Selamat Ulang Tahun pertama Gek Mutiara

Category : tentang Buah Hati

Masih teringat sesak didada saat melihatnya terbaring sendirian dalam inkubator di ruang NICU RS Puri Bunda, dan berlanjut hingga RS Sanglah. Ndak terasa setahun sudah masa itu berlalu.

Anak cantik yang kami beri nama Gek Mutiara ini, kini sudah tampak jauh lebih segar ketimbang pertama kali ia tertidur lelap di kasur yang sama sepulang dari perawatan. Tak hanya itu, senyumnya pun tampak menawan menarik hasrat untuk menciumnya berkali-kali hingga ia kegelian dan tertawa. Hal yang kami nanti sejak kelahirannya 15 Februari 2015 lalu.

Ara, hari ini ia merayakan Ulang Tahunnya yang pertama. Sangat senang bisa mengenal dan merawatnya setahun ini. Meski ia tak banyak cuap seperti halnya kedua kakak, namun ia lebih murah senyum dan melucu. Kadang ia tak segan mengernyitkan hidungnya untuk menarik perhatian siapapun yang ada di dekatnya. Kalo sudah dibalas, ia pun akan berusaha melarikan diri dengan menggeser pantatnya sejauh yang ia bisa. Ya, Ara hingga kini belum bisa merangkak. Namun ia bisa berpindah tempat dengan cepat dengan mengandalkan pantatnya. He…

Dibandingkan anak seusianya, tubuh Ara tergolong imut. Kami memakluminya meski setahun ini kami tetap berupaya memberikannya susu formula khusus kelahiran prematur yang harganya dua kali lipat susu kakaknya. Namun begitu, secara pertumbuhan dan pemahaman rasanya Ara lebih cepat mengalami ketimbang dua kakaknya.

Jika dulu ia dekat dengan sang nenek yang kerap mengeloninya tidur, seminggu terakhir ini ia lebih manja dan nyaman bersama saya, bapaknya yang suka nulis nulis di ponsel ini. Bahkan saat ia tidur malampun, ia lebih suka memanggil manggil dan menangis hingga si bapak mau mendampinginya. Duuuhhh… ni anak jadi ngegemesin.

Ara setahun PanDe Baik

Ara kini sudah berusia 1 tahun. Baru bisa duduk stabil meski belum bisa bangun sendiri dari posisinya tiduran. Jadi harus dibantu dulu. Ia juga belum bisa membalikkan badannya, tengkurap. Pokoke masih bayi beneran. Inipun kami bisa memakluminya karena menurut dokter yang merawatnya sejak lahir, perkembangan Ara memang tidak bisa disandingkan dengan anak yang berkelahiran normal. Kelak ia akan bisa, namun membutuhkan waktu.

Yang sehat ya Cantik. Peluk cium dari Bapak, nanti kita bobok bareng lagi. Muah…

Upacara 3 Bulanan Gek Mutiara

Category : tentang Buah Hati

Senyum tipisnya masih tersungging manis setiap kali disapa saat ia berada di kereta dorong depan layar televisi. Sudah jauh lebih tenang jika dibandingkan dengan lusa kemarin. Mungkin karena ia yakin bahwa upacara kali ini bisa berjalan dengan baik. Namun tidak dengan kedua orangtuanya.

Dari paket 175 orang yang kami undang dalam daftar pendek nama saudara yang harus dihubungi satu minggu terakhir, bisa dikatakan yang hadir itu bertambah sekitar empat puluh persennya. Padahal yang diundang itu hanya sebatas saudara Misanan, sepupu tingkat pertama. Hal ini sempat membuat saya ketar ketir dengan katering yang kami pesan, meskipun informasi sepihak, biasanya ditambahkan lagi sekitar 25 porsi dari jumlah pesanan.
Akan tetapi kekhawatiran itu hilang saat mengetahui masih terdapat sisa makanan di akhir acara, masih cukup untuk dibagikan pada famili terdekat.

3 bulanan Mutiara panDe

Upacara 3 bulanan atau yang dikenal dengan istilah Nyambutin ini jatuh pada hari Minggu, 31 Mei kemarin. Hari yang sudah lama kami nantikan mengingat history Mutiara yang dilalui semenjak ia lahir cukup berat dirasa. Jadi senang sekali ketika itu semua terlewati.

Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi, putri ketiga kami. Benar benar berharap bahwa kesehatan dan kepulihannya akan membawa kegembiraan di tengah keluarga bahagia ini.

42 Hari Gek Mutiara

1

Category : tentang KHayaLan

Akhirnya kesampaian juga harapan kami, bisa menjalani upacara pertamanya Gek Ara di rumah bersama Keluarga.

Upacara 42 hari atau yang dikenal dengan istilah abulan pitung dina atau satu bulan (Bali-35 hari) tujuh hari, dilaksanakan pada hari Minggu kemarin, 29 Maret 2015 mulai pukul 14.30 wita dengan mengundang saudara terbatas di halaman rumah saja.
Upacara 42 hari ini selesai sekitar pukul 16.00 wita, sedikit lebih cepat dari perkiraan.

Meskipun pada malam harinya Gek Mutiara sempat kami bawa ke UGD Sanglah lagi karena menangis dan tampak kesakitan akibat ruam popok yang ada di pantatnya, sekitar pukul 1.00 dini hari, adik diijinkan pulang tanpa perlu rawat inap lagi. Dan sedari pukul 4.00 pagi tadi adik masih tampak rewel dengan rutinitasnya dan memaksa sang Ibu untuk mengorbankan lagi waktu Istirahatnya.
Tapi semoga Adik Mutiara bisa tetap sehat kedepannya.

Berikut beberapa rekaman lensa terkait upacara 42 harinya Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi.

42 hari Gek Ara 0

42 hari Gek Ara 1

42 hari Gek Ara 4

42 hari Gek Ara 6

42 hari Gek Ara 9

Selamat Pagi Mutiara AnnikaDewi Cantikku

Category : tentang Buah Hati

Cepat Sembuh Nak…

Bapak Kangen peyuk peyuk nak Cantik…

Ara 02

Jangan lama-lama nginep di sal Cempaka, kasihani Ibumu sayang…

Laju Kencang Sepur Antarkan ku Pulang

Category : tentang PLeSiran

Ratusan bahkan ribuan rumah dan hamparan sawah kami lewati sejauh mata memandang, di tengah gerbong eksekutif Sepur Mutiara Timur dari Stasiun Gubeng Surabaya pagi tadi. Ini kali pertama saya naik kereta api setelah nyaris 40 tahun lamanya hanya bisa menyanyikannya.

Meski tak seindah cocot gabener yang dipenuhi pepohonan hijau dan kicauan burung, namun pengalaman ini mampu memberi kesan menarik atas jerih payah dan kerja keras kepala batu mantan menteri perhubungan mas Jonan, dan terjadi di era pak Presiden Jokowi. Salut banged.

Penampilan interior kereta api ini meski belum senyaman kelas Kereta Udara eh Pesawat Terbang maksud saya, namun dengan harga tiket yang nyaris setengah atau bahkan seperempatnya, kedua kaki saya yang jenjang mampu berselonjor tanpa harus terantuk sandaran kursi yang diduduki penumpang didepan.

Dari jadwal perjalanan yang sekiranya memakan waktu sekitaran enam jam lamanya, meski secara kecepatan laju tak sekencang kereta api sikansen miliknya Jepang, kalo ndak salah dari tadi ibu Pramugari Keretanya sudah menyapa kami sekitaran 5-6 kali tiap kali mampir ke Stasiun yang dilewati. Durasi kereta berhenti pun bisa beragam.
Semua dinikmati meski pantat sudah mulai terasa panas lantaran duduk diam sambil mantengin dua unduhan Baahubali filem Korea yang aksionnya sangat menawan serupa trilogi makhluk astral pecinta batu akik itu.

Jarak menuju rumah kelihatannya masih cukup jauh.
Waktu tidur siang pun jadi bertambah sekitar 9-10 kali lipatnya pasca mata kecapekan membaca komik, mendengar musik, mengarungi dunia maya hingga sekedar pencitraan di media sosial.
Kangen anak-anak, juga ibunya.
Kira-kira mereka lagi main kemana ya ?

Gek Ara dan Gigi Camed care nak Jawe

Category : tentang Buah Hati

Melanjutkan postingan terakhir tentang si Cina Kecil Gek Ara, tahukah kalian bahwa ia juga mewarisi gigi camed Bapaknya yang kerap disangka nak Jawe (orang jawa) dauh tukad ketika diajak ngobrol menggunakan bahasa nasional ?
Ya, demikianlah adanya Gak Ara.
Kasihan sebenarnya.

Gigi camed care nak Jawe.
Entah darimana pula saya bisa mewarisi semua itu dari kedua orang tua yang justru memiliki wajah khas orang Bali.
Bisa jadi saya keturunan yang lahir cacat dari mereka. Yang berbeda satu diantara tiga yang ada. Yang sebenarnya kehadirannya tidak direncanakan, itu sebabnya jarak usia saya dengan kedua kakak, terpaut jauh. 8 tahun.

dan Orang baru akan menyadari bahwa saya orang aseli Bali, setelah mereka disapa dan me?anjutkan obrolan dengan bahasa Ibu, bahasa Bali. Tak ada yang menyangka sama sekali.

Bahwa Gek Ara, putri kami, si bungsu yang nakal, memiliki gigi camed dalam rupa fisiknya, sesungguhnya tidak saya harapkan sama sekali.
Karena kelak, kekurangan ini bisa jadi membuatnya minder pada pergaulan seperti halnya si Bapak yang hingga kini, masih saja disangka nak Jawe.

Informasinya gigi camed ala Buto Cakil ini bisa dioperasi ketika besar nanti. Dengan menggeser rahang bawah ke arah belakang. Namun apa jadinya jika pemberian lahir ini disalahaturkan dari pemberian-Nya ?
Entahlah.

Namun jika saja Gek Ara kelak tidak akan malu dengan wajah yang apa adanya, semoga ia bisa tumbuh menjadi gadis yang membanggakan semua orang yang mengenalnya.

Cina Kecil satu ini Nakal sekali

Category : tentang Buah Hati

Bukan…
Saya bukan mau ngebahas si Cina Kecil, tokoh nasional bangsa Indonesia yang fenomenal itu.
Bukan juga soal rasis yang biasa menjadi makian maha dashyat ke Pak Basuki ‘Ahok’ Tjahaya Purnama yang kini menginap di Mako Brimob.
Tapi soal putri kecil kami, si bungsu.
Cina Kecil yang Nakal sekali.

Ya, kalian ndak salah ingat.
Putri kecil kami, si bungsu, yang dahulu pernah kami tangisi sebulan lebih lamanya, gegara ditinggal sendirian di rumah sakit, lengkap dengan tangisannya yang melengking itu, kini sudah tumbuh menjadi sosok anak yang Nakal dan riang dalam kesehariannya bercanda bersama kami.

Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi.

Itu nama panjang yang kami berikan untuknya, dua tahun silam. Panggilannya sederhana. Gek Ara.

Dari segi wajah, Gek Ara adalah kembaran bapak satu-satunya. Ya, ia mirip sekali dengan saya. Bapaknya yang kini kurus kering dibabat Diabetes.
Ini selalu dilontarkan orang saat mereka melihat Ara lalu memandang wajah saya. Kembaran Bapak.

Maka ndak heran, kalo unsur Cina-nya langsung menurun.
Ya. Gek Ara memiliki mata kupit eh mata sipit khas orang Cina yang saya miliki sejak lahir. Itu sebabnya ia dijuluki Cina Kecil oleh pekak nininya. Kakek neneknya.

Entah bagaimana kisah perjalanan kelahiran hingga saya mewarisi mata sipit dari kedua orang tua yang sama sekali tak memiliki mata sipit. Katanya sih, waktu Ibu hamil dulu, Beliau ngidamnya masakan Cina. Entah ada hubungannya atau tidak, saya lahir dengan aksen Cina pada mata. Sehingga di era kekinian, saya kerap dipanggil ‘Koh’ saat berjalan-jalan di mall seputaran Surabaya atau Jakarta. He…

Cina Kecil yang Nakal.

Gek Ara kini bukan main nakalnya.
Ditambah Jahil, lengkap sudah ia diteriaki kedua kakaknya yang kerap menjadi korban keusilannya.
Dari pemindahan barang, menghilangkan yang uniknya bisa ia temukan kembali saat kami kebingungan mencarinya, hingga corat coret buku tulis dan tembok rumah, ia jabani dari pagi hingga petang. Tanpa kehabisan stamina.
Bagi saya, Ara tetaplah Ara. Anak kecil yang menggemaskan.
Maka meskipun Nakal, ia tetaplah kembaran saya yang begitu membuat kangen setiap kali pulang kerja.

Bahwa ia kerap di teriaki ‘Cina Kecil satu ini Nakal sekali’ oleh kakek neneknya, Cina Kecil ini adalah anugerah bagi keluarga kami yang udik ini.

dan tahukah kalian, bahwa Ara juga mewarisi gigi camed nak Jawe ala Buto Cakil Bapaknya ?

Libur Panjang Kawan, Mau Kemana Kali Ini ?

2

Category : tentang PLeSiran

Hari Minggu kemarin, disela kelonan dengan Mutiara, bungsu kami yang galaknya minta ampun, sempat share beberapa postingan lama tentang Liburan. Yang dilakukan katakanlah dua tahun terakhir.
dan Malah baru menyadari kalo Liburan terakhir malah belum ada berselang enam bulan lalu. Ealah…

Tapi ya wajar saja. Karena dengan begitu banyaknya beban dan tekanan selama beraktifitas di Permukiman, saya membutuhkan tingkat refresh yang tinggi pula. Agar stress tak jadi berlanjut. Minimal selain menyegarkan pikiran, keluarga pun bisa berimbas nantinya.

Ada beberapa rencana lokasi tujuan yang tadinya atau malah sedari awal terdahulu ingin dijelajahi. Amed atau Kintamani misalnya. Dari yang berlokasi di pinggir pantai, hingga pinggiran danau, dipantau semua.
Namun kendala tetap saja ada.

Syarat utama kalo mau mengajak anak-anak Liburan, kolam private jadi pertimbangan. Cuma sayangnya ndak banyak venue menarik di dua lokasi tersebut menyediakan fasilitas itu.
Sementara ketika menemukan kolam private dengan fasilitas air panasnya, eh lokasi istirahat di bawah tenda camping. Aduh… Padahal sudah ngebet banget nyobain air panasnya Toya Bungkah.

Akan tetapi khawatirnya sih anak-anak belum sehat betul minggu ini.
Gek Ara yang paling pertama kena demam dan radang tenggorokan hari Minggu lalu. Berlanjut ke Gek Intan hari Kamisnya, saya kebagian hari Sabtu dan terakhir Gek Mirah hari minggu terakhir. Duuuhhh… penyakit keluarga memang ndak ada matinya. Ha…

Cuma kalo ndak dipaksa, kasian juga mereka libur panjang kok malah ngetem dirumah ? Minimal ngajak main kemana gitu, biar ada rame ramenya.

Nah kalian sendiri ada rencana kemana Liburan kali ini ?

Kangen Canda Tawa Anak Anak

Category : tentang Buah Hati

Baru tadi sore. Ya… baru tadi sore, rasa kangen itu terobati.

Baru tadi sore, akhirnya bisa ngumpul lagi bareng anak-anak kesayangan yang selama dua minggu lalu baik anak maupun bapak punya halangan sendiri-sendiri.

Kalo dilihat dari sisi anak, sudah dua minggu lebih dua bayi kami terpapar demam akibat radang dan tumbuh gigi. Enam sekaligus. Ealah…
Padahal sudah Sempat khawatir juga bakalan kena DB, karena tetangga-tetangga sudah pada ngamar duluan. Bahkan si Ara, bayi kecing kami sampai cek darah pula di Nikki Medika penampahan Galungan kemarin. Duh… krodit dah.

Sedangkan kalo dilihat dari sisi Bapaknya ya apalagi kalo bukan kesibukan kerja kantor yang akibat mendesaknya waktu yang diberikan kawan Bappeda pasca kegiatan Musrenbang kemarin, akhirnya disetrap beneran buat menyelesaikan usulan. Padahal kalo tahun tahun lalu, Jalan Lingkungan selalu diberikan porsi waktu paling terakhir.
Tapi lantaran kini sudah menjadi kegiatan Strategis, mau gak mau ya mendapat perhatian besar baik dari pimpinan, masyarakat maupun badan anggaran.
Sudah resikonya sih…

Mirah Intan Mutiara PanDeBaik

Jadi ya, senang sekali hati ini saat bisa ngumpul bareng mereka bertiga, sampe-sampe minta difotoin pas bangun tidur sore tadi.
Gimana ? imut imut kan mereka ?

Cerita di Detik Pertama Tahun 2016

Category : tentang KeseHaRian

Oaaahhheeemmm… belum jua bisa tidur lantaran suara kembang api di luaran masih terdengar jelas padahal musik instrument dari speaker ponsel sengaja dikeraskan sejak pukul 10 tadi. Sementara mata rasanya makin perih dan udara sangat tak nyaman penuh bau mesiu.

Bersyukur baik si kecil Intan maupun Gek Mutiara gak terganggu boboknya. Khawatir aja mereka terkaget-kaget dengan semua histeria ini.

Tapi ya tak apa. Toh hanya Semalam ini saja. Semoga ndak sampai besok dan seterusnya lagi.

Dibandingkan tahun lalu rasanya tahun ini masih lebih mendingan. Meski langit kota Denpasar mirip suasana di negara perang, letusan bersahutan tiada henti. Apalagi sebentar lagi bakalan pergantian tahun. Suara letupan bazooka lebih jarang terdengar.

Eh, Selamat Merayakan Tahun Baru 2016 bersama keluarga ya. Semoga apa yang diharapkan kelak bisa Terwujud dengan Baik.

Tadi kami hanya sempatkan waktu main ke Denpasar Festival sedari pukul 5 sore. Ada pertunjukan Sendratari Raj Yamuna dengan tiga barong dan celuluknya. Juga Cipta Dharma dan lainnya. Mampir dan belanja di beberapa stand kuliner es cendol, jamur crispy, jaje bali dan krupuk celeng. Tak lupa jalan-jalan juga didalam lapangan alun-alun Kota. Selebihnya ya makan malam di Depot Sari Manis Renon trus pulang dan istirahat.

Tidak ada party, tidak ada perayaan, tidak ada bakar-bakar uang dengan membeli petasan atau kembang api mewah. Hanya menyampaikan pesan ke beberapa kawan melalui sms, whatsapp dan bbm. Kasihan uangnya, karena nyarinya lumayan susah. Mungkin nanti mau dibawa jalan bersama anak-anak saja dah.

Eh kalian sendiri ada agenda kemana pagi nanti ?

Catatan Akhir Tahun 2015

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Seperti biasa, hari ini adalah hari dimana saya kembali mencatat dan mengingat hal-hal yang telah dilalui dan dijalani, saat bahagia atau masa kelam, saat tertawa ataupun menangis. Kilas balik apa yang kelak akan menjadi kenangan.

Tiga Anugerah

Pande Putu Mirah GayatriDewi, lahir 18 Maret 2008 lalu. Kini ia telah menginjak usia jelang 8 tahun, kelas 2 SD. Menjadi gadis yang tinggi dengan pemikiran anak-anak. Khas Bapaknya. Berseberangan dengan Intan sang adik, namun penyayang bagi bayi kecil kami.
Pande Made Intan PradnyaniDewi, lahir 23 Oktober 2012, secara hari lahir masehi ia bareng dengan neneknya, sedang secara hari lahir Bali ia bareng dengan kakaknya. Sehingga bisa dikatakan Intan punya watak yang mirip dengan kedua pengasuhnya ini. Kini ia akan menginjak usia 4 tahun, anak yang periang sekaligus pemarah. Satu saat bisa menyanyi saat ia bercerita, saat yang lain bisa ngamuk dan membenci orang yang menasehatinya.
Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi. Putri yang termahal, kata semua orang. Bayi kami kini telah berusia 10 bulan, namun perawakannya lebih mirip bayi 6 bulan. Meski begitu, ia tampak cerdas untuk usianya. Bisa jadi ia belum mampu berjalan sebagaimana tumbuh kembang kakaknya terdahulu. Anak yang Murah senyum.

Tiga Anugerah diberikan Tuhan pada usiaku yang masih berkepala tiga. Satu hal yang patut disyukuri mengingat ketiganya dalam kondisi sehat dan menyenangkan. Semoga kelak bisa menjadi putri yang berbakti pada orang tua dan menjadi sebagaimana harapan bapak ibu dalam sandangan nama yang diberikan.

Kesehatan

Diabetes masih menjadi kendala. Dalam sekian kali uji test darah secara acak, Gula Darah yang kumiliki tak pernah jatuh dibawah 200 mg/dl. Tidak salah jika semua orang mencurigai turunnya berat badanku belakangan ini meski ada juga yang mengira sedang menjalani diet. Nasi putih sudah diganti dengan kentang. Rebusan daun Singapore rutin kuminum tiga kali sehari. Obat pun sudah dikonsumsi sesuai takaran. Tapi tetap saja demikian adanya.

Dokter sudah me-warning. Jika saya tak mampu kurangi beban kerja juga stress, tak ada yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah itu.

Pekerjaan

Tahun ini secara jumlah bisa dikatakan sedikit berkurang. Namun secara beban sebaliknya malah bertambah. Utamanya jika dikaitkan dengan tekanan dan resikonya.
Jabatan hanya indah di luaran, begitu ungkapan di tulisan sebelumnya. Dan demikianlah adanya.
Saya malas mengeluh lagi, karena semua sudah tertuang di halaman ini. Apalagi di tahun depan, semua akan bertambah. Baik jumlah, beban, tekanan, resiko, dan tentu saja Tanggung Jawab. Semoga kawan kawan staf kelak bisa memakluminya.

Keluarga

Selain tiga bidadari kecil tadi, ada banyak hal yang terjadi di tahun 2015 ini. Kepergian dua kakek sebelah rumah, bapak kecelakaan, 10 tahun perkawinan hingga dirawatnya Gek Ara di RS Puri Bunda dan RS Sanglah dalam kurun waktu yang cukup lama. Semuanya menurunkan tekanan dan beban pikiran yang tak sedikit, pula biaya tambahan dan tentu merepotkan lingkungan sekitar. Satu hal yang kemudian kami sadari bahwa kami tidak sendiri.

Jalan-jalan

Bisa dikatakan tahun ini minim plesirannya. Minim santainya.
Karena ternyata menyenangkan semua kepala itu memang susah. Tapi saya ndak bicara soal jalan-jalan kami seRuangan Permukiman baik melawat ke tetangga maupun rafting kemarin. Hanya upaya untuk melewatkan akhir pekan saja.

Untuk Kakek Neneknya anak-anak cukup dengan menu yang lidah mereka bisa nikmati. Saya dan istri, kemanapun oke sepanjang ndak ada protes. Yang masalah tentu anak-anak, punya keinginan sendiri-sendiri. Mirah dengan tempat makan yang aneh dan unik, Intan sendiri pokoknya mau main. Ealah… maka kalo sudah ndak sesuai dengan keinginan salah satu diantara mereka ya siap-siap aja agenda bakalan berantakan.

PanDe Baik 2015

Tahun 2015

Apa yang sudah dilewati saya pikir lebih banyak masa suramnya ketimbang sukanya. Meski begitu semua patut disyukuri mengingat inilah jalan yang sudah diberikan olehnya pada kami. Sebagaimana permohonan kami bisa jadi.
Bersyukur pula dalam perjalanan tahun saya bisa mengenal lebih banyak karakter yang boleh dijadikan cermin agar kelak sikap perilaku saya jangan sampai seperti mereka. Namun ada pula yang patut ditiru keteladanannya.

Banyak pula ilmu yang saya dapatkan guna membentuk kehidupan di masa yang akan datang. Semoga semua akan Indah pada waktunya.

Tahun 2016

Harapan saya sederhana saja. Semua bisa dijalani dan berakhir dengan baik, meski dalam proses akan mengalami hambatan serta tantangan yang bisa saja jauh lebih banyak dan lebih mumet dari sebelumnya. Apalagi Tahun 2016 kami di Badung mendapatkan pimpinan Bupati baru dan Ketua Dewan baru. Entah bagaimana nanti kisah ceritanya.

Dengan penambahan beban dan tanggungjawab, semoga pelan pelan satu persatu upaya memajukan pemikiran kami bisa terjawab. Tentu gak bisa sendirian untuk bisa mencapainya.
Jadi, doakan ya agar semua bisa terjalin dengan baik.

Minimal kelak disela kesibukan, blog ini tetap bisa berjalan, menambah postingan atau menambah pundi pemasukan demi tiga anak nakal diatas.

Selamat Tahun Baru 2016, Terima Kasih 2015.