Unduh Film (bajakan) yuk lewat layarkaca21.tv

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Ha… kelihatannya tulisan kali ini masih ndak jauh-jauh dari konten bajakan. Konten yang jika diketahui oleh Google, dijamin AdSense yang terpasang di halaman Blog kalian, akan langsung di-banned tanpa ampun. Termasuk halaman ini yang pada akhirnya tak mendapat ijin pemuatan lantaran menulis banyak materi dengan isi yang sama.
Bajakan.

Sementara itu, upaya pencarian film (bajakan) yang selama ini rajin dihunting melalui halaman Torrent, baik yang diunduh dengan menggunakan client semacam BitTorrent ataupun FileStream untuk jaringan yang memblokirnya, kini ada alternatif bagus selain Ganool atau halaman semacamnya.

Main aja ke halaman layarkaca21.tv

Dulu kalo ndak salah halaman ini masih menggunakan domain dot com. Entah kenapa bisa berubah ke domain dot tv. Mungkin nanti kalian bisa mengkonfirmasi langsung ke pemiliknya.

Halaman layarkaca21.tv ini menyajikan cukup banyak koleksi film dari berbagai kategori cerita, tahun rilis hingga yang masuk dalam kelompok short movie atau film pendek. Asyik dah pokoknya.

Sudah gitu, film yang nantinya akan diunduh sudah termasuk subtitlenya juga. Jadi kita ndak lagi susah payah mencari padanan teks Indonesianya di halaman lain, me-Rename dan mengcopasnya di folder yang sama seperti perburuan lewat Torrent.
Trus, di halaman unduhannya bisa dipilih juga resolusi film yang ingin diunduh, dari 360p, 420p, 720p hingga High Resolutions 1080p. Makin besar resolusinya, makin besar pula ukuran filenya.
Jika kalian masih bermasalah dengan Kuota, bisa pilih yang 420p dengan ukuran sekitar 700an MB per satu film durasi penuh.

Untuk mengunduhnya bisa memanfaatkan browser, atau IDM untuk kecepatan yang lebih baik.

Tapi eits, opsi Unduhan hanya untuk pengguna sekelas saya yang masih pelit membuang kuota data internet loh ya. Sedang bagi kalian yang punya kuota melimpah, berlebih, dan punya banyak waktu luang untuk menontonnya secara streaming juga bisa. Tinggal mainkan saja tanpa masuk ke halaman unduhan.

Sayangnya, di halaman layarkaca21.tv ini baik dalam tampilan desktop maupun mobile, sama-sama dijejali banyak iklan. Kalo ndak ingin salah pencet, tunggu aja dulu hingga halaman berhenti berproses. Karena kalo asal pencet, yang muncul biasanya malahan pop up iklan yang sisi positifnya memang akan memberikan benefit pada pemilik halaman.
Persoalan lainnya, entah memang bawaan browser atau halaman terkait, saat diakses melalui layar Android, tiap kali berupaya melakukan ‘copy link address’ untuk dapat mengunduh file film menggunakan aplikasi download client, kerap kali memunculkan halaman tab baru yang mengatakan bahwa ponsel kita dipenuhi dengan virus dan meminta agar tidak menutup lalu klik OK.
Kalo sudah begini, saran saya abaikan saja, pilih Nomor urut Tab pada browser lalu tutup Tab yang menampilkan notifikasi ini, dan ulang kembali aktifitas unduhannya dari awal.

Kira kira begitu.

Eh, Seandainya saja halaman ini ditutup kelak oleh Kominfo atau lainnya, mohon dibagi alamat siluman lain yang memberikan akses unduh film (bajakan) serupa ya. Jangan pelit info loh.
Hehehe…

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh SIM baru ? Ah pake Calo aja

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebetulnya kalo dilihat dari perjuangan awal sebagaimana tulisan tempo hari, itu berawal dari niat baik saja mengurus perpanjangan SIM A langsung di Poltabes Denpasar, yang kemudian kecele berat lantaran dianggap Pengajuan Baru sesuai aturan yang berlaku.
Artinya musti ikut prosedur yang secara pandangan saya masih belum jelas adanya, serta Ujian Teori yang numplek blek di ruang tunggu. Selama hampir tiga jam.
Sangat melelahkan.

Jadwal Ujian ulang sebenarnya datang tanggal 22 Juni. Tapi Senin pagi saya dah menyambangi ruang tunggu Poltabes, hasil perburuan ‘cara cepat’ eh maksudnya Calo dari minggu lalu, sepulang pernyataan Tidak Lulus didapat. Yang kalo kata jargon di lokasi, kini mengurus SIM ndak perlu pake Calo lagi.
Salah menurut saya.

Selama prosedur masih bikin bingung masyarakat begini, dan juga ketidaknyamanan proses, rasanya masih mending pake Calo, meski agak bertentangan dengan hati nurani.
Tapi demi jam kerja yang tidak terbuang hanya untuk mengikuti prosedur berulang, serta kelelahan fisik menanti panggilan yang tak jelas kapan, lantaran tanpa nomor antrean, mengorbankan sejumlah rupiah rasanya masih lebih rela.
Maka disinilah saya berada.

Tanpa perlu isi formulir, Tanpa perlu bayar di depan, kami langsung menyambangi loket pengambilan foto. Jika dalam kondisi normal, mungkin prosesnya tidak akan lama. Namun saat diperhatikan, petugas tampaknya kesulitan menangani pc yang byar pet sejak awal ia duduk di meja kerjanya. Maka kamipun dipindahruangan ke sebelah.
Urutan 4, pagi ini. Langsung foto, pasca verifikasi data.
Trus ambil cetak SIM di loket produksi pasca mengisi form survey yang komplit diisi centang pada kolom ‘Sangat Puas’ tanpa membaca atau berpikir terlebih dahulu.

Done.
Selesai.

Kamipun pulang.

Segitu aja.

Tanpa Ujian.
Tanpa menunggu tiga jam.
Tanpa berpanas panas dan dibentak petugas.
Tanpa prosedur yang membingungkan.

Yuk ah, balik kerja lagi…

Eh, btw mohon maaf saya lagi males posting bukti SIM A yang baru. Khawatir juga kalo kelak diintimidasi lebih lanjut kalo seumpama tulisan ini muncul di halaman pertama Google seperti kasus Radar Bali 2008/2009 lalu. Toh jaman udah canggih.

Kalopun kelak saya ilang dari peredaran, mohon dimaafkan semua kesalahan dan kalimat diatas.
atau kalo SIM nya dicabut gegara tulisan ini, mohon Masukan saya dibaca dulu, baru akan saya ikuti prosedurnya.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh, ini Masukan saja Ya

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagai seorang Blogger Bali dan juga Warga Negara yang Baik, rasanya saya Wajib memberi masukan pada Bapak dan Ibu Pejabat yang berkantor di Poltabes Denpasar, dalam kaitannya dengan upaya Perpanjangan SIM *eh Pengajuan SIM Baru sebagaimana pengalaman yang saya dapatkan hari Rabu lalu.
Berikut diantaranya.

1. Sosialisasi
Pentingnya soisalisasi kepada Masyarakat luas baik lewat media cetak, media sosial, ataupun langsung termasuk melalui gerai SIM Keliling berkaitan dengan penerapan aturan baru soal Perpanjangan SIM, yang meskipun lewat sehari dari masa berlaku ditetapkan sebagai Pengajuan Baru.
Ini penting, karena kini masih ada kesimpangsiuran informasi Terkini yang bisa didapat melalui halaman web Ditlantas Polda Bali termasuk gerai SIM Keliling yang masih memperbolehkan perpanjangan selama masa berlaku belum lewat dari 3 bulan.
Artinya semua Pengendara WAJIB melakukan pembaharuan masa berlaku SIM sebelum masa berlaku dinyatakan habis atau terlewati.

2. Kami perlu Ruang Tunggu yang Nyaman, kalopun anggaran kurang, minimal Manusiawi. Dan Penerapan Nomor Antrean.
Jaman sekarang masih meminta Pemohon atau Masyarakat untuk menunggu antrean berdiri dan berdesak-desakan ? So Old Time… sudah jadi Masa lalu deh sebetulnya.
Jangan dulu minta yang ber-AC, kesannya kami sangat meminta untuk dimanja.
Tapi lihat saja sekelas Bank BNI yang dulunya masih harus antri berdiri dan mengular, kini konsumen sudah bisa duduk tenang dengan pengaturan nomor antrean pula. Saya rasa meskipun lama, semua dijamin tenang dan tidak kisruh.
Bandingkan dengan kondisi saat ini dimana pemanggilan yang entah kapan dapat giliran, dipanggil tanpa bantuan microphone sehingga radius jangkauan suara tidak sampai ke semua pemohon terutama yang berada jauh dari pintu masuk, pula harus berdiri, hingga dua tiga jam pula.
Kalopun mau ditinggal makan siang, bisa berabe dan bakalan kena bentak kalo pas dipanggil ndak ada yang nyaut.
Selain itu, kondisi terkini membuat pemohon rentan menyerobot antrean, mengingat ada juga oknum petugas yang bisa jadi berpraktek sebagai Calo atau sekedar membantu, memaksa petugas Verifikasi Data untuk mendahulukan berkas yang ia berikan. Sementara yang sudah menunggu lama, musti diam menerima ketimbang dimarah-marah.
Kalo sudah menerapkan Nomor Antrean, saya yakin ndak bakalan banyak pemohon yang menunggu tak pasti selama dua tiga jam di ruangan. Minimal ada yang meluangkan waktu menunggu dengan berjalanjalan disekitar lokasi, makan siang atau menyelesaikan pekerjaan lain. Jauh lebih membantu masyarakat bukan ?

3. Kejelasan Prosedur dan Pemahaman Persepsi.
Di Tulisan #2, saya ada mengeluhkan soal dipingpongnya kami soal tempat menunggu panggilan bagi Pemohon SIM Online dan manual. Sempat diusir bahkan, dan ternyata kami salah lagi.
Petugas sih enak, tinggal bentak dan mengatakan kami tidak mendengarkan mereka, tapi dengan pemahaman yang berbeda antar petugas, jangan pernah meminta pemahaman yang sama dari masyarakat.
Termasuk soal kejelasan Prosedur.
Antara yang Calo non Calo ya silahkan berbeda. Antara yang Non Calo Online fan Manual ya silahkan juga berbeda. Tapi kalo yang sudah sama-sama Non Calo, dan sama-sama Online, beda perlakuan ya siap-siap bingung deh. Ada yang sudah mengisi Form biru dan lengkap membayar, ada juga yang belum melakukannya namun bertemu di tempat yang sama.
Sekali lagi ini pengalaman saya bertanya tanya pada sekitar ya.

4. Kesiapan Perangkat dan SDM
Di ruang Permohonan SIM Online, terdapat cukup banyak Komputer yang sebetulnya bisa digunakan untuk melakukan verifikasi Data pemohon, untuk cepatnya pelayanan dan mengurangi penumpukan di kursi ruang tunggu. Saya yakin itu maksudnya.
Namun faktanya saat itu hanya ada 4 petugas yang aktif melayani.
Pindah ke bagian Foto, ada 3 perangkat yang tersedia, namun hanya 2 yang digunakan.
Itupun, saya agak nyengir ketika mengetahui Istri saat namanya dipanggil petugas setelah dua jam lamanya menunggu di luar ruang Ujian, ternyata diminta balik ke tempat Foto sebelumnya, karena hasil yang tampak saat dilakukannya verifikasi hanya menampilkan penampakan Jidatnya saja. What The Hell ?
Akhirnya setelah melakukan komplain ke tempat Foto dan minta didahulukan tanpa antrean berhubung sudah dilewati sebelumnya, istri bisa mengerjakan Ujian Teorinya kembali meski ada teguran karena saat dipanggil kembali, yang bersangkutan masih diambil gambar di tempat Foto. Hehehe…
Kalopun memang hasilnya ndak bagus atau sesuai, mbok ya langsung diperbaiki, atau bisa ganti pake foto selfie sekalian ?

5. Masukan terakhir, tentu soal Calo
Terserah deh kalo semua menyangkal bahwa Sudah Tidak Ada Calo lagi yang berkeliaran di Poltabes, karena Faktanya ya memang masih ada. Cuma kelihatannya ya jalur jalur tertentu seperti Ujian Teori, musti tetap dilakoni meski hanya formalitas. 
Info sementara sih, masih ada kok Calo yang bisa mengurus pengajuan SIM perpanjangan dengan Status Lewat Masa Berlaku namun tinggal foto doang. Tapi nanti deh ceritanya saya bagi. Semoga masih bisa. Hehehe…
Namun kelihatannya jenis Calo ini ada juga yang berasal dari Oknum petugas setempat. Karena ada kejadian Bapak Petugas di ruang Ujian Online tampak marah marah saat dipaksa koleganya yang membawa tiga empat berkas pemohon yang tidak lulus Ujian, untuk melakukan Ujian Ulangan saat itu juga.
Beralasan Sistem tidak mengakomodir, si Bapak menolak membantu.
Entah apakah ini artinya kalo Sistem mampu mengakomodir si Bapak akan mau membantu atau bagaimana, hanya Beliau dan Tuhan saja yang tahu.
Termasuk soal menyerobot antrean di masukan nomor 2 diatas. Ada kok yang begitu.

Nah kira-kira itu saja sih masukan dari saya sejauh ini. Saya kira sudah cukup mampu menggambarkan kegelisahan yang sama alami seharian di Poltabes hari Rabu lalu. Mungkin yang lain, nanti bisa menambahkannya kembali.

Semoga bisa ditingkatkan lagi pelayanannya, dan saya jangan diintimidasi lebih jauh ya Bapak Ibu yang terhormat.

Matur Suksema dan Selamat Siang

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin #3

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Dari 30 soal yang disajikan pada layar sentuh monitor besar didepan mata, faktanya hanya 18 saja yang mampu saya jawab dengan Benar.
‘Kurang 3 lagi Pak, syarat minimalnya…’
Ungkap bapak petugas yang melakukan verifikasi peserta ujian pengajuan SIM baru di dekat pintu sisi utara gedung lantai 2, paling selatan area Poltabes.
Yang artinya ?
Ya Ndak Lulus tentu saja.
Anjrit…

Tapi saya masih lebih mending.
Sejawat yang saya ajak ujian Teori bareng, yang memang menjalaninya tanpa bantuan Calo, hasilnya jauh lebih buruk. Bahkan Istri hanya 7 soal saja yang bisa dijawab dengan Benar.
Mau tau kenapa ?

Karena…

Karena… hehehe…

Karena rata-rata soal yang ditanyakan pada proses Ujian Teori, sebagian besar berasal dari Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang…

Tentang apa hayooo…

Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Kalian pernah baca ndak ?
Kalo ndak pernah, ya saya jamin deh, seandainya hari ini berhadapan dengan Test tulis Teori Pengajuan SIM Baru, bakalan bernasib sama dengan saya dan puluhan peserta lainnya.
Ndak bakalan Lulus.

SIM A PanDe Baik 5

Kecuali kalo mau pake Calo.

Kenapa untuk yang mau pake Calo dijamin lulus ?
Karena saat si Peserta melakukan ujian, ada pendampingan (he… macam BPKP saja ada pendampingan) dari si Calo yang akan memandu dalam menjawab soal.
Saya baru paham ketika beberapa orang berbaju hijau aparat menemani satu dua peserta dengan sabar. Inginnya menjiplak, apa daya soal yang diberikan untuk masing-masing Peserta Pengajuan SIM Baru yang melalui jalur Online, kelihatannya diacak. Bisa tau setelah melirik bahan soal tetangga sebelah yang ternyata sama-sama mengajukan pembaharuan SIM A.
Kapok dah…

Balik ke Soal Ujian, kira-kira kalo ditanya soal Emisi Gas Buang, kalian tau apa hayooo ?
Atau besaran desibel klakson minimal dan maksimal ?
Atau persyaratan keamanan kendaraan dan pendukungnya ?

Awalnya saya pikir, kisaran soal bakalan diberikan pada kasus per kasus yang kerap terjadi atau di temui di jalanan. Soal Rambu, etika, cara berkendara, dan lainnya.
Jika melihat pada faktanya, entah apakah soal-soal semacam ini bakalan dirilis pada Ujian Praktek atau malah ndak keluar sama sekali.

Namun saya bisa memaklumi apabila rupa Soal yang ditanyakan lebih bersifat Teoritis Undang Undang, lantaran bisa jadi agar si pemohon SIM Baru utamanya mereka yang berasal dari Usia Muda yang rentan pada aksi kebut kebutan, trek dan ugal ugalan, sedikitnya bisa lebih mampu memahami Aturannya sebelum bertindak di jalan raya.
Teorinya yah.
Akan tetapi kalo yang bersangkutan mengajukan permohonan melalui Calo atau bahkan kalo sampe ada yang tinggal Foto doang, saya kira ya akan sama saja hasilnya.
Maka itu Haruskah semuanya dipersulit apabila Praktek Calo masih ada dan diminati ?
Jangan tutup mata dan tutup telinga deh dengan fakta lapangan ini.

Nah berhubung saya statusnya ndak lulus Ujian Tulis, maka sesuai jadwal yang telah ditetapkan, saya musti balik lagi tanggal 22 Juni nanti.
Sebenarnya masih kepikiran mencoba dengan jalur lain alias memanfaatkan Calo yang kalo bisa tinggal foto doang. Cuma ndak tau bisa nemu atau enggak. Termasuk opsi SIM Keliling yang informasinya masih boleh dilakukan Perpanjangan selama masa berlaku SIM belum lewat 3 Bulan.
Doakan ya biar bisa salah satu diantara 2 opsi alternatif diatas.

Dan terkait pengalaman yang dituangkan dalam 3 tulisan terakhir, kalo mood menulisnya masih ada, mau saya tambahkan satu postingan lagi soal masukan bagi Bapak Ibu pejabat di Poltabes dalam kaitan proses pengajuan SIM Baru. Cuma masih bingung mau ditembuskan kemana. Karena saya pantau, di akun Twitter ndak ada tuh yang resmi milik mereka.
Atau ada saran dari Kalian ?

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin #2

3

Category : tentang iLMu tamBahan

‘Masih belum dipanggil Pak ?’
Tanya saya pada beberapa orang yang tampak sudah mulai kelelahan berdiri mengantri di balkon lantai 2 gedung selatan Poltabes Denpasar.
Sudah lebih dua jam kami bersesaksesak tanpa tempat duduk. Sementara angin yang datang dari arah selatan lumayan membuat saya sedikit tak nyaman, serasa masuk angin. Alamat buruk, bathin saya.

Ini kali kedua saya antre di sisi selatan. Setelah salah seorang petugas menegur gadis muda yang dianggap salah tempat menunggu lantaran yang bersangkutan mengajukan Permohonan SIM Baru lewat jalur Online. Harusnya yang bersangkutan menunggu di pintu Utara, dimana sinar matahari jauh lebih terik terasa namun tanpa angin. Sedikit lebih nyaman menurutku, meski harus berdiri berpanas-panas. Namun belum lama kami berdiri di sini, seorang petugas wanita tampak mengusir dan membubarkan antrean depan, dan mengatakan bahwa tempat (bukan ruang ya) menunggu baik bagi yang mengajukan SIM melalui jalur manual dan online adalah sama, yaitu di sisi selatan gedung. Sedang di Utara adalah pintu keluarnya. Ealah… ini salah siapa sebenarnya ?

Nama istri terdengar sudah dipanggil dengan keras oleh petugas di pintu Utara. Sesaat setelah itu saya mendengar istri marah marah pada petugas, karena ia dibentak tidak menyahut saat dipanggil.
Oalah… bagaimana bisa terdengar jika kami antrenya di sisi selatan. Bukankah tadi perintahnya begitu ?
Aneh banget nih petugasnya, keluh beberapa kawan senasib disebelah saya.
Sementara nama saya belum dipanggil, iseng menerobos masuk ruangan, dan menemukan berkas diletakkan terpisah. Info dari petugas bahwa tadi nama saya sudah dipanggil berkali kali sambil membentak bahwa Pengajuan SIM Online harusnya standby di pintu sisi Utara gedung.
Ampun dah… ini infonya gak akurat banget antar petugas.
Tapi ya saya maklum, kenapa sampe gak terdengar, karena petugas memanggil calon peserta ujian pengajuan SIM dengan fasilitas seadanya. Alias suara sendiri. Tanpa Microphone atau pengeras suara lainnya. Wajar aja mereka membentak-bentak, karena selain suara yang sudah dikeraskan, ada banyak orang yang ngeyel minta didahulukan.
Kemungkinan yang saya pikirkan saat itu adalah, mereka ini tergolong yang memanfaatkan jasa Calo.

Calo.
Ya… Calo.

Jargonnya memang Proses Tanpa Calo. Tapi Calo ada bisa jadi karena kita yang membutuhkan untuk memotong jalur jalur rumit macam antrean penuh sesak mirip pembagian amplop saat hari raya di tipi, bisa juga menghilangkan proses panjang yang dipersyaratkan didalamnya. Harapannya tinggal Foto SIM, lalu jadi.

Akan tetapi meskipun kali ini pemanfaatan Calo masih ada, namun proses untuk melewati Ujian Tulis/Teori tampaknya memang harus tetap dilakoni. Jaminannya tentu ya Pasti Lulus.
Kenapa bisa ?
Karena proses pengajuan yang saya tanyakan satu persatu secara sampling disela menunggu, ternyata berbeda beda. Misalkan untuk yang sama-sama melalui jalur Online, yang menggunakan jasa Calo, ternyata sudah membayar duluan didepan, ke bank, sedang saya dan satu dua lainnya yang mencoba tanpa Calo, malah belum diminta membayar. Kelihatannya secara prosedur, pembayaran baru dilakukan saat SIM baru sudah dikeluarkan.

Menyimak banyaknya perbedaan proses menjalani prosedur yang dilakukan, saya menarik kesimpulan sementara bahwa belum semua petugas, calo ataupun masyarakat paham dengan tata cara permohonan SIM. Beda jauh dengan pengalaman saya tahun 2009 lalu yang ndak sampe sejam mengurus SIM perpanjangan di Poltabes. Secara saat itu, lewat dari masa berlaku masih bisa diperpanjang.

Setelah memohon maaf pada petugas karena saya teledor saat antre tanpa mampu mendengar panggilan petugas (ya kanggoang ngesor dulu karena berkepentingan), ujian Teori pun saya coba lakoni dengan tabah mental lahir dan bathin. Hehehe…

Mau tau soal ujiannya seperti apa ?
Simak di tulisan berikutnya ya.

Eh iya, karena topiknya sudah mengerucut pada proses Pengajuan SIM Baru, karena mutlak melewati Ujian Teori, harusnya judul postingan inipun diubah ke
Mengurus Pengajuan SIM Baru ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin
Tapi berhubung tulisan ini masih merupakan lanjutan sebelumnya, maka ya tetep aja saya gunakan judul lama dengan penambahan tagar (#) 2.
Ndak apa apa kan ya ?

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Oke deh.
Jujur, saya agak bingung dengan proses perpanjangan SIM kali ini.
Jalan ceritanya beda jauh dengan Tulisan sebelumnya yang Gak Sampe Sejam Tanpa calo di Poltabes (2009)
Dan lagi-lagi, karena berkeinginan mengurus perpanjangan SIM Tanpa Calo sebagaimana jargon yang dikenal di seputaran lingkup kantor Poltabes Denpasar, sayapun berbaik sangka sebagai seorang masyarakat yang Baik pagi tadi.

Pertama soal Surat Keterangan Sehat. Lokasi dokter yang dulunya ada disisi timur Poltabes, kini sudah berpindah ke belakang supermarket Citra, sebelah barat Poltabes. Yang secara papan namanya tertera buka jam 8.00, namun sampai jam 9.00 rupanya belum ada yang membuka railing doornya. Akhirnya kami putuskan ke Puskesmas Kerobokan, dan setelah antre 10 nomor, Surat Keterangan Sehat pun kami dapatkan.

Oh iya, Upaya kali ini melibatkan Istri saya yang masa berlaku SIM A sudah lewat dari Oktober Tahun lalu. Saya sendiri baru 2 bulan lewat. Lokasi pengajuan di Poltabes Denpasar, sekitar pk. 8.30 pagi.
Nah, pas nyampe di Poltabes pasca pencarian SKH, Istri meluncur lebih dulu sedang saya masih kebingungan mencari Parkir kendaraan.

Masuk ke Proses Awal Pengajuan SIM, kami berdua diminta memeriksa dahulu identitas yang kami gunakan apakah sudah termasuk e-KTP atau belum di ruangan SIM Online yang ada di sisi ruangan paling selatan.
Setelah menaruh berkas berupa SKH dan fotocopi identitas, nama kami dipanggil dan diperiksa tanpa menggunakan nomor antrean.
Dari sini, kami diminta ke Loket Pengambilan Berkas di ruangan besar pengajuan SIM Manual, yang menyatakan bahwa baik Saya maupun Istri, dikenakan Pengajuan Baru, bukan perpanjangan.
Untuk Istri, saya masih bisa maklum. Tapi SIM yang saya gunakan belum lagi lewat 3 Bulan.
Tapi tetep, petugas ngotot bahwa seharipun lewat dari masa berlaku, Masyarakat diminta mengajukan permohonan SIM Baru yang artinya Mutlak lolos Ujian Teori dan Praktek.
Aturan baru infonya.
Padahal kalo dibaca di halaman web Ditlantas Polda Bali, sebelum lewat 3 Bulan masa berlaku, masih bisa dilakukan perpanjangan (namun kelihatannya hanya di SIM Keliling).

Baiklah, jadi ceritanya proses berlanjut. Sudah kepalang basah.

SIM A PanDe Baik 1

Kami lalu diminta ke loket BRI di sisi belakang kanan, untuk mengambil slip tanpa melakukan Administrasi Pembayaran terlebih dulu. Artinya hanya mengambil slip lalu meluncur kembali ke ruang SIM Online untuk verifikasi data.
Dari 10an komputer yang ada, hanya 4 petugas saja yang aktif.
Saya dan istri dibantu dengan cepat oleh Ibu Fransiska yang menjelaskan banyak hal yang saya tanyakan, utamanya kenapa saya tidak diminta mengisi form biru tanda permohonan, sebagaimana orang yang lain.
Usai diVerifikasi, kamipun diambil foto dan cap jari, masih diruangan yang sama.
Saya pikir semua proses sudah selesai, karena sebelumnya, usai foto, SIM tinggal dicetak, ditunggu dan diambil atau datang besoknya.
Lha ternyata saya salah.
Kami diminta meluncur ke Loket 2, Uji Teori, yang ada di gedung paling selatan, area Poltabes.

Yang ada malah kami harus terhenyak tak percaya…

Mau tahu kenapa ? Simak tulisan selanjutnya.

Bijak ber-Sosial Media tentang Share Link

Category : tentang iLMu tamBahan

Salah satu yang saya perhatikan sejauh memiliki akun FaceBook adalah kita terlalu Lebay untuk ikut menyebarkan informasi dari sebuah halaman web yang menceritakan sebuah penemuan baru yang disembunyikan banyak orang, yang bermanfaat bagi kesehatan, yang berupaya menarik simpati, emosi, dimana keabsahan isinya bisa jadi belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Semua di-share di halaman akun atas dasar kepedulian pada teman, atau bisa jadi bermaksud pencitraan diri.

Akan tetapi apakah kalian pernah sesekali memeriksa terlebih dulu isi informasi tersebut dengan menggunakan kata kunci inti melalui halaman pencari Google misalnya ?
Dengan maksud mencari pembanding untuk mendapatkan kesan pertama apakah informasi tersebut layak dipercaya atau tidak ?

Jangan sampai ketika informasi tersebut sudah mulai dipercaya dan dibanggakan banyak orang, lalu ada yang mampu membuktikan bahwa semua itu bohong belaka, secara tidak langsung kalian berperan dalam menyebarkan kebohongan itu sendiri. Karena dalam salah satu Trik menulis di dunia maya, cerita dibuat sedemikian menarik dengan judul fantastis, meski keakuratannya diragukan, bertujuan untuk menaikkan tingkat kunjungan atau terkait rate iklan didalamnya.

Maka bijaklah ber-Sosial Media.
Pahami dulu isi didalam cerita yang ingin kalian share sebelum mempublikasikannya.
Semoga bermanfaat.

Berburu Buku (bekas) di TokoPedia

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

Disandingkan dengan perangkat gadget baik ponsel maupun tablet, bisa dikatakan keberadaan buku bacaan sudah mulai tergerus kebutuhannya saat ini.
Bisa jadi lantaran jauh lebih praktis secara bawaan, bisa juga jauh lebih ekonomis secara biaya. Semua ada masanya.

Namun bagi saya pribadi, buku tetaplah perlu. Mengingat Buku bisa dibaca dan dinikmati tanpa harus khawatir kehabisan daya baterai sebagaimana halnya gadget. Bisa dinikmati dimana saja termasuk dalam ruang yang melarang hadirnya lensa kamera seperti wilayah Tanpa Tuhan kemarin. *eh maaf

Maka pada saat-saat tertentu, buku, dengan topik atau cerita tertentu, satu dua masih suka diselipkan diantara tumpukan baju dalam tas jinjing saat melawat keluar daerah, atau didalam saku tas selempang. Tujuannya tentu saja menjadi alternatif, saat daya tahan baterai ponsel masih jauh lebih dibutuhkan untuk media komunikasi ketimbang bacaan eBook.

TokoPedia, akhirnya menjadi gerai pertama versi online yang disambangi hari selasa malam lalu. Gara-garanya keingetan novel Cafe Blue karya mas Hilman yang beken itu, merembet ke buku Soe Hok Gie, Andrea Hirata, Arsitektur hingga soal mainan anak tradisional yang kini sudah mulai hilang keberadaannya.

TokoPedia PanDeBaik

Dengan harga yang sangat murah untuk buku-buku bekas namun masih dalam kondisi baru, dan terjangkau untuk buku baru yang bisa jadi tidak laku dijual. Tapi biarpun begitu, yang penting toh isi tetap diutamakan.

Salah satu buku yang saya pesan diatas, sudah dibuatkan tulisannya tempo hari. Sedang sisanya malah belum sempat dibaca di kala senggang. Mungkin nanti.

Mendapati buku-buku yang disukai, tentu menambah panjang daftar ‘warisan’ yang kelak bisa dinikmati oleh tiga putri kecil kami. Itupun kalo mereka berminat untuk membaca buku. Hehehe…

Blog, oleh www.pandebaik.com

Category : tentang iLMu tamBahan

Blog, oleh www.pandebaik.com

Ada enam tulisan yang diturunkan dalam satu minggu terakhir di halaman blog www.pandebaik.com

Tulisan satu tema namun diturunkan secara berseri ini sebenarnya merupakan penjelasan lebih lanjut dari sebuah file presentasi yang disampaikan saat kegiatan KASTI ke-3 diselenggarakan Sabtu 11 Juli lalu di Rumah Sanur jalan Danau Poso 51A, diselenggarakan oleh Bale Bengong dan Bali Blogger Community sebagai agenda rutin komunitas secara berkelanjutan.

Blog, yang tak jauh dari esensi tulisan atau jurnal pribadi bisa dengan mudah dipahami, bisa juga susah untuk diselami. Semua itu tak lepas dari tujuan dan motivasi masing masing penulis blog dalam menyampaikan ide dan pemikiran atau kata hati mereka melalui puluhan bahkan ratusan kalimat dalam kurun waktu tertentu.

Maka tanpa mengecilkan arti halaman dan tulisan yang telah dilahirkan di halaman ini, ke enam tulisan yang dimaksud sebagaimana list dibawah ini dipersembahkan bagi kalian, kawan Blogger yang hingga kini masih terus menulis baik untuk sebuah kewajiban, kepuasan bathin ataupun mata pencaharian hidup.

1. Blog, ngeBlog, Blogger
2. Mengelola Blog, Mudah atau Susah ?
3. Tema Blog, Pilih Satu atau Semua ?
4. Menulisi Blog, Kapan dan Bagaimana ?
5. Menulisi Blog, Mau mulai dari mana ?
6. Tips Tambahan untuk Kawan Blogger

Disamping ke enam tulisan diatas, tidak ada salahnya juga kemudian dilampirkan dibawah ini beberapa tulisan lama yang berkaitan dengan materi atau topik di atas, sebagai cerminan atau bahkan perbandingan antara pemikiran diatas yang merupakan buah karya kekinian dengan nafas yang pernah disampaikan dahulu. Apakah sama atau justru sebaliknya ?

Jadi nikmati saja ya apa yang bisa dibagi di akhir tulisan ini. Toh, mencatut salah satu slogan komunitas Bali Blogger Community dimana ‘Berbagi itu tak pernah Rugi’.
Salam hangat dari www.pandebaik.com

1. Menulis, Menulis dan Menulislah (2011)
2. Menulis itu, Gampang atau Susah ? (2010)
3. Jangan Pernah Berhenti untuk Menulis (2012)
4. Posting Status dan Blog (2013)
5. Blogwalking yoook… (2012)
6. 5 Tahun Blog www.pandebaik.com (2011)
7. ngeBlog dengan WordPress for Android (2011)
8. Mengejar Traffic www.pandebaik.com (2010)
9. ngeBlog lagi gak yah ? (2010)
10.Menjadi Blogger yang Konsisten (2010)
11.Mai ngeBlog pang sing B(e)log (2010)
12.Menjawab tentang Blog www.pandebaik.com (2010)
13.Selamat Bergabung Blogger Muda BBC (2009)
14.Gak ada Ruginya belajar ngeBlog (2009)
15.Mengatasi Kejenuhan ngeBlog (2009)
16.Menjaga Stamina ngeBlog (2009)
17.Waspadai Komentar Spam pada Blog (2009)
18.3 Tahun www.pandebaik.com
19.One Blog Wonder, Blog Caleg (2009)
20.Demam FaceBook nyaris menumbangkan Blog (2009)
21.Antara FaceBook dan Blog (2009)

Kelihatannya segitu dulu, nanti menyusul ditambahkan lagi atau bahkan menjadi sebuah pages khusus. Liat perkembangan saja.

Tips Tambahan untuk Kawan Blogger

Category : tentang iLMu tamBahan

Menjalani rutinitas menulis selama 9 tahun lamanya sejak 2006 silam serta menghasilkan 2.400an tulisan yang terpublish di halaman ini, memberikan banyak manfaat dalam kehidupan baik secara pribadi berkeluarga maupun dalam peran sebagai abdi negara dan masyarakat. Demikian halnya dengan aktifitas menulisi Blog itu sendiri.

NgeBlog itu Mudah, itu pendapat saya. Namun kemudahan tadi tak lepas dari tema yang diambil untuk halaman blog pribadi ini. All in One, istilah yang digunakan untuk memperkenalkannya. Diantara ratusan tulisan, belakangan malah dikenal akibat oprekan Androidnya yang tertuang pada kategori Teknologi.

Namun bisa jadi ngeBlog itu susah bagi kalian Kawan Blogger yang merasa mentok akibat ide atau keraguan hati untuk menuangkannya dalam kalimat dan cerita. Maka ijinkanlah saya kembali berbagi Tips kecil dari www.pandebaik.com untuk memotivasi dan menumbuhkan kembali semangat menulis kalian pada blog masing-masing, dengan harapan yang sama, bahwa manfaat dalam bentuk apapun itu, bisa pula menghampiri kalian.

Blog PanDe Baik 7

Pertama, rajinlah melihat, membaca, mengamati dan kalau bisa Terjun langsung. Melihat lingkungan sekitar yang dilalui sepanjang perjalanan tidak ada salahnya dilakukan, dengan memperlambat kendaraan, bahkan mencoba kepedulian pada hal-hal kecil sekalipun. Rajin membaca belasan referensi baik untuk mendukung ide akan sebuah tulisan ataupun menerjemahkan ide ke dalam tulisan, dapat menjadi alternatif untuk menghilangkan kejenuhan akan apa yang sudah pernah dilakukan. Rajin mengamati, tentu dibutuhkan untuk memberikan detail gambaran yang lebih dalam utamanya jika dilihat dari sudut pandang yang diinginkan. dan aktifitas untuk terjun secara langsung, memberikan banyak penuangan ide akan satu kegiatan yang sama. Apakah berkaitan dengan apa dan bagaimananya, mengapa dilakukan, sejauh mana ruang lingkupnya, manfaat hingga siapa saja yang pernah terlibat ?

Kedua, jangan segan untuk mencoba Hal Baru. Rutinitas yang monoton dapat menumpulkan pikiran meskipun secara kenyamanan cenderung malas untuk dilepaskan. Namun mencoba Hal Baru amat sangat dianjurkan utamanya bagi kalian yang belum bisa Move On hingga hari ini. Tentu dikaitkan dalam konteks menulis. Mencoba hal baru bisa berupa keluar dari pakem yang ada seperti misalkan aksi untuk men-deactivate akun FaceBook kemarin itu. Ternyata ada banyak hal yang bisa diungkap sebagai alasan maupun pasca aksi dilakukan. Bahkan jika dikulik lebih jauh ada banyak manfaat yang bisa dikembangkan diantaranya ya keinginan untuk menuliskan kembali Blog yang sudah mulai terabaikan.

Ketiga, Catat dan Catat. Apapun itu, dimanapun itu. Jika berkaitan dengan ide tulisan, kumpulkan di satu tempat atau buatkan secara terpisah apabila kondisi tidak memungkinkan. Pencatatan ini tentu tak lepas dari terbatasnya memori kemampuan mengingat pada manusia, sehingga catatan inilah yang nanti dapat dikembangkan untuk menerjemahkan ide dalam bentuk tulisan.

Dengan tercetusnya ide tulisan, maka tips keempat adalah kembangkan sudut pandang. Rata-rata media mainstream melihat satu masalah dari sudut pandang yang sama. Itu sebabnya berita ataupun cerita yang diungkap ke permukaan cenderung sama pula, meski dibumbui sedikit tambahan yang ada. Cobalah mencari sudut pandang yang berbeda dari yang sudah ada. Dengan demikian, ada banyak hal yang dapat dituliskan kembali menurut pendapat pribadi.

Kelima, dengan pesatnya kemajuan teknologi, kuasailah beberapa diantaranya untuk mempermudah aktifitas. Dalam kurun empat tahun terakhir, blog www.pandebaik.com tak lagi dioperasikan melalui pc atau laptop. Teknologi mobile ponsel menyebabkan itu semua. Untuk menuliskan draft tulisan, bisa memanfaatkan aplikasi Memo ataupun Evernote. Untuk mempublikasi bisa memanfaatkan Browser bagi mereka yang menggunakan self hosted, berhubung domain pribadi tak lagi didukung dengan baik oleh aplikasi blog yang ada. Untuk mengambil gambar ada Kamera, editing dengan banyak alternatif aplikasi dan resize pun bisa dilakukan. Jika memerlukan video ataupun audio, bisa menggunakan editing dan recordingnya. Jangan menyerah pada keadaan, upayakan maksimal yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu mood menulis atau konsentrasi di depan pc atau laptop.

Keenam, manfaatkan Sosial Media. Facebook, Twitter, Path dan lainnya tersedia untuk memperluas jaringan kawan sekaligus informasi yang kelak ingin dibagikan. Mengambil peran serta sosmed, selain menambah jumlah kunjungan yang masuk bisa juga dimanfaatkan untuk menggali ide baru dari tanggapan ataupun komentar yang ada.

Terakhir, Konsisten. Ini Tips yang paling susah menurut saya, karena tidak akan terlepas dari Motivasi ngeBlog itu sendiri. Secara pribadi, satu satunya Motivasi menulis yang dilakoni selama 9 tahun terakhir ini adalah pembayaran Domain dan Hosting pribadi di Bali Orange asuhannya mas Hendra. Dengan mengorbankan sejumlah besar pendapatan, rasanya eman kalo kemudian halaman itu dibiarkan tanpa ada yang mengisi dan mengelola. Maka dengan upaya yang semampunya, selalu berusaha untuk update. Dan pelan namun pasti, upaya itu berubah istilah menjadi Konsisten. Jadi berbanggalah jika kalian mampu mewujudkannya. Tidak mudah memang.

Nah, itu Tujuh Tips Tambahan yang dapat saya bagikan pada kalian kawan Blogger, dengan harapan sebentar, nanti atau esok hari, semangat menulis itu tumbuh kembali. Dan jangan lupa mampir kemari apabila tulisan di blog kalian sudah bertambah satu persatu. Tinggalkan jejak kalian disini, agar saya tahu bahwa semangat ngeBlog itu ternyata tak pernah mati.

Menulisi Blog, mau mulai dari mana ?

Category : tentang iLMu tamBahan

Menulisi Blog bagi sebagian kawan katanya sih gak gampang. Rata-rata mereka bingung, bagaimana harus memulainya kembali ? Ambil tulisan apa, bagaimana menyusun kalimat atau bahkan mengawali paragrafnya ?

Tulis saja kawan apa yang kalian ingat.

Tulis dan tuliskan. Apa yang menarik dari ide tersebut, apa yang terpikirkan pertama kali, atau apa yang mengingatkan kalian pada topik yang akan diangkat ?
Mulailah menulis dengan satu kalimat. Lalu lanjutkan. Jika masih belum sreg, lakukan perubahan. Mengubah struktur kalimat, mengganti urutan katanya, atau membalikkannya menjadi pertanyaan ?

Blog PanDe Baik 7

Gaya bahasa dan tulisan blog memang gak bisa dilepaskan begitu saja. Namun jika sampai harus menunggu menemukan gaya bahasa itu baru mulai menulis, pertanyaannya adalah, sampai kapan ?

Blog www.pandebaik.com sendiri mengalami banyak perubahan gaya bahasa. Dari yang bercerita sebagai ‘aku’ lalu berkembang menjadi ‘saya’. Bisa pula ‘kami’ atau menjadi pihak ketiga yang bercerita. Semua berkembang seiring perubahan struktur kalimatnya. Dari yang asal njeplak, memaparkan, hingga berupaya untuk menyampaikan bahasa yang dapat dipahami oleh awam. Analogi biasanya yang paling sering digunakan.

Menemukan gaya bahasa dan struktur kalimat yang pas bagi Blog sendiri, pelan tapi pasti akan berkembang seiring durasi aktifitas ngeBlog yang ditekuni. Sulit rasanya bisa pas mantap dalam sekali tulis apalagi bagi para Blogger nubie. Jadi jangan patah arang apabila belum merasa sreg dengan hasil yang pernah dicapai. Semua memerlukan proses.

Berkaitan dengan struktur kalimat atau gaya bahasa Blog yang ingin disampaikan, bisa mulai dari sebuah Quote yang banyak dikenal orang ataupun karangan sendiri, bisa juga dimulai hari hal umum mengerucut pada hal khusus maupun sebaliknya.

Susun semuanya yang kalian punya, lalu baca berulang ulang. Tempatkan diri kalian sebagai pembaca blog yang awam. Yang mungkin akan merasa kebingungan dengan panjangnya kalimat yang kalian gunakan saat menggambarkan sesuatu. Bisa juga mengadopsi kalimat dari majalah ataupun tabloid ternama. Intisari atau Jawa Pos kalau tidak salah kerap menggunakan kalimat pendek dan tak berbelit. Kesederhanaan akan lebih baik ketimbang penjelasan logis dan berekor panjang.

Banyak-banyaklah membaca referensi luar, utamanya yang menyampaikan materi sejenis dengan Blog yang akan dikelola. Jangan segan meniru. Lalu pilihlah yang terbaik, dan berikan sentuhan kalian di setiap postingnya.

Selamat menulis kembali.