Liburan Dadakan di Bulan April

Category : tentang PLeSiran

Gak ada Planning sama sekali, dan sebelum keputusan liburan diambil, saya masih menunggu antrean dokter di Poli RS Bhakti Rahayu. Kontrol Gula Darah.
Edan…

Tujuannya hanya satu.
Liburan ke Canggu.
Rumah Kakek dan Nenek Canggu, plus anak-anak yang masih sebayaan dengan dua bayi kami, Intan dan Ara. Cuma karena terkendala kamar untuk menginap, keputusan untuk mencari tempat untuk tidur malam pun harus diambil secepatnya. Mengingat saat antrean kontrol dilakukan, waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 malam.

Ecosfera Hotel, merupakan pilihan ketiga kami lantaran biaya menginap per malamnya nyaris sejutaan. Sementara pilihan pertama dan kedua yang ada, opsi Family Room yang menyediakan dua bed, double dan single, yang kami pantau secara langsung by phone, rupanya sudah terisi.
Traveloka musti melakukan pengecekan yang lebih teliti jika mampu terkait ini.

Lokasi ada di pinggir pantai Echo, Batu Mejan, Banjar Canggu. Kurang lebih sekitar tiga sampai lima menitan berjalan kaki dari hotel, kita sudah tiba di gerbang pantai yang dijaga bapak tua dengan segenggam karcis di tangan. Cuma lantaran ombak yang besar, rasanya ndak rekomend untuk area berenang bagi anak-anak.

Liburannya cukup seru, karena anak-anak sejak awal menduga kami bakalan menginap di rumah kakek nenek Canggu. Tapi ketika mengetahui kendaraan parkir didepan area hotel, mereka girangnya bukan main.
Melupakan tangis sedih lantaran meninggalkan kakek nenek Tainsiat nya berdua di rumah.
Ya, sekali-sekali liburan bareng Keluarga Kecil, ndak apa-apa kan ya ?

Napak Tilas Perjalanan Pulang Sekolah Masa SMA

Category : tentang DiRi SenDiri

Lakon terjauh aktifitas berjalan kaki pada masa berangkat atau pulang sekolah, kalau tidak salah ingat, dilakukan pada tingkat SMA. Dari tengah sawah sisi selatan lapangan Pica hingga pulang ke rumah di jalan Nangka Selatan. Jalur jalan yang dilalui adalah Renon lalu Kapten Japa dan Veteran.
Lumayan jauh untuk ukuran siswa sekolahan jaman itu.

Pulang sekolah dengan berjalan kaki sebenarnya merupakan aksi yang sudah biasa dilakukan. Masa SD, sering bikin ortu kelabakan gegara pulang sekolah milih berjalan kaki lewat jalan Suli dan maaih sempat singgah ke rumah ortu angkat saat itu. Lalu masa SMP, dari Swastiastu di sisi selatan Matahari mengambil jalan shortcut di belakang Tiara Dewata tembus ke Alun-alun Puputan. Atau saat sudah pindah sekolah ke SMPN 3 dibelakang SLUA, ambil 2 jalur, antara gang sebelah RRI atau jalan Banteng yang tembusannya utara rumah.

Akan tetapi aksi pulang jalan kaki saat masa SMA itu bisa dikatakan lantaran terpaksa setelah ditinggal pulang kawan sekolah yang ditumpangi saban hari. Bisa jadi karena jengkel musti goncengin saya tiap hari, dianggap mengganggu waktu pulang yang biasanya diisi kelayapan dulu ke tempat nongkrong terdekat.

Terpantau hari minggu pagi tadi, saya mencoba napak tilas perjalanan pulang sekolah dari persimpangan patung kapten Japa menuju rumah setelah berjalan kaki pula saat berangkat dari rumah pukul 6 pagi usai beraktifitas.

Dilihat dari jarak tempuh yang hanya 7 KM one way, untuk ukuran saat ini bisa dikatakan tidak terlampau jauh. Yang kalo mau dihitung dengan rata-rata waktu tempuh 10 menitan per KM-nya, perlu waktu sekitar 70 menit untuk sampai di lokasi tujuan. Itu ukuran jaman now. Kalo dulu, kira-kira perlu waktu berapa jam ya saya sampai di rumah ?

Wujudkan Rumah Impian, Manfaatkan Easy KPR Lestari dari BPR Lestari

Category : tentang KeseHaRian

Bisa memiliki rumah yang nyaman dan layak huni merupakan impian bagi setiap keluarga, utamanya para pasangan muda yang baru saja membentuk bahtera rumah tangga. Hal ini tampak didukung penuh oleh pemerintah era presiden Jokowi yang memprioritaskan program Sejuta Rumah sejak awal kepemimpinannya.
Sayangnya belum semua keluarga memiliki kemampuan finansial yang berkecukupan untuk dapat menjangkau pembelian rumah yang nyaman dan layak huni tanpa membebani alokasi penggunaan anggaran rumah tangga lainnya. Untuk itulah program Kredit Pemilikan Rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah KPR, banyak ditawarkan kepada keluarga kecil yang membutuhkan rumah dengan segera.

BPR Lestari dengan keberadaannya sebagai BPR Terbaik di Bali tampaknya bisa memahami kesulitan masyarakat Bali akan kebutuhan rumah yang nyaman dan layak huni, namun tetap terjangkau. Itu sebabnya melalui Easy KPR Lestari yang kini dapat dimanfaatkan dengan bunga Satu Digit, diharapkan dapat menjawab permasalahan diatas dengan tuntas dan memuaskan.

Komisaris Utama BPR Lestari, Alex P Chandra mengungkapkan bahwa KPR Lestari sedang diupayakan untuk bisa bertransformasi dan menjual program kredit rumah KPR dengan bunga sebesar 9,25% dengan DP ringan dan proses yang cepat serta pelunasan sisa kredit yang bebas penalti.
Adapun bunga Easy KPR Lestari 9,25% serta DP 10% berlaku khusus pengajuan KPR di perumahan yang developernya bekerjasama dengan BPR Lestari. Setidaknya sudah ada sekitar 60-an nama pengembang yang telah siap bekerja sama dengan BPR Lestari dan tersebar di 9 kabupaten/kota provinsi Bali.

Program Easy KPR Lestari dari BPR Lestari ini menyediakan plafond kredit dari nilai 100 Juta hingga 2 Milyar dengan jangka waktu hingga 20 tahun. Proses pengajuan hanya 3 hari kerja setelah persyaratan data dinyatakan lengkap. Selain itu keunggulan lain yang ditawarkan adalah bebas biaya penalti apabila pelunasan dilakukan sewaktu-waktu. Serta fasilitas pembayaran angsuran yang autodebet untuk menghindari keterlambatan pembayaran setiap bulannya.

Jadi tunggu apa lagi ?
Ayo wujudkan rumah impian kalian, dan manfaatkan program Easy KPR Lestari dari BPR Lestari

Luncurkan StarterPack Bali United, SmartFren Siap Manjakan Laskar Tri Datu

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sukses memperkenalkan diri sebagai Sponsor Baru tim sepak bola kebanggaan Bali United di Hard Rock Cafe beberapa waktu lalu, SmartFren siap memanjakan supporter Laskar Tri Datu dengan meluncurkan StarterPack Bali United yang didukung kurang lebih 600 BTS layanan jaringan 4G LTE di seantero wilayah Bali.

Hal ini diungkap oleh Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren yang berharap baik pemain, official, maupun suporter Bali United pada khususnya, serta masyarakat Bali pada umumnya dapat merasakan kecepatan jaringan 4G LTE serta produk dan layanan Smartfren yang saat ini telah memiliki konektivitas prima dan handal. Sementara itu CEO Bali United, Yabes Tanuri mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dukungan SmartFren pada tim Bali United dimana tingkat penggunaan smartphone yang tinggi benar-benar akan membantu para suporter, official, dan pemain Bali United dengan sinyal maksimal dari Smartfren.

Salah satu value yang nantinya bisa didapatkan oleh Laskar Tri Datu melalui StarterPack Bali United adalah dukungan konektivitas Wifi access point dengan layanan jaringan 4G LTE selama pertandingan, utamanya yang dilakukan di markas Bali United, Stadion I Wayan Dipta Gianyar. Tanpa perlu biaya atau paket data tambahan lagi alias bisa dinikmati secara Gratis. Menarik bukan ?

Amor ring Acintya Ni Made Suardini

Category : tentang KeseHaRian

Tiga tahun lalu, sekitar awal tahun 2015, sang suami pergi lebih dulu pada sang pencipta. Serangan jantung yang mematikan. Kondisi yang memukul telak karena ia hanyalah seorang ibu rumah tangga dengan empat anak yang masih remaja. Kami cukup prihatin saat itu.

Namun pada tanggal 26 Maret lalu, semua cerita ketangguhan akan sakit yang ia derita selama ini, berakhir sudah. Ni Made Suardini, bibi saya sebelah rumah, meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah. Kabar yang menyedihkan jika mengingat ada empat anak remaja yang sebenarnya masih membutuhkan kehadiran kedua orang tua. Mungkin ini yang namanya nasib buruk.

Saat kami jenguk di awal Maret lalu, Bu Kadek masih terbaring lemah dan tertidur akibat sesak yang lumayan menyiksa. Ditunggui sang anak yang masih kuliah, menempati ruang intensif berisikan empat pasien, lantai dua tepat di belakang UGD. Wajahnya yang letih tak menyurutkan senyum yang selalu ada tiap kali kami menyapanya. Sosok yang ramah.

Hanya 51 tahun usia yang diberikan oleh-Nya. Bisa jadi usia sepantaran dengan sang suami yang sudah lebih dulu pergi.

Rabu siang, upacara pengabenan akan dilaksanakan. Sedangkan proses ngeringkes dan ngajum kalau tidak salah dijadwalkan selasa besok.

Amor ring Acintya Bu Kadek Suardini.