Hujan Android gaya Samsung Galaxy Series

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang TeKnoLoGi

Ada yang tahu ada berapa banyak seri Android yang sudah dirilis oleh produsen Samsung sejak kemunculannya pertama kali ditahun 2009 lalu hingga kini ? Nyaris mencapai angka 100 unit seri Galaxy. Atau bahkan lebih, jika melihat dari varian yang dimiliki oleh masing-masing perangkat ?

Setidaknya demikian info Release History yang saya dapatkan lewat halaman Wikipedia.

Dan dari sekian banyak yang digelontorkan ke pasar global, 25 diantaranya turun bagai hujan sepanjang tahun 2013. Maka bisa dikatakan, minimal ada dua seri yang dirilis dalam setiap bulannya, belum termasuk kategori TabletPC yang total berjumlah 16 unit. Kagum ? Jangan dulu.

Hal seperti ini sebenarnya pernah dilakukan oleh sang mantan raja ponsel kelas dunia asal Finlandia Nokia, yang belakangan makin terpuruk saja akibat salah langkahnya mengambil keputusan dengan mengembangkan sistem operasi Meego yang gagal sebelum berkembang, atau gabungnya mereka dengan sang raksasa Microsoft. Ada yg masih ingat ada berapa seri Nokia yang pernah digelontorkan ke pasar lewat seri N atau kategori Multimedia ? He… itu baru sebagian kecil. Belum seri E dan lainnya. Ditambah beberapa barisan Lumia atau Asha.

Samsung galaxy PanDeBaik

Lalu benang apa yang bisa ditarik dari dua perilaku serupa sang mantan raja dan raja terkini di dunia mobile telekomunikasi, Nokia dan Samsung ?

Mereka sama-sama cerdik, menggelontor pasar global dengan puluhan seri yang mirip satu sama lain, namun menyasar konsumen di semua lini. Baik pemula, menengah hingga kelas atas, tanpa kecuali. Dan itu dilakukan pada masa jaya, sehingga publik terbelah menjadi dua bagian. Satu yang memiliki loyalitas tinggi dan fanatik akan produk Galaxy Series (atau Nokia dijamannya) untuk pilihan berikutnya, dan bagian lain yang merasa bosan dengan teknologi serupa dalam setiap perangkat, lalu memilih brand lain yang jauh lebih menggoda baik fitur maupun desain akhirnya.

Jika Nokia dahulu bersaing ketat dengan Sony Ericsson yang tak mau kalah lewat brand Walkman dan K series nya, kini Samsung harus berhadapan dengan sejumlah pesaing dari berbagai belahan dunia. iPhone dari Amerika, HTC Taiwan, Sony Jepang, hingga lawan dari negeri sendiri, LG. Termasuk Nokia sang pendahulu.

Meski demikian, usaha Samsung lewat Galaxy Seriesnya patut diacungi jempol mengingat teknologi yang dikembangkan dari tahun ke tahun hingga kini, tetap dibutuhkan oleh pengguna, meski sebagian diantaranya merupakan contekan dari sang maestro iPhone, sebuah ponsel karya Steve Jobs yang fenomenal itu.

Trik pemasaran ini sudah sewajarnya ditiru oleh beberapa brand ternama lainnya, jika memang menginginkan kue keuntungan dengan margin yang lebih besar. Setidaknya nama seperti HTC hingga pendatang baru Oppo sudah mulai bergerak mengikuti, dengan merilis seri Mini dari ponsel flagship yang mereka miliki.

Tapi apakah mereka tahu jika pemasaran dan keuntungan tidak akan datang begitu saja jika tidak diimbangi dengan layanan purna jual atau after sales-nya ? Bagi yang pernah memiliki perangkat Samsung yang bermasalah, saya yakin pernah merasakan layanan mereka yang gegas dan memuaskan. Infonya, Samsung sudah sejak lama merekrut teknisi-teknisi lokal untuk dididik memahami teknologi serta menyuntikkan dana yang besar untuk iklan, demi meraup image terbaik di mata konsumen di tiap-tiap wilayah sasaran. Entah benar atau tidak, namun melihat apa yang terjadi di lapangan, bisa jadi info tersebut akurat adanya.

Nah, masalahnya apakah brand lain mampu mengimbangi langkah Samsung untuk mencuri sedikit pangsa pasar yang ada ?

Empat Video Van Der Spek Menampar Bali

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang KeseHaRian

Menarik, Sangat Menarik tentu saja…

Menyaksikan satu persatu dari empat video tentang praktek Penipuan di Bali yang direkam secara diam-diam oleh Van Der Spek, seorang turis dari Belanda yang berprofesi sebagai Wartawan/Jurnalis sebuah media di negaranya, cukup membuat miris dada akan perilaku orang Bali yang tak lagi dikenal jujur dan ramah pada wisatawan. Semua hanyalah sebuah kamuflase yang dibalut oleh keserakahan akan uang.

Ya, uang kini sudah bagaikan Dewa dan menjadi segalanya…

Padahal jikapun diperhatikan jauh lebih dalam, rasanya Orang Bali pelan tapi pasti seakan sudah mulai melupakan ajaran agama yang sejak kecil ia baca, pelajari dan lakukan. Misalkan saja Tri Kaya Parisudha, Berpikir, Berkata dan Berbuat yang Baik…

Dengan bukti yang kini sudah dapat dilihat secara luas, apakah perilaku Orang Bali (meski hanya oknum, namun siapa peduli ?) sudah jauh dari keyakinan akan Karma Phala ?

Sangat disayangkan tentu saja, apabila praktek-praktek baik penilangan polisi atau pemeriksaan cukai yang berujung damai dengan uang yang dinikmati untuk kepentingan pribadi, atau penukaran uang yang dipenuhi praktek kecurangan plus iming-iming hadiah padahal itu sudah diatur sebelumnya ?

Entah harus berkata apa jika sudah terdokumentasi begini…

Video Van Der Spek Bali

Namun salute untuk si turis Belanda… Meskipun pada kenyataannya begitu banyak pula perilaku turis yang tidak sopan saat beraktifitas di Bali, setidaknya empat video ini (bisa jadi mungkin lebih) bisa mengingatkan kita bahwa di jaman teknologi modern dimana lensa kamera tak lagi hanya berada dalam perangkat dimaksud atau dibadan ponsel, semua aktifitas yang kita lakukan mampu terekam dengan baik, disengaja ataupun tidak. Tapi apabila yang namanya etos kerja, prinsip menghormati dll tetap dijunjung oleh semua kalangan pekerja swasta maupun negeri dimanapun mereka berada, saya yakin gag bakalan ada yang seperti ini, meski satu dua bisa saja bernasib apes saat mencoba mempraktekkannya.

Ngomong-ngomong, dengan adanya bukti otentik seperti ini apakah pihak terkait yang merasa tertampar tidak akan melakukan perubahan baik sistem maupun mental oknumnya ? Inilah yang patut dipertanyakan kali ini.

Misalkan saja seperti penilangan polisi yang berujung damai, apakah tidak ada cara lain yang lebih memudahkan masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas melakukan proses yang aman, tanpa pemborosan waktu, biaya dan tenaga ?

Saat kami diskusi dengan kawan-kawan seruangan kantor, ada banyak ide yang disampaikan terkait ini. Memperbanyak sosialisasi proses pengurusan tilang dimana kabarnya ada yang bisa dibayarkan lewat atm, sehingga yang bersangkutan tak perlu lagi repot ke pengadilan ? Entah dicetak besar, lalu ditempelkan di masing-masing pos polisi ? Atau pembayaran melalui pemotongan pulsa, mengingat kini ponsel rata”sudah dipegang oleh masyarakat hingga menengah ke bawah ?

Demikian halnya aksi Money Changer yang saya yakin, saya pun pernah menjadi korban saat melakukan penukaran mata uang dollar beberapa waktu lalu. Dan kini, video milik Van Der Spek telah membukakan mata akan pentingnya memeriksa kembali sekian banyak lembaran uang yang ditukar, langsung ditempat itu juga…

Semua hal yang dahulunya punya peluang untuk melakukan praktek kecurangan, saya yakin ada cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang kini semakin berkembang, meski yang namanya otak manusia tetap saja mencari celah bagaimana agar praktek tersebut bisa kembali dilakukan.

Kini saya masih berharap, akan ada video dari Van Der Spek yang kelima, enam, tujuh dan seterusnya, apakah itu mengungkap praktek pungli di birokrasi pemerintahan terkait pengajuan ijin, pembayaran pajak atau bahkan yang ada kaitannya dengan pengadaan barang jasa…

*colek LPSE dan ULP Badung *uhuk

Last but not least, Ogoh-Ogoh Banjar Tainsiat Tahun 2013

3

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Akhirnya… selesai juga… Menjadi rekor pengerjaan tercepat dalam sejarah pembuatan Ogoh-Ogoh Banjar Tainsiat selama ini… gag nyampe seminggu…

image

image

image

Guns N Roses Live di Jakarta ?

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang KeseHaRian

Jika saja kabar ini datangnya sekitar dua dekade lalu, barangkali histeria penggemar musik rock di Indonesia masih sedang hangat-hangatnya.

Generasi muda kala itu bisa dibilang lagi haus-hausnya dengan penampilan musisi rock papan atas yang sedang menjadi raja dan menggapai puncaknya, plus dengan formasi yang solid pula.

Masih ingat dengan rusuh stadion pasca konser Metallica ? atau konser Sepultura yang baru saja merilis album Arise ? wih… keliatan banget nih semua selera jadul dan makin memperjelas batasan umur masa kini.

Diantara sekian banyak musisi rock, barangkali Guns N Roses saja yang absen dari penjadwalan konser live mereka di Indonesia. Padahal saat itu dobel album Use Your Ilussions masih terdengar jelas ditelinga. Nah, kini ?

Pasca album Spaghetthi Incident yang lebih banyak meng-cover version kan lagu dari musisi lain, Guns N Roses kalo gag salah kedapatan tampil di original soundtrack nya Interview With The Vampire, itupun lagi-lagi meng-cover versionkan karyanya Rolling Stones. Kabar bergulir dengan perpecahan anggota yang menyisakan nama sang vokalis sementara anggota lainnya menyebar bahkan kabarnya tiga diantaranya membentuk grup baru ‘Velvet Revolver’ yang punya sound khas dari Guns N Roses versi dobel album tadi.

Kesombongan Axl sang vokalis, kerap mendapat kecaman dari banyak musisi lain terutama yang memang menjalankan masa tumbuh kembangnya bareng dengan band besar Guns N roses. Publik mungkin masih ingat dengan penampilan mereka di event bergengsi Rock And Rio yang memang gag mencerminkan usia dari Axl kini. Malah kelakuannya kemudian menjadi bahan tertawaan para wartawan jika dibandingkan dengan musisi lain yang hingga kini masih solid.

Guns N Roses versi terbaru kini menyajikan 8 musisi termasuk Axl Rose pada vocals, Dizzy Reed pada keyboards (yang ini kalo gag salah sudah bareng pas Use Your Illusions Tour), Tommy Stinson pada bass, Chris Pitman keyboards (entah kenapa menggunakan 2 kibordis), Richard Fortus pada rhythm guitar, Frank Ferrer pada drums (padahal gebukan si Matt Sorum udah keren banget), Ron “Bumblefoot” Thal pada lead guitar dan DJ Ashba pada lead guitar (juga). Bandingkan dengan formasi awal mereka yang Cuma berlima namun menghasilkan karya jauh lebih klasik.

Tapi inilah Guns N Roses versi terkini yang bakalan tampil di Jakarta sabtu, 15 Desember besok. Semoga kelakuan Axl bisa sedikit berubah sehingga penonton gag ilfil duluan.

Dan ngomong-ngomong, kalopun boleh di-share sedikit, bagi kalian yang beruntung bisa nonton langsung Guns N Roses di jakarta nanti, mungkin bisa duduk bareng pak Gub Jokowi, bisa nonton streaming videonya alumnus Guns N Roses versi awal di YouTube, khususnya pada perhelatan Rock and Roll Hall of Fame 2012 yang dibuka oleh band punk Green Day. Link video bisa dilihat disini. Lumayan bisa menghibur sebelum bisa melihat langsung aksi ‘the Most Dangerous band’ Guns N Roses

*kira-kira masih tergolong ‘the Most Dangerous band’ gag yah ? :p

Iwan Fals in Collaboration with SID Gedor Denpasar

Category : tentang InSPiRasi, tentang Opini

Dibandingkan dengan konser pertama Iwan Fals, the Living legend musisi Indonesia yang diadakan pada bulan April 2003 di panggung terbuka Ardha Candra Denpasar, rasa untuk menyaksikan Mega Konser yang diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2012 oleh Koperasi Keran kemarin, bisa dikatakan berkurang sangat jauh. Ada keraguan untuk mengambil Tiket Masuk yang ternyata hanya seharga 50ribu rupiah saja, sehingga saya baru memesannya seminggu sebelum pegelaran dimulai.

Bisa jadi lantaran fokus perhatian saya pribadi kini terhadap karya om Iwan Fals sudah mulai berkurang jika dibandingkan era 80/90an dahulu, bisa juga karena faktor kelahiran putri kami yang kedua sehingga ada rasa berdosa jika saya meninggalkan keluarga untuk bersenang-senang sendirian.

Ya, sendirian. Padahal dengan harga tiket masuk yang awalnya dibanderol seharga 100ribu dan naik pada awal Oktober menjadi 125 ribuan, ternyata saya malah mendapatkan dua tiket seharga 50ribu. Lha, trus mau ngajak siapa dong, bathin saya selama seminggu terakhir. Dan kalo memang benar itu seharga 50ribuan, lantas apa saja yang didapatkan bagi pembeli tiket bulan-bulan awal kemarin yah?

Berdasarkan waktu yang tertera pada HTM, kurang lebih penonton diminta hadir pada pukul 18.00 wita, sore hari. Namun beruntung, informasi berlanjut saya dapatkan bahwa Mega Konser om Iwan Fals kali ini rupanya dibuka oleh dua musisi lokal Bali yang namanya sudah beken dikenal, bli bagus Nanoe Biroe dan Trio macan eh punker Superman Is Dead. Artinya besar kemungkinan, om Iwan Fals mendapat jatah manggung paling akhir atau sekitar pukul 20.00 wita. It’s okay, toh mereka berdua juga gag kalah keren dengan om Iwan. Maka agar sempat menyaksikan penampilan keduanya, sayapun berangkat menuju lokasi konser, GOR Ngurah Rai Denpasar sekitar pukul 18.45 wita. Yang sayangnya jauh melenceng dari rencana.

Sampai di lokasi, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 wita. Waktunya SID tampil nih pikir saya. Namun ternyata meleset sangat jauh. Untuk sekitar 30 menitan berikutnya, saya dan juga beberapa penonton lain disuguhkan sajian iklan tentang koperasi Keran, sang penyelengara yang jujur saja jadi agak aneh mengingat disampaikan di sebuah event konser musik. Sepegetahuan saya selama ini menonton konser, mungkin baru kali ini bisa ditemui presentasi seperti ini :p dan rupanya beberapa penonton yang duduk manis di sekitaran, mengaku sejak nyampe sudah disuguhi sajian macam ini. Lha, musiknya kapan ? :p

Tepat pukul 19.35 wita, Superman Is Dead tampil menggebrak panggung meski dengan jumlah penonton yang masih sangat sedikit untuk ukuran perkiraan saya pribadi. Bisa jadi seperti kata Bobby sang vokalis bahwa ‘tumben nih mereka tampil di event yang memberikan harga Tiket Masuk 50ribuan, yang bisa ditebak pembelinya hanya ‘orang-orang yang sudah taraf dewasa sehingga sulit mengharapkan aksi penonton penuh anarki dan mandi lumpur. Sepanjang pantauan hanya sebagian kecil penonton di barisan depan saja yang melakukan aksi khas sajian konser musik rock. Itupun didominasi anak-anak muda Outsiders yang secara kebetulan tertangkap kamera dalam rentang jangkauan terbatas. Sementara kami yang ada di barisan belakang masih santai duduk manis dan terbengong bengong. Hehehe…

Sambutan baru mulai meriah saat SID menyatakan tampil kolaborasi bareng om Iwan Fals lewat karya Air Mata Api dari album Mata Dewa (1989). Vokal om Iwan yang seharusnya mendominasi lagu ini digantikan oleh Eka sang pembetot Bass SID dengan nada yang tak kalah kerennya. Koor makin menjadi saat karya om Iwan yang kedua dilantunkan secara bersama yaitu Kemesraan dan secara spontan memanas saat dilanjutkan dengan ‘Jika Kami Bersama’.

Yang keren dari penampilan SID malam itu adalah hadirnya Bobby lewat gitar Akustik membawakan karya ‘Jadilah Legenda’ dan Jerink yang sempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi alam lingkungan Bali terutama kasus Mangrove yang belakangan menghangat. Sangat menyentuh kawan…

Sekitar pukul 20.30an wita barulah om Iwan Fals bersama band barunya, Toto Tewel, Feri, Raden dan siapa yah yang megang keyboard ? menggedor lapangan GOR Ngurah Rai lewat karya-karya ternama miliknya yang dilantunkan secara bersama-sama di sepanjang lagu. Dari ‘di bawah Tiang Bendera, Hatta, Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi atau Sore Tugu Pancoran dengan cepat dilahap habis oleh barisan Orang Indonesia yang pula datang hadir jauh-jauh ke Bali. Tak lupa karya fenomenal grup Swami dengan Bongkar dan Bento, serta Bunga Trotoar yang masih berasal dari album yang sama.

Penonton baru terdiam saat Iwan melantunkan karya terbarunya ‘Tentang Sampah’ yang sedianya bakalan hadir di album terbaru kelak. Namun tak menunggu waktu lama saat ‘Wakil Rakyat, Aku Sayang Kamu hingga Pesawat Tempurku dilantunkan. Mengagumkan. Diusianya yang kini telah menginjak setengah abad, om Iwan Fals masih setangguh dahulu meski lontaran joke atau sindiran moral sudah gag sekuat dulu.

Yang makin mengagumkan adalah tampilnya Drum Solo mas Raden yang menggebuk drum setnya dengan penuh tenaga tanpa melupakan irama yang dijaga begitu baik. Penampilan ini mengingatkan saya pada set list Drum Solo yang biasanya hadir pada band-band besar dan ternama seperti God Bless aka Gong 2000 lewat Yaya Muktio, Guns N Roses lewat Matt Sorum hingga Queen. Ingatan saya juga melayang ke penggebuk drum era 90an yang mengambil rekor MURI terdahulu.

Saking lamanya om Iwan tampil, gag terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 wita. Usai memperkenalkan cahaya kehidupannya dari Yos sang istri, Cikal putri om Iwan yang jadi judul album tahun 1991, serta Raya putra terakhirnya dimana Galang diyakini berada disekitar kami, Tiga Rambu yang kini menjadi organisasi resmi milik om Iwan, Mata Dewa dilantunkan sebagai tembang pamungkas. Entah apakah setelah karya ini Iwan kembali memberi tambahan setlist seperti halnya konser band ternama lainnya, yang pasti sayapun dengan langkah pasti meninggalkan arena yang rupanya tidak terlalu banyak menghabiskan ruang yang tersedia.

Tampilnya om Iwan Fals di Bali 27 Oktober 2012 kemarin malam, sudah lebih dari cukup buat saya. Rasanya kalopun bakal dilanjutkan sampai pagipun, saya sudah tidak berminat untuk melanjutkan sesi. Rasa kangen pada putri kami yang kedua, mengalahkan segalanya. Maka langkah demi langkahpun saya lakoni untuk pulang. Tak percuma berjalan kaki dari rumah demi sebuah nama besar Iwan Fals.

Jujur, saya masih berharap besar bisa menonton secara langsung konser om Iwan bersama sekian nama besar lainnya yang masuk angkatan Beliau saat masa Orde Baru dulu. Swami, Kantata Takwa atau Dalbo. Bisa jadi ini hanyalah sebuah impian yang brangkali harus saya pendam mengingat kondisi kesehatan mereka yang sudah lanjut usia, atau barangkali bisa menjadi sebuah pe-er bagi siapapun yang kelak ingin mendatangkan Iwan Fals kembali di Bali. Yah, siapa tahu ?

Perpisahan dengan Ir. IGA Aries Sujati, dari Kasie menjadi ibu Bupati Buleleng

3

Category : tentang InSPiRasi, tentang PLeSiran

Kamis, 27 September 2012, kami rekan seruangan mengadakan sesi Perpisahan dengan ibu Ir. IGA Aries Sujati, Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan, Bidang Pendataan dan Evaluasi, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, setelah Beliau secara resmi menjadi ibu Bupati Buleleng mendampingi Bapak Agus Suradnyana. Sesi diadakan di Warung Subak, sebuah tempat makan yang menyediakan sajian grilled seafood di daerah Peguyangan Denpasar Utara, sekitar jam makan siang.

Saya mengenal ibu Ir. IGA Aries Sujati sejak Beliau pindah ke Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dan ditempatkan di Bidang Pengairan serta menjadi salah seorang PPTK pada kegiatan yang berkaitan dengan Pembuatan Senderan Subak di Kecamatan Kuta Utara. Saat itu saya pribadi masih bertugas sebagai salah satu tim PHP Penerima Hasil Pekerjaan dari semua kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Bina Marga dan Pengairan, dimana untuk kegiatan Subak yang saya sebutkan tadi, rupanya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen Kontrak.

Awalnya saya pikir, kami tim PHP bakalan kena semprot oleh Beliau, seperti halnya PPTK lainnya yang tidak terima saat kami menolak hasil pekerjaan Rekanan yang mengerjakan Kegiatan. Benar-benar tidak disangka, Beliau langsung turun ke lokasi kegiatan, meninjau apa yang menjadi catatan kami saat itu. Dan setelah melihat sendiri kebenarannya, Beliau meminta kami untuk melakukan hal yang sama pada beberapa Kegiatan yang Beliau pegang.

Rasa salut kami makin menjadi ketika Beliau dimutasi ke ruangan kami dan menjadi atasan langsung sekaligus Ketua Tim PHP beberapa tahun yang lalu. Komitmen dan kepercayaan yang Beliau berikan membuat kami makin mantap untuk melangkah saat menemukan kejanggalan atau pekerjaan fisik yang tidak sesuai dengan spesifikasi, sekaligus meminta kami untuk selalu mengambil bukti foto atau video untuk menguatkan catatan dan laporan yang kami buat. Bahkan tidak jarang, Beliau langsung ikut turun dan memantau kegiatan fisik bersama kami, meski harus berpanas-panas dalam mobil kijang jadoel tanpa AC yang kami gunakan.

Ibu Ir. IGA Aries Sujati pula yang mengajarkan saya untuk selalu berbagi, entah apapun itu yang saya miliki. Dari ilmu, pengalaman, materi hingga darah yang kini sudah secara rutin saya donorkan setiap tiga bulan sekali. Tak hanya mengajarkan, namun Beliau pula memberikan contoh kepada kami dalam banyak hal. Bahwa apa yang kita miliki tak akan pernah berkurang saat dibagikan ke orang lain yang membutuhkan. Bahkan bisa jadi Tuhan punya rejeki lain untuk kita yang sudah mau berbagi.

Sosoknya kemudian menjadi panutan bagi kami. Ada rasa segan dan hormat saat Beliau menyatakan mendukung keputusan suaminya untuk maju ke Pilkada Buleleng awal tahun 2012 lalu. Dan makin merasa kehilangan saat Bapak Agus Suradnyana memenangkan kompetisi satu putaran dengan suara mutlak. Sungguh satu hal yang jarang terjadi saat sang calon maju dari kalangan umum.

Masa transisi perpindahan Beliau rupanya sangat terasa bagi kami. Setidaknya pada suasana kerja yang selama ini selalu dipenuhi dengan celotehan, nyanyian hingga tawa yang lepas dari Beliau. Jujur, kami akan merindukan masa-masa yang pernah dialami dulu.

Selamat Bertugas ya Bu, semoga kelak selama menjadi Ibu Bupati Buleleng, ibu bisa mendampingi Pak Agus dengan baik seperti yang kami harapkan. Tanpa korupsi, tanpa berita miring dan tanpa penahanan di akhir masa jabatan, seperti yang dialami oleh beberapa mantan Bupati akhir-akhir ini. Berbuat baik demi semua masyarakat Buleleng tentu menjadi dambaan setiap orang, bahkan kami sekalipun.

Berikut foto”terkait sesi perpisahan di Warung Subak, kamis 27 September 2012.

*mumpung ibu Ir. IGA Aries Sujati masih bisa diajak berfoto, langsung minta diambilkan satu. Sayangnya lantaran duduk membelakangi arah cahaya, akhirnya hasilnya jadi gelap deh. :p Tapi gak pa”, toh secara siluet wajah, sudah jelas menunjukkan kok :))

*foto bersama ibu Ir. IGA Aries Sujati, ibu Bupati Buleleng mumpung masih bisa. soale nanti bakalan berhadapan dengan Protokol dulu untuk bisa dapetin ijin foto :p hehehe…

We will miss you Bu, begitu juga Alit, istri saya dan MiRah putri kecil saya. “Makasi untuk boneka BabyBob-nya ya Nenek Gaul…” :p

Gathering Pertama NBC-Bali-Droid Community

13

Category : tentang InSPiRasi

Lapangan Niti Praja Mandala Renon masih tampak ramai oleh orang yang lalu lalang untuk berolah raga, minggu 26 Agustus sore. Meski waktu telah menunjukkan pukul 17.45 wita, belum satupun wajah serius menatap gadgetnya terlihat duduk menunggu di undakan monumen Bajra Sandi. Satu hal yang biasanya menjadi ciri khas pengguna gadget Android.
Tak lama waktu menunggu, datang tiga remaja menenteng dua plastik merah berisikan baju kaos, menghampiri dan memberi salam. ‘Sudah lama bli ?’

Ah, rupanya ini yang namanya Shine ‘Agus’ Rockerz, sang penggagas Gathering Pertama dua komunitas dunia maya, NBC Bali (komunitas pengguna aplikasi Nimbuzz di era ponsel Nokia Symbian) dan Bali Droid Community (komunitas unOfficial pengguna Android regional Bali). Ia datang bersama seorang kawan bernama Anra, serta sang istri (istrinya Agus maksudnya) yang kabarnya baru saja melewatkan bulan madu mereka di Paris *uhuk Maaf – Jogya (red) sembari menyodorkan pia oleh-oleh.

Entah mengapa meski ini pertama kalinya kami bersua, namun rasa canggung yang biasanya hadir tak tampak dari jalannya obrolan yang dilontarkan. Saya yakin rasa ini ada di setiap Komunitas ataupun Forum manapun.

Satu persatu Kawan datang, namun hanya dua wajah saja yang saya kenal. Itupun memang lantaran sempat bertemu saat HTC One Road to Bali digelar di Seminyak kemarin. Lainnya? Hanya kenal nama tanpa tau yang mana. Namun yang paling surprise, akhirnya bisa juga bersua dengan Thedy NBC, seorang kawan lama yang saya kenal hanya lewat dunia maya, seorang aktor dibalik IGO Lovers, kawan Kaskus dan salah satu admin dari dua Komunitas yang kali ini bertemu.

Entah karena Gathering ini merupakan yang pertama kalinya digelar, atau memang kami sedang bernasib sial, pihak Keamanan di lokasi monumen Bajra Sandhi datang menegur dan meminta kami untuk melakukan ijin terlebih dahulu sebelum menggelar acara. Tidak seenaknya datang dan berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Kami sendiri jujur saja tidak terlalu mengetahui prosedural birokrasi seperti itu, mengingat ini adalah fasilitas umum. namun lantaran Bajra Sandhi merupakan monumen sekaligus icon dari Lapangan Niti Praja Mandala Renon, sangat wajar apabila pihak keamanan menegur kami dan meminta penjelasan lebih jauh.

Lantaran tidak ingin direpotkan oleh Proses Birokrasi yang berlebihan (Surat ijin, retribusi yang diatur dengan Perda dsb) mengingat ini kegiatan dadakan, maka kamipun memutuskan untuk pindah lokasi ke Mama’e, sebuah Resto di seputaran Tanjung Bungkak jalan Hayam Wuruk Denpasar.

Adalah Thedy NBC, ditemani Shine ‘Agus’ Rockerz, Othey777 dan rekannya Didik Alcoholover, dua anak Kaskus, yang mengusulkan digunakannya tempat ini, mengingat lokasi merupakan tempat digelarnya kegiatan Gathering akbar pengguna Kaskus Regional Bali beberapa waktu lalu.

Bersyukur, om Dwi pemilik lokasi Mama’e tidak berkeberatan dengan permohonan dadakan kami untuk peminjaman tempat bahkan berbaik hati menawarkan area makan yang disediakan untuk tamu mereka. Maka setelah berkoordinasi lebih lanjut dengan beberapa kawan lainnya, Mama’e kami pilih sebagai tempat Gathering pertama NBC Bali – Bali Droid Community ini.

Setelah Dibuka oleh rekan Didit, sesepuh komunitas NBC Bali yang kini bekerja di Radio bokashi, berusaha mencairkan suasana yang memang agak kaku lantaran baru kali ini bisa berkumpul dan bersua secara langsung, Sembari melakukan pembagian paket baju kaos, pin serta stiker, kamipun bertukar pikiran perihal sejauh mana kegiatan di masing-masing komunitas sudah dilakukan.

NBC Bali Friendship yang rupanya telah berdiri jauh lebih dulu, memiliki satu sarana komunitas dunia maya di akun jejaring sosial Facebook bernama NBC Friendship, sejauh ini sudah secara rutin mengadakan kopdar ketemuan walau hanya dalam jumlah yang terbatas. Ini bisa dimaklumi, karena memang inilah salah satu kesulitan terbesar dalam setiap komunitas apapun itu. Tingkat kehadiran yang minim, tak sebanding dengan jumlah anggota yang dimiliki.

Namun keakraban yang mereka tunjukkan pada kami malam tadi, patut diapresiasi. Bahkan kabarnya, dari usia yang telah menginjak tiga tahun ini, ada beberapa anggota yang akhirnya menemukan pasangan hati dan berlanjut ke pelaminan. Luar biasa.

Bali Droid Community sendiri, sejak dibuat dalam bentuk Group di akun jejaring sosial FaceBook setahun lalu oleh Aryaputra Pande, sejauh ini belum pernah melakukan kopdar atau ketemuan dan semacamnya. Kami hanya berinteraksi di dunia maya, tanpa adanya satu peraturan yang baku dan mengikat seperti halnya Komunitas lain, sejauh memang tidak menyinggung SARA. Oleh sebab itu, di Bali Droid Community, tidak ada istilah siapa menjadi Ketua, Wakil dsb, lantaran posisi kami sebagai pengguna Android sama bodoh dan sama pintarnya. Untuk itulah kami saling berbagi dan saling mengisi

Tidak banyak hal yang kami sampaikan dan lakukan pada Gathering pertama, selain perkenalan secara pribadi dan bagaimana keberadaan group selama ini mengingat ini merupakan kali pertama kami bersua di dunia nyata. Namun beberapa harapan kami untuk kedepannya, baik kegiatan sosial ataupun rasa persaudaraan yang sekiranya dapat tercipta antara dua komunitas, tampaknya memang harus bisa kami usahakan berjalan dwngan lebih baik lagi. Atau minimal ada kopdar atau pertemuan kedua dan seterusnya.

Dengan jumlah kehadiran yang mencapai hampir 40an orang, Gathering pertama NBC Bali dan Bali Droid Community ini boleh dikatakan berjalan sesuai harapan. Minimal harapan rekan Shine ‘Agus’ Rockerz yang kabarnya menalangi lebih dulu dana pembuatan packaging baju kaos, stiker dan pin malam ini *uhuk.

Bahkan Thedy NBC, maskot NBC Bali mengungkapkan rasa bangganya lantaran pertemuan pertama ini tak saja dihadiri oleh kawan-kawan dari dua Komunitas tadi, tapi juga Kawan dari Forum XDA Developers (halaman pertama yang rajin membahas tentang OS Windows Mobile, kini merambah ke Android), kawan Kaskus ID Regional Bali, serta Blogger ‘tentu saja *uhuk. Terima kasih banyak Kawan.

Di akhir kegiatan, seperti biasa layaknya komunitas lainnya, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama didepan resto Mamae dengan memanfaatkan perangkat kamera Android milik beberapa rekan komunitas, sebagai bukti dan catatan bagi dua komunitas dunia maya, NBC Bali dan Bali Droid Community. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya Kawan.

Politik Santun ‘PSSI’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah PSSI dan Nurdin Halid ditambah beberapa Isu Internasional yang sempat hadir di Indonesia.

*

*

*

* > Isu Internasional

*

*

*

*

*

Politik Santun ‘Penegak Hukum’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah KPK, Menteri dan para Penegak Hukum yang kerap dipertanyakan kredibilitas serta kesungguhannya dalam memberantas Korupsi.

*

*

*

* > KPK

*

*

* > Menteri

*

*

Politik Santun ‘Partai’ dan ‘Korupsi’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah Partai Politik yang begitu lekat dengan Budaya Korupsi.

*

*

*

*

*

*

* > Korupsi

*

*

*

Politik Santun ‘Kasus Besar’ dalam Kartun Mice Misrad

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah Gayus dan Nazaruddin, dua tokoh fenomenal kasus korupsi serta beberapa Kasus Besar yang agaknya bakalan begitu mudah dilupakan dan dimaafkan.

*

*

*

*

* > Gayus dan Nazaruddin

*

*

*

*

*