Mural, Seni yang Unik dan Menggelitik

Category : tentang KeseHaRian

Ada sisi positif yang bisa didapat ketika upaya mengejar langkah kaki dilakukan dengan cara mencari ruas jalan yang berbeda setiap harinya. Seperti hari sabtu dan minggu lalu.
Sambil liburan di Batu Mejan, saya mengitari ruas jalan disekitarnya dan menemukan beberapa karya Mural yang dilukiskan pada tembok lapang sebelah ruang terbuka dan terlihat unik dari jauh mata memandang.

Tidak banyak orang yang menyukai karya seni semacam ini. Karena ada juga pihak yang menganggap bahwa Mural hanyalah satu bentuk pengerusakan pandangan macamnya vandalisme atau corat coret oleh orang yang tak bertanggungjawab. Namun jika saja mereka melihat model Mural yang satu ini, saya yakin bakalan disukai. Karena ada pesan bahkan menggelitik yang ingin disampaikan.

Sing Ken Ken Ngerampok Bank
(Tidak apa apa merampok bank ?)

Wujudkan Rumah Impian, Manfaatkan Easy KPR Lestari dari BPR Lestari

Category : tentang KeseHaRian

Bisa memiliki rumah yang nyaman dan layak huni merupakan impian bagi setiap keluarga, utamanya para pasangan muda yang baru saja membentuk bahtera rumah tangga. Hal ini tampak didukung penuh oleh pemerintah era presiden Jokowi yang memprioritaskan program Sejuta Rumah sejak awal kepemimpinannya.
Sayangnya belum semua keluarga memiliki kemampuan finansial yang berkecukupan untuk dapat menjangkau pembelian rumah yang nyaman dan layak huni tanpa membebani alokasi penggunaan anggaran rumah tangga lainnya. Untuk itulah program Kredit Pemilikan Rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah KPR, banyak ditawarkan kepada keluarga kecil yang membutuhkan rumah dengan segera.

BPR Lestari dengan keberadaannya sebagai BPR Terbaik di Bali tampaknya bisa memahami kesulitan masyarakat Bali akan kebutuhan rumah yang nyaman dan layak huni, namun tetap terjangkau. Itu sebabnya melalui Easy KPR Lestari yang kini dapat dimanfaatkan dengan bunga Satu Digit, diharapkan dapat menjawab permasalahan diatas dengan tuntas dan memuaskan.

Komisaris Utama BPR Lestari, Alex P Chandra mengungkapkan bahwa KPR Lestari sedang diupayakan untuk bisa bertransformasi dan menjual program kredit rumah KPR dengan bunga sebesar 9,25% dengan DP ringan dan proses yang cepat serta pelunasan sisa kredit yang bebas penalti.
Adapun bunga Easy KPR Lestari 9,25% serta DP 10% berlaku khusus pengajuan KPR di perumahan yang developernya bekerjasama dengan BPR Lestari. Setidaknya sudah ada sekitar 60-an nama pengembang yang telah siap bekerja sama dengan BPR Lestari dan tersebar di 9 kabupaten/kota provinsi Bali.

Program Easy KPR Lestari dari BPR Lestari ini menyediakan plafond kredit dari nilai 100 Juta hingga 2 Milyar dengan jangka waktu hingga 20 tahun. Proses pengajuan hanya 3 hari kerja setelah persyaratan data dinyatakan lengkap. Selain itu keunggulan lain yang ditawarkan adalah bebas biaya penalti apabila pelunasan dilakukan sewaktu-waktu. Serta fasilitas pembayaran angsuran yang autodebet untuk menghindari keterlambatan pembayaran setiap bulannya.

Jadi tunggu apa lagi ?
Ayo wujudkan rumah impian kalian, dan manfaatkan program Easy KPR Lestari dari BPR Lestari

Amor ring Acintya Ni Made Suardini

Category : tentang KeseHaRian

Tiga tahun lalu, sekitar awal tahun 2015, sang suami pergi lebih dulu pada sang pencipta. Serangan jantung yang mematikan. Kondisi yang memukul telak karena ia hanyalah seorang ibu rumah tangga dengan empat anak yang masih remaja. Kami cukup prihatin saat itu.

Namun pada tanggal 26 Maret lalu, semua cerita ketangguhan akan sakit yang ia derita selama ini, berakhir sudah. Ni Made Suardini, bibi saya sebelah rumah, meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah. Kabar yang menyedihkan jika mengingat ada empat anak remaja yang sebenarnya masih membutuhkan kehadiran kedua orang tua. Mungkin ini yang namanya nasib buruk.

Saat kami jenguk di awal Maret lalu, Bu Kadek masih terbaring lemah dan tertidur akibat sesak yang lumayan menyiksa. Ditunggui sang anak yang masih kuliah, menempati ruang intensif berisikan empat pasien, lantai dua tepat di belakang UGD. Wajahnya yang letih tak menyurutkan senyum yang selalu ada tiap kali kami menyapanya. Sosok yang ramah.

Hanya 51 tahun usia yang diberikan oleh-Nya. Bisa jadi usia sepantaran dengan sang suami yang sudah lebih dulu pergi.

Rabu siang, upacara pengabenan akan dilaksanakan. Sedangkan proses ngeringkes dan ngajum kalau tidak salah dijadwalkan selasa besok.

Amor ring Acintya Bu Kadek Suardini.

Ada Hikmah di Balik Kurang Kerjaan

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian, tentang Opini, tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Satu triwulan sudah berlalu. Pekerjaan yang diemban makin kesini makin terasa sepi. Waktu luang jadi semakin banyak.

Jabatan tambahan sebagai PPK sudah tidak lagi dipanggulkan ke pundak. Kegiatan yang diwenangkan pun tidak ada rupa fisik maupun konsultansi. Hanya verifikasi dan survey lapangan, lalu menyampaikan draft rekomendasi kepada pimpinan dan bupati. Selesai.

Meski kesibukan saat berhadapan dengan desa dan masyarakatnya cukup menyita waktu dalam kurun tertentu, namun tekanan yang ada jauh berbeda. Tak ada lagi makian dan caci ketidakpuasan, pula sms dengan bahasa tak sopan. Tak ada pula komplain tengah malam atau pemanggilan menghenyakkan pikiran dari aparat. Semua sirna seiring alphanya penugasan itu.

Aktifitas berkurang, rejeki pun berkurang. Minimal hari segi honor yang kali ini rupanya mengadopsi pola yang berbeda. Jika dahulu hanya diberikan untuk 1 paket pekerjaan, sebanyak apapun jumlah yang dibebankan, kini sepertinya lebih manusiawi dan tentu menggiurkan. Dibayar penuh sesuai beban kerja. Layak dan impas dengan semua pengorbanan.
Sepertinya…

Namun jika pikiran mau dibawa ke sisi yang positif, ada banyak hikmah yang bisa diambil di balik kurang kerjaannya saya kali ini.

Pertama, soal waktu luang tadi. Ada aktifitas menulis yang kembali bisa dilakoni secara rutin dan menyenangkan pikiran. Ada senda gurau dengan anak-anak selepas kerja lantaran bisa pulang tepat waktu. Ada juga olah raga yang hampir selalu disempatkan saban hari, pagi saat libur dan sore usai bekerja.

Kedua, soal beban, pikiran dan kesehatan. Hal yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Setidaknya kini tak lagi diganggu dering telepon meski saat perjalanan pulang ke rumah, atau saat leyeh-leyeh memandang langit, bisa dirasakan penuh nikmat atas kuasa-Nya. Utamanya tentu, gula darah bisa lebih stabil meski yang namanya berat badan otomatis naik lagi. Kampret dah.

Ketiga, jalan-jalan.
Dalam arti sebenarnya tapi. Meski harus dibungkus dalam kedok koordinasi ke tingkat Desa/Kelurahan. Dulu, mana sempat. Pagi teng nyampe kantor, telepon ruangan berdering, menghadap pimpinan, lanjut aktifitas lain hingga jam pulang menjelang. Kini ? Ayo kabur…
Istilah lainnya, menikmati pekerjaan laiknya hobby.

Keempat dan terakhir, tentu saja Touring.
Hehehe… sejatinya tak sebanding dengan definisi asli, namun rasanya eman kalo beli motor baru hasil jerih payah ngayah selama 4 tahun di Jalan Lingkungan, kalo tak dibawa touring jauh ke lingkup pekerjaan. Eh…
Meski raungan knalpot XMax tak segarang Scorpio terdahulu, namun bicara soal kenyamanan berkendara, tentu jauh lebih baik.
Yang membedakan hanya soal latar belakang objek foto saja. Jika dulu selalu dijejali paving natural dan juga warna merah, kini lebih natural dan lapang. Jalan raya.

Jadi biarpun kini lebih banyak tampak kurang kerjaan, namun yang namanya hidup, harus tetap bisa kita nikmati. Ya nggak ?

Kiat Merawat dan Menyimpan Baju Batik Agar Selalu Seperti Baru

Category : tentang KeseHaRian

Baju batik memang selalu istimewa dan disukai banyak orang. Beberapa tahun belakangan ini, variasi batik semakin beraneka ragam bagi semua kalangan usia. Kita pasti mudah tertarik dengan batik yang bergaya kekinian seperti blouse batik wanita yang sesuai dengan selera. Baju-baju batik yang sudah kita miliki harus dirawat dengan telaten agar selalu tampak seperti baru.
Soal urusan merawat dan menyimpan baju batik, kalian gak usah bingung deh, karena berikut Kiat-kiat praktis yang bisa membantu kita merawat baju batik semaksimal mungkin. Disimak yuk.

Memisahkan Baju Batik Terlebih Dahulu
Alangkah lebih baik bila kita memisahkan baju batik yang akan dicuci. Jangan biarkan baju batik bercampur dengan pakaian lain. Sebab hal tersebut membuat baju batik rentan luntur. Jika warna air mulai berubah saat mencuci batik, jangan gunakan air tersebut untuk mencuci pakaian lain. Dengan demikian, baju batik akan kembali bersih dan bebas risiko kelunturan.

Cara Mencuci Batik Tulis dan Batik Cap
Batik tulis dan batik cap membutuhkan perhatian khusus ketika dicuci. Sebaiknya kita mencuci kedua jenis batik tersebut dengan tangan. Karena proses pencucian dengan mesin cuci rentan menyebabkan kerusakan pada tekstur dan warna batik. Kuceklah batik tulis dan batik cap secara perlahan-lahan. Supaya noda dan kotorannya mudah hilang tanpa merusak batik tersebut.

Batik Print Boleh Dicuci dengan Mesin Cuci
Kalau kita memiliki banyak baju yang terbuat dari batik print, kita bisa mencucinya dengan mesin cuci. Karena batik print memiliki tekstur kain yang lebih kasar dan keras. Sehingga perputaran mesin cuci tak rentan menyebabkan kerusakan pada baju batik tersebut. Kita tak perlu berlama-lama merendam baju batik dalam larutan deterjen. Agar warna baju blouse batik wanita tetap cemerlang meskipun sudah sering dicuci.

Tak Perlu Diperas Sebelum Dijemur
Ternyata kita tak perlu memeras batik sebelum menjemurnya. Karena proses pemerasan berisiko merusak tekstur batik. Akibatnya, baju batik jadi kusut bahkan serat kainnya bisa rapuh. Kita hanya perlu menggantung baju batik agar airnya menetes dengan sendirinya. Saat baju batik sudah tidak mengandung air, kita bisa memindahkan baju batik tersebut ke tempat lain.

Mengangin-anginkan Baju Batik Sampai Kering
Kita tidak perlu menjemur baju batik di tempat yang terkena sinar matahari. Mengangin-anginkan baju batik di tempat teduh sudah lebih dari cukup. Jangan sampai panas matahari malah membuat warna batik mudah memudar. Biarkan baju batik mengering sendirinya karena terkena angin selama beberapa jam.

Jangan Melipat Baju Batik
Baju batik sebaiknya disimpan dengan cara digantung. Melipat baju batik berisiko menimbulkan bekas lipatan yang sulit hilang. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan kapasitas lemari yang cukup untuk baju-baju batik kesayangan. Sehingga semua baju batik tersebut bisa digantung dengan rapi di dalam lemari.

Menyimpan Baju Batik di Tempat Sejuk dan Kering
Mungkin kita menganggap bahwa lemari baju kita paling tepat untuk menyimpan baju batik. Hal tersebut memang tidak salah. Namun kita juga harus memastikan bahwa lemari tersebut benar-benar sejuk dan kering. Jangan sampai baju batik mudah berjamur dan lapuk akibat lemari yang lembap. Sebaiknya kita memeriksa kelembapan lemari baju secara teratur setiap beberapa minggu sekali.

Kalau sudah bosan dengan baju-baju batik yang lama, kita bisa berburu baju batik terbaru di MatahariMall. Ada beragam pilihan blouse batik wanita dan model pakaian batik lainnya yang tak kalah istimewa. Bergaya kekinian jadi semakin mudah bila kita mengandalkan item fashion dari MatahariMall. Ragam pilihannya pasti membuat kita selalu penasaran dan ingin berbelanja. Yuk luangkan waktu untuk belanja online secara hemat di MatahariMall.

Dilema Pesanan GoFood Babang GoJek

5

Category : tentang KeseHaRian

Pagi-pagi di hari suci Pagerwesi usai olah raga, ceritanya nih langsung nyambangi KFC Persimpangan Nangka buat ambil paket kupon bazaar 2 pcs yang kampretnya memang ndak boleh melewati Drive Thru. Jadi antre depan display, dibelakang Babang GoJek yang lagi menunggui ponselnya dipake Babang KFC buat menghubungi Klien.
Setelah ngomong sepuluh menitan, ponsel pun dibalikin, dan Babang GoJek diminta nunggu di meja dan Babang KFC memproses pesanan Klien.

Aksi begini bagi Klien pemesan GoFood sebenarnya sudah lumrah. Apalagi kalo tingkat pesanannya masuk kategori ‘Tidak Jelas’, maka kewajiban Babang GoJek lah yang memperjelas atau memastikan sebelum melakukan pemesanan ketimbang Klien kecewa dan memberi Bintang Satu.
Cuma masalahnya, sepengetahuan saya sih yang namanya pulsa telepon milik si Babang GoJek yang digunakan sebagai sarana untuk memperjelas atau memastikan pesanan tadi, rasanya tidak termasuk dalam uang jasa yang dimintakan dalam sistem kepada si konsumen.

Babang GoJek yang saya tanyakan kali ini pun mengamininya. Bahkan tidak jarang, ketika pesanan yang dimintakan sudah habis, meskipun komunikasi terjadi hingga setengah jam-an antara Konsumen dengan pemilik Warung yang diSupport GoFood, pembatalan pesanan juga tidak pernah mencakup biaya percakapan tadi. Maka pilihannya ya memanfaatkan promo gratisan bicara sesama operator yang digunakan Konsumen dengan nomor ponsel si Babang GoJek.

Dilema juga sih ya…

Intermezzo Malam saat Nyepi

Category : tentang KeseHaRian, tentang KHayaLan

Untuk ketiga kalinya si bungsu Ara, putri kecil kami mendatangi kamar tidur dimana saya terbaring menonton film Chef usai makan malam, dan mengatakan ‘Ara ndak bisa liat bapak…’
Tampaknya dia mulai merasakan gelapnya malam saat Nyepi tahun ini.

Seperti biasa, satu-satunya lampu yang memang dibiarkan masih menyala hanyalah kamar tidur neneknya yang selama ini digunakan oleh si bungsu Ara dan si sulung Mirah. Sudah sejak lama mereka berdua tak lagi mau tidur bareng kedua orang tuanya, dan memilih tidur dengan nenek di kamar tengah.
Kami biarkan berhubung masih memiliki bayi yang belum paham apa-apa soal Catur Brata Penyepian, dan itu diijinkan secara adat.
Sementara di luaran, tak satupun nyala lampu yang tampak sejauh mata memandang.

Sejak memiliki anak, praktis saat malam menjelang saban hari raya Nyepi, saya lebih memilih masuk kamar, menemani mereka hingga tertidur. Beda jauh saat masih berstatus lajang, lebih suka keluyuran di jalanan malam hari bersama sepupu ke kantor desa yang jaraknya sekitar 1 kilometer jauhnya, berjalan kaki.
Karena hanya di Kantor Desa dan Banjar setempat saja lampu seadanya masih diijinkan untuk digunakan. Termasuk menggarap mie instant guna mengganjal perut yang lapar.

Menikmati gelapnya malam saat perayaan Nyepi bertahun lalu, mirip agenda jurit malam saat masih duduk di bangku sekolah, atau ploncoan mahasiswa dimana perjalanan hanya ditemani senter tanpa adanya lampu jalan disekitar kita.
Namun karena kami hidup di tengah Kota Denpasar, satu-satunya hal yang dikhawatirkan saat itu hanyalah persoalan terantuk orang saat berjalan. Gak enak kalo harus mengarah senter kemana-mana.

Jelang usia kepala empat, banyak perubahan yang terjadi. Lantaran mengidap diabetes, saya tak lagi melakukan tapa brata puasa selama kurun waktu tertentu. Memilih untuk mengkonsumsi makanan secara berkala, sesuai saran dokter dan buku kesehatan.
Jalan-jalan hingga pagi esok harinya pun, dicoret dari daftar. Lebih suka istirahat lebih awal agar besok saat Ngembak Geni dijalankan, bisa lebih sehat melaksanakan tugas.
Apalagi tahun ini yang namanya Internet sudah tak lagi bisa diakses secara bebas. Meski yang namanya jaringan 4G LTE nya SmartFren, masih lantjar djaja membantu aktifitas harian, menulisi blog, mencoba memenuhi resolusi Nyepi kali ini.

Selamat malam kawan semua. Sampai bertemu lagi di postingan berikutnya.
Sudah ada segelas Tuak yang menanti didepan mata.

24 Jam Tanpa YouTube, Perayaan Nyepi di Bali

Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian, tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Kalian yang berdomisili dan liburan menikmati Nyepi di Bali, apa kabarnya hari ini ?
Sudah dapat main kemana saja sejak pagi ?

Ditinggal tidur siang sejam lamanya, akhirnya rencana Pemutusan Jaringan Internet di Bali, jadi juga dilaksanakan. Setidaknya pada jaringan yang kami gunakan sejauh ini di rumah. IndiHome.
Padahal sejak pagi tadi, koneksi masih aman lantjar djaja. Dipakai unduh majalah oke, dipake YouTube-an oleh anak-anak pun Nevermind. Aman…

Tapi apa kata Dunia saat bangun dari tidur pasca menenggak dua gelas Tuak usai olah raga tadi, Internet mendadak hilang dan jaringan dua arah berganti menjadi tanda seru ?
Biarkan saja. Selow…

Toh juga anak-anak, pangsa pasar pengguna utama halaman YouTube di gawai mereka masing-masing, sudah diinfokan dari jauh-jauh hari sebelumnya.
Bahwa Pak YouTube pada Hari Raya Nyepi besok gak bakalan bisa dipake, karena Internetnya Capek.
Done. Selesai sudah.
Mereka paham, dan nggak ada rewel sejak pagi tadi hanya karena ndak bisa menonton video Upin Ipin, Doraemon atau Banjir Air Mata-nya Fun Cican.
Lebih memilih menikmati puluhan koleksi video serupa yang sudah diunduh sebelumnya.
Anak-anak dan ketergantungan mereka pada YouTube, gawai juga koneksi internet adalah satu hal yang mengkhawatirkan sejumlah kawan netizen penghuni dunia maya saat agenda pemutusan internet selama pelaksaan Hari Raya Nyepi diberlakukan di Bali.

Sebagai gantinya, mereka asyik bermain boneka sejak pagi, bermain andai-andai di sejumlah tempat sekitaran rumah, hingga berlagak bermain dengkleng padahal saya yakin mereka tak paham sama sekali bagaimana cara bermainnya.
Sungguh menarik dunia anak-anak sesungguhnya.

24 Jam tanpa akses ke halaman YouTube hari ini.

Dinikmati saja, toh hanya sehari ini.

Resolusi Nyepi dan 10 Postingan Blog hari ini

Category : tentang KeseHaRian

Untuk sesaat disela aktifitas olah raga pagi, saya jadi ingat satu gambar capture salah satu akun IG, yang lupa disimpan di ponsel mana, menceritakan perbedaan kapasitas isi pikiran dengan banyaknya perkataan yang dapat diungkap. Hal ini cukup menggelitik mengingat kebenaran akan fakta yang ada.
Kita memang jarang membicarakan hal yang kita pikirkan selama ini.
Bagaimana jika kalian adalah seorang Blogger ? Seperti saya misalkan ?

Cukup menarik. Mengingat Blogger sejatinya sangat jarang berkata-kata, namun sebaliknya mampu menuangkan kata dan pikiran dalam bentuk tulisan atau kalimat.

Satu hal yang saya tekankan kemarin malam saat ngeTwit, adalah ‘masih banyak hal yang bisa dilakukan saat Nyepi, meskipun harus mengikuti aturan yang berlaku dalam Catur Brata Penyepian. Termasuk didalamnya rencana pemblokiran Internet untuk wilayah Bali.’
Terkait dengan hal diatas, dalam Nyepi kali ini, sebagai seorang Blogger, salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang yang ada seharian ini, tentu saja Menulis.
Sehingga satu Resolusi yang ingin dicapai hari ini adalah 10 postingan Blog terkait semua hal yang sekiranya bisa dilakukan saat Nyepi. Tidak hanya dipikirkan namun mampu dituangkan dalam satu cerita singkat.
Kira-kira mampu nggak ya ?

Kalian sendiri punya kegiatan apa hari ini untuk mengisi waktu ? Jangan memaki-maki di dunia maya ya ?

PS : kebetulan yang namanya akses Internet masih bisa jalan sejak tadi pagi. Maka untuk membuktikan pencapaian resolusi diatas, satu persatu dari postingan yang berhasil dituliskan hari ini, bakalan diPublish secara langsung.
Dipantau ya…

Berolah Raga Pagi di Hari Raya Nyepi, 10K Langkah, 100 Menit Exercise

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Lumayan juga. Berkeliling berkali-kali di halaman rumah hingga natah merajan selama 40 menitan lebih secara konstan, target pencapaian harian yang saya set pada aplikasi Samsung Health bisa tercapai dengan baik.
Hal ini sekaligus menganulir pendapat saya di postingan sebelumnya yang agak meragukan aktifitas rumahan selama Hari Raya Nyepi, minim aksi dan keringat. Nyatanya tidak.

10 Ribu langkah dan 100 Menit Exercise.
Gak disangka, bisa terwujud. Itupun masih ditambah panas matahari pagi dengan vitamin D-nya.
Lumayan bukan ?

Padahal demi mengantisipasi sedikit gerak badan dan langkah yang bisa dilakoni pada Hari Raya Nyepi hari ini, saya mencoba menebusnya sehari kemarin dengan berjalan dua kali lipat target harian, yaitu 10 K langkah. Tapi nyatanya, semua bisa dilakukan dengan baik tanpa harus melanggar salah satu dari empat brata penyepian hari ini.

Kalo kalian, sudah melakukan apa hari ini ?

Dari Lapangan ke Lapangan, Turun ke Jalan Raya

2

Category : tentang KeseHaRian

Melakoni aktifitas berjalan kaki dengan tempo yang cepat namun konstan, cukup memberi arti tersendiri dalam sekian kali perjalanan sejauh ini.
Bosan sendiri, pada akhirnya.

Jika untuk mengitari lapangan Lumintang Taman Kota sisi utara membutuhkan waktu sekitar 4-5 menitan satu putarannya, Alun-Alun Kota Denpasar dengan track yang sedikit lebih panjang, membutuhkan waktu 7-8 menitan tergantung kecepatannya. Sementara Lapangan Niti Mandala Renon yang sepertinya memiliki keliling sekitar 1 Km lebih butuh waktu sekitar 15 menit sekali putaran.
Sehingga, dengan waktu tempuh satu jam, kurang lebihnya sudah bisa diperkirakan jumlah putaran yang bisa dilakukan, dan itu… amat sangat membosankan, jika dilakukan berulang.
Jadi tidak salah bila keputusan sejak minggu kemarin, langsung diambil.
Turun ke jalan raya.

Tidak ada Target tertentu yang dibuat sejak awal memulai perjalanan. Hanya mencari rute yang tak biasa agar suasananya bisa memberi semangat baru dalam beraktifitas kelak.
Dari memutari sekolahannya Mirah, berkembang ke GOR Ngurah Rai, lalu pasar Kereneng, ke arah timur, belok di jalan Plawa. Setidaknya sudah 3-5 kali dilakoni.
Lalu ada rute mengitari Les Anemone-nya Intan, putri kedua saya, ke arah timur di jalan Ratna atau ke arah Barat, Lapangan Lumintang sisi Selatan. Pernah juga sekitar 2-3 kali dicoba.
Mengambil jalur yang sedikit lebih jauh ke Cerancam-Binoh lalu menyeberang jalan Gatot Subroto menuju Benculuk, hanya sempat 2 kali saja dalam sebulan terakhir.
Sedangkan tadi pagi, mengambil jalur barat ke Gerenceng-Gajah Mada-Suci-Matahari-Renon, memberikan jarak tempuh terpanjang yaitu 9,28 Km, sejauh ini. Cukup melelahkan namun senangnya bukan main.

Selain memberi suasana baru sebagaimana harapan di awal, banyak juga pengalaman unik disepanjang jalan yang dilalui. Dari melihat orang berantem, kecelakaan akibat salah berlalu lintas, hingga menolong ibu-ibu yang terjatuh gegara membawa banyak barang diatas sepeda motornya. Bisa juga bertemu orang-orang baru hingga kawan lama secara tak sengaja. Bahkan ada juga yang diabaikan begitu saja tanpa tahu siapa yang menyapa.

Kalian pernah melihat saya di jalan sebelumnya ?