3 Tahun sudah PanDe Baik nge-BLoG

15

Category : tentang DiRi SenDiri

Hmm…. Bener-bener gak disangka kalo saya selaku pemilik BLoG PanDe Baik, bisa melakukan aktifitas ini hingga tahun ke-3. Secara kontinyu menuliskan segala macam bentuk penumpahan uneg-uneg dari yang bersifat pribadi, soal lingkungan keseharian, tentang keluarga, idealisme pekerjaan, opini pada situasi kondisi bangsa, hingga ke hobi Teknologi ponsel.

Jadi gak ada salahnya saya mengucapkan ‘SeLamat ULang Tahun yang ke-3’ kepada Diri Sendiri…. untuk sebuah BLoG yang kini sudah memakai alamat domain nama sendiri yaitu PanDe Baik. Ah, Narsis banget deh !

Adapun perjalanan BLoG ini dimulai pada tanggal yang sama tiga tahun lalu, dalam sebuah Workshop Seminar IT yang diselenggarakan oleh KPDE Kotamadya Denpasar. Bapak Erwin Soetomo adalah orang yang mengajarkan apa itu BLoG dan bagaimana membuat BLoG. Saat itu satu-satunya yang terlintas dikepala adalah nama PanDe Baik, nama yang saya sandang sejak kuliah di Arsitektur dahulu, dan meminjam BLoGSpot sebagai rumah gratisan BLoG saya tersebut.

Kalo mau dilhat kebelakang, pasca Workshop tersebut, dalam bulan yang sama (total sisanya ya cuman 7 hari tapi efektif nge-BLoG Cuma 3 hari) saya melahirkan sekitar 10an tulisan yang hanya satu diantaranya memiliki tema atau topik tulisan serius. Sisanya Narsis semua. Huahahahaha… Yah, tentu saja bisa dimaklumi, karena tujuan daripada BLoG ini dibuat adalah sebagai wadah penumpahan uneg-uneg saya pribadi, atau istilah kerennya Diary.

Dalam perjalanannya seperti halnya roda kehidupan, cieeehh….. BLoG ini pun mengalami pasang surut kisah seputar BLoG. Dari mulai berani mencoba menuliskan idealisme terkait pekerjaan sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil usia muda yang masih meledak-ledak, sempat melongo lantaran kesibukan pekerjaan akhir tahun, kemudian mendapatkan kesempatan untuk memiliki domain sendiri dengan Gratis dari Rakhahost milik Mas EGY setelah gabung di sebuah Komunitas BLoGGer BBC.

Waktu itu mengambil nama pandeividuality.net yang merupakan nama plesetan dari PanDe dan Indieviduality, sebuah album favorit saya dari sebuah grup alternatif PAS Band, kelak kemudian menjadi nama kolaborasi saya dan Istri (PanDe – ALit).

Tak lupa kasus saya dengan media cetak Radar BaLi yang hampir saja menyeret saya lebih jauh terkait tulisan saya di BLoG saat saya masih numpang gratis di BLogSpot (pandebaik.blogspot.com), cukup membuat saya memiliki minat untuk menghapuskan saja BLoG secara keseluruhan dan menghilang dari dunia maya.

Ada juga perpindahan Hosting yang saya lakukan atas dasar ‘sebuah masalah yang sangat tidak jelas dari penyedia Hosting terdahulu (Rakhahost)’, membuat saya berpindah kelain Hosting yaitu BaLi ORange dan mencoba kembali nge-BLoG dengan nama baru yaitu pandebaik.com

theme1

Walaupun kisah tersebut begitu panjang dan berat, hanya satu yang tak berubah selama saya menjalani aktifitas nge-BLoG, yaitu Tujuannya. Masih tetap pada jalur saya terdahulu, hanya sebagai wadah penumpahan uneg-uneg, ide, pengalaman dan lain sebagainya. Sedangkan gaya bahasa bisa dikatakan jauh lebih berkembang, dari yang awalnya kaku bangeds, hingga bercerita sebagaimana menempatkan diri sebagai pengelola BLoG –penyedia informasi seperti Koran- tanpa sekalipun menyebut kata ‘saya’. Akhirnya pasca kasus diatas tersebut, BLoG ini mulai menggunakan gaya bahasa ‘saya’ sebagai pemilik cerita.

Kalau dulu pada tahun pertama tulisan saya gak teratur atau terjadwal –bisa dua tiga tulisan dalam satu hari, bisa juga semingguan gak ada tulisan baru sama sekali-, menginjak tahun kedua saya mulai seperti orang kerasukan atau ketagihan, Setiap hari ada saja tulisan baru….udah kayak Koran aja ceritanya. Ngalor Ngidul gak karuan, dan tetap saja Narsis. He… Kondisi ini didukung oleh siatuasi kondisi saya yang saat itu masih blom direpotkan oleh kehadiran si buah hati apalagi perkuliahan.

Menginjak tahun ketiga, apalagi pasca perpindahan Hosting ke BaLi ORange, saya mulai mengatur atau menjadwalkan turunnya satu tulisan atau posting setiap dua atau tiga hari sekali. Ini sebagai konsekuensi keseharian saya yang mulai disibukkan oleh pekerjaan Kantor, kehadiran si kecil, pekerjaan rumah tangga (menyetrika, meyirami halaman dan mendampingi serta mengajak main si kecil) plus perkuliahan tingkat lanjut atau Pasca Sarjana (S2).

Untuk kedepannya, saya memang berusaha untuk tetap nge-BLoG dan dapat selalu terpantau setiap dua tiga harinya, ditengah hobi baru ber-Facebook.

Hanya saja demi sebuah hasil jerih payah selama 3 tahun ini, yang ternyata sudah melahirkan sekitar 1.235 tulisan, untuk kali iniiiii saja…. hingga akhir bulan, saya memutuskan untuk Rehat sebentar dari aktifitas ngeBLoG. Istilah BaLinya itu….. nyeJer. Huahahaha….

Jadi Mohon Maaf bagi rekan yang sudah berkenan mampir kemari, jangan menggerutu ‘kok gak ada tulisan baru, padahal bilangnya Cuma jeda dua tiga hari….’…. Mohon dimaklumi…

Sampai jumpa tanggal satu bulan depan, bukan untuk gajian loh ya…..

Semoga saja pelan-pelan saya bisa memberikan satu tulisan yang sedikitnya bisa bermanfaat bagi rekan-rekan disini. Tapi yah gak menutup kemungkinan kalo nantinya ada juga tulisan saya yang tetep Narsis. He…

Salam dari PuSat KoTa DenPasar bersama PanDe Baik.

kembalinya si PreMan KamPung ke milis BBC

6

Category : tentang DiRi SenDiri

Diantara empat buah milis yang saya ikuti, salah satunya adalah komunitas para blogger yang ada hubungannya dengan BaLi, entah lahir, tinggal, bekerja hingga pernah bersekolah di Bali. Yup BaLi BLoGGer CoMMunity.

Berhubung di milis yang saya ikuti pernah ada satu thread yang tidak mengenakkan hati, saya sempat memutuskan untuk kabur dari milis, istilah saya ‘lari dari tanggung jawab’. He… berhubung saat itu saya adalah pemicu timbulnya thread tersebut hingga menjadi besar dan berapi. Jadi pikir saya ya sebelum meledak, kabur aja deh… Bener-bener gak bertanggung jawab kan ? He…

Nah, setelah lumayan lama kabur saya sempat digadang-gadangi oleh beberapa rekan anggota milis untuk ikutan gabung kembali, untuk meramaikan milis. Heran juga saya waktu itu. Wong saya yang bikin ribut kok malah diminta balik lagi ? at last saya nyoba gabung kembali tapi menyamar menjadi orang laen ceritanya. Baik nama, alamat, email hingga alamat BLoG yang dipake juga aspal. AsLi PaLsu. He…

Setelah dikonfirm bisa gabung, barulah saya tahu kondisi milis pasca kaburnya saya. Gak menutup kemungkinan bisa juga itu terjadi akibat thread atau kejadian lain. Jadi sepi, gak kayak tempo hari. Yang seharian bisa masuk 100an email saling berbalas pantun atau sekedar say hello. Sayapun akhirnya bisa memantau kembali kondisi milis sebagai orang luar, agak miris juga sih ngliat kondisi yang ndadak melompong. Padahal kalo ndak salah pas Pesta BLoGGer kmaren, BBC merupakan komunitas yang dianggap paling menjanjikan keberadaannya.

Milis yang sepi nampaknya diikuti pula dengan update BLoG yang sepi. Bahkan ada beberapa alamat BLoG rekan yang gak pernah disuntik dengan tulisan baru, sebulan lebih, ada yang mengeluhkan penurunan kunjungan hingga komentar, ada juga yang mengeluhkan mood untuk nge-BLoG gak berapi-api lagi kayak dulu. Salah satu yang menjadi kambing hitamnya adalah keberadaan Facebook. Sarana Sosial Networking (begitu istilahnya kata orang), yang nampaknya jauh lebih mengasyikkan dan menghanyutkan.

Rupanya penyamaran saya gak percuma. Pelan-pelan saya bisa mengetahui ada beberapa rekan yang dahulunya ngocol abieeess pada mulai kangen dengan hangatnya suasana milis. Ini bisa dimaklumi. Wong dulunya itu secara rutin para Jenderal yang melahirkan BBC sempat beberapa kali mengadakan KopDar -Kopi Darat > minum kopi di daratan- sebagai ajang mendekatkan diri satu sama lainnya. Saya sendiri paling pernah menghadirinya kurang lebih tiga kali saja. Itupun nongol bentar langsung kabur lagi. He… berhubung Gak tega juga saya memantau secara diam-diam, account penyamaran langsung saya hapus selamanya dari milis dan gabung lagi dengan identitas asli. Syukur masih diperbolehkan oleh sang Jenderal….

Kembali ke ide tadi, Ceritanya ketika salah satu anggota milis melontarkan ide untuk menghidupkan kembali suasana milis, salah satu Jenderal komunitas BBC pun menanggapinya dengan positif. Akhirnya terjadilah satu kopdar yang bisa saya anggap setara dengan kopdar-kopdar awal terbentuknya BBC yang diselenggarakan di Taman Ayung kalo ndak salah. Lagi-lagi saya bukan termasuk anggota yang hadir tentunya. He…

Dari beberapa ide yang dilontarkan, hanya satu dua yang bisa saya tangkap. Ide untuk menghangatkan kembali suasana milis dengan cara ‘berbagi ilmu sesuai keahlian, yang diharapkan bisa ditanggapi, dikomentari, hingga dikembangkan lagi. Untuk yang ini, bisa saya katakan hampir tidak ada satupun tulisan saya layak dilempar ke milis. Berhubung tema yang gak penting atau aktual, daya pikir yang dangkal tanpa terjun atau observasi dulu, sebatas pengalaman dan pengetahuan pribadi, bisa dikatakan lebih cenderung merupakan sebuah opini. Tentu saja kalo nekat saya share di milis, khawatir banget bisa memicu pertikaian timbul kembali. He…

Ide satunya lagi adalah mencoba memulai semua itu dari awal, dari diri sendiri atau katakanlah dari BLoG sendiri, berhubung milis ini adalah kumpulan para BLoGGer. Ceritanya membuat Thematic Posting yang kurang lebih maknanya, membuat tulisan/posting yang memiliki satu tema yang sama/topik tertentu yang dilontarkan di milis, namun ditulis berdasarkan daya imajinasi, pengalaman yang kemudian bisa dibagi, ditanggapi ataupun dicela. He… Untuk yang terakhir tadi itu sepertinya bakalan paling banyak saya dapatkan kelak.

Dari hasil jalan-jalan saya di beberapa BLoG teman (istilah kerennya BLoGWalKing), rupanya tema yang pertama adalah ‘tempat nongkrong favorit atau yang sering dikunjungi. Mengulas tentang lokasi, sajian yang ada, jadwal buka-tutupnya, kapasitas tempat, serta perkiraan umum yang bisa digambarkan apabila kelak dijadikan sebagai salah satu tujuan kopdar atau sekedar berbagi cerita.

Namun berhubung tulisan saya sebelumnya menyinggung soal PiLPres yang belakangan santer dan seakan menenggelamkan kasus yang menimpa Antasari, maka untuk Thematic Posting diatas baru bisa saya turunkan setelah menyelesaikan satu tulisan lagi yang ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya, juga pemaparan ini tentu saja. Minimal rekan-rekan yang mampir ke BLoG saya bisa mengetahui cerita dibalik Thematic Posting yang besok atau lusa bakalan saya tampilkan disini.

So, Terima Kasih sudah mampir dan membaca cerita ‘kembalinya PanDe Baik ke milis BBC ini. Salam dari PuSat KoTa DenPasar. He…

ketika Kesabaran itu diuji

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Siapapun saya yakin, tak ingin menjalani hari dengan keresahan dan ketidakteraturan situasi kondisi tak menentu apalagi jika menyangkut masa depan. Saya tidak membicarakan efek samping dari sebuah pembunuhan karakter secara disengaja atau malah hasil akhir kecanduan narkoba. Hanya saja harus saya akui bahwa untuk kali ini adalah cobaan terberat yang diberikan Tuhan.

Ketika dana yang tersedia makin menipis dan tak ada hal lain yang mampu kita lakukan, boleh jadi tingkat kekalutan pikiran kita bertambah satu strip. Ketika berbagai cobaan datang yang menuntut kita untuk menghabiskan dana itu pelan tapi pasti dan tak memungkinkan kita untuk menolaknya, maka bertambahlah satu strip lagi…. fiuuuhh…. Sungguh Tiada henti.

Menggantungkan hidup hanya dari gaji seorang pegawai negeri, ternyata bukanlah satu keputusan yang tepat. Apalagi kini saya telah hidup dalam keluarga kecil dengan satu putri yang kian lucu dan mulai membutuhkan dana besar terutama untuk kesehatannya, ditambah beberapa kewajiban sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari persoalan duit dan duit….

Memutuskan untuk melanjutkan kuliah pada jenjang lanjutan sekiranya juga bukan keputusan yang tepat karena pada saat yang sama, kehadiran buah hati membutuhkan dana yang jauh lebih besar. Tapi siapa yang bisa menduga jika saya berada dalam kondisi ini hari ini ?

Ah, kenapa saya jadi cengeng begini ? Setidaknya saya masih dikaruniai hidup sehat secara pribadi walaupun satu persatu kesialan menghampiri. Setidaknya saya masih diijinkan untuk menghirup udara dengan gratis walaupun biaya pendidikan dan keseharian yang tetap saja tinggi. Setidaknya saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan kebersamaan bersama Istri yang baik dan putri yang lucu, sedangkan diluar sana masih banyak yang berharap bisa merasakan kebahagiaan ini…

Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjaga dana keuangan bisa tetap stabil… Sekalipun itu dengan menjual satu persatu apa yang saya miliki.

Mengikuti gaya hidup lingkungan sekitar atau menjadi seseorang yang istimewa bukanlah tujuan hidup saya sejauh ini. Walaupun begitu tetap saja nafas terasa ngos-ngosan padahal hari belumlah setua seharusnya. Benar-benar saya merasa kelelahan untuk hari demi hari yang saya jalani belakangan ini.

Pikiran terus saja melayang, apakah saya mampu untuk menjadi seorang ayah yang baik bagi putri saya kelak ? menjadi seorang suami yang baik bagi Istri saya lahir dan bathin ? menjadi seorang anak dari kedua orang tua yang masih utuh dan menjadi tanggung jawab saya untuk merawatnya ?

Akhirnya saya merasakan jua bahwa bokek adalah satu kondisi yang sangat tidak menyehatkan bagi jiwa…..

SIXSMA tentang PanDe Kodok

5

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KuLiah

Teman-teman memanggil saya, PanDe Kodok.

Nama yang saya sandang sejak SMP itu ternyata masih tetap dipakai begitu saya memasuki masa-masa SMA di SMAN 6 Denpasar atau SIXSMA.

Saya menjatuhkan pilihan pada sekolah ini sebagai pilihan pertama, selain SMAN 7 Denpasar, atas dasar Nilai Ebtanas Murni tingkat SMP yang saya dapatkan sangat tidak layak untuk diajukan pada sekolah-sekolah yang berada di seputar Kota Denpasar.

Biasanya jam setengah tujuh pagi, saya telah siap untuk berangkat sekolah. berhubung pada awal-awal masa sekolah saya berangkat dengan sepeda balap, teman setia sejak SMP. Hingga saya bersua dengan seorang anak yang tempat tinggalnya tak jauh dari rumah. Uco Isnaini.

Uco inilah yang baik hati menolong saya (entah dalam hatinya ngerasa dongkol atau mangkel, he….), mengijinkan untuk ikutan nebeng sampe disekolahan nan jauh di daerah Sanur. Dalam perkembangannya, Uco bukanlah satu-satunya teman yang saya mintakan tolong dalam usaha nebeng dari/ke sekolahan.

Baru pada tahun ketiga, saya diijinkan oleh ortu untuk membawa sepeda motor sendiri, atas dasar bahwa saya telah berusia 17 tahun dan pada tahun tersebut mulai ada les tambahan sepulang sekolah sebagai persiapan ujian Ebtanas. Motor saya itu adalah Astrea Honda 800. Walopun butut, setidaknya motor tersebut masih setia menemani saya hingga tahun 1998, menjalani bangku kuliah… di Bukit Jimbaran pula.

Ibu Guru Astiti, Guru yang mengajarkan mata pelajaran Kimia saat saya duduk dibangku tahun pertama, adalah satu-satunya guru favorit saya hingga tahap kelulusan. Sebaliknya terjadi pada sebagian besar teman-teman saya hanya karena cara mengajar BeLiau yang sering membentak siswa.

Mengapa bisa menjadi favorit, karena BeLiau ini adalah satu-satunya guru yang mampu mengajarkan Kimia dengan ces pleng hingga membuahkan angka 10 pada Raport yang saya terima. Angka yang bagi saya sangat fenomenal. Pertama kali dalam sejarah hidup saya. “Gila kamu” ungkap teman-teman saya saat itu…

Ruang BP, merupakan ruang yang paling sering saya masuki. Bukan lantaran dipanggil karena melakukan perbuatan salah, tapi untuk hunting data pribadi gadis-gadis pujaan dalam sekolah kami. Sangat mudah bagi saya untuk mendapatkan nama lengkap, tanggal lahir, alamat tempat tinggal dan nomor telepon mereka. Sayangnya, walaupun saya telah berusaha dengan keras, tak satupun dari gadis-gadis yang saya tembak mau menerima ‘cinta saya apa adanya’. Huahahaha…..

Ohya, saya bukanlah tergolong siswa yang populer dari segi kharismanya. Bahkan bisa dikatakan saya adalah ‘nobody’ saat itu. Seperti yang saya katakan diatas bahwa pada tahun ketiga saya baru diperbolehkan menggunakan sepeda motor yaitu Honda Astrea 800. Silahkan membayangkan apabila badan saya yang sudah tinggi besar, harus menunggangi motor hingga ke jok bagian belakang, untuk menampung kaki saya agar tak keluar ‘area. Pantas saja, tak satupun gadis pujaan yang mau melirik saya saat itu. Hiks….

Masa SMA lebih banyak saya lewati dengan mengikuti extra kurikuler Jurnalistik bersama rekan saya Eko Hariyanto dan ALit Wisnawa yang belakangan mengundurkan diri setelah ia dipilih sebagai Ketua OSIS angkatan kami. Kegiatan ini tidak saja mengantarkan saya pada sebuah pengalaman terjun sebagai wartawan sekolah pada sebuah tabloid remaja Wiyata Mandala angkatan ke-2, dibawah bimbingan I Gusti Putu Artha. BeLiau ini belakangan menjadi salah seorang Anggota KPU Bali.

Selain Jurnalistik, satu kegiatan extra kurikuler yang saya sempat ikuti adalah Menabuh. Berhubung saat itu sekolah kami belum menyediakan sarana dan prasarananya, maka kegiatan ini dilaksanakan dengan meminjam tempat dan peralatan di sebuah instansi militer kawasan Jalan Jendral Sudirman.

Selama tiga tahun masa sekolah saya di SMAN 6 Denpasar, tampaknya bintang dilangit jatuh tak jauh dari saya. Ini dibuktikan dengan hadirnya lima piagam penghargaan dari sekolah atas prestasi yang saya buat sejak tahun pertama hingga tahun ketiga.

Pada Tahun pertama, saya tampil sebagai Juara 2 peringkat kelas (I2). Pada Tahun kedua, saya meraih Juara 1 Peringkat Kelas (II A1 – Fisika) sekaligus Juara Umum Kedua pada peringkat sekolah. Pada Tahun ketiga, saya meraih Juara II Peringkat Kelas dalam bidang Ilmu Fisika (III A1) sekaligus Peringkat III Umum hasil nilai Ebtanas.

Bila dilihat secara umum kemampuan siswa se-Kota Denpasar, bisa dikatakan apa yang saya raih seperti tersebut diatas, bukanlah sebuah hasil yang mengagumkan. Karena setelah saya telusuri, nilai NEM yang saya dapatkan apabila dibandingkan dengan nilai NEM siswa di sekolah seperti SMAN 1 (Smansa) atau SMAN 4 (Foursma), bisa dikatakan merupakan nilai terendah disekolah Top Markotop ini.

Sebaliknya bagi saya pribadi, apa yang saya capai selama tiga tahun masa SMA ini adalah yang terbaik yang pernah saya lakukan. Untuk hal itu pula, pada akhirnya atas bimbingan seorang guru terbaik, Pak Oka (maaf saya lupa namanya) guru yang mengajar mata pelajaran Matematika, sayapun mampu lolos menuju bangku perkuliahan lewat jalur PMDK.

Kabarnya, saya adalah Siswa pertama dalam sejarah SMAN 6 Denpasar (saat itu tahun 1995) dan Satu-satunya siswa pada angkatan saya yang mampu lolos menuju Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur Minat dan Kemampuan. Atas dasar itu pula, Pak Oka dan dua orang guru, datang kerumah berusaha mewanti-wanti orang tua saya, agar saya mau melanjutkan apa yang telah saya peroleh tersebut.

Mengapa mereka sampe mewanti-wanti orang tua agar membujuk saya ? Karena pada waktu yang sama, saya tidak berada dirumah, sedang belajar mengemudi bersama dua sepupu saya dan sebelum pulang masih sempat main ding dong di New Dewata Ayu. He…. Waktu itu kan blom ada ponsel ?

Selamat ULang Tahun PanDe Baik : Angka 31 dan Bersih-bersih

5

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebetulnya saya bukannya bermaksud mendompleng nomor urut Partai yang kabarnya memperoleh suara terbanyak pada Pemilu kemarin, bukan juga karena secara kebetulan nomor rumah saya itu berada dalam urutan 31 di ruas Jalan Nangka. Tidak, bukan itu maksudnya…

Ini hanya kebetulan saja kok, saya akhirnya dikarunia juga umur yang panjangnya hingga angka 31 tahun… Angka yang dalam pandangan saya sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan pilihan hidup yang sebetulnya juga sudah ditentukan sebelumnya…

Ya, hari ini saya berada pada usia 31 Tahun. Kalo ndak salah seingat saya saat kuliah dahulu ada juga beberapa rekan yang berusia sama dengan saya. Yah, beda satu dua hari lah… tapi ada juga yang satu tahun. He… Yah, paling ndak masih dalam angka satu kan ?

Nah, dalam rangka hari ke-31 tahun inilah, saya memulai aktifitas ‘bersih-bersih’ berbagai hal yang ada dalam kehidupan saya selama ini. Dimulai dari yang paling gampang yaitu bersih-bersih laptop, dari nyuciin hingga nyetrika laptop biar jadi lebih cling hingga ngebersihkan isi laptop yang selama ini hampir 50 persennya terisi oleh update video-video panas baik lokal maupun luar, dalam berbagai format file, termasuk yang paling terkenal yaitu 3gp.

Begitu juga dengan gambar dan foto artis yang sedang dibicarakan baik di media cetak dan infotaiment, tentunya yang ‘mengundang’ dan lumayan membuat lesu darah bagi mereka yang melihatnya. Sebagai hasil dari aktifitas mengumpulkan segala jenis dan bentuk file panas dari berbagai Warnet yang ada di seantero Kota Denpasar. :p

Berlanjut dengan aktifitas ‘bersih-bersih’ meja kerja dan kamar tidur, yang rupanya dipenuhi oleh kertas-kertas hasil gumaman saya beberapa waktu lalu dalam usahanya menyelesaikan ‘Usulan Proposal Thesis’ serta beberapa buah komiknya Adachi Mitsuru yang musti dikembalikan dan tak lupa beberapa DVD yang blom sempat saya tonton.

Ada kumpulan film Shincan, Postman Pat, Winnie the Pooh dan Mr Bean. He… sebagai persiapan tontonan bagi putri saya kelak, dibandingkan ia dihadapkan pada Sinetron Indonesia yang amburadul. “Ohya, kabarnya MarVeLL bakalan sua dengan FaReLL ya ? mereka saling bertukar Istri gitu loh…. “

Eh, tadi saya sempat mengatakan ‘Thesis’ bukan ? He… aktifitaspun berlanjut dengan pembersihan buku-buku hasil perkuliahan selama 3 semester, yang rata-rata boleh dibilang jarang bahkan gak pernah saya baca dan hafalkan isinya. Cukup dibawa saat ujian saja, untuk dibuka-buka kembali kalo bingung mau ngjawab apa…

Ada juga yang bahkan langsung dibenahi, padahal baru beberapa minggu lalu diambil dari Anugerah Fotocopy. Belum dapet dibuka selembarpun halamannya, mengingat buku ini dipenuhi oleh kata-kata dalam bahasa Inggris dan tebalnya minta ampuuuunn… cukup buat dijadikan isi bantal tidur saya yang sudah mulai kendor…

Sempat meluangkan waktu beberapa jam di malam hari untuk membersihkan isi ponsel… Hobi saya. He…. ada tujuh ponsel yang saya bersihkan isinya, dari pemberantasan video dan foto beracun, sms dan report, cache hasil nge-net, hingga ada juga yang saya upgrade firmwarenya langsung dari web site resmi. Hasilnya ? He… punya ponsel (firmware/OS) baru nih…

Udah gitu berlanjut ke bersih-bersih rumah, mobil, motor dan juga lemari baju. Untuk rumah tentu saja saya dibantu Istri yang telaten, sedang mobil dan motor dibantu oleh teknisi Bengkel dan juga karyawan pencucian. Wuahahahaha….

Sedangkan yang terakhir tadi, lemari baju, seperti biasa saya menyisihkan baju dan celana yang tidak terpakai (akibat lingkar perut yang makin besar) dan juga yang makin jarang saya pakai. Saya sisihkan untuk disumbangkan ke Keluarga PRA-KS (keluarga yang tak mampu) yang biasanya tiap tahun masing-masing Dinas diberikan tanggung jawab dari Dinas Sosial untuk membina mereka.

‘Bersih-bersih’ terakhir yang saya lakukan tentu saja ‘Bersih-bersih’ diri sendiri. Membersihkan otak yang selama ini hampir dua pertiganya diisi dengan FaceBook baik versi PC maupun Mobile dan sejenisnya itu. Termasuk BLoG.

Kalo ‘Bersih-bersih’ FaceBook saya lakukan dengan membersihkan daftar teman yang saya miliki, diciutkan dari sejumlah 184 orang menjadi 124 orang. Lumayanlah 60 orang. Mohon maaf bagi yang di-Remove, dengan alasan (1) gak kenal ; (2) gak punya teman yang saya kenal (mutual friend) ; (3) gak beraktifitas selama 3 bulan terakhir.

Makanya kini daftar teman yang saya miliki pada FB, bisa dibagi menjadi 3 kategori yaitu (1) teman sesama BLoGGer ; (2) teman sekolah, kuliah dan segala aktifitasnya ; (3) teman yang ternyata berada dalam satu payung kawitan PanDe. Dikumpulin, kali aja kelak bisa membentuk Yowana PanDe seperti yang di-idam-idamkan selama ini. NB : eh, dah nambah 3 biji lagi loh…. :p Ketiganya itu temen SMA dan Kuliah…

Untuk BLoG, saya sempatkan hingga hari ini, mulai membersihkan tulisan / posting yang gak penting, melengkapinya dengan Tag dan Keyword serta merapikan ‘kata-kata’ yang saya rasa terlalu emosional untuk dinikmati oleh orang banyak. Berhubung BLoG ini sudah mulai dibaca oleh segelintir orang…

Selain membersihkan otak (ternyata baru sadar kalo ‘saya juga punya otak rupanya’) dari keranjingan FaceBook dan BLoG, tak lupa membersihkan diri dengan ‘Tri Kaya Parisudha’. Berpikir yang Baik, Berkata yang Baik, dan Berperilaku yang Baik.

Minimal harapannya adalah saya tak hanya seperti headline BLoG ini… Seorang PanDe yang Baik, seorang Bapak yang Baik dari anak yang Baik, seorang Suami yang Baik bagi Istri yang Baik, seorang Anak yang Baik bagi kedua Orang Tua saya yang Baik, seorang teman sahabat dan saudara yang Baik bagi lingkungannya yang (semoga) Baik pula…

Hanya bisa mengucapkan “SeLamat ULang Tahun yang ke-31” pada diri sendiri hari ini….

Akhirnya…… Tahun Baru 2009 Semangatpun Harus Baru

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Sekali lagi PanDe Baik mengucapkan, selamat kepada rekan-rekan yang berhasil mencapai matahari pagi di hari paling awal tahun 2009 ini.

Semoga apa yang diharapkan dan dicita-citakan dapat terwujudkan dengan baik.

Yah, paling minim bagi yang malam tahun baru kemaren masih nge-jomblo dan malah asyik dengan laptopnya mulai hari ini sudah ada tanda-tanda bakalan mendapatkan pasangan. Kecuali saya tentunya.

Maksudnya, karena kemaren malam saya melewatkan malam tahun baru berdua bareng laptop, sementara Istri tertidur bersama Putri kami Mirah GayatriDewi dengan lelahnya, usai datang dari upacara pernikahan adik sepupu saya. Gak mungkin kan kalo saya berharap dapet pasangan lagi ? memangnya saya tuh sekeren Pasha Ungu atau Ariel PeterPan De ?

Tapi walopun berdua bareng Laptop, saya malah dapet kado paling Istimewa di akhir tahun.

Pertama, bersua dengan orang-orang yang jarang bisa saya temui sehari-hari di upacara pernikahan adik sepupu tadi pagi, eh sekalian PanDe Baik mau ngucapin Selamat dan Berbahagia ya to Made Krisna Hermawan juga Made Novie….

Kedua, bersua via Facebook dengan sobat lama yang menghilang sejak kami tamat bangku SMA, sempat ngobrol (chat) sebentar dan akhirnya tukeran nomor ha pe. Ha…. Si sobat ini ternyata punya BLoG juga yang isinya foto mulu. Maklum, kabarnya ia kini lagi kerja bareng Bli WahYu Prayasa, rekan BloGGer Bali.

Ketiga, yang paling spesial ya dari Istri. Saya mendapatkan Knock Out !!!!

Tak perlulah saya bahas lebih jauh apa maksudnya….. Yang penting efeknya. Hahahaha….

So, bagi yang mau liburan bareng keluarga atau Yayanknya, silahkan dipuas-puasin deh hari ini, sebab bagi mereka yang bukan abdi negeri tentu besok gak bakalan dapet Cuti bersama seperti halnya saya. Kalo saya mah, yang kemarin malem itu udah sangat lebih dari cukup. Ha…..

PanDe Baik ternyata masih bisa melanjutkan aktivitas nge-BLoG usai di Knock Out !!!!! setidaknya satu posting di hari pertama awal Tahun, untuk menyapa rekan-rekan yang mampir kemari. Karena barangkali saya bakalan Rehat panjang lagi di awal tahun ini. Selain kesibukan Pekerjaan Kantor juga…. (ugh, saya malu mengungkapkannya….) Thesis yang tak pernah saya jamah sekalipun pas liburan waktu lalu. Ugh !!!

So, Salam dari Kamar Tidur yang masih terasa panas akibat Knock Out tadi…..

KiLas BaLik PanDe Baik di Tahun 2008 : tentang PanDe Baik

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Gak terasa tahun 2008 bakalan berlalu, tinggal menunggu hitungan jam saja. Ah, rasanya baru kemarin….

Begitu banyak hal yang saya alami di tahun ini, dari kelahiran Putri kami Mirah GayatriDewi, BLoG dengan Domain sendiri, hingga tentu saja Thesis sebagai tahap akhir perkuliahan yang sudah dijajaki walaupun belum resmi saya mulai.

Dalam perjalanan ini pun, saya mengalami banyak perubahan tingkah laku, dan juga tingkat kedewasaan berpikir. Barangkali itu terjadi secara alami seiring datangnya beban dan tanggung jawab yang harus saya pikul demi seorang Putri dan juga Istri.

Keteduhan hati mulai sering menghinggapi keseharian saya. Pengaruh paling besar datangnya dari jenis musik yang saya dengarkan dan sukai setahun terakhir. Dari Kecapi, Rindik, hingga Degung. Jenis Musik Instrumental lokal Bali ini sebetulnya ingin saya dengar hanya saat meninabobokan putri kecil kami. Maklum sedari ia berada di kandunganpun sudah familiar terdengar alunan musik mendayu-dayu, membuat mata sayu dan ikut tertidur.

Hanya sesekali saja, saya mendengarkan musik jaman dahulu yang pernah saya sukai. Dari GNR, Linkin Park, hingga Sepultura. Setelah puas ya balik lagi pada Degung.

Rutinitaspun gak terlalu jauh dari keluarga dan pekerjaan kantor. Sangat jarang saya ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial apalagi yang diselenggarakan bersama rekan-rekan Bali Blogger . Termasuk untuk urusan me-Banjar pun kini bisa dikatakan saya makin jarang ikut andil, digantikan kembali untuk sementara oleh ortu, mengingat saya diwajibkan membantu rutinitas Istri dalam merawat Putri kecil kami.

Hanya beberapa kegiatan saja yang rutin masih tetap saya lakukan, satu diantaranya ya meng-update koleksi video 3gp, rm, wmv de el el. Disedot dengan FD 4 GB dari Warnet-warnet terdekat yang sekiranya punya database HD mumpuni full koleksi tersebut. Hahaha….

Selebihnya saya malah jauh lebih menikmati waktu bersama putri kecil kami, yang makin hari makin lucu dan menggemaskan.

Yah, ditahun mendatang, tetap ada beberapa harapan saya bisa diwujudkan dengan baik, diantaranya ya menyelesaikan Thesis dan diwisuda, agar tak menguras kantong saya lebih jauh hanya untuk membayar SPP tiap semesteran. Ini saya jadikan prioritas paling utama, berhubung untuk membiayai kuliah saya di Pasca Teknik Unud yang tergolong nekat ini, saya musti menggadaikan SK PNS di Bank BPD Bali, yang kemudian saya cicil setiap bulan potong gaji selama empat tahun.

Makanya selama menjalani perkuliahan diwaktu lalu, saya berusaha selalu untuk yang terbaik bisa saya lakukan. Bersyukur dari delapan mata kuliah yang telah saya lalui dua semester kemarin, enam diantaranya mendapatkan nilai yang sangat baik. Dua sisanya ya standar nilai Pasca. Berharap untuk tiga mata kuliah pada semester ini bisa jauh lebih baik lagi. Plus Thesis tentunya. He…

Harapan saya yang lain ya terkait Putri kami MiRah GayatriDewi, setidaknya saya diberikan umur dan kesempatan untuk dapat menyaksikan ia tumbuh besar, berjalan dan bersekolah nantinya. Sungguh, saya sangat menyayanginya, walaupun ada orang-orang yang kecewa memiliki anak putri/perempuan.

Terkait Istri, ya berharap sekali kami selalu diberikan kasih sayang satu dengan lainnya, makin mesra dan mampu berbagi tugas juga beban keseharian.

Sedang untuk diri sendiri, minim bisa jauh lebih baik baik dari segi kedewasaan dalam mengerti anak Istri, dewasa dalam bertindak pada lingkungan, dewasa pula dalam usaha saya bertanggung jawab pada orang tua. Tak lupa pada Idealisme selaku Pegawai Negeri, ya bisa jauh lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Entah di kantor maupun di proyek.

Ah, semoga saja saya bisa mampu mewujudkannya….

So, SeLamat ber-Tahun Baruan 2009, dimanapun rekans berada, baik yang ingin melewatkannya berdua dengan Laptop, bertiga dengan Yayank 1 dan Yayank 2, ataupun dengan KeLuarga tercinta. Specially buat rekans Bali BLoGGer Community yang bakalan ikutan Hot Trip to Nusa Lembongan.

> PanDe Baik tumben bisa menulis posting ini secara Real Time (tanpa jeda) di kantor, disela istirahat siang, sambil ma’em Mie rebus porsi jumbo. Yah, lagi males aja makan siang diluar atau seperti biasa, di Rumah Makan. Maksudnya di Rumah (sendiri) Makannya…. langsung pulang. Hahahaha….. <

Salam dari Lantai 2 Kantor Bina Marga Badung di pojokan kiri depan…..

KiLas BaLik PanDe Baik di Tahun 2008 : tentang KeLuarGa

3

Category : Cinta, tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Menjadi seorang Rekan Kerja sekaligus Suami yang Baik bagi IsTri terCinta, saya yakin menjadi dambaan bagi setiap laki-laki ‘waras’ dalam memasuki tahap pernikahan, sebuah ikatan bagi dua kepala dengan dua ego yang sama sekali berbeda.

Untuk bisa mengetahui kadar seberapa berhasilnya saya mewujudkan hal tersebut, sepertinya gak bisa saya katakan, karena IsTri lah yang jauh lebih tahu dan berwenang untuk menjawab itu semua.

Begitu pula untuk menjadi seorang Rekan Kerja bagi lingkungan kerja saya, tentu saja mereka yang lebih berhak memberikan nilai atas sikap dan kinerja saya selama ini.

MeLanjutkan posting saya sebelumnya, tentang KiLas BaLik yang saya alami dan jalani di sepanjang Tahun 2008, kali ini saya ingin mengungkapkan kisah kedua, tentang betapa mengesankannya KeLuarga yang saya miliki saat ini.

Ohya, sebelum saya melanjutkan, ada satu lagi kejutan sekaligus harapan yang saya dapatkan di awal Tahun 2008 ini. Menjadi Bapak yang Baik bagi putri kecil saya, MiRah GayatriDewi.

Ya. Kami akhirnya dikaruniai seorang putri kecil nan lucu, yang bagi saya pribadi ia bagaikan seorang malaikat datang disaat kami (saya dan IsTri) dilanda keraguan dan keputusasaan harapan memiliki buah hati, buah Cinta kami. Bagaimana tidak ?

Dua tahun lalu, saya sempat dinyatakan mengidap Varikokel oleh dokter Wimpie Pangkahila, yang selama lima bulan memberikan advis juga obat-obatan penyubur, dengan total biayanya yang menguras habis isi tabungan saya. Bahkan di bulan terakhir saya mengikuti advisnya, untuk biaya obat saja, saya harus meminjam uang pada Mertua yang waktu itu secara kebetulan menawarkannya.

Tak puas dengan perjuangan saya di dokter Wimpie, saya beralih ke dokter Nono, yang merupakan rekomendasi dari dokter kandungan Wardiana di Apotek Agung Jalan Sudirman. Hasilnya sama. Malah jauh lebih parah. Saya divonis tak akan bisa memiliki keturunan, kecuali harus menjalani Operasi Bedah pada pembuluh darah putih guna menyembuhkan Varikokel tersebut.

Sialnya, sang dokter hanya memberikan kemungkinan 50-50 untuk keberhasilannya. Karena jikapun itu gagal, saya harus menjalani satu operasi lagi yang saya tak peduli lagi apa istilah medisnya. Ya, saya akhirnya memutuskan untuk ber-Pasrah diri pada-NYA.

Bersyukur, atas tuntunan dari seorang yang amat sangat kami segani, nak lingsir Sri Empu di Griya Pande Pohmanis, memberikan jalan untuk memohon pada-NYA sambil berusaha mencari tahu solusinya. Ya, kamipun diminta menjalani upacara pernikahan sekali lagi, atas dasar hari baik dari pertemuan hari kelahiran kami (saya dan IsTri).

Tak lama kami menunggu, karena begitu upacara pernikahan yang kedua kalinya dijalani, dua minggu kemudian, IsTripun positif hamil, yang cukup membuat shock dokter Wardiana dan menyatakan inilah yang namanya ’Mukjizat’ dari Tuhan.

Sembilan bulan lamanya kami menanti hadirnya si kecil dengan advis dan obat-obatan dari dokter Wardiana, membuat kami begitu bersyukur dengan kondisi yang ada. Kehamilan yang ditunggu, biaya advis dokter serta obat/vitamin yang terjangkau, juga hangatnya sambutan dokter Wardiana, tiap bulan kami datang untuk konsultasi maupun bersua di RS Sanglah, membuat kami menjadikan dokter Wardiana sebagai dokter kandungan terbaik. He…

Balik ke cerita putri kami MiRah Gayatridewi, akhirnya Selasa 18 Maret 2008, bayi mungil nan lucu inipun hadir ditengah kehidupan kami, dan memberikan rasa syukur yang paling indah dalam hari-hari kami berikutnya.

Ya, menjadi Bapak yang Baik bagi putri saya kelak agaknya menambah ”beban” saya diatas, agar mampu pula menjadi seorang Rekan Kerja sekaligus Suami yang Baik bagi IsTri. ”Beban” yang saya maksud tadi itu adalah satu harapan sekaligus pula menjadi satu tantangan bagi saya agar dapat mewujudkan keduanya dengan Baik pula.

Yah, memang saya sadari, sangat sulit untuk dilakukan. Karena untuk mewujudkannya, satu sama lain harus ada yang dikorbankan, termasuk pula menyangkut pekerjaan kantor plus konsentrasi saya pada perkuliahan yang saya jalani sedari dua tahun lalu. Bersamaan dengan pernikahan saya yang kedua tadi.

Selain itu, saya pun masih harus menjadi Anak yang Baik bagi kedua orang tua saya plus satu tanggungan Bibi. Paling tidak, selama mereka masih ada, saya bertanggung jawab pada kesehatan dan juga kebahagiaan mereka. Hal yang saya yakin sangat sulit diterima bagi mereka yang telah menikah. Apalagi bagi seorang IsTri yang ’ANTI’ pada Mertua.

Maka apapun itu resikonya, tetap saja harus saya jalani.

Sedikit keributan dalam rumah tangga itu hanyalah masalah biasa. Namanya juga menyatukan dua kepala dengan dua ego yang berbeda. Asal jangan ikut-ikutan trend para artis Indonesia yang ribut dikit, menganggap tidak ada kecocokan dalam rumah tangga, ya langsung berujung pada perceraian. Semoga saja tidak.

Begitupun sedikit pertentangan antara saya dengan orangtuapun, saya anggap biasa. Toh, dua tiga hari kemudian, saya yakin gak ada dendam lagi diantara kami.

KeLuarga memang yang paling utama bagi saya pribadi. Apalagi ditambah dengan kehadiran seorang putri kecil malaikat kami, MiRah GayatriDewi. Membuat suasana rumah bertambah hangat, ceria dan tentu saja ramai dengan celotehan dan tangis si kecil.

Ah, semoga saja ditahun depan, saya bisa jauh lebih Baik lagi.

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

> PanDe Baik mencoba menuliskan uneg-unegnya kembali perihal KiLas BaLik KeLuarga ini disela tugas dan kewajibannya menemani dan menjaga si kecil MiRah GayatriDewi hingga tertidur di Minggu pagi nan cerah ini….. <