Punya Anak PG (lagi)

Category : tentang Buah Hati

Lama gak berkabar tentang putri putri kami, di tahun 2016 ini malah sudah punya anak PG (lagi). Kali kedua.
Ya, di usianya yang menginjak 3,5 tahun kini giliran Intan bersekolah di TK Lokasari. Itupun karena keinginannya bersekolah makin lama makin besar, setelah melihat banyaknya fasilitas mainan anak di pelataran halaman sekolah.
Hmmm… Namanya juga anak anak.

Seperti halnya si kakak yang begitu masuk PG memiliki perwajahan gembul, Intan pun demikian adanya. Cuma ia jauh lebih tabah dan berani, sekaligus punya temperamen keras. Jauh lebih keras dari kakaknya. Weleh…

Intan PanDe Baik

Sudah begitu, ia juga lebih cuek. Menjadikannya sedikit lebih malas dari si kakak baik dari segi kerajinan masuk sekolah maupun aktifitas dalam kelas. Khusus yang satu ini rasanya sebagian besar isi kepalanya masih dipenuhi dengan keinginan main. He…

Ndak sedikit komentar gurunya yang disampaikan langsung maupun lewat kakeknya yang kerap mengantarkannya di hari kerja. Ini anak memang beda kelakuannya. Hahaha…

Tapi senang juga sih sekali waktu bisa antar Intan bersekolah dan menungguinya Sabtu pagi. Sambil berjemur di bawah bale kulkul. Cari matahari pagi barang sebentar.

He… Gak terasa ya waktu cepat berlalu ?

Kangen Canda Tawa Anak Anak

Category : tentang Buah Hati

Baru tadi sore. Ya… baru tadi sore, rasa kangen itu terobati.

Baru tadi sore, akhirnya bisa ngumpul lagi bareng anak-anak kesayangan yang selama dua minggu lalu baik anak maupun bapak punya halangan sendiri-sendiri.

Kalo dilihat dari sisi anak, sudah dua minggu lebih dua bayi kami terpapar demam akibat radang dan tumbuh gigi. Enam sekaligus. Ealah…
Padahal sudah Sempat khawatir juga bakalan kena DB, karena tetangga-tetangga sudah pada ngamar duluan. Bahkan si Ara, bayi kecing kami sampai cek darah pula di Nikki Medika penampahan Galungan kemarin. Duh… krodit dah.

Sedangkan kalo dilihat dari sisi Bapaknya ya apalagi kalo bukan kesibukan kerja kantor yang akibat mendesaknya waktu yang diberikan kawan Bappeda pasca kegiatan Musrenbang kemarin, akhirnya disetrap beneran buat menyelesaikan usulan. Padahal kalo tahun tahun lalu, Jalan Lingkungan selalu diberikan porsi waktu paling terakhir.
Tapi lantaran kini sudah menjadi kegiatan Strategis, mau gak mau ya mendapat perhatian besar baik dari pimpinan, masyarakat maupun badan anggaran.
Sudah resikonya sih…

Mirah Intan Mutiara PanDeBaik

Jadi ya, senang sekali hati ini saat bisa ngumpul bareng mereka bertiga, sampe-sampe minta difotoin pas bangun tidur sore tadi.
Gimana ? imut imut kan mereka ?

Selamat Ulang Tahun pertama Gek Mutiara

Category : tentang Buah Hati

Masih teringat sesak didada saat melihatnya terbaring sendirian dalam inkubator di ruang NICU RS Puri Bunda, dan berlanjut hingga RS Sanglah. Ndak terasa setahun sudah masa itu berlalu.

Anak cantik yang kami beri nama Gek Mutiara ini, kini sudah tampak jauh lebih segar ketimbang pertama kali ia tertidur lelap di kasur yang sama sepulang dari perawatan. Tak hanya itu, senyumnya pun tampak menawan menarik hasrat untuk menciumnya berkali-kali hingga ia kegelian dan tertawa. Hal yang kami nanti sejak kelahirannya 15 Februari 2015 lalu.

Ara, hari ini ia merayakan Ulang Tahunnya yang pertama. Sangat senang bisa mengenal dan merawatnya setahun ini. Meski ia tak banyak cuap seperti halnya kedua kakak, namun ia lebih murah senyum dan melucu. Kadang ia tak segan mengernyitkan hidungnya untuk menarik perhatian siapapun yang ada di dekatnya. Kalo sudah dibalas, ia pun akan berusaha melarikan diri dengan menggeser pantatnya sejauh yang ia bisa. Ya, Ara hingga kini belum bisa merangkak. Namun ia bisa berpindah tempat dengan cepat dengan mengandalkan pantatnya. He…

Dibandingkan anak seusianya, tubuh Ara tergolong imut. Kami memakluminya meski setahun ini kami tetap berupaya memberikannya susu formula khusus kelahiran prematur yang harganya dua kali lipat susu kakaknya. Namun begitu, secara pertumbuhan dan pemahaman rasanya Ara lebih cepat mengalami ketimbang dua kakaknya.

Jika dulu ia dekat dengan sang nenek yang kerap mengeloninya tidur, seminggu terakhir ini ia lebih manja dan nyaman bersama saya, bapaknya yang suka nulis nulis di ponsel ini. Bahkan saat ia tidur malampun, ia lebih suka memanggil manggil dan menangis hingga si bapak mau mendampinginya. Duuuhhh… ni anak jadi ngegemesin.

Ara setahun PanDe Baik

Ara kini sudah berusia 1 tahun. Baru bisa duduk stabil meski belum bisa bangun sendiri dari posisinya tiduran. Jadi harus dibantu dulu. Ia juga belum bisa membalikkan badannya, tengkurap. Pokoke masih bayi beneran. Inipun kami bisa memakluminya karena menurut dokter yang merawatnya sejak lahir, perkembangan Ara memang tidak bisa disandingkan dengan anak yang berkelahiran normal. Kelak ia akan bisa, namun membutuhkan waktu.

Yang sehat ya Cantik. Peluk cium dari Bapak, nanti kita bobok bareng lagi. Muah…

InTan dan QZ 520 ETA

Category : tentang Buah Hati

InTan dan QZ 520 ETA

Intan baru bisa tidur saat kutinggalkan tadi. Menurut Ibunya, ia tak sekalipun memejamkan mata sejak pukul satu tengah malam. Keluhannya masih sama. Sakit pada perut, dan demam.

Dokter Anak yang kami temui jumat sore kemarin sempat menyampaikan, bahwa jika sampai hari ketiga Intan masih demam, ia harus segera melakukan cek darah. Kemungkinan besar Demam Berdarah.

Namun mengingat historisnya yang sempat mengalami Typhus, kami sudah mulai khawatir karena Intan cukup lama memerlukan proses untuk menghabiskan makan, entah pagi siang ataupun malam. Susah diberitahu.

Intan diputuskan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Satu hal yang saya khawatirkan dari kemarin. Mengingat pagi ini saya sudah bersiap terbang dan kini berada di dalam pesawat.

QZ 520 ETA

Pikiran melayang pada kesibukan mengurus administrasi yang biasanya saya lakukan. Kini, siapa yang harus diandalkan ?

Kartu Asuransi Prudentialnya sudah saya titip sebelumnya pada istri. Tapi tidak dengan Askes atau BPJSnya. Berhubung info terakhir, kakek Canggunya yang akan mengantar.
Damn… jadi menyusahkan banyak orang keberangkatan kali ini.
Sementara, cerita lamanya masih sama. Agen Asuransi Prudential yang saya miliki, susah dihubungi. Telepon gak diangkat, sms dan bbm pun tak dibalas.

Sepertinya ini akan menjadi liburan singkat bagi saya pribadi. Sementara yang lain, mungkin silahkan jalan terus. Kasihan keluarga di rumah mengurusi Intan tanpa kehadiran saya.

Semoga Tuhan memberi jalan dan kesehatan untuk putri kami Intan.
Get well soon Nak…

Anak Anak

Category : tentang Buah Hati

Terkadang kami sebagai orang tua muda dari 3 putri kecil yang masih berada dalam usia tumbuh kembang, merasa heran. Dari manakah asal energi yang mereka miliki sejak pagi hingga malam menjelang.
Aktif. Sangat aktif.

Diantara ketiganya, Intan putri tengah kami baru saja masuk usia yang perlu pengawasan ketat baik pengempunya maupun kakek nininya saat kami tinggal bekerja. Rasa rasanya tak ada kamus capek yang ia rasakan kecuali saat tidur siang dan malamnya. Kami sampai kewalahan menimpali setiap aktifitasnya.

Sang adik, dalam usia 5 bulanan ini, baru bisa sebatas meminta diambil oleh Bapaknya, jika sudah dilihat baik sepulang kerja ataupun melintas begitu saja. Sementara si kakak, lebih banyak memperhatikan dan kalem, entah karena kenyang akan dimarah atau mungkin paham dengan situasinya kini.

PanDe Baik 3

Hanya ketika mereka bergabung saja, mulai nampak kenakalannya masing masing. Dari minta digendong shama shama *dengan logat huruf S yang kental, atau saling menimpali obrolan kesana kemari dengan si Bapak yang siap mengasuh melalui lantunan merdunya Gus Teja atau filem kartun di layar ponsel hasil download seharian.

Baru saat mereka tidur lah, dunia terasa lebih damai dan tenang. Tapi mereka, Anak Anak… tetap saja kami rindukan tawa candanya.

Upacara 3 Bulanan Gek Mutiara

Category : tentang Buah Hati

Senyum tipisnya masih tersungging manis setiap kali disapa saat ia berada di kereta dorong depan layar televisi. Sudah jauh lebih tenang jika dibandingkan dengan lusa kemarin. Mungkin karena ia yakin bahwa upacara kali ini bisa berjalan dengan baik. Namun tidak dengan kedua orangtuanya.

Dari paket 175 orang yang kami undang dalam daftar pendek nama saudara yang harus dihubungi satu minggu terakhir, bisa dikatakan yang hadir itu bertambah sekitar empat puluh persennya. Padahal yang diundang itu hanya sebatas saudara Misanan, sepupu tingkat pertama. Hal ini sempat membuat saya ketar ketir dengan katering yang kami pesan, meskipun informasi sepihak, biasanya ditambahkan lagi sekitar 25 porsi dari jumlah pesanan.
Akan tetapi kekhawatiran itu hilang saat mengetahui masih terdapat sisa makanan di akhir acara, masih cukup untuk dibagikan pada famili terdekat.

3 bulanan Mutiara panDe

Upacara 3 bulanan atau yang dikenal dengan istilah Nyambutin ini jatuh pada hari Minggu, 31 Mei kemarin. Hari yang sudah lama kami nantikan mengingat history Mutiara yang dilalui semenjak ia lahir cukup berat dirasa. Jadi senang sekali ketika itu semua terlewati.

Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi, putri ketiga kami. Benar benar berharap bahwa kesehatan dan kepulihannya akan membawa kegembiraan di tengah keluarga bahagia ini.

Gek Ara sejauh ini

Category : tentang Buah Hati

Hari sudah menjelang malam, namun bola mata si kecil ini masih tampak bersemangat. Seakan minta diijinkan bermain. Padahal ibunya sudah mulai tampak letih menjaganya sejak pagi. Kamipun bergiliran menggendongnya agar ia tak rewel dan menangis keras.

Usianya baru dua bulan kalender. dan Perkiraan akhir Mei nanti, akan menginjak tiga bulan Bali. Namun bersyukur, pipinya sudah tampak mulai berisi.

Diujung bibirnya, senyum manis mulai nampak. Biasanya saat kami mengajaknya berbicara. Iapun mulai mengeluarkan suara Aw Aw Aw demi menandakan respon pembicaraan yang disampaikan. Satu perkembangan yang luar biasa.

Mutiara 6

Satu persatu dokumentasi foto dan videonya dari ia dilahirkan, kami pindahkan semalam. Dari memori ponsel ke laptop. Rencananya akan diburning dalam bentuk dvd, baru dihapus. Mungkin beberapa diantaranya akan kami cetak dalam bentuk foto bujursangkar sebagaimana biasa.
Ini dilakukan karena sang Ibu masih merasa shock saat tak sengaja Intan, putri kedua kami, memutar kembali semuanya. Suara alat dan nafas adik masih terdengar jelas. Seakan kami masih mengalaminya.
Sepertinya sudah saatnya ia tersenyum dalam gambar.

Pukul dua belas tengah malam dan tiga dini hari, alarm ponsel berbunyi tanda Ibu berupaya menyusui si anak di tengah rasa lelah yang mendera. Usai itu, obat akan kami berikan untuk meredakan Kolestasis yang masih ia derita hingga kini.
Rencananya kamis pagi ini akan kami periksakan kembali ke RS Sanglah untuk mengetahui perkembangannya.

Yang kuat ya Cantik…

MiRah dan Sepeda Barunya

Category : tentang Buah Hati

Dibandingkan saudara sebayanya, Mirah putri pertama kami tergolong lambat untuk bisa belajar naik sepeda roda dua lantaran di usianya yang menginjak 7 tahun, ia belum jua mampu melakukannya.

Namun jika dibandingkan dengan sang Bapak, kelihatannya Mirah akan jauh lebih maju dan berhasil mengingat si Bapak baru bisa mengayuh sepeda roda dua saat ia duduk di bangku SD kelas 5. Tepatnya saat jalan Gatot Subroto Timur mulai dibangun, karena disitulah saya belajar bersama sepupu saat menginap dirumahnya yang berdekatan jalan tersebut.

Bukan pada Hari Ulang Tahunnya, sepeda baru itu kami belikan. Tapi justru pada hari ulang tahun Bapaknyalah baru terkabul ide tersebut lantaran baru teringat dalam pikiran. Maka sebuah sepeda lipat dengan tulisan Pasific di kelir pink sekujur badan sepeda, kini mulai ia pelajari dari ujung rumah ke ujung halaman.

MiRah dan Sepeda Baru 3

Hanya berselang tiga hari, iapun mulai mampu mengayuh pedal sepedanya meski dengan formasi kaki yang terlipat jauh keatas, sedikit menyulitkan menurut pandangan saya. Namun begitu tampaknya Mirah jadi makin mahir saat diajak mengujicobakannya di areal parkir timur lapangan Puputan Badung, maka tidak heran jika ia kini begitu bangga dan tidak meringis lagi saat satu persatu luka goresan menghampiri kakinya yang panjang.

Gek Ara Pulang

Category : tentang Buah Hati, tentang iLMu tamBahan

“Mungkin memang adik Komang berniat buat nyari momen Bapak menyumbangkan darah untuknya…”
Celetuk seorang kawan begitu saya sampaikan padanya bahwa hari ini, putri ketiga saya Gek Mutiara diperbolehkan pulang oleh dokter Anak yang merawatnya.
Dengan syarat, kami bisa merawatnya dengan telaten di rumah…

Maka jam kantor pada hari Senin pagi inipun jadi terasa jauh lebih singkat dari yang seharusnya. Maklum, sekitar pukul 11an saya pamit pada semua kawan di ruangan Permukiman Dinas Cipta Karya untuk meluncur ke Rumah Sakit Sanglah guna memastikan kebenaran kabar itu sekaligus mengurus semuanya.

Sekantong Darah untuk Gek Ara

Sebenarnya saya sudah mempersiapkan diri untuk memberikan darah ini kepada si cantik Mutiara pada hari jumat lalu, namun informasinya PMI telah menyediakan darah untuk transfusi bagi putri kami yang dinyatakan mengalami penurunan HB dan Trombosit.
Dari jumlah standar yang ditentukan antara 10-13, Gek Ara menghasilkan angka 7,2. Ini menurun lagi dibanding hasil test darah yang sebelumnya. Begitupun Trombosit menurun dari 151 menjadi 137.

Namun bersyukur bahwa Gek-nya hanya membutuhkan satu kantong darah lagi untuk menjaga kemungkinan transfusi tambahan apabila stok darah O yang dimiliki PMI kosong saat diperlukan. Artinya ya cukup hanya darah Bapaknya saja yang diambil untuk putri kecil ini.
Padahal ada beberapa saudara juga kawan yang menyatakan kesiapannya untuk memberikan darah mereka jika dibutuhkan.
Jadi Terima Kasih untuk kalian yang sudah mengontak saya sebelumnya.

Pulang 3

Sehari setelah Nyepi, tepatnya saat maturan, saya dikontak untuk menyiapkan darah yang dimaksud. Maka setelah menyelesaikan semua urusan hari tersebut, sayapun menjalani pemberian darah untuk yang ke-45 kalinya, dimana kali ini sebagai donor pengganti. Bukan Sukarela sebagaimana biasanya.
Itupun ternyata, setelah dihitung masa pasca donor darah sebelumnya, hanya berselang 72 hari saja dari standar 75 hari yang ditetapkan. Namun karena ini untuk kepentingan anak sendiri dan kondisi fisik saya siap, maka dengan memohon kepada petugas ruangan, darahpun jadi diambil saat itu.

BPJS Menanggung Semuanya

Kaget.
Kaget tentu saja.
Saat melakukan konfirmasi pembayaran Rawat Inap di Kasir BPJS, Asuransi yang kami gunakan untuk merawat Gek Ara selama dua setengah minggu di RS Sanglah, rupanya ditanggung Full oleh BPJS. Padahal total biaya yang dikeluarkan selama proses tersebut cukup banyak, kisaran 21jutaan.
Seperlima biaya yang kami habiskan dalam waktu yang sama saat adik dirawat di Puri Bunda sejak kelahirannya tempo hari.

Pulang 01

Ealah… tahu begitu, mungkin sejak awal malah lebih baik menggunakan BPJS di RS Sanglah saja ya ? Bathin saya saat berjalan balik ke sal Cempaka dimana Gek Ara dirawat semingguan terakhir.
Tapi yah… ini semua ada hikmahnya juga kok. Diambil positifnya saja.

Lega

Sesampainya Gek Ara di rumah, saya segera mengabarkan beberapa Kawan dan Saudara yang intens menanyakan kabar putri ketiga kami ini, bahkan satu dua diantaranya sempat pula memberi Advis, mengingatkan saya pada hal-hal yang selama ini luput dari kemampuan saya dalam menyadari situasi dan kondisi semacam ini.
Maka sudah sewajarnyalah saya mengucapkan banyak Terima Kasih untuk mereka, dan juga kalian yang telah mampir di blog ini lalu berkomunikasi dan menyapa lewat akun Whatsapp maupun sms, berkeinginan untuk menengok tapi selalu saya larang mengingat ketiadaan tempat untuk menerima kehadiran kalian. Tapi apa yang tersampaikan, sudah cukup memberikan semangat dan harapan untuk tetap berusaha meskipun lelah dan nyaris putusnya asa di tengah perjuangan ini.

Menyitir kalimat #ngehek yang pernah saya baca, ‘jika kamu tak merasakan capek, maka kamu tidak sedang berjuang untuk mendapatkan hasil tersebut…’

Jadi bisa dikatakan, malam ini bolehkan jika kami sudah bisa menarik nafas lega. Meskipun bukan tidak mungkin, pola tidur si adik Gek Mutiara ini kelak akan mirip dengan kedua kakaknya yang pula menguras tenaga juga pikiran utamanya saat malam hari dimana belasan tubuh lainnya sedang beristirahat dengan nyamannya. Akan tetapi, dengan kehadirannya di rumah ini, saya jauh lebih yakin bahwa semua rasa capek itu takkan sebesar saat kami masih menjalaninya di rumah sakit manapun.

Pulang 08

Sekali lagi, Terima Kasih. Matur Suksema semuanya untuk Dukungan dan Do’a selama satu bulan ini. Semoga kelak, Gek Mutiara putri ketiga kami bisa membalas semua amal baik kalian dengan cara yang ia yakini nanti.

Sekian dulu laporan dari kamar tidur yang bisa disampaikan sembari menunggu waktu pemberian obat dan mimiknya Gek Ara. Denpasar, Nangka 31, 10.01 PM.