kata bijak yang terlintas dikepala sore ini

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Forrest Gump mengatakan
‘Hidup ini bagaikan sekotak Coklat –
kita gak bakalan tau enak ato gaknya kalo belum sempat merasakannya’

bagiku terlintas begitu saja,
bahwa ‘Hidup itu bagaikan bermain Sudoku’

‘kalo udah tau caranya, bakalan mengasyikkan.’

‘Emang sih keseringan ruwet, tapi begitu terpecahkan, rasanya pengen nyoba lagi.’

Halah, ini kan cuma hobi ‘aneh’ kata seorang rekan kerja dikantor.
Tapi kalo dipikir-pikir ‘Bli Oka Parmana itu emang bener, mana ada pegawe negri yang kalo punya waktu luang lebih milih maen Sudoku mojok dikomputer kantor ato di laptop baru gres miliknya yang diculik, bahkan sampe ke handset ha pe dari tipe eks PDA yang udah dijual, O2 milik Istri sampe ke Nokia cdma pun ada gamesnya…
‘Dasar orang gila Sudoku’ kata dia seringkali.

Eh, emang bener kok kata-kata bijak diatas.
Seperti halnya sekarang, karena blom pernah mengalami bagaimana rasanya menjadi seorang calon Bapak yang sebentar lagi bakalan menghadapi perubahan besar, pikiran ini rasanya gak niat buat diajak kerja dan mikir serius.

Otak muter dan selalu berkhayal ‘apa aku bisa jadi Bapak yang baik bagi anakku nanti ?’
‘ato jangan-jangan sifat anak mudanya masih kebawa-bawa… malu sama si kakek nanti deh’

‘hidup itu bagaikan bermain Sudoku’
bagi mereka yang belom pernah memainkannya, masih perlu waktu panjang untuk belajar memahami dan memecahkannya.

Apa Kabarmu Kawan ?

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Menghubungi satu persatu teman kuliah lewat telepon rasanya kehangatan itu tak pernah hilang, walopun lama tak sua dan berbincang, tapi rata-rata mereka masih ingat dengan suara ini. Padahal sudah bela-belain nelpon ketelepon rumah, ngerubah intonasi dan nama. Tapi tetep ketahuan. hehe…

Entah kenapa rasa kangen ini muncul.
Mungkin karena dua kali bersua dalam mimpi dan merasa keakraban masih seperti dahulu, saat tidurpun kata Istri sampe dihiasi senyum-senyum, jadi curiga jangan-jangan malah mimpi basah. He…

Tapi yang namanya pertemanan emang gak ada matinya.
Walo udah jauh, pisah dan berkeluarga, punya kehidupan masing-masing dan bekerja sesuai minat, gak lagi satu paham di Arsitektur, tetep aja saat ngobrol udah kayak sodara aja.

Nanya kabar ngalor ngidul, sekedar tau kabar kerja dimana, sudah punya junior brapa biji, ato skedar nanya apa udah punya calon ter-gres buat naik ke pelaminan, sampe memohon maaf gak pernah kontak selama ini.

Ah, teman memang pantas untuk dicari, karena takkan lekang oleh waktu.
Tapi entah kapan bisa ngumpul bareng lagi kawan ?
Mungkin saat rekan lain ngasi undangan nikah ato malah saat anak-anak kita udah pada gede dan siap pula untuk nikah ?
Rasanya terlalu lama kawan…

‘bersama lagi coba melukis wajah langit
melewati suka duka kita ciptakan cakrawala

apa kabarmu kawan ?
cukup sudah mengembara
sudah saatnya kita pulang kerumah… ‘

(God Bless 1997)

Makecuh Marep Menek

Category : tentang DiRi SenDiri

Ngeblog bisa jadi satu keharusan bagi mereka yang tak menginginkan penumpukan isi hati yang dipendam lantaran kurangnya media tuk menumpahkan segala beban dan isi hati yang setiap hari sepertinya makin banyak saja.

Ngeblog pula bukan berarti adalah satu keputusan dan ungkapan yang mewakili tempat instansi bernaung, namun hanya sebuah opini pribadi akan apa yang terjadi disekitar kita.

Menapuk air dalam dulang sama artinya dengan makecuh marep menek kata orang Bali.

Menceritakan keburukan yang terjadi pada pembangunan daerah pun demikian dengan buruknya kinerja dan perilaku seorang pegawe abdi negara, tak pelak terkadang menuai kecaman dari rekan yang kebetulan membacanya.

Namun lagi-lagi ini hanya sebuah ungkapan hati dari dasar terdalam, yang barangkali memang benar tak semua orang dapat menerimanya.

Apa yang tertuang pada blog ini tentu sudah menjadi konsekuensi dari apa yang telah dikerjakan selama ini.
Apapun resikonya sudah terbayang jelas dipelupuk mata.
Hanya saja sebegitu rendahkah nurani kita untuk dapat mendengar dan menerima perbedaan pendapat orang lain ?

Ngeblog hanya sebuah rutinitas tuk menghilangkan segala rasa amarah dan cita-cita menjadi sebuah kenangan yang barangkali nantinya bisa menjadi sebuah catatan perjalanan dari apa yang telah terlewatkan.

Suka duka susah senang merupakan bumbu dari kehidupan ini.
dan ngeblog hanya satu sarana awal agar bisa menuangkan menggambarkan serta menyimpannya agar kelak mampu membawa insan-insan lain berbuat sama dan jauh lebih baik dari hari ini.

Mai Nge-Blog pang sing Belog…..

Kuasa Tuhan siapa yang tahu ?

Category : tentang DiRi SenDiri

Hari ini ada satu berita duka yang sedikit mengejutkan.
Datang dari orang yang selama ini begitu lekat dalam ingatan.
Bukan atas jasa-jasanya. Tapi atas kelicikan yang berada dibalik semua penampilan baiknya.

Hari ini Tuhan mengambil buah mungil yang mungkin telah lama ditunggu oleh sang anak. Mengingatkan pada apa yang ia perbuat kepada kami, tuk mencegah kehadiran keindahan yang sama pada hari yang akan dan ingin kami lalui.

Menyakitkan memang.
Namun itu semua hanyalah kehendak-Nya.

Kita hanya mampu berbuat dan berusaha sebaik mungkin, tanpa pernah menjatuhkan orang lain dalam kesengsaraan hanya karena kita tak puas dengan apa yang sudah diperbuatnya.

Hari ini pula mendadak keheningan merasuki tubuh dan pikiran ini.
Merenungi akan apa yang telah kami lalui.
Semua jalan dan lorong panjang dan gelap dipenuhi rasa bimbang dan putus asa, namun kepasrahan pada-Nya jualah yang mampu tunjukkan jalan terang menuju hari yang indah dan kami tunggu hari ini.

Duka yang terasa mungkin tak setebal penantian dan kesabaran kami mendengar ejekan orang.
Namun itulah kuasa-Nya.
Tak ada yang tahu kapan kebahagiaan itu akan datang dan kepedihan akan berlalu.

Kita hanya bisa ber-doa.

Berharap Hibah

Category : tentang DiRi SenDiri

Kalo para pejabat pas diperiksa oleh Badan Keuangan untuk melaporkan harta kekayaannya, ada beberapa item diantaranya terdapat keterangan merupakan hibah dari keluarganya, terus ?
Mungkin sudah saatnya mengharapkan hibah akan benda-benda impian yang selama ini hanya mampu dibayangkan sebatas angan. Hehehe…

Aduh. Yang dipojok kanan bawah itu bukannya Humvee Bli ? mana ada yang mau ngasi. Huehehehe…..

Ngelindur Banjir Menikmati Liburan

Category : tentang DiRi SenDiri

Libur panjang bagi seorang pegawe negeri mungkin sudah satu hal biasa, wajib hukumnya.
Tapi liburan bagi seorang mahasiswa yang baru aja mulai kuliah, he… sangat patut ditunggu.Padatnya penyelesaian tugas di semester awal kemaren, agaknya cukup membuat kondisi psikis pikiran turun drop hingga ke titik menjelang Nol. Itu pula mengakibatkan pada malam hari saat tidur, ngelindurpun muncul dan sempat mengganggu istirahat sang Istri.

Materi ngelindur gak jauh-jauh dari kesibukan tugas, yaitu masalah ujian, penanganan bahan dan upah hingga pembayaran alat berat.
Waduh, isinya mungkin bisa diartikan sebagai ‘betapa beratnya beban tugas pasca kemaren’.

Tapi masih bersyukur materi ngelindurnya bukan hal-hal lain berbau ADIDAS ‘All Day I Dream About Sex’ nya grup musik KoRn.
Hahaha…

Liburanpun dinikmati tiap harinya dengan istirahat dan berolahraga. Walopun gak sampe meneteskan keringat sebaskom, tapi paling gak masih disempatkan waktunya untuk membakar lemak yang tertimbun delapan tahun belakangan. He… sejak ngambil Skripsi S1 tahun 2000 lalu.

Liburan juga diisi dengan mewujudkan cita-cita bermusik, tapi gak sampe ke manggung dan main band, tapi hanya sebatas memback-up isi koleksi kaset kedalam bentuk file MP3 yang tentunya sama sekali gak beredar dipasaran.
Macem kritikannya DaLbo, Suket ato malah lagu-lagu lama macem Malkit Singh yang asli norak jaman SMP dulu.
He… sempat malu juga pas ketahuan Istri, ternyata selera pas SMP itu yang katanya full Iwan Fals, kok malah yang begini toh ?

Liburan kali ini pula disempatkan untuk nge-Blog dan main Gim.
Materi Blog hanya sepintas lalu, gak serius banget seperti sebelumnya, dan main gim pun gak ketahap 3D Action tapi hanya nyampe di buatannya Game House. Mainan anak-anak yang tujuannya cuma untuk relax aja.

Liburan juga dimanfaatkan untuk ngumpul dan ngobrol bareng keluarga, spesially Istri yang jarang disentuh saat saat ngbikin tugas nulis tangan diwaktu lalu.
Hehe….

Tapi liburan kali ini juga agak disibukkan oleh rutinitas kantor yang makin bertambah akibat Banjir Jalan Dewi Sri yang sempat naik pemberitaannya di media cetak setempat maupun layar SCTV. Judulnya pun sempat bikin heboh, karena menampilkan Banjir di Kuta.
Opini publik yang terbentuk malah Kuta yang dikatakan penyumbang PAD tertinggi di Bali, malah dibiarkan Banjir oleh pemerintah Kabupaten Badung.
Padahal kenyataannya banjir hanya terjadi di satu titik terendah di kawasan jalan Dewi Sri Kuta, sebagai dampak meluapnya air di Tukad Mati yang notabene tidak mengalir kemanapun termasuk laut…

Penyebab banjir juga terjadi karena dikawasan tersebut, yang namanya daerah resapan hampir tidak ada lagi, dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang kabarnya sudah memiliki ijin dari Dinas terkait, juga rompok-rompok tanpa ijin serta rumah kumuh yang dibangun seadanya pada areal yang gak seharusnya ia tempati.

Maka Liburanpun disesaki oleh komentar-komentar ngawur dari media, yang mengganggap bahwa Pemda Badung bekerja asal-asalan dalam menangani banjir Dewi Sri ini.
Padahal siapa suruh membangun bedeng kumuh di areal persawahan yang kalo terjadi banjir, kesalahan ditimpakan kepada Pemda ?
Tak menyalahkan pula air meluapkan banjir, terjadi pada rompok-rompok bangunan tak berijin yang setelah ditelusuri, tak memiliki saluran pembuangan / drainase pada areal depan yang bersentuhan dengan jalan.

Liburan makin tersesakkan oleh arogannya masyarakat di kawasan tersebut, yang saat akan dilakukan pembuatan saluran diareal depan tempat membangun usahanya, malah menantang bahwa ia memiliki hubungan erat dengan para pejabat yang tingkatannya lebih tinggi dari Bupati.
Padahal ini demi kepentingan dia juga, biar air disekitarnya gak meluap hingga membanjiri kawasan tersebut.

Ah, rupanya liburan kali ini gak seindah dan gak senyaman yang diharapkan.

Cape deh.

Kesenduan Memori Lama

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah kenapa akhir-akhir ini aku rasanya ingin sekali kembali kemasa lalu untuk sekedar mengingat dan mengenang kisah dan perjalanan sedari kecil, semasa digendong oleh Bapak dan Ibu seperti halnya aku menggendong kemenakanku yang paling kecil, usianya belum setahun, masih lucu-lucunya.Entah kenapa juga aku berkeinginan mendengarkan lagu-lagu kenanganku saat remaja dan merasakan pukulan menohok didada saat melihat kembali koleksi kaset yang pernah kubanggakan pada siapapun yang mampir kekamarku ini.
Iwan Fals sejak album Cikal, Hijau hingga pecahnya Swami grup beken jaman itu jadi Dalbo dan Suket.

Bersenandung sesekali berteriak menghayati lagu kritis dari sang master yang pernah begitu hidup dihati ini selama bertahun-tahun lamanya.
Terkadang sempat terhenyak terdiam kala mendendangkan lagu dari grup Kantata Takwa seperti halnya Kesaksian dan Air Mata. Dua lagu yang sering kunyanyikan saat SMA dulu.

Mengorek isi cd yang menyimpan foto-foto kenangan masa kecilku hingga kini, hingga melihat kembali anggota keluarga yang kini telah tiada, sungguh membuat rasa kangen dan ingin mereka selalu ada disini, dihari ini.

Menatap foto bangganya si Bapak saat menggendong anak bungsu didampingi pula oleh anak sulungnya yang sedang mencandai sikecil.
Lucu dan haru menatap kembali seakan merasakan kebahagiaan bahwa sebentar lagi aku akan menjadi seperti bapakku dulu.

Menatap gembiranya Ibu menggendongku saat diupacarai sumringah seakan berkata ‘inilah buah hatiku terakhir’.

Menatap foto-foto saat aku masuk sekolah TK hingga SD, dengan gaya khas jaman dulu, bersiap sambil menyandang tas sekolah, dan senyum yang terlihat senang karena jarang difoto.
Hingga tersenyum saat melihat betapa kurusnya aku saat SMA dan awal kuliah, membuat hari ini rasanya ingin menjalankan diet agar perut gendut ini bisa mengecil lagi.
Ah, apa bisa…

Perlahan dendang Iwan Fals berpindah ke lagu barunya setelah lama tak muncul dan merilis album Suara Hati juga In Love, masih memberikan kesan sendu dan sangat mendukung suasana hati malam ini.

Mungkin saja ini sedikit rasa yang timbul lantaran tugas demi tugas kuliah selesai dikerjakan, menyisakan mimpi dan angan tuk bisa bahagiakan Istri juga Orang tua dan anakku yang kini masih didalam kandungan.

Melihat foto nenek yang ngemong aku sejak kecil disaat orang tua sibuk bekerja, menatap wajahnya yang mungkin tak pernah aku lakukan hingga kematiannya saat menginjak kelas 2 SD.

Sedikit berharap bahwa Beliaulah yang akan turun tuk menjadi buah hatiku kelak…

Aku sangat merindukan suasana masa lalu…

Aaaahhh… Ikan paus terdampar dipantai !

7

Category : tentang DiRi SenDiri

Selamat Tinggal 08124695848

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah hampir empat tahun setia menemani, akhirnya nomor ponsel dari Simpati Telkomsel ditinggalkan lantaran lelah menunggu penyesuaian harga dari pihak operator mengingat yang namanya tarif bertelepon dan sms hari ini sudah sangat murah.
Namun tetap saja dihitung seperti harga dahulu kala.Walopun sudah ditawarkan berbagai program menarik seperti sms gratis tapi kalo malem hari mau ng-sms-in sapa sih ? kurang kerjaan banget.

Anyway, tarif seluler udah murah ini kok promonya masih ngebodohin konsumen terus. Percuma dong jadi yang nomor satu di Indonesia ?
Ato jangan-jangan karena merasa jadi nomor satu, lantas bisa seenaknya bikin program yang gak logis ?

Ealah…
Namanya juga bisnis.

Jadi nomor itu di-say goodbye aja baiknya.
Udah diganti selama enam bulan terakhir pake ‘Flexy-in aja’ sembari tetap dibelikan pulsa sambil nunggu perubahan. Nyatanya malah buntung.

Terbukti pake Flexy (bukan promosi ne), walo sinyal keseringan gangguan tapi gak ragu dipake nelp lama ke sesama Flexy juga ber-sms-an.

So, say goodbye deh pada nomor GSM yang dijabani selama 4 tahun ini dan terima kasih untuk kesetiaannya tanpa gangguan sinyal, hanya sayang mahal banget untuk ukuran tarif hari ini…