Andromax A2, Android 4G LTE Terjangkau dengan Daya Tahan Besar

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah serbuan ponsel Android Jaman Now, SmartFren sebagai salah satu pemain lama yang tergolong rajin merilis ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga yang terjangkau, tampaknya tak mau tertinggal jauh dari kompetitor lainnya. Ini dibuktikan dengan diperkenalkannya seri Andromax A2 beberapa saat lalu, berbarengan dengan Mifi M5, modem berpenampilan menarik berfitur mirip.

Dibanderol harga jual yang amat sangat terjangkau, tepatnya hanya 850ribu saja, Andromax A2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel masa kini, prosesor quad core 1,3 GHz, Internal Storage 8 GB dan RAM 1 GB.
Dilihat dari jeroan diatas, sepertinya pangsa pasar yang ingin dituju oleh SmartFren adalah para pemula pengguna jaringan 4G dengan konsumsi harian sosial media dan streaming video.

Disamping itu, sebagai salah satu ponsel Android Jaman Now, kendala yang paling dirasakan pada kelas setara adalah perilaku daya tahan batere yang bisa jadi kerap dikeluhkan. Tidak heran bagi yang memiliki dana sedikit berlebih, membawa perangkat tambahan powerbank sebagai cadangan daya jelang siang atau sore hari. Atau bagi mereka yang berada dalam posisi keterbatasan, mendadak menjadi fakir colokan demi sebuah eksistensi dunia maya.
Maka itu, SmartFren berusaha hadir dengan kapasitas batere yang besar yaitu 4000 mAh dengan klaim daya tahan pada kondisi standby hingga 48 jam. Menarik bukan ?

Kelebihan lainnya, bisa ditengok pada fitur Kamera 5 MP yang dibenamkan beberapa kemampuan tambahan khas ponsel Android Jaman Now. Seperti Time Lapse, Slow Motion dan Gif Video.

Tampaknya seri Andromax A2 ini memang diperuntukkan bagi para generasi milenia Indonesia. Termasuk kamu ?

Alun-Alun Malang dan Batu, Destinasi Wisata yang Seru dan Murah Meriah

Category : tentang PLeSiran

Source: travel.kompas.com

Batu dan Malang adalah dua daerah bertetangga di Jawa Timur yang sangat menarik untuk masuk dalam daftar destinasi wisata favorit. Di sana, ada banyak spot wisata keren yang menawarkan sensasi liburan berkesan. Selain itu, ada pula beberapa tempat wisata berkelas internasional yang disukai turis lokal maupun mancanegara. Menariknya, tidak semua destinasi keren di Batu dan Malang membuatmu harus merogoh kocek sedalam-dalamnya. Di sana, banyak pula tempat menarik yang bisa dikunjungi dengan harga yang murah, bahkan ada pula yang gratis seperti Alun-Alun. Namun jangan skeptis dulu dengan kata murah dan gratis ini. Soalnya, sensasi liburan yang bisa kamu dapat di alun-alun yang ada di kedua kota tersebut tetap dapat membuat momen liburanmu terasa berkesan.
Sekarang, sambil mencari promo hotel murah di Malang, yuk simak terlebih dahulu sedikit ulasan tentang alun-alun yang ada di Kota Malang dan Batu berikut ini:

Alun-Alun Merdeka Malang


Source: travel.kompas.com

Sebenarnya, Kota Malang memiliki dua alun-alun yang jaraknya cukup berdekatan, yaitu Alun-Alun Malang di jalan Merdeka dan Alun-Alun Tugu di depan Balaikota Malang. Kedua alun-alun ini menarik untuk dikunjungi karena memiliki suasana liburan menyenangkan dan murah meriah.

Alun-Alun di jalan Merdeka yang juga dikenal dengan sebutan Alun-Alun Merdeka dibangun pada tahun 1882 oleh pemerintah Belanda. Alun-alun ini tak hanya jadi ruang terbuka publik biasa, melainkan sudah jadi salah satu ikon wisata di kota Malang. Bagi penduduk setempat, Alun-Alun Merdeka jadi tempat rekreasi menarik yang hemat biaya. Sedangkan bagi pengunjung dari luar kota, Alun-alun Merdeka jadi tempat yang sayang untuk tidak dikunjungi saat berada di Kota Malang. Alun-alun ini dikelola dengan sangat baik oleh pemerintah setempat.

Di ruang terbuka publik ini, dibangun taman-taman yang cantik, air mancur, jalur pejalan kaki, dan fasilitas menarik lainnya. Di depan alun-alun ini, berdiri pula Masjid Jami Malang yang megah. Itulah sebabnya banyak penduduk dan wisatawan yang menyebut ruang terbuka ini dengan nama Alun-Alun Jami. Selain untuk kebutuhan ibadah umat Muslim, masjid yang cantik ini pun jadi background foto yang sangat Instagramable. Uniknya, di Alun-Alun Malang banyak burung Merpati yang hinggap. Jika sekawanan burung Merpati itu hinggap tepat di hadapan masjid Jami Malang, suasana akan sedikit terasa seperti berada di Istanbul, Turki.
Suasana yang terasa di Alun-Alun Merdeka pun sangat nyaman, sejuk, dan bersih. Saat berada di sana, para wisatawan akan merasa betah dan terkadang lupa untuk beranjak dari tempat tersebut.
Mengingat lokasinya yang sangat strategis, wisatawan akan dengan mudah temukan hotel murah di Malang di dekat alun-alun Merdeka.

Alun-Alun Batu


Source: travel.kompas.com

Tak mau kalah dengan Kota Malang, Kota Batu juga memiliki alun-alun yang mampu menjadi salah satu ikon wisata di sana. Bagi wisatawan yang sedang liburan di Kota Batu, rasanya belum lengkap kalau belum menginjakan kaki di ruang terbuka publik ini. Di alun-alun yang ada di jalan Agus Salim ini, banyak hal seru yang bisa dilakukan. Soalnya, di sana dibangun beberapa wahana permainan menarik seperti Bianglala. Pemandangannya pun sangat cantik. Selain karena penataannya yang baik, kita juga bisa melihat pemandangan dataran tinggi Kota Batu dari kejauhan, terutama saat sedang menaiki Bianglala. Apalagi saat malam tiba, lampu-lampu hias pun akan menyala dengan indah di alun-alun Batu.

Public space ini pun sangat ramah bagi anak dan ibu hamil. Hal ini bisa dilihat dari adanya smoking area di beberapa titik. Jadi, udara yang ada di area utama alun-alun tergolong cukup bersih dari polusi yang dihasilkan asap rokok. Maka tak heran banyak orang tua yang senang mengajak anaknya bermain di sini tanpa perlu khawatir terhadap pencemaran asap rokok.

Di sekitar alun-alun Batu, terdapat banyak penjual makanan dan oleh-oleh. Jadi setelah puas bermain di sana, wisatawan bisa segera mengisi energi atau membeli oleh-oleh untuk orang di rumah.
Tapi meskipun di sekitar alun-alun batu terdapat beberapa penjual makanan, tempat ini tetap terlihat bersih. Soalnya, pemerintah setempat sudah menyediakan tempat sampah di berbagai sudut sehingga para pengunjung tidak malas membuang sampah pada tempatnya.
Dengan suasana yang nyaman, bersih dan asyik, serta fasilitas publik yang baik, alun-alun Batu layak dinobatkan sebagai salah satu ruang terbuka publik terbaik yang ada di Indonesia.

Kalau kamu ingin merasakan langsung keseruan yang ada di alun-alun Batu dan Malang ini, yuk langsung saja buat rencana liburan ke sana. Tapi jangan lupa, cari promo hotel murah di Malang sejak jauh hari.
Untuk itu, kamu bisa temukan hotel murah di Malang di reservasi.com karena di sini ada banyak promo hotel murah di Malang yang bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga terbaik.

Berburu Gadget Lawas

Category : tentang KHayaLan

Diceritakanlah sebuah kisah lama. Dimana saat cerita tersebut terjadi, yang namanya isi dompet masih belum mampu untuk membeli sebuah gadget bekas, apalagi baru, dengan spesifikasi khusus yang lagi nge-Trend jaman itu, sehingga yang ada hanyalah harapan atau bisa dikatakan sebagai impian tak kunjung tiba.
dan ketika jauh berselang sesudahnya, nilai ponsel itupun sudah merosot jatuh, jauh dari harga terdahulu.
Well, jaman now, it’s time to… berburu gadget lawas.

Menelusuri jejak beberapa seri ponsel ataupun gadget berumur di dua aplikasi kekinian, Tokopedia ataupun OLX sebenarnya gak sulit-sulit amat. Tinggal pintar-pintar memanfaatkan kata kuncinya saja. Misalkan ‘mati, matot, mati total, rusak, second, bekas’ atau lebih spesifik ke nama brand dan semacamnya.
Hasilnya ? Maknyusss… seperti kata om Bondan Winarno sang master kuliner yang sudah almarhum kemarin itu.

Bisa berhasil menemukan gadget dengan bentuk dan spesifikasi handal, jaman itu, tentu membuat semangat hidup jadi lebih baik. Surprise begitu mengetahui bentuk asli perangkat yang didambakan, apalagi dalam kondisi masih bisa digunakan, plus dengan harga yang amat sangat terjangkau pula.
Mau tau apa saja tangkapan dan harta karun yang didapatkan ?

Dopod 900. Dalam kondisi masih bisa digunakan.
Gadget satu ini cukup fenomenal di jamannya. Bentukannya yang mirip laptop jaman now, bisa diputerbalikkan.
O2 XDA II. Mati total. Tapi lumayan, bikin saya bernostalgia. Karena varian seri HTC Himalaya ini, sempat saya gunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Kini entah dimana adanya.
O2 XDA IIS. Kondisi masih sama, mati total. Proyek lanjutan dari yang diatas, dengan keypad slider. Cukup menarik hati bagi pengguna PocketPC seantero dunia.
UMPC, semacam Tablet berlayar sentuh masa kini namun lebih bulky, tebal, dan mengadopsi OS Windows XP. Masih berfungsi dengan baik. Edan pokoknya.
Lalu ada juga ponsel Nokia 7650, yang tergolong ponsel Artis jaman old. Kondisi mati total tapi cukup mulus untuk dielus-elus.

Tujuan berburu gadget lawas macam yang saya lakukan dua bulanan ini, sebenarnya pertama tentu saja untuk memuaskan hasrat terpendam yang pernah dimiliki belasan tahun lalu. Ingat, memiliki. Jadi ya musti dibeli.
Positifnya, harga bisa didapatkan dari selembar uang hijau 20ribuan, hingga tiga empat lembar uang merah untuk perangkat yang masih menyala dan berfungsi baik.
Soal kemampuan ya abaikan saja, toh memang gak bakalan digunakan mengingat akses jaringan 4G jaman now jauh lebih menarik ketimbang nostalgia masa lalu.
Disamping itu, tujuan kedua ya dikoleksi.
Dalam pikiran, sempat membayangkan kelak bisa punya satu almari di pojok ruangan yang menyajikan sejumlah gadget terampil masa lalu, lengkap dengan cerita masa jayanya. Katakanlah era trackball BlackBerry Bold yang booming tahun 2008, ponsel sejuta umat Nokia 3310 yang menjadikannya wajib dimiliki oleh pengguna telekomunikasi di jamannya.

Sebenarnya masih ada banyak seri ponsel yang diinginkan untuk diburu dan dimiliki. Namun mengingat harga yang ditebus masih lumayan mahal untuk kelas ponsel tersebut, secara anggaran sepertinya ya saya belum siap untuk itu.

Atau diantara kalian ada yang mau menghibahkannya kepada saya ?

Nokia 7650, ponsel Classic yang tetap menarik

1

Category : tentang KHayaLan

Bersanding dengan perangkat ponsel jaman now dan juga tabletpc berukuran besar, menjadikan ponsel klasik yang pernah berpengaruh di tahun 2000an awal ini, tampak culun dan ringkas. Padahal saat saya pegang dahulu, seri ini adalah yang paling keren sepanjang jaman.

Nokia 7650

Maksud hati sebenarnya hanya ingin bernostalgia. Bisa memiliki bahkan mungkin satu saat nanti ketika bisa membangun ruang yang bisa memajang bentukannya kelak. Di sudut atau bahkan area dimana belasan mata bisa memandangnya.

Di awal kehadiran, saya masih ingat sempat memegangnya cukup lama, mengagumi bahkan menimbulkan ketertarikan akan fitur sebuah ponsel. Hanya sayang, isu tak menarik yang muncul ke permukaan adalah persoalan daya tahannya yang tak sampai sehari. Jauh berbeda dengan ponsel kebanyakan saat itu yang bisa dicharge setiap 3-4 hari sekali. Bisa jadi lantaran fitur internetnya yang sudah bisa mengirimkan mms, bisa juga ke persoalan hardware.
Andaikan saja saat itu sudah mengenal Blog, saya yakin ponsel ini bakalan dioprek habis.

Selang 3-4 tahun, ponsel ini baru benar-benar bisa kepegang. Kalo ndak salah, ponsel ini berjasa besar mendukung pekerjaan saya jaman itu. Jaman dimana Puspem Badung masih berupa hamparan sawah hijau yang siap diratakan dengan tanah. Pandangan dan harapan banyak orang berhasil direkam melalui lensa kamera resolusi VGA, yang ada di bodi belakang, dan tak terlihat saat slide bodi ditutup.

Banyak hal yang saya pelajari dari Nokia 7650.
Dari upaya menghemat memory internal yang hanya 3 MB tanpa ada slot tambahan, mengkonversi nada dering dari file mp3, juga menyimpan puluhan foto pacar dengan pixel rendah.
Termasuk melakukan copy paste pemindahan hasil jepretan dan rekaman video melalui perangkat infrared head to head dengan bentukan yang mirip mouse jadul.

Laiknya belasan ponsel yang pernah saya miliki, Nokia 7650 ini dengan segera berpindah tangan ke outlet penjualan ponsel depan rumah. Berganti ke PDA Phone, T Mobile MDA yang saat kehabisan daya hingga ke titik Nol, bakalan menghapus semua data di memory internal termasuk phonebook dan lainnya. Hahaha… apes tenan.

Tapi beruntung, saya menemukannya kembali di satu gerai Tokopedia dalam kondisi mati. Dengan harga yang… yah, setara rubber case tabletpc murah jaman now lah. Bisa dimaklumi lantaran kondisinya tadi. Mati total dengan baret dimana-mana. Meski luaran fisiknya masih bagus dan utuh.

Jadi pengen berburu ponsel klasik lainnya lagi…

Mifi AndroMax M5, Makin Percaya Diri di Jaringan 4G LTE

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya belum lama SmartFren merilis modem Mifi M3Y dan M3Z yang dibekali teknologi jaringan 4G LTE CAT4, lengkap dengan chipset qualcomm dan daya tahan batere 3000 mAh. Kini, demi menjaga eksistensi dan komitmen penuh pada konsumen loyal atas kesetiaan mereka, SmartFren kembali memperkenalkan Mifi seri terbaru M5 series.

Dilihat dari penamaan yang meloncati seri 4, saya yakin ini sama halnya dengan keyakinan sang raja di waktu lalu, secara kepercayaan negeri China tentu saja, berupaya menghindari pemberian angka 4 pada semua produk yang dimiliki.

Mifi Andromax M5.
Hadir dalam warna Gold yang tergolong tanggung, bermaterial plastik, tapi masih cukup ringan saat dikantongi dalam saku baju ataupun celana.
Bentukan Mifi M5 ini persegi panjang. Secara luasan permukaan kalo mau dihitung, kurang lebih sama dengan form M3Y yang hingga hari ini masih saya pegang.

Bila disandingkan lebih jauh, hanya ada sedikit peningkatan spesifikasi yang dibekali pada Modem Mifi M5 ini. Kalau ndak salah loh ya.
Yaitu kapasitas batere yang bertambah sekitar 250 mAh dari seri sebelumnya, praktis menjadikan M5 ini secara jualannya, dapat difungsikan sebagai powerbank bagi perangkat ponsel penggunanya. Cuma siapa sih yang mau mengorbankan daya tahan modem yang bisa dikatakan cukup terbatas ini ke perangkat ponsel ? Kasian bok…
dan dengan penambahan fungsi diatas tadi, praktis dalam paket penjualannya menyertakan pula konverter usb ke micro usb agar dapat menyambungkan perangkat ponsel ke modem nantinya.

Selebihnya masih sama. Dari ketersediaan slot kartu memory tambahan yang dapat digunakan sebagai sarana berbagi file antar pengguna yang terkoneksi ke jaringan Mifi M5, lalu ada dukungan hingga 32 device yang sepertinya jarang banget dimanfaatkan oleh penggunanya lantaran kuota data yang bakalan ikutan diShare bukan masuk dalam kategori Unlimited, dan juga konversi pulsa ke paket data secara otomatis saat penambahan nilai dilakukan.

Infonya, penjualan Mifi M5 ini selain bisa didapatkan melalui gerai SmartFren terdekat di Kota terdekat, juga bisa melalui gerai online jaman now seperti TokoPedia, BukaLapak, Shopee, BliBli atau Bhinneka. Kedepannya mari kita doakan saja, semoga bisa juga ditemui pada gerai minimarket seperti modem sebelumnya.

Modem Mifi AndroMax M5 ini dijual dalam 2 varian harga yaitu 999K untuk bundling paket data SmartFren sebesar 150 GB dengan masa aktif setahun penuh, dan versi 699K untuk paket data 70 GB dengan masa aktif 180 hari.
Tanpa ada pembagian Kuota, dan berlaku 24 Jam nonstop.
Cukup menarik bukan ?

Selamat dan Sukses Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar

Category : tentang iLMu tamBahan

Tadinya saya tidak berharap banyak bahwa program Bus Sekolah yang digagas Pemerintah Kota Denpasar pasca sosialisasi yang dilakukan pada murid-murid SD I Saraswati sekitaran awal bulan Mei lalu, bakalan bisa berjalan tahun 2017 ini. Lantaran Rambu titik kumpul yang dipasang salah satunya pada jalan belakang SD I baru dilakukan pada pertengahan tahun, dan hingga awal November kemarin belum jua ada kabarnya. Dengan waktu yang tersisa cukup pendek hingga akhir tahun, rasanya ya paling minim 2019 mendatang baru bisa dirasakan.

Tapi eh, ternyata Senin pagi kemarin merupakan Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar, yang mengoperasikan 6 kendaraan bus jenis Elf, dengan 2 trayek keberangkatan, pagi dan siang.
Ini bisa diketahui pasca mendapatkan info sosialisasi lanjutan bagi orang tua siswa, hari Rabu minggu lalu yang dihadiri oleh Ibunya anak-anak, lantaran Bapaknya ikutan Lomba Megending Kabupaten Badung. Ups…

Seperti biasa, sebagai orang tua dari generasi milenial, tentu saja saya ndak mau ketinggalan informasi di dunia maya.
Maka didapatilah selebaran digital yang diunggah pada akun Instagram @bussekolah_dps berupa akun sosial media FaceBook serupa dan tentu saja akses aplikasi ponsel smartphone si BuSeD. Aplikasi Bus Sekolah Denpasar. Kayaknya sih gitu kepanjangannya.
Setelah di-oprek bolak balik, lumayan banyak juga informasi sepihak yang bisa dibaca melalui aplikasi dimaksud. Minimal rupa bus sekolahnya yang memberikan bermacam fasilitas, nama serta nomor kontak pramudi serta pramujasa yang dihandel langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, pula siapa saja siswa yang mendapat kesempatan dalam Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar ini.
Salah satunya tentu saja Mirah, putri pertama kami.

Proses penjemputan anak, terpantau berjalan lancar.
Meskipun ada rasa kekhawatiran kami selaku orang tua melepas anak pertama kali belajar mandiri untuk proses berangkat ke sekolah, namun rasa percaya kami pada Pemerintah Kota Denpasar dan juga rekan-rekan Dishub yang hingga pagi tadi baru dikenal sebatas suara, cukup memupus semua keraguan yang ada. Apalagi ada belasan bahkan puluhan siswa lainnya yang terlibat dalam sesi Uji Coba ini.

Sementara pada proses pemulangan siswa, awalnya sempat terpikirkan pada kawan-kawan Dishub yang saya yakini bakalan pulang malam, lantaran jam pulang sekolah anak-anak sekitaran pukul 17.30. Belum mengantar satu persatu anak pulang kerumahnya, belum balik kantor dan melaporkan progress.
Namun sebaliknya, ketika memaksakan diri untuk menjemput sendiri anak ke sekolah, kelihatannya memberikan respon yang tidak baik pada upaya Uji Coba Pertama ini. Minimal, Tim Bus Sekolah Denpasar bisa memberikan masukan lanjutan untuk tahap kedepannya kepada Tim Operasional yang ada di balik meja, mengatur trayek dan rute pulang pergi.
Secara kebetulan, Mirah putri kami memang memilih dipulangkan bersama bus sekolah ketimbang ikut Bapaknya. Jadi ya, ndak apa apa juga…

Syukurnya, sembari menunggu jam pulang anak-anak sekolah sore tadi, saya banyak menimba ilmu tentang program Bus Sekolah Denpasar ini dari Ibu Dian, pramujasa dari bus 03, dan juga Bp.Indra plus Bp.Yogi Iswara secara langsung saat bus 04 merapat ke sekolah.
Konsep operasionalnya, mirip Bus Sarbagita.
Jadi ndak ada opsi bagi bus dan Tim untuk menunggu jeda waktu yang cukup lama ketika proses penjemputan siswa satu dengan lainnya saat jam pulang sekolah. Semua langsung diantar ke rumah masing-masing, barulah trayek dilanjutkan sesuai rute keberangkatan.
Proses menunggu akan dilakukan saat bus dalam keadaan kosong menunggu jam kepulangan tiba, seperti yang terjadi di SD 1 Saraswati beberapa saat lalu.
Demikian halnya dengan keberangkatan, masing-masing bus telah memiliki trayek jalur masing-masing berdasarkan rute akses rumah siswa yang diperkirakan satu jalur ke tujuan sekolah.

Secara perhitungan per hari ini, dimana belum banyak siswa yang ikut serta dalam sesi Uji Coba Pertama, saya yakini cukup boros jika kelak disandingkan saat sudah banyak yang memanfaatkan Bus Sekolah. Karena ada banyak hal yang menentukan, baik upah kerja 2 pramudi dan 2 pramujasa per bus sekolah, yang sejauh ini dicover dari Gaji yang bersangkutan, bbm dan operasional kendaraan, fitur tambahan seperti wifi gratis, konsumsi meski hanya sebatas air mineral dan tentu saja operasional sistem aplikasi dan smart card nya.
Hal yang sama juga akhirnya terpikirkan pada Bus Sarbagita. Yang saking sepinya peminat akan mode transportasi umum antar kota, malah memicu prasangka buruk pada pemerintah yang suka menghabiskan anggaran tak jelas, bahkan tanpa kajian kebutuhan sebelumnya.
Padahal kalaupun peminatnya sama banyak dengan program Bus Sekolah Denpasar ini, saya yakin ada banyak rupiah yang bisa dihemat oleh masing-masing pribadi kita di kesehariannya.

Jadi, Selamat dan Sukses untuk Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Perhubungan beserta Tim dan Crew 6 Bus Sekolah Denpasar. Semoga pelayanan yang diberikan bisa makin baik untuk anak-anak kita kelak…

Lalu, kapan giliran Kabupaten Badung bisa mengikuti inovasi menarik Pemkot Denpasar ini ?

Berbagi Q & A tentang SmartFren

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang kelupaan saya sampaikan di halaman blog ini, dari sesi Sharing Passion Ideas SmartFren bareng Bali Blogger Community hari Kamis sore tempo hari sebenarnya. Yaitu beberapa pertanyaan yang kerap dilontarkan sejawat kantor ataupun teman sosial media tentang Jaringan SmartFren. Sedangkan jawabannya mungkin saya bantu sedikit berdasar pengalaman yang dialami sejauh ini.
Saya rangkum menjadi Q & A tentang SmartFren versi www.pandebaik.com
Jika ada jawaban yang salah, mungkin bisa dikoreksi kalo kalo ada yang jauh lebih paham.

Q : Jaringan Internet SmartFren kalo di Bali atau Denpasar, bisa sejauh mana sih kemampuannya ?
A : Lumayan bagus kalo disandingkan dengan beberapa operator yang pernah saya coba gunakan. Bahkan ada juga yang pernah disandingkan di lokasi yang sama. Sedangkan kalo dengan jaringan Merah, saya belum tahu, karena belum pernah pakai.
Q : Bisa diShare contoh bukti akuratnya ?
A : Kebetulan beberapa pernah saya catatkan di akun Instagram, namun sudah diRekap pada postingan sebelumnya, Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Q : SmartFren Identik dengan jaringan CDMA, Apakah kelak tidak bermasalah ketika digunakan ?
A : Pada era kekinian dimana SmartFren merupakan operator yang sudah melebarkan sayap ke Jaringan 4G, infonya jaringan CDMA sudah jauh ditinggalkan. Bahkan dengan jaringan 4G LTE masa kini, SmartFren mampu mempertahankan koneksi data internetnya di kota besar dan pinggiran.

Q : Jika SmartFren sudah menggunakan Jaringan 4G, apakah kelak kartu SmartFren bisa digunakan pada ponsel masa kini yang sudah mendukung 4G LTE ?
A : Tentu saja. Bahkan untuk memberikan gambaran logis pada masyarakat awam, SmartFren merupakan operator pertama yang menjual iPhone 7 secara resmi di Indonesia. Artinya, jika iPhone 7 saja bisa digunakan untuk kartu SmartFren, kenapa yang lain tidak ? ?

Q : Apakah Paket Data SmartFren mampu memenuhi kebutuhan saya kelak dalam beraktifitas di dunia maya ?
A : Untuk kebutuhan standar rutin dunia maya, kalian bisa pilih paket SmartPlan dari harga 60ribu atau 75ribu sebulan. Di luar itu ada juga beberapa jenis paket pilihan lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai netizen dunia maya.

Q : Dimanakah saya bisa mendapatkan kartu SmartFren yang siap digunakan ?
A : Kartu SmartFren secara resmi bisa didapatkan pada gerai SmartFren di kota masing-masing yang apabila kalian malas untuk melakukan antrean, bisa mampir ke toko outlet dekat rumah.
Sudah tersedia juga kok.

Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa rekan sejawat tampaknya masih penasaran dengan kemampuan jaringan 4G LTE nya SmartFren. Berhubung sudah hampir 2 tahun lebih saya masih setia menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan akan dunia maya.
Memang sih, kalau dibandingkan dengan operator Tri belakangan ini, secara besaran kuota internet yang didapat dalam rentang harga yang sama, Tri memberikan sekitar 4 kali lipatnya. Sangat rekomended bagi kalian yang memang membutuhkan kuota data berlimpah untuk mengunduh filem, musik dan sebangsanya.

Tapi kalo bicara jaringan ? Saya masih lebih merekomendasikan SmartFren. Secara Jangkauan Internetnya cukup mumpuni dibandingkan dengan Tri.
Lalu bagaimana dengan yang lain ? Merah misalkan ?
Entah ya, berhubung belum pernah jajal lebih jauh lantaran harga paket datanya cukup mahal ukuran saya.

Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan Jaringan Internet SmartFren dari Juni 2015 lalu yang sempat dirangkum dalam akun InstaGram PanDe Baik. Berikut hasilnya :

1. Uji coba Jaringan SmartFren untuk pertama kalinya menggunakan Modem Connex M1 Plus yang masih berjaringan 3G kalo ndak salah. CDMA EVDO. Disandingkan dengan Jaringan Axis dan IndiHome, di Rumah.

2. Uji coba Jaringan SmartFren #2, di Toyota Agung AutoMall jalan Cokroaminoto dengan Modem M2P yang sudah mengadopsi kecepatan 4G LTE. Capaiannya sekitar 10,28 MBps

3. Uji coba Jaringan SmartFren #3, di Lapangan Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dengan Modem M2P dengan capaiannya sekitar 5,02 MBps. Ini sudah daerah pinggiran kota.

4. Untuk mengakses beberapa venue di desa wilayah paling utara Kabupaten Badung, seperti Warung Makan Daeng Bacok Kecamatan Petang, Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, atau Banjar Gunung, Kecamatan Abiansemal, Jaringan SmartFren 4G LTE bukan menjadi masalah besar.

5. Uji coba Jaringan SmartFren #4, di Arena Bermain Tiara Dewata, capaiannya sekitar 7,40 MBps. Ini tengah Kota Denpasar.

6. Uji coba Jaringan SmartFren #5, di Desa Nyalian Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, capaiannya sekitar 4,97 MBps. Ini dalam perjalanan ke Pura Besakih kalau tidak salah.
Sempat disandingkan dengan Jaringan XL yang hanya menemukan capaian 1,32 MBps.

7. Uji coba Jaringan SmartFren #6, di halaman Pura Penataran Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 5,06 MBps.

8. Uji coba Jaringan SmartFren #7, di halaman Pura Pemuputan Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 8,30 MBps. Ohya, di lokasi ini Jaringan XL yang saya gunakan sudah Blank, demikian halnya Jaringan Merah yang digunakan beberapa rekan kantor.

9. Uji coba Jaringan SmartFren #8, di halaman Pura Penataran Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 2,96 MBps.

10. Uji coba Jaringan SmartFren #9, dari lantai 5 Hotel Grand Sahid Jakarta, capaiannya sekitar 22,73 MBps. Edan…

11. Uji coba Jaringan SmartFren #10, dari lantai 3 Hotel Gandaria Jakarta, capaiannya sekitar 20,01 MBps. Mantap…

12. Uji coba Jaringan SmartFren #11, dari ESPA Yeh Panes, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, capaiannya sekitar 4,47 MBps. Lokasi cukup jauh dari Pusat Kota Tabanan.

13. Uji coba Jaringan SmartFren #12, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 29,90 MBps.
Sempat dibandingkan dengan Jaringan IndiHome yang hanya mampu di titik 14,80 MBps, atau Tri yang hanya mampu sekitar 1,03 MBps saja.

14. Uji coba Jaringan SmartFren #13, dari Poltabes Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang, capaiannya sekitar 18,95 MBps. Mantap…

15. Uji coba Jaringan SmartFren #14, dari Desa Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, perbatasan dengan Kabupaten Badung, capaiannya sekitar 10,99 MBps.

16. Uji coba Jaringan SmartFren #15, di pojokan kantor Puspem Badung tepatnya kantor Kementrian Agama, capaiannya sekitar 24,78 MBps

17. Uji coba Jaringan SmartFren #16, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 19,74 MBps, dengan device Modem M3Y dan perangkat Samsung A9 Pro.

18. Uji coba Jaringan SmartFren #17, di Bukit Jambul Kabupaten Karangasem, capaiannya hanya 1,02 MBps, hasil yang lumayan untuk wilayah pedesaan.

Nah, kira-kira demikian hasil uji jaringan internet SmartFren dari beberapa venue yang pernah saya kunjungi sejauh ini.
Masih meragukan kualitasnya ?