Menatap Mentari Pagi Desa Canggu Idulfitri 1 Syawal 1439 Hijriah

2

Category : tentang Opini

Hari masih gelap ketika kaki kaki ini mulai menapak jalan aspal dari rumah mertua menuju selatan, pantai Batu Bolong Desa Canggu. Satu dua wisman tampak berlari kecil melawan arus dimana aku melintas. Suasana hari raya begitu kentara.

Masuk kilometer kedua, satu dua kendaraan roda empat mulai tampak. Aku pun mengambil haluan kanan, melawan arus kendaraan agar tetap bisa melangkah cepat di atas aspal, dan tak terjerembab di kotornya selokan.
Disini keberadaan trotoar belum menjadi prioritas laiknya kota.

Empat kilometer jauhnya dari rumah. Jarak yang kupantau melalui aplikasi Google Maps saat menyeruput kopi pahit dini hari tadi. Lumayan juga untuk rute pergi pulang. Menjadi pengalaman pertama bulan ini, pasca kecelakaan tempo hari.

Mentari pagi masih malu-malu menampakkan diri. 1 Syawal 1439 Hijriah, Tahun 2018 dimana kemacetan mudik tak lagi viral di sejumlah media. Mensyukuri jalan tol yang dibangun Presiden Kita dan tetap berharap ia akan tetap memimpin negeri ini periode depan.

Selamat Hari Raya Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

3000 Postingan, Lalu Apa ?

4

Category : tentang Opini

Sudah 12 tahun…
dan Sudah lewat rupanya ?

Saya malah lupa, kalau 26 Mei lalu adalah tanggal dimana saya mulai menulisi halaman Blog ini, 12 tahun yang lalu tapinya. Sudah seharusnya dirayakan… tapi lupakan saja.

dan Setelah dibuka-buka kembali halaman Blog yang sangat amatiran ini, rupanya lagi Sudah ada 3000 postingan yang dilahirkan dan sekitar 5% diantaranya ditarik dari peredaran. Tepatnya diBredel oleh siempunya. Gegara tidak layak baca dan tidak layak publikasi. Jadi bisa dikatakan, yang bisa dibaca sekitaran 2850an postingan saja.

Lalu Apa ?

Lalu harapannya ya jelas, bisa lebih serius lagi ngeBlognya. Lebih semangat dan tentu saja lebih berkualitas dari segi tulisannya. Karena bakalan mubazir kalo halaman blog ini hanya menyimpan soal keluh kesah saya dan cerita tak jelas, seiring makin banyaknya usia halaman Blog.

Apa Bisa ?

Ya Doakan saja.
Semoga bisa selalu sehat pikiran dan jasmani, sehingga bisa menulisi Blog hingga akhir masa nanti. dan Semoga juga, bisa mendatangkan nilai rupiah yang lebih baik lagi kedepannya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Keluarga

Category : tentang Opini

Usianya masih tergolong muda saya rasa. Belum menginjak 50 tahun. Namun ia sudah pergi mendahului kami pasca pecahnya pembuluh darah di kepala siang harinya. Hanya terhitung jam, kabar duka kami terima.

Ia hanyalah satu dari sekian banyak saudara yang saya miliki. Satu dari sekian saudara pula yang mengalami sakit serius di usia muda. Demikian halnya saya.

Kerap kali kami abai pada kesehatan. Lebih suka bergelimang kesukaan baik akan makanan, minuman atau aktifitas yang tidak sehat. Dan rata-rata kami memang jarang berolahraga.
Semua baru menyadari betapa terlambatnya datang penyesalan. Utamanya bagi kami begitu mengetahui ada teman baru didalam tubuh, yang siap menggerogoti daya tahan tubuh, pula umur yang begitu didewakan banyak orang. Ada banyak potensi teman lainnya yang siap menemani jika tak jua mengubah pola hidup.

Olah raga kini menjadi penting.
Setiap hari. Begitu luang, pagi dan sore hari, langsung dilakoni. Gak peduli suasana hati, karena begitu keringat mulai menetes, semua jadi bersemangat kembali. Cuma memang sudah terlambat untuk memulainya.

Kesehatan itu urusan gampang sebenarnya. Selama pemasukan kalori kedalam tubuh bisa diimbangi dengan pengeluaran kalori yang setara, sekiranya masih aman situasinya. Namun alangkah bagusnya bisa sedikit lebih meneteskan keringat agar kesehatan bisa lebih terjaga. Maka itu perbanyak gerak badan, kurangi asupan makan enaknya.
Sederhananya ya jaga pola makan saja sudah cukup.

Toh ketika kesehatan bisa dijaga, semua itu demi masa depan diri sendiri, keluarga, utamanya anak anak dan istri bagi mereka yang sudah berumah tangga. Ndak kasian sama anak anak yang masih perlu kasib sayang orang tua, malah ditinggal pergi secara permanen ? Atau Ndak kasian sama Istri yang begitu kerasnya diperjuangkan saat masa pacaran dulu, kok ya ditinggal jauh ?

Kalian yang masih muda, ada baiknya mulai rajin menjaga kesehatan mumpung masih bisa. Mumpung belum terlambat. dan Mumpung ada yang mau mengingatkan.
Jangan sampai semua terlambat baru menyesal.
Ingatlah bahka kalian masih punya seseorang yang bakalan merindukan kehadiran sosok yang disayanginya, dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Amor ring Acintya Wi Ade Jinggo

Category : tentang Opini

Kabar duka masuk ke WAG baru saja. Wi Ade Jinggo sudah meninggal dunia. Kepergian yang begitu singkat, karena baru tadi siang sang anak mengabarkan bahwa bapaknya mengalami pecah pembuluh darah pada otak, dan saat itu sudah berada di UGD RS Sanglah.

Kami semua memanggilnya Ade Jinggo, entah kenapa ia dipanggil begitu. Masih saudara sepupu dari pihak Ibu.
Umurnya saya kira tidak terpaut jauh dari kami.
ia meninggalkan 7 anak, dan yang paling bungsu kalau tidak salah masih seumuran dengan bungsu kami.

Sosok yang penuh tawa dan cerita. Suka mencandai anak-anak, termasuk putri-putri kami. Setiap kali bertemu ia selalu menyapa dengan ramah.
Jarang sekali saya melihatnya marah.

Terakhir bertemu kalau tidak salah di rumah sakit dekat rumah, dimana ia dirawat. Penyakitnya kambuh akibat kecapekan dalam beraktifitas. Saat itu ia ditunggui sang anak yang katanya sudah capek mengingatkan bapak lantaran membandel. Yah, namanya juga orang tua, pasti akan terus bekerja keras demi anak-anaknya. Masih sempat bercanda soal konsumsi Tuak yang belakangan saya lakoni.

Dari status akun FaceBooknya saya lihat baru minggu lalu ia dan anak-anaknya memberikan surprise ulang tahun pada sang istri tercinta.
Dan Umur seseorang, bisa bertahan sampai kapan, memang tidak ada yang tahu.

Amor ring Acintya Wi Ade…

*dari ruang tunggu RS Bhakti Rahayu, saat ini jenasah masih berada di RS Sanglah, dan keluarga sudah berkumpul untuk memandikannya.

Menanti Pertarungan Lokal Motor Matic Premium 250cc

Category : tentang Opini

Mengambil keputusan untuk memilih Yamaha XMax 250 pada pertengahan tahun 2017 lalu, menggantikan posisi Yamaha Scorpio 225 sebenarnya sudah menjadi impian sejak lama. Kalau tidak salah, saat isu XMax akan dirilis, sesaat setelah NMax masuk pasar Indonesia.
Saat DP diberikan ke agen Yamaha di bilangan Diponegoro Denpasar, beberapa kelemahan Motor Matic Premium rakitan lokal ini sudah bisa diketahui lebih awal. Salah satunya penggunaan bodi plastik yang belakangan mulai dikhawatirkan calon pengguna, pasca dua kali kalah tabrakan dengan motor bebek generasi old. Garpu depan bahkan hingga ke velg, hancur berantakan.
Meski secara Harga Jual masih ada yang mengatakan terlalu mahal untuk sebuah motor dengan mesin satu silinder, namun bagi pasar Indonesia yang bisa jadi lebih mengutamakan penampilan, Yamaha XMax 250 sangat menggiurkan untuk dibawa pulang dengan kisaran 56,5 Jutaan.

Sebelum Yamaha merilis seri Maxi Premium ini, Suzuki sudah lebih dulu mencoba masuk lewat seri Burgman 200cc. Yang kalau tidak salah saat ini dilego dengan harga baru, nyaris 60 Jutaan.
Dengan jenis mesin yang sama namun berkapasitas sedikit lebih kecil dan bodi yang sedikit lebih rendah, untuk lokalan tampaknya masih belum banyak bisa dilihat bersliweran di jalanan.
Lantaran dengan rentang harga seperti itu, pasar mungkin lebih melirik Kawasaki Ninja 250R versi awal, meski secara model ya kembali ke selera masing-masing.
Meski demikian, Suzuki tampaknya masih berupaya masuk dalam kapasitas mesin yang sama lewat seri Sky Wave 250.

Setelah Yamaha XMax 250 dirilis ke pasar lokal, Kymco sebagai pemain lama motor matik, sudah menyiapkan seri Downtown 250cc dengan harga jual 68 Jutaan. Angka yang cukup fantastis mengingat secara spesifikasi tidak jauh berbeda dengan versi Yamaha punya.

Sementara itu Honda, sang raja yang memimpin pasar motor lokal, rupanya sudah merilis seri Forsa 250cc di pasar Jepang dengan harga jual 83,5 Juta. Paling tinggi di level yang sama sejauh ini.
Bisa semahal itu lantaran produk masih merupakan barang impor dengan rakitan Thailand. Jadi ingat seri PCX seri awal yang juga memiliki harga jual cukup besar disandingkan sejawatnya.

Menanti pertarungan pasar lokal untuk motor matic kelas Premium 250cc, tampaknya bakalan ramai di tahun 2019 mendatang.
Apabila ketiga brand diatas ingin bersaing merebut kue penjualan motor matik kelas premium di pasar lokal dari Yamaha, harapannya tentu saja, produk bisa dirakit disini sehingga harga jual yang bisa ditawarkan kepada konsumen jadi tidak jauh berbeda.
Cuma, apa Mungkin ?

Istirahat Terpaksa Aksi Jalan Kaki 10K

2

Category : tentang Opini

Tangan dan kaki kiri saya masih gemetar pasca diobati istri siang tadi. Bahkan untuk mengetik draft postingan blog ini pun, mengandalkan benar jempol kanan untuk menggerayangi segenap area keyboard virtual pada layar ponsel.
Bukan, saya bukannya mengalami Stroke atau kelumpuhan pada badan bagian kiri. Aduh… semoga hal itu dijauhkan dari nasib saya kelak. Tapi ini karena tertindih XMax saat berupaya memindah parkir kendaraan dari area panas ke teduh pukul 14.00 barusan. Sesaat setelah menemani dua bayi kecil yang saya paksa untuk tidur siang tadi.

Siapa sangka setelah delapan bulan lamanya, saya baru tersadar bahwa beban motor Yamaha 250 ini memang berat adanya. Jika bukan karena kejadian tadi, mungkin pikiran masih merasa enteng kalo mau menggeber matic premium ini kemana-mana. Termasuk menikung dengan gaya moto GP sekalipun.
Kali ketiga, dan kali ini telak banget.

Kaki kiri banyak besetnya.
Terparah pada sisi dalam betis. Bisa jadi lantaran kena gesekan standar kaki motor yang lumayan tajam. Sementara sisi luar kena pojokan keramik bangunan bali. Kejadian berlangsung cepat.
Tiba-tiba saja tangan dan kaki banyak luka luar yang cukup perih saat digerakkan.
Sementara motor, beset pada sisi pinggul bodi belakang. Nanti bisa diakali dengan penambahan stiker semacamnya.

Semua rencana jadi buyar.
Tadinya mengagendakan perjalanan ke rumah mertua indah membawa banten bareng anak-anak, setelah sukses mengganti aki mobil yang ngadat pagi tadi. Terpaksa ditunda karena Istri ndak tega melepas pasca melihat luka kaki yang lumayan banyak jumlahnya. Itupun masih mengingatkan gemetarnya telapak tangan kiri yang lumayan keras.
Tapi laiknya orang Bali pada umumnya, kami masih bersyukur. Lantaran ini terjadi di rumah. Jadi pertolongan pertama bisa dengan cepat diberikan.
Lumayan menyengat perihnya. Mirip disetrum listrik pada alat pijat kecil.

Rutinitas Aksi Jalan Kaki 10K sehari pun sementara musti dihentikan. Istirahat dulu, kata ortu.
Mungkin ini arti dari mimpi buruk yang dialami Istri kemarin malam.
Tapi bisa juga ini sebagai peringatan dari Tuhan, bahwa olahraga cukup yang biasa-biasa saja.

Turut Berduka atas Bom Gereja Surabaya ; Berhenti Curiga, Mulailah Menyapa

4

Category : tentang Opini

Belum usai duka menyelimuti timeline akun sosial media dan juga belasan karangan bunga bela sungkawa di sejumlah jalanan, utamanya depan pos dan kantor polisi, hari minggu pagi tadi keriuhan kembali terjadi. Tiga bom bunuh diri menyasar Gereja di kota besar Surabaya, dan seakan belum cukup, menyusul Dua bom lainnya dalam waktu yang berdekatan.
Semua orang seakan tersadarkan dari tidur panjang.

Teror dari kelompok yang sama. Setidaknya itu yang diyakini banyak orang. Kelihatannya tujuan yang diinginkan hanya satu. Membuat negeri ini chaos, lengkap dengan semua efek sampingnya.
Menumbangkan rupiah, atau bahkan mengganti Presiden yang saat ini masih bersusah payah membangun bangsa. Dan mereka tak pernah lelah memporakporandakannya.

‘Nggak usah berkelit bilang yang ngebom gak punya agama. We know exactly what are their religion’ ungkap akun @nuruliu pada timeline Twitter tengah hari tadi.
Saya setuju kali ini…

‘…mau sampai kapan kita akan membiarkan Islam dirusak oleh teroris2 keji ini?
Kalian gak marah kalo nama Islam akhirnya lekat dengan teroris?
Jangan salahin yang nuduh Islam itu teroris, salahkan teroris yang pake ajaran kita sembarangan’

Damn… tweet akun @SoundOfYogi ini juga benar adanya.

Satu benang merah yang seringkali terungkap saat aparat menangkapi orang per orang yang diduga terlibat atau bahkan mengaku sebagai pelaku adalah mereka jarang berinteraksi dengan tetangganya. Menutup diri dari pergaulan dan agenda sosial setempat. Kalian yang selama ini menaruh curiga pada orang ataupun kelompok teror semacam ini, sudah saatnya menyapa mereka. Mengetahui lebih jauh aktifitasnya di lingkungan kalian. Bila perlu ajak aparat terbawah untuk ikut serta. Jangan abai pada lingkungan.

Info terakhir, 13 orang dinyatakan tewas atas tragedi hari ini. Termasuk Bayu, relawan gereja yang memiliki istri dan anak yang masih bayi. Juga bocah sd 11 tahun.

Turut berduka untuk semeton kristiani di kota Surabaya.
Sudah saatnya pemerintah mampu menindak tegas para pelaku kelompok teror, pun para pembelanya termasuk parpol yang melindunginya.
Mereka bukanlah masyarakat Indonesia yang masih memiliki hak untuk diberikan HAM.

Turut Berduka atas Tragedi Mako Brimob ; Berhenti Saling Menyakiti, Mulailah Saling Menghargai

1

Category : tentang Opini

Tiga hari ini timeline akun media sosial maupun chat group ramai akan cerita pula berita kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta yang melibatkan napi terduga teroris dan tentu saja aparat setempat yang menewaskan 5 diantaranya.
Miris…

Seperti biasa, hingga hari ini masih menyisakan pro kontra tentang penyebab pemicu di kedua pihak, baik yang mendukung napi terduga teroris atau mereka yang mengatakan kelompok pembela Islam dan dugaan backup dari Isis tentu saja, maupun pihak yang hingga kini mendukung penuh Polri dan Pemerintah terpilih.

Saya sendiri malas mengungkapkan opini ataupun sekedar share link media yang sekiranya menarik untuk dibaca dan diketahui terkait polemik diatas, lantaran sudah pernah melakukan, mengalami dan merasakan efek samping, jauh sebelumnya. Beberapa kawan dekat dan masa sekolah yang berbeda keyakinan, langsung memblokir dan melakukan unFriend. Sedih…

Dan setiap kali mendengar dan membaca tragedi yang mengatasnamakan Agama, pikiran ini selalu teringat pada mahakarya Motorhead yang bertajuk Orgasmatron dimana sebaris liriknya mengatakan ‘My name is called religion, sadistic, sacred, whore…’

Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai

Memang susah untuk bisa melakukan salah satu quote implementasi Sila Pertama dari Pancasila, bagian dari 4 Pilar Kebangsaan, diatas tadi. Yang kelihatannya paling mengena saat bicara soal tragedi Mako Brimob ini.
Karena bagaimanapun juga, ketika ada nyawa yang dikorbankan, upaya untuk saling menghargai rasanya sudah tidak mungkin lagi bisa diwujudkan. Karena tidak bisa dilakukan hanya sepihak saja sementara pihak yang berseberangan memilih buta mata dan buta hati.

Tapi kalian generasi Jaman Now, yakin banget masih bisa melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan pada bangsa. Karena hanya dipundak kalianlah negeri ini kelak akan disandarkan. Apabila masih tetap saling menyakiti sejak dini, kelak tak akan ada yang mampu menghargai kalian juga bangsa ini. Lantas pada siapa lagi kami semua harus berharap ?

Turut Berduka bagi keluarga dan rakyat Indonesia, yang hingga hari ini masih dengan tulus memberi semangat pada mereka yang ditinggalkan.

Ngobrolin 4 Pilar Kebangsaan bareng MPR RI

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Tadinya sih sempat mikir kalo sesi ngumpul kali ini bakalan garing. Lantaran otak sudah tertuju duluan ke wajah pimpinan MPR RI yang emang rada-rada serius gitu orangnya. Jarang banged saya liat becandanya. Tapi ya bisa dimaklumi sih, kan namanya juga pejabat jaman old.

Syukur opening act nya ada Mbak Mira Sahid, founder Komunitas Emak Blogger yang punya blog catchy banged di mata. Enak dipandang. Ndak kayak blog ini yang gersang kerontang.

Topik yang diangkat sebenarnya soal 4 Pilar Kebangsaan. Yang memaparkan ya MPR RI. Dalam hal ini ada 4 narasumber, 2 Bapak eh Pria Ganteng dan 2 Ibu eh Mbak Mbak. Maaf.
Pertama ada Mbak Siti Fauziah Kepala Biro Humas Setjen MPR RI yang bercerita soal apa saja makna 4 Pilar Kebangsaan gagasan Bapak Taufik Kiemas almarhum, Ketua MPR RI terdahulu.
Lalu lanjut ada Mas Andrianto, babang tamvan yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) MPR RI memaparkan soal Sosial Media dan peran generasi Jaman Now serta penyebaran Hoax yang belakangan makin masif saja penampakannya.
Ketiga ada ujung tombaknya narasumber, Mas Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR RI yang rupanya menjabat pula sekaligus sebagai Plt.Sekjen DPD RI, tampil casual dengan gaya bahasa yang sudah disesuaikan berdasar jenis undangan yang hadir, mengakui kesulitannya tersebut sebagai mantan orang Hukum yang selama ini berkutat dengan bahasa formal.
Lalu terakhir ada Mbak Rharas Asthining Palupi, mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Humas MPR RI, yang kini bertugas di bagian audit dan pengawasan. Beliau ini banyak membantu dalam mencairkan suasana hati para netizen Bali yang entah kenapa lebih banyak diamnya termasuk di akun sosial media sekalipun.

Di sela pemaparan, Mas Ma’ruf sempat berbagi puisi Manifesto 4 Pilar Kebangsaan ‘Masih Indonesiakah Kita’ yang isinya cukup membuat kami merenung.
Sekaligus memperkenalkan tagar baru Dari MPR Untuk NKRI ‘Ini Baru Indonesia‘.

Sesi tanya jawab secara pandangan saya pribadi, kurang seru. Bisa jadi yang hadir sebagai perwakilan netizen Bali hari ini belum mencakup semua segmen. Utamanya para aktivis sosial, atau bahkan Vlogger yang belakangan sudah makin diminati. Tapi bisa jadi juga lantaran suasananya yang agak-agak resmi gitu, beda banget kalo pas sesi ngumpul netizen Jaman Now pada realitanya.

Owh ya.
Di akhir agenda, Mbak Mira Sahid ndak lupa buat mengingatkan lagi semua Netizen Bali yang hadir, agar bisa membantu MPR RI memproduksi tulisan atau postingan di blog masing-masing, tentang 4 Pilar Kebangsaan atau implementasinya dalam kehidupan sosial masing-masing, dengan gaya bahasa khas atau sesuai minat dan tema blog yang ditekuni.
Demi memperbanyak konten positif di dunia maya, serta meminimalisir penyebaran Hoax.
Ditunggu ya ManTeman.

Polemik Parkir Mahal Hotel Mulia Nusa Dua

4

Category : tentang Opini

Hari minggu pagi lalu, saya di-mention oleh akun @pekaklonto, kawan di media sosial Twitter, yang meReTweet akun milik @AryaWBPinatih46 dengan caption “Kok hotel mewah bayar parkir? Aturan dr mana ini? Uang parkir nya lari kmana? @pekaklonto @BaleBengong” lengkap dengan gambar print out karcis parkir di Hotel Mulia Nusa Dua sebesar 55 Ribu rupiah untuk parkir selama 10 jam 54 menit bagi kendaraan DK 21** LT.

Lantaran kurang paham dengan aturan terkait, jawaban balasan yang saya sampaikan cukup sederhana. Hanya menyinggung pengalaman parkir di Level 21 Denpasar (yang disanggah bukan parkir hotel/sejenis), dan juga pengalaman order Grab di sebuah hotel bintang tiga area Tebet Jakarta. Dimana parkiran hotel juga dikenakan charge sehingga kesepakatan order dengan sopir Grab, agar saya menunggu diluar area hotel atau jika tetap ngotot nunggu di lobi hotel, biaya parkir saya yang menanggungnya.

Berselang sehari, postingan serupa muncul di grup Suara Badung akun media sosial FaceBook yang diunggah oleh Bli Surya Darmadi. Link postingan terkait bisa dilihat disini.
Yang rupanya sudah mendapat tanggapan, mengecam tindakan penerapan parkir semahal itu hingga mencaci maki pihak Hotel Mulia.

Berbekal sedikit pengetahuan akan pengenaan parkir serupa di dua publik area diatas, saya pun mencoba mengulik lebih jauh dengan bantuan Google. Berikut hasilnya yang saya sampaikan sebagai komentar dalam postingan diatas.

* * *

OSA Semeton Kabupaten Badung…
Mohon Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan komentar tiang berikut ini. Bukan bermaksud menggurui, namun tiang harap kita semua bisa sama sama belajar terkait ini. Sehingga apabila Salah, mohon bisa dikoreksi, mengingat tiang bukan berasal dari Bidang/Instansi yang menangani urusan Parkir.

Penetapan Tarif Parkir berdasarkan peraturan dari Perhubungan Darat ditentukan melalui Perda Daerah setempat.

Untuk wilayah Kabupaten Badung, tiang menemukan Perda Kab.Badung Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Dimana pada Pasal 26 menyatakan :
(1) Penyelenggara Fasilitas Parkir di luar Rumija (ruang milik jalan) …. dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
(2) Satuan Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan :
a. Penggunaan Fasilitas Parkir per Jam, per hari ; atau
b. …

Sementara yang tergolong Fasilitas Parkir di luar Rumija bisa dilihat pada Pasal 14 ayat (1) poin b. Gedung parkir, taman parkir dan/atau tempat sebagai fasilitas penunjang kegiatan pada bangunan utama.

Jadi sementara, untuk Kasus Hotel di Kabupaten Badung berdasarkan Perda diatas, bisa jadi diBenarkan ?
Mohon dikoreksi apabila Salah.
Namun terkait besaran Tarif Parkirnya, mungkin Rekan dari Dinas terkait di Kabupaten Badung bisa menjawabnya ?

Sementara itu, Kota Denpasar sendiri menetapkan Perda nomor 5 Tahun 2013 dimana berdasarkan berita media online Nusa Bali 2 Maret 2018 lalu, informasinya PD Parkir Kota Denpasar mulai menerapkan tarif parkir progresif untuk dua tempat yaitu Ramayana dan Level 21. Alasannya bisa dibaca pada paragraf terakhir berita diatas, dan masuk akal.

> Dengan penerapan tarif progresif juga diharapkan mampu menanggulangi overloadnya parkir karena satu mobil atau motor parkir dikenakan perjam. “Kemarin biasanya satu mobil atau motor bisa berjam-jam bahkan harian parkir di lokasi, kini dengan tarif progresif kendaraan bisa cepat bergeser agar bisa dimanfaatkan pengendara lain.”

Link berita : Nusa Bali

Matur Suksema.

4 Hal Penting yang Wajib Diketahui Sebelum Menjadi Agen Pegadaian

Category : tentang Opini

Siapapun Bisa Jadi Agen Pegadaian.

Begitu penyampaian rekan-rekan dari PT.Pegadaian (Persero) hari sabtu siang kemarin di Istana Taman Jepun dalam agenda Seminar Sosialisasi Fintech #BisnisJamanNow Agen Pegadaian yang bekerja sama dengan IWITA (Indonesia Women IT Awareness).

Pesertanya cukup membludak. Dari sekian banyak kursi yang disiapkan, tim panitia sampai harus menambahkannya lagi plus satu tenda besar di sisi sebelah kiri wantilan untuk menampung antusiasme masyarakat yang hadir di bawah teriknya matahari.
Luar Biasa acara ini.

Seminar ini dipandu oleh Mas Casmudi VB, salah seorang blogger Bali yang piawai laiknya motivator, bersama 5 narasumber lainnya yang sejak awal mencoba memperkenalkan #BisnisJamanNow Agen Pegadaian dalam rangka menyambut hari jadi PT.Pegadaian (Persero) yang ke 117 tahun.

Dari sekian banyak pemaparan dan peluang kerja bagi para wanita khususnya, kelihatannya ada 4 hal penting yang wajib kalian ketahui sebelum memutuskan untuk jadi Agen Pegadaian.

Pertama, ini #BisnisJamanNow.
Yang namanya Bisnis tentu tidak akan bisa dilepaskan dengan yang namanya Untung dan tentu saja, Rugi.
Hal ini sepertinya luput dari perhatian sekian banyak peserta lantaran sejak awal dicekoki akan sisi kelebihan saat memutuskan langkah untuk menjadi Agen Pegadaian. Misalkan saja pada video dua anak muda yang diskusi di warung Ibu Berkah. atau video dua ibu muda yang sudah lama tidak bertemu.
Sehingga sebelum melangkah ke poin berikutnya, ada baiknya pertimbangkan juga akan adanya kemungkinan kerugian yang bisa ditemui diluar penyiapan modal awal, apabila kelak salah mengambil keputusan.
Sarannya, ambil sesi pelatihan atau pendidikan yang memadai dari Pegadaian dahulu sebelum lanjut terjun menjadi Agen Pegadaian.

Kedua, Lokasi.
Salah satu poin yang wajib dipenuhi untuk bisa menjadi seorang Agen Pegadaian adalah Lokasi atau Tempat atau Ruang yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai area Transaksi. Persyaratannya kalau tidak salah, dekat dari salah satu kantor cabang PT.Pegadaian (Persero) atau minimal mudah dijangkau oleh transportasi umum. Bahkan Gojek sekalipun. Hal ini menjadi penting, mengingat seorang Agen Pegadaian akan menjadi kepanjangan tangan dari sebuah BUMN Nasional yang resmi dan legal.
Namun kendalanya, tidak semua orang atau Peserta memiliki peluang ini. Jika beruntung, di depan rumah ada areal tempat yang bisa dimanfaatkan atau paling minim menyulap ruang depan, teras atau ruang tamu sebagai area transaksi sebagai Agen Pegadaian. Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki peluang itu ? Apakah diwajibkan menyewa lahan atau tempat sebagai area transaksi kelak ? Mungkin iya, dan itu kembali ke pertimbangan pertama, agar memasukkan biaya sewa sebagai bagian dari modal awal.

Ketiga, Agen Gadai.
Sebenarnya ada 3 jenis Agen yang dijelaskan oleh rekan-rekan dari PT.Pegadaian (Persero), yaitu Agen Gadai, Agen Pemasaran dan Agen Pembayaran. Namun dari pemaparan awal hingga adanya penyampaian informasi Free Voucher Top Up bagi 4 Pendaftar Pertama hari itu sebagai Agen Pegadaian, sepertinya lebih mengarah pada opsi peluang sebagai Agen Gadai. Padahal, tanpa pengetahuan atau pengalaman awal yang cukup, sangat beresiko bagi peserta baru untuk bisa mengambil keputusan menjadi Agen Gadai. Dimana pola kerjanya setelah diamati jadi mirip Makelar Tanah namun peluang ini bisa dikatakan Legal dan dilindungi payung hukum secara resmi. Mohon Maaf jika Salah.
Kenapa mirip, karena sebagai Agen Pegadaian, diwajibkan menaksir harga atas barang yang akan digadai, sebelum memberikan sejumlah pinjaman uang kepada si penggadai, dimana uang itu akan didapatkan kembali pasca barang diserahkan ke Pegadaian. Permasalahannya, apakah nilai yang ditaksir pada awal peminjaman akan setara atau bahkan lebih rendah dari nilai yang nantinya akan ditaksir oleh Pegadaian ? Kalau tidak, maka Nilai Kerugian sudah ada didepan mata.
Sehingga sarannya ada dua. Memberi taksiran harga atau pinjaman yang sekiranya lebih rendah dari Pegadaian tadi walaupun secara pengalaman pertama, bakalan sangat sulit bisa dicapai atau lagi-lagi pahami semua tips standar harga yang nantinya akan diberikan saat pelatihan atau pendidikan oleh PT.Pegadaian (Persero) sebelum terjun ke kancah perang.

Keempat, Opsi Aman, Pilihan Tepat ?
Bila menjadi Agen Gadai dianggap penuh Resiko, maka pilihan Aman bagi Pemula, yang mana ?
Tentu saja menjadi Agen Pembayaran atau Agen Pemasaran, sebagaimana info dari rekan PT.Pegadaian. Mengapa ? Karena dalam peluang dua opsi inilah sekiranya Modal Awal bisa dikatakan tidak dibutuhkan terlalu besar atau bahkan tidak sama sekali.
Sebagai Agen Pembayaran laiknya jasa pembayaran lainnya, dimana tugasnya adalah mengkolektif pembayaran angsuran atas kredit atas pinjaman atau multi payment lainnya yang memang sudah jelas, dengan nominal fee yang kelak akan didapat ketika nilai pembayaran kolektif itu disampaikan ke PT.Pegadaian (Persero).
Demikian halnya dengan Agen Pemasaran, yang entah apakah memiliki pola kerja seperti agen asuransi, customer get customer, atau sekedar penjualan branding di sosial media ? Tapi sepertinya sih lebih ke kemungkinan CgC tadi.
Nilai Fee atau keuntungan yang didapatkan dari dua jenis Agen Pegadaian ini tentu saja lebih kecil dari besaran Fee atau keuntungan yang bisa didapat dari opsi menjadi Agen Gadai. Tapi kembali ke soal Resiko, ya dimaklumi karena dua jenis Agen diatas, bisa dikatakan memiliki resiko yang tidak seberapa.

Nah kira-kira itu Empat Hal Penting yang Wajib Kalian ketahui sebelum memutuskan langkah untuk menjadi Agen Pegadaian. Sekiranya ada poin yang salah, mohon dapat dikoreksi kembali.

Tetap Semangat.

Siapapun Bisa Jadi Agen.