Mengenal BP2BT Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan

Category : tentang PeKerJaan

Dalam upaya memperluas akses terhadap bantuan atau kemudahan pembiayaan perumahan agar dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap, baik dalam rangka kepemilikan rumah maupun untuk pembangunan rumah baru secara swadaya, Kementrian PUPR melalui Ditjen Pembiayaan Perumahan mulai memperkenalkan satu program baru pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berupa Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau yang disingkat menjadii BP2BT.
Agendanya sasaran penyaluran program BP2BT selama tahun 2018 hingga 2020 mendatang adalah sebanyak 102.500 unit yang akan dikonsentrasikan pada beberapa lokasi Pilot Project.
Penyelenggaraan Pilot Project BP2BT ini merupakan suatu proses yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Pelaksana, Pengembang dan Masyarakat dibawah payung National Affordable Housing Program (NAHP).
Sedianya konsentrasi Pilot Project ini akan menyasar 15 Provinsi termasuk Bali meliputi 85 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Ada 6 Kriteria yang wajib dipenuhi oleh Kabupaten/Kota untuk dapat masuk dalam agenda Pilot Project program BP2BT, yaitu :

1. Adanya Minat atau kebutuhan terhadap program BP2BT baik untuk kepemilikan rumah maupun swadaya ;
Minat atau Kebutuhan terhadap program BP2BT ini dapat diidentifikasi BNBA atau By Name By Address, baik secara pribadi mencakup status pernikahan, penghasilan maupun pengeluaran bulanan, pun secara kebutuhan pembiayaan perumahan terkait status serta cara perolehan hunian yang ditempati saat ini atau sebelumnya, termasuk kepemilikan tabungan dan saldo serta hutang yang dimiliki.

2. Adanya Potensi, yaitu rumah pengembang yang layak program ;
Meski sasaran pembiayaan dapat diberikan bagi rumah swadaya, tidak menutup kemungkinan adanya potensi rumah pengembang yang dibangun baik oleh Perumnas Provinsi, REI, Apersi ataupun Himperra yang layak kriteria program.

3. Adanya Bank Pelaksana yang dapat menjangkau daerah tersebut ;
Beberapa Bank Pelaksana yang dapat dimanfaatkan dalam menjalankan program BP2BT seperti BRI, BTN, BPD ataupun Bank Artha Graha.

4. Adanya Komunitas/kelompok masyarakat yang bersedia menjadi Pilot Project
Komunitas atau kelompok masyarakat sebagaimana dimaksud memiliki kelembagaan dan identitas secara resmi baik berupa Koperasi, KSM, Usaha Bersama ataupun asosiasi/perkumpulan lainnya dengan jumlah anggota dan kontak yang jelas.

5. Adanya Dukungan dari Pemda dalam hal Perijinan, Sertifikat Laik Fungsi, PSU dan lainnya ; serta
Dukungan dari Pemda setempat meliputi penyiapan masyarakat, perijinan atau IMB, termasuk penerbitan SLF, penyediaan PSU bagi perumahan pengembang dan lainnya.

6. Adanya Pokja PKP yang dapat menjadi forum komunikasi dan penggerak para pelaku yang terlibat.
Pokja PKP dimaksud nantinya meliputi perwakilan dari Pemerintah Daerah, asosiasi pengembang, Lembaga Jasa Keuangan, Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat dan lainnya, yang berkaitan dengan urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat.

Sebagai dasar dan payung hukum pelaksanaan program BP2BT telah diatur dalam beberapa regulasi sebagai berikut :
1. Peraturan Menteri PUPR No.18/PRT/M/2017 juncto Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2018 terkait Tata Cara Penyaluran BP2BT ;
2. Peraturan Menteri Keuangan No.168/PMK.05/2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No.173/PMK.05/2016 ; dan
3. Keputusan Menteri PUPR No.857/KPTS/M/2017 terkait Zona Wilayah, batasan penghasilan, saldo tabungan terendah, batasan harga Rumah Tapak dan Sarusun, biaya pembangunan Rumah Swadaya, batasan luas tanah dan luas lantai rumah, dan batasan dana BP2BT.

Khusus lingkup Provinsi Bali, dalam upaya mendukung pelaksanaan program BP2BT ditemukan beberapa permasalahan atau kendala lapangan, diantaranya :
1. Belum terbukanya masyarakat dalam proses pendataan maupun pemberian informasi terkait kepemilikan rumah, sehingga data Backlog masih bersifat dinamis ;
2. Kurang optimalnya data pertanahan, utamanya berkaitan dengan legalitas lahan sebagai salah satu persyaratan pengajuan dana BP2BT ;
3. Informasi data Rumah Tidak Layak Huni RTLH masih bersifat subyektif. Bergantung pada kedekatan dengan aparat terbawah, like or dislike atau keputusan bersama parum lingkungan ;
4. Terbatasnya anggaran baik ditingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni ;
5. Meningkatnya pembangunan rumah atau fungsi lainnya yang tidak sesuai kearifan lokal ;
6. Harga lahan siap bangun yang terbatas dan mahal ; serta
7. Proses perijinan dan kebutuhan lainnya, yang masih tergolong sulit.

Dalam perkembangannya, diinformasikan bahwa untuk lingkup Provinsi Bali sedianya akan diwakili oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai salah satu sasaran Pilot Project program BP2BT Tahun Anggaran 2018. Buleleng sebagai salah satu kabupaten terluas di Provinsi Bali memiliki tingkat backlog yang cukup tinggi dibandingkan kabupaten lainnya, yaitu sebanyak 66.026 unit untuk backlog penghunian dan 92.620 unit untuk backlog kepemilikan. Sementara itu data Rumah Tidak Layak Huni yang ada sebanyak 16.100 unit. Serta Kawasan Kumuh seluas 164, 14 Ha.
Salah satu peluang yang dimiliki oleh Kabupaten Buleleng dalam mewujudkan program BP2BT ini adalah harga lahan siap bangun yang masih relatif rendah.

Tuhan itu Maha Jahil

Category : tentang Opini

Serius…
Ini bukan mengejek, tapi memuji loh ya…
Mengagumi tepatnya.

Memuji atau mengagumi karena dengan Maha Jahilnya itu menandakan bahwa Ia memang ada, meski tidak terlihat oleh mata.
Mengapa bisa saya katakan Tuhan itu Maha Jahil ?
Karena Ia kerap menguji hamba-Nya yang baru saja kemarin mengeluhkan atau membanggakan sesuatu, eh gak sampe seminggu kemudian, Ia membalikkan keadaan seakan mempertegas “eh kamu serius dengan perkataan kemarin itu ?”

Satu contoh paling deket aja.
Belum ada seminggu lalu saya posting soal ‘ngapain juga mengejar absensi wajah ?’ pake ilustrasi kawan sepekerjaan yang meninggal kecelakaan di Penarungan tempo hari. Eh hari jumat pagi kemarin musti dipaksa nganter anak pertama ke sekolah jam 6.30 musti sudah sampai. Masalahnya Bus Sekolah biasanya tiba depan rumah sekitar 6.40 sementara yang biasanya diminta jemput pulang sekolah, ndak bisa antar pagi lantaran musti ke pasar dulu. Alhasil usai proses antar, baru bisa meluncur ngantor dan lewat dari jam absen. Hehehe… apes banged.

Contoh lain, ya pas ngerasain senengnya gak ketulungan. Saking senengnya, sampe lupa ada hal-hal yang harus dilakukan sebelum lanjut ke hal lainnya. dan lantaran luput tadi, kemalangan jadi mampir. Malah bikin kesel jadiya. Dan jeda waktunya sih gak lama-lama banged.

Begitu juga sebaliknya.
Pas lagi sedih, terpukul atau galau gitu, eh Tuhan malah ngasi surprise ringan yang lumayan bikin senyum di kulum. Padahal sebelumnya bisa jadi nangis darah karena menyesal. Tuhan emang kadang-kadang suka gitu.

Jadi memang gak salah sih ya, kalo biasanya ada orang-orang yang suka ngingetin, bahwa pas lagi sedih ya jangan terlalu sedih, pas lagi girang ya jangan terlalu girang. Termasuk jangan terlalu bangga dan lainnya. Bisa bisa bentarnya bakalan lain cerita. Macam roda kehidupan, ada kalanya dibawah, ada kalanya juga di posisi samping, aman aman gitu. Atau bisa juga ada di atas.
Di atas pasangan maksudnya. He…

Menikmati Kesendirian Tanpa Kata

Category : tentang Opini

Hutang janji belum jua terbayar, sementara asa sudah mulai berkurang.
Begitulah kira-kira kalimat romantis pembukaan postingan kali ini, menebus bolongnya rutinitas menulis yang sudah dilakoni selama 12 tahun lebih.

Nyaris tanpa kata, hari demi hari dilewati seakan tidak ada makna yang bisa dicatatkan sebagai bekal ingatan kelak. Terhapus begitu saja gegara asyik menikmati gegap gempitanya sosial media. Yeah, persoalan klasik rupanya.

Sampai pada akhirnya mengambil keputusan serupa tiga tahun lalu, mengurangi aktifitas namun kali ini tanpa menonaktifkan akun facebook lagi. Kasian, mengingat di portal karya MarkZ, banyak kawan lama yang berkumpul. Yeah, cukup dengan mundur kembali dari beberapa group yang sebelumnya sudah pernah ditinggalkan.

Termasuk bebersih dua ratusan lebih kontak chat yang dilakukan selama sebulan terakhir. Baik dalam kepentingan pekerjaan maupun indehoy persoalan hobi. Pun sepuluhan group whatsapp ditinggalkan demi aktifitas rutin yang lebih menyenangkan kedepannya.

Mengurangi bacot, memperbanyak tulisan.
Janji hari ini dalam nikmatnya kesendirian. Tetap berupaya konsisten meski harus kembang kempis dalam melangkah. Setidaknya demi menjaga pikiran bisa tetap waras ditengah riuhnya hoax dan fitnah jelang pilpres 2019 mendatang.

Kamu sendiri sudah ngeBlog hari ini ?

PNS Badung Tewas Kecelakaan Kejar Absensi Wajah, Mengkhawatirkan ?

Category : tentang Opini

Hanya bisa terdiam saat membaca kolom berita NusaBali halaman pertama edisi Sabtu 6 Oktober 2018 lalu yang menurunkan kejadian Pasutri PNS Kecelakaan Maut, Suami Tewas, Istri Terluka ; Diduga Kejar Waktu untuk Absensi Wajah yang diberlakukan Pemkab Badung.

Sekedar informasi awal bahwa aturan terkait Absensi Wajah bagi para PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, kalau tidak salah ingat mulai diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu, menutupi kekurangakuratan Absensi Sidik Jari yang telah diterapkan sebelumnya.
Hal ini dilakukan lantaran ada informasi menyimpang yang menyampaikan bahwa meskipun absensi sidik jari sudah dilaksanakan, namun kecurangan tetap saja terjadi.
Tapi apa benar dengan diberlakukannya Absensi Wajah kali ini bisa memecahkan masalah diatas ?

Secara masalah kecurangan saat diberlakukannya ansensi sidik jari, yang bisa main titip pake jari yang lain, mungkin iya. Tapi jika dilihat dari masalah kinerja perorangan, menurut saya pribadi sih belum mampu. Kenapa bisa begitu ?

Kasus penyimpangan absensi ini sebenarnya muncul bagi orang per orang yang secara pencatatan mesin tergolong rajin bahkan tepat waktu. Tapi apakah itu semua bisa menjamin kinerja seseorang juga meningkat atau bagus seharian itu ? Belum tentu.
Bisa saja usai ybs melakukan absen pada pagi hari, lalu pulang balik atau mengerjakan aktifitas lain diluar pekerjaan dan kembali melakukan absensi di sore hari, bisa saja kan ya ?
Itu sebabnya ada beberapa kasus lain dimana pegawai yang secara kinerjanya bagus bagi dinas dimana yang bersangkutan bernaung, namun harus mengakui kekalahan dalam persoalan prosentase kehadiran berdasarkan absensi. Dengan mereka yang jarang banged ambil kerjaan, tapi soal absensi ? Full. Maka itu jangan heran.

Sementara secara saya pribadi sih, gak terlalu ambil pusing soal absensi ini. Mau diberlakukan absensi apapun bentuknya, toh prosentase kehadiran yang tercatat ya segitu-gitu aja perasaan. Gak full 100% gegara pagi pernah telat absen lewat dari pukul 7.30 atau sesekali pulang mendahului akibat gawe adat. Ya sudah dimaklumi sejak awal. Maka itu gak ada istilah kejar absen saat pagi berangkat ngantor ataupun sore.
Toh secara pekerjaan, saya merasa apa yang dilakukan bisa selesai dengan baik. Kalaupun ada yang kurang, ya pasti segera diperbaiki. Gak sampe bengong-bengong atau malah main kemana ambil kerjaan sampingan saat Jam Kerja.
Yang penting diingat ya konsekuensinya. Pemotongan penghasilan sesuai prosentase kehadiran. Tapi kalo memang sudah rejeki, ada aja datangnya entah dari mana. Sudah ada yang DiAtas juga ikut mengatur kok.

Balik ke topik awal, ya ini masukan saja buat pegawai yang lain. Bahwa ada benarnya juga nasehat pak polisi selama ini. Lebih baik terlambat lima menit ketimbang… ya gitu deh.

#HPjadul HTC Universal Satu Perangkat Banyak Nama

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat dirilis ke pasar Global, ponsel satu ini punya banyak nama. Lantaran dirilis oleh banyak vendor. Namun seri ini memiliki codename tersendiri laiknya perangkat pocketpc lainnya yang dirilis pada masa itu. HTC Universal.
Setidaknya ada nama O2 Executive, Dopod 900, iMate Jasjar, T-Mobile MDA IV atau Qtek 9000. Semuanya memiliki perwajahan juga spesifikasi yang sama.

Tahun 2005 bisa jadi untuk memiliki satu unit seri ini ya CuMi. Cuma Mimpi. Mengingat harganya yang kalo ndak salah ingat sekitaran 10 juta rupiah. Ini 13 tahun lalu loh yah… pas itu saya masih setia menggunakan perangkat serupa, T-Mobile MDA II yang merupakan malih rupa dari seri O2 XDA IIi.
Berharga sedemikian Muahal, lantaran secara penampilan memang amat sangat menggoda bagi kalangan pengguna Gadget. Elegan serupa perangkat NoteBook, dengan layar yang bisa diputar dan dilipat kearah sebaliknya.

Mengapa bisa memiliki codename HTC Universal ?
Ya karena perangkat PDAphone berbasis Windows Mobile atau dahulunya dikenal dengan istilah PocketPC, disokong penuh oleh pabrikan HTC asal Taiwan ini. Sementara banyaknya varian nama yang muncul ke permukaan rata-rata merupakan operator ternama yang dibundling dengan device tersebut.
Bagi yang suka menggunakan ponsel layar sentuh dengan tipe Resitif semacam ini, yakin banged pasti familiar dengan penggunaan stylus batangan yang selalu terselip di sisi kanan belakang bodi ponsel.
Sementara itu, tempat ngumpul kami, yang suka oprek-mengoprek perangkat model begini, tentu saja Forum XDA Developer yang kini lebih banyak mengulas berbagai perangkat Android.

Balik ke Topik, saya beruntung bisa mendapatkan 3 varian diantaranya. Sesuai urutan nama diatas. Dalam kondisi menyala namun dua diantaranya tanpa batere. Maka jadilah 1 batere yang ada digunakan secara bergiliran di ke-3 perangkat diatas.
Semua didapat melalui portal jasa jual beli, OLX.

#HPjadul #HTC #Universal #Dopod 900 #O2Exec #WindowsMobile #PDA

#HPjadul Google Nexus One

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada awal kemunculan sistem operasi Android, beberapa brand ternama rupanya ikut andil dalam peluncuran perangkat berlayar sentuh hasil kembangan Google demi menyaingi hegemoni iPhone yang saat itu sudah mulai meranggas di pasar global. Dimana masing-masing vendor berupaya memberikan suntikan aplikasi tambahan sebagai daya tarik minat konsumen termasuk soal penampilan User Interface.

Google sendiri informasinya tidak ingin melepas begitu saja sistem operasi Android tanpa satu perangkat flagship resmi dari Google yang bisa diandalkan dalam setiap seri sistem operasi yang dirilis ke pasar global. Maka itu Google pun menurunkan seri Nexus yang digadang-gadangi bakalan bersaing dengan sejumlah ponsel flagship lainnya.

Google Nexus One, sesuai namanya merupakan seri Nexus pertama yang diperkenalkan, bekerja sama dengan vendor HTC asal Taiwan mengusung sistem operasi Eclair 2.1 yang kemudian dapat diUpgrade ke versi terbaru saat itu, 2.3 GingerBread. Untuk ukuran Jaman Old, spesifikasi perangkat yang dibekali bisa dikatakan sudah cukup mumpuni, yaitu Prosesor 1 GHz (yang terkuat jaman itu), RAM 512 MB, serta layar lebar 3,7 inchi dengan warna Amoled.

Disandingkan dengan ponsel Android Jaman Now yang rata-rata sudah mengadopsi layar raksasa 6 inchi, penampilan Google Nexus One bisa dikatakan cukup mini. Namun jika mengingat saat dimana ponsel ini diluncurkan, keberadaannya tergolong tangguh dan bongsor.
Yang menjadikannya lebih unik lagi adalah dibekalinya tombol gulir disisi bawah layar yang nyaris tidak tergunakan karena opsi layar sentuh tampaknya sudah memuaskan pengguna akan kebutuhan sebuah ponsel pintar.

#HPjadul #Android #Google #Nexus #One #HTC

#HPjadul Nokia 7600 Ketupat Magic

Category : tentang TeKnoLoGi

Ketika pangsa pasar ponsel tanah air dikuasai oleh sang raja dari Finlandia, segala macam cara dicoba untuk bisa mempertahankan tahta penjualan tanpa menghilangkan daya tarik minat konsumen pada brand raksasa, Nokia.
Termasuk diantaranya Inovasi Desain tanpa Batas.

Bahwa kemudian seri 7600 yang diluncurkan pada akhir tahun 2003 silam cukup membuat banyak orang mengernyitkan dahi lantaran form factor-nya yang menyerupai ketupat persegi, menjadi satu masalah tersendiri terkait cara mengoperasikannya tentu akan diabaikan mengingat bentukannya yang unik dan pantas masuk dalam daftar kepemilikan para kolektor ponsel jadul kelas dunia.
Awesome…

Meskipun tidak masuk dalam kategori ponsel pintar di jamannya, lantaran Nokia hanya membekali sistem operasi Symbian 40 serta diagonal layar 2 inchi, namun penampilan Nokia 7600 ini cukup menarik minat para penggemar fashion yang saat itu memang sedang diprioritaskan sebagai sasaran tembak pasar tanah air. Dengan layar warna dan lensa kamera VGA di sisi belakang ponsel, tampaknya memberikan posisi tawar yang mumpuni bagi siapapun yang ingin memilikinya.

#HPjadul #Nokia #Fashion #design #unique #7600

Come to Lombok

1

Category : tentang Opini, tentang PLeSiran

Tidak ada yang menduga bahwa siang ini kami berkesempatan menikmati keindahan alam Lombok setelah semalam berjibaku dengan proses verifikasi bantuan rumah di Dusun Kebaloan Bawah, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Rasa capek dan penat seharian pun sirna di sela tawa canda kami sepanjang perjalanan.

Lombok itu indah Kawan. Mirip sekali dengan kampung halaman di Bali. Hanya disini jauh lebih kering laiknya sisi selatan pulau tanah kelahiran kami. Berubah drastis pasca gempa melanda tempo hari.

Lalu lintas jalan terasa sekali perubahannya. Terutama pada kawasan wisata yang dahulunya selalui ramai dikunjungi wisatawan, mancanegara ataupun domestik. Meski demikian, saat kami mencoba menikmati nikmat yang ada pada beberapa objek wisata dan spot-spot instagramable, mulai terasa hawa rekontruksi pembangunannya, yang berharap banyak Lombok bisa bangkit kembali.

Aktifitas pembersihan diri yang disarankan banyak kawan baru, dimulai dari Suranadi lewat kolam air yang sejuk dan dingin, berganti hawa pada Taman Wisata Narmada, atau situs lempar koin Pura Lingsar, dapat menjadi destinasi pertama kalian jika beruntung menginjakkan kaki di Lombok. Sementara beberapa spot yang ramah instagram, bisa mampir ke pesisir pantai senggigi untuk melihat sunset dan tentu saja festival pesona yang sedang diupayakan guna menarik minat para wisatawan lagi kembali ke Lombok.

Come to Lombok.

Kalian pasti suka…

Mundur dari (group FB) Suara Badung ?

1

Category : tentang Opini

Leave Group

Tombol itu ditekan juga akhirnya…
Tengah malam menuju pergantian hari, disela istirahat pasca selesainya proses Verifikasi Bantuan Rumah di Kabupaten Lombok Utara, keputusan pun diambil.
Makin yakin untuk mundur dari group FaceBook Suara Badung.

Salah satu motivasi mulia yang tersirat di kepala saat berkeinginan untuk bergabung di Suara Badung setahun lalu, adalah untuk memberikan tanggapan atau reaksi cepat, akan hal-hal yang dikeluhkan oleh masyarakat Badung pada kinerja kami selaku pelayan di Kabupaten Badung. Tapi kenyataan memang tak semudah cocot mario bros.

Riuhnya caci maki dan bully terhadap orang-orang yang sesungguh tidak bersalah, baik sebagai aparat desa yang selama ini sudah berusaha mengayomi masyarakatnya, atau sebagai asn yang selalu berusaha sabar dalam menanggapi semua keluh kesah yang ada, harus dikalahkan oleh berbagai kepentingan yang kerap menutup mata dan nurani mereka yang sudah terlanjur membenci atau antipati sejak awal. Padahal jika ditelusuri, banyak fakta yang terkuak, bahwa apa yang sudah dibagi kepada 50 ribu peembaca Suara Badung sesungguhnya tidak akurat. Bahkan ada yang ketika diminta untuk menyampaikan data otentik terkait apa yang diomongkan, hingga pembicaraan dari jalur gajah mada ketelingsut ke arah gianyar, lalu negara, tak jua mau menunjukkan itikad baik menjelaskan duduk masalahnya.

Analoginya, Hantam duluan, urusan minta maaf boleh belakangan. Atau bahkan balik kanan dan menghilang.
Sementara yang diHantam sudah babak belur, dikeroyok banyak orang, namun ketika fakta berbicara, tak ada kata maaf yang dilontarkan. Karena sosial media FaceBook lebih suka menutup deretan komentar atau tanggapan serta penyelesaian sebelumnya, membuat orang tetap memberi pernyataan negatif seraya mendukung isi postingan sejak awal.
Entah karena tidak tahu, tidak mau tahu, atau tahu tapi pura-pura tidak tahu, semua bergulir begitu cepat. Menjadi viral, karena banyak dukungan serupa ikut-ikutan menyalahkan tanpa peduli hal yang sesungguhnya.

Capek juga…

Maka Mundur dari Group Suara Badung di akun sosial media FaceBook akan menjadi satu keputusan terBaik yang pernah diambil selama aktif kembali, dan memilih menikmati riuhnya FaceBook hanya bersama teman-teman yang benar-benar dikenal secara fisik.

So ?

Leave Group yuk…

Waspadai 3 Gejala Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan

1

Category : tentang Buah Hati

Tumbuh kembang pada janin dapat dipantau dengan melakukan USG di dokter kandungan, hal ini memang bukan sebuah kewajiban, mengingat untuk beberapa kalangan dana mungkin menjadi kendala untuk bisa melakukan USG janin. Namun tetap saja sangat penting, selain berguna dalam melihat jenis kelamin dari buah hati, dengan melakukan USG juga sangat bermanfaat di dalam melihat pertumbuhan buah hati dalam kandungan apakah sudah optimal atau tidak, begitu juga dengan meminimalisir resiko bayi lahir cacat.

Hal tersebut tentunya patut untuk diwaspadai, mengingat dalam beberapa kondisi justru janin juga bisa mati di dalam kandungan, padahal usianya sudah cukup untuk lahir, berikut ini diantaranya ada beberapa ciri yang harus dikenali ketika janin tidak berkembang dengan baik di dalam rahim ibunya, diantaranya adalah:

1. Tidak ada gerakan.
Umumnya memasuki usia kehamilan trimester ketiga bayi sudah mulai menunjukkan adanya pergerakan, diantaranya adalah dengan menendang, namun dalam intensitas yang cukup ringan sehingga tidak terasa sakit, Anda patut untuk mewaspadai jika seandainya setelah memasuki usia kehamilan tersebut namun bayi tak bergerak sama sekali.

2. Munculnya flek hingga darah keluar dari kemaluan.
Gejala lainnya yang juga harus diwaspadai oleh ibu hamil ketika keluar darah dari kemaluan, padahal sudah memasuki usia kehamilan hingga 1 bulan pertama, bisa jadi terjadi keguguran.

3. Hilangnya rasa mual dan muntah atau yang dikenal juga sebagai morning sickness.
Ini merupakan salah satu gejala yang akan dialami oleh wanita hamil pada trimester pertama, namun seiring dengan memasuki usia kehamilan di trimester pertama gejala tersebut akan hilang, namun ketika belum memasuki usia kehamilan trimester kedua, namun gejala tersebut sama sekali tak dialami, bisa jadi berhubungan dengan kesehatan dari janin yang dikandung.

Guna menghindari hal yang tak diinginkan, maka kemudian dilakukan USG. Para wanita hail harus memperbanyak pengetahuan terkait dengan kondisi kehamilan mereka jika tidak ingin bermasalah. Mulai dari trimester pertama, seputar kehamilan trimester kedua sampai dengan trimester ketiga atau jelang persalinan.

Perjalanan Pertama menuju Lombok

1

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Tepat jam 7 pagi, saya menginjakkan kaki di terminal keberangkatan domestik. Masih ada jeda dua jam hingga jadwal keberangkatan pesawat penerbangan Lion Air menuju Lombok. Saya memilih berjalan kaki sebentar di seputaran mencari segelas kopi cokelat dan cemilan Roti’O di dekat terminal kedatangan.
Lalu berjalan santai sambil melihat lihat pemandangan sekitar.

Ini perjalanan pertama saya ke Lombok.

Banyak persiapan yang dilakukan sejak seminggu lalu. Kaitan tugas, perintah dari Bupati Badung untuk melakukan verifikasi usulan bantuan rumah penanganan pasca gempa di Kabupaten Lombok Utara. Infonya Pak Bupati membantu sekitar 69 rumah sesuai proposal pengajuan yang disampaikan semeton Umat Hindu disana.

Ada 6 orang yang ikut dalam perjalananan ini. Saya selaku Kepala Seksi yang membidangi urusan Bantuan Rumah, didampingi 5 dari 11 staf yang dimiliki, sementara sisanya masih berjibaku menyelesaikan proses pencairan dana bantuan rumah untuk 565 kepala keluarga di Kabupaten Badung.

Rencananya kami akan stay selama 4 hari 3 malam, untuk berkoordinasi ke BNPB dan Satker Perumahan di Provinsi NTB, lalu bergerak ke Kabupaten Lombok Utara untuk verifikasi 69 kepala keluarga, dan balik pulang pada hari Sabtu mendatang. Dengan formasi 6 orang, rencananya dipecah menjadi 3 tim kerja, yang nantinya akan melakukan verifikasi usulan selama 2 hari di Senaru.

Dengan menggunakan seragam semi resmi, macam Pak Presiden Jokowi lengkap dengan sepatu kets, kami berharap bisa menyelesaikan tugas dinas ini dengan baik. Demi membantu semeton Umat Hindu di Dusun Kebaloan Bawah, juga mensukseskan pemberian bantuan rumah dari Bupati Badung.