Gagal nge-Blog pasca pindahan ke Rumah Baru

Semingguan terakhir rasanya maleees banged buat nulis. Selain propaganda #2019GantiRumahBaru pada akhirnya bisa tercapai, rupanya diikuti pula dengan #2019GantiHapeBaru yang menjadikan hari-hari saya ini dipenuhi aksi migrasi. Baik dari rumah dan gudang kontrakan selama 9 bulan terakhir ke rumah baru, pun dari Hape lama Galaxy A9 Pro 2016 ke seri M3s.
Capeknya…

dan sejauh ini Capeknya ada 3 hal.
Pertama secara Fisik. Karena begitu selesai pindahan 10 hari lalu, kami harus bongkar-bongkar dus yang dulu digunakan untuk menyimpan barang-barang berkategori sekunder alias tidak terlalu penting ke posisi aselinya. Seperti barang-barang dapur, baju dan pakaian lainnya, atau almari dan bukunya. Sementara di kategori ponsel, secara fisik sepertinya nyaris gak ada, kecuali jadi agak berat bawa 2 ponsel sekaligus, karena proses pindahannya nyambi disela jam kerja.
Kedua, capek secara pikiran. Karena untuk mengembalikan barang juga benda ke posisi semula, perlu banyak pertimbangan dari dua tiga kepala yang berkepentingan. Pun demikian dengan isi ponsel dan kebutuhannya. Males banged sebetulnya.
Sementara ketiga ya Capek secara uangnya. Hehehe…
Ternyata pasca pindahan, banyak banged kebutuhan tambahan untuk rumah. Dari gorden, terali, ac, tipi tambahan karena yang lama lagi bermasalah, pengharum ruangan untuk mengabaikan bau gudang dan pesingnya kencing tikus selama barang dititipkan, jam dinding, asesoris dan lainnya. Paling gak 50 juta itu habis dalam sekejap.
Termasuk samsat kendaraan, servis dan beli kasur baru. He…

Sehingga gak heran kalo yang namanya nulis atau bikin draft blog rasanya maleees banged. Karena pas dapat waktu luang dikit, bawaannya kalo gak bongkar dus, ya leyeh leyeh bentar ngumpulin tenaga buat lanjut aktifitas.
Jadi ya agak tersendat gitu update nya…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik