Dilema Pesanan GoFood Babang GoJek

5

Category : tentang KeseHaRian

Pagi-pagi di hari suci Pagerwesi usai olah raga, ceritanya nih langsung nyambangi KFC Persimpangan Nangka buat ambil paket kupon bazaar 2 pcs yang kampretnya memang ndak boleh melewati Drive Thru. Jadi antre depan display, dibelakang Babang GoJek yang lagi menunggui ponselnya dipake Babang KFC buat menghubungi Klien.
Setelah ngomong sepuluh menitan, ponsel pun dibalikin, dan Babang GoJek diminta nunggu di meja dan Babang KFC memproses pesanan Klien.

Aksi begini bagi Klien pemesan GoFood sebenarnya sudah lumrah. Apalagi kalo tingkat pesanannya masuk kategori ‘Tidak Jelas’, maka kewajiban Babang GoJek lah yang memperjelas atau memastikan sebelum melakukan pemesanan ketimbang Klien kecewa dan memberi Bintang Satu.
Cuma masalahnya, sepengetahuan saya sih yang namanya pulsa telepon milik si Babang GoJek yang digunakan sebagai sarana untuk memperjelas atau memastikan pesanan tadi, rasanya tidak termasuk dalam uang jasa yang dimintakan dalam sistem kepada si konsumen.

Babang GoJek yang saya tanyakan kali ini pun mengamininya. Bahkan tidak jarang, ketika pesanan yang dimintakan sudah habis, meskipun komunikasi terjadi hingga setengah jam-an antara Konsumen dengan pemilik Warung yang diSupport GoFood, pembatalan pesanan juga tidak pernah mencakup biaya percakapan tadi. Maka pilihannya ya memanfaatkan promo gratisan bicara sesama operator yang digunakan Konsumen dengan nomor ponsel si Babang GoJek.

Dilema juga sih ya…

Intermezzo Malam saat Nyepi

Category : tentang KeseHaRian, tentang KHayaLan

Untuk ketiga kalinya si bungsu Ara, putri kecil kami mendatangi kamar tidur dimana saya terbaring menonton film Chef usai makan malam, dan mengatakan ‘Ara ndak bisa liat bapak…’
Tampaknya dia mulai merasakan gelapnya malam saat Nyepi tahun ini.

Seperti biasa, satu-satunya lampu yang memang dibiarkan masih menyala hanyalah kamar tidur neneknya yang selama ini digunakan oleh si bungsu Ara dan si sulung Mirah. Sudah sejak lama mereka berdua tak lagi mau tidur bareng kedua orang tuanya, dan memilih tidur dengan nenek di kamar tengah.
Kami biarkan berhubung masih memiliki bayi yang belum paham apa-apa soal Catur Brata Penyepian, dan itu diijinkan secara adat.
Sementara di luaran, tak satupun nyala lampu yang tampak sejauh mata memandang.

Sejak memiliki anak, praktis saat malam menjelang saban hari raya Nyepi, saya lebih memilih masuk kamar, menemani mereka hingga tertidur. Beda jauh saat masih berstatus lajang, lebih suka keluyuran di jalanan malam hari bersama sepupu ke kantor desa yang jaraknya sekitar 1 kilometer jauhnya, berjalan kaki.
Karena hanya di Kantor Desa dan Banjar setempat saja lampu seadanya masih diijinkan untuk digunakan. Termasuk menggarap mie instant guna mengganjal perut yang lapar.

Menikmati gelapnya malam saat perayaan Nyepi bertahun lalu, mirip agenda jurit malam saat masih duduk di bangku sekolah, atau ploncoan mahasiswa dimana perjalanan hanya ditemani senter tanpa adanya lampu jalan disekitar kita.
Namun karena kami hidup di tengah Kota Denpasar, satu-satunya hal yang dikhawatirkan saat itu hanyalah persoalan terantuk orang saat berjalan. Gak enak kalo harus mengarah senter kemana-mana.

Jelang usia kepala empat, banyak perubahan yang terjadi. Lantaran mengidap diabetes, saya tak lagi melakukan tapa brata puasa selama kurun waktu tertentu. Memilih untuk mengkonsumsi makanan secara berkala, sesuai saran dokter dan buku kesehatan.
Jalan-jalan hingga pagi esok harinya pun, dicoret dari daftar. Lebih suka istirahat lebih awal agar besok saat Ngembak Geni dijalankan, bisa lebih sehat melaksanakan tugas.
Apalagi tahun ini yang namanya Internet sudah tak lagi bisa diakses secara bebas. Meski yang namanya jaringan 4G LTE nya SmartFren, masih lantjar djaja membantu aktifitas harian, menulisi blog, mencoba memenuhi resolusi Nyepi kali ini.

Selamat malam kawan semua. Sampai bertemu lagi di postingan berikutnya.
Sudah ada segelas Tuak yang menanti didepan mata.

24 Jam Tanpa YouTube, Perayaan Nyepi di Bali

Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian, tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Kalian yang berdomisili dan liburan menikmati Nyepi di Bali, apa kabarnya hari ini ?
Sudah dapat main kemana saja sejak pagi ?

Ditinggal tidur siang sejam lamanya, akhirnya rencana Pemutusan Jaringan Internet di Bali, jadi juga dilaksanakan. Setidaknya pada jaringan yang kami gunakan sejauh ini di rumah. IndiHome.
Padahal sejak pagi tadi, koneksi masih aman lantjar djaja. Dipakai unduh majalah oke, dipake YouTube-an oleh anak-anak pun Nevermind. Aman…

Tapi apa kata Dunia saat bangun dari tidur pasca menenggak dua gelas Tuak usai olah raga tadi, Internet mendadak hilang dan jaringan dua arah berganti menjadi tanda seru ?
Biarkan saja. Selow…

Toh juga anak-anak, pangsa pasar pengguna utama halaman YouTube di gawai mereka masing-masing, sudah diinfokan dari jauh-jauh hari sebelumnya.
Bahwa Pak YouTube pada Hari Raya Nyepi besok gak bakalan bisa dipake, karena Internetnya Capek.
Done. Selesai sudah.
Mereka paham, dan nggak ada rewel sejak pagi tadi hanya karena ndak bisa menonton video Upin Ipin, Doraemon atau Banjir Air Mata-nya Fun Cican.
Lebih memilih menikmati puluhan koleksi video serupa yang sudah diunduh sebelumnya.
Anak-anak dan ketergantungan mereka pada YouTube, gawai juga koneksi internet adalah satu hal yang mengkhawatirkan sejumlah kawan netizen penghuni dunia maya saat agenda pemutusan internet selama pelaksaan Hari Raya Nyepi diberlakukan di Bali.

Sebagai gantinya, mereka asyik bermain boneka sejak pagi, bermain andai-andai di sejumlah tempat sekitaran rumah, hingga berlagak bermain dengkleng padahal saya yakin mereka tak paham sama sekali bagaimana cara bermainnya.
Sungguh menarik dunia anak-anak sesungguhnya.

24 Jam tanpa akses ke halaman YouTube hari ini.

Dinikmati saja, toh hanya sehari ini.

Resolusi Nyepi dan 10 Postingan Blog hari ini

Category : tentang KeseHaRian

Untuk sesaat disela aktifitas olah raga pagi, saya jadi ingat satu gambar capture salah satu akun IG, yang lupa disimpan di ponsel mana, menceritakan perbedaan kapasitas isi pikiran dengan banyaknya perkataan yang dapat diungkap. Hal ini cukup menggelitik mengingat kebenaran akan fakta yang ada.
Kita memang jarang membicarakan hal yang kita pikirkan selama ini.
Bagaimana jika kalian adalah seorang Blogger ? Seperti saya misalkan ?

Cukup menarik. Mengingat Blogger sejatinya sangat jarang berkata-kata, namun sebaliknya mampu menuangkan kata dan pikiran dalam bentuk tulisan atau kalimat.

Satu hal yang saya tekankan kemarin malam saat ngeTwit, adalah ‘masih banyak hal yang bisa dilakukan saat Nyepi, meskipun harus mengikuti aturan yang berlaku dalam Catur Brata Penyepian. Termasuk didalamnya rencana pemblokiran Internet untuk wilayah Bali.’
Terkait dengan hal diatas, dalam Nyepi kali ini, sebagai seorang Blogger, salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang yang ada seharian ini, tentu saja Menulis.
Sehingga satu Resolusi yang ingin dicapai hari ini adalah 10 postingan Blog terkait semua hal yang sekiranya bisa dilakukan saat Nyepi. Tidak hanya dipikirkan namun mampu dituangkan dalam satu cerita singkat.
Kira-kira mampu nggak ya ?

Kalian sendiri punya kegiatan apa hari ini untuk mengisi waktu ? Jangan memaki-maki di dunia maya ya ?

PS : kebetulan yang namanya akses Internet masih bisa jalan sejak tadi pagi. Maka untuk membuktikan pencapaian resolusi diatas, satu persatu dari postingan yang berhasil dituliskan hari ini, bakalan diPublish secara langsung.
Dipantau ya…

Berolah Raga Pagi di Hari Raya Nyepi, 10K Langkah, 100 Menit Exercise

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Lumayan juga. Berkeliling berkali-kali di halaman rumah hingga natah merajan selama 40 menitan lebih secara konstan, target pencapaian harian yang saya set pada aplikasi Samsung Health bisa tercapai dengan baik.
Hal ini sekaligus menganulir pendapat saya di postingan sebelumnya yang agak meragukan aktifitas rumahan selama Hari Raya Nyepi, minim aksi dan keringat. Nyatanya tidak.

10 Ribu langkah dan 100 Menit Exercise.
Gak disangka, bisa terwujud. Itupun masih ditambah panas matahari pagi dengan vitamin D-nya.
Lumayan bukan ?

Padahal demi mengantisipasi sedikit gerak badan dan langkah yang bisa dilakoni pada Hari Raya Nyepi hari ini, saya mencoba menebusnya sehari kemarin dengan berjalan dua kali lipat target harian, yaitu 10 K langkah. Tapi nyatanya, semua bisa dilakukan dengan baik tanpa harus melanggar salah satu dari empat brata penyepian hari ini.

Kalo kalian, sudah melakukan apa hari ini ?

Dari Lapangan ke Lapangan, Turun ke Jalan Raya

2

Category : tentang KeseHaRian

Melakoni aktifitas berjalan kaki dengan tempo yang cepat namun konstan, cukup memberi arti tersendiri dalam sekian kali perjalanan sejauh ini.
Bosan sendiri, pada akhirnya.

Jika untuk mengitari lapangan Lumintang Taman Kota sisi utara membutuhkan waktu sekitar 4-5 menitan satu putarannya, Alun-Alun Kota Denpasar dengan track yang sedikit lebih panjang, membutuhkan waktu 7-8 menitan tergantung kecepatannya. Sementara Lapangan Niti Mandala Renon yang sepertinya memiliki keliling sekitar 1 Km lebih butuh waktu sekitar 15 menit sekali putaran.
Sehingga, dengan waktu tempuh satu jam, kurang lebihnya sudah bisa diperkirakan jumlah putaran yang bisa dilakukan, dan itu… amat sangat membosankan, jika dilakukan berulang.
Jadi tidak salah bila keputusan sejak minggu kemarin, langsung diambil.
Turun ke jalan raya.

Tidak ada Target tertentu yang dibuat sejak awal memulai perjalanan. Hanya mencari rute yang tak biasa agar suasananya bisa memberi semangat baru dalam beraktifitas kelak.
Dari memutari sekolahannya Mirah, berkembang ke GOR Ngurah Rai, lalu pasar Kereneng, ke arah timur, belok di jalan Plawa. Setidaknya sudah 3-5 kali dilakoni.
Lalu ada rute mengitari Les Anemone-nya Intan, putri kedua saya, ke arah timur di jalan Ratna atau ke arah Barat, Lapangan Lumintang sisi Selatan. Pernah juga sekitar 2-3 kali dicoba.
Mengambil jalur yang sedikit lebih jauh ke Cerancam-Binoh lalu menyeberang jalan Gatot Subroto menuju Benculuk, hanya sempat 2 kali saja dalam sebulan terakhir.
Sedangkan tadi pagi, mengambil jalur barat ke Gerenceng-Gajah Mada-Suci-Matahari-Renon, memberikan jarak tempuh terpanjang yaitu 9,28 Km, sejauh ini. Cukup melelahkan namun senangnya bukan main.

Selain memberi suasana baru sebagaimana harapan di awal, banyak juga pengalaman unik disepanjang jalan yang dilalui. Dari melihat orang berantem, kecelakaan akibat salah berlalu lintas, hingga menolong ibu-ibu yang terjatuh gegara membawa banyak barang diatas sepeda motornya. Bisa juga bertemu orang-orang baru hingga kawan lama secara tak sengaja. Bahkan ada juga yang diabaikan begitu saja tanpa tahu siapa yang menyapa.

Kalian pernah melihat saya di jalan sebelumnya ?

Mewujudkan 10 ribu Langkah per Hari

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Memasuki bulan Maret, Samsung Health merilis tantangan baru bagi pengguna aplikasi tersebut yang diberi tajuk ‘Jungle Challenge’. Dengan target awal, jumlah langkah yang sama dengan bulan atau tantangan sebelumnya, yaitu 200 ribu langkah.
Pencapaian yang luar biasa sebenarnya jika berhasil dilakukan lagi.

Dalam waktu satu minggu pertama, tepatnya di hari ketujuh, saya berhasil mencatatkan sekitar 113 ribu langkah yang jika saja boleh dirata-ratakan per harinya mencapai 16 ribuan langkah. Lumayan juga…
Bisa sebanyak itu mengingat pada hari jumat lalu, sejak krida pagi terhitung melangkah hingga 25 ribuan langkah yang terbagi atas 3 sesi. Pagi sebelum berangkat kerja, krida, dan olahraga sore.

Tantangan ini sebenarnya bukanlah tujuan utama, sehingga ada keinginan untuk mewujudkan langkah hingga 10 ribuan setiap harinya. Namun lebih pada kebutuhan berolahraga atau aktifitas fisik selama minimal 30 menit setiap harinya bagi penderita Diabetes seperti saya.
Dengan secara disiplin melakukan exercise sebanyak itu, paling tidak saya bisa menghabiskan waktu antara 1-1.5 jam setiap harinya, memutari lapangan dan taman kota yang ada di seputaran Kota Denpasar.

Lumayan juga kan ?

Siap Menghadapi Tantangan Global Challenge Samsung Health Berikutnya ?

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

I’m the cream of the crop, I rise to the top
I never eat a pig, cause a pig is a cop
Or better yet a Terminator, like Arnold Schwarzanegger
Try to play me out like, as if my name was Sega

Repetan House of Pain yang pernah beken jaman saya sekolahan dulu kembali diputar berulang pada headset sebelah yang disambungkan via Bluetooth ke ponsel Android. Menemani langkah santai yang saya lakoni saban sore usai pulang kantor jika kondisi agak capek dan penat. Beat yang diciptakan memang tak segegas rapper kulit hitam Puff Daddy. Jika mau dibandingkan, kecepatan langkah yang dihasilkan sekitar 4,9 km/jam, lebih lambat 0,1 hitungan dengan remake ulang karya The Police tadi.

Jungle Challenge

Memasuki bulan Maret ini, aplikasi Samsung Health kembali menggelar Tantangan berskala Global berikutnya yang diberi tajuk Jungle Challenge. Dengan jumlah Target Awal yang sama dengan sebelumnya, 200 Ribu Langkah.
Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu paham apa Misi sesungguhnya Tantangan ini, dan juga Reward apa yang bisa diberikan oleh Samsung bagi para pemenangnya. Namun secara Umum, tantangan ini saya gunakan sebagai sebuah Terapi Kesehatan dalam rangka menurunkan Gula Darah, pula Diet menurunkan Berat Badan jika mampu. Minimal mengejar 10 ribuan langkah per harinya, meningkat sedikit dari Standar Awal yang ditentukan Samsung Gear.

Dilihat dari segi fisik, kini saya jadi lebih mudah berkeringat dari sebelumnya meski belum sebanyak harapan. Bisa jadi karena kecepatan langkah yang dilakukan hanya sebatas 5,0 km/jam. Bandingkan dengan langkah terdahulu yang bisa mencapai 6 hingga 9,3 km/jam. Atau bisa juga lantaran seragam yang digunakan belum dilengkapi dengan jaket parasut yang mampu menjaga suhu badan tetap panas saat angin sepoi berhembus di sepanjang jalan yang dilalui.

Kalian siap ikutan menghadapi tantangan Global Challenge Samsung Health berikutnya ?

Ingin Renovasi Rumah BTN Murah yang Anda Miliki? Ini Cara Untuk Menghemat Biayanya (bag 2)

Category : tentang KeseHaRian

Pada artikel sebelumnya, telah diulas mengenai berbagai cara untuk menghemat anggaran saat merenovasi rumah BTN Murah yang Anda miliki. Pada artikel kali ini akan kembali diulas beberapa cara lainnya agar dapat menghemat budget dalam merenovasi rumah BTN murah milik Anda. Berikut beberapa caranya.

Jika ingin membuat dua lantai, gunakan konstruksi baja ringan
Cara lain untuk menghemat budget renovasi rumah BTN murah adalah dengan menggunakan konstruksi baja ringan pada saat proses peningkatan lantai rumah. Ya, rumah BTN murah biasanya cenderung memiliki luas bangunan yang sempit sehingga dibutuhkan lantai tambahan agar semua ruangan dapat memadai. Untuk menghemat anggaran tersebut, baja ringan merupakan solusi yang tepat agar budget saat merenovasi rumah BTN murah tidak bengkak terlalu banyak.

Gunakan tenaga kerja dengan sistem harian
Selain material bangunan, perhatikan pula penggunaan tenaga kerja yang akan membantu jalannya proses renovasi. Untuk menghemat budget, Anda dapat menggunakan tenaga kerja dengan sistem harian bukan borongan per proyek. Hal tersebut bertujuan untuk menghemat durasi kerja agar sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu, pastikan Anda mengontrol kinerja dari tenaga kerja tersebut agar biaya yang Anda keluarkan untuk mereka tidak membengkak nantinya.

Proporsi tenaga kerja yang optimal
Selain memastikan sistem tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula jumlah tenaga kerja yang Anda gunakan memiliki proporsi yang optimal. Jika renovasi rumah tidak dilakukan secara masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja setidaknya 2-3 orang saja. Apabila lebih masif, Anda dapat menggunakan tenaga kerja hingga 10 orang agar pekerjaan menjadi lebih cepat selesai dan tidak memakan biaya banyak saat merenovasi rumah BTN murah Anda.

Pastikan bahan material dipesan sendiri sesuai dengan kebutuhan
Selain memastikan jumlah tenaga kerja yang digunakan, pastikan pula semua bahan material yang dipesan Anda lakukan sendiri. Meski terdengar merepotkan akan tetapi pemesanan bahan material yang dilakukan sendiri dapat mencegah terjadinya kecurangan yang mengakibatkan bocornya anggaran. Dengan demikian, Anda dapat menjaga uang tidak sampai terbuang sia-sia.

3 Alasan Mengapa Anda Harus Segera Membeli Mobil Baru Di Dealer Toyota Balikpapan

Category : tentang KeseHaRian

Banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan saat akan membeli mobil. Mulai dari aspek kebutuhan, pertimbangan tentang jenis, besaran dan kapasitas mobil, hingga rentetan pertanyaan lain pasti akan terlintas di benak Anda. Tenang, Anda tak sendirian! Salah satu pembeli Dealer Toyota Balikpapan juga banyak kok yang mengalaminya!

Anda butuh alasan untuk membeli mobil baru? Kalau begitu, simak artikel singkat kami yang berikut ini yuk! Selamat menyimak ya!

1. Anda Sudah Memiliki Mobil? Tahun Berapa? Apa Iya, Tidak Ingin Mobil Yang Baru ?

Membeli mobil memang bukan suatu hal yang wajib. Lebih-lebih bila Anda telah memiliki mobil di rumah Anda. Anda tentu setuju bukan? Namun biar pun begitu, setiap mobil memiliki “umur”nya masing-masing loh!
Bila Anda setuju dengan pernyataan diatas, Anda pasti tau betul tentang penyakit-penyakit yang rentan dialami oleh mobil tua. Mulai dari pendingin kabin yang kuran optimal, suara mesin yang sudah tidak sehalus dulu, hingga tarikan mobil yang sudah mulai kehilangan tenaga pasti membuat Anda sempat berfikir untuk mengganti mobil Anda dengan yang baru bukan?
Mobil baru harganya mahal? Yuk sempatkan waktu berkunjung ke Dealer Toyota Balikpapan! Harga mobil yang ditawarkan banyak yang cukup terjangkau kok!

2. Mobil Baru Memiliki Segudang Teknologi Yang Berkualitas Prima

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pabrikan Toyota selalu saja berinovasi demi kepuasan seluruh konsumennya. Inovasi ini diwijudkan baik dari segi pelayanan, hingga segi jenis dan variasi yang diproduksi oleh pabrikan Toyota sendiri.
Dari bentuk body mobilnya saja, kita sudah mampu melihat kesungguhan Toyota dalam berinovasi. Betapa tidak? Body mobilnya semakin hari semakin cantik! Tak sekedar cantik, prinsip aerodinamis juga turut diimplementasikan sehingga mobil mampu melaju dengan lebih efisien saat dikendarai.
Belum lagi dengan hadirnya fasilitas yang ada di dalam kabin semisal DVD player, penunjang keamanan seperti SRS Air bag, hingga tampilan dashboard kabin yang lebih elegan. Tak lupa, Toyota juga membekali mobil pabrikannya dengan green teknologi yang ramah lingkungan, dan irit bahan bakar.

3. Proses Pembelian Mobil Di Dealer Toyota Balikpapan Yang Mudah, Dan Lebih Dekat Dengan Rumah

Siapa bilang membeli mobil harus jauh-jauh ke Jakarta? Bilapun iya, pasti merepotkan sekali ya! Untung saja di Balikpapan sudah ada Dealer Toyota Balikpapan yang lebih dekat dengan rumah. Proses pembelian pun terasa lebih dekat dan mudah deh!
Meskipun dealer yang satu ini berada di Balikpapan, jangan remehkan kualitas pelayanannya ya! Tenaga kerja yang standby disana sudah dilatih sesuai dengan standar dealer rekanan Auto2000 kok! Jadi tak perlu khawatir dengan keramah tamahan para sales disana, dan tak perlu risih bila Anda ingin bertransaksi dengan bahasa Indonesia.

Mengejar Ketertinggalan Langkah Spa Challenge

1

Category : tentang KeseHaRian

Membuka-buka menu aplikasi Samsung Health pasca berjalan kaki sepanjang 5 km, sekitar delapan kali putaran mengelilingi lapangan alun-alun Puputan Badung Kota Denpasar, tak sengaja menemukan tantangan baru berskala global yang diikuti baik disadari ataupun tidak oleh 800 K User lainnya.
Spa Challenge dengan memenuhi target berjalan kaki hingga 200 K langkah dalam satu bulan Februari ini. Yang bila dirata-ratakan dalam seharinya, harus menempuh 7 K langkah untuk bisa mencapainya dengan baik. Sementara Target Harian aplikasi secara default hanyalah sekitar 6 K langkah saja. Cukup mudah bukan ?

Sepintas lalu, apa yang dipaparkan pada aplikasi Samsung Health ini cukup menggoda. Mengingat sambil berolahraga, kita bisa have fun lebih jauh serta memantau kesehatan dengan menargetkan aktifitas tertentu seperti konsumsi air minum, kafein, makan siang hingga pencatatan kadar gula darah, detak jantung, tekanan darah juga berat badan.
Ada data yang disimpan secara otomatis dengan memanfaatkan device dan share location kekinian, ada juga yang direkam secara manual dan ada pula dengan menggunakan device tambahan seperti Samsung Gear S3 Frontier yang saya gunakan belakangan ini. Cukup puas bisa memantau semua perkembangan sembari menikmati pemandangan lalu lalang orang disekitar kita.

Untuk kelas Spa Challenge yang diselenggarakan bulan Februari inipun, saya baru bisa mencapai rangking 200an K dan kelihatannya bakalan melorot setiap paginya, untuk jumlah langkah sebanyak 164 K sejauh ini. Lumayan lah.
Yang jikalau dirata-ratakan, jumlah pencapaian dalam sehari hanya 9 K langkah saja. Sangat sedikit sebetulnya. Apalagi jika disandingkan dengan sang pemegang rekor tercatat, si Mr.Boki dengan 1,7 M langkahnya saat ini. Edan lah.

Soal rekor bulanan ini, sempat terjadi miss dalam pikiran saya, yang hanya menyangka enam digit angka sehingga selisih dengan langkah yang saya capai hanya sekitar belasan ribu saja. Itu artinya jika dalam sehari kelak mampu menghabiskan waktu 2 jam sehari untuk berjalan kaki, rekor ini pun akan dengan mudah dilibas. Namun pertanyaannya, kenapa yang namanya rangking akumulasi jadi begitu jauh ?
Eh setelah ditilik lama, si Mr.Boki rupanya punya tujuh digit angka dalam jumlah langkah. Saya mah apa gitu, belum ada sepersepuluhnya. ?

Akan tetapi ya jangan mudah patah semangat lah kalo kata orang-orang tua. Minimal yang namanya olah raga tentu ada banyak manfaatnya bila bicara soal Diabetes dan upaya menurunkan kadar gula darahnya. Disamping itu, yang namanya waktu luang atau senggang, kini bisa diisi dengan berjalan kaki barang setengah hingga satu jam. Akan tetapi target pertama adalah mengejar ketertinggalan angka untuk bisa mencapai 5 Bintang dan garis finish dulu.
Kira-kira bisa dicapai pada hari ke berapa ya ?