X

Bedah Rumah Tainsiat, 55 Juta mah Gak Bakalan Cukup

Sekian tahun mengurusi jatah hidup orang banyak di Kabupaten Badung, rasanya belum sekalipun saya mendapatkan bantuan hibah baik dalam bentuk peningkatan kualitas jalan lingkungan di seputaran rumah, maupun bantuan bedah rumah yang nilainya bisa dikatakan cukup fantastis se-Indonesia.
Selain secara kriteria calon penerima bantuan yang tidak layak, dimana besaran upah yang diterima sudah melebihi rata-rata UMK se-Provinsi Bali, secara domisili ya memang tinggalnya bukan di Kabupaten Badung.
Jadi ya demikianlah adanya.
Maaf saya becanda. Hehehe…

Bedah Rumah Tainsiat
Penggarapannya kalau tidak salah ingat sudah dimulai dari awal bulan Februari lalu, dengan nuwasen atau hari baik yang jatuh pada tanggal 9 bulan dua. Sehingga hingga tulisan ini diturunkan, progress sudah berjalan hingga Minggu ke-12. Cukup lama juga ya ?
Sejauh apa ?

Saat ini, tahapan pekerjaan sedang difokuskan ke lantai 2 pasca pengecoran plat lantai yang dilakukan pada akhir minggu ke-9 lalu.
Pemasangan material batako pada tembok, pengecoran kolom struktur dan praktis, pemasangan kusen pintu jendela, sampai penyiapan papan begesting guna pengecoran plat balok struktur atas sebelum nantinya masuk ke pekerjaan atap.

Diperkirakan, rumah dengan luasan 125 M2 satu lantai ini akan menghabiskan dana sekitar 1 M lebih dan jangka waktu yang ditargetkan selesai adalah 6 bulan. Jadi ancer-ancernya sih, bulan Juli-Agustus ini pekerjaan rumah sudah mulai rampung.
Kalau kemudian agak meleset, tentu akan berimbas pada penambahan waktu dan sewa gudang, yang kami gunakan untuk menampung semua barang furniture seisi rumah terdahulu.
Sehingga bisa dikatakan, kalaupun kemudian meminta bantuan dana Bedah Rumah sebagaimana yang diberikan oleh Kabupaten Badung sebesar 55 Juta rupiah per kepala keluarga, ya gak bakalan cukup pastinya. Norok banyak. Hehehe…

Bersyukur ada SK PNS yang bisa disekolahin untuk mengamankan progress penyelesaian rumah dengan tenggat waktu hingga 10 tahun mendatang. Minimal sisa waktu hingga masuk masa pensiun, bisa fokus ke pendidikan anak-anak dan hari tua nantinya.
Memang berat, tapi kalau bukan sekarang ya kapan lagi ?

Categories: tentang PeKerJaan
" pande : hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik."