Kembali ke Peradaban

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Tak terasa sudah melewati pertengahan bulan, masa-masa sulit bagi kami semua untuk mewujudkan satu cita yang pada akhirnya bisa kami banggakan meski dengan sedikit catatan. Bahkan untuk ukuran seorang suami yang ditinggal istri (prajabatan) pun, dua minggu sudah tak terasa lama lagi.

Bisa dikatakan berat pabila mengingat komitmen yang diambil sedari awal bulan untuk sebuah ‘blog tak karuan’ macam www.pandebaik.com. Hari demi hari rasanya tak pernah lepas dari buku dan literatur yang saling berkaitan satu sama lain, hasil perburuan disela tumpukan koleksi milik Bapak. Satu hal yang rasanya tidak pernah kulakukan sejak awal blog ini lahir.

Setidaknya ada satu nilai positif yang kudapatkan dari itu semua, semangat berbagi pengetahuan yang tak pernah luntur seiring berjalannya waktu. Meski pembelajaran yang kucoba berikan, tak satupun yang berguna saat kegiatan kemarin. Barangkali lain waktu.

Akhirnya ‘Kembali jua pada Peradaban’. Peradaban dimana semua idea yang tak jelas asal usul maupun maksudnya, tertuang secara bergantian pada halaman ini. Rata-rata memang jadinya tak berguna bagi orang yang sengaja mampir atau sekedar nyasar kemari, tapi yah… itulah yang selama ini dilakukan. Menuliskan unek-unek atau pikiran yang ada dalam kepala hingga yang memang bertujuan untuk berbagi dalam arti sebenarnya. Satu resiko terbesar yang barangkali nanti akan terjadi adalah menurunnya jumlah kunjungan ketititik ‘biasa’ yang pernah dilakoni selama tiga tahun terakhir.

Ada saatnya untuk serius dan ada saatnya untuk melewati waktu bersama keluarga. Untuk itu pula tulisan di blog www.pandebaik.com ini akan kembali pada fitrahnya semula. Tentang hobby teknologi, tentang mimpi dan opini hingga tentang hal yang sama sekali tak penting bagi orang lain. Cukup sekian ceritanya.

Besok atau lusa barangkali takkan serajin kemarin aku menuliskan blog ini lagi. Jikapun hanya karena ingin membuat posting setiap hari dalam setahunpun sudah pernah dilakoni dahulu. Masa-masa kecanduan akan blog pernah pula dialami. Itu sebabnya soal jumlah tulisaan ribuan hanya jadi sekedar angka. Karena sekali lagi, sebagian besar bahkan hampir sembilan puluh persennya merupakan buah pikiran yang tak serius. Wah, malah ngelantur kemana-mana.

Yah… Selamat ‘Kembali ke Peradaban’ saja.

Sedikit Cerita tentang Tulisan ber-Tema Keris (dan Bhisama)

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Dalam dua minggu terakhir tulisan yang dipublikasikan pada blog PanDeBaik seakan diselimuti aura Keris sampai-sampai beberapa teman yang rajin menyambangi blog satu persatu meng-sms saya ‘sejak kapan PanDeBaik berpindah tema ? dari yang biasanya melulu tentang teknologi ponsel kini malah lebih mengarah pada budaya bangsa ini… Keris.

Seperti halnya yang pernah saya ungkap dalam update status jejaring sosial FaceBook akhir Juli lalu, terkait tulisan bertemakan Keris (dan Bhisama) yang dipublikasikan sejak awal Agustus, murni saya dedikasikan sebagai pembelajaran atau tambahan pengetahuan bagi Generasi Muda Warga Pande, dalam rangka DharmaWacana tentang keris dan Bhisama di Museum ‘Keris’ Neka, Sanggingan, Ubud, Gianyar.

Adapun terkait DharmaWacana tersebut diselenggarakan sebagai awal proses pembentukan Yowana Paramartha Warga Pande, sebuah wadah berorganisasi dan bersosialisasi bagi Teruna Teruni Generasi Muda Warga Pande di tingkat Kabupaten dan Kota. Sebagai pilot project, sementara waktu kami mengambil opsi dikhususkan pada kotamadya Denpasar dan Kabupaten Badung saja.

Lantas kenapa harus ‘Keris ? ini terkait lagi dengan kunjungan pertama kami ke Museum ‘Keris’ Neka pada tanggal 18 Juli 2010 lalu yang jujur saja menyisakan banyak pertanyaan di pikiran saya sebagai salah satu dari generasi muda (meskipun sudah berstatus menikah) warga Pande. Apalagi kalau bukan terkait apa itu keris, bagaimana proses pembuatannya, nilai-nilai dan makna yang terkandung hingga terkait puluhan keris koleksi milik Museum Neka, dari mana saja asalnya, apakah ada sejarahnya, siapa pembuatnya dan masih banyak lagi.

Sambutan yang diberikan kepada kami sangat jauh dari rencana awal yang sedianya hanyalah untuk menyampaikan keinginan dan memastikan Pande Wayan Suteja Neka berkenan menerima dan berbagi pengetahuannya saat Dharmawacana kelak. Mendengarkan dan menyaksikan secara langsung hingga berkeliling di Museum merupakan pengalaman baru bagi kami semua.

Bersyukur Uwe Suteja Neka (demikan saya memanggil Beliau) berkenan memberikan bekal literatur yang sekiranya dapat kami pelajari ketika pulang dari Museum. Dari literatur tersebutlah tulisan-tulisan yang bertemakan Keris itu berasal. Dua alasan mengapa tulisan-tulisan yang bertemakan Keris saya publikasikan lewat blog adalah pertama, isi dari tulisan tersebut terlalu berharga untuk saya ketahui seorang diri dan mengingat visi dari blog PanDeBaik adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman maka tidak ada salahnya tulisan tersebut saya tuangkan disini. Sedang Kedua, terkait profesi sampingan saya sebagai blogger (dan memiliki media blog) ya satu-satunya yang dapat saya lakukan agar literatur yang diberikan Uwe Suteja Neka dapat lebih bermanfaat bagi kita semua adalah menuangkannya kembali dalam bentuk tulisan.

Demikian pula halnya dengan tulisan terkait 6 (enam) Bhisama Warga Pande yang barangkali sangat disarankan untuk diketahui oleh setiap Semeton Warga Pande. Harapannya tentu saja agar saat Dharmawacana nanti akan ada satu pembelajaran tambahan untuk diketahui sebelumnya serta pemahaman yang seragam satu dan lainnya.

Hanya saja publikasi tulisan yang berasal dari literatur ini bukan bertujuan untuk mengeruk keuntungan secara komersial, namun (sekali lagi) hanya sebatas pembelajaran dan tambahan pengetahuan bagi generasi muda Warga Pande khususnya dan tentu saja kita semua umumnya. Bukankah indah jika kita semua sama-sama menyadari bahwa Keris (dan Bhisama bagi Semeton Warga Pande) adalah satu warisan budaya leluhur bangsa kita yang patut dijaga dan lestarikan ?

Sialnya Penghobi (nonton) Film

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebelum dilanjutkan Harap dicatat bahwa seorang Penghobi (nonton) Film punya pemahaman sedikit berbeda dengan seorang Penghobi Film. Bedanya kurang lebih kalo isi pikiran seorang Penghobi Film itu biasanya Movie Minded, mengetahui segala hal seluk beluk film yang pantas ditonton saat ini, mana yang termasuk incaran mana yang termasuk daftar tunggu, siapa nama aktor/aktris maupun sutradara yang terlibat didalamnya hingga rela antre berjam-jam di bioskop setempat. Berbeda dengan seorang Penghobi (nonton) Film yang isi pikirannya ya Cuma pengen nonton aja tanpa peduli masuk film laris atau tidak, dan tidak terbatas pada film dengan tema jelas saja. Video panas artis lokal juga terkadang masuk didalamnya. Hehehe…

Untuk seorang Penghobi (nonton) Film, saya (hahaha… pemahaman diatas sebenarnya lagi ngomongin saya…) gak terlalu ngoyo musti nonton film Harus di bioskop agar mendapatkan sajian yang gambarnya berkualitas mantap setingkat keping dvd plus dengan tata suara yang gak kalah mantapnya. Kalopun tu film baru dirilis di bioskop saya lebih suka nyari yang versi bajakan di pasar malam sedangkan kalo kebetulan dah merilis versi keping originalnya, saya lebih memilih yang berformat video cd ketimbang dvd.

Alasannya sederhana. Pertama, Film dalam format keping vcd lebih mudah dicopy ke laptop ketimbang yang dvd, selain cepat juga gak bakalan menghilangkan subtitle yang menyertainya. Untuk mengcopy film dalam format keping dvd diperlukan aplikasi khusus yang dapat mengubah format tersebut dalam bentuk image dan harus diputar dalam sebuah virtual cdrom. Kedua, nonton dalam format keping cd lebih asyik ketimbang nonton bioskop. Ini sebenarnya ada hubungannya dengan kemampuan otak dalam menerima alur dan jalannya cerita yang ditawarkan sebuah film, yang sayangnya otak saya terkadang suka bingung di pertengahan film. Menonton dalam keping cd menawarkan sebuah kelebihan ketimbang menonton film di bioskop yaitu bisa di-rewind kembali ke scene sebelumnya untuk mengulang pemahaman. Hihihi… Terus, kenapa musti di-copy ke laptop ? karena untuk menonton film terkadang saya musti ngumpulin mood atau berada dalam situasi yang lowong dulu. Hahaha…

Demi mendukung hobi menonton film ini, sayapun hunting ke beberapa tempat rental video yang ada diseputaran Kota Denpasar. Ada satu kriteria pokok yang saya tetapkan untuk memilihnya yaitu berada dalam satu jalur aktifitas kantor. Tujuannya untuk mempermudah proses peminjaman dan pengembalian keping film. Bisa dilakukan pada saat pulang kantor. He…

Sasaran pertama saya sedari empat tahun lalu adalah ArmaDisc yang berlokasi di wilayah Banjar Kayumas, sebelah selatan kantor Catatan Sipil. Secara kriteria ni Rental yang paling ideal, karena satu jalur dengan akses kantor. Paket yang ditawarkan saat itu cukup menarik perhatian. Dapat bonus 1 keping film apabila mengembalikan pinjaman lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Sayangnya setahun terakhir lokasi ArmaDisc telah berubah fungsi menjadi outlet yang menjual optik atau kacamata. Masih belum berubah fungsi menjadi rental hingga saya pindah kantor ke Mangupura Mengwi.

Sasaran kedua saya ambil di Artha Media yang berlokasi di Tanjung Bungkak, sebelah utara kampus Warmadewa. Secara lokasi sebenarnya agak menyimpang jauh, tapi ya kadang suka nyambi sambil beli keping dvd kosong atau malah minjem software bajakan. :p Sayangnya meski sampe hari ini tempat tersebut masih setia menyewakan keping film, dendanya tetap diberlakukan meskipun saya sudah dikenal oleh penjaganya. Hehehe… hal yang tidak berlaku di ArmaDisc.

Sasaran ketiga saya coba di New Release Gatot Subroto, sebelah barat apotik Anugerah. Rental ini kebetulan berada dalam satu jalur yang asyik saat pulang kantor. Sayangnya baru juga mendaftar dan meminjam beberapa keping film, ni rental malah menghilang. Ealah…

Sasaran keempat adalah Bromo, lokasinya didepan sekolah Dwijendra jalan Kamboja. Kejadiannya siy gak sengaja, nemu pas balikin komik Kariage. Sayangnya mereka blom punya database yang jelas, gak ada daftar film yang bisa dilihat dan dijadikan panduan dalam mencari film-film lama. Masih dijejer begitu saja tanpa cover. Malah bikin bingung karena musti melihat isinya satu persatu.

Terakhir yang saya lakoni adalah ZeeneMax Gatot Subroto, sebelah barat perempatan Ubung Cokroaminoto. Ni Rental berada dalam jalur pulang kantor yang mengambil jalur kearah selatan (dari Mangupura Mengwi). Dengan penawaran paket 100ribu rupiah untuk 38 buah film atau 50ribu untuk 18 film. Sayangnya akibat kekurangan karyawan, ZeeneMax Gatsu sempat tutup untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini malah membingungkan saya sebagai salah satu konsumen yang agak was-was juga karena masih dalam posisi meminjam film. Khawatir masuk dalam daftar DPO mereka. Seminggu terakhir baru ada pemberitahuan bahwa mereka hanya buka diatas pukul 6 sore saja. Waaaahhh… artinya gak bisa minjem atau balikin film sepulang kerja lagi.

Entah apakah memang karena minat meminjam film para warga Penghobi yang memang menurun :p ataukah karena laris manisnya keping bajakan yang dijual dengan harga murah baik di Pasar malam maupun disebuah toko Elektronik kawasan Diponegoro ? Pastinya saya sebagai salah satu Penghobi (nonton) film kini malah jadi kebingungan sendiri…

Ngayah Bersama Yowana Paramartha Warga Pande

10

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang InSPiRasi

Tidak banyak pekerjaan yang bisa kami kerjakan saat ngayah bersama hari minggu 20 Juni 2010 kemarin di Pura Penataran Pande Tamblingan. Alasan Pertama karena bahan baku yang akan diolah atau digarap belum semua bisa disiapkan oleh pihak Panitia. Hal yang sangat disayangkan sekaligus dapat dimaklumi mengingat proses Karya yang akan dilaksanakan baru akan benar-benar dimulai pada yanggal 23 Juni besok. Alasan Kedua sekaligus yang sebenarnya menjadi alasan terkuat adalah begitu mantapnya kekompakan dan etos kerja yang ditunjukkan oleh Semeton Yowana dari Peliatan Ubud sedari awal mereka menginjakkan kaki di areal Pura.

Jujur, saya salut dengan kerjasama dan tauladan positif yang mereka tunjukkan. Kurang lebih dua puluh orang Teruna Teruni yang dikomandoi oleh seorang senior Bli Pande TamanBali, mampu saling bahu membahu tanpa menunggu satu sama lainnya untuk bekerja, mengambil semua peluang pekerjaan yang ada dan menyelesaikannya dengan baik. Kekompakan juga pengetahuan akan pekerjaan yang diambil membuat saya (dan juga barangkali beberapa Semeton lain) hanya bisa terkagum-kagum dan takjub. Sungguh, saya iri (dalam arti positif) dengan semua semangat itu. Satu hal yang barangkali sudah tidak dapat saya temukan lagi pada Yowana dilingkungan kami.

Drs. I Made Gede Sutama, MM., Ketua Panitia Karya yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Dede’s sesuai rencana berkenan hadir dan menerima kedatangan kami dengan baik. Beliau datang bersama dua penglingsir lainnya dan membawa serta beberapa buah buku yang sedianya akan dibagikan kepada Yowana. Adapun isi sebagian besar buku-buku tersebut adalah cerita tentang sejarah Pura Penataran Pande Tamblingan sedari penemuan hingga pembangunan yang dilihat baik dari kacamata pengalaman seorang Dede’s maupun dokumentasi yang tercatat secara mendetail.

Sekedar Informasi, Pura Penataran Pande Tamblingan atau yang dahulu dikenal dengan nama Pura Catur Lepus terletak di pinggir Danau Tamblingan, sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Tepatnya berada pada titik Latitude 8°15’57.62″S dan Longitude 115° 5’49.59″E sesuai arahan pada aplikasi Google Earth. Satu-satunya akses jalan menuju Pura sampai saat ini masih berupa jalan tanah yang dipadatkan, dengan lebar yang tidak memenuhi persyaratan sebuah jalan umum jalur dua arah. Suasananya kurang lebih sama dengan jalan akses menuju Pura Luhur Giri Selaka atau yang dikenal dengan nama Pura Alas Purwo.

* foto diatas saya ambil dari besutannya Putu Adi Susanta pemilik www.radiografer.net *

Banyak cerita yang kami dapatkan baik melalui buku maupun diskusi kecil yang Beliau adakan sesaat setelah makan siang. Tentang Konsep pembangunan pura yang memadukan pemahaman jaman Bali Kuno dengan Modern, tentang penemuan Lingga Yoni yang melambangkan dua manusia laki-laki dan perempuan dan kemudian disandingkan dengan pelinggih Padma Capah, tentang tiadanya pelinggih Padmasana atau keberadaan Meru tumpang Telu (tiga) sebagai perwujudan Warga Pande, tentang penyengker pura yang memang dibuat sedemikian rupa tanpa tembok agar tetap menyatu dengan alam sekitarnya.

Ada juga tentang penemuan palung berisi air (tirta) yang tidak pernah habis, tentang pembuatan tiga buah keris yang sengaja dibuat langsung di lokasi Pura Penataran Pande Tamblingan, tentang pohon raksasa yang kabarnya dahulu digunakan sebagai media uji keris yang dibuat oleh leluhur, atau tentang keajaiban yang muncul saat pembuatan keris maupun ular merah yang dijadikan cover buku dokumentasi tersebut.

I Wayan Putrawan, SH atau yang lebih dikenal sebagai Yande, Teruna dari Pedungan yang untuk sementara ini didaulat sebagai koordinator pembentukan Yowana Paramartha Warga Pande untuk lingkup Kota dan kabupaten, benar-benar memanfaatkan momen diskusi ini untuk menyampaikan visi serta misi pembentukan Yowana sekaligus memohon bantuan Panitia Karya agar berkenan membantu sosialisasi atau pengenalan kepada Warga Pande yang nantinya akan tangkil setiap harinya. Terkait ide yang disampaikan, Pak Dede’s menyambut baik dan berjanji akan memberikan ruang sebagai tempat berekspresi entah dalam bentuk satu pengumuman tempel atau ruang khusus disekitar lokasi Pura. Opsi kedua yang dapat Beliau tawarkan adalah memberikan kesempatan pada perwakilan Yowana untuk ikut serta berbicara dan menyampaikan ide saat Puncak Acara nantinya.

Kegiatan Ngayah Bersama Yowana Paramartha Warga Pande ini merupakan kegiatan sosial kedua yang dilaksanakan selama kurun waktu seminggu terakhir. Adapun yang pertama dilangsungkan pada hari Sabtu 12 Juni yang lalu. Sayangnya saya sendiri tidak sempat hadir dan ikut serta saat itu.

Berkaitan dengan Karya yang akan dilaksanakan sedari tanggal 23 sampai dengan 29 Juni 2010 nanti, Yowana Paramartha Warga Pande untuk sementara ini menjadwalkan kembali rencana Ngayah Bersama sekaligus mekemit pada hari Sabtu tanggal 26 Juni, bertepatan dengan Puncak Karya. Satu momen yang pas bagi Teruna Teruni Pande terutama mereka yang berstatus jomblo. Siapa tahu bisa menemukan pasangan sesama Warga Pande. Hehehe…

Ngayah ring Pura Penataran Pande Tamblingan

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Om suastiastu…

Dumogi Rahajeng dirghayusa Seneton Pande makesami…

Semeton Pande,

Dapat kami kabarkan kepada semeton pande semua bahwa dalam rangka pembentukan Yowana Paramartha Mahasemaya Warga Pande Kota Denpasar & Kabupaten Badung, kami selaku koordinator telah melangsungkan pertemuan pada hari Minggu 13 Juni 2010 di warung Ulam Segara Jl.Drupadi (undangan sebelumnya telah disebarkan melalui akun Facebook), Pertemuan dihadiri oleh 17 orang semeton pande, meningkat 3 kali lipat dari jumlah semeton yang datang pada pertemuan awal.

Dalam hangatnya suasana pertemuan tersebut telah dibahas pemantapan rencana pembentukan YP MSWP, dalam pertemuan itu juga disepakati agenda Tangkil untuk Ngayah ring Pura Penataran Pande Tamblingan pada hari minggu tanggal 20 Juni 2010.

Mengingat karya Pemelaspasan Pura Penataran Pande Tamblingan ini akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini maka kami memfokuskan diri untuk ngayah sekaligus saling memperkenalkan diri dengan semeton pande yang lain.

Kegiatan ini kami cetuskan mengingat ada jeda antara Nuwasen Karya yang dilaksanakan pada tanggal 18 Juni dengan eedan pertama pada tanggal 23 Juni.

Pada tanggal 20 Juni tersebut, berdasarkan informasi yang kami terima akan dilaksanakan kegiatan mereresik dan ngias di Pura, seperti memasang sampian, membuat penjor dan lain lain terkait.

Adapun Teknis keberangkatan adalah :

  • agar sudah bisa berkumpul pada pukul 8 pagi di Pura Danau Beratan (obyek wisata) dan dari sana akan berangkat bersama menuju pura.
  • menggunakan kendaraan diluar sedan mengingat kondisi jalan menuju pura belum beraspal, disarankan jeep atau mobil profil tinggi.
  • agar tidak memberatkan panitia di lokasi, diharapkan semeton berkenan menyiapkan sedikit konsumsi, minimal nasi bungkus untuk diri sendiri dan semeton yang diajak bareng;
  • membawa peralatan ringan seperti blakas atau mutik atau bisa juga ember dan sekop untuk membentuk badan jalan menuju Pura.
  • Pakaian adat ringan.

demikian kami sampaikan, besar harapan kami semeton semua bisa tangkil untuk menunjukkan kebersatuan sesama semeton pande.

Informasi dan pertanyaan Wilayah Kota Denpasar silahkan kontak :

Wilayah Badung :

Wilayah Gianyar :

Wilayah Denpasar Barat/ Kerobokan :

  • Mymart : 0817556999 atau bisa ngumpul di mymart jam 7 pagi dan berangkat bareng2….

NB : MOHON PARA SEMETON YANG POSITIF BISA IKUT NGAYAH SUPAYA MENGHUBUNGI NOMER2 DI ATAS….

SUKSME……..

Mai nge-BLOG pang sing BeLOG

10

Category : tentang DiRi SenDiri

Sudah lama saya tidak mendengar ataupun membaca slogan milik Bali Blogger Community yang kalau tidak salah sempat dilontarkan oleh sang DanCuk (komanDan puCuk) Bung Anton Muhajir pada awal pendirian komunitas ini. Satu semangat yang memacu kami (dan saya secara pribadi hingga hari ini) untuk tetap melahirkan tulisan demi tulisan dengan harapan berbagi informasi, pengalaman hingga pembelajaran pada diri sendiri.

Tidak mudah memang mempertahankan spirit nge-BLoG. Apalagi seandainya BLoG hanya digunakan untuk berbagi kabar aktifitas sehari-hari tanpa mampu menjadikannya sebagai lahan pemasukan tambahan. Seperti BLoG www.pandebaik.com tentu saja. :p

Satu persatu rekan BLoGGer yang tergabung dalam komunitas Bali Blogger Community mulai menampakkan kejenuhan mereka dan memilih untuk Hiatus atau rehat sejenak dari rutinitas menulis. Saya pribadi sempat pula mengalaminya disaat awal. Kendati baru-baru ini sampai terlontar ide untuk hiatus tapi nyatanya malah bertahan 3 (tiga) hari saja. Gak tahan buat nulis lagi.

Yang namanya ide jujur saja sangat banyak saya miliki. Tapi semua itu bisa dibilang hanya sampah yang barangkali hanya bisa berguna dan bermanfaat bagi sebagian kecil orang yang mampir kemari. Hampir tidak ada tulisan yang mampu tembus ribuan pengunjung dalam satu periode tertentu atau dikomentari banyak orang. Bagi seorang BLoGGer, sepinya pengunjung, pembaca hingga komentator bisa jadi malah menurunkan minat mereka untuk terus menulis.

Hanya saja (lagi-lagi) bagi saya pribadi, salah satu alasan kuat untuk tetap menulis adalah Domain. Menggunakan domain pribadi tanpa embel-embel dot blogspot atau dot wordpress memang sangat membanggakan. Senangnya bukan main ketika orang secara tidak sengaja mengatakan telah menjadikan BLoG www.pandebaik.com sebagai bahan referensi mereka. Bisa juga ketika menyadari bahwa dalam hasil pencarian untuk kata kunci tertentu di sebuah search engine ternama menyajikan salah satu tulisan dihalaman pertama. Namun keputusan untuk menggunakan domain pribadi artinya ada penambahan biaya untuk pemeliharaan setiap tahunnya. Meski demikian saya pribadi bisa jadi merupakan orang yang beruntung telah memanfaatkan BaliOrange.net sebagai media hosting dan tentu saja kepemilikan Domain. Biaya yang dibebankan rasanya tidak terasa berat dibanding pelayanan dan kemudahan yang mereka berikan.

Balik pada topik BLoG, tetap semangat untuk nge-BLoG bisa jadi tetap saya lakoni hingga hari ini lantaran orientasi yang saya gunakan adalah berbagi, bukan bercerita seperti dahulu. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu, berbagi pengetahuan meski sebagian lainnya masih mengikuti orientaasi lama.

BLoG bagi saya bukan lagi menjadi satu beban, namun sudah menjadi candu layaknya mengkonsumsi narkoba, putauw, ganja hingga arak Methanol. Selalu merasakan ketagihan. Selalu merasa tidak nyaman ketika tidak melakukannya. Ingin lagi dan lagi.

Lingkup yang beragam membuat saya masih tetap bertahan hingga hari ini. Ketika ide berbagi telah habis, ada ide tentang tumbuh kembang MiRah putri kecil kami yang siap dipublikasikan. Bisa juga tentang keruwetan pikiran tentang lingkungan dan kehidupan pribadi. Tak luput hal-hal terkini yang tidak bisa diduga dan nyatanya mampu saya tuangkan dan dalam beberapa menitpun jadi.

Hiatus mungkin bukan lagi menjadi satu pilihan untuk kedepan. karena setahun terakhir aktifitas nge-BLoG nyatanya mampu mengantarkan saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan juga tingkat pergaulan yang lebih nyaman ketimbang masa muda saya terdahulu. nge-BLoG telah memberikan banyak perubahan pada diri saya. Entah menjadi jauh lebih fleksibel terhadap pertemanan atau perbincangan.

Saya yakin, masih banyak hal positif yang bisa didapat dari nge-BLoG. Tergantung dari motivasi, tekanan hingga perjalanan yang dilalui.

Mai nge-BLOG pang sing BeLOG

Bagaimana dengan Anda ?