Paradox dan Penantian Panjang Perjalanan Pulang

Category : tentang Buah Hati

Memutuskan untuk melakoni liburan kali ini sebenarnya tidaklah mudah. Mengingat jarak yang akan ditempuh dengan menumpang bus pariwisata, dari kota asal hingga tujuan. Tidak dengan pesawat seperti biasanya.
Tapi demi sebuah janji, semua itu dijalani dengan ikhlas.

Duduk menanti kapal laut bersandar di Gilimanuk, rasa penat selama perjalanan mulai terasa. Apalagi tidak ada canda tawa riang anak-anak yang biasanya mengisi hari demi hari yang dilewati. Kangen banget dengan mereka kali ini.

Adalah Paradox, film Hongkong produksi tahun 2017 yang lumayan membuat penasaran lantaran awal kisah harus dipotong gegara kalah suara dengan penggemar dadakan Baahubali, berhasil diunduh saat malam masuk Kota Surabaya. Saat dinikmati pun ada air mata yang mengalir meskipun genre film adalah action. Tapi cerita yang yang diusung tidak lepas dari rasa cinta seorang ayah pada anak putrinya.

Jika saja saya berada dalam posisi yang sama, yakin tidak banyak yang bisa diperbuat. Baik saat silang pendapat di usia remaja nanti, ataupun keputusan untuk menikah dengan pria pilihannya. Entah apakah saya bisa kuat menerima saat itu tiba.

Paradox berakhir sedih jika melihat pada perjuangan sang ayah yang ingin bisa memeluk putrinya lagi. Meski ada Ayah yang yang bisa memberikan cerita kebahagiaan, namun sepertinya masih ndak rela kalo putrinya itu tidak ditemukan dalam kondisi sehat.
Dasar penggemar film Happy Ending.

Jalan pulang sudah makin dekat, dan penantian yang sudah sekian lama dipendam, bakal tertumpah sebentar lagi.

Laju Kencang Sepur Antarkan ku Pulang

Category : tentang PLeSiran

Ratusan bahkan ribuan rumah dan hamparan sawah kami lewati sejauh mata memandang, di tengah gerbong eksekutif Sepur Mutiara Timur dari Stasiun Gubeng Surabaya pagi tadi. Ini kali pertama saya naik kereta api setelah nyaris 40 tahun lamanya hanya bisa menyanyikannya.

Meski tak seindah cocot gabener yang dipenuhi pepohonan hijau dan kicauan burung, namun pengalaman ini mampu memberi kesan menarik atas jerih payah dan kerja keras kepala batu mantan menteri perhubungan mas Jonan, dan terjadi di era pak Presiden Jokowi. Salut banged.

Penampilan interior kereta api ini meski belum senyaman kelas Kereta Udara eh Pesawat Terbang maksud saya, namun dengan harga tiket yang nyaris setengah atau bahkan seperempatnya, kedua kaki saya yang jenjang mampu berselonjor tanpa harus terantuk sandaran kursi yang diduduki penumpang didepan.

Dari jadwal perjalanan yang sekiranya memakan waktu sekitaran enam jam lamanya, meski secara kecepatan laju tak sekencang kereta api sikansen miliknya Jepang, kalo ndak salah dari tadi ibu Pramugari Keretanya sudah menyapa kami sekitaran 5-6 kali tiap kali mampir ke Stasiun yang dilewati. Durasi kereta berhenti pun bisa beragam.
Semua dinikmati meski pantat sudah mulai terasa panas lantaran duduk diam sambil mantengin dua unduhan Baahubali filem Korea yang aksionnya sangat menawan serupa trilogi makhluk astral pecinta batu akik itu.

Jarak menuju rumah kelihatannya masih cukup jauh.
Waktu tidur siang pun jadi bertambah sekitar 9-10 kali lipatnya pasca mata kecapekan membaca komik, mendengar musik, mengarungi dunia maya hingga sekedar pencitraan di media sosial.
Kangen anak-anak, juga ibunya.
Kira-kira mereka lagi main kemana ya ?

Liburan ke Lintas Kota

Category : tentang PLeSiran

Cuaca hari ini di Jatim Park cukup bersahabat. Jauh lebih baik dari hawa dua mingguan terakhir, ungkap Mas Marzuki tour leader lokal yang menggantikan Mas Bagong. Melintasi kawasan edukatif yang lebih pantas dinikmati oleh anak-anak usia sekolah ini, mampu menghabiskan jatah jalan kaki harian saya hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Cuma memang ndak direkomendasikan buat para usia lanjut yang kerap mengeluhkan sakit pada kaki saat berjalan jauh.

Demikian halnya Kota Malang. Proses check out dari Hotel Kartika Graha pagi tadi pun berjalan lancar. Lalu lintas jalanan tak semacet di Denpasar. Entah karena ini weekend atau masih hari sekolah, namun perbedaan yang ada amat sangat terasa.

Kota Batu dimana sejumlah wahana dan objek wisata berada rupanya hanya melingkupi tiga kecamatan saja. Dan kini sudah berstatus sebagai kota administratif dengan besaran pendapatan daerah cukup tinggi.
Jawa Timur Park Group selaku pengelola sebagian besar wahana sepertinya cukup jeli melihat peluang. Kawasan yang luas tidak akan mampu membayarkan pajak kepada daerah bila gak ditangani dengan baik.
Setelah Jatim Park 1 dan 2, versi 3 nya pun tampak sudah disiapkan dengan menu hidangan jaman dinosaurus. Gak sabar menanti saya ini.

Liburan ke Lintas Kota sedianya akan berakhir besok di Surabaya. Kami hanya singgah bermalam usai kunjungan sore ke museum Angkut, dan rencananya bakalan menjajal kenyamanan kereta api hingga ke Banyuwangi lanjut balik pulang. Rute yang cukup melelahkan sepertinya.

Tapi bukankah ini yang namanya Liburan ?
Jadi ya dinikmati saja semuanya ini.

Menikmati Malam di Jalanan Kota Batu

Category : tentang PLeSiran

Hari yang cukup cerah seharian ini. Meski hujan gerimis sempat menyambut kami saat masuk Kota Batu.
Perjalanan jadi menyenangkan dan melegakan.

Suasana malam di Kota Batu banyak berubah. Ada beragam venue hiburan baru yang dijumpai sepanjang jalan. Salah satunya ya BNS, Batu Night Spectaculer. Wahana bermain yang dibuka di malam hari, kalau tidak salah. Tempat asyik untuk mengajak anak-anak serta sebenarnya. Sayangnya diantara kami yang ikutan kali ini, tidak ada yang berani menjual jantung dan tekanan darahnya untuk semua tantangan yang ada. Padahal kebelet banget pengen nyobain. Cuma ndak seru kalo teriak sendirian. He…

Perjalanan dalam Bus Bali Radiance bekerja sama dengan travel Bali Daksina, bisa dikatakan sangat nyaman. Disamping mundurnya lima rekan kami yang sedianya ikut serta, memberikan banyak keleluasaan dalam menikmati kursi 40 seat. Istirahat jadi full, tanpa harus bersesak peluh dengan rekan disebelah. Hiburan yang ada pun bisa dinikmati dengan riang.
Bolehlah melupakan sejenak semua beban kerja yang pernah ada.

Menginap di Kota Malang, dengan jadwal yang terlewat jauh dari agenda. Dan pagi ini kami akan menikmati dua wahana hiburan lainnya yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Standar baku Kota Malang jaman Now.

Kalo kalian, liburan kemana kali ini ?

Bersahabat (lagi) dengan Diabetes

5

Category : tentang DiRi SenDiri

Dua minggu terakhir ini sepertinya menjadi momen yang penuh tantangan, dimana saya mencoba untuk bersahabat (lagi) dengan diabetes setelah empat bulan sebelumnya masuk dalam tahapan tak peduli pada kondisi kesehatan.

Enam Kilogram berat badan turun dalam waktu tiga bulan tahun lalu. Cukup drastis mengingat selama hampir setahun lamanya, bertahan stabil di angka 92 Kg. Pasca penunjukan kembali sebagai PPK, semua stress yang dahulu pernah ada, kembali dengan sukses mengubah pola makan.
Puncaknya, awal tahun baru gula darah melonjak hingga 400an mg/dl. Parah.

Selain kembali mengkonsumsi obat, menambah sedikit dosis yang diberikan oleh dokter sebelumnya, hari demi hari pun dilalui dengan penuh kesadaran.
Mengganti jenis makanan dan cemilan yang dikonsumsi, pun mengurangi kuantitas ngopi sachetan pada jam malam. Beralih ke kopi hitam atau teh tanpa gula. Hambar dan pahit.

Namun begitulah konsekuensi yang harus diterima apabila masih ingin melihat anak-anak tumbuh besar, pula sunggingan senyum istri kala bangun dari tidur.
Intinya berupaya menurunkan gula darah dan mengontrolnya agar tetap normal dalam kesehariannya. Tidak ada lagi makan nasi pada siang dan sore hari. Begitu pula daging dan cemilan manis pula lezat. Cukup ketela, singkong atau sayur cantok menjadi teman menu baik di kantor ataupun rumah.
Demikian halnya dengan gerak badan, berolahraga sejenak mengitari alun-alun kota Denpasar saat senggang pagi hari atau sore selepas jam kerja.

Syukurnya per tadi pagi, hasilnya sudah mulai bisa dipetik. Gula darah pagi saat puasa sudah berada dibawah angka 200 mg/dl. Pencapaian luar biasa mengingat harus mulai membiasakan diri menahan lapar atau menikmati segelas teh tawar sementara anak-anak menyeruput choco float dengan riang.
Sudah resiko menjadi orang yang sakit.

Entah sampai kapan ini bisa bertahan…

Libur Panjang Tanpa Liburan

2

Category : tentang KeseHaRian

Yeah, demikianlah adanya.
Padahal momen seperti minggu ini jarang-jarang bisa didapatkan. Cuma karena kesibukan baik pribadi maupun anak-anak, libur panjang kali ini nggak bisa dilewati dengan Liburan sekalipun.

Pertama ya terkait upacara pelebon staf kami yang meninggal beberapa waktu lalu, jatuh hari Sabtu siang. Praktis, dari Jumat sudah nggak ada rencana khusus terkait itu. Nyambung ke hari Minggu hingga Selasa, Mirah putri pertama kami ada agenda pengayaan di sekolahnya, Kumon Matematika dan Les pagi. Maka buyar sudah semuanya.

Saya sendiri masih dalam upaya menurunkan kadar gula darah yang sekitar dua minggu lalu sempat naik gila-gilaan, mencapai angka 468 mg/dl yang musti ditebus dengan puasa makanan enak. Syukurnya Sabtu pagi kemarin gula puasa sudah bisa turun ke angka cantik yang dipuja sebagian besar rakyat Indonesia. 212 mg/dl. Meski masih tergolong tinggi, tapi lumayanlah, sudah ada kemajuan.
Menu makan siang musti dialihkan ke sayuran tanpa nasi. Sementara sarapan pagi dan malam, beras rendah gula diganti pake beras hitam hasil pembagian di kantor. Lalu cemilan berubah menjadi ketela, dan kopi sachet menjadi teh atau kopi tanpa gula. Menyiksa tapi sudah nggak ada pilihan lain.

Libur panjang bukan berarti pula jadi makin banyak waktu luangnya. Gegara permainan Plants vs Zombie 2 rasanya semuanya jadi serba terbatas. Sudah masuk tahap adiktif, serupa dengan Subway Surf atau FaceBook beberapa waktu lalu. Menyita perhatian lantaran keasyikan.
Maka itu jangan heran pula kalo halaman ini jadi jarang update tulisan. Kalopun ada palingan ya keluh kesah saya yang gak ada faedahnya bagi kalian yang mampir dan membaca.

Kalo kalian, libur panjang ini sempat kemana saja ?

Sedikit Bicara

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah kenapa, dalam sebulan terakhir pikiran ini cenderung kosong dan saya menjadi sedikit bicara. Ini dirasakan oleh Istri yang kemarin sempat mengungkapkan keheranannya di sela perjalanan pagi menuju kantor. Agak khawatir juga tambahnya.

Meskipun secara kesibukan sejak awal bulan Januari bisa dikatakan sudah lebih reda ketimbang tahun lalu, namun pikiran sepertinya masih dipenuhi beban dan hutang pekerjaan yang belum terselesaikan. Apalagi pertengahan bulan ini biasanya Pemeriksa akan hadir dan menyita waktu kurang lebih hingga lima bulan kedepannya. Saya yakin bakalan melelahkan.

Disamping itu kejenuhan akan suasana kerja makin melengkapi semua keluhan yang belakangan saya rasakan. Termasuk pening kepala sisi belakang makin membuat hari-hari tak nyaman. Serasa kesambet apa gitu.

Hingga keluarga sempat terpikirkan untuk bertanya lebih jauh pada orang pintar akan hal ini.
Saya yang biasanya ceria dan banyak bicara baik pada istri ataupun tiga anak yang saban malam bikin rumah macam kapal pecah, mendadak terdiam seribu bahasa hari demi hari.
Sunyi dan sepi sekali.
Uniknya, hal yang sama pula dirasakan mertua saat berkunjung beberapa waktu lalu. Saya hanya menyapa sebentar lalu tidur. Tanpa kalimat apa-apa lagi.

Penat.
Serius…

Merenungi Hidup

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Untuk kesekiankalinya saya teringat akan nasehat seorang mantan atasan kantor yang memilih resign dari abdi negara ketika usianya telah melewati batas wajar pensiun dini.

Agar jangan sampai mengorbankan Kesehatan dan Keluarga hanya demi Karir dan Pekerjaan. Meskipun itu saling terkait dan ketergantungan satu sama lain.

Karena ketika kita sakit atau tidak mampu untuk bekerja lagi, maka perusahaan akan langsung mencari pengganti dan melanjutkan hari tanpa kita. Mereka tidak akan menunggu.
Yang ada hanya ucapan Turut Berduka Cita ditambah beberapa amplop dengan jumlah yang seberapa jika disandingkan dengan beban yang kita tinggalkan pada pundak keluarga.

Kepergian staf saya kemarin, jadi pelajaran berharga.
Itu sebabnya saya kembali tersadar akan sakit yang diderita selama ini, dan berharap kesehatan bisa sedikit pulih agar keluarga tak sampai terlantar.

Hanya saja, apa iya bisa mengurangi beban pekerjaan begitu saja dalam fakta lapangannya ?
Saya masih ragu.

Apalagi dengan kinerja dan kepercayaan yang diberikan atasan, sepertinya itu makin sulit dilakukan.
Saat menghindarpun saya yakin tetap akan dicari.
Terkecuali mampu menurunkan idealisme dan pemikiran yang selama ini dijaga. Cuma apa mau ?

Pilihannya ya hanya itu.

Jadi kangen pada Bapak tiga anak itu, yang tak lupa berpesan agar mulai belajar mengingat-ingat batasan pekerjaan dan batasan keluarga, berhubung usia saya masih tergolong muda.

Amor ring Acintya Pak Gung Wirajaya

2

Category : tentang Opini

Ditengah kemacetan kecil yang terjadi sepanjang jalan Cokroaminoto pagi ini, saya masih mencoba-coba mengingat hal-hal baik yang pernah dilakukan oleh rekan kerja saya seruangan dari pertama kali mengenal hingga minggu-minggu terakhir bertemu.

Anak Agung Wirajaya, kelahiran 1 Juli 1970. Enam bulan sebelum masa Pensiun, Beliau meninggalkan kami untuk selamanya. Sosok yang tidak banyak bicara, namun memiliki selera humor yang unik. Ia mampu membuat senyum dikulum saat celetukannya dilontarkan ditengah pembicaraan hangat. Perlu waktu untuk memahaminya.

Saya mengenal Beliau saat duduk di ruang Permukiman, Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung tahun 2013 lalu. Pak Gung dipindahtugaskan dari Bidang Tata Bangunan tepatnya bagian Perijinan bersama satu koleganya yang lain. Meski pendiam, saya paham bahwa Beliau ini menguasai benar seluk beluk perijinan dimana ia ditugaskan dan kerap menjadi tempat diskusi maupun pencarian solusi terkait hal yang sama, utamanya jika ada keluhan serupa yang tidak mampu saya selesaikan.
Lumayan banyak info positif yang saya dapatkan tentang kinerja dan pola penanganan Beliau pada masyarakat.
Itu sebabnya ketika Beliau pernah menyampaikan kesulitannya dalam mengatur waktu akan kesibukan saat didaulat sebagai Kelihat Adat dimana ia tinggal, saya pun tidak pernah mengikat waktu atau kewajiban lain dalam bekerja.

Dalam beberapa percakapan terakhir, saya mengetahui kondisi kesehatan Beliau agak menurun. Tekanan Darah Tinggi dan Hernia, saya ketahui pasca lemah lesu dan penggunaan popok dewasa disela jam kerja saat upaya verifikasi bedah rumah dilakukan. Sebagai atasan yang bersangkutan, saya tidak lagi membebani tugas terkecuali Beliau mau dan menawarkan diri untuk bisa hadir.

Kabar tentang Serangan Jantung, disampaikan sang istri 2 Januari pagi yang lalu. Hari pertama kerja tahun 2018 ini benar-benar membuat shock, lantaran tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Kondisinya yang belum sadarkan diri saat dijenguk di ruang ICCU RS Sanglah Rabu siang selanjutnya, sempat saya rekam dalam rupa video secara diam-diam, agar teman seruangan yang tidak ikut menengok bisa melihat keadaan Pak Gung Wirajaya dan memberikan doa.
Firasat tak enak sempat muncul, gegara kabar beberapa kawan yang sempat mendengar suara Beliau atau melihatnya di pojokan saat apel pagi. Apalagi Sabtu siang kemarin, mendapat info bahwa kondisi Beliau sempat membaik sehari sebelumnya, namun kembali memburuk sehingga memaksa seluruh keluarga hadir mendampingi di lantai 2 penanganan Jantung.

Kabar Duka saya dapatkan pagi tadi. Seusai sarapan dan bersiap jalan menuju kantor.

Amor ring Acintya Pak Gung Wirajaya, semoga bisa mendapatkan yang Terbaik disana.

3 tips Memilih Popok Disposable Diaper

Category : tentang KeseHaRian

Di jaman modern seperti saat ini perlengkapan bayi semakin banyak dan bervariasi. Mulai dari pakaian sampai dengan peralatan kecantikan bayi banyak dijual di pasaran. Selain itu juga berbagai aksesoris khusus bayi pun banyak diproduksi, salah satu diantaranya adalah popok. Peralatan yang satu ini sangat penting disediakan bagi bayi anda dalam mengurangi penggunaan celana dalam. Anda tidak perlu mengganti celana buah hati anda setiap kali ia buang air kecil karena dengan menggunakan popok air seni dapat diserap dengan cepat. Banyak jenis popok bayi yang bagus di pasaran, dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan berat badan anak anda. Berikut kami sajikan tips sederhana memilih popok sekali pakai yang aman bagi bayi :

1. Kualitas yang baik
Tips pertama yang dapat anda lakukan dalam memilih popok sekali pakai yang aman adalah dengan memilih jenis popok yang memiliki kualitas baik. Di pasaran kini banyak beredar popok sekali pakai yang menawarkan berbagai kelebihannya masing-masing. Jika anda bingung dengan kualitas popok anda bisa menanyakanya ke pada dokter atau bidan tentang kelebihan dan kekurangan salah satu jenis popok sekali pakai yang anda gunakan.

2. Hindari popok yang memiliki zat penyebab iritasi
Tips yang selanjutnya adalah dengan memilih popok sekali pakai yang tidak menggunakan zat-zat berbahaya bagi kulit bayi anda. Anda tentunya tidak menginginkan kulit mulus bayi anda harus terganggu dengan iritasi, selain dapat merusak kecantikan kulit iritasi juga sering mengakibatkan gatal-gatal dan perih yang dapat mengganggu kenyamanan bayi anda. Untuk mengetahui zat yang terkandung dalam popok sekali pakai, anda bisa membacanya pada plastik kemasan pembungkusnya, jika kurang faham dengan suatu zat anda bisa konsultasi dengan dokter anda.

3. Berbahan lembut
Tips selanjutnya yang bisa anda lakukan dalam memilih popok sekali pakai adalah dengan memakai jenis popok yang memiliki bahan lembut. Penggunaan bahan yang kasar akan berakibat bayi anda tidak nyaman, pada ujungnya akan berdampak pada terjadinya iritasi kulit bayi anda, oleh karenanya pilihlah popok sekali pakai yang memiliki bahan yang lembut.

Demikianlah tips memilih popok bayi sekali pakai, semoga dengan pemaparan ini dapat menambah wawasan bagi anda. Anda juga bisa mendapatkannya di https://www.goapotik.com/jual-popok-bayi-dan-anak.html.

Jatuh

Category : tentang DiRi SenDiri

Dalam kondisi begini, kerap alami yang namanya Putus Asa dalam menjalani keseharian.
Diabetes yang tak jua mampu dikontrol, makin hari terasa makin menyiksa.
Bayangan akan akhir nafas tiba dengan ancaman komplikasi selalu terbayang.
Kasihan anak-anak. Kasihan keluarga ini.
Namun apa daya, gula darah saban diperiksa selalu diatas angka 200, 300 bahkan sekali dua sempat mencapai 487.
Dengan konsumsi obat dan berpuasa, rasanya semua percuma begitu saja.
Istirahat hampir selalu dilakoni, dan sepertinya keadaan makin memburuk.
Jatuh dan jatuh lagi…

Diabetes