Berkenalan dengan Scoop demi Menumbuhkan Minat Baca di Layar Ponsel

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Stupid Idea…
Berlangganan Scoop Premium ini memang nyebelin. Selain bikin habis waktu buat baca puluhan koleksinya, juga bikin habis internal memory buat unduh buku/majalah berKualitas…
Sudah begitu, bikin habis batere ponsel dan bikin habis kuota internet.
Asyeeem tenan…

Geregetan…
Bayangin, hanya dengan 89ribu sebulan, Scoop menawarkan opsi baca “All You Can Read”. Ini mirip mentraktir habis orang gendut yang suka makan meski kekenyangan ya tetep nambah. Edan memang aplikasi satu ini.
Tapi ya ini baru satu kategori yang saya coba, belum jua kelar sedari awal aksi. Bagaimana kalo penasaran nyoba kategori lainnya ?

Scoop, awas jangan kepleset dengan merek motor ya, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk pasar perangkat pintar, bisa diunduh secara gratis dan menyediakan ribuan koleksi buku utamanya terbitan Gramedia, dengan cara pembelian per item atau berlangganan bulanan.

Tadinya sih hanya karena penasaran pengen baca tabloid ponsel macam Sinyal yang infonya kini terbit kembali dalam bentuk majalah, berhubung S-Lime gak lagi menyediakan, apa daya nemunya malah Gudang Buku macam nongkrong di Taman Baca Kesiman kemarin.
Dasarnya memang suka baca ya seperti dapat harta karun gitu deh. Mirip buk ibuk kalo lagi belanja tas dan kebaya di jualan online.
Kesetanan…

Tapi ya wajar, Scoop menawarkan fitur Premium yang salah satunya bertajuk “All You Can Read” tadi. Efek sampingnya ya gitu.
Habis waktu buat scroll scroll layar buat nyari buku yang asyik buat dibaca, Habis Memory Internal buat nyimpen arsipnya, Habis daya batere karena mau ndak mau ya menatap layar ponsel terus menerus, dan terakhir ya Habis Kuota. Kalo ini sih bisa diakali pake Kuota Malam. He…

Kalian ndak tertarik ?

Mencoba Permainan Otak

Category : tentang iLMu tamBahan

Hanya 1 dari 5 orang yang bisa memecahkan Kode Gembok diatas… Kalian Bisa ?

Yuk kita coba…

Petunjuk ke 4, nomor 1, nomor 5 dan nomor 7 diabaikan
Petunjuk ke 1, nomor 1 diabaikan, terdapat nomor 4 atau nomor 6

Petunjuk ke 5,
– apabila nomor 8 yang benar maka nomor 2 dan nomor 9 salah… berarti tidak sesuai dengan Petunjuk ke 3, dimana 2 nomor benar… berarti nomor 8 diabaikan
– apabila nomor 2 yang benar namun salah posisi, maka nomor 8 dan nomor 9 salah… namun melihat dari Petunjuk ke 2 dan ke 3, nomor 2 tidak bisa dianggap sebagai salah satu unsur, mengingat di ketiga petunjuk tersebut tidak ada yang membenarkan posisi nomor 2, berarti nomor 2 diabaikan…
Sehingga dari 2 pemaparan atas petunjuk diatas, nomor 9 merupakan salah satu unsur jawaban Pertama yang ditemukan, namun tidak di posisi Tengah

Petunjuk ke 3, nomor 9 dikatakan Salah Posisi berarti posisi nomor 9 yang Tepat adalah di Kiri.
Ditambah nomor 3 sebagai salah satu Unsur Jawaban Kedua yang ditemukan, namun masih salah Posisi.

Petunjuk ke 2, nomor 2 dan nomor 8 diabaikan, maka nomor 4 merupakan salah satu unsur jawaban Ketiga yang ditemukan, namun dikatakan salah posisi, dan apabila melihat pada Petunjuk ke 1, dimana nomor 4 berada pada posisi Benar, maka di Posisi Tengah.

Kembali pada Petunjuk ke 3 dimana nomor 3 dan nomor 9 merupakan unsur jawaban yang Benar namun dalam Posisi yang Salah, maka nomor 3 berada di Posisi Kanan.

Jadi Jawabannya adalah…
9 4 3

Bagimana pendapat kalian ?

April Mop Tahun 2017 ?

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Hari ini saya jadi sedikit mellow. Gegaranya dapat info bahwa salah satu pimpinan terBaik yang saya miliki, per pagi ini akan dipindahtugaskan ke Unit lain. Kalo ndak salah, hari ini memang ada jadwal pelantikan Eselon II di Kabupaten Badung.

Empat Tahun sudah saya berada dibawah kepemimpinan Beliau. Satu masa yang panjang kalo dilihat dari banyaknya pengalaman didapat sejauh ini.
Mangkel dan kecewa, ah itu sudah biasa.
Yang tidak biasa adalah rasa Bangga yang muncul, saat menyadari bahwa apa yang sesungguhnya Beliau pinta, bisa saya siapkan sebelum dikatakan.
Aneh aja kalo sampai begitu sebetulnya.

Sosok pemimpin yang satu ini mengingatkan saya pada figur Miranda sang pemimpin sebuah majalah fashion ternama pada film Devil Wears Prada yang diperankan oleh Meryl Streep, sosok yang keras pada bawahan namun diyakinkan bahwa ia seperti itu, hanya karena menjalankan tugasnya saja.
Jika sampai mengeluh akan kejamnya perlakuan yang didapat, maka mundur saja. Masih banyak antrean di luar yang rela antre untuk dapat ditempatkan pada posisi kerja sang bawahan.
Edan memang…

Sayangnya ini kali kedua saya kehilangan mentor yang sedemikian hebat menanamkan pola pikir dan etos kerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung dari saat menjadi staf di Bina Marga terdahulu sampai duduk di kursi jabatan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Sehingga sebetulnya saya hanya bisa berharap, bahwa ini hanyalah sebuah April Mop di awal tahun 2017. Mengingat masih banyak rencana yang tadinya akan dilakukan bersama-sama di unit baru, tempat saya ditugaskan kini.

dan Entah bagaimana perjalanan ini akan berproses nantinya…

4 Hal Wajib Baca dari Polis Asuransi

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagian besar dari kita, ya kalian dan juga saya, pasti pernah merasa enggan untuk membaca Polis Asuransi, dengan alasan tebalnya dokumen, sulitnya memahami alur klaim atau penggunaan istilah asing yang membingungkan. Cenderung menyerahkan semua hal pada agent yang biasanya masih menjadi saudara, teman dekat ataupun relasi kantor. Atas dasar tidak mau repot.
Padahal jelas itu salah.

Permasalahan biasanya hadir saat klaim tiba.
Banyak nasabah Asuransi, apapun itu bentuknya, merasa tertipu lantaran klaim cenderung menyulitkan. Tidak semudah saat pengajuan atau permohonan agent.
Setelah ditelisik, rupanya ada hal-hal yang luput dari pengamatan hanya karena malas membaca lebih lanjut isi dan ketentuan yang tertera dalam sebuah Polis Asuransi. Maka itu ya sudah sewajarnya kita, ya kalian juga saya termasuk didalamnya, agar mengupayakan waktu luang untuk membaca draft Polis yang disampaikan agent sebelum menandatangan lembar persetujuan, ataupun setelah Polis Asuransi diserahterimakan.
Jangan sampai menyesal saat semua asa dibutuhkan namun malah menggantung nda jelas.
Simak Tips berikut ya.
4 Hal Wajib Baca dari Polis Asuransi. Demi kebaikan kita, para Nasabah.

1. Pahami dan Yakinkan Diri bahwa Polis Asuransi bersifat Final dan Mengikat
Ini Penting.
Bahwa ketika kalian menandatangan Polis Asuransi sebagai tanda awal pembayaran premi dan juga kemungkinan klaim pertama, dokumen tersebut laiknya kontrak kerja yang bersifat Final dan Mengikat.
Apapun kondisi klaim nantinya, semua akan kembali ke laptop. Eh Polis Asuransi.
Baik itu teknis yang biasanya sudah diketahui nasabah sebelum Polis ditandatangan hingga ketentuan tambahan yang bisa jadi nantinya luput untuk dicermati.

2. Sempatkan diri untuk membaca Polis Asuransi dan Tanyakan pada Agent apabila ada yang tidak dipahami

Ketika menerima draft Polis Asuransi ataupun yang telah ditandatangan terdahulu, sempatkan diri untuk membaca Polis dalam waktu luang tertentu. Dan apabila ada hal-hal yang kurang dipahami, apakah terkait istilah yang digunakan dan penjelasannya yang dapat dilihat pada halaman glosari, ataukah alur klaim dan teknis lainnya.
Jika Agent tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai, disinilah waktunya untuk memikirkan kembali beralih ke yang lain atau meminta penjelasan dari pimpinan yang bersangkutan, agar jangan sampai ketika melakukan klaim tidak dipersulit atau bahkan merasa ditipu.

3. Cermati Lembar Pernyataan dan hal-hal yang berkaitan dengan Identitas Pribadi
Disamping membaca klausul, penting juga mencermati lembar pernyataan yang ada dalam Polis Asuransi yang nantinya akan menjadi patokan dan dasar dalam pengajuan klaim, utamanya berkaitan identitas pribadi, penulisan dan kelengkapan yang sesuai dengan kepemilikan KTP.
Sebab apabila terjadi perbedaan antara yang tertera dalam Polis Asuransi dengan identitas klaim tentu akan memperlambat proses atau paling parah ya tidak bisa diklaim lebih lanjut.
Berkaitan dengan hal diatas, bisa lirik lirik hal-hal sebagai berikut :
– Nama tertanggung
– Nama Pemegang Polis
– Nama penerima manfaat
– Alamat tertanggung
– Uang pertanggungan asuransi
– Lingkup jaminan
– Fasilitas tambahan dalam bentuk rider, clause dan warranty
– Periode Asuransi
– Potongan biaya yang dikenakan (Untuk Asuransi yang dibagi dengan investasi)
– Nilai premi yang harus dibayar dan cara pembayaran
– Tanggal terbit polis dan masa berlaku
– Tanda tangan penanggung

4. Pahami pula Pengecualian Pertanggungan Asuransi dan Klaim
Tidak semua kondisi yang masuk dalam pertanggungan asuransi dapat diajukan klaim. Hal ini dapat dilihat dari klausul Pengecualian.
Upaya Bunuh Diri, atau kecelakaan bahkan sakit yang disengaja akibat mengambil aktifitas yang ekstrem biasanya tidak bisa diklaim sebagai bentuk pertanggungan Asuransi. Jadi jangan sampai salah perkiraan ya.

Kira-kira itu 4 hal yang Wajib kalian baca dan cermati dalam Polis Asuransi untuk kebaikan sendiri, sebagai bagian dari nasabah yang cerdas. Hal lain yang sekiranya dibutuhkan dapat dibaca di halaman membaca polis asuransi.

Menikmati Kemewahan Uber Black

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

“Ada Harga Tentu Ada Rupa…”

Kurang lebih begitu yang saya rasakan ketika mencoba Uber Black semalam, pulang dari Kementrian PU PERA, menerapkan saran pimpinan yang tidak puas atas pelayanan salah satu Driver UberX sesaat kami tiba di Bandara Cengkareng Rabu malam lalu.
Saran ini dilontarkan ketika usai membaca halaman web resmi Uber, dengan harapan semakin berkelas kendaraannya, biasanya sih baik pengemudi maupun kondisi kendaraannya bisa jauh lebih nyaman.
Masuk Akal…

Fortuner Putih hadir menjemput saya sesaat setelah keluar dari pintu masuk Kementrian PU PERA, pengemudinya bernama Erlangga. Kalo nda salah ingat. Interior kendaraan besutan Toyota ini tampak nyaman dan bersih, meski dipenuhi dengan Gadget dan perlengkapannya. Gaya Anak Muda.
Pembawaannya tenang, dan ketika di sapa, obrolan kami mulai mengalir hangat.

Saya sendiri enggan bertanya tentang hal pribadi yang bersangkutan. Hanya soal Uber, kenapa Uber dipilih, dan bagaimana Uber digunakan.
Ini semacam membaca petunjuk penggunaan yang dibahasakan dengan gaya bicara mudah dipahami, dengan topik yang bisa dipilih secara acak.

Ada banyak hal baru yang kemudian bisa saya ketahui dengan menumpang kendaraan mewah yang mas Erlangga miliki. Utamanya terkait Teknis Uber dari sudut pandang Driver, juga kisi-kisi kecil dari sudut pandang Rider.
Saya sendiri baru tahu bahwa rating bintang yang tersemat pada Driver, yang diberikan oleh Rider, rupanya berlaku pula sebaliknya. Jika semakin rendah rating bintang seorang Driver menandakan kurangnya pelayanan yang ia berikan pada Rider, rendahnya rating bintang seorang Rider bisa jadi merupakan cerminan diri yang mungkin agak cerewet atau bermasalah.
Namun ada kemungkinan pemberian rating bintang pada Rider merupakan aksi balas dendam Driver yang diberi rating bintang terbatas usai perjalanan. Ceritanya ya Balas Dendam.
Hehehe…

Mencoba pemesanan Uber Black sebagai salah satu bentuk harapan pada sebuah kenyamanan, kelihatannya belum mampu dilakukan pesaingnya sendiri yaitu Grab.
Karena pada opsi aplikasi yang saya pantau tadi sore, keknya belum tersedia pilihan Grab Car dengan kelas yang lebih tinggi secara terpisah.
Bisa jadi ya satu keberuntungan saja apabila bisa menemukan Grab Car dengan model menengah ke atas.

Hal serupa juga saya pantau di aplikasi Blue Bird Taksi yang kini sudah merambah pengguna Android. Padahal rasa-rasanya sekitar dua tiga tahun lalu saya masih sempat mencoba Silver Bird pasca tugas dinas, namun kini tak bisa ditemukan di pasar aplikasi milik Google. Padahal model ini adalah pilihan menengah ke atasnya Blue Bird group kalo nda salah.

Balik ke topik, usai merasakan kenyamanan Uber Black dari Kementrian PU PERA ke Harris Tebet melalui Toyota Fortuner Putih milik mas Erlangga, saya hanya dikenai biaya sekitar 107 ribuan saja yang rupanya dibayar lunas oleh Credit yang semalam dikembalikan oleh Uber pasca melaporkan komplain pengemudi yang tak sesuai profil aplikasi dan cara mengemudi yang membahayakan itu.
Ya kaget juga sih.
Rupanya Aplikasi Uber secara default mengatur penggunaan Credit ataupun dana yang tersimpan pada aplikasi sebagai pembayaran perjalanan, yang bisa dinonaktifkan apabila pengguna ingin menyimpannya belakangan.

Bagaimana pendapat kalian ?

Uber atau Grab ?

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

“Kalo Bapak pake Grab, masuk mobil, ponsel disimpen, trus Tidur…
Nah kalo pake Uber, masuk mobil, ambil ponsel, trus Buka GPS…”

Anekdot macam gitu disampaikan oleh mas Deddy, driver Grab yang saya coba di pengalaman pertama kemarin, meluncur ke Bandara Cengkareng dari Harris Hotel dimana menginap selama di Jakarta.
Unik dan Lucu.
Tapi apa iya ?

Uber, menurut driver Fortuner yang ditumpangi semalam, ketika Rider mengajukan pemesanan, driver tidak dinfo lebih lanjut terkait rute tujuan dan tarif yang nantinya akan dibayarkan.
Hal ini berbeda dengan Grab yang sejak awal pemesanan, si driver bisa melihat kedua informasi tersebut sebelum mengambil penumpang dan mengantarkannya.

Tapi sebelum lanjut, diantara kalian ada yang belum tau Uber atau Grab ?

Keduanya merupakan alternatif transportasi yang dapat dimanfaatkan melalui aplikasi online pada ponsel calon pengguna, dan belakangan (utamanya di Bali) masih menjadi perdebatan terkait boleh tidaknya mereka beroperasi karena dianggap mengancam kelangsungan hidup para pekerja jasa taksi konvensional.
Istilah Driver untuk mereka yang berstatus pengemudi Uber ataupun Grab, dan Rider untuk pengguna atau penumpangnya.
Gitu siy keknya…

Lanjut ke topik terkait,
Berhubung dalam aplikasi Uber tidak tertera biaya perjalanan secara pasti (hanya perkiraan awal yang kalo nda salah muncul di layar ponsel calon pengguna), yang dibayarkan biasanya akan berbeda bergantung dari rute jalan yang akan dilalui nantinya.
Sebaliknya, Grab yang sejak awal sudah menyepakati biaya perjalanan yang terpampang jelas pada layar ponsel di kedua pihak, mau tidak mau memaksa Driver untuk memilih jalur jalan tercepat ke lokasi tujuan demi menghemat pengeluaran bahan bakar.
Jadi masuk akal kan ya ?

Yang bikin makin Unik, disadari atau tidak, meski kedua Driver menyatakan kedua moda transportasi online ini memiliki perhitungan tarif yang nyaris sama, secara saya pada akhirnya meyakini bahwa benar adanya, memanfaatkan Grab jauh lebih irit ketimbang Uber, baik secara perhitungan dalam memilih jalur perjalanan tadi ataupun biaya total yang nantinya akan dibayarkan, sesuai perkiraan informasi di awal pemesanan.
Gak percaya ?

Dalam percobaan pertama hari ini, saya mendapati biaya perjalanan Grab dari Harris Hotel Tebet menuju Bandara Cengkareng pada pukul 12 siang tadi adalah sebesar 99ribu. dan itu disetujui oleh mas Deddy, driver kendaraan Datsun Go yang langsung memberikan banyak pengalaman baru dalam aksi tersebut.
Sementara Uber yang dalam hal ini saya coba ambil informasi di dua jenis kendaraan, yaitu UberX untuk kendaraan miniVan macam Avanza, Xenia atau Mobilio dikenai perkiraan sekitar 205ribuan, sementara Uber Black dengan kendaraan paling minim berupa Innova (kemarin malam saya beruntung mendapatkan Fortuner) memberi perkiraan biaya sekitar 320ribuan. Mahal ya ?

Seandainya saja dari perkiraan awal sudah sedemikian besarnya ? Bagaimana jika dalam perjalanan Driver Uber mengambil jalan memutar terlebih dahulu mengingat secara Rider macam saya yang tak paham rute, bisa jadi menyebabkan tambahan pada biaya awal tadi ?
Sedang Grab ?
Owh, sudah nda ada nego lagi. Mau dibawa kemanapun oleh Driver, tetep segitu. Hehehe…

Bener gak ya, pemikiran diatas ?
Kalian yang sudah pernah mencoba atau membandingkan keduanya, boleh sharing pengalaman disini.

Belajar menggunakan Aplikasi BPJS Kesehatan

Category : tentang iLMu tamBahan

Ternyata hanya butuh waktu luang saja kok kalo mau belajar pake Aplikasi sederhana kek gini…

Ha… quote diatas pas banged untuk jadi awal postingan kali ini.
Gegaranya dari awal instalasi sampe pagi tadi, rasanya kok saya gagal terus untuk bisa login/register di aplikasi BPJS Kesehatan yang bisa ditemukan dengan mudahnya di Play Store perangkat Android. Baru sambil duduk antre di ruang tunggu gerai BPJS Denpasar, keinginan ini tercapai.
Dengan Sukses.

Tadinya saya kesulitan untuk mencari tau status pembayaran BPJS keluarga, baik Bapak, Ibu dan Bibi yang belajar dari kesalahan masa lalu, sempat mandeg pelayanannya gegara akun Bapak dan Ibu, belum dibayarkan hingga setahun lebih.
Pembayaran pertama dan terakhir kalo nda salah pas bikin akun mereka bersamaan dengan kelahiran Gek Ara, Februari 2015 lalu.
Maka itu, ya bingung juga pas tempo hari nyobain bayar lewat ATM Mandiri, berkali-kali gagal setelah mesin menyatakan saya ‘tidak memiliki ID/NPWP yang terdaftar pada Virtual Account’. Waduh…

Baru menyadari ada kesalahan input data di ATM setelah dijelaskan lebih jauh oleh petugas di gerai BPJS tadi, bahwasanya menghapus dua digit awal pada kartu yaitu angka ’00’nya, baru proses bisa berhasil berjalan. Mantap…
Sedang untuk akun Bapak dan Ibu ya tetap gagal. Entah kenapa…

Tapi begitu mencoba aplikasi BPJS Kesehatan ini, baru tau kalo akun Bapak dan Ibu masih menyisakan saldo sekitar 600ribuan yang nda masuk tagihan atau denda.
Apa ini penyebabnya ya ?

Bisa jadi pembayaran iuran BPJS Kesehatan Individu musti menunggu sisa saldo habis dulu atau masuk pada tenggat waktu minimal baru bisa dilanjutkan ?
Mungkin kalian yang lebih paham bisa menjawab nantinya.

Balik ke aplikasi, informatif sekali keknya ya ?
Dari Data Peserta yang ada dalam KK kita, Faskes 1 nya dimana, sampe informasi sisa tunggakan pembayarannya pun ada.
Cuma untuk riwayat pemeriksaannya saja yang belum optimal.

Bagi kalian yang ingin mencoba aplikasi ini lebih jauh, cukup menyiapkan Kartu Keluarga saja sebagai contekan, demi melihat nomor NIK/KTP dan data lain yang dibutuhkan.
Sederhana kok prosesnya. Cukup punya waktu luang saja ?

5 Jenis Vacuum Cleaner Yang Perlu Anda Ketahui

Category : tentang iLMu tamBahan

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan vacuum cleaner bukan? Vacuum cleaner merupakan alat penghisap debu yang biasa digunakan untuk membersihkan karpet, sela-sela jendela, interior mobil dan lainnya. Memang belum semua keluarga atau rumah memiliki vacuum cleaner, namun karena pemakaiannya yang praktis, vacuum cleaner saat ini mulai banyak diminati apalagi bagi para ibu muda dan pasangan yang baru menikah.

Bagi kalian yang ingin membeli vacuum cleaner, pasti masih bingung untuk menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai dirumah. Banyaknya jenis vacuum cleaner memang terkadang membuat beberapa orang bingung dengan fungsinya sendiri, oleh karena itu berikut ini berbagai jenis vacuum cleaner yang perlu kalian ketahui sebelum membeli jenis yang cocok untuk dipakai.

1. Upright
Vacuum cleaner dengan jenis upright ini biasa digunakan untuk membersihkan karpet. Karena semua bagiannya menyatu dimulai dari penghisap yang ada di bagian bawah dan menempel dengan lantai, hingga bagian penyaring yang menyatu dengan pegangan tangan. Vacuum cleaner jenis ini cocok dipakai di ruangan yang tidak terlalu banyak barang, karena designnya yang lebih minimalis dan memiliki corong lebar di bagian bawahnya.

2. Drum
Berbeda dengan jenis upright, vacuum cleaner drum memiliki design yang lebih fleksibel. Vacuum cleaner dengan jenis ini memiliki pipa panjang sehingga mempermudah kalian untk menjangkau bagian yang sempit dan kecil. Selain itu tempat penyaringannya pun terpisah tidak seperti jenis upright.

3. Hand held
Vacuum cleaner jenis ini banyak digunakan untuk membersihkan mobil. Karena designnya yang mudah digengam serta dibawa kemana saja saat hendak membersihkan kendaraan. Selain itu vacuum cleaner jenis ini juga dapat menjangkau ke daerah yang sulit dijangkau seperti sudut ruangan atau sudut kecil di dalam kendaraan anda.

4. Canister
Jenis ini adalah yang paling banyak digunakan oleh ibu rumah tangga, bentuknya yang mirip dengan vacuum cleaner jenis drum banyak dipakai oleh para ibu rumah tangga karena mudah menjangkau sudut yang sulit. Selain itu vacuum cleaner ini juga sangat fleksibel untuk digunakan.

5. Robotic
Canggihnya teknologi yang ada juga memacu beberapa vendor vacuum cleaner untuk membuat vacuum cleaner jenis robot. Cara kerjanya sendiri hampir 90% di control menggunakan remote control, namun memang belum banyak yang menggunakan jenis ini dikarenakan harganya yang terbilang cukup mahal.

Bagaimana, apa anda sudah menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai? Untuk lebih memudahkan lagi anda juga bisa lihat berbagai macam jenis vacuum cleaner di sini http://www.mataharimall.com/p-661/penghisap-debu. Tentunya akan ada banyak penawaran menarik di akhir tahun ini.
Selamat berbelanja.