Respon Pembaca Blog

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Menyimak tulisan dari Bli Made Suardana pemilik devari.org, yang menurunkan tema “Kenapa Pembaca Meninggalkan Blog Kita“, sebetulnya sangat berguna bagi mereka yang memakai sarana Blog sebagai salah satu sumber penghasilan dalam arti komersial.

Makin banyak kunjungan yang tertarik pada setiap isi blog yang ditampilkan atau diposting setiap waktu tertentu boleh jadi bisa meningkatkan income sesuai harapan.

Namun bagaimana kalo blog itu dibuat tanpa tujuan komersial ?

Mungkin masalah kuantitas pembaca blog bukan menjadi satu masalah besar lagi.

Blog ini misalnya.

Muncul disaat penumpahan uneg-uneg sangat dibutuhkan.

Dahulunya semua hal yang terjadi disekitar kehidupan ini hanya bisa dipendam tanpa mampu diungkapkan dan dipecahkan. Walopun pemecahan yang diharapkan bukan untuk masalah tersebut, namun lebih pada bagaimana agar diri bisa menerima hal tersebut, jika lain kali terjadi atau terulang kembali.

Blog ini lahir saat pelatihan IT di kantor Walikota Denpasar 25 Mei 2006, dengan mencomot nama yang kebetulan emang dipake sedari kuliah dahulu.

Walopun masalah nama mungkin gak akan bisa menjual secara komersial, namun idealismelah yang lebih banyak berbicara.

Waktu itu mungkin belum terpikirkan bahwa hari ini usia blog udah mampu mencapai angka 20 bulan. Artinya selama itu pula segala ekspresi baik berkaitan dengan kehidupan pribadi, pekerjaan maupun lingkungan sekitar, tumpah lengkap dengan segala ekspresi dan emosi caci maki, tanda tanya, kebahagiaan, kesedihan, kalut, pasrah, harapan dan mimpi-mimpi yang jauhnya tinggi di langit.

Siapa pula yang menyangka kalo isi blog ini sempat ditanggapi oleh beberapa rekan yang baru dikenal dalam hitungan bulan. Padahal topiknya gak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari dan mungkin malah gak layak untuk dikonsumsi layaknya tulisan para jurnalis yang tentu jauh lebih berbobot.

Tetapi entah nanti jika keadaannya bakalan berubah apalagi seumpama menginginkan sedikit pemasukan dari iklan yang hadir dalam blog ini. Mungkin pula isinya bakalan sedikit menyimpang dari tujuan semula.

Ini artinya, topik yang ditulis oleh Bli Made Suardana dijamin bakalan diperhatikan seratus prosen. Hehehe…

Narsis Movie : Pemeran Pengganti Agen 007 – Golden Eye

Category : tentang DiRi SenDiri

pemeran-007.jpg

Menyayangi Istri

1

Category : Cinta, tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Sempat teringat akan posting terdahulu, tentang pertanyaan jebakan yang selalu dilontarkan saat ngumpul-ngumpul dengan rekan kantor.

Mana yang lebih disayang, Istri atau Anak ?

Rata-rata jawaban mereka adalah anak.
Dan hanya sebagian kecil yang menjawab lebih sayang Istri, hanya saja diwajah mereka terpampang jelas keragu-raguan.

Namun secara pribadi, jawaban atas pertanyaan diatas, ya dengan keyakinan 100 %, lebih menyayangi Istri daripada anak. Kenapa ?

Karena kalo anak dipangku, digendong dan dikelonin hingga tidur oleh orang lain, hati ini rasanya gak masalah dengan semua hal tadi.
Tapi kalo Istri yang diperlakukan begitu ?
Wah…..
Bisa perang dunia ke empat. Hehehe….

Alasannya tentu beda kalo ditanya serius.

Istri lebih disayang karena untuk mendapatkannya, diperlukan usaha yang boleh dikatakan gak masuk akal.
Hampir rela melakukan hal-hal yang gak biasa dan yang gak menjadi sifat asli.
Udah gitu ketag ketug saat berhadapan dengan calon mertua, baik saat baru pe de ka te hingga meminang pujaan hati.
Diperlukan satu usaha yang diharuskan melewati satu dua rintangan yang sama sebelumnya.

Istri lebih disayang daripada anak, karena dengan anak mungkin gak sampe duapuluh tahun hidup bersama. Lantaran saat usia remaja rata-rata mereka menjauh dan akhirnya menikah diusia rata-rata duapuluhan.
Lantas dengan Istri ?
Hidup bersama hingga akhir usia yang diijinkan Tuhan dan yang akan selalu mendampingi saat suka dan duka sekalipun.
Yang akan melayani setiap saat, sedari bangun tidur, pulang kerja hingga beristirahat malampun, selalu dengan setia dan penuh cinta hadir dalam kehidupan.

Mewarnai hari-hari saat penantian akan kelahiran anak, pula saat mendidik sang anak bersama-sama.

Menyayangi Istri, sungguh bukan satu hal sulit dilakukan.
Itu kalo memang benar Istri selalu dicintai dan dibutuhkan setiap saat setiap waktu.

Asal jangan menyayangi Istri tetangga aja.Hehehe…

si Adachi Mitsuru

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Selain hobi ngebaca komik anak-anak Shincan buat ngilangin penat pulang kerja ato usai ngbikin tugas kuliah yang ruwet, ada lagi komik yang disukai dan dinanti buat dibaca sebelum tidur.

Komik H2 yang tempo hari udah usai ceritanya, ditambah Short Program yang emang muncul cuman satu buku tok, bener-bener gak jauh beda dengan komik Natane yang jauh lebih dulu dirilis Gramedia.

Baik cerita dan desain penokohannya benar-benar lugu dan memiliki karakter yang sama. Jadi harus bener-bener menguasai lagi ngbaca seri yang mana.
Kemiripan karakter pulalah yang membuat gambar si Adachi Mitsuru ini khas, konsekuen dan mudah diingat.

Sangat berbeda dengan penokohan komik Shoot yang jauh beda antara seri awal dengan rilis komik barunya.
Tapi lupa siapa nama pembuatnya.

Kali ini dari si culun Adachi Mitsuru, ngluarin lagi seri baru, selain Cross Game yang udah sampe seri 3 kali ndak salah, ada juga Touch yang baru sempat dibaca.

Gak ada bosen-bosennya kalo udah mantengin komik ini…

G T O : okey banget

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Usai nonton delapan dvd film apik Heroes, yang isinya hampir dua lusin episode Season Satu, hari Sabtu sejak Istri ngambek, daripada bengong gak ada yang diajak ngobrol, langsung aja ngembat 3 keping dvd film kartun jepang yang tergolong 17 tahun keatas.

GTO (Great Teacher Onizuka)
Ceritanya sebenernya asik, karena selain menampilkan gambar-gambar full eye contact, alurnya juga bengal tapi ada unsur mendidiknya pula.
Cerita kemunafikan dunia pendidikan dan betapa tekanan para ortu agar sang anak pintar dan baik dihadapan mereka, tapi mungkin mereka gak tau bagaimana perilaku sianak yang sebenarnya.

Akhirnya ni film, lumayan banget ngisi 2 hari kmaren dengan ketawa ngakak, lucunya di film ternyata gak jauh beda dengan seri komiknya.

Ketika Kejenuhan Melanda

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Ah, rasanya males banget seminggu ini.
Gak ada gairah apapun dalam keseharian.
Mungkin karena lelah pikiran lantaran beban lapangan, mungkin pula akibat tuntutan pekerjaan yang tak kunjung usai.

Ngebuka komputer hari ini tak lagi bersemangat.
Yang dicari juga bingung mau ngapain.
Mungkin karena gak ada games yang disuntikkan buat kepala mumet.
Mungkin juga gak ada tembang gres yang mampu segarkan suasana hati.

Liburan rasanya ngedongkol terus, tapi bukan karena kehilangan helm kmaren.
Bukan pula karena gak sempat pulang kampung ke rumah Istri.
Entah maunya apa.

Ah, mungkin udah saatnya mikirin Free Hosting yang didapet waktu lalu.
Bisa dimulai dengan mikirin apa yang jadi Titlenya nanti.

pandebaik.com rasanya kedengaran aneh, gak menjual.
Perlu dipertimbangkan hal lain yang mungkin bau-bau komersial ato gak nonjolin pribadi.
kudamerah.com mungkin ?
halah, entah apa nanti namanya, termasuk desain dan isipun belum terbayang.

Seharian ini akhirnya nyobain ngulik ‘Label’ isi posting yang gak terrangkum sejak awal ngeblog dulu.
Dengan jumlah 600an posting, bakalan banyak waktu dan biaya yang tersita kalo dikerjain dirumah. Gila.
Mungkin perlu maen ke warnet yang koneksinya adem dan lancar cuman buat ngisi Label dimasing-masing posting.
Entah kapan baru bisa terwujud.

Esok udah mulai Pelatihan lagi.
Ikutan sertifikasi buat jadi panitia Pengadaan Barang dan Jasa atau yang dikenal sebagai panitia Lelang. Peserta cuman 2 orang yang staf. Satu diantaranya golongannya paling minim. III a.
Sisanya udah menjabat semua, minimal udah golongan III d.
Walah, pengalaman ndak punya, mau ngejawab apa besok ?

Ngebaca buku ?
Argh, tebelnya aja udah bikin enegh.
Belum lagi tugas kuliah yang masing-masing punya buku cukup buat bantal tidur.
Wah, gak ada hiburan laen neh ?

Unek-unek hari ini gak pantes dibaca orang. Malu, ketahuan lemahnya.
Tapi karena Blog ini lahir buat media numpahin isi hati, yah mau apa lagi. Posting aja.

kata bijak yang terlintas dikepala sore ini

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Forrest Gump mengatakan
‘Hidup ini bagaikan sekotak Coklat –
kita gak bakalan tau enak ato gaknya kalo belum sempat merasakannya’

bagiku terlintas begitu saja,
bahwa ‘Hidup itu bagaikan bermain Sudoku’

‘kalo udah tau caranya, bakalan mengasyikkan.’

‘Emang sih keseringan ruwet, tapi begitu terpecahkan, rasanya pengen nyoba lagi.’

Halah, ini kan cuma hobi ‘aneh’ kata seorang rekan kerja dikantor.
Tapi kalo dipikir-pikir ‘Bli Oka Parmana itu emang bener, mana ada pegawe negri yang kalo punya waktu luang lebih milih maen Sudoku mojok dikomputer kantor ato di laptop baru gres miliknya yang diculik, bahkan sampe ke handset ha pe dari tipe eks PDA yang udah dijual, O2 milik Istri sampe ke Nokia cdma pun ada gamesnya…
‘Dasar orang gila Sudoku’ kata dia seringkali.

Eh, emang bener kok kata-kata bijak diatas.
Seperti halnya sekarang, karena blom pernah mengalami bagaimana rasanya menjadi seorang calon Bapak yang sebentar lagi bakalan menghadapi perubahan besar, pikiran ini rasanya gak niat buat diajak kerja dan mikir serius.

Otak muter dan selalu berkhayal ‘apa aku bisa jadi Bapak yang baik bagi anakku nanti ?’
‘ato jangan-jangan sifat anak mudanya masih kebawa-bawa… malu sama si kakek nanti deh’

‘hidup itu bagaikan bermain Sudoku’
bagi mereka yang belom pernah memainkannya, masih perlu waktu panjang untuk belajar memahami dan memecahkannya.

Apa Kabarmu Kawan ?

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Menghubungi satu persatu teman kuliah lewat telepon rasanya kehangatan itu tak pernah hilang, walopun lama tak sua dan berbincang, tapi rata-rata mereka masih ingat dengan suara ini. Padahal sudah bela-belain nelpon ketelepon rumah, ngerubah intonasi dan nama. Tapi tetep ketahuan. hehe…

Entah kenapa rasa kangen ini muncul.
Mungkin karena dua kali bersua dalam mimpi dan merasa keakraban masih seperti dahulu, saat tidurpun kata Istri sampe dihiasi senyum-senyum, jadi curiga jangan-jangan malah mimpi basah. He…

Tapi yang namanya pertemanan emang gak ada matinya.
Walo udah jauh, pisah dan berkeluarga, punya kehidupan masing-masing dan bekerja sesuai minat, gak lagi satu paham di Arsitektur, tetep aja saat ngobrol udah kayak sodara aja.

Nanya kabar ngalor ngidul, sekedar tau kabar kerja dimana, sudah punya junior brapa biji, ato skedar nanya apa udah punya calon ter-gres buat naik ke pelaminan, sampe memohon maaf gak pernah kontak selama ini.

Ah, teman memang pantas untuk dicari, karena takkan lekang oleh waktu.
Tapi entah kapan bisa ngumpul bareng lagi kawan ?
Mungkin saat rekan lain ngasi undangan nikah ato malah saat anak-anak kita udah pada gede dan siap pula untuk nikah ?
Rasanya terlalu lama kawan…

‘bersama lagi coba melukis wajah langit
melewati suka duka kita ciptakan cakrawala

apa kabarmu kawan ?
cukup sudah mengembara
sudah saatnya kita pulang kerumah… ‘

(God Bless 1997)

Makecuh Marep Menek

Category : tentang DiRi SenDiri

Ngeblog bisa jadi satu keharusan bagi mereka yang tak menginginkan penumpukan isi hati yang dipendam lantaran kurangnya media tuk menumpahkan segala beban dan isi hati yang setiap hari sepertinya makin banyak saja.

Ngeblog pula bukan berarti adalah satu keputusan dan ungkapan yang mewakili tempat instansi bernaung, namun hanya sebuah opini pribadi akan apa yang terjadi disekitar kita.

Menapuk air dalam dulang sama artinya dengan makecuh marep menek kata orang Bali.

Menceritakan keburukan yang terjadi pada pembangunan daerah pun demikian dengan buruknya kinerja dan perilaku seorang pegawe abdi negara, tak pelak terkadang menuai kecaman dari rekan yang kebetulan membacanya.

Namun lagi-lagi ini hanya sebuah ungkapan hati dari dasar terdalam, yang barangkali memang benar tak semua orang dapat menerimanya.

Apa yang tertuang pada blog ini tentu sudah menjadi konsekuensi dari apa yang telah dikerjakan selama ini.
Apapun resikonya sudah terbayang jelas dipelupuk mata.
Hanya saja sebegitu rendahkah nurani kita untuk dapat mendengar dan menerima perbedaan pendapat orang lain ?

Ngeblog hanya sebuah rutinitas tuk menghilangkan segala rasa amarah dan cita-cita menjadi sebuah kenangan yang barangkali nantinya bisa menjadi sebuah catatan perjalanan dari apa yang telah terlewatkan.

Suka duka susah senang merupakan bumbu dari kehidupan ini.
dan ngeblog hanya satu sarana awal agar bisa menuangkan menggambarkan serta menyimpannya agar kelak mampu membawa insan-insan lain berbuat sama dan jauh lebih baik dari hari ini.

Mai Nge-Blog pang sing Belog…..