Uber atau Grab ?

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

“Kalo Bapak pake Grab, masuk mobil, ponsel disimpen, trus Tidur…
Nah kalo pake Uber, masuk mobil, ambil ponsel, trus Buka GPS…”

Anekdot macam gitu disampaikan oleh mas Deddy, driver Grab yang saya coba di pengalaman pertama kemarin, meluncur ke Bandara Cengkareng dari Harris Hotel dimana menginap selama di Jakarta.
Unik dan Lucu.
Tapi apa iya ?

Uber, menurut driver Fortuner yang ditumpangi semalam, ketika Rider mengajukan pemesanan, driver tidak dinfo lebih lanjut terkait rute tujuan dan tarif yang nantinya akan dibayarkan.
Hal ini berbeda dengan Grab yang sejak awal pemesanan, si driver bisa melihat kedua informasi tersebut sebelum mengambil penumpang dan mengantarkannya.

Tapi sebelum lanjut, diantara kalian ada yang belum tau Uber atau Grab ?

Keduanya merupakan alternatif transportasi yang dapat dimanfaatkan melalui aplikasi online pada ponsel calon pengguna, dan belakangan (utamanya di Bali) masih menjadi perdebatan terkait boleh tidaknya mereka beroperasi karena dianggap mengancam kelangsungan hidup para pekerja jasa taksi konvensional.
Istilah Driver untuk mereka yang berstatus pengemudi Uber ataupun Grab, dan Rider untuk pengguna atau penumpangnya.
Gitu siy keknya…

Lanjut ke topik terkait,
Berhubung dalam aplikasi Uber tidak tertera biaya perjalanan secara pasti (hanya perkiraan awal yang kalo nda salah muncul di layar ponsel calon pengguna), yang dibayarkan biasanya akan berbeda bergantung dari rute jalan yang akan dilalui nantinya.
Sebaliknya, Grab yang sejak awal sudah menyepakati biaya perjalanan yang terpampang jelas pada layar ponsel di kedua pihak, mau tidak mau memaksa Driver untuk memilih jalur jalan tercepat ke lokasi tujuan demi menghemat pengeluaran bahan bakar.
Jadi masuk akal kan ya ?

Yang bikin makin Unik, disadari atau tidak, meski kedua Driver menyatakan kedua moda transportasi online ini memiliki perhitungan tarif yang nyaris sama, secara saya pada akhirnya meyakini bahwa benar adanya, memanfaatkan Grab jauh lebih irit ketimbang Uber, baik secara perhitungan dalam memilih jalur perjalanan tadi ataupun biaya total yang nantinya akan dibayarkan, sesuai perkiraan informasi di awal pemesanan.
Gak percaya ?

Dalam percobaan pertama hari ini, saya mendapati biaya perjalanan Grab dari Harris Hotel Tebet menuju Bandara Cengkareng pada pukul 12 siang tadi adalah sebesar 99ribu. dan itu disetujui oleh mas Deddy, driver kendaraan Datsun Go yang langsung memberikan banyak pengalaman baru dalam aksi tersebut.
Sementara Uber yang dalam hal ini saya coba ambil informasi di dua jenis kendaraan, yaitu UberX untuk kendaraan miniVan macam Avanza, Xenia atau Mobilio dikenai perkiraan sekitar 205ribuan, sementara Uber Black dengan kendaraan paling minim berupa Innova (kemarin malam saya beruntung mendapatkan Fortuner) memberi perkiraan biaya sekitar 320ribuan. Mahal ya ?

Seandainya saja dari perkiraan awal sudah sedemikian besarnya ? Bagaimana jika dalam perjalanan Driver Uber mengambil jalan memutar terlebih dahulu mengingat secara Rider macam saya yang tak paham rute, bisa jadi menyebabkan tambahan pada biaya awal tadi ?
Sedang Grab ?
Owh, sudah nda ada nego lagi. Mau dibawa kemanapun oleh Driver, tetep segitu. Hehehe…

Bener gak ya, pemikiran diatas ?
Kalian yang sudah pernah mencoba atau membandingkan keduanya, boleh sharing pengalaman disini.

Belajar menggunakan Aplikasi BPJS Kesehatan

Category : tentang iLMu tamBahan

Ternyata hanya butuh waktu luang saja kok kalo mau belajar pake Aplikasi sederhana kek gini…

Ha… quote diatas pas banged untuk jadi awal postingan kali ini.
Gegaranya dari awal instalasi sampe pagi tadi, rasanya kok saya gagal terus untuk bisa login/register di aplikasi BPJS Kesehatan yang bisa ditemukan dengan mudahnya di Play Store perangkat Android. Baru sambil duduk antre di ruang tunggu gerai BPJS Denpasar, keinginan ini tercapai.
Dengan Sukses.

Tadinya saya kesulitan untuk mencari tau status pembayaran BPJS keluarga, baik Bapak, Ibu dan Bibi yang belajar dari kesalahan masa lalu, sempat mandeg pelayanannya gegara akun Bapak dan Ibu, belum dibayarkan hingga setahun lebih.
Pembayaran pertama dan terakhir kalo nda salah pas bikin akun mereka bersamaan dengan kelahiran Gek Ara, Februari 2015 lalu.
Maka itu, ya bingung juga pas tempo hari nyobain bayar lewat ATM Mandiri, berkali-kali gagal setelah mesin menyatakan saya ‘tidak memiliki ID/NPWP yang terdaftar pada Virtual Account’. Waduh…

Baru menyadari ada kesalahan input data di ATM setelah dijelaskan lebih jauh oleh petugas di gerai BPJS tadi, bahwasanya menghapus dua digit awal pada kartu yaitu angka ’00’nya, baru proses bisa berhasil berjalan. Mantap…
Sedang untuk akun Bapak dan Ibu ya tetap gagal. Entah kenapa…

Tapi begitu mencoba aplikasi BPJS Kesehatan ini, baru tau kalo akun Bapak dan Ibu masih menyisakan saldo sekitar 600ribuan yang nda masuk tagihan atau denda.
Apa ini penyebabnya ya ?

Bisa jadi pembayaran iuran BPJS Kesehatan Individu musti menunggu sisa saldo habis dulu atau masuk pada tenggat waktu minimal baru bisa dilanjutkan ?
Mungkin kalian yang lebih paham bisa menjawab nantinya.

Balik ke aplikasi, informatif sekali keknya ya ?
Dari Data Peserta yang ada dalam KK kita, Faskes 1 nya dimana, sampe informasi sisa tunggakan pembayarannya pun ada.
Cuma untuk riwayat pemeriksaannya saja yang belum optimal.

Bagi kalian yang ingin mencoba aplikasi ini lebih jauh, cukup menyiapkan Kartu Keluarga saja sebagai contekan, demi melihat nomor NIK/KTP dan data lain yang dibutuhkan.
Sederhana kok prosesnya. Cukup punya waktu luang saja ?

5 Jenis Vacuum Cleaner Yang Perlu Anda Ketahui

Category : tentang iLMu tamBahan

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan vacuum cleaner bukan? Vacuum cleaner merupakan alat penghisap debu yang biasa digunakan untuk membersihkan karpet, sela-sela jendela, interior mobil dan lainnya. Memang belum semua keluarga atau rumah memiliki vacuum cleaner, namun karena pemakaiannya yang praktis, vacuum cleaner saat ini mulai banyak diminati apalagi bagi para ibu muda dan pasangan yang baru menikah.

Bagi kalian yang ingin membeli vacuum cleaner, pasti masih bingung untuk menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai dirumah. Banyaknya jenis vacuum cleaner memang terkadang membuat beberapa orang bingung dengan fungsinya sendiri, oleh karena itu berikut ini berbagai jenis vacuum cleaner yang perlu kalian ketahui sebelum membeli jenis yang cocok untuk dipakai.

1. Upright
Vacuum cleaner dengan jenis upright ini biasa digunakan untuk membersihkan karpet. Karena semua bagiannya menyatu dimulai dari penghisap yang ada di bagian bawah dan menempel dengan lantai, hingga bagian penyaring yang menyatu dengan pegangan tangan. Vacuum cleaner jenis ini cocok dipakai di ruangan yang tidak terlalu banyak barang, karena designnya yang lebih minimalis dan memiliki corong lebar di bagian bawahnya.

2. Drum
Berbeda dengan jenis upright, vacuum cleaner drum memiliki design yang lebih fleksibel. Vacuum cleaner dengan jenis ini memiliki pipa panjang sehingga mempermudah kalian untk menjangkau bagian yang sempit dan kecil. Selain itu tempat penyaringannya pun terpisah tidak seperti jenis upright.

3. Hand held
Vacuum cleaner jenis ini banyak digunakan untuk membersihkan mobil. Karena designnya yang mudah digengam serta dibawa kemana saja saat hendak membersihkan kendaraan. Selain itu vacuum cleaner jenis ini juga dapat menjangkau ke daerah yang sulit dijangkau seperti sudut ruangan atau sudut kecil di dalam kendaraan anda.

4. Canister
Jenis ini adalah yang paling banyak digunakan oleh ibu rumah tangga, bentuknya yang mirip dengan vacuum cleaner jenis drum banyak dipakai oleh para ibu rumah tangga karena mudah menjangkau sudut yang sulit. Selain itu vacuum cleaner ini juga sangat fleksibel untuk digunakan.

5. Robotic
Canggihnya teknologi yang ada juga memacu beberapa vendor vacuum cleaner untuk membuat vacuum cleaner jenis robot. Cara kerjanya sendiri hampir 90% di control menggunakan remote control, namun memang belum banyak yang menggunakan jenis ini dikarenakan harganya yang terbilang cukup mahal.

Bagaimana, apa anda sudah menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai? Untuk lebih memudahkan lagi anda juga bisa lihat berbagai macam jenis vacuum cleaner di sini http://www.mataharimall.com/p-661/penghisap-debu. Tentunya akan ada banyak penawaran menarik di akhir tahun ini.
Selamat berbelanja.

Nikmati Liburan Akhir Pekan, Berburu Hotel lewat Traveloka

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

Dua tahun terakhir rasanya saya lebih suka melewatkan waktu libur di akhir pekan dengan cara menginap di obyek wisata tertentu atau penginapan terdekat dari lokasi wisata yang beken dikenal dekat dekat rumah. Tentu dengan mengajak anak-anak serta, ikut dalam misi liburan, refreshing suasana dan menebus rasa bersalah karena hingga kini, saya belum pernah mengajak keluarga berwisata ke luar daerah, di sela perjalanan dinas yang saya lakukan selama ini.
Sebagaimana yang sering dilakukan oleh ratusan PNS di luar sana.

Maka Bedugul, Ubud, hingga obyek wisata Air Panas Penebel pun coba dilakoni satu persatu.

Meski tidak di setiap akhir pekan, berhubung terkendala agenda, biaya dan juga kesempatan, namun minimal momen tertentu kami upayakan bisa dimanfaatkan dengan baik.
Libur panjang, Lebaran atau Libur sekolah, coba disempatkan sekali dua untuk bersantai sejenak dua hari satu malam tanpa beban.
Membunuh ponsel dan menikmati Quality Time bersama keluarga.

Adalah Traveloka. Satu diantara banyak pilihan aplikasi yang saya manfaatkan untuk mencari tahu hotel atau penginapan yang ada di sekitaran lokasi atau obyek wisata yang ingin kami kunjungi.
Dengan memasukkan tujuan destinasi juga waktu menginap, Traveloka akan memberikan sejumlah hasil berdasarkan tingkat kepopuleran review dari mereka yang sebelumnya pernah memanfaatkan aplikasi untuk melakukan hal serupa.
Bila dibutuhkan, tersedia beberapa pilihan filter lanjutan diantaranya kisaran biaya, fasilitas yang diharapkan ada, hingga nilai review atau kelas dan bintangnya.
Cukup memuaskan kok hasilnya.

Namun untuk langkah pemesanan hotel, saya lebih suka menghubungi nomor kontaknya langsung ketimbang memesannya lewat aplikasi Traveloka. Secara harga biasanya dapat lebih murah lewat negosiasi, pula info fasilitas bisa lebih akurat didapat. Karena dalam versi web terkadang semua hal tersebut jarang diUpdate sesuai kondisi terbaru. Termasuk soal ketersediaan kamar.
Untuk dapat melakukannya, kita bisa memanfaatkan halaman Google, mencari tahu nomor kontak berdasar nama hotel atau penginapan yang dituju. Termasuk peta lokasi yang dapat dihubungkan dengan Maps milik Google agar tidak tersesat saat waktu keberangkatan tiba.

Ada beragam kesan dan tips yang saya dapatkan kemudian. Setelah berproses dan menikmati hasil buruan sendiri.
Bahwa untuk kebutuhan refreshing suasana, kelak kami akan memilih akomodasi terdekat dari obyek wisata yang diinginkan. Agar bisa lebih pagi mencapai lokasi tanpa macet dan halanga lainnya.
Sedangkan untuk kebutuhan bersantai, kami akan memilih paket yang menyediakan fasilitas kamar double atau family room, atau satu villa dengan menyertakan kedua orang tua ikut serta. Secara tenaga mereka bisa dimanfaatkan juga untuk menjaga anak-anak disela aktifitas di lokasi. Hehehe…

Unduh Film (bajakan) yuk lewat layarkaca21.tv

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Ha… kelihatannya tulisan kali ini masih ndak jauh-jauh dari konten bajakan. Konten yang jika diketahui oleh Google, dijamin AdSense yang terpasang di halaman Blog kalian, akan langsung di-banned tanpa ampun. Termasuk halaman ini yang pada akhirnya tak mendapat ijin pemuatan lantaran menulis banyak materi dengan isi yang sama.
Bajakan.

Sementara itu, upaya pencarian film (bajakan) yang selama ini rajin dihunting melalui halaman Torrent, baik yang diunduh dengan menggunakan client semacam BitTorrent ataupun FileStream untuk jaringan yang memblokirnya, kini ada alternatif bagus selain Ganool atau halaman semacamnya.

Main aja ke halaman layarkaca21.tv

Dulu kalo ndak salah halaman ini masih menggunakan domain dot com. Entah kenapa bisa berubah ke domain dot tv. Mungkin nanti kalian bisa mengkonfirmasi langsung ke pemiliknya.

Halaman layarkaca21.tv ini menyajikan cukup banyak koleksi film dari berbagai kategori cerita, tahun rilis hingga yang masuk dalam kelompok short movie atau film pendek. Asyik dah pokoknya.

Sudah gitu, film yang nantinya akan diunduh sudah termasuk subtitlenya juga. Jadi kita ndak lagi susah payah mencari padanan teks Indonesianya di halaman lain, me-Rename dan mengcopasnya di folder yang sama seperti perburuan lewat Torrent.
Trus, di halaman unduhannya bisa dipilih juga resolusi film yang ingin diunduh, dari 360p, 420p, 720p hingga High Resolutions 1080p. Makin besar resolusinya, makin besar pula ukuran filenya.
Jika kalian masih bermasalah dengan Kuota, bisa pilih yang 420p dengan ukuran sekitar 700an MB per satu film durasi penuh.

Untuk mengunduhnya bisa memanfaatkan browser, atau IDM untuk kecepatan yang lebih baik.

Tapi eits, opsi Unduhan hanya untuk pengguna sekelas saya yang masih pelit membuang kuota data internet loh ya. Sedang bagi kalian yang punya kuota melimpah, berlebih, dan punya banyak waktu luang untuk menontonnya secara streaming juga bisa. Tinggal mainkan saja tanpa masuk ke halaman unduhan.

Sayangnya, di halaman layarkaca21.tv ini baik dalam tampilan desktop maupun mobile, sama-sama dijejali banyak iklan. Kalo ndak ingin salah pencet, tunggu aja dulu hingga halaman berhenti berproses. Karena kalo asal pencet, yang muncul biasanya malahan pop up iklan yang sisi positifnya memang akan memberikan benefit pada pemilik halaman.
Persoalan lainnya, entah memang bawaan browser atau halaman terkait, saat diakses melalui layar Android, tiap kali berupaya melakukan ‘copy link address’ untuk dapat mengunduh file film menggunakan aplikasi download client, kerap kali memunculkan halaman tab baru yang mengatakan bahwa ponsel kita dipenuhi dengan virus dan meminta agar tidak menutup lalu klik OK.
Kalo sudah begini, saran saya abaikan saja, pilih Nomor urut Tab pada browser lalu tutup Tab yang menampilkan notifikasi ini, dan ulang kembali aktifitas unduhannya dari awal.

Kira kira begitu.

Eh, Seandainya saja halaman ini ditutup kelak oleh Kominfo atau lainnya, mohon dibagi alamat siluman lain yang memberikan akses unduh film (bajakan) serupa ya. Jangan pelit info loh.
Hehehe…

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh SIM baru ? Ah pake Calo aja

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebetulnya kalo dilihat dari perjuangan awal sebagaimana tulisan tempo hari, itu berawal dari niat baik saja mengurus perpanjangan SIM A langsung di Poltabes Denpasar, yang kemudian kecele berat lantaran dianggap Pengajuan Baru sesuai aturan yang berlaku.
Artinya musti ikut prosedur yang secara pandangan saya masih belum jelas adanya, serta Ujian Teori yang numplek blek di ruang tunggu. Selama hampir tiga jam.
Sangat melelahkan.

Jadwal Ujian ulang sebenarnya datang tanggal 22 Juni. Tapi Senin pagi saya dah menyambangi ruang tunggu Poltabes, hasil perburuan ‘cara cepat’ eh maksudnya Calo dari minggu lalu, sepulang pernyataan Tidak Lulus didapat. Yang kalo kata jargon di lokasi, kini mengurus SIM ndak perlu pake Calo lagi.
Salah menurut saya.

Selama prosedur masih bikin bingung masyarakat begini, dan juga ketidaknyamanan proses, rasanya masih mending pake Calo, meski agak bertentangan dengan hati nurani.
Tapi demi jam kerja yang tidak terbuang hanya untuk mengikuti prosedur berulang, serta kelelahan fisik menanti panggilan yang tak jelas kapan, lantaran tanpa nomor antrean, mengorbankan sejumlah rupiah rasanya masih lebih rela.
Maka disinilah saya berada.

Tanpa perlu isi formulir, Tanpa perlu bayar di depan, kami langsung menyambangi loket pengambilan foto. Jika dalam kondisi normal, mungkin prosesnya tidak akan lama. Namun saat diperhatikan, petugas tampaknya kesulitan menangani pc yang byar pet sejak awal ia duduk di meja kerjanya. Maka kamipun dipindahruangan ke sebelah.
Urutan 4, pagi ini. Langsung foto, pasca verifikasi data.
Trus ambil cetak SIM di loket produksi pasca mengisi form survey yang komplit diisi centang pada kolom ‘Sangat Puas’ tanpa membaca atau berpikir terlebih dahulu.

Done.
Selesai.

Kamipun pulang.

Segitu aja.

Tanpa Ujian.
Tanpa menunggu tiga jam.
Tanpa berpanas panas dan dibentak petugas.
Tanpa prosedur yang membingungkan.

Yuk ah, balik kerja lagi…

Eh, btw mohon maaf saya lagi males posting bukti SIM A yang baru. Khawatir juga kalo kelak diintimidasi lebih lanjut kalo seumpama tulisan ini muncul di halaman pertama Google seperti kasus Radar Bali 2008/2009 lalu. Toh jaman udah canggih.

Kalopun kelak saya ilang dari peredaran, mohon dimaafkan semua kesalahan dan kalimat diatas.
atau kalo SIM nya dicabut gegara tulisan ini, mohon Masukan saya dibaca dulu, baru akan saya ikuti prosedurnya.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh, ini Masukan saja Ya

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagai seorang Blogger Bali dan juga Warga Negara yang Baik, rasanya saya Wajib memberi masukan pada Bapak dan Ibu Pejabat yang berkantor di Poltabes Denpasar, dalam kaitannya dengan upaya Perpanjangan SIM *eh Pengajuan SIM Baru sebagaimana pengalaman yang saya dapatkan hari Rabu lalu.
Berikut diantaranya.

1. Sosialisasi
Pentingnya soisalisasi kepada Masyarakat luas baik lewat media cetak, media sosial, ataupun langsung termasuk melalui gerai SIM Keliling berkaitan dengan penerapan aturan baru soal Perpanjangan SIM, yang meskipun lewat sehari dari masa berlaku ditetapkan sebagai Pengajuan Baru.
Ini penting, karena kini masih ada kesimpangsiuran informasi Terkini yang bisa didapat melalui halaman web Ditlantas Polda Bali termasuk gerai SIM Keliling yang masih memperbolehkan perpanjangan selama masa berlaku belum lewat dari 3 bulan.
Artinya semua Pengendara WAJIB melakukan pembaharuan masa berlaku SIM sebelum masa berlaku dinyatakan habis atau terlewati.

2. Kami perlu Ruang Tunggu yang Nyaman, kalopun anggaran kurang, minimal Manusiawi. Dan Penerapan Nomor Antrean.
Jaman sekarang masih meminta Pemohon atau Masyarakat untuk menunggu antrean berdiri dan berdesak-desakan ? So Old Time… sudah jadi Masa lalu deh sebetulnya.
Jangan dulu minta yang ber-AC, kesannya kami sangat meminta untuk dimanja.
Tapi lihat saja sekelas Bank BNI yang dulunya masih harus antri berdiri dan mengular, kini konsumen sudah bisa duduk tenang dengan pengaturan nomor antrean pula. Saya rasa meskipun lama, semua dijamin tenang dan tidak kisruh.
Bandingkan dengan kondisi saat ini dimana pemanggilan yang entah kapan dapat giliran, dipanggil tanpa bantuan microphone sehingga radius jangkauan suara tidak sampai ke semua pemohon terutama yang berada jauh dari pintu masuk, pula harus berdiri, hingga dua tiga jam pula.
Kalopun mau ditinggal makan siang, bisa berabe dan bakalan kena bentak kalo pas dipanggil ndak ada yang nyaut.
Selain itu, kondisi terkini membuat pemohon rentan menyerobot antrean, mengingat ada juga oknum petugas yang bisa jadi berpraktek sebagai Calo atau sekedar membantu, memaksa petugas Verifikasi Data untuk mendahulukan berkas yang ia berikan. Sementara yang sudah menunggu lama, musti diam menerima ketimbang dimarah-marah.
Kalo sudah menerapkan Nomor Antrean, saya yakin ndak bakalan banyak pemohon yang menunggu tak pasti selama dua tiga jam di ruangan. Minimal ada yang meluangkan waktu menunggu dengan berjalanjalan disekitar lokasi, makan siang atau menyelesaikan pekerjaan lain. Jauh lebih membantu masyarakat bukan ?

3. Kejelasan Prosedur dan Pemahaman Persepsi.
Di Tulisan #2, saya ada mengeluhkan soal dipingpongnya kami soal tempat menunggu panggilan bagi Pemohon SIM Online dan manual. Sempat diusir bahkan, dan ternyata kami salah lagi.
Petugas sih enak, tinggal bentak dan mengatakan kami tidak mendengarkan mereka, tapi dengan pemahaman yang berbeda antar petugas, jangan pernah meminta pemahaman yang sama dari masyarakat.
Termasuk soal kejelasan Prosedur.
Antara yang Calo non Calo ya silahkan berbeda. Antara yang Non Calo Online fan Manual ya silahkan juga berbeda. Tapi kalo yang sudah sama-sama Non Calo, dan sama-sama Online, beda perlakuan ya siap-siap bingung deh. Ada yang sudah mengisi Form biru dan lengkap membayar, ada juga yang belum melakukannya namun bertemu di tempat yang sama.
Sekali lagi ini pengalaman saya bertanya tanya pada sekitar ya.

4. Kesiapan Perangkat dan SDM
Di ruang Permohonan SIM Online, terdapat cukup banyak Komputer yang sebetulnya bisa digunakan untuk melakukan verifikasi Data pemohon, untuk cepatnya pelayanan dan mengurangi penumpukan di kursi ruang tunggu. Saya yakin itu maksudnya.
Namun faktanya saat itu hanya ada 4 petugas yang aktif melayani.
Pindah ke bagian Foto, ada 3 perangkat yang tersedia, namun hanya 2 yang digunakan.
Itupun, saya agak nyengir ketika mengetahui Istri saat namanya dipanggil petugas setelah dua jam lamanya menunggu di luar ruang Ujian, ternyata diminta balik ke tempat Foto sebelumnya, karena hasil yang tampak saat dilakukannya verifikasi hanya menampilkan penampakan Jidatnya saja. What The Hell ?
Akhirnya setelah melakukan komplain ke tempat Foto dan minta didahulukan tanpa antrean berhubung sudah dilewati sebelumnya, istri bisa mengerjakan Ujian Teorinya kembali meski ada teguran karena saat dipanggil kembali, yang bersangkutan masih diambil gambar di tempat Foto. Hehehe…
Kalopun memang hasilnya ndak bagus atau sesuai, mbok ya langsung diperbaiki, atau bisa ganti pake foto selfie sekalian ?

5. Masukan terakhir, tentu soal Calo
Terserah deh kalo semua menyangkal bahwa Sudah Tidak Ada Calo lagi yang berkeliaran di Poltabes, karena Faktanya ya memang masih ada. Cuma kelihatannya ya jalur jalur tertentu seperti Ujian Teori, musti tetap dilakoni meski hanya formalitas. 
Info sementara sih, masih ada kok Calo yang bisa mengurus pengajuan SIM perpanjangan dengan Status Lewat Masa Berlaku namun tinggal foto doang. Tapi nanti deh ceritanya saya bagi. Semoga masih bisa. Hehehe…
Namun kelihatannya jenis Calo ini ada juga yang berasal dari Oknum petugas setempat. Karena ada kejadian Bapak Petugas di ruang Ujian Online tampak marah marah saat dipaksa koleganya yang membawa tiga empat berkas pemohon yang tidak lulus Ujian, untuk melakukan Ujian Ulangan saat itu juga.
Beralasan Sistem tidak mengakomodir, si Bapak menolak membantu.
Entah apakah ini artinya kalo Sistem mampu mengakomodir si Bapak akan mau membantu atau bagaimana, hanya Beliau dan Tuhan saja yang tahu.
Termasuk soal menyerobot antrean di masukan nomor 2 diatas. Ada kok yang begitu.

Nah kira-kira itu saja sih masukan dari saya sejauh ini. Saya kira sudah cukup mampu menggambarkan kegelisahan yang sama alami seharian di Poltabes hari Rabu lalu. Mungkin yang lain, nanti bisa menambahkannya kembali.

Semoga bisa ditingkatkan lagi pelayanannya, dan saya jangan diintimidasi lebih jauh ya Bapak Ibu yang terhormat.

Matur Suksema dan Selamat Siang

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin #3

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Dari 30 soal yang disajikan pada layar sentuh monitor besar didepan mata, faktanya hanya 18 saja yang mampu saya jawab dengan Benar.
‘Kurang 3 lagi Pak, syarat minimalnya…’
Ungkap bapak petugas yang melakukan verifikasi peserta ujian pengajuan SIM baru di dekat pintu sisi utara gedung lantai 2, paling selatan area Poltabes.
Yang artinya ?
Ya Ndak Lulus tentu saja.
Anjrit…

Tapi saya masih lebih mending.
Sejawat yang saya ajak ujian Teori bareng, yang memang menjalaninya tanpa bantuan Calo, hasilnya jauh lebih buruk. Bahkan Istri hanya 7 soal saja yang bisa dijawab dengan Benar.
Mau tau kenapa ?

Karena…

Karena… hehehe…

Karena rata-rata soal yang ditanyakan pada proses Ujian Teori, sebagian besar berasal dari Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang…

Tentang apa hayooo…

Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Kalian pernah baca ndak ?
Kalo ndak pernah, ya saya jamin deh, seandainya hari ini berhadapan dengan Test tulis Teori Pengajuan SIM Baru, bakalan bernasib sama dengan saya dan puluhan peserta lainnya.
Ndak bakalan Lulus.

SIM A PanDe Baik 5

Kecuali kalo mau pake Calo.

Kenapa untuk yang mau pake Calo dijamin lulus ?
Karena saat si Peserta melakukan ujian, ada pendampingan (he… macam BPKP saja ada pendampingan) dari si Calo yang akan memandu dalam menjawab soal.
Saya baru paham ketika beberapa orang berbaju hijau aparat menemani satu dua peserta dengan sabar. Inginnya menjiplak, apa daya soal yang diberikan untuk masing-masing Peserta Pengajuan SIM Baru yang melalui jalur Online, kelihatannya diacak. Bisa tau setelah melirik bahan soal tetangga sebelah yang ternyata sama-sama mengajukan pembaharuan SIM A.
Kapok dah…

Balik ke Soal Ujian, kira-kira kalo ditanya soal Emisi Gas Buang, kalian tau apa hayooo ?
Atau besaran desibel klakson minimal dan maksimal ?
Atau persyaratan keamanan kendaraan dan pendukungnya ?

Awalnya saya pikir, kisaran soal bakalan diberikan pada kasus per kasus yang kerap terjadi atau di temui di jalanan. Soal Rambu, etika, cara berkendara, dan lainnya.
Jika melihat pada faktanya, entah apakah soal-soal semacam ini bakalan dirilis pada Ujian Praktek atau malah ndak keluar sama sekali.

Namun saya bisa memaklumi apabila rupa Soal yang ditanyakan lebih bersifat Teoritis Undang Undang, lantaran bisa jadi agar si pemohon SIM Baru utamanya mereka yang berasal dari Usia Muda yang rentan pada aksi kebut kebutan, trek dan ugal ugalan, sedikitnya bisa lebih mampu memahami Aturannya sebelum bertindak di jalan raya.
Teorinya yah.
Akan tetapi kalo yang bersangkutan mengajukan permohonan melalui Calo atau bahkan kalo sampe ada yang tinggal Foto doang, saya kira ya akan sama saja hasilnya.
Maka itu Haruskah semuanya dipersulit apabila Praktek Calo masih ada dan diminati ?
Jangan tutup mata dan tutup telinga deh dengan fakta lapangan ini.

Nah berhubung saya statusnya ndak lulus Ujian Tulis, maka sesuai jadwal yang telah ditetapkan, saya musti balik lagi tanggal 22 Juni nanti.
Sebenarnya masih kepikiran mencoba dengan jalur lain alias memanfaatkan Calo yang kalo bisa tinggal foto doang. Cuma ndak tau bisa nemu atau enggak. Termasuk opsi SIM Keliling yang informasinya masih boleh dilakukan Perpanjangan selama masa berlaku SIM belum lewat 3 Bulan.
Doakan ya biar bisa salah satu diantara 2 opsi alternatif diatas.

Dan terkait pengalaman yang dituangkan dalam 3 tulisan terakhir, kalo mood menulisnya masih ada, mau saya tambahkan satu postingan lagi soal masukan bagi Bapak Ibu pejabat di Poltabes dalam kaitan proses pengajuan SIM Baru. Cuma masih bingung mau ditembuskan kemana. Karena saya pantau, di akun Twitter ndak ada tuh yang resmi milik mereka.
Atau ada saran dari Kalian ?