Baju Kenangan (4)

Category : tentang DiRi SenDiri

Banjar Tainsiat
Ini baju kaos kenangan masa udah nikah, masuk warga banjar. Dapet baju khas ngaben keluarga yang tergolong kelas atas. Sayangnya juga kekecilan plus panas kalo dipake siang hari. Tipis dan kaku sih…..

Baju Kenangan (5)

Category : tentang DiRi SenDiri

Dinas Bina Marga Kabupaten Badung
Ini baju kaos kenangan setelah menjadi seorang CPNS. Sialnya ukuran baju gak ada yang pas ditubuh. Jadinya berinisiatif membuat satu baju yang rupanya berwarna jauh beda dengan versi resminya.
3 kali ditegur oleh Pak Sekda Subawa, juga Wakil Bupati Sudikertha, gak membuat keder hati lantaran merasa benar dan udah mau berusaha.
Akhirnya baju krida ini tinggal kenangan, lantaran diganti modelnya jadi lebih gelap. Biru tua. Oke punya malah….

Satunya lagi baju saat Prajabatan menuju status PNS 100%, yang berakhir dengan sehari semalam di RS Sanglah. Huehehe…
Terjatuh dari ketinggian dan gak ditangkap oleh teman yang ada dibawah.
Jadi membentur tanah deh.

Ada rumor kalo ini sengaja dilakukan untuk menjahili balik lantaran selama Prajabatan mereka selalu jadi korban kejahilan. Hehehe…
Terlepas apakah disengaja ato tidak, semua itu ada hikmahnya. Bertemu dengan ALit yang kini menjadi Istriku Tercinta.
Jikapun itu disengaja, berarti dosa ya mereka yang tanggung.
Seems like IPDN, huh ?

Baju Kenangan (1)

Category : tentang DiRi SenDiri

Fakultas Teknik Udayana
Ini baju kaos kenangan dari jaman kuliah di fakultas Teknik Unud, dimana sejak tahun 1996 udah terlibat dalam organisasi, hingga di tahun 1998, menjabat Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur. Tahun yang penuh kegiatan, dari KIM, Opspek, BKFT, de el el.
Paling banyak dapet jadi koordinator seksi Perlengkapan.
Tukang nyiapin alat, sound, meja de el el.
Juga sekaligus tukang bikin spanduk plus ngedekor.
Tersisa cuman 2 ;
Yang tulisan 33 itu saat BKFT. Sayang bajunya kekecilan. Hehehe…
Yang oranye setengah lingkaran itu dari KIM, Kemah Ilmiah Mahasiswa di tahun yang sama. Best I Ever Had.

Baju Kenangan (2)

Category : tentang DiRi SenDiri

Pande Generation
Kalo ini baju kaos kenangan waktu masa ngumpul Teruna Pande di Tainsiat masih solid. Masih lengkap. Masih suka maen karambol ato PS bareng. Main ke pantai tiap minggu sore rame2. Jalan-jalan keliling kota. Iring-iringan sepeda motor. Hehehe…
Masa indah.
Hingga bersaing dengan banjar sendiri membuat Ogoh-ogoh juga Layang-layang untuk lomba.
Top deh.
Di desain bareng, dan warna tentu merah menyala.
Ciri khas Pande.Terakhir dipake bareng saat satu anggota meninggal di usia muda.
Adik Nik, I Putu Suastara di usia 25 tahun. Di satu rumah besar, terdapat 3 orang yang umurnya sebaya. So ditinggal satu, suasana jadi terasa sedih…

Setahun PandeBaik

Category : tentang DiRi SenDiri

Weleh, udah tanggal 8 juni kok baru inget dengan usia blog yang lewat 1 taun.
Banyak cerita dan kisah yang terungkap, pahit getir manis menderita….Terhitung sudah melebihi angka 300 postingan yang udah diupload ke blog, artinya sekitar 300an pula foto-foto ini menghias rapi.

Namun kekurangannya ya, masalah penampilan aja kok.
Apa gak bosen itu-itu terus ya ?
Pengennya sih, iseng bikin ato nyari template gratisan, cuman hingga hari ini masih belum terpikirkan.
Hihihi….

Setahun sejak 25 mei 2006 lalu, blog ini mulai bercerita tentang uneg-uneg kekesalan pengalaman hingga kegembiraan dan kesuksesan.
Thanks again to mu tutor…. Erwin Soetomo. Apa kabarnya nih ?

Semoga blog ini bisa berlanjut kembali.

Eh, skali-skali gimana cranya didonlot smua biar menjadi satu kisah hidup ya ?

Anniversary PandeBaik

Category : tentang DiRi SenDiri

Semoga blog ini bisa tetap bertahan

walopun ngepostingnya bolong-bolong,

gak setiap hari…

Dedikasi Blog

Category : tentang DiRi SenDiri

Istriku yang cantik dan setia, ALit Ayu Kusumadewi, SH.
yang udah jadi sumber segala cerita….
Terima kasih untuk semua dukungan moral selama setahun ini.
Dan tak henti-hentinya melarang duduk berlama-lama didepan komputer. Lho kok ?
Semoga kita tetap saling setia ya, Le’?Juga untuk Ngurah Guli, adek kecil yang lahir 3 harian setelah nikah.
Sedari kecil diajak kmana-mana, hingga kini baru bisa jalan, tapi ngomongnya masih bega. ‘Nen buk’….. kalo dia bilang minta. Huehehehe….
Ini juga yang jadi pemicu semangat untuk cepet2 punya momongan.
Thanks ya Guli. MMUAAAHHHHH……
lutu tetali ni…..

Iwan Fals Live on TV

Category : tentang DiRi SenDiri

Lantaran gak punya Tv Tuner yang bisa ngrekam penampilan bang Iwan lewat komputer, maka jadilah bang Iwan konser, direkam dengan 2 gadget my PDA juga handset smartphone O2 yang sering dipake Istri.Dengan kualitas gambar dan video yang pas-pasan, cukup memberikan gambaran tampilnya bang Iwan di layar Indosiar tanggal 8 Mei lalu, dari jam 11 malam hingga pukul 12.30.

Spesial ditunggu-tunggu, eh Bang Iwan lumayan banyak membawakan lagu-lagunya dengan aransemen baru.
Ini dalam rangka promosi albumnya yang baru edar, 50-50.

Terakhir live didepan mata bulanApril tahun 2003 lalu….
Wih, kapan lagi bisa nonton langsung ya ?

life is never as it seems

Category : tentang DiRi SenDiri

Khayalanku :
Inginnya hidup sederhana namun berkecukupan. Cukup buat makan juga hidup ditengah-tengah rutinitas dan sosialisasi yang kebablasan.
Hidup tentram damai, bareng seorang istri ditemani dua ato empat anak, sambil menemani ortu juga mertua menghabiskan masa tuanya.
Seidealis mungkin semua diharapkan berjalan seperti halnya garis lurus, ato jalan baru slesai di-hotmix.
Mobil cukup yang dipunyai sekarang, gak minta yang top speed kayak jadi milik pak Bupati, tapi pengeluarannya gak membuat dompet ludes.
Rumah ya kalo bisa seperti ini, namun kalo ada rejeki, bisa ditambah 1 lantai.
Lingkungan asri nyaman, gak serame hari-hari selama ini dan gak segaduh yang terjadi tiap sore dihalaman ini.
Pohon dan rumput menghijau ditambah satu dua tanaman hias mempercantik halaman yang kecil tapi lapang.
Rejeki tiba saat awal bulan, namun lagi-lagi pas pertengahan bulan kalo perlu ada tambahannya lagi.
Hidup teratur dan semua terjadi so and so again.

Maka dari itu berusaha tuk melewati jalur jalan hidup yang benar dan tetap pada lintasannya. Berbuat baik, berkata baik, berpikir baik agaknya sudah selalu berusaha diterapkan disegala segi, agar kehidupan berjalan mulus…..

Kenyataannya :
Hidup morat marit.
Keuangan yang datang malah seret, namun pengeluaran kadang lebih besar dari apa yang kita punya.
Lingkungan yang sumpek, gaduh penuh kotoran anjing tak terurus oleh tuannya, serta sampah yang selalu ada setiap pagi tanpa ada inisiatif untuk membersihkannya. Hanya menunggu dan menunggu yang lain bertindak.
Kecemburuan sosial menimbulkan kesenjangan, dan akhirnya iri hati serta omongan pun terlontar dari mulut-mulut yang merasa terancam posisinya. Cukup membuat merah telinga saat mendengarkannya langsung.
Anak pun tak kunjung tiba kehadirannya, segala macam usaha sudah dicoba, medis non medis dilalui dengan pengorbanan gaji plus insentif tiap bulan, ludes di pertengahan bulan.
Pantangan-pantangan membuat segala sumber rejeki menjauh karena merasa takkan mampu jalani semua hal sekaligus.

Merasakan ketidakadilan dari-Nya, atas semua yang sudah dilakukan, sedangkan orang yang tak pernah mengakui takdir-Nya, malah mendapatkan segala kemudahan dan apa yang dipintanya.

hidup tak pernah seindah seperti yang dibayangkan

selalu ada batu dan jurang yang menghadang setiap tekad dan keinginan itu ada.

Keinginan adalah sumber penderitaan, kata Bang Iwan Fals.
Dia benar.

Sekali-sekali hidup itu harus keluar jalur.