X

Libur Lebaran Tanpa Agenda, Cukup Icip-icip Objek Wisata Kabupaten Badung

Sebentar lagi libur Lebaran dan sejumlah cuti bersama habis sudah masanya, dan secara pribadi ya masih saja terasa kurang. Maklum, untuk kali ini kami melewatinya begitu saja tanpa agenda.

Ini diputuskan jauh hari sebelumnya. Bahwa THR bakalan difokuskan sepenuhnya ke pemulihan Bedah Rumah Tainsiat, yang sekiranya bakalan kekurangan dana talangan cukup banyak. Tentu untuk ukuran kantong kami. Sehingga ada saja rutinitas yang perlu dikorbankan demi tercapainya cita-cita mulia.

Secara kami sih sebetulnya gak banyak masalah. Cuma memang rada-rada gimana gitu kalo pas lagi pantau timeline IG. Semua kawan dan saudara memiliki agenda liburannya masing-masing. Hal yang sama dirasakan oleh putri sulung kami tempo hari.
Solusinya sih sederhana, ya stop konsumsi sosmed untuk beberapa hari kedepan, yang tentu saja tak sesederhana kami bayangkan jika menyangkut anak-anak.

Meski demikian, libur lebaran tetap kami upayakan sedikit agenda jalan-jalan ke beberapa objek wisata di seputaran rumah dan area kerja, demi memberikan suasana baru pada anak-anak. Berikut catatan perjalanan kami.

Mall Bali Galeria, Kuta. Bagi anak-anak, ini kali pertama mereka main ke salah satu mall besar di pulau Bali yang letaknya di persimpangan patung Dewa Ruci Kuta. Karena selama ini kenalnya hanya Plaza Renon, Matahari, Ramayana, Level 21 atau BeachWalk. Yang belanja diskonan ya hanya kaum perempuan saja. Sementara saya sebagai satu-satunya lelaki pendamping, musti rela duduk menunggu di bangku taman sambil main games GardenScape yang belakangan digemari, sambil ngemil segelas jagung manis.

Bali Swing Desa Bongkasa. Yang ini hanya mampir bentar saja, lantaran kaget dengan tiket masuk per orangnya yang mencapai 500ribu rupiah. Selain anak-anak memang gak ada yang berani main swing di ketinggian. Maka kamipun out dari lokasi sembari meminta maaf ke security agar menunda pengambilalihan kendaraan ke lokasi parkir utama.

Taman Mumbul Desa Sangeh. Ratusan ikan berukuran besar tentu menjadi daya tarik utama bagi anak-anak. Termasuk kolam dan beberapa spot foto yang cukup menarik. Saya sendiri baru tahu jika di lokasi ini terdapat kawasan pengelukatan pancoran solas (sebelas mata air). Tidak lupa pas balik kanan, disempatkan pula untuk mampir sebentar mengunjungi keluarga jauh di kawasan lindung Desa Sangeh.

Pura Taman Ayun Desa Mengwi. Peninggalan bersejarah dari kerajaan Mengwi menjadi momen nambah-nambahi langkah harian, lantaran kawasan ini dikelilingi kolam yang cukup luas. Sebetulnya hampir diseluruh area bisa jadi spot foto yang bagus dan menarik, namun sayangnya rumput yang terhampar tidak boleh diinjak lantaran masih dalam pemeliharaan. Owh ya, tiket masuknya sangat terjangkau yaitu 10ribu per orang untuk domestik, dan 20ribu per orang untuk mancanegara.

I Am Bali, Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar. Yang satu ini mah sebenarnya sudah pernah dikunjungi jauh sebelumnya, hanya ada beberapa penambahan/perubahan gambar demi menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Seperti gandengan motor dengan pak Jokowi, background GWK, atau Rumah Hantu yang siap mengagetkan anak-anak. Lumayan seru.

Kalian yang pengen tahu perjalanan dan keseruan kami diatas, bisa mampir di Vlog Having Fun with Kids di Channel YouTube PanDeBaik disini.

Categories: tentang PLeSiran
Tags: badung
pande: hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik