Selamat dan Sukses Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar

Category : tentang iLMu tamBahan

Tadinya saya tidak berharap banyak bahwa program Bus Sekolah yang digagas Pemerintah Kota Denpasar pasca sosialisasi yang dilakukan pada murid-murid SD I Saraswati sekitaran awal bulan Mei lalu, bakalan bisa berjalan tahun 2017 ini. Lantaran Rambu titik kumpul yang dipasang salah satunya pada jalan belakang SD I baru dilakukan pada pertengahan tahun, dan hingga awal November kemarin belum jua ada kabarnya. Dengan waktu yang tersisa cukup pendek hingga akhir tahun, rasanya ya paling minim 2019 mendatang baru bisa dirasakan.

Tapi eh, ternyata Senin pagi kemarin merupakan Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar, yang mengoperasikan 6 kendaraan bus jenis Elf, dengan 2 trayek keberangkatan, pagi dan siang.
Ini bisa diketahui pasca mendapatkan info sosialisasi lanjutan bagi orang tua siswa, hari Rabu minggu lalu yang dihadiri oleh Ibunya anak-anak, lantaran Bapaknya ikutan Lomba Megending Kabupaten Badung. Ups…

Seperti biasa, sebagai orang tua dari generasi milenial, tentu saja saya ndak mau ketinggalan informasi di dunia maya.
Maka didapatilah selebaran digital yang diunggah pada akun Instagram @bussekolah_dps berupa akun sosial media FaceBook serupa dan tentu saja akses aplikasi ponsel smartphone si BuSeD. Aplikasi Bus Sekolah Denpasar. Kayaknya sih gitu kepanjangannya.
Setelah di-oprek bolak balik, lumayan banyak juga informasi sepihak yang bisa dibaca melalui aplikasi dimaksud. Minimal rupa bus sekolahnya yang memberikan bermacam fasilitas, nama serta nomor kontak pramudi serta pramujasa yang dihandel langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, pula siapa saja siswa yang mendapat kesempatan dalam Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar ini.
Salah satunya tentu saja Mirah, putri pertama kami.

Proses penjemputan anak, terpantau berjalan lancar.
Meskipun ada rasa kekhawatiran kami selaku orang tua melepas anak pertama kali belajar mandiri untuk proses berangkat ke sekolah, namun rasa percaya kami pada Pemerintah Kota Denpasar dan juga rekan-rekan Dishub yang hingga pagi tadi baru dikenal sebatas suara, cukup memupus semua keraguan yang ada. Apalagi ada belasan bahkan puluhan siswa lainnya yang terlibat dalam sesi Uji Coba ini.

Sementara pada proses pemulangan siswa, awalnya sempat terpikirkan pada kawan-kawan Dishub yang saya yakini bakalan pulang malam, lantaran jam pulang sekolah anak-anak sekitaran pukul 17.30. Belum mengantar satu persatu anak pulang kerumahnya, belum balik kantor dan melaporkan progress.
Namun sebaliknya, ketika memaksakan diri untuk menjemput sendiri anak ke sekolah, kelihatannya memberikan respon yang tidak baik pada upaya Uji Coba Pertama ini. Minimal, Tim Bus Sekolah Denpasar bisa memberikan masukan lanjutan untuk tahap kedepannya kepada Tim Operasional yang ada di balik meja, mengatur trayek dan rute pulang pergi.
Secara kebetulan, Mirah putri kami memang memilih dipulangkan bersama bus sekolah ketimbang ikut Bapaknya. Jadi ya, ndak apa apa juga…

Syukurnya, sembari menunggu jam pulang anak-anak sekolah sore tadi, saya banyak menimba ilmu tentang program Bus Sekolah Denpasar ini dari Ibu Dian, pramujasa dari bus 03, dan juga Bp.Indra plus Bp.Yogi Iswara secara langsung saat bus 04 merapat ke sekolah.
Konsep operasionalnya, mirip Bus Sarbagita.
Jadi ndak ada opsi bagi bus dan Tim untuk menunggu jeda waktu yang cukup lama ketika proses penjemputan siswa satu dengan lainnya saat jam pulang sekolah. Semua langsung diantar ke rumah masing-masing, barulah trayek dilanjutkan sesuai rute keberangkatan.
Proses menunggu akan dilakukan saat bus dalam keadaan kosong menunggu jam kepulangan tiba, seperti yang terjadi di SD 1 Saraswati beberapa saat lalu.
Demikian halnya dengan keberangkatan, masing-masing bus telah memiliki trayek jalur masing-masing berdasarkan rute akses rumah siswa yang diperkirakan satu jalur ke tujuan sekolah.

Secara perhitungan per hari ini, dimana belum banyak siswa yang ikut serta dalam sesi Uji Coba Pertama, saya yakini cukup boros jika kelak disandingkan saat sudah banyak yang memanfaatkan Bus Sekolah. Karena ada banyak hal yang menentukan, baik upah kerja 2 pramudi dan 2 pramujasa per bus sekolah, yang sejauh ini dicover dari Gaji yang bersangkutan, bbm dan operasional kendaraan, fitur tambahan seperti wifi gratis, konsumsi meski hanya sebatas air mineral dan tentu saja operasional sistem aplikasi dan smart card nya.
Hal yang sama juga akhirnya terpikirkan pada Bus Sarbagita. Yang saking sepinya peminat akan mode transportasi umum antar kota, malah memicu prasangka buruk pada pemerintah yang suka menghabiskan anggaran tak jelas, bahkan tanpa kajian kebutuhan sebelumnya.
Padahal kalaupun peminatnya sama banyak dengan program Bus Sekolah Denpasar ini, saya yakin ada banyak rupiah yang bisa dihemat oleh masing-masing pribadi kita di kesehariannya.

Jadi, Selamat dan Sukses untuk Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Perhubungan beserta Tim dan Crew 6 Bus Sekolah Denpasar. Semoga pelayanan yang diberikan bisa makin baik untuk anak-anak kita kelak…

Lalu, kapan giliran Kabupaten Badung bisa mengikuti inovasi menarik Pemkot Denpasar ini ?

Rekaman Lensa Tim Megending DPKP Badung

1

Category : tentang iLMu tamBahan

“…di balik sebuah pencapaian, ada proses panjang yang tidak diketahui orang banyak…”

Berikut beberapa rekaman lensa yang sempat saya abadikan dari awal kami latihan, hingga penampilan Rabu pagi kemarin di Kertha Gosana. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan…

Sampai jumpa di lain kesempatan.
Tetap Semangat

Megending yuk Kita Megending

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

‘ngiring je sikiang manahe, sekadi i bungan…’

Liriknya sudah pasti hafal, meski sempat jua agak lupa ingatan pada saat pentas Rabu jelang siang tadi. Tapi yang sulit adalah menghafal gerak tangannya di sela sorak sorai penonton dan gemerlapnya lampu sorot atas panggung. Baru kali ini saya merasakan grogi yang minta ampun. Padahal kalo soal membuka rapat dan memimpinnya sepanjang acara, sudah mulai terbiasa. Tapi untuk yang satu ini ? Heladalah…

Jujur, saya suka dengan aransemen lirik yang dikemas Gung Mayun Narindra, pelatih kami yang masih unyu-unyu itu. Ndak ramai saat dinyanyikan, dan begitu dikombinasikan dengan koreografi dadakan dua hari sebelumnya, sesi Megending ini jadi lebih mengasyikkan untuk dinikmati.

Kegiatan Megending Bali yang kami ikuti ini merupakan bagian dari Lomba Lagu Antar Pegawai dan Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, serangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-46 dan perayaan HUT Ibukota Kabupaten Badung Mangupura ke-8. Infonya diikuti oleh 10 kelompok pejabat atau pimpinan perangkat daerah dan 40 kelompok pegawai yang berasal dari masing-masing perangkat daerah dilingkungan Pemkab Badung.

Untuk dinas dimana kami bernaung, audisi eh perekrutan (paksa) peserta paduan suaranya dilakukan kalo ndak salah ingat, akhir September kemarin. Saya sendiri sepertinya dicomot gegara dianggap ndak punya banyak pekerjaan saat jam kantor. Atau bisa juga gegara kerap nyanyi-nyanyi menggumam lewat earpiece bluetooth saban hari jelang apel pagi.
Meski agak berat karena meyakini suara sendiri hanya bagus terdengar saat nyanyi di kamar mandi, namun demi melihat antusiasme 11 calon peserta lainnya yang merupakan orang-orang penuh dedikasi dalam bekerja, sayapun menyetujui bergabung dengan squad Megending DPKP. dan bersikeras menjadi stok cadangan, lantaran tim inti yang dipersyaratkan oleh panitia hanya 10 orang saja, 5 pria dan wanita.

Proses latihan bisa dikatakan berjalan dengan baik, meski amat sangat jarang bisa menghadirkan full team 12 orang peserta dalam sekali waktu, mengingat kesibukan masing-masing yang tak bisa diabaikan.
Saya sendiri baru merasa kewalahan untuk mengatur waktu, pasca ditunjuk kembali mengambil beban tanggung jawab pimpinan yang ditinggalkan awal Oktober kemarin. Sempat bingung juga, mau mengutamakan kepentingan yang mana. Syukurnya kedua pihak bisa memahami, atau bisa jadi terpaksa memahami semua aktifitas tambahan saya.
Eh, gimana maksudnya ?

Sementara itu, proses penguasaan aransemen bisa dikatakan cukup sulit. Mengingat secara pengalaman, sepertinya tak satupun dari kami, 12 peserta yang dilibatkan untuk menanggalkan rasa malunya, pernah melakukan hal yang sama apalagi diatas panggung. Koreksi kali kalo salah. He…
Bahkan hingga hari terakhir latihan, saya sendiri masih suka kelupaan kapan masuknya nada yang ditugaskan oleh pelatih unyu-unyu itu.
Begitu juga dengan koreografinya yang serius, ini beneran hasil kolaborasi si pelatih vokal yang sama, dan peserta. Tanpa ada campur ide dari pelatih koreografi khusus, yang sejatinya memang tidak kami miliki. Ups…
Jadi ya, dimaklumi saja, kalo lantas ada beberapa ide nyeleneh yang masuk dalam cerita dadakan, seperti penggunaan kacamata hitam, pose ngerayu saat lafu kedua atau bahkan lantunan kidung yang kemudian tidak jadi diterapkan hanya karena dianggap bertentangan dengan hasil technical meeting sebelumnya.

Lain lagi dengan dukungan, yang bisa dikatakan ‘ya begitulah…’
Mengingat untuk kebutuhan konsumsi dasar seperti air mineral dan snack ringan, rupanya sebagian besar ditalangi secara pribadi, oleh mereka yang ditugaskan untuk menghandel tim Megending ini.
Sampai-sampai ndak enak hati saat mengetahui fakta tersembunyi ini. Jadinya ya pas sempat, kami pun berupaya menyisihkan sedikit rejeki dari-Nya untuk nambah-nambahin konsumsi harian saban latihan.

Tapi so far so good lah.
Bagi saya pastinya.
Ya mau gimana lagi ?
Memang harus diakui bahwa kami tidak mampu sepenuhnya berkonsentrasi dengan kegiatan Megending ini mengingat tugas dan kewajiban kerja yang tak bisa diabaikan. Saya sendiri pagi tadi, pikiran sempat awut-awutan lantaran ada panggilan pemeriksaan lapangan dari Inspektorat Provinsi terkait kegiatan fisik yang sedang berjalan, secara dadakan pula, tanpa konfirmasi sehari sebelumnya. Edan bener… padahal jelas sudah menyampaikan alasan mau tampil Megending dua nomor urut lagi, tetep saja tim pemeriksa ngotot minta didampingi. Ealah… Syukur ada kolega yang bisa menemani mereka turun ke lapangan pagi tadi. Kalo ndak, bisa macem macem deh nantinya.

Hasil, sebenarnya sudah bisa ditebak. Dari Tiga nominasi Utama, Tiga nominasi Harapan dan Empat nominasi Favorit, tak satupun yang bisa digondol pulang. Widih… kasian banget. Hahaha…

Tapi terlepas dari itu semua, ada banyak kenangan yang bisa disimpan saat kami semua berproses didalamnya. Dari suasana latihan yang penuh tawa canda, hal yang jarang didapatkan dari lintas bidang selama ini, juga official pelatih yang unyu-unyu menjadi hiburan di kala penat mulai melanda.
Yang ndak kalah seru, ya aksi foto-foto candid juga gaya sosialita ibu-ibu, nyaris menghabiskan memory ponsel dengan berbagai aksi terkini. Termasuk ‘boomerang’ yang sering dibuat putri pertama saya di rumah.

Ternyata semua itu bisa cepat berlalu.
Dan besok, kami sudah harus kembali lagi berkutat dengan pekerjaan masing-masing, memasang wajah serius demi menyelesaikan tugas dan kewajiban awal hingga akhir tahun nanti.

Terima Kasih ya kawan-kawan yang sudah mengajak saya serta Megending tahun ini. Semoga semua cerita yang ada bisa menjadi kenangan bagi kita semua.
Tetap semangat !!!

Berkenalan dengan Scoop demi Menumbuhkan Minat Baca di Layar Ponsel

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Stupid Idea…
Berlangganan Scoop Premium ini memang nyebelin. Selain bikin habis waktu buat baca puluhan koleksinya, juga bikin habis internal memory buat unduh buku/majalah berKualitas…
Sudah begitu, bikin habis batere ponsel dan bikin habis kuota internet.
Asyeeem tenan…

Geregetan…
Bayangin, hanya dengan 89ribu sebulan, Scoop menawarkan opsi baca “All You Can Read”. Ini mirip mentraktir habis orang gendut yang suka makan meski kekenyangan ya tetep nambah. Edan memang aplikasi satu ini.
Tapi ya ini baru satu kategori yang saya coba, belum jua kelar sedari awal aksi. Bagaimana kalo penasaran nyoba kategori lainnya ?

Scoop, awas jangan kepleset dengan merek motor ya, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk pasar perangkat pintar, bisa diunduh secara gratis dan menyediakan ribuan koleksi buku utamanya terbitan Gramedia, dengan cara pembelian per item atau berlangganan bulanan.

Tadinya sih hanya karena penasaran pengen baca tabloid ponsel macam Sinyal yang infonya kini terbit kembali dalam bentuk majalah, berhubung S-Lime gak lagi menyediakan, apa daya nemunya malah Gudang Buku macam nongkrong di Taman Baca Kesiman kemarin.
Dasarnya memang suka baca ya seperti dapat harta karun gitu deh. Mirip buk ibuk kalo lagi belanja tas dan kebaya di jualan online.
Kesetanan…

Tapi ya wajar, Scoop menawarkan fitur Premium yang salah satunya bertajuk “All You Can Read” tadi. Efek sampingnya ya gitu.
Habis waktu buat scroll scroll layar buat nyari buku yang asyik buat dibaca, Habis Memory Internal buat nyimpen arsipnya, Habis daya batere karena mau ndak mau ya menatap layar ponsel terus menerus, dan terakhir ya Habis Kuota. Kalo ini sih bisa diakali pake Kuota Malam. He…

Kalian ndak tertarik ?

Mencoba Permainan Otak

Category : tentang iLMu tamBahan

Hanya 1 dari 5 orang yang bisa memecahkan Kode Gembok diatas… Kalian Bisa ?

Yuk kita coba…

Petunjuk ke 4, nomor 1, nomor 5 dan nomor 7 diabaikan
Petunjuk ke 1, nomor 1 diabaikan, terdapat nomor 4 atau nomor 6

Petunjuk ke 5,
– apabila nomor 8 yang benar maka nomor 2 dan nomor 9 salah… berarti tidak sesuai dengan Petunjuk ke 3, dimana 2 nomor benar… berarti nomor 8 diabaikan
– apabila nomor 2 yang benar namun salah posisi, maka nomor 8 dan nomor 9 salah… namun melihat dari Petunjuk ke 2 dan ke 3, nomor 2 tidak bisa dianggap sebagai salah satu unsur, mengingat di ketiga petunjuk tersebut tidak ada yang membenarkan posisi nomor 2, berarti nomor 2 diabaikan…
Sehingga dari 2 pemaparan atas petunjuk diatas, nomor 9 merupakan salah satu unsur jawaban Pertama yang ditemukan, namun tidak di posisi Tengah

Petunjuk ke 3, nomor 9 dikatakan Salah Posisi berarti posisi nomor 9 yang Tepat adalah di Kiri.
Ditambah nomor 3 sebagai salah satu Unsur Jawaban Kedua yang ditemukan, namun masih salah Posisi.

Petunjuk ke 2, nomor 2 dan nomor 8 diabaikan, maka nomor 4 merupakan salah satu unsur jawaban Ketiga yang ditemukan, namun dikatakan salah posisi, dan apabila melihat pada Petunjuk ke 1, dimana nomor 4 berada pada posisi Benar, maka di Posisi Tengah.

Kembali pada Petunjuk ke 3 dimana nomor 3 dan nomor 9 merupakan unsur jawaban yang Benar namun dalam Posisi yang Salah, maka nomor 3 berada di Posisi Kanan.

Jadi Jawabannya adalah…
9 4 3

Bagimana pendapat kalian ?

April Mop Tahun 2017 ?

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Hari ini saya jadi sedikit mellow. Gegaranya dapat info bahwa salah satu pimpinan terBaik yang saya miliki, per pagi ini akan dipindahtugaskan ke Unit lain. Kalo ndak salah, hari ini memang ada jadwal pelantikan Eselon II di Kabupaten Badung.

Empat Tahun sudah saya berada dibawah kepemimpinan Beliau. Satu masa yang panjang kalo dilihat dari banyaknya pengalaman didapat sejauh ini.
Mangkel dan kecewa, ah itu sudah biasa.
Yang tidak biasa adalah rasa Bangga yang muncul, saat menyadari bahwa apa yang sesungguhnya Beliau pinta, bisa saya siapkan sebelum dikatakan.
Aneh aja kalo sampai begitu sebetulnya.

Sosok pemimpin yang satu ini mengingatkan saya pada figur Miranda sang pemimpin sebuah majalah fashion ternama pada film Devil Wears Prada yang diperankan oleh Meryl Streep, sosok yang keras pada bawahan namun diyakinkan bahwa ia seperti itu, hanya karena menjalankan tugasnya saja.
Jika sampai mengeluh akan kejamnya perlakuan yang didapat, maka mundur saja. Masih banyak antrean di luar yang rela antre untuk dapat ditempatkan pada posisi kerja sang bawahan.
Edan memang…

Sayangnya ini kali kedua saya kehilangan mentor yang sedemikian hebat menanamkan pola pikir dan etos kerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung dari saat menjadi staf di Bina Marga terdahulu sampai duduk di kursi jabatan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Sehingga sebetulnya saya hanya bisa berharap, bahwa ini hanyalah sebuah April Mop di awal tahun 2017. Mengingat masih banyak rencana yang tadinya akan dilakukan bersama-sama di unit baru, tempat saya ditugaskan kini.

dan Entah bagaimana perjalanan ini akan berproses nantinya…

4 Hal Wajib Baca dari Polis Asuransi

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagian besar dari kita, ya kalian dan juga saya, pasti pernah merasa enggan untuk membaca Polis Asuransi, dengan alasan tebalnya dokumen, sulitnya memahami alur klaim atau penggunaan istilah asing yang membingungkan. Cenderung menyerahkan semua hal pada agent yang biasanya masih menjadi saudara, teman dekat ataupun relasi kantor. Atas dasar tidak mau repot.
Padahal jelas itu salah.

Permasalahan biasanya hadir saat klaim tiba.
Banyak nasabah Asuransi, apapun itu bentuknya, merasa tertipu lantaran klaim cenderung menyulitkan. Tidak semudah saat pengajuan atau permohonan agent.
Setelah ditelisik, rupanya ada hal-hal yang luput dari pengamatan hanya karena malas membaca lebih lanjut isi dan ketentuan yang tertera dalam sebuah Polis Asuransi. Maka itu ya sudah sewajarnya kita, ya kalian juga saya termasuk didalamnya, agar mengupayakan waktu luang untuk membaca draft Polis yang disampaikan agent sebelum menandatangan lembar persetujuan, ataupun setelah Polis Asuransi diserahterimakan.
Jangan sampai menyesal saat semua asa dibutuhkan namun malah menggantung nda jelas.
Simak Tips berikut ya.
4 Hal Wajib Baca dari Polis Asuransi. Demi kebaikan kita, para Nasabah.

1. Pahami dan Yakinkan Diri bahwa Polis Asuransi bersifat Final dan Mengikat
Ini Penting.
Bahwa ketika kalian menandatangan Polis Asuransi sebagai tanda awal pembayaran premi dan juga kemungkinan klaim pertama, dokumen tersebut laiknya kontrak kerja yang bersifat Final dan Mengikat.
Apapun kondisi klaim nantinya, semua akan kembali ke laptop. Eh Polis Asuransi.
Baik itu teknis yang biasanya sudah diketahui nasabah sebelum Polis ditandatangan hingga ketentuan tambahan yang bisa jadi nantinya luput untuk dicermati.

2. Sempatkan diri untuk membaca Polis Asuransi dan Tanyakan pada Agent apabila ada yang tidak dipahami

Ketika menerima draft Polis Asuransi ataupun yang telah ditandatangan terdahulu, sempatkan diri untuk membaca Polis dalam waktu luang tertentu. Dan apabila ada hal-hal yang kurang dipahami, apakah terkait istilah yang digunakan dan penjelasannya yang dapat dilihat pada halaman glosari, ataukah alur klaim dan teknis lainnya.
Jika Agent tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai, disinilah waktunya untuk memikirkan kembali beralih ke yang lain atau meminta penjelasan dari pimpinan yang bersangkutan, agar jangan sampai ketika melakukan klaim tidak dipersulit atau bahkan merasa ditipu.

3. Cermati Lembar Pernyataan dan hal-hal yang berkaitan dengan Identitas Pribadi
Disamping membaca klausul, penting juga mencermati lembar pernyataan yang ada dalam Polis Asuransi yang nantinya akan menjadi patokan dan dasar dalam pengajuan klaim, utamanya berkaitan identitas pribadi, penulisan dan kelengkapan yang sesuai dengan kepemilikan KTP.
Sebab apabila terjadi perbedaan antara yang tertera dalam Polis Asuransi dengan identitas klaim tentu akan memperlambat proses atau paling parah ya tidak bisa diklaim lebih lanjut.
Berkaitan dengan hal diatas, bisa lirik lirik hal-hal sebagai berikut :
– Nama tertanggung
– Nama Pemegang Polis
– Nama penerima manfaat
– Alamat tertanggung
– Uang pertanggungan asuransi
– Lingkup jaminan
– Fasilitas tambahan dalam bentuk rider, clause dan warranty
– Periode Asuransi
– Potongan biaya yang dikenakan (Untuk Asuransi yang dibagi dengan investasi)
– Nilai premi yang harus dibayar dan cara pembayaran
– Tanggal terbit polis dan masa berlaku
– Tanda tangan penanggung

4. Pahami pula Pengecualian Pertanggungan Asuransi dan Klaim
Tidak semua kondisi yang masuk dalam pertanggungan asuransi dapat diajukan klaim. Hal ini dapat dilihat dari klausul Pengecualian.
Upaya Bunuh Diri, atau kecelakaan bahkan sakit yang disengaja akibat mengambil aktifitas yang ekstrem biasanya tidak bisa diklaim sebagai bentuk pertanggungan Asuransi. Jadi jangan sampai salah perkiraan ya.

Kira-kira itu 4 hal yang Wajib kalian baca dan cermati dalam Polis Asuransi untuk kebaikan sendiri, sebagai bagian dari nasabah yang cerdas. Hal lain yang sekiranya dibutuhkan dapat dibaca di halaman membaca polis asuransi.

Menikmati Kemewahan Uber Black

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

“Ada Harga Tentu Ada Rupa…”

Kurang lebih begitu yang saya rasakan ketika mencoba Uber Black semalam, pulang dari Kementrian PU PERA, menerapkan saran pimpinan yang tidak puas atas pelayanan salah satu Driver UberX sesaat kami tiba di Bandara Cengkareng Rabu malam lalu.
Saran ini dilontarkan ketika usai membaca halaman web resmi Uber, dengan harapan semakin berkelas kendaraannya, biasanya sih baik pengemudi maupun kondisi kendaraannya bisa jauh lebih nyaman.
Masuk Akal…

Fortuner Putih hadir menjemput saya sesaat setelah keluar dari pintu masuk Kementrian PU PERA, pengemudinya bernama Erlangga. Kalo nda salah ingat. Interior kendaraan besutan Toyota ini tampak nyaman dan bersih, meski dipenuhi dengan Gadget dan perlengkapannya. Gaya Anak Muda.
Pembawaannya tenang, dan ketika di sapa, obrolan kami mulai mengalir hangat.

Saya sendiri enggan bertanya tentang hal pribadi yang bersangkutan. Hanya soal Uber, kenapa Uber dipilih, dan bagaimana Uber digunakan.
Ini semacam membaca petunjuk penggunaan yang dibahasakan dengan gaya bicara mudah dipahami, dengan topik yang bisa dipilih secara acak.

Ada banyak hal baru yang kemudian bisa saya ketahui dengan menumpang kendaraan mewah yang mas Erlangga miliki. Utamanya terkait Teknis Uber dari sudut pandang Driver, juga kisi-kisi kecil dari sudut pandang Rider.
Saya sendiri baru tahu bahwa rating bintang yang tersemat pada Driver, yang diberikan oleh Rider, rupanya berlaku pula sebaliknya. Jika semakin rendah rating bintang seorang Driver menandakan kurangnya pelayanan yang ia berikan pada Rider, rendahnya rating bintang seorang Rider bisa jadi merupakan cerminan diri yang mungkin agak cerewet atau bermasalah.
Namun ada kemungkinan pemberian rating bintang pada Rider merupakan aksi balas dendam Driver yang diberi rating bintang terbatas usai perjalanan. Ceritanya ya Balas Dendam.
Hehehe…

Mencoba pemesanan Uber Black sebagai salah satu bentuk harapan pada sebuah kenyamanan, kelihatannya belum mampu dilakukan pesaingnya sendiri yaitu Grab.
Karena pada opsi aplikasi yang saya pantau tadi sore, keknya belum tersedia pilihan Grab Car dengan kelas yang lebih tinggi secara terpisah.
Bisa jadi ya satu keberuntungan saja apabila bisa menemukan Grab Car dengan model menengah ke atas.

Hal serupa juga saya pantau di aplikasi Blue Bird Taksi yang kini sudah merambah pengguna Android. Padahal rasa-rasanya sekitar dua tiga tahun lalu saya masih sempat mencoba Silver Bird pasca tugas dinas, namun kini tak bisa ditemukan di pasar aplikasi milik Google. Padahal model ini adalah pilihan menengah ke atasnya Blue Bird group kalo nda salah.

Balik ke topik, usai merasakan kenyamanan Uber Black dari Kementrian PU PERA ke Harris Tebet melalui Toyota Fortuner Putih milik mas Erlangga, saya hanya dikenai biaya sekitar 107 ribuan saja yang rupanya dibayar lunas oleh Credit yang semalam dikembalikan oleh Uber pasca melaporkan komplain pengemudi yang tak sesuai profil aplikasi dan cara mengemudi yang membahayakan itu.
Ya kaget juga sih.
Rupanya Aplikasi Uber secara default mengatur penggunaan Credit ataupun dana yang tersimpan pada aplikasi sebagai pembayaran perjalanan, yang bisa dinonaktifkan apabila pengguna ingin menyimpannya belakangan.

Bagaimana pendapat kalian ?