Teori Konspirasi Memutus Hubungan dengan Dunia Maya (season 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan keluhan kawan dekat saya yang barusan sempat memberikan #kode kedua terkait pujaan hatinya yang kini mulai betah berduaan dengan selingkuhannya selama ini yang bernama Dunia Maya, berikut pemaparan Teori Konspirasi yang dapat dilakukan agar kelak siapa tahu kalian pun bakalan mengalami hal yang sama, bisa memutus hubungan sang lawan atau pujaan hati dari pergaulan bebas Dunia Maya.

Pertama, lakukan perubahan Password pada akun email yang sudah ditanamkan secara permanen pada ponsel, dan login ulang ke email tersebut menggunakan password yang baru.
Lalu hapus dan gantikan akun email permanen yang digunakan pada ponsel tadi, dengan akun email buatan lainnya. Rahasiakan password yang digunakan dan blokir opsi auto Sync yang ada untuk mencegah adanya email baru yang masuk secara otomatis.
Apa gunanya ? Simak Tips Kedua berikut ini.
Jangan lupa lakukan perubahan yang sama terkait penggunaan alamat email pada akun sosial media yang berbasiskan alamat email seperti Instagram, FaceBook, Twitter atau BBM.
Eh, kalian masih menggunakan BBM ? ?

Langkah Kedua. Ubah pengaturan ?eamanan pada opsi penguncian layar ponsel. Gunakan pola ataupun kombinasi angka tertentu yang sedianya bisa dihafalkan. Lalu setelah beberapa saat, ubah kembali dengan pola dan kombinasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Lalu lupakan.
Hal ini akan memicu kesalahan input dari si pemilik, yang jika berulang hingga kali ketiga, ponsel akan dikunci permanen dan meminta password email yang ditanamkan pada ponsel. Sampai disini kalian paham kan maksud Tips Pertama tadi ?
Tentu saja dengan password email yang diketahui untuk alamat email sebelumnya, tidak akan bisa membuka alamat email pengganti. Sesederhana itu, untuk bisa melanjutkan langkah ke Tips Ketiga.

Langkah Ketiga sebagai satu-satunya jalan keluar adalah…
HARD RESET.
Hapus Total semua isi ponsel hingga Data yang pernah disimpan pada memory internal sebelumnya dan tentu saja Kontak beserta isinya. Juga pesan messenger dari mereka yang berpotensi merayu sang pujaan hati.
Ketika proses Hard Reset selesai dilakukan, dan ponsel meminta alamat email yang akan digunakan sebagai email permanen, bisa masukkan alamat email sebelumnya, yang tentu saja tidak akan berhasil dimasuki mengingat sudah ada perubahan password sebelumnya. Maka satu satunya pilihan adalah membuat alamat email baru, dengan ketersediaan data dan nomor kontak yang masih kinyis kinyis. Baru semua.
Perubahan penggunaan alamat email yang sama dengan sebelumnya, pada ponsel Jaman Now, tentu akan sangat berpengaruh pada kemungkinan kembalinya semua nomor kontak dan data alamat email yang pernah terhubung sebelumnya.
Camkan itu Jenderal.

Langkah Keempat, jika masih sempat kalian lakukan dan memang Wajib dilakukan adalah perusakan kartu simcard melalui lempengan kuningan yang ada pada kartu untuk mencegah upaya Gagal Move On saat Teori Konspirasi ini tuntas dilakukan.
Hal ini akan memicu perubahan kartu simcard dan tentu saja nomor yang digunakan, bila sang target sasaran tidak mengetahui opsi pergantian kartu ke kantor operator sebenarnya masih bisa dilakukan.
Jika ini terjadi, maka usaha kalian untuk memutuskan hubungan sang pujaan hati dengan dunia maya, dijamin akan semakin lancar.
Dan dengan penggunaan nomor simcard baru, artinya peluang untuk balik lagi ke aplikasi messenger berbasiskan nomor ponsel, tidak akan bisa dilakukan lagi, mengingat dibutuhkannya nomor verifikasi yang biasanya dikirimkan melalui SMS. Seperti Whatsapp, Line, Telegram dan lainnya.

Langkah Kelima akan ada Upaya untuk mengembalikan akun Sosial Media yang tersimpan sebelumnya, yang apabila langkah Pertama Berhasil dilakukan, jangan harap bisa mengembalikan semua akun Sosial Media yang sebelumnya pernah digunakan.

So, gampang kan Konspirasinya ?

Teori Konspirasi Memutus Hubungan dengan Dunia Maya (season 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada Era Teknologi Jaman Now, hubungan umat manusia dengan dunia maya dalam pandangan mata bathin jadi semakin dekat saja. Sedekat upil dan jari tangan.

dan laiknya semua cermin kehidupan yang ada di sekitar kita, pemanfaatan segala sumber daya yang dapat diunduh dari dunia maya memiliki dua mata sisi yang berbeda. Positif dan Negatif. Tergantung motivasi atau tujuan penggunaan juga potensi dan lingkup pergaulan yang terjadi setelahnya.

Seorang kawan, katakanlah dari negara api, tiba-tiba datang ke meja saya dan mengeluhkan tabiat pujaan hatinya yang dahulu dikenal gaptek atau gapgap teknologi, kini menjadi pecandu setelah kawan saya memperkenalkan selingkuhannya selama ini yang bernama Dunia Maya.
Alhasil semua akun pengiriman pesan hingga sosial media bahkan penggunaan senjata suku aborigin secara ilegal pun menjadi santapan sang pujaan hati hampir setiap detik, bahkan saat mereka bercinta sekalipun, ponsel dengan ram 60 GB itu pun tak pernah lepas lagi dari genggaman.

Aku jadi Jablay…
Ungkap kawanku ini seraya memberikan #kode yang sayangnya malah luput kutangkap dengan baik.

Sambil menghisap dalam rokokku, Kutulis syair tentang hati yang khawatir…

dan mencoba menuliskan sebuah Teori Konspirasi, bagaimana upaya Memutus Hubungan sang Pujaan Hati dengan Dunia Maya, yang bisa kuceritakan sebagai berikut ini. Bisa disimak bareng-bareng yah.

Akan tetapi, sebelum masuk pada bagaimana isi Teori Konspirasi dimaksud diatas tadi, ada baiknya kalian mengetahui dan memastikan dulu Dua Hal Penting berikut ini.

Pertama, ketahui dahulu aktifitas apa saja yang sering dilakukan. Katakanlah Chat perpesanan dengan peluang selingkuh seperti Whatsapp, Line, bahkan Telegram.
Lalu ada akun sosial media macamnya FaceBook yang masih saja Trend hingga kini padahal data pribadi kalian sudah dijual murah tempo hari, Instagram, Twitter atau apapun itu.
Kontak Telepon atau sms konvensional, bisa jadi masih jua dipergunakan meski Dunia Maya sudah menjadi tempat tinggal yang baru.
Atau bahkan portal infoTAIment nomor satu yang kerap menjadi bahan bacaan saban hari.

Kedua, yakinkan dahulu apakah penamaan GapTek tadi masih tetap dianutnya hingga saat Teori Konspirasi ini ditulis ? Karena ndak bakalan lucu kalo belum juga ngapa-ngapain, si target sudah tau duluan kalo kalian mau ngapa-ngapain.
Upayakan keep silence dan stay calm. Eh kebalik yah ?

Nah, untuk Teori Konspirasinya sendiri bisa kalian baca di postingan berikutnya, kira-kira setelah 69 Likes.
Sepakat ?

Perjalanan Tiga Kepentingan ; Berhenti Malas, Mulailah Bekerja Keras

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Matahari belum menampakkan diri saat kaki melangkah santai memasuki Gate 1B Bandara Ngurai Rai Selasa pagi tadi. Sebuah perjalanan yang sudah direncanakan sejak lama untuk membawa tiga misi kepentingan bagi Pemerintah Kabupaten Badung.

Pertama persoalan Rumah Susun. Dimana berdasar hasil PraKonreg yang dihadiri perwakilan SNVT Provinsi Bali di Semarang Februari lalu, infonya Badung mendapat alokasi pembangunan Rumah Susun 3 lantai bagi MBR atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada tahun 2019 nanti. Ini menjadi pertanyaan besar, mengingat dari Kabupaten sendiri tidak ada usulan yang disampaikan ke tingkat provinsi ataupun pusat. Kami menyambangi Dirjen Rumah Susun di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meyakinkan perihal ini serta memastikan persoalan serta solusi yang nantinya dapat diambil agar kelak usulan diatas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Berlanjut ke gedung Heritage di areal Kementrian yang sama, kami menyasar Pusat Kebijakan dan Penerapan Teknologi untuk berdiskusi perihal pengujian mortar pada kegiatan konstruksi baik sebelum ataupun sesudah dibangun.
Pejabat yang mendampingi menyarankan kami untuk meluncur ke Bandung apabila menginginkan penjelasan atau paparan yang lebih teknis dari tim ahlinya. Maka itu besok pagi, kami berencana menindaklanjutinya bila tiga kepentingan hari ini bisa diselesaikan.

Agenda terakhir, mampir di Bappenas daerah Menteng, gedung Madiun lantai 4, mencoba memastikan perihal alokasi dana DAK Bidang Perumahan, yang informasinya tahun 2019 nanti akan diberikan kembali, padahal tahun 2017 lalu kami sudah pernah mengembalikannya mengingat secara prioritas penanganan tidak memenuhi aturan Perpres nomor 123 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik. Jangan sampai pengalaman yang sama terulang kembali mengingat akan ada imbasnya di skpd lainnya yang sampai saat ini masih membutuhkan pemanfaatan dana DAK dari pusat.

Berhenti malas, mulailah bekerja keras

Ini pengalaman kali pertama, menyelesaikan kepentingan di tiga tempat dalam waktu sehari diseberang lautan. Itupun sebenarnya waktu lebih banyak terbuang untuk akses transportasi menuju lokasi yang diharapkan.
Akan tetapi, demi kepentingan masyarakat Badung ya memang harus ikhlas dijalankan.

Turut Berduka atas Bom Gereja Surabaya ; Berhenti Curiga, Mulailah Menyapa

4

Category : tentang Opini

Belum usai duka menyelimuti timeline akun sosial media dan juga belasan karangan bunga bela sungkawa di sejumlah jalanan, utamanya depan pos dan kantor polisi, hari minggu pagi tadi keriuhan kembali terjadi. Tiga bom bunuh diri menyasar Gereja di kota besar Surabaya, dan seakan belum cukup, menyusul Dua bom lainnya dalam waktu yang berdekatan.
Semua orang seakan tersadarkan dari tidur panjang.

Teror dari kelompok yang sama. Setidaknya itu yang diyakini banyak orang. Kelihatannya tujuan yang diinginkan hanya satu. Membuat negeri ini chaos, lengkap dengan semua efek sampingnya.
Menumbangkan rupiah, atau bahkan mengganti Presiden yang saat ini masih bersusah payah membangun bangsa. Dan mereka tak pernah lelah memporakporandakannya.

‘Nggak usah berkelit bilang yang ngebom gak punya agama. We know exactly what are their religion’ ungkap akun @nuruliu pada timeline Twitter tengah hari tadi.
Saya setuju kali ini…

‘…mau sampai kapan kita akan membiarkan Islam dirusak oleh teroris2 keji ini?
Kalian gak marah kalo nama Islam akhirnya lekat dengan teroris?
Jangan salahin yang nuduh Islam itu teroris, salahkan teroris yang pake ajaran kita sembarangan’

Damn… tweet akun @SoundOfYogi ini juga benar adanya.

Satu benang merah yang seringkali terungkap saat aparat menangkapi orang per orang yang diduga terlibat atau bahkan mengaku sebagai pelaku adalah mereka jarang berinteraksi dengan tetangganya. Menutup diri dari pergaulan dan agenda sosial setempat. Kalian yang selama ini menaruh curiga pada orang ataupun kelompok teror semacam ini, sudah saatnya menyapa mereka. Mengetahui lebih jauh aktifitasnya di lingkungan kalian. Bila perlu ajak aparat terbawah untuk ikut serta. Jangan abai pada lingkungan.

Info terakhir, 13 orang dinyatakan tewas atas tragedi hari ini. Termasuk Bayu, relawan gereja yang memiliki istri dan anak yang masih bayi. Juga bocah sd 11 tahun.

Turut berduka untuk semeton kristiani di kota Surabaya.
Sudah saatnya pemerintah mampu menindak tegas para pelaku kelompok teror, pun para pembelanya termasuk parpol yang melindunginya.
Mereka bukanlah masyarakat Indonesia yang masih memiliki hak untuk diberikan HAM.

Turut Berduka atas Tragedi Mako Brimob ; Berhenti Saling Menyakiti, Mulailah Saling Menghargai

1

Category : tentang Opini

Tiga hari ini timeline akun media sosial maupun chat group ramai akan cerita pula berita kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta yang melibatkan napi terduga teroris dan tentu saja aparat setempat yang menewaskan 5 diantaranya.
Miris…

Seperti biasa, hingga hari ini masih menyisakan pro kontra tentang penyebab pemicu di kedua pihak, baik yang mendukung napi terduga teroris atau mereka yang mengatakan kelompok pembela Islam dan dugaan backup dari Isis tentu saja, maupun pihak yang hingga kini mendukung penuh Polri dan Pemerintah terpilih.

Saya sendiri malas mengungkapkan opini ataupun sekedar share link media yang sekiranya menarik untuk dibaca dan diketahui terkait polemik diatas, lantaran sudah pernah melakukan, mengalami dan merasakan efek samping, jauh sebelumnya. Beberapa kawan dekat dan masa sekolah yang berbeda keyakinan, langsung memblokir dan melakukan unFriend. Sedih…

Dan setiap kali mendengar dan membaca tragedi yang mengatasnamakan Agama, pikiran ini selalu teringat pada mahakarya Motorhead yang bertajuk Orgasmatron dimana sebaris liriknya mengatakan ‘My name is called religion, sadistic, sacred, whore…’

Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai

Memang susah untuk bisa melakukan salah satu quote implementasi Sila Pertama dari Pancasila, bagian dari 4 Pilar Kebangsaan, diatas tadi. Yang kelihatannya paling mengena saat bicara soal tragedi Mako Brimob ini.
Karena bagaimanapun juga, ketika ada nyawa yang dikorbankan, upaya untuk saling menghargai rasanya sudah tidak mungkin lagi bisa diwujudkan. Karena tidak bisa dilakukan hanya sepihak saja sementara pihak yang berseberangan memilih buta mata dan buta hati.

Tapi kalian generasi Jaman Now, yakin banget masih bisa melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan pada bangsa. Karena hanya dipundak kalianlah negeri ini kelak akan disandarkan. Apabila masih tetap saling menyakiti sejak dini, kelak tak akan ada yang mampu menghargai kalian juga bangsa ini. Lantas pada siapa lagi kami semua harus berharap ?

Turut Berduka bagi keluarga dan rakyat Indonesia, yang hingga hari ini masih dengan tulus memberi semangat pada mereka yang ditinggalkan.

Ngobrolin 4 Pilar Kebangsaan bareng MPR RI

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Tadinya sih sempat mikir kalo sesi ngumpul kali ini bakalan garing. Lantaran otak sudah tertuju duluan ke wajah pimpinan MPR RI yang emang rada-rada serius gitu orangnya. Jarang banged saya liat becandanya. Tapi ya bisa dimaklumi sih, kan namanya juga pejabat jaman old.

Syukur opening act nya ada Mbak Mira Sahid, founder Komunitas Emak Blogger yang punya blog catchy banged di mata. Enak dipandang. Ndak kayak blog ini yang gersang kerontang.

Topik yang diangkat sebenarnya soal 4 Pilar Kebangsaan. Yang memaparkan ya MPR RI. Dalam hal ini ada 4 narasumber, 2 Bapak eh Pria Ganteng dan 2 Ibu eh Mbak Mbak. Maaf.
Pertama ada Mbak Siti Fauziah Kepala Biro Humas Setjen MPR RI yang bercerita soal apa saja makna 4 Pilar Kebangsaan gagasan Bapak Taufik Kiemas almarhum, Ketua MPR RI terdahulu.
Lalu lanjut ada Mas Andrianto, babang tamvan yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) MPR RI memaparkan soal Sosial Media dan peran generasi Jaman Now serta penyebaran Hoax yang belakangan makin masif saja penampakannya.
Ketiga ada ujung tombaknya narasumber, Mas Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR RI yang rupanya menjabat pula sekaligus sebagai Plt.Sekjen DPD RI, tampil casual dengan gaya bahasa yang sudah disesuaikan berdasar jenis undangan yang hadir, mengakui kesulitannya tersebut sebagai mantan orang Hukum yang selama ini berkutat dengan bahasa formal.
Lalu terakhir ada Mbak Rharas Asthining Palupi, mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Humas MPR RI, yang kini bertugas di bagian audit dan pengawasan. Beliau ini banyak membantu dalam mencairkan suasana hati para netizen Bali yang entah kenapa lebih banyak diamnya termasuk di akun sosial media sekalipun.

Di sela pemaparan, Mas Ma’ruf sempat berbagi puisi Manifesto 4 Pilar Kebangsaan ‘Masih Indonesiakah Kita’ yang isinya cukup membuat kami merenung.
Sekaligus memperkenalkan tagar baru Dari MPR Untuk NKRI ‘Ini Baru Indonesia‘.

Sesi tanya jawab secara pandangan saya pribadi, kurang seru. Bisa jadi yang hadir sebagai perwakilan netizen Bali hari ini belum mencakup semua segmen. Utamanya para aktivis sosial, atau bahkan Vlogger yang belakangan sudah makin diminati. Tapi bisa jadi juga lantaran suasananya yang agak-agak resmi gitu, beda banget kalo pas sesi ngumpul netizen Jaman Now pada realitanya.

Owh ya.
Di akhir agenda, Mbak Mira Sahid ndak lupa buat mengingatkan lagi semua Netizen Bali yang hadir, agar bisa membantu MPR RI memproduksi tulisan atau postingan di blog masing-masing, tentang 4 Pilar Kebangsaan atau implementasinya dalam kehidupan sosial masing-masing, dengan gaya bahasa khas atau sesuai minat dan tema blog yang ditekuni.
Demi memperbanyak konten positif di dunia maya, serta meminimalisir penyebaran Hoax.
Ditunggu ya ManTeman.

Ngobrol Bareng MPR RI, 55 Netizen Bali Siap Gemakan 4 Pilar Kebangsaan

1

Category : tentang iLMu tamBahan

Bertempat di Bintang Bali Kuta, Sekjen MPR RI Bapak Ma’ruf Cahyono tampak berupaya keras mengalihbahasakan tugas serta kewenangan mereka dalam pola birokrasi pemerintah agar lebih mudah dipahami oleh 55 Netizen Bali yang berasal dari berbagai profesi dunia maya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah potensi kebosanan yang biasanya timbul dalam benak generasi Jaman Now saat sudah bicara dan berhadapan dengan pemerintah.
Hal ini diakui oleh Mbak Mira Sahid, founding Komunitas Emak Blogger yang selama ini lekat sebagai moderator selama berjalannya agenda Ngobrol Bareng MPR RI sejak tahun 2015 di sejumlah Kota besar Indonesia.

Untuk lingkup Provinsi Bali, menurut Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) MPR RI Mas Andrianto, ini adalah kali pertama diadakannya sesi pertemuan MPR RI dengan para warga net, netizen dunia maya mengambil konsep tatap muka kekinian. Bali dipilih lantaran telah menjadi pusat interaksi informasi utama di Indonesia dengan dunia luar mancanegara, yang rentan akan pengaruh dan penyebaran hoax. Selain itu, Bali dikenal pula memiliki tingkat toleransi yang tinggi, selaras dengan nilai kebhinekaan, salah satu makna dari 4 Pilar Kebangsaan yang digagas mantan Ketua MPR Taufik Kiemas.

Perubahan penyebutan istilah 4 Pilar Kebangsaan yang kini lebih condong disebut sebagai 4 Pilar MPR RI, ditegaskan oleh Mbak Rharas Asthining Palupi, mantan Kepala Bagian Pemberitaan dan Humas MPR RI, yang kini bertugas dalam bidang pengawasan. Meliputi Pancasila, UUD 1945 (setelah amandemen), NKRI #hargamati dan Bhineka Tunggal Ika.
Keempat makna diatas menjadi sangat penting untuk dapat dilaksanakan dalam kehidupan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia utamanya generasi Jaman Now yang bisa dikatakan sangat minim asupan pengetahuan akan budi pekerti dan bela negara.

Sayangnya, eksistensi MPR RI sebagai salah satu lembaga negara dalam penyebaran konten tugas, kewenangan, program serta kebijakan pemerintah lewat pemanfaatan sosial media bisa dikatakan sudah sangat terlambat di era digital masa kini, nyaris ketinggalan kereta. Ini diungkap oleh Mas Casmudi mewakili suara komunitas Blogger Bali. Upaya ini kalah jauh dari riuhnya informasi yang tersebar di dunia maya justru didominasi oleh DPR RI, meskipun berasal dari oknum-oknum dari partai tertentu.
Tidak heran apabila ketika beberapa perwakilan netizen Bali ditanyakan jumlah atau siapa saja nama pimpinan MPR RI, nyaris tidak ada yang mampu menjawab dengan benar. Kurangnya pengetahuan netizen bisa jadi disebabkan pula oleh minimnya literasi yang mampu dipahami atau bahkan diminati, dalam tampilan visual yang menarik atau bahkan penggunaan kalimat sederhana.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pemanfaatan sosial media yang dahulu lebih banyak diminati oleh generasi jaman now kini juga sudah mulai merambah generasi jaman old, merupakan satu-satunya cara yang ampuh untuk berbagi informasi positif demi menyaring penyebaran hoax lebih jauh.
Bahkan menurut penuturan Mbak Siti Fauziah Kepala Biro Humas Setjen MPR RI, pengaruh sosial media sudah sampai kepada cara pandang seseorang pada pilihan politik bernegara atau tata perilaku pergaulan dengan sesama. Sehingga satu hal yang diharapkan pasca agenda pertemuan ngobrol bareng MPR ini adalah keterlibatan Netizen Bali dalam menggemakan 4 Pilar Kebangsaan atau yang kini disebut sebagai 4 Pilar MPR RI, beserta manifesto dalam upaya membangkitkan jati diri bangsa melalui bidang atau cara yang telah ditekuni selama ini, bisa dengan menggunakan bahasa dan ajakan yang disesuaikan dengan perilaku kehidupan sehari-hari ataupun menggali dan menggelorakan kembali adat budaya Indonesia atau lokal setempat yang kini sudah mulai dilupakan.

Sebagai penutup, Mbak Mira Sahid selaku moderator of the day hari ini, sempat mengingatkan sejumlah quote yang membangun rasa kebanggaan akan kebangsaan, sebagai implementasi dari 5 Sila dalam Pancasila.
‘Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai’
‘Stop marah-marah, mulailah bersikap ramah’
‘Berhenti memaksakan, mulailah berkorban’
‘Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat’ dan
‘Berhenti malas, mulailah bekerja keras’

Menghitung Target Langkah Harian

Category : tentang KeseHaRian

Selama dua bulan terakhir ini, aktifitas berjalan kaki dalam tempo cepat sudah makin rutin dilakukan.
Tujuannya cuma satu. Menstabilkan Gula Darah.
Dimana kalo kata dokter yang merawat diabetes selama ini, jumlah kalori yang dikeluarkan minimal harus sama dengan yang dikonsumsi. Artinya semakin berat jenis makanan yang dinikmati seharian ini, mestinya kalo mau yang namanya Gula Darah bisa tetap normal, kadar olah raganya pun wajib diperpanjang durasinya. Mengingat jenis gerak badan yang dilakukan, tergolong mudah bagi orang dewasa seumuran saya.

Menargetkan sekitar 10.000 langkah setiap harinya, nyaris identik dengan 8,5 KM berjalan dengan kecepatan konstan atau 85 menit aktifitas.
Sementara jika target harian ditingkatkan menjadi 15.000 langkah, identik dengan jarak tempuh 12,5 KM atau 125 menit aktifitas.
Ini bisa dihitung mengingat untuk setiap kilometer yang dilalui, membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit, dengan jumlah pencapaian langkah rata-rata sekitar 1.200 saja.

Untuk bisa mencapai Target Langkah Harian Minimal, setidaknya butuh 12 kali putaran keliling lapangan alun-alun Kota Denpasar, atau 9 kali keliling lintasan luar GOR Ngurah Rai, atau bisa juga 6 kali keliling lapangan Renon. Widiiih…
Sementara kalau mau mencapai Target Langkah Harian Maksimal, ya tinggal membagi jarak tempuh diatas tadi dengan jarak keliling lapangan alun-alun sekitar 750 M’ atau 1 KM ukuran GOR Ngurah Rai, atau 1,2 KM untuk lapangan Renon.

Coba kamu yang duduk paling belakang, bisa menghitung berapa kali putaran yang harus saya tempuh demi mendapatkan Cinta dari gadis idaman hati ?
Ehem…

Lavender Challenge, Tantangan Global Samsung Health Bulan Mei

1

Category : tentang KeseHaRian

Pergelangan kaki selalu nyeri saban sore hari. Bisa jadi lantaran saya terlalu memaksakan langkah untuk mengejar target harian yang ditetapkan agar mampu menjaga kesehatan dan stabilnya gula darah disela kesibukan kerja dan rutinitas harian.
Namun semuanya akan kembali normal ketika pagi menjelang. Istirahat semalaman, biasanya menyembuhkan rasa nyeri yang ada dan menagih janji untuk bisa berjalan kembali.

500 ribu langkah dalam satu bulan. Pencapaian yang luar biasa bagi saya pribadi. Baik di bulan Maret maupun April kemarin.
Artinya ada sekitar 10 sampai 15 ribu langkah setiap harinya wajib dilakoni. Dan itu biasanya baru bisa terwujud saat hari libur kerja. Apalagi jika tak ada kewajiban pagi yang harus dipenuhi untuk anak anak.

Bulan Mei ini ada Lavender Challenge. Tantangan global dari Samsung Health, aplikasi bawaan ponsel dan juga Gear S3 Frontier.
Masih menargetkan 200 ribu langkah setiap bulannya, dan kali ini, tampaknya bisa dilalui saat hari ke-10 menjelang. Makin bersemangat lantaran jadi adiktif, ketagihan setiap kali dijalani.

Berjalan kaki dengan langkah cepat adalah salah satu opsi terbaik bagi mereka yang positif mengidap diabetes. Selain mampu menjaga kestabilan detak jantung, pula tidak terlalu membebani kaki untuk bisa menopang beratnya badan saat aktifitas dilakukan.
Itu sebabnya minimal ada sekitar 4 sampai 10 kilometer yang bisa dikoleksi setiap kali dilakoni. Bergantung pada situasi dan kondisi yang ada.

Efek positif ketika semua itu usai adalah nyenyaknya tidur, dan segarnya hari bisa dinikmati bersama anak-anak dan keluarga.
Kalian yang belum pernah mencobanya, wajib dipaksakan. Karena memang sulit untuk bisa memulai sesuatu yang kelak bisa memberikan kesempatan lebih panjang pada hidup.

Mereka Cahaya yang selalu Ada

Category : tentang Buah Hati

Hari masih gelap, hanya ada sedikit penerangan yang masih menyala disekitaran rumah. Satu persatu langkah kaki perlahan menyusuri paving lama menunaikan tugas rutin pagi sebelum berangkat kerja. Tawa anak-anak terdengar nyaring dari kejauhan.

Ara dan Intan sudah bangun rupanya.

Dua wajah mungil itu hadir di kaca jendela memanggil-manggil Bapak dengan nada yang riang. Sesekali neneknya mengingatkan keduanya agar tak terlalu ribut lantaran ini masih pagi buta, belum banyak yang tersadar dari mimpi.

Si bungsu Ara, hari ini menginjak usianya yang ketiga tahun. Gak nyangka aja kalo ia sudah sebesar ini.
Bayi yang dulu pernah ditangisi saat terbaring lemah falam inkubator rumah sakit, tumbuh dengan segala kepintaran dan tawa candanya dengan nada bicara khas. Kalian yang biasa menghubungi kami lewat nomor rumah, pasti tau siapa pemilik suara penerima telepon kami.

Intan yang kini sudah masuk ke jenjang TK besar, merupakan teman setia si bungsu dalam bermain, bercerita dan juga bertengkar. Ia terlalu polos untuk berada diantara adik dan kakaknya. Selalu mengalah jika dijahati. Jadi paling cengeng dan sensi. Berusaha menarik perhatian kami, kedua orang tuanya jika sudah berada di rumah saat hari libur. Belakangan mulai tertarik untuk live secara rutin di akun instagram milik Ibunya.

Si sulung Mirah, tumbuh tinggi dan jangkung untuk anak seusianya. Apalagi saat bersanding dengan kawan-kawan sekelasnya. Selalu menginginkan segala sesuatunya bisa tampil sempurna termasuk soal waktu. Mirip neneknya. Sudah mulai keteteran jika berhadapan dengan mata pelajaran di sekolahnya meski hingga hari ini masih dipercaya memegang rangking tiga besar di kelasnya.

Anak-anak ini benar-benar karunia Tuhan yang paling indah. Banyak orang rela menghabiskan waktu luang untuk bisa menikmati tumbuh kembang mereka yang berharga. Banyak juga yang masih tetap berupaya bisa mendapatkan kesempatan yang sama menikmati anugerah-Nya. Namun banyak juga yang tak menginginkan keberadaannya.

Bagi kami, Mereka adalah cahaya yang kelak akan selalu ada bagi kedua orang tuanya.

Polemik Parkir Mahal Hotel Mulia Nusa Dua

3

Category : tentang Opini

Hari minggu pagi lalu, saya di-mention oleh akun @pekaklonto, kawan di media sosial Twitter, yang meReTweet akun milik @AryaWBPinatih46 dengan caption “Kok hotel mewah bayar parkir? Aturan dr mana ini? Uang parkir nya lari kmana? @pekaklonto @BaleBengong” lengkap dengan gambar print out karcis parkir di Hotel Mulia Nusa Dua sebesar 55 Ribu rupiah untuk parkir selama 10 jam 54 menit bagi kendaraan DK 21** LT.

Lantaran kurang paham dengan aturan terkait, jawaban balasan yang saya sampaikan cukup sederhana. Hanya menyinggung pengalaman parkir di Level 21 Denpasar (yang disanggah bukan parkir hotel/sejenis), dan juga pengalaman order Grab di sebuah hotel bintang tiga area Tebet Jakarta. Dimana parkiran hotel juga dikenakan charge sehingga kesepakatan order dengan sopir Grab, agar saya menunggu diluar area hotel atau jika tetap ngotot nunggu di lobi hotel, biaya parkir saya yang menanggungnya.

Berselang sehari, postingan serupa muncul di grup Suara Badung akun media sosial FaceBook yang diunggah oleh Bli Surya Darmadi. Link postingan terkait bisa dilihat disini.
Yang rupanya sudah mendapat tanggapan, mengecam tindakan penerapan parkir semahal itu hingga mencaci maki pihak Hotel Mulia.

Berbekal sedikit pengetahuan akan pengenaan parkir serupa di dua publik area diatas, saya pun mencoba mengulik lebih jauh dengan bantuan Google. Berikut hasilnya yang saya sampaikan sebagai komentar dalam postingan diatas.

* * *

OSA Semeton Kabupaten Badung…
Mohon Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan komentar tiang berikut ini. Bukan bermaksud menggurui, namun tiang harap kita semua bisa sama sama belajar terkait ini. Sehingga apabila Salah, mohon bisa dikoreksi, mengingat tiang bukan berasal dari Bidang/Instansi yang menangani urusan Parkir.

Penetapan Tarif Parkir berdasarkan peraturan dari Perhubungan Darat ditentukan melalui Perda Daerah setempat.

Untuk wilayah Kabupaten Badung, tiang menemukan Perda Kab.Badung Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir. Dimana pada Pasal 26 menyatakan :
(1) Penyelenggara Fasilitas Parkir di luar Rumija (ruang milik jalan) …. dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.
(2) Satuan Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan :
a. Penggunaan Fasilitas Parkir per Jam, per hari ; atau
b. …

Sementara yang tergolong Fasilitas Parkir di luar Rumija bisa dilihat pada Pasal 14 ayat (1) poin b. Gedung parkir, taman parkir dan/atau tempat sebagai fasilitas penunjang kegiatan pada bangunan utama.

Jadi sementara, untuk Kasus Hotel di Kabupaten Badung berdasarkan Perda diatas, bisa jadi diBenarkan ?
Mohon dikoreksi apabila Salah.
Namun terkait besaran Tarif Parkirnya, mungkin Rekan dari Dinas terkait di Kabupaten Badung bisa menjawabnya ?

Sementara itu, Kota Denpasar sendiri menetapkan Perda nomor 5 Tahun 2013 dimana berdasarkan berita media online Nusa Bali 2 Maret 2018 lalu, informasinya PD Parkir Kota Denpasar mulai menerapkan tarif parkir progresif untuk dua tempat yaitu Ramayana dan Level 21. Alasannya bisa dibaca pada paragraf terakhir berita diatas, dan masuk akal.

> Dengan penerapan tarif progresif juga diharapkan mampu menanggulangi overloadnya parkir karena satu mobil atau motor parkir dikenakan perjam. “Kemarin biasanya satu mobil atau motor bisa berjam-jam bahkan harian parkir di lokasi, kini dengan tarif progresif kendaraan bisa cepat bergeser agar bisa dimanfaatkan pengendara lain.”

Link berita : Nusa Bali

Matur Suksema.