Corona dan Kekhawatiran pada Keluarga

Baru kali ini saya mengalami rasa khawatir yang kalau boleh saya anggap dan bisa dikatakan sangat berlebihan. Menjadi sedemikian rupa lantaran wabah virus Corona kian mendekat, pasca kematian WNA asal Inggris tempo hari di RSUP Sanglah. Damn.

Disamping itu, upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah pun tampaknya makin banyak dikeluhkan. Baik oleh orang itu-itu saja, yang melakukan segala hal agar citra buruk presiden dan jajarannya makin tajam, pun kawan-kawan jurnalis nan kritis serta para dokter dan tenaga medis yang saya kenal baik, rupanya sudah mulai menyuarakan hal yang sama.

Mungkin memang benar adanya, bahwa dibalik ancaman penyebaran virus Corona, terdapat potensi ambruknya perekonomian bangsa yang bisa jadi berakibat fatal bagi sebagian besar pekerja dan pengusaha pun masyarakat di Indonesia. Namun bukan berarti soal prosedur penanganan dan keamanan sosial bisa diabaikan. Bahkan sampai pagi tadi, infonya masih banyak pejabat terkait yang kelihatannya belum paham akan fakta lapangan yang sudah terjadi belakangan ini.

Menjadi khawatir, karena info positif korban terjangkit di Indonesia tampaknya makin banyak. Per malam ini terpantau ada 69 nama yang tersebar di berbagai kota. Entah harus berkata apa. Jadi makin khawatir kalau mau kemana-mana.

Kedepan, ada 2 kekhawatiran saya akan berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar di Bali.
Agenda pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh, dan upacara di Pura Besakih.
Apakah pemerintah kita di Bali, sudah menyadari sampai sejauh itu ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik