Pembentukan Suka Duka Arsitektur Udayana 95

Category : tentang KuLiah

Menyambung postingan sebelumnya di hari jumat lalu terkait upaya silaturahmi di venue Ayucious Renon yang berlangsung pada hari Sabtu 22 Oktober kemarin, diputuskan untuk membentuk Suka Duka Arsitektur (Universitas) Udayana (angkatan) 95 dengan penunjukan bli bagus Putu Swihendra sebagai Kelihan pertama, periode 2016/2018.
Adapun agendanya menggagas pertemuan secara rutin, misalkan dua bulan sekali dalam bentuk arisan, atau Ngumpul Lagi saat anggota berada dalam posisi Suka Duka tadi. Tentu disertai pemberian donasi yang akan ditentukan lebih lanjut.

Sedangkan untuk mempermudah koordinasi antar kawan di angkatan 95 Arsitektur ini, ditunjuk pula beberapa ketua kelompok/kelihan tempekan yang membawahi beberapa kawan terdekat baik dan lingkung kerja ataupun regional tempat tinggal. Sekurangnya ada 9 kelompok yang dibentuk sekaligus ketua masing-masing, untuk dapat menyampaikan informasi ataupun hal-hal lain yang nantinya dianggap perlu. Utamanya bagi anggota yang jarang aktif, tidak aktif ataupun tidak terdaftar dalam group Whatsapp Angkatan.

Terlepas dari hasil keputusan diatas, ndak lengkap rasanya kalo saya belum share rekaman lensa yang diambil dengan mengandalkan kamera ponsel tanpa adanya pengetahuan fotografi yang memadai. Jadi mohon dimaklumimi. He…

img_20161024_051343

img_20161024_052003-1

img_20161024_051821

img_20161024_051720

img_20161024_051911

img_20161024_051530

img_20161024_051207

Sampai bertemu di kesempatan lainnya ya…

Ngumpul Lagi yuk…

Category : tentang KuLiah

Saya lupa ini ajang reuni kami yang kali keberapa, berhubung gak semua janji ketemuan bisa diladeni waktunya termasuk pas Ulang Tahun Teknik Udayana kemarin.
Ya, cerita hari ini soal kami alumni Teknik Arsitektur Universitas Udayana Angkatan 95 yang berupaya mengagas kembali silaturahmi lewat tema ‘Ngumpul Lagi’, di salah satu venue publik seputaran kawasan Renon.

img_20161021_100515

Dari yang sudah melakukan konfirmasi kedatangan melalui transferan dana sebesar 200K ke rekening Bu Yantie, yang kini berprofesi sebagai dosen Politeknik Udayana, ada sekitaran 19 orang dari 65 mantan mahasiswa/i yang berhasil kami ingat saat Reuni pertama tahun 2012 lalu.
Adapun rangperorangnya bisa disebutkan macam bli bagus Dharma Astawa dan bli Putu Swihendra, dua penggagas pertemuan kali ini, trus ada bu Dwi Lantari, tandem saya di tempat kerja, ada Bu Setiawati yang kabarnya punya baby baru, lalu Bu Kadek Eka Citrawati pemilik Bali Alus yang beken itu, Anom Rahmadi, Heru Susanto, ada pak Agus Karnadinata satu satunya couple yang berhasil langgeng hingga kini di angkatan kami bersama bu dosen tadi, lalu ada Agung Jelantik dan bli Wayan Lelo Sunarta, duo daha teruna yang masih kami nantikan undangan merahnya, trus Bu Arie Utami pemilik Anemone yang fenomenal di kalangan anak Calistung, ada Bu Yuli Hermalini, mbak Kadek Parashati #kode, pak Nyoman Parwata yang baru saja meraih Juara 2 Sayembara Pasar Badung, bli bagus Putra Wiarsa jagonya Bambu, bli Suardana Kumbara pemilik warung makan Subak Saih Abianbase, bu Dahliana serta Gus Adi Wasita yang dikenal dengan julukan King…
ceKing maksudnya. He…

Acaranya sendiri digelar Sabtu besok sekitaran pukul 13.00 sampe 16.00 waktu setempat, dan kabarnya sih bakalan disambangi salah satu warga kami yang mengabdi di negara tetangga, dan kini dipercaya memegang profesi mentereng yang sejalan dengan pendidikan yang kami lakoni selama 5-6 tahun silam.
Bagaimana suasananya nanti, simak lanjutannya.

Simpang di Kampus Bukit Jimbaran

Category : tentang KuLiah, tentang PLeSiran

Gak sengaja…
atau lebih tepatnya Terpaksa.
Gegara berkas e-PUPNS dikembalikan hari rabu minggu lalu lantaran ijazah S1 tidak dilegalisir aseli (hanya print out warna, hasil scan ijazah versi aseli), dan hanya karena kelengkapan tersebut diberi waktu 1 hari saja, ya mau bilang apa ? Wong ndak punya…

Berangkat pagi pasca absen jari, sekitar pukul 8.30 usai membuat satu notulen rapat tempo hari, langsung cuzzz sendiri ke Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana, almamater saya sedari lulus tahun 2001 silam. Dah lama juga ya. Apalagi kalo dihitung dari tahun angkatannya.

Masuk kawasan kampus, hitungan setahun sudah banyak perubahan, utamanya di pintu masuk kampus yang telah merobohkan candi bentar bersayap itu. Berganti rupa dengan jalur jalan dua arah yang baru saja usai diaspal tahun lalu. Kanan kiri pun sudah tertata rapi lewat trotoar dan paving merah. Tambah asri dari luaran.

Sayangnya, penampilan kampus Teknik yang saya cintai ini tampaknya masih tak berubah banyak sebagaimana luarannya. Malah semakin ramai bangunan dan (maaf) agak kumuh untuk ukuran kampus Negeri. Apalagi saat melihat dari dekat kondisi fisik gedung utama, yang catnya makin kusam juga terkelupas, sedang pada batu tempel sudah berlumut dan menghitam.

Memasuki gedung, eh rupanya masih ada pegawai lama yang mengenali. Ya memang sih secara tinggi badan memang tergolong makhluk langka, tapi kalo soal ingat nama itu, berarti spesial. Bisa jadi lantaran waktu Studio Akhir dulu, saya sempat dicap sebagai Tersangka Utama pencurian hard disk pada perangkat komputer Sekretaris Dekan. Dicurigai lantaran saat digeledah, terdapat obeng dan kelengkapan lainnya yang memang mengarah pada aksi pembongkaran cpu unit. Bagaimana tidak, wong saya masuk Studio Akhir bolak balik bawa cpu pulang pergi untuk penggambaran by AutoCad, yang dijaman itu merupakan orang nomor dua yang berani memanfaatkan teknologi ini. He… dan merekalah yang membela saya saat itu.

Mengenaskan.
Saya ndak bawa berkas ijazah aselinya sebagai bahan legalisir. Itu disampaikan staf administrasi yang wajahnya masih muda kinyis kinyis. Bahkan saat ditunjukkan versi Digital yang tersimpan dalam layar ponsel pun ndak mau diterima. Ealah… padahal pas legalisir ijazah S2 tempo hari atau mengurusi KTP aja bisa kok.

Eh, tapinya Pas mau pulang balik disamperin lagi oleh Pak Dewa, sambil nanya nanya ‘kok cepet ?

Dijelasin, si Bapak langsung ambil map saya trus masuk ruangan administrasi. Sambil berucap, untuk pak Pande, saya yang jadi jaminannya deh. Ybs memang benar mantan mahasiswa disini. Kalopun perlu meyakinkan pimpinan, biar saya yang urus. Weleh…
Legalisir ijazah saya malah memang cepat prosesnya. Sampe tandatangan pak Dekan pun dijabani saat itu juga.

Nikmatnya jadi orang yang masih dikenal gegara masuk kategori makhluk langka.

*eh sayangnya saya lupa ambil foto, bisa jadi lantaran diuber waktu. Ditunggu sampe Jam 13.00 oleh Kepegawaian Pak, sms salah satu staf saat itu. Ya langsung ngacir pulang deh…

Kangen Kawan Kuliah

Category : tentang KuLiah

Gak terasa sudah hampir dua puluh tahunan kami bersua. Pertengahan tahun 1995, kampus Bukit Universitas Udayana.
Banyak menyisakan cerita, suram dan menyesakkan dada.

Egois. Kira-kira begitu sosok diri yang bisa kugambarkan saat masa-masa perkuliahan itu berjalan. Mau menang sendiri, dan temperamental.
Mungkin itu sebabnya kini aku lebih banyak menarik diri dari pergaulan masa lalu.
Padahal dibalik itu ada rasa kangen pada satu dua diantara mereka.

Sosok pertama, cerdas namun punya tipikal ceplas ceplos. Banyak yang menjaga jarak dengannya lantaran sikap dan perilaku sehari-hari yang kadang tak melihat situasi kondisi setempat. Tapi itulah yang membuat nyaman sesungguhnya, karena tidak ada kepentingan apapun yang ia tunjukkan. Murni menjaga pertemanan, dan persaudaraan.
Kerap menginap dikamarnya, mendengar musik reggae sambil mengerjakan tugas di awal perkuliahan merupakan rutinitas yang tak terlupakan. Hingga ia memiliki pacar yang merupakan teman baik kami berdua. Jarak pun tercipta dengan sendirinya.

Ketidaklulusan di satu mata kuliah mengakibatkan masa-masa kelam dan membuat hari makin jauh saja. dan Kami pun terpisah oleh ruang dan waktu.

Lama tak berjumpa. Namun ia tetap rajin menengok bidadari kami yang nakal. Termasuk si kecil yang tempo hari lama dirawat di Rumah Sakit.
Kadang ingin sekali bertamu kerumah indahnya di Siulan, sambil mengajak anak-anak bermain. Namun sepertinya waktu luang tak pernah mengijinkan itu terjadi.
Semoga ia, keluarga kecil dan keluarga serta orang tuanya selalu diberkati Kesehatan agar kelak bisa menjadi orang besar.

Arsitektur 95

Tertinggal setahun masa perkuliahan, menjadi momen penting untuk berkawan dengan sosok kalem satu ini.
Bijak, tak banyak bicara namun kadang sulit mewujudkan impiannya.

Mantan Ketua Himpunan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana ini kerap direpotkan oleh kelakuanku yang childish dan emosian. Ada rasa salut saat mengingat bagaimana ia mencoba menenangkan salah satu karyawan di bagian umum Fakultas yang kubentak hanya karena Nilai mata kuliah yang belum dikeluarkan. Atau berinisiatif meminta maaf pada salah satu dosen killer, mantan Dekan Teknik yang tercengang usai insiden pemukulan meja saat didaulat menjalankan tugas sebagai Korti. KORban TImpal. Eh…
Atau saat ngebonceng motor GLPro milik pacar kakak perempuannya yang kini telah menjadi ipar, sekaligus mengajariku menunggangi motor lakik, dengan kopling di tangan kiri.

Seleranya bagus, dari musik, pergaulan, gaya hidup hingga soal wanita.
Satu hal yang paling saya ingat sampai sekarang adalah pegangan yang ia yakini sebagai syarat utama memilih pacar, adalah kaki atau betisnya. Mutlak Mulus.
Alasannya sederhana, kalo betisnya mulus pastilah wanita itu adalah orang yang rajin merawat diri, termasuk wajah dan bodi. Hmmm…

Kini kalo tidak salah ia masih bekerja di sekolah Internasional bernuansakan bambu di daerah Sibang Abiansemal. Masih mesra dengan pacar pilihan berbetis mulus yang kini telah resmi menjadi istrinya, bahkan hingga hari ini, di ulang tahunnya yang hampir menyentuh kepala empat.
Sekedar info, ia pedekate dan jadian pasca kegiatan yang menyangkut awal perkuliahan mahasiswa baru saat kami berdua aktif di Himpunan. Ya, pilihannya adik kelas mahasiswi jurusan tetangga yang punya senyum manis, menurutnya.
Sayang, sampai saat ini mereka belum dikaruniai Buah Hati.

Kami mulai berpisah saat Tugas Akhir menjelang. Aku memilih jalan menyelesaikan studi, sedang ia lebih asyik dengan pekerjaan magang dan segudang pengalaman uniknya. Hal yang kemudian memaksanya untuk keluar dari jalur pendidikan, tanpa pernah menyelesaikan angan yang pernah kami rintis sejak awal.

Kadang ada rasa ingin untuk bertemu sekali waktu. Namun perbedaan pekerjaan dan waktu luang sepertinya menghabiskan semua kesempatan yang ada. Termasuk saat ia kuundang datang kerumah di enam bulanan Ara tempo hari. Pula saat reuni BKFT kemarin lalu.

Dua sosok inilah yang berperan besar pada apa yang telah aku dapatkan hingga detik ini. Tanpa mereka, mungkin tak pernah ada yang namanya pandebaik. Tanpa mereka, takkan ada kelembutan yang tercipta akibat melihat kembali pada sosok keduanya di masa lalu.

Kangen Kawan Kuliah. Kapan (bisa) Ketemu ?

AADC aja Reuni… Kok kalian enggak ?

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KuLiah

Setelah melepas kalimat sebagaimana judul diatas di Group BBM Alumni Kelas III Fisika A1 SMAN 6 Denpasar tamatan tahun 1995, yang baru dibuat semingguan ini, ternyata responnya lumayan rame. Gag nyangka, padahal cuma iseng aja.

Tapi yah wajar sih kalo mereka sudah pada kangen ngumpul. Terakhir kami makan dan cerita bareng itu kalo gag salah pertengahan tahun 2010 lalu, tepatnya beberapa hari pasca Reuni SMA Angkatan 92. Waktu itu saya baru gabung di LPSE Badung.

Kini berselang empat tahun, ide buat ngumpulin kawan-kawan datangnya pas saya bersua om Wisna, penglingsir Tarung Drajat Boxer yang kini sudah sukses luar binasa eh biasa *mahap om, pas upacara Nyekah di Pura Batur Pande Tonja beberapa waktu lalu. Tapi lama gag saya tindaklanjuti lantaran kesibukan kerja.

Baru pas waktu istirahat di Manado kemarin kepikiran lagi buat ngumpulin sebatas di Group BBM, satu persatu dimulai dari om Wisna tadi yang pin BB nya saya todong waktu ketemuan dulu itu. Plus sodara saya yang punya hobi gosok-gosok debu di tembok sekolah, yang kini telah beranak dua. *eh

BBM PanDeBaik Reuni

Kenapa ngumpulnya di Group BBM ? aplikasi yang sejak dulu Anti saya gunakan, karena memiliki pertimbangan yang sama ketika memutuskan untuk membuat Group BBM bagi staf dan kawan-kawan di Seksi Permukiman, tempat kerja baru dimana saya ditugaskan per Mei 2013 lalu. Sederhana saja. Karena rata-rata teman dan staf saya itu ponsel gadgetnya itu masih betah menggunakan handset BlackBerry yang jadul, kelas Gemini 8520 yang notabene masih sangat terbatas spek memory RAM nya, sehingga akan sangat menyusahkan -potensi hang – apabila saya paksakan menggunakan aplikasi Whatsapp yang belakangan punya fitur dan kemampuan mirip dengan BBM. Selain itu, menggunakan aplikasi Whatsapp tentu akan membebani anggaran bulanan mereka yang tidak masuk dalam paket BIS, sehingga dikenai biaya charge tambahan. Ini tidak berlaku bagi aplikasi BBM yang bisa digunakan lintas ponsel pintar, baik kelas ponsel lokal murahan sekalipun. Jadi ya… apa boleh buat.

Nah, ternyata usaha saya untuk mengumpulkan nomor pin BB yang ditodong via akun FaceBook dan nomor ponsel yang masih tersimpan berbuah manis. Dari 40 siswa yang tercatat di ingatan saya beberapa waktu lalu, sudah ada 20an kawan yang di-invite dan bergabung di Group BBM Alumni ini. Sedang yang lainnya, masih belum ada tanggapan atau jawaban. Mungkin mereka takut jika saya ingin memanfaatkan pin BB mereka untuk menawarkan jualan MLM. *Modus lama yang mudah ditebak.

Jadi ya… kini Group sudah mulai rame dengan aksi caci maki dan guyonan antar kawan lama, plus tanggapan atas ide Reunian layaknya judul dan komentar iseng tadi. Entah apakah ini akan terwujud dalam waktu dekat, ataukah masih perlu waktu panjang mengingat saya menolak untuk didaulat menjadi Ketua Panitia-nya. Mih med be puk ngerunguang keto. Hehehe…

*maaf kawan, kerjaan saya masih amat sangat padat akhir tahun ini hingga awal tahun depan. Mungkin nanti bisa tunggu sekalian jadwal Soft Opening pembangunan Hotel miliknya om Wisna atau Soft Opening Peresmian Restoran pinggir pantainya om Made Suardika Jimbaran. Saya tunggu kelanjutannya. :p

Kompilasi File Tugas Proyek Perubahan Diklat PIM IV Pola Baru

21

Category : tentang KuLiah, tentang PeKerJaan

Sebagaimana janji saya kemarin, bahwa di akhir postingan Diklat yang rencananya akan dituntaskan minggu ini, bakalan sharing file tugas yang disusun sejak awal, mencakup Kertas Kerja BreakThrough 1, Benchmarking Perorangan dan Kelompok, RPP atau Rancangan Proyek Perubahan dan tentu saja BreakThrough 2 atau yang dikenal dengan Laporan Laboratorium Kepemimpinan Instansional. Tentu untuk lingkup Diklat PIM IV.

dan sebagai bonus tambahannya, disertakan pula beberapa file RAB, Time Schedule atau pelaksanaan Milestones, Handout Presentasi hingga draft Jurnalnya. Jikapun kelak ada kesulitan yang dialami baik untuk melakukan pengunduhan file hingga pemahaman materi, silahkan disampaikan disini. Semoga saja bisa bermanfaat untuk semua.

1. BreakThrough 1
2. Benchmarking Perorangan
3. Benchmarking Kelompok
4. Rancangan Proyek Perubahan
5. Rancangan Proyek Perubahan (Lampiran Tabel – RAB)
6. BreakThrough 2 (Laporan Laboratorium Kepemimpinan Instansional)
7. BreakThrough 2 (Time Schedule – Milestones)
8. BreakThrough 2 (RAB)
9. BreakThrough 2 (Handout Presentasi)
10. Jurnal

Di akhir postingan, semoga dalam waktu dekat, semua tulisan terkait proses berjalannya Diklat, pengalaman baru, orang per orang hingga kompilasi file ini akan saya sajikan dalam satu halaman khusus untuk mempermudah pencarian.

Salam dari Pusat Kota Denpasar.

dan inilah 5 profile berPrestasi Diklat PIM IV Kabupaten Badung

Category : tentang KHayaLan, tentang KuLiah

Dibandingkan dengan 5 profile Menteri berPrestasi Istimewa Kabinet terakhir hasil pilkada langsung, saya yakin profile berikut jelas gag ada apa apanya. Akan tetapi jika hanya untuk dokumentasi blog, ya bolehlah kalo saya ingin bercerita sedikit tentang mereka. Kali aja kelak kalian bersua orangnya langsung, jadi bisa sok-sok akrab gitu deh. ‘Eh ini Bapak yang saya liat di blog www.pandebaik.com kan yah ? *hehehe… sambil promosi kan gag ada salahnya ya

Lensa 1a

Profile pertama adalah pak dokter Arya, lengkapnya kalo gag salah dr. I Putu Arya Widiyana Pasek, kelahiran Oktober pertengahan tahun 72, menjadi Kepala UPT Puskesmas Mengwi III tepatnya disebelah timur kawasan Puspem Badung, merupakan sosok cerdas yang pernah dimiliki Dinas Kesehatan *menurut atasannya* dan penuh semangat saat diajak berdiskusi. Baik dari tema Seks dan perselingkuhan (ini ahlinya pasti), atau soal budaya Bali dan politik. Terutama jika berkaitan dengan Fencitraan hingga 16 Parpol dalam Kabinet Jokowi. Huahahaha… Beliau ini menjadi yang terdepan pada Diklat PIM IV kali ini, pasca proses evaluasi Widyaiswara beserta Tim Panitia, namun atas dasar kemanusiaan, untuk foto Beliau, tidak saya hadirkan yang mengkhusus tapi saat diambil gambar bersama barisan Srikandi Diklat PIM IV, sesaat setelah Penutupan. Pasti tahu dong ya mana pak dokternya… dan anggap saja foto diatas adalah Bonus dari saya selaku pemilik blog, setelah sekian lama wajah ilustrasi dihalaman ini tanpa sentuhan wanita. *uhuk

Lensa 1b

Profile kedua sedikit agak menegangkan karena berdasarkan pengamatan saya selama masa Diklat, ini anak pernah lolos jadi TNI mengingat secara postur dan cara berdiskusinya mirip-mirip militer punya. Nama lengkap Beliau adalah… adalah… *bentar, saya lihat database dulu, takut salah sebut nanti malah digampar… ah ya… Made Surya Darma, S.Sos., MSi. Lelaki kelahiran Juli 1977 ini merupakan Kepala Sub Bagian Kependudukan, Pertanahan, Kerjasama dan Perbatasan dari Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Badung. Hmmm… pantesan aja pas diajak ngomong soal aturan, pertanahan dan hal-hal yang berkaitan, semuanya jelas by the rules. Ini saya yakin sarapan paginya kisaran Undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Hafal banget pemahamannya. Saya mah cuma manggut manggut doang saat diajak ngobrol. Pura-pura ngerti, padahal masih jauuuuuhhh… hehehe… *dan fotonya sendiri diambil pas Beliau memimpin pasukan eh peserta Diklat baik pembukaan maupun penutupan sebagai Wakil Ketua Kelas. Selamat Pagi… PAGI !!! PAGI !!! PAGI !!! *eh

Lensa 1e

Masuk Profile keTiga, ada pak [email protected], kurang lebih begitu akun BBMnya berbicara. Berasal dari nama lengkap I Kadek Prastikanala, Pria kelahiran September tahun 1974 ini bertugas sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RSUD Kabupaten Badung dengan opini serupa dengan pak dokter tadi, merupakan tenaga handal yang pernah dimiliki Dinas Kesehatan, namun belum juga lama mengabdi eh sudah ditarik ke RSUD. Tapi bersyukur, ditariknya dengan status Promosi. Begitu kira-kira pendapat atasan Beliau saat saya wawancanda gag sengaja. *untung ingat. Sosok pak [email protected] ini adalah Penuh Semangat dan Humor. Bisa dilihat selama masa pembelajaran merupakan satu-satunya kawan yang selalu mengingatkan, mengajak dan mengatur jadwal terkait pengerjaan tugas, bimbingan hingga hal-hal kecil lainnya. Sisi Humor Beliau bisa dilihat dari gambar profile pictures akun BBM yang didominasi gambar yang bikin ngakak atau bahkan senyum-senyum penuh harap. Bahkan salah satu gambar yang kemudian saya masih simpan di ponsel adalah ‘ketika duduk bersama tidak menyelesaikan masalah, cobalah dengan tidur bersama…’ *eh *fotonya saya ambil ketika berada di lobby hotel di Palembang sana, sesaat setelah tiba dari bandara sambil menunggu check in kamar masing-masing. Beliau ini adalah satu-satunya peserta Diklat yang konsisten sejak awal hingga akhir masa pembelajaran, begitu ungkap pembimbing kami saat Seminar Terakhir. Kabarnya sih Beliau sudah dipersiapkan untuk mengikuti Diklat PIM III tahun depan oleh atasannya, tentunya ya harus menjabat dulu sebelum… *ha… awas, saya bisa kena smash nanti kalo ngomongin ini. He…

profile 45

Profile keempat adalah profile pak Ketua Angkatan V Diklat PIM IV, bapak I Putu Wicaksana, S.Psi., MH. Wiiihhh… Sarjana Psikologi rupanya. Pastesan kemarin saat diajak ngobrol mirip-mirip diajak wawancara gitu. #asal *Cowok kelahiran 1981 ini sudah menduduki jabatan sebagai Kepala Sub Bidang Diklat Teknis Fungsional di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Badung dalam usia muda. Setidaknya usianya lebih muda dari saya. Kurang lebih begitu. Beliau ini sosok yang mampu memberikan penjelasan dengan baik tentang apa dan bagaimana proses pembelajaran ini dilaksanakan. Juga sangat intens mengawal usulan maupun keluhan kami hingga sampai pada pimpinan. Sayangnya, Beliau ini sedikit kurang Percaya Diri akan prestasi dan pencapaiannya sejauh ini. Minusnya cuma satu, gag pake Smartphone. Jadi usaha untuk kontak selama ini ya kalo gag by phone ya sms doang. Mih…

Profile 5

Posisi kelima berPrestasi Istimewa, sebenarnya saya berharapnya ada pak Wayan Adi, rekan sekamar saya sejak masa PraJabatan dulu. Beliau ini kalo gag salah masih sepantaran dan seangkatan dengan saya namun dengan tingkat kecerdasan berlebih. Buktinya ya Beliau ini merupakan salah satu jebolan ITB Bandung (bukan plesetan Institut Tanjung Bungkak, dijamin). Yang sayangnya sih lantaran faktor absen untuk menjalankan Tugas Dinas ke Jakarta, pada akhirnya penghargaan tersebut harus dihanguskan dan berpindah ke… ke… yah, ke saya, gitu deh. Kurang lebih begitu info sepihak dari mbok Dewi Indra. Soal kebenarannya, mungkin nanti bisa dikonfirmasi langsung ke Beliaunya, jangan lewat DPR, di nomor 081805670… eh jangan… enak saja minta nomor disini. Jadi, ya karena berpindah ke saya, maka foto profilenya pun ya kanggoang tampak dari belakang, yang kalo dilihat lebih cermat bisa dikenali dari postur tubuhnya yang merusak skala lainnya. Sedang apa dan bagaimana sosoknya, saya yakin semua ada di halaman blog ini, bahkan jauh lebih lengkap dari keempat profile singkat diatas.

Akhir kata sih, ya Selamat untuk kelima profile diatas, semoga pencapaian dan penghargaan yang diterima saat Penutupan Diklat PIM IV Angkatan V Kabupaten Badung ini dapat menjadi lecutan untuk bersama sama memajukan bangsa dan nega… *eh kejauhan om mimpinya. He…

Candid Camera Diklat PIM IV

Category : tentang KuLiah

Diantara beberapa gambar yang saya ambil secara diam-diam, satu dua merupakan ide candid yang direncanakan sebagai bahan candaan antar kawan, ada yang mengena, ada juga yang ketahuan. Berikut hasilnya.

candid 1

Pertama ada gambar Pak Nadu yang diambil di ruang tunggu Gate 20 Bandara Ngurah Rai, sesaat sebelum jadwal keberangkatan Benchmarking ke Palembang. Ceritanya lagi pengen jahilin Beliau, diambil gambarnya bersama seorang turis dengan alur ‘ngambekan… entah yang bersangkutan menyadari atau tidak 🙂

candid 6

Gambar diatas menampilkan Pak Wayan Darma yang ceritanya ‘gagal nawar’ :-p *sesaat setelah tiba di Palembang, mampir dulu ke Stadium *tapi bukan Stadium Jakarta loh ya… eh tiba-tiba si Bapak manggil gadis boncengan dan nanya-nanya. Entah apa yang ditanya, tapi hasilnya si gadis merenggut dan meninggalkannya :-p

candid 3

Kalo ini gambarnya mbok Mang Muliani, Kepala Sub Bagian Umum di Kantor Camat Kuta yang diambil secara tidak sengaja (tapi memang ada unsur kesengajaannya sih ya kalo dilihat lagi :p), saat makan siang usai Benchmarking di tiga Locus Palembang. Jadi nyantep begitu, mungkin karena jam makan sudah lewat jauh, sementara menu sejak pagi diberikan Pempek Kapal Selam Palembang. Hehehe…

candid 9

Tadinya sih memang lagi pengen bikin foto candid di ruang tunggu Bandara Palembang sebelum jadwal pulang ke Bali, ambil karakternya PakDe Sura yang ‘o’o’ kamu ketahuan…’ *hehehe… sedang dikerubuti fans nya, tapi berhubung salah satunya sadar kamera, maka gagal total ceritanya maksud hati ini… hanya tudingan itu yang kemudian rada mengancam, awas kalo kamu sebarkan yah… *tapi jadi juga disebarkan, maaf ya mbok… hehehe…

candid 2

Sedang yang terakhir ini sebenernya sih bukan foto Candid, tapi berhubung pelakunya itu pak Gus Caniscahyana, ya dengan terpaksa dicandain juga akhirnya. Hehehe… Ini kejadiannya pas kunjungan Benchmarking ke Badan Kepegawaian Daerah di Palembang yang front officenya memanfaatkan tenaga kontrak sebagai pemberi informasi awal terkait pelayanan. Harapannya pak Gus Canis sih agar kelak BPPT, tempat Beliau bernaung punya juga inovasi seperti ini. Selain biar lebih adem bagi mata karyawan lain, juga tamu yang datang bawaannya pas komplain ya gag jadi marah marahnya. He… *becanda