Polling akun Twitter Bang @iwanfals Bikin Gerah

Category : tentang InSPiRasi

Sosial Media Twitter belakangan ramai pasca dimulainya Gong Pilkada DKI Jakarta yang menyajikan 3 pasangan calon Cagub dan Cawagub. Jadi makin ramai setelah aksi Bela Agama tanggal 4 November lalu yang sepertinya memiliki agenda lain dari apa yang dikoarkan banyak pihak. Namun terlepas dari semua karamaian itu, rupanya ada satu akun yang bisa jadi berawal dari keisengan belaka, sudah membuat jagat Twitter tambah gerah. Akun miliknya Bang Iwan Fals.

@iwanfals terpantau per tanggal 12 November kemarin mengunggah sebuah polling khas Twitter yang menanyakan soal ‘andai pilkada dki dilaksanakan sekarang, siapa pilihanmu ?’
Wiii… ndak kurang dari 38ribuan Votes yang memberikan suara dadakan terkait opsi pilihan yang ada. (20%) agus ; (62%) ahok ; dan (18%) anies. 38,117 votes – Final results. Edan ya ?

Dan bisa ditebak, banyak dari para Follower Legenda Musik Tanah Air ini mempertanyakan balik keberpihakannya setelah melihat hasil Polling. Padahal semua hasil yang terpampang tentu datang dari para netizen baik berstatus follower diantara 930K itu, atau teman si follower. Lucu…

Demi menetralkan suasana, sehari kemudian muncul Polling susulan dari akun yang sama. ‘duh bikin polling kok pada berantem, jadi mending dihapus apa nggak ya pollingnya ?’

Sepuluh persen dari jumlah Votes sebelumnya, menyatakan (24%) hapus ; dan (76%) jangan hapus. 3,310 votes – Final results. Makin heboh deh. Hehehe…

Saking Hebohnya, di hari yang sama muncul lagi Polling baru. ‘Kerja Jokowi ?’ (73%) bagus ; (12%) buruk ; dan (15%) biasa saja. 16,374 votes – 1 hour left (kalian masih boleh Votes saat tulisan ini dibuat, kalo mau).

polling-iwan-fals

‘oke, lanjut ya, tema2 lagu yg menarik ?’ (34%) cinta ; (20%) lingkungan hidup ; (40%) sosial & politik ; dan (06%) religi. 9,444 votes – 4 hours left. Ini membuktikan bahwa sesungguhnya Bang @iwanfals masih dikangeni banyak Followernya untuk membuat karya yang senada kisah perjalanannya ketimbang tema Cinta yang akrab digeluti pasca Reformasi. Hehehe… Tapi yang satu ini ada yang menenggarai hanyalah sebuah Polling Pengalihan Isu dari Polling pertama yang Kontroversial itu.

‘hehe klo boleh tau berapa usiamu’ (3%) 0-17 ; (68%) 18-35 ; (27%) 36-53 ; dan (02%) 54 dstnya. 9,618 votes – 4 hours left.
‘lalu tingkat pendidikanmu’ (2%) sd ; (02%) smp ; (21%) sma ; dan (75%) mahasiswa. 8,909 votes – 4 hours left.
Dua Polling diatas, bisa jadi merupakan satu gambaran umum siapa follower Bang @iwanfals, meskipun secara jumlah pemberi suara gak sebanyak Polling sebelumnya.

‘klo gitu soal 4 juta penonton yg dulu itu gimana ya’ (70%) setuju ; sedangkan (30%) tidak setuju. 5,642 votes – 7 hours left. Khusus Polling ini kalo ndak salah terkait cita-cita yang bersangkutan menggelar konser musik yang sejauh ini masih tertunda.

‘Apakah Ahok Menistakan Agama’ (27%) ya ; (65%) tidak ; dan (08%) bingung. 14,459 votes – 13 hours left. Heladalah… Meskipun Votes masih berlangsung dan mayoritas mengatakan ‘Tidak’, rupanya banyak juga yang mengecam. Baik ditujukan pada pak Ahoknya, maupun pada si pemilik Polling, Bang @iwanfals. Hihihi…

‘oh ya, gimana dgn Habib Rizieq?’ ( 19%) oke ; (68%) nggak oke ; dan (13%) biasa saja. 4,920 votes – 15 hours left. Huahahaha… Polling terakhir yang saya tahu per pagi ini malah menyulut banyak pihak, utamanya mereka yang menganggap objek yang ditanyakan adalah Ulama. Sehingga banyak juga yang menganggap bahwa Bang @iwanfals menghina Ulama.

Padahal jawaban datang dari para Netizen loh… dan Netizen yang memberikan suara pada setiap Polling yang ada, bisa jadi tidak hanya terkonsentrasi di DKI Jakarta atau merupakan Semeton Muslim saja, seperti saya misalkan. Hehehe…


Selamat Hari Blogger Nasional

Category : tentang InSPiRasi, tentang Opini

Hari gini masih nge-Blog ?
Ahahahaha… Ya gitu deh.

Ceritanya sih, saya masih tetap berusaha eksis ditengah kegalauan berSosial Media, yang makin kesini kelihatannya makin menggerus waktu luang buat nulisin draft blog.
Tapi bersyukur bahwa yang namanya stamina update, sejauh ini masih ada meski hanya dua tiga hari sekali. Setidaknya masih lah juari untuk menyandang profesi sampingan sebagai seorang Blogger.

img_20161027_194145

dan di Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, hari ini, kalo boleh sedikit pamer, merupakan tahun kesepuluh saya aktif menulis dan menghasilkan sekitar 2.600 postingan dengan topik campur aduk.

Dengan banyaknya jumlah postingan yang ada, menyebabkan tidak semua tulisan yang pernah dilahirkan bisa dibagi atau dibaca netizen dunia maya, utamanya tulisan-tulisan lama yang seandainyapun diperkenalkan kembali menggunakan plugins Tweet Old Post, rasanya kurang pas saat dibaca ulang.
Misalkan ya tulisan yang berkaitan dengan Koprol, FourSquare dan perburuan Badges, juga review ponsel lawas macam BlackBerry, Nokia hingga Samsung Android rilis awal.

Inilah salah satu kelemahan menulisi Blog yang mengambil topik campur aduk.
Beda dengan Blog yang mengambil tema khusus berkaitan dengan perilaku atau pola hidup macam BlogDokter. Dimana ketika tulisan lama dibagikan kembali menggunakan plugins tersebut, rasanya masih jauh lebih bermanfaat bagi sebagian orang.

Ohya, masih berkaitan dengan upaya memperkenalkan kembali postingan atau tulisan lama saya di akun sosial media, saya banyak dibantu oleh Selebtwit atau Selebblog Dokter Cock pengelola akun sekaligus halaman blogdokter, yang pula ikut serta membagikannya melalui akun pribadi yang bersangkutan. Entah kapan bisa membalas budi baik Beliau.

Pun tahun ini jadi satu upaya saya mencoba kembali menjadi kontributor halaman BaleBengong yang sudah sekian lama saya tinggalkan. Cuma entah apakah draft tulisan yang dikirim nanti bakalan bisa lolos sensor para tetua lantaran kontributor yang aktif saat ini, secara kualitas berada jauh diatas. Agak kagok juga sih.

Terakhir, ya Selamat deh untuk semua kawan Blogger yang saya kenal maupun yang masih sama tetap berupaya eksis, semoga dengan momentum Hari Blogger Nasional ini bisa mengembalikan semangat menulisi Blog dengan kualitas yang lebih baik lagi kedepannya.


Blog, satu dasa warsa

2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang InSPiRasi

Oke, per 26 Mei ini usia blog www.pandebaik.com sudah satu dasa warsa lamanya. Bukan usia yang muda tapi bukan juga tergolong senior. Apalagi jika sampai menyinggung soal kualitas tulisan, atau makna yang ingin disampaikan. Jadi lupakan saja soal itu.

Akan tetapi kalo masih boleh saya menyebut soal satu dasa warsa atau sepuluh tahun kalo ndak salah, tentu ada banyak perubahan yang terjadi didalamnya. Dan hal ini kalo kalian rajin mampir dan membaca keluhan dan cerita saya setahun terakhir ini pasti paham apa saja diantaranya.

Ya, pertama tentu soal kuantitas. Ada sekitaran 2.600an posting yang hingga kini pernah saya tuliskan dengan jumlah 2.500an yang terpublish sementara sisanya saya keep jadi bentuk private lantaran soal isi memang beneran sampah. Sementara setengahnya merupakan tulisan yang layak dibaca, lalu setengahnya mudah dicerna, lalu ya gitu deh.

Kedua soal topik cerita, tentu ada pergeseran yang kentara. Dari soal pribadi, mimpi dan angan, keluhan dan makian, kuliah dan tugas, teknologi dan ponsel, Android hingga balik lagi ke soal pribadi plus kerjaan. Dimana bisa dikatakan semua ide mengalir begitu saja tanpa henti. Ditulis satu persatu lalu dipublikasi saat sempat. Belakangan isinya malah galaunya saya akan naiknya Gula Darah semingguan terakhir.

Ketiga soal Rutinitas. Sehari bisa dua tiga postingan yang gak lucu bisa didapat pada tahun-tahun pertama. Lalu berubah menjadi satu sehari, dua hari sekali, tiga bahkan sempat juga seminggu dua absen. Syukurnya bukan lantaran bosan, hanya tak sempat saja. Karena waktu luang seorang PNS yang dulunya begitu dibanggakan kini sudah tak lagi ada seiring jabatan diemban selama tiga tahun terakhir dan adanya tiga putri kecil yang nakal tentu membutuhkan perhatian ekstra.

Empat ya soal Metode blogging. Awal-awal masih memanfaatkan pc desktop, lalu notebook, netbook, tabletpc dan kini media ponsel. Membuatnya pun dalam bentuk draft melalui EverNote, kemudian direvisi kembali, ditambahkan gambar lalu publish. Simple gitu aja. Nulisnya juga dari yang ngalor ngidul gak jelas, trus panjang menjelaskan dan kini cukup dua tiga paragraf pendek. Hemat waktu dan pikiran, tentunya.

Terakhir ya tentu soal Manfaat. Na ini yang paling banyak sisi positifnya. Bisa ditiru kalo mau. Dari yang numpang beken lewat media sosial, trus numpang beken lewat media cetak, lanjut numpang beken lewat jejaring nasional. Selain bisa bertutur kata lebih rapi dalam menyampaikan pendapat, kalimat dan topiknya juga lebih terstruktur. Dan akhirnya ya ada juga yang mendatangkan rejeki. Semua berawal dari hobi.

By the way, nge-Blog belakangan ini memang lagi redup. Tapi karena media ini sudah terlanjur menjadi Cap secara pribadi dan orang pun tahunya ya ‘pandebaik’ ketimbang nama aselinya, upaya menulis pun sepertinya memang harus terus dilakoni. Disamping demi menjaga pikiran saya tetap lurus di rel pegawai negeri.

Untuk itu pula saya sudah menyiapkan yang terbaik bagi blog ini, minimal dengan memperpanjang Hosting dan Domain pribadi hingga 5 tahun kedepan di Bali Orange Communication. Jadi jangan khawatir bakalan kehilangan halaman bacaan ini saat semua media mainstream dan personal habis dicerna.

Well, selamat menikmati apa yang ada, dan doakan bahwa menulisi Blog bisa tetap menjadi prioritas demi menjaga eksistensi dunia maya. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

dan Maaf jika isi tulisan akhir-akhir ini malah endak enak untuk dibaca…


Monster Naoki Urasawa, Kelam dan Mencekam

Category : tentang InSPiRasi

Ada 70an episode yang tersimpan rapi di ponsel Hisense sedari awal tahun 2016 lalu. Hasil perburuan online. Sebuah anime menarik karya Naoki Urasawa. Baru terselesaikan sekitar 60an hingga hari ini. Rentang waktu yang lama.

Cerita tentang pelarian dokter Tenma, ahli bedah otak yang memulai karir cemerlangnya di sebuah rumah sakit wilayah Jerman. Tersandung gegara mengikuti kata hatinya yang tercabik lantaran sebelumnya hanya mengikuti perintah sang direktur. Sebuah cerita yang kelam dan mencekam melanjutkan kisahnya satu demi satu.

Ada banyak hal yang bisa dipetik.

Bagaimana sesungguhnya sebuah perjuangan untuk membuktikan ketidakbersalahannya dalam upaya pantang menyerah. Meskipun mengorbankan banyak nyawa orang-orang yang terlibat di sekelilingnya. Mengungkap sebuah misteri yang selama ini didengar dari kisah Jerman dari sudut pandang dunia.

Berat memang untuk bisa menyelesaikan semua kisahnya dalam sekali waktu. Minimal dengan membaca kisahnya dalam lembaran komik, tinggal mencocokkan alurnya saja saat menontonnya dalam bentuk goresan animasi.

Entah kapan saya bisa menyelesaikannya.


GO-JEK atau GOJEK ?

Category : tentang InSPiRasi

Hai kalian…
ya, kalian yang mampir di halaman ini…

Sudah mulai akrab dengan istilah Gojek ?
atau Minimal pernah lihat satu dua pengendara Gojek melintas didepan mata ?
Kalo Belum, ayo deh googling bentar di dunia maya.

Apa itu GO-JEK? GO-JEK adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi Ojek. GO-JEK bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali & Surabaya dan menjadi solusi utama dalam pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.

Kurang lebih begitu informasi yang bisa didapat dari hasil pencarian Google, langsung dari halaman go-jek. Infonya sih GO-JEK itu singkatan dari istilah GOod oJEK, tapi soal kebenarannya sih ya siapa tahu.Jadi sementara ini sih berarti istilah yang bener itu ya GO-JEK, bukan Gojek.

Saya pribadi sih gak tahu pasti kapan layana GO-JEK ini masuk wilayah Bali sebagaimana info mereka. Yang pasti sih selama seminggu terakhir pernah aja sekali dua menemukan helm pengendara GO-JEK di seantero jalan Kota Denpasar. Makanya penasaran juga pengen kenalan.

Untuk bisa memanfaatkan layanan GO-JEK ini tentu kita sebagai calon pemanfaat, bisa memulainya dari pengunduhan aplikasi melalui pasar ponsel masing-masing dan jangan lupa me-Registrasi Nomor Ponsel untuk diVerifikasi keabsahan penggunanya.

Layanan yang diberikan GO-JEK kalo dilihat dari empat Menu Utamanya sih ada Antar Barang (Instant Courier), Antar Manusia (Transport, nafas utama Ojek), Antar Makanan (Go Food, sekaligus pemesanan dan bayar), dan Antar Belanja Barang (Shopping). Kelebihan kekurangannya, nanti deh saya jelaskan lagi.

Untuk sementara ya itu dulu informasinya, nanti disambung lagi.


Cafe Blue

1

Category : tentang InSPiRasi

Malam ini saya kedatangan Tamu yang sudah dinanti-nanti. Tamu yang diharapkan kehadirannya dalam dua tahun terakhir. Tamu yang baru bisa ditemukan di gerai jualan online TokoPedia. Eh ?

Cafe Blue

Ini adalah sebuah buku, lebih tepatnya karya novel dari seorang penulis ternama, Hilman.
Ya. Hilman.

Cafe Blue Hilman PanDeBaik

Cafe Blue hadir kalo gak salah di era dollar masih berharga dua ribuan, dimana bercerita tentang seorang gadis sampul bernama Sasa yang membuka tempat nongkrong bagi para remaja sekitarnya dan menawarkan jajanan es krim dengan harga lima ratus rupiah saja. Jaman itu loh ya…

Alur kisahnya sederhana. Hanya lima chapter pendek. Gak ada konflik menjelimet dan bikin pusing, semua berjalan dengan pemahaman yang mudah dicerna, utamanya bagi kalian berusia remaja.
Saya pribadi hanya membutuhkan waktu setengah jam, tak sampai malah, untuk bisa menghabiskan seisi novel dengan baik. Mungkin karena sudah terbiasa membaca cerita yang lebih berat.

Novel satu ini saya dapatkan dari gerai online di aplikasi TokoPedia. Iseng saja sebenarnya saat melakukan pencarian. Keingetan gara gara gak pernah nemu saat dahulu goggling di dunia maya. Maka sudah sewajarnya saya berterima kasih pada penyedia layanan ini.
Harganya naik sepuluh kali lipat. Tapi untuk ukuran masa kini, masih di angka belasan ribu. No problem saya kira.

Cafe Blue, satu diantara tiga buku yang datang malam ini, mengisahkan seorang Sasa dalam menjalankan bisnis karir pertamanya, disela godaan hidup yang datang dari sang Mama. Tak lupa dibumbui kisah cinta sang gadis dengan pujaan hati bernama Andi, seorang mahasiswa dari jurusan komputer yang hadir diantara para jejaka penyuka Sasa.
Bagi yang kerap membaca kisah macam ini, saya yakin bisa menebak kemana arah air mengalir. He…

Membuat penasaran, lantaran dulu itu pernah punya, tepatnya milik kakak almarhum yang kemungkinan besar dibawa serta saat pernikahannya. Pas lagi pengen baca novel jadul macam Gola Gong terdahulu, hanya Cafe Blue ini saja yang terlewatkan.

Kalian minat ?