dengan pandangan kagum dari belasan mata yang ada.

Konsep premium Yamaha XMax 250 inipun kerap terlintas di kepala. Penampilan digital speedometer laiknya kendaraan roda empat, rasanya bakalan membutuhkan dana pemeliharaan tinggi apabila terjadi kerusakan atau gangguan satu saat nanti.
Begitu juga ketiadaan starter kaki. Rasanya bakalan kesulitan saat motor mogok di jalan. Musti cari akal agar tak sampai kejadian sampai sejauh itu.
Eh tapi kenapa ketiadaan starter kaki bisa saya katakan sebagai bagian dari konsep premium sebuah kendaraan bermotor ? Ya lihat saja kelas kendaraan roda empat. Gak ada starter kakinya juga kan ya ? He…

Cuma saya masih agak ragu saat meninggalkan Yamaha XMax 250 ini di keramaian parkir.
Selain manuvernya susyah jika sampai terjebak ditengah-tengah area, fungsi kunci yang tanpa kunci atau dikenal dengan istilah immobilizer ini, bakalan mampu menjaga kendaraan dari tangan tangan jahil ?
Karena ketika meninggalkan motor dalam kondisi off tanpa kunci setang, kendaraan akan mudah dinyalakan kembali saat saya masih berada di sekitar motor untuk sebuah keperluan. Kalo masih bisa dilihat sih syukur. Lha kalo terhalang tembok ?
Ya wajib kunci setang tentu saja biar ndak khawatir.

Hingga saat ini, ni motor sudah melahap jalanan sepanjang 300an KM tanpa adanya gangguan yang berarti. Hanya saja agak kurang nyaman saat diajak ke ruas jalan dengan kontur kasar seperti paving, atau permukaan lain yang dalam kondisi rusak.

Secara keseluruhan, ni motor matic jumbo cukup memuaskan saya kok. Apalagi agenda awal untuk menggantikan sosok Scorpio 225 sudah tercapai sesuai harapan.
Cuma memang musti rela menahan diri untuk memodif atau variasi motor di awal-awal ini. Secara nilai memang tergolong premium dibanding motor lain. Mungkin nanti setelah berumur setahun dua, bakalan ada perubahan penampilan dengan memanfaatkan cutting sticker besutan Anreas Bali Modification kelak.

Kalian ndak tertarik ?

Nyaman berkendara dengan Yamaha XMax 250

2

Category : tentang Opini

Cerita pertama mengaspal di jalanan bareng XMax 250 kemarin itu, rasanya saya masih terbayang-bayang kisah lama dengan si merah Scorpio 225. Belum bisa Move On nih kayaknya.

Tapi setelah dipikir-pikir ya, ini kan motor matik, bukan motor lakik… jadi ya bayangan masa lalu sepertinya harus dibuang jauh-jauh mengingat yang baru gres ini toh tampaknya sudah mampu memenuhi harapan saya sebelumnya, akan motor yang bisa membawa serta dua bayi kemana-mana dalam jarak dekat.
Yuk simak cerita baru kali ini.

Nyaman berkendara dengan Yamaha XMax 250

Yup. Bener…
Nyaman banget saat digunakan berkendara seputaran kota sejauh ini.

Manuvernya oke.
Dibawa zig zag pun ayo.
Ngebut ?
Meski agak khawatir karena belum menguasai medan, asik-asik aja saat menggeber gas track lurus.
Yang bikin mikir hanya saat mendekati halangan atau persimpangan, kedua tangan belum bisa reflek menekan rem dua sisi. Sementara kaki masih spontan mengganti tuas gigi laiknya motor lakik.

Dudukan sadel yang tinggi membuat saya agak susah untuk menaiki motor. Kaki musti ngangkang dulu biar bisa sukses mendarat, kalo ndak gitu siap-siap saja kaki kanan bakalan terantuk bodi motor. Syukur-syukur kena permukaan lembut. Lha kalo kena pegangan tangan boncenger ? Duh… sakitnya minta ampun, pernah alami awal awal kemarin.

Bobotnya aslinya lumayan berat. Tapi pas diajak menjelajah jalanan Badung Jumat pagi kemarin, lincak banget Mak. Apalagi pas nikung, ndak terasa bawa motor besar.
Dengan kecepatan 60-80 kmh, mulusnya aspal makin mempercepat akses ke kantor-kantor desa dan kelurahan tujuan. Ada 10 lokasi yang saya capai dalam durasi 2 jam-an.
Sayangnya, ni motor gak rekomend buat masuk ke jalanan offroad paving yang kondisinya benjut. Kacau barbie pas menyusuri jalan shortcut Tibubeneng – Canggu, atau ruas Kabupaten Tabanan di wilayah Mengwi Selatan.

Dengan total perjalanan hingga 70an KM dalam sehari, Yamaha XMax 250 saya rekomend deh buat kalian yang bertubuh besar kek saya.
Utamanya juga bagi kalian yang menginginkan kebebasan buat kedua kaki saat berkendara.

Yamaha XMAX 250, kurang Garang menjajal Jalanan

1

Category : tentang Opini

Sedikit lebih cepat dari perkiraan awal, tepatnya di akhir minggu kedua, harapan itu dikabulkan pihak Yamaha.
Surat dan plat, bisa digondol pula siang ini juga.
Wusss… gak nyampe sejam saat ijin makan siang, kantor Yamaha Diponegoro langsung disambangi untuk balik pulang dan menjajal jalanan.

Yamaha XMax 250 pun sudah diperbolehkan mengaspal di jalanan.

Tips Penting bagi kalian para pria penunggang XMax 250, upayakan atau usahakan untuk menggunakan yang namanya celana panjang saat berkendara.
Apabila menggunakan kemben laiknya saya siang ini, siap-siap semua bakalan terbang kearah samping.
Mih… enggak nyaman banget, musti mengibaskan dan melepitkan kain disela paha. Beda dengan pose menunggang si merah, semua sisi bisa dijepit di tangki. Na ini ?

Sebelum pengambilan plat motor tadi, sempat titip pesan ke Yamaha Diponegoro agar plat langsung dilubangi biar bisa langsung clok di motor. Apa daya dengan jarak lubang yang sama di kedua plat, untuk yang dipasang pada sisi depan, gak sesuai dengan cangkang plat yang disematkan pada bodi. Alhasil musti berjibaku lagi membuat lubang baru agar plat depan bisa mejeng dengan baik.
Untungnya dah menikah, jadi ndak bingung lagi buat nyari lubang. Eh…

Sempat kagok juga di awal perjalanan. Selain dudukan badan yang kurang nyaman akibat penggunaan pakaian adat di hari kamis bagi setiap pns di kabupaten Badung, panasnya cuaca cukup menyengat badan yang terbiasa berada dalam kabin mobil ber-ac. Masih berusaha untuk menyesuaikan diri dengan tunggangan baru kali ini.

Setiap mendekati persimpangan atau halangan di depan, reflek kaki kanan menginjak rem dan kaki kiri mengubah gigi, tampaknya cukup mengganggu pergerakan. Begitu pula dengan pola perjalanan, urat kaki kiri rasanya selalu gatal untuk berpindah tuas, padahal ini matik. Bego kali otak ini.
Mencoba mengingat untuk memanfaatkan kedua tangan lebih maksimal.
Terasa sekali perbedaannya.

Demikian halnya saat dibawa bermanuver, zig zag, salip kanan dan ngebut dikit. Meskipun nyaman, namun garangnya mesin 250cc rasanya masih dikalahkan jauh oleh besutan mesin 225cc si merah Scorpio terdahulu. Baik dari segi hentakan gas saat mempercepat laju, maupun suara auman knalpot yang disemburkan.
Apalagi yang namanya bodi plastik, begitu jelas terasa. Besar namun ringan. Jadi maklum kalo ingat XMax ini motor matik, bukan motor lakik.
Tapi serius. Ini beneran nyaman.
Mungkin karena sudah terbiasa dengan manuver dan zig zag nya Honda Beat dan Scoopy milik Istri yang sebelumnya kerap dicoba untuk jarak dekat sekitar rumah.

Semua keluhan tadi, sempat dicoba untuk diminimalisir saat balik pulang dari kantor. Pakaian adat dilepas menyisakan celana pendek, membuat perjalanan jadi sedikit ringan. Namun tetap saja ribet karena kencangnya angin saat berkendara menerbangkan kain celana ke arah belakang. Seksieh ndak bisa dibekap ke tangki.
Baru saat dibawa jemput anak sore tadi, bisa lebih baik dengan menggunakan celana panjang sebagaimana tips diatas.

Nanti disambung lagi.

Kenakalan Anak Sekolah

Category : tentang Opini

Sebetulnya saya enggan kalo ngomongin soal satu ini, karena bukan ahlinya pula bukan orang yang paham akan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Akan tetapi ketika mendengar dan mendapat masukan dari yang lain, sempat tergelitik juga untuk mengungkapkannya di halaman ini.
Hanya di halaman ini saja.
Ya anggaplah ini hanya sesi curhatan saya.

Soal kenakalan anak sekolah, jaman menjalaninya ya sekali dua pernah juga melakukan, terlibat didalamnya, menjadi korban, bahkan ketahuan. Namun ketika disandingkan dengan posisi yang dialami putri pertama saya, mirip dengan cerita shitnetron televisi, ya agak geregetan juga jadinya.
Pengen melabrak, tapi kok ya ini anak-anak sekolah SD kelas 4, atau dibiarkan tapi kok ya eman diteruskan tanpa adanya pengawasan dari orang tua.
Jadi ceritanya ingin share dengan para orang tua dulu deh paling aman.

Melihat adanya kenakalan anak sekolah SD kek gini, mengingatkan juga kisah cerita almarhum kakak saat ia masih menjejak masa sekolahnya dulu. Punya kawan baik sesama perempuan, yang kadang menjadi sahabat di kala duka, juga musuh saat berbeda pemikiran. Sementara saya, bisa jadi pernah tapi sepertinya tak separah itu. Mungkin karena kami laki-laki, jadi tak terlalu dalam lah perbedaannya terasa.

Nah balik lagi ke persoalan kenakalan anak sekolah, kalo didiamkan ya lama-lama bikin geregetan juga. Mengingat oknum yang sepertinya ingin berkuasa dan semua teman tunduk padanya ini, mirip dengan karakter antagonis yang diperankan begitu licik dan sinisnya dalam episode shitnetron tadi. Antara pengen ngejambak dan menampar si anak dan ngingetin bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik, atau membalikkan keadaan sesekali agar dia pernah berada di posisi korban. Tapi eh ya ndak boleh seperti itu kan ya ?