Perjalanan Tiga Kepentingan ; Berhenti Malas, Mulailah Bekerja Keras

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Matahari belum menampakkan diri saat kaki melangkah santai memasuki Gate 1B Bandara Ngurai Rai Selasa pagi tadi. Sebuah perjalanan yang sudah direncanakan sejak lama untuk membawa tiga misi kepentingan bagi Pemerintah Kabupaten Badung.

Pertama persoalan Rumah Susun. Dimana berdasar hasil PraKonreg yang dihadiri perwakilan SNVT Provinsi Bali di Semarang Februari lalu, infonya Badung mendapat alokasi pembangunan Rumah Susun 3 lantai bagi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada tahun 2019 nanti. Ini menjadi pertanyaan besar, mengingat dari Kabupaten sendiri tidak ada usulan yang disampaikan ke tingkat provinsi ataupun pusat. Kami menyambangi Dirjen Rumah Susun di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meyakinkan perihal ini serta memastikan persoalan serta solusi yang nantinya dapat diambil agar kelak usulan diatas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Berlanjut ke gedung Heritage di areal Kementrian yang sama, kami menyasar Pusat Kebijakan dan Penerapan Teknologi untuk berdiskusi perihal pengujian mortar pada kegiatan konstruksi baik sebelum ataupun sesudah dibangun.
Pejabat yang mendampingi menyarankan kami untuk meluncur ke Bandung apabila menginginkan penjelasan atau paparan yang lebih teknis dari tim ahlinya. Maka itu besok pagi, kami berencana menindaklanjutinya bila tiga kepentingan hari ini bisa diselesaikan.

Agenda terakhir, mampir di Bappenas daerah Menteng, gedung Madiun lantai 4, mencoba memastikan perihal alokasi dana DAK Bidang Perumahan, yang informasinya tahun 2019 nanti akan diberikan kembali, padahal tahun 2017 lalu kami sudah pernah mengembalikannya mengingat secara prioritas penanganan tidak memenuhi aturan Perpres nomor 123 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik. Jangan sampai pengalaman yang sama terulang kembali mengingat akan ada imbasnya di skpd lainnya yang sampai saat ini masih membutuhkan pemanfaatan dana DAK dari pusat.

Berhenti malas, mulailah bekerja keras

Ini pengalaman kali pertama, menyelesaikan kepentingan di tiga tempat dalam waktu sehari diseberang lautan. Itupun sebenarnya waktu lebih banyak terbuang untuk akses transportasi menuju lokasi yang diharapkan.
Akan tetapi, demi kepentingan masyarakat Badung ya memang harus ikhlas dijalankan.

Ngobrolin 4 Pilar Kebangsaan bareng MPR RI

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Tadinya sih sempat mikir kalo sesi ngumpul kali ini bakalan garing. Lantaran otak sudah tertuju duluan ke wajah pimpinan MPR RI yang emang rada-rada serius gitu orangnya. Jarang banged saya liat becandanya. Tapi ya bisa dimaklumi sih, kan namanya juga pejabat jaman old.

Syukur opening act nya ada Mbak Mira Sahid, founder Komunitas Emak Blogger yang punya blog catchy banged di mata. Enak dipandang. Ndak kayak blog ini yang gersang kerontang.

Topik yang diangkat sebenarnya soal 4 Pilar Kebangsaan. Yang memaparkan ya MPR RI. Dalam hal ini ada 4 narasumber, 2 Bapak eh Pria Ganteng dan 2 Ibu eh Mbak Mbak. Maaf.
Pertama ada Mbak Siti Fauziah Kepala Biro Humas Setjen MPR RI yang bercerita soal apa saja makna 4 Pilar Kebangsaan gagasan Bapak Taufik Kiemas almarhum, Ketua MPR RI terdahulu.
Lalu lanjut ada Mas Andrianto, babang tamvan yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) MPR RI memaparkan soal Sosial Media dan peran generasi Jaman Now serta penyebaran Hoax yang belakangan makin masif saja penampakannya.
Ketiga ada ujung tombaknya narasumber, Mas Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR RI yang rupanya menjabat pula sekaligus sebagai Plt.Sekjen DPD RI, tampil casual dengan gaya bahasa yang sudah disesuaikan berdasar jenis undangan yang hadir, mengakui kesulitannya tersebut sebagai mantan orang Hukum yang selama ini berkutat dengan bahasa formal.
Lalu terakhir ada Mbak Rharas Asthining Palupi, mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Humas MPR RI, yang kini bertugas di bagian audit dan pengawasan. Beliau ini banyak membantu dalam mencairkan suasana hati para netizen Bali yang entah kenapa lebih banyak diamnya termasuk di akun sosial media sekalipun.

Di sela pemaparan, Mas Ma’ruf sempat berbagi puisi Manifesto 4 Pilar Kebangsaan ‘Masih Indonesiakah Kita’ yang isinya cukup membuat kami merenung.
Sekaligus memperkenalkan tagar baru Dari MPR Untuk NKRI ‘Ini Baru Indonesia‘.

Sesi tanya jawab secara pandangan saya pribadi, kurang seru. Bisa jadi yang hadir sebagai perwakilan netizen Bali hari ini belum mencakup semua segmen. Utamanya para aktivis sosial, atau bahkan Vlogger yang belakangan sudah makin diminati. Tapi bisa jadi juga lantaran suasananya yang agak-agak resmi gitu, beda banget kalo pas sesi ngumpul netizen Jaman Now pada realitanya.

Owh ya.
Di akhir agenda, Mbak Mira Sahid ndak lupa buat mengingatkan lagi semua Netizen Bali yang hadir, agar bisa membantu MPR RI memproduksi tulisan atau postingan di blog masing-masing, tentang 4 Pilar Kebangsaan atau implementasinya dalam kehidupan sosial masing-masing, dengan gaya bahasa khas atau sesuai minat dan tema blog yang ditekuni.
Demi memperbanyak konten positif di dunia maya, serta meminimalisir penyebaran Hoax.
Ditunggu ya ManTeman.

Ngobrol Bareng MPR RI, 55 Netizen Bali Siap Gemakan 4 Pilar Kebangsaan

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Bertempat di Bintang Bali Kuta, Sekjen MPR RI Bapak Ma’ruf Cahyono tampak berupaya keras mengalihbahasakan tugas serta kewenangan mereka dalam pola birokrasi pemerintah agar lebih mudah dipahami oleh 55 Netizen Bali yang berasal dari berbagai profesi dunia maya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah potensi kebosanan yang biasanya timbul dalam benak generasi Jaman Now saat sudah bicara dan berhadapan dengan pemerintah.
Hal ini diakui oleh Mbak Mira Sahid, founding Komunitas Emak Blogger yang selama ini lekat sebagai moderator selama berjalannya agenda Ngobrol Bareng MPR RI sejak tahun 2015 di sejumlah Kota besar Indonesia.

Untuk lingkup Provinsi Bali, menurut Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) MPR RI Mas Andrianto, ini adalah kali pertama diadakannya sesi pertemuan MPR RI dengan para warga net, netizen dunia maya mengambil konsep tatap muka kekinian. Bali dipilih lantaran telah menjadi pusat interaksi informasi utama di Indonesia dengan dunia luar mancanegara, yang rentan akan pengaruh dan penyebaran hoax. Selain itu, Bali dikenal pula memiliki tingkat toleransi yang tinggi, selaras dengan nilai kebhinekaan, salah satu makna dari 4 Pilar Kebangsaan yang digagas mantan Ketua MPR Taufik Kiemas.

Perubahan penyebutan istilah 4 Pilar Kebangsaan yang kini lebih condong disebut sebagai 4 Pilar MPR RI, ditegaskan oleh Mbak Rharas Asthining Palupi, mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Humas MPR RI, yang kini bertugas dalam bidang pengawasan. Meliputi Pancasila, UUD 1945 (setelah amandemen), NKRI #hargamati dan Bhineka Tunggal Ika.
Keempat makna diatas menjadi sangat penting untuk dapat dilaksanakan dalam kehidupan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia utamanya generasi Jaman Now yang bisa dikatakan sangat minim asupan pengetahuan akan budi pekerti dan bela negara.

Sayangnya, eksistensi MPR RI sebagai salah satu lembaga negara dalam penyebaran konten tugas, kewenangan, program serta kebijakan pemerintah lewat pemanfaatan sosial media bisa dikatakan sudah sangat terlambat di era digital masa kini, nyaris ketinggalan kereta. Ini diungkap oleh Mas Casmudi mewakili suara komunitas Blogger Bali. Upaya ini kalah jauh dari riuhnya informasi yang tersebar di dunia maya justru didominasi oleh DPR RI, meskipun berasal dari oknum-oknum dari partai tertentu.
Tidak heran apabila ketika beberapa perwakilan netizen Bali ditanyakan jumlah atau siapa saja nama pimpinan MPR RI, nyaris tidak ada yang mampu menjawab dengan benar. Kurangnya pengetahuan netizen bisa jadi disebabkan pula oleh minimnya literasi yang mampu dipahami atau bahkan diminati, dalam tampilan visual yang menarik atau bahkan penggunaan kalimat sederhana.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pemanfaatan sosial media yang dahulu lebih banyak diminati oleh generasi jaman now kini juga sudah mulai merambah generasi jaman old, merupakan satu-satunya cara yang ampuh untuk berbagi informasi positif demi menyaring penyebaran hoax lebih jauh.
Bahkan menurut penuturan Mbak Siti Fauziah Kepala Biro Humas Setjen MPR RI, pengaruh sosial media sudah sampai kepada cara pandang seseorang pada pilihan politik bernegara atau tata perilaku pergaulan dengan sesama. Sehingga satu hal yang diharapkan pasca agenda pertemuan ngobrol bareng MPR ini adalah keterlibatan Netizen Bali dalam menggemakan 4 Pilar Kebangsaan atau yang kini disebut sebagai 4 Pilar MPR RI, beserta manifesto dalam upaya membangkitkan jati diri bangsa melalui bidang atau cara yang telah ditekuni selama ini, bisa dengan menggunakan bahasa dan ajakan yang disesuaikan dengan perilaku kehidupan sehari-hari ataupun menggali dan menggelorakan kembali adat budaya Indonesia atau lokal setempat yang kini sudah mulai dilupakan.

Sebagai penutup, Mbak Mira Sahid selaku moderator of the day hari ini, sempat mengingatkan sejumlah quote yang membangun rasa kebanggaan akan kebangsaan, sebagai implementasi dari 5 Sila dalam Pancasila.
‘Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai’
‘Stop marah-marah, mulailah bersikap ramah’
‘Berhenti memaksakan, mulailah berkorban’
‘Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat’ dan
‘Berhenti malas, mulailah bekerja keras’

Jadilah Agen Pegadaian dan Mandiri Finansial Sejak Dini

1

Category : tentang iLMu tamBahan

#BISNISJamanNOW

Sabtu, 28 April 2018, PT. Pegadaian (Persero) bersama dengan IWITA (Indonesia Women IT Awareness) mengadakan Seminar Sosialisasi Fintech #BisnisJamanNow Agen Pegadaian yang diadakan di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Kota Denpasar merupakan ibu kota dari Provinsi Bali yang merupakan satu pusat kota dengan cukup padat penduduk. Dari segi perekonomian, Kota Denpasar mampu menciptakan kekuatan ekonomi melalui sisi ekonomi kreatif.
Ekonomi kreatif di era digital sekarang ini bisa dikatakan nyaris tanpa batas untuk maju dan berkembang, bahkan bisa bersaing langsung ke tatanan luas baik lokal maupun dunia usaha global. Maka itu, Kota Denpasar menjadi kota ke-4 dalam sosialisasi agen pegadaian dalam menumbuhkan, menguatkan dan mengembangkan ekonomi masyarakat Denpasar.

Memasuki ke-117 tahun berdirinya PT Pegadaian (Persero), BUMN ini terus berkembang seiring perkembangan zaman. Dalam sarana teknologi informasi, PEGADAIAN meluncurkan Aplikasi Sahabat Pegadaian dan Agen Pegadaian. Kedua aplikasi ini dapat mempermudah masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan karena tidak perlu repot dan mengantri di kantor PT PEGADAIAN (Persero).

Hal tersebut seiring dengan Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang disinergikan pada teknologi. Dengan menggunakan sarana teknologi informasi, transaksi keuangan di Pegadaian bisa dilakukan dengan mudah dan cepat selaras dengan tujuannya untuk mempercepat layanan dan memperluas jaringan gadai.

PT PEGADAIAN PERSERO sebagai lembaga terpercaya dan amanah telah mengembangkan layanannya juga dalam layanan transaksi keuangan melalui AGEN PEGADAIAN. Agen ini dapat terlibat dalam penjualan, promosi, pemasaran atau program pembayaran untuk produk Pegadaian. Bukan hanya itu, Pegadaian pun memiliki aplikasi Android bernama Sahabat Pegadaian.

Layanan Agen Pegadaian ini di antaranya transaksi gadai, tabungan emas, kredit kendaraan bermotor, Pembayaran PLN, Pembayaran Cicilan Kendaraan, Isi Ulang Pulsa, dan masih banyak lagi transaksi lain yang bisa dilayani oleh para Agen Pegadaian.

Bukan hanya untuk individu, layanan ini dapat menjadi solusi untuk mendukung kelangsungan bisnis para pelaku internet, industri rumahan dan UMKM. Ketika dalam kebutuhan dana cepat, misalnya untuk tambahan modal, Aplikasi Sahabat Pegadaian dan Agen Pegadaian pun hadir untuk menjadi alternatif dalam mendapatkan pendanaan yang tepat dan cepat, tanpa persyaratan yang rumit. Menggunakan aset menganggur yang tidak memberikan keuntungan, pelaku internet, industri rumahan dan UMKM dapat mengubahnya menjadi aset yang jauh lebih berharga.

Dengan semangat literasi digital dan ekonomi berbagi, IWITA (Indonesia Women IT Awareness) sebagai organisasi perempuan tanggap teknologi mendukung PT PEGADAIAN (Persero) dalam kemitraan dengan para pelaku internet, para pelaku industri rumahan dan UMKM untuk tumbuh bersama.

Indonesia Women IT Awareness (IWITA) merupakan organisasi perempuan yang tanggap teknologi memiliki visi mencerdaskan masyarakat, terutama perempuan melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), maka kerja sama ini diharapkan dapat menjadi sarana literasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada tahun 2017, IWITA telah memiliki 8 sekretariat di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Maluku, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Irian Jaya dan Kalimantan Barat. Ditambah 9 afiliasi yang berlokasi di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Maka, Roadshow Pegadaian-IWITA hadir dalam rangka meningkatkan literasi keuangan masyarakat di era digital.

Sebagai organisasi yang memiliki visi mencerdaskan perempuan Indonesia melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), IWITA mendorong pemanfaatn IT untuk kehidupan yang lebih baik, yaitu 1) Peran orangtua terhadap pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget bagi anak, 2) Pemanfaatna IT untuk membantu perekonomian keluarga, 3) Peran ibu pada penumbuhan karakter anak di tengah-tengah ancaman media sosial pada anak (bijak bermedia sosial).

Maka, kerjasama ini diharapkan dapat menjadi sarana literasi digital dan penguatan jejaring yang ada di masyarakat dengan saling bertukar praktek-praktek terbaik, pengalaman dan aspirasi-aspirasi lainnya yang konstruktif untuk kemajuan perempuan.

Mubarika Dharmayanti selaku Ketua IWITA menuturkan, “Pegadaian di era transformasi digital menginisiasi sebuah bisnis yang ditujukan kepada generasi muda Indonesia, gen-X; dimana platform aplikasi menjadi wadah bertransaski dan memperoleh penghasilan. BISNISJAMANNOW ini disosialisasikan bersama IWITA yang merupakan Indonesia Women IT Awareness, organisasi yang telah berdiri sejak tahun 2010 dengan 5 kantor secretariat daerah, 11 parthner afiliasi dari Sabang hingga Merauke dengan ratusann ribu anggota yang memiliki spirit entrepreneurship. Dimulai dari Bekasi, BISNISJAMANNOW ini akan secara konsisten dijalankan oleh PEgadaian bersmaa IWITA hingga 16 kota besar lainnya. Nama besar Pegadaian yang telah berdiri sejak 1901 (117 tahun) telah mnejadi jaminan branding yang sangat powerful dan diperhitungkan dalam dunia Fintech Indonesia.

Dengan tema, #BISNISJamanNOW Jadilah Agen Pegadaian dan Mandiri Finansial Sejak Dini, kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama perempuan di era globalisasi dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi dan aplikasi Agen Pegadaian dalam meningkatkan pendapatan dan mandiri finansial sejak dini.

Untuk informasi:

Yulia Rahmawati
Head of Program IWITA
081315100245
Email: [email protected]

Hindari Investasi Bodong dengan Cara Berikut

Category : tentang iLMu tamBahan

Walau sudah banyak orang yang tertipu dengan investasi bodong, namun tetap saja ada yang tertarik untuk menanamkan uangnya di sana. Tentu saja keberadaan investasi bodong ini menjadi ancaman untuk para investor lainnya.

Jadi, bagi Anda calon investor, pahami dahulu jenis dan lembaga apa yang akan digunakan untuk investasi. Hal ini akan mencegah dari risiko penipuan yang mungkin saja terjadi. Selain itu, Anda juga bisa mencari investasi online terpercaya yang lebih praktis dan aman.
Bagaimana cara mencari investasi terpercaya?

Ada banyak sekali tips tentang mencari investasi yang aman dan bukan bodong. Nah, di sini kami akan memberikan tips menghindari investasi bodong sejak awal. Simak caranya berikut ini.

Perhatikan alamat perusahaan dan kepengurusannya
Saat menemukan suatu perusahaan investasi, maka hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah keaslian alamat usaha dan kepengurusannya. Pada investasi bodong, biasanya hanya mempunyai kantor kecil dan terlihat jauh dari kata professional. Karyawannya pun hanya sedikit. Jika Anda melihat kejanggalan ini, waspadalah. Pilih perusahaan yang berdiri di lokasi yang strategis dan layak dengan jumlah karyawan yang profesional.

Perhatikan kegiatan usahanya
Kegiatan usaha adalah satu hal terpenting, karena memiliki dampak langsung pada imbal hasil yang didapatkan dari investasi. Jika itu adalah perusahaan investasi bodong, kegiatan usahanya tidak jelas dan tidak terorganisir. Mengapa? Karena perusahaan tersebut hanya fokus di pengumpulan dana dari nasabah.

Perhatikan struktur organisasinya
Pada perusahaan, tentu harus memiliki struktur organisasi yang jelas. Namun tidak pada investasi bodong. Karena biasanya investasi bodong dibentuk dengan asal-asalan tanpa memenuhi standar organisasi perusahaan yang seharusnya. Jadi perhatikan kembali struktur organisasi perusahaan tempat Anda akan berinvestasi. Tinggalkan jika Anda melihat ada kejanggalan di dalam strukturnya.

Waspada dengan tawaran imbal hasil yang tidak wajar
Biasanya investasi bodong menawarkan imbal hasil yang sangat besar. Misalnya keuntungan bisa mencapai 5% sebulan. Tentu jumlah ini sangat besar dan menarik, kan? Namun pada kenyataannya, jumlah ini tidak masuk akal dan terlalu berlebihan. Sebaiknya pahami kembali berbagai instrument investasi dan risikonya agar terhindar dari godaan imbalan hasil yang tidak masuk akal.

Selamat dan Sukses Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar

Category : tentang iLMu tamBahan

Tadinya saya tidak berharap banyak bahwa program Bus Sekolah yang digagas Pemerintah Kota Denpasar pasca sosialisasi yang dilakukan pada murid-murid SD I Saraswati sekitaran awal bulan Mei lalu, bakalan bisa berjalan tahun 2017 ini. Lantaran Rambu titik kumpul yang dipasang salah satunya pada jalan belakang SD I baru dilakukan pada pertengahan tahun, dan hingga awal November kemarin belum jua ada kabarnya. Dengan waktu yang tersisa cukup pendek hingga akhir tahun, rasanya ya paling minim 2019 mendatang baru bisa dirasakan.

Tapi eh, ternyata Senin pagi kemarin merupakan Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar, yang mengoperasikan 6 kendaraan bus jenis Elf, dengan 2 trayek keberangkatan, pagi dan siang.
Ini bisa diketahui pasca mendapatkan info sosialisasi lanjutan bagi orang tua siswa, hari Rabu minggu lalu yang dihadiri oleh Ibunya anak-anak, lantaran Bapaknya ikutan Lomba Megending Kabupaten Badung. Ups…

Seperti biasa, sebagai orang tua dari generasi milenial, tentu saja saya ndak mau ketinggalan informasi di dunia maya.
Maka didapatilah selebaran digital yang diunggah pada akun Instagram @bussekolah_dps berupa akun sosial media FaceBook serupa dan tentu saja akses aplikasi ponsel smartphone si BuSeD. Aplikasi Bus Sekolah Denpasar. Kayaknya sih gitu kepanjangannya.
Setelah di-oprek bolak balik, lumayan banyak juga informasi sepihak yang bisa dibaca melalui aplikasi dimaksud. Minimal rupa bus sekolahnya yang memberikan bermacam fasilitas, nama serta nomor kontak pramudi serta pramujasa yang dihandel langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, pula siapa saja siswa yang mendapat kesempatan dalam Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar ini.
Salah satunya tentu saja Mirah, putri pertama kami.

Proses penjemputan anak, terpantau berjalan lancar.
Meskipun ada rasa kekhawatiran kami selaku orang tua melepas anak pertama kali belajar mandiri untuk proses berangkat ke sekolah, namun rasa percaya kami pada Pemerintah Kota Denpasar dan juga rekan-rekan Dishub yang hingga pagi tadi baru dikenal sebatas suara, cukup memupus semua keraguan yang ada. Apalagi ada belasan bahkan puluhan siswa lainnya yang terlibat dalam sesi Uji Coba ini.

Sementara pada proses pemulangan siswa, awalnya sempat terpikirkan pada kawan-kawan Dishub yang saya yakini bakalan pulang malam, lantaran jam pulang sekolah anak-anak sekitaran pukul 17.30. Belum mengantar satu persatu anak pulang kerumahnya, belum balik kantor dan melaporkan progress.
Namun sebaliknya, ketika memaksakan diri untuk menjemput sendiri anak ke sekolah, kelihatannya memberikan respon yang tidak baik pada upaya Uji Coba Pertama ini. Minimal, Tim Bus Sekolah Denpasar bisa memberikan masukan lanjutan untuk tahap kedepannya kepada Tim Operasional yang ada di balik meja, mengatur trayek dan rute pulang pergi.
Secara kebetulan, Mirah putri kami memang memilih dipulangkan bersama bus sekolah ketimbang ikut Bapaknya. Jadi ya, ndak apa apa juga…

Syukurnya, sembari menunggu jam pulang anak-anak sekolah sore tadi, saya banyak menimba ilmu tentang program Bus Sekolah Denpasar ini dari Ibu Dian, pramujasa dari bus 03, dan juga Bp.Indra plus Bp.Yogi Iswara secara langsung saat bus 04 merapat ke sekolah.
Konsep operasionalnya, mirip Bus Sarbagita.
Jadi ndak ada opsi bagi bus dan Tim untuk menunggu jeda waktu yang cukup lama ketika proses penjemputan siswa satu dengan lainnya saat jam pulang sekolah. Semua langsung diantar ke rumah masing-masing, barulah trayek dilanjutkan sesuai rute keberangkatan.
Proses menunggu akan dilakukan saat bus dalam keadaan kosong menunggu jam kepulangan tiba, seperti yang terjadi di SD 1 Saraswati beberapa saat lalu.
Demikian halnya dengan keberangkatan, masing-masing bus telah memiliki trayek jalur masing-masing berdasarkan rute akses rumah siswa yang diperkirakan satu jalur ke tujuan sekolah.

Secara perhitungan per hari ini, dimana belum banyak siswa yang ikut serta dalam sesi Uji Coba Pertama, saya yakini cukup boros jika kelak disandingkan saat sudah banyak yang memanfaatkan Bus Sekolah. Karena ada banyak hal yang menentukan, baik upah kerja 2 pramudi dan 2 pramujasa per bus sekolah, yang sejauh ini dicover dari Gaji yang bersangkutan, bbm dan operasional kendaraan, fitur tambahan seperti wifi gratis, konsumsi meski hanya sebatas air mineral dan tentu saja operasional sistem aplikasi dan smart card nya.
Hal yang sama juga akhirnya terpikirkan pada Bus Sarbagita. Yang saking sepinya peminat akan mode transportasi umum antar kota, malah memicu prasangka buruk pada pemerintah yang suka menghabiskan anggaran tak jelas, bahkan tanpa kajian kebutuhan sebelumnya.
Padahal kalaupun peminatnya sama banyak dengan program Bus Sekolah Denpasar ini, saya yakin ada banyak rupiah yang bisa dihemat oleh masing-masing pribadi kita di kesehariannya.

Jadi, Selamat dan Sukses untuk Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Perhubungan beserta Tim dan Crew 6 Bus Sekolah Denpasar. Semoga pelayanan yang diberikan bisa makin baik untuk anak-anak kita kelak…

Lalu, kapan giliran Kabupaten Badung bisa mengikuti inovasi menarik Pemkot Denpasar ini ?

Rekaman Lensa Tim Megending DPKP Badung

1

Category : tentang iLMu tamBahan

“…di balik sebuah pencapaian, ada proses panjang yang tidak diketahui orang banyak…”

Berikut beberapa rekaman lensa yang sempat saya abadikan dari awal kami latihan, hingga penampilan Rabu pagi kemarin di Kertha Gosana. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan…

Sampai jumpa di lain kesempatan.
Tetap Semangat

Megending yuk Kita Megending

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

‘ngiring je sikiang manahe, sekadi i bungan…’

Liriknya sudah pasti hafal, meski sempat jua agak lupa ingatan pada saat pentas Rabu jelang siang tadi. Tapi yang sulit adalah menghafal gerak tangannya di sela sorak sorai penonton dan gemerlapnya lampu sorot atas panggung. Baru kali ini saya merasakan grogi yang minta ampun. Padahal kalo soal membuka rapat dan memimpinnya sepanjang acara, sudah mulai terbiasa. Tapi untuk yang satu ini ? Heladalah…

Jujur, saya suka dengan aransemen lirik yang dikemas Gung Mayun Narindra, pelatih kami yang masih unyu-unyu itu. Ndak ramai saat dinyanyikan, dan begitu dikombinasikan dengan koreografi dadakan dua hari sebelumnya, sesi Megending ini jadi lebih mengasyikkan untuk dinikmati.

Kegiatan Megending Bali yang kami ikuti ini merupakan bagian dari Lomba Lagu Antar Pegawai dan Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, serangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-46 dan perayaan HUT Ibukota Kabupaten Badung Mangupura ke-8. Infonya diikuti oleh 10 kelompok pejabat atau pimpinan perangkat daerah dan 40 kelompok pegawai yang berasal dari masing-masing perangkat daerah dilingkungan Pemkab Badung.

Untuk dinas dimana kami bernaung, audisi eh perekrutan (paksa) peserta paduan suaranya dilakukan kalo ndak salah ingat, akhir September kemarin. Saya sendiri sepertinya dicomot gegara dianggap ndak punya banyak pekerjaan saat jam kantor. Atau bisa juga gegara kerap nyanyi-nyanyi menggumam lewat earpiece bluetooth saban hari jelang apel pagi.
Meski agak berat karena meyakini suara sendiri hanya bagus terdengar saat nyanyi di kamar mandi, namun demi melihat antusiasme 11 calon peserta lainnya yang merupakan orang-orang penuh dedikasi dalam bekerja, sayapun menyetujui bergabung dengan squad Megending DPKP. dan bersikeras menjadi stok cadangan, lantaran tim inti yang dipersyaratkan oleh panitia hanya 10 orang saja, 5 pria dan wanita.

Proses latihan bisa dikatakan berjalan dengan baik, meski amat sangat jarang bisa menghadirkan full team 12 orang peserta dalam sekali waktu, mengingat kesibukan masing-masing yang tak bisa diabaikan.
Saya sendiri baru merasa kewalahan untuk mengatur waktu, pasca ditunjuk kembali mengambil beban tanggung jawab pimpinan yang ditinggalkan awal Oktober kemarin. Sempat bingung juga, mau mengutamakan kepentingan yang mana. Syukurnya kedua pihak bisa memahami, atau bisa jadi terpaksa memahami semua aktifitas tambahan saya.
Eh, gimana maksudnya ?

Sementara itu, proses penguasaan aransemen bisa dikatakan cukup sulit. Mengingat secara pengalaman, sepertinya tak satupun dari kami, 12 peserta yang dilibatkan untuk menanggalkan rasa malunya, pernah melakukan hal yang sama apalagi diatas panggung. Koreksi kali kalo salah. He…
Bahkan hingga hari terakhir latihan, saya sendiri masih suka kelupaan kapan masuknya nada yang ditugaskan oleh pelatih unyu-unyu itu.
Begitu juga dengan koreografinya yang serius, ini beneran hasil kolaborasi si pelatih vokal yang sama, dan peserta. Tanpa ada campur ide dari pelatih koreografi khusus, yang sejatinya memang tidak kami miliki. Ups…
Jadi ya, dimaklumi saja, kalo lantas ada beberapa ide nyeleneh yang masuk dalam cerita dadakan, seperti penggunaan kacamata hitam, pose ngerayu saat lafu kedua atau bahkan lantunan kidung yang kemudian tidak jadi diterapkan hanya karena dianggap bertentangan dengan hasil technical meeting sebelumnya.

Lain lagi dengan dukungan, yang bisa dikatakan ‘ya begitulah…’
Mengingat untuk kebutuhan konsumsi dasar seperti air mineral dan snack ringan, rupanya sebagian besar ditalangi secara pribadi, oleh mereka yang ditugaskan untuk menghandel tim Megending ini.
Sampai-sampai ndak enak hati saat mengetahui fakta tersembunyi ini. Jadinya ya pas sempat, kami pun berupaya menyisihkan sedikit rejeki dari-Nya untuk nambah-nambahin konsumsi harian saban latihan.

Tapi so far so good lah.
Bagi saya pastinya.
Ya mau gimana lagi ?
Memang harus diakui bahwa kami tidak mampu sepenuhnya berkonsentrasi dengan kegiatan Megending ini mengingat tugas dan kewajiban kerja yang tak bisa diabaikan. Saya sendiri pagi tadi, pikiran sempat awut-awutan lantaran ada panggilan pemeriksaan lapangan dari Inspektorat Provinsi terkait kegiatan fisik yang sedang berjalan, secara dadakan pula, tanpa konfirmasi sehari sebelumnya. Edan bener… padahal jelas sudah menyampaikan alasan mau tampil Megending dua nomor urut lagi, tetep saja tim pemeriksa ngotot minta didampingi. Ealah… Syukur ada kolega yang bisa menemani mereka turun ke lapangan pagi tadi. Kalo ndak, bisa macem macem deh nantinya.

Hasil, sebenarnya sudah bisa ditebak. Dari Tiga nominasi Utama, Tiga nominasi Harapan dan Empat nominasi Favorit, tak satupun yang bisa digondol pulang. Widih… kasian banget. Hahaha…

Tapi terlepas dari itu semua, ada banyak kenangan yang bisa disimpan saat kami semua berproses didalamnya. Dari suasana latihan yang penuh tawa canda, hal yang jarang didapatkan dari lintas bidang selama ini, juga official pelatih yang unyu-unyu menjadi hiburan di kala penat mulai melanda.
Yang ndak kalah seru, ya aksi foto-foto candid juga gaya sosialita ibu-ibu, nyaris menghabiskan memory ponsel dengan berbagai aksi terkini. Termasuk ‘boomerang’ yang sering dibuat putri pertama saya di rumah.

Ternyata semua itu bisa cepat berlalu.
Dan besok, kami sudah harus kembali lagi berkutat dengan pekerjaan masing-masing, memasang wajah serius demi menyelesaikan tugas dan kewajiban awal hingga akhir tahun nanti.

Terima Kasih ya kawan-kawan yang sudah mengajak saya serta Megending tahun ini. Semoga semua cerita yang ada bisa menjadi kenangan bagi kita semua.
Tetap semangat !!!

Berkenalan dengan Scoop demi Menumbuhkan Minat Baca di Layar Ponsel

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Stupid Idea…
Berlangganan Scoop Premium ini memang nyebelin. Selain bikin habis waktu buat baca puluhan koleksinya, juga bikin habis internal memory buat unduh buku/majalah berKualitas…
Sudah begitu, bikin habis batere ponsel dan bikin habis kuota internet.
Asyeeem tenan…

Geregetan…
Bayangin, hanya dengan 89ribu sebulan, Scoop menawarkan opsi baca “All You Can Read”. Ini mirip mentraktir habis orang gendut yang suka makan meski kekenyangan ya tetep nambah. Edan memang aplikasi satu ini.
Tapi ya ini baru satu kategori yang saya coba, belum jua kelar sedari awal aksi. Bagaimana kalo penasaran nyoba kategori lainnya ?

Scoop, awas jangan kepleset dengan merek motor ya, merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk pasar perangkat pintar, bisa diunduh secara gratis dan menyediakan ribuan koleksi buku utamanya terbitan Gramedia, dengan cara pembelian per item atau berlangganan bulanan.

Tadinya sih hanya karena penasaran pengen baca tabloid ponsel macam Sinyal yang infonya kini terbit kembali dalam bentuk majalah, berhubung S-Lime gak lagi menyediakan, apa daya nemunya malah Gudang Buku macam nongkrong di Taman Baca Kesiman kemarin.
Dasarnya memang suka baca ya seperti dapat harta karun gitu deh. Mirip buk ibuk kalo lagi belanja tas dan kebaya di jualan online.
Kesetanan…

Tapi ya wajar, Scoop menawarkan fitur Premium yang salah satunya bertajuk “All You Can Read” tadi. Efek sampingnya ya gitu.
Habis waktu buat scroll scroll layar buat nyari buku yang asyik buat dibaca, Habis Memory Internal buat nyimpen arsipnya, Habis daya batere karena mau ndak mau ya menatap layar ponsel terus menerus, dan terakhir ya Habis Kuota. Kalo ini sih bisa diakali pake Kuota Malam. He…

Kalian ndak tertarik ?

Mencoba Permainan Otak

Category : tentang iLMu tamBahan

Hanya 1 dari 5 orang yang bisa memecahkan Kode Gembok diatas… Kalian Bisa ?

Yuk kita coba…

Petunjuk ke 4, nomor 1, nomor 5 dan nomor 7 diabaikan
Petunjuk ke 1, nomor 1 diabaikan, terdapat nomor 4 atau nomor 6

Petunjuk ke 5,
– apabila nomor 8 yang benar maka nomor 2 dan nomor 9 salah… berarti tidak sesuai dengan Petunjuk ke 3, dimana 2 nomor benar… berarti nomor 8 diabaikan
– apabila nomor 2 yang benar namun salah posisi, maka nomor 8 dan nomor 9 salah… namun melihat dari Petunjuk ke 2 dan ke 3, nomor 2 tidak bisa dianggap sebagai salah satu unsur, mengingat di ketiga petunjuk tersebut tidak ada yang membenarkan posisi nomor 2, berarti nomor 2 diabaikan…
Sehingga dari 2 pemaparan atas petunjuk diatas, nomor 9 merupakan salah satu unsur jawaban Pertama yang ditemukan, namun tidak di posisi Tengah

Petunjuk ke 3, nomor 9 dikatakan Salah Posisi berarti posisi nomor 9 yang Tepat adalah di Kiri.
Ditambah nomor 3 sebagai salah satu Unsur Jawaban Kedua yang ditemukan, namun masih salah Posisi.

Petunjuk ke 2, nomor 2 dan nomor 8 diabaikan, maka nomor 4 merupakan salah satu unsur jawaban Ketiga yang ditemukan, namun dikatakan salah posisi, dan apabila melihat pada Petunjuk ke 1, dimana nomor 4 berada pada posisi Benar, maka di Posisi Tengah.

Kembali pada Petunjuk ke 3 dimana nomor 3 dan nomor 9 merupakan unsur jawaban yang Benar namun dalam Posisi yang Salah, maka nomor 3 berada di Posisi Kanan.

Jadi Jawabannya adalah…
9 4 3

Bagimana pendapat kalian ?

April Mop Tahun 2017 ?

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Hari ini saya jadi sedikit mellow. Gegaranya dapat info bahwa salah satu pimpinan terBaik yang saya miliki, per pagi ini akan dipindahtugaskan ke Unit lain. Kalo ndak salah, hari ini memang ada jadwal pelantikan Eselon II di Kabupaten Badung.

Empat Tahun sudah saya berada dibawah kepemimpinan Beliau. Satu masa yang panjang kalo dilihat dari banyaknya pengalaman didapat sejauh ini.
Mangkel dan kecewa, ah itu sudah biasa.
Yang tidak biasa adalah rasa Bangga yang muncul, saat menyadari bahwa apa yang sesungguhnya Beliau pinta, bisa saya siapkan sebelum dikatakan.
Aneh aja kalo sampai begitu sebetulnya.

Sosok pemimpin yang satu ini mengingatkan saya pada figur Miranda sang pemimpin sebuah majalah fashion ternama pada film Devil Wears Prada yang diperankan oleh Meryl Streep, sosok yang keras pada bawahan namun diyakinkan bahwa ia seperti itu, hanya karena menjalankan tugasnya saja.
Jika sampai mengeluh akan kejamnya perlakuan yang didapat, maka mundur saja. Masih banyak antrean di luar yang rela antre untuk dapat ditempatkan pada posisi kerja sang bawahan.
Edan memang…

Sayangnya ini kali kedua saya kehilangan mentor yang sedemikian hebat menanamkan pola pikir dan etos kerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung dari saat menjadi staf di Bina Marga terdahulu sampai duduk di kursi jabatan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Sehingga sebetulnya saya hanya bisa berharap, bahwa ini hanyalah sebuah April Mop di awal tahun 2017. Mengingat masih banyak rencana yang tadinya akan dilakukan bersama-sama di unit baru, tempat saya ditugaskan kini.

dan Entah bagaimana perjalanan ini akan berproses nantinya…