Rahajeng Nyepi Caka 1940 lan Saraswati

Category : tentang Opini

Menyelesaikan tugas atau kewajiban di pagi hari, tepat pukul 6 sudah menjadi hal yang biasa dilakoni selama beberapa tahun terakhir. Menggantikan istri juga ibu untuk menghaturkan banten canang sehari-hari hingga kali ini Nyepi Caka 1940 yang jatuhnya berbarengan dengan hari suci Saraswati.
Kami umat Hindu disarankan untuk dapat menyelesaikan proses atau ritual persembahyangan pada pukul 6 pagi, untuk selanjutnya masuk ke tahap melaksanakan tapa brata penyepian.

Ada yang kurang tentu saja.
Hari ini berhubung salah satu dari empat catur brata penyepian, melarang kami untuk bepergian ke luar rumah, maka rutinitas berolahraga pun dipaksa absen. Harus puas berganti dengan jalan-jalan di halaman rumah tanpa keringat yang membasahi baju. Ya, kecepatannya tak sebanding dengan aktifitas sebelumnya.

Sembari duduk mencari matahari pagi, langit Bali tampak cerah. Senang melihat suasana yang nyaman begini. Tanpa hiruk pikuk lalu lintas pinggiran jalan. Hanya suara burung dan gemericik air kolam yang terdengar nyaring di kedua telinga.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan hari ini.
Meski informasinya Internet off baik yang berkaitan dengan jaringan komunikasi maupun rumahan, namun hingga detik ini, Indi Home masih bisa berfungsi dengan baik. Untuk menguji kecepatan aksesnya pun, sejumlah majalah terbaru dari aplikasi S-Lime, Update aplikasi di Google Play, hingga mengunduh video dari beberapa akun Instagram yang mengabadikan sosok ogoh ohoh Ratu Sumedang semalam pun bisa sukses dilakukan. Entah kenapa.

Aktifitas untuk mensyukuri Hari Raya Nyepi Caka 1940 sudah selesai dilakukan. Demikian halnya Hari Suci Saraswati.
Tinggal sarapan dan melanjutkan aktifitas harian seperti biasa.

Post a comment

CommentLuv badge