Cerita di Akhir Tahun

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Jalanan Kota Denpasar tampak lebih lengang dari biasanya. Bisa jadi karena orang-orang pada milih buat ngumpul bareng di satu tempat, melewatkan waktu bersama sanak keluarga atau kawan sejawat, bahkan bisa jadi berada di venue tertentu macam DenFest dan semacamnya.
Kami memilih jalan-jalan sebagaimana biasa yang dilakukan tiap akhir tahun menjelang.

Gek Ara, Bungsu kami yang ketiga dua bulan kedepan akan berusia Tiga Tahun. Sementara badannya masih tergolong mungil untuk anak seusianya. Tapi nakalnya minta ampun. Udah gitu, ngoceh tiap hari adaaa aja ceritanya. dan diantara tiga saudara cewek, Ara termasuk yang paling galak dan paling cuek. Cowok banget pokoknya.

Sementara Gek Intan, cewek tengah sepertinya tahun ini terlihat makin cengeng. Tapi wajar sih ya, mengingat perhatian belum sepenuhnya tumpah padanya, sudah harus terbagi oleh kehadiran Gek Ara. Sudah begitu, keberadaannya yang di antara kakak dan adik kerap menjadikannya sasaran kedua saudaranya. Kasihan juga kadang-kadang.

Lalu Gek Mirah yang kini makin tampak bongsor, secara bodi mengambil porsi Bapak. Berusia 9 tahun dan kelas 4 SD. Pintar meski bukan juara kelas. Tapi jika dibandingkan dengan sang Bapak di kelas yang sama, Mirah jauh lebih baik.

Tahun ini bisa dikatakan adalah titik balik dari semua mimpi ataupun harapan yang tadinya diinginkan. Kesibukan yang diharapkan perlahan sirna, dipastikan Oktober kemarin sudah permanen kembali seperti sedia kala. Sementara Rejeki tampaknya balik ke semula, yang konsekuensinya musti imbas dengan pengeluaran yang tak terduga. XMax pun direngkuh untuk melupakannya.
Harapannya sih tahun depan bisa jauh lebih baik. Doakan yah…

Lalu Kesehatan, makin menurun. Stress, pola makan yang tidak terkontrol menjadi penyebab semuanya. Sukses saya menurunkan berat hingga kepala delapan, dan cukup membuat perubahan yang drastis utamanya bagi mereka yang jarang bertemu muka dengan saya.
Tapi ya dipasrahkan saja deh…

Resolusi Tahun Depan ?
Bisa lebih baik lagi baik dari segi kesehatan, kesibukan yang berkurang atau malah memperbanyak familytime ?
Semoga bisa ya…

Introspeksi Blog Penghujung Tahun

Category : tentang DiRi SenDiri

Tahun paling parah saya kira.
Jika dulu yang namanya update tulisan bisa dilakukan saban 2-3 hari sekali, tahun ini jedanya malah jadi panjang, 1-2 minggu sekali. Itupun dari kualitas tulisan, rasanya gak pantas buat tayang naik di blog.
Kampret ape…

Ide sebetulnya ada.
Hanya saja waktu luang rasanya makin kesini, makin jarang didapat. Begitu pula dengan mood menulis. Rasanya sudah ndak semangat lagi buat Update pemikiran baru secara rutin.

Kesibukan ? Pasti.
Pekerjaan ? Sudah jelas.
Jam pulang yang semakin sore bahkan jelang malam, sesampainya di rumah sudah menemani anak-anak yang rebutan pelukan bapaknya, tak lupa memberi jatah bathin pada si Ibu, 24 jam sehari rasanya masih kurang.
Belum lagi kalo lagi males ngapa-ngapain, menghabiskan waktu dengan bermain games Plants vs Zombie 2 yang sebelumnya bahkan sudah dilupakan.
Maka lengkap sudah semuanya.
Sementara kalo nulis di jam kerja, sudah amat sangat tidak mungkin. Kalo bukan diskusi tugas dengan staf atau pimpinan, pasti ada saja tamu yang datang. Baik rekanan pelaksana ataupun utusan dari desa terkait usulan bantuan bedah rumah.
Jenis pekerjaannya beda namun model kesehariannya sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jadi mohon dimaafkan, jika blog ini jadi jarang update. Bahkan kini tulisan pesanan pun sudah mulai jarang dilakoni. Semua karena…
Ah, sudahlah.

Jelang Akhir Tahun 2017

Category : tentang Opini

Jika mau dibandingkan dengan keluh kesah akhir tahun lalu, hari ini saya berkeyakinan bahwa tekanan yang dirasakan sudah tidak lagi sebesar dulu. Meski yang namanya tantangan pikiran ya kurang lebihnya masih sama.

Menghadapi orang-orang baru, dengan kebiasaan baru dan pola kerja yang juga baru, lumayan membuat hari-hari yang dilalui jadi penuh warna. Saya pribadi kelihatannya baru mulai ikutan masuk lebih dalam sekitar tiga bulan terakhir ini. Agak berat karena akhirnya menjadi pengambil keputusan, dan menanggung resiko yang sama pula dengan sebelumnya.

Akan ada banyak omongan di luar, saya yakin itu. Karena berawal dari ketidakpuasan.
Sulit tapi harus.
Kalau tidak ya rasa kemanusiaan antar rekan kerja bakalan kacau kedepannya.

Memang yang paling baik ya mengikuti permakluman Pak Sekda tadi. Bahwa kita pion pion di bawah, taunya ya kerja baik saja, dukung Pak Bupati. Urusan lain bisa diserahkan pada yang diatas.
Kalau mau mengikuti sih ya, bagus.
Lha kalau ndak mau ?

Orang Pinggiran Kota Jakarta

Category : tentang KeseHaRian

Ada banyak cerita yang bisa didapatkan ketika ditugaskan melawat ke luar kota macam perjalanan kali ini. Entah dari orang-orang beruntung yang ditemui saat berproses di bandara, atau orang-orang yang penuh kejutan selama di perjalanan, bahkan orang-orang pinggiran yang menemani keseharian, lalu lalang di jalanan. Semua dirangkum dalam sebuah tulisan, di blog ini.

Adalah ia yang berupaya menyembunyikan pekerjaan selama 19 tahun lamanya pada sang anak, buah perkawinan dengan bujang sekota yang meminangnya, agar remaja yang kini telah beranjak dewasa, tak malu pada lingkungannya.
Sementara di sisi lain, ia menjadi tulang punggung keluarga lantaran sang pujaan hati memilih menganggur sejak kepindahannya ke Jakarta. Kota yang kejam pada para pejuang hidup, imigran desa dengan sejuta mimpi indahnya.

Adalah ia yang rela berpanas-panas di pinggir jalan, merasa kalah dalam persaingan dunia kerja, karena jenjang pendidikan dan pengetahuannya yang rendah. Sisi positifnya, ia selalu bersyukur masih bisa memiliki istri yang juga ikut membantu perekonomian keluarga. Seorang bapak dengan dua anak dan bahagia dalam kecukupannya.

Adalah ia yang selalu berusaha ramah pada orang yang ditemui, karena pilihan yang diambil mengharuskan senyum selalu ada terpatri setiap hari. Meski suasana hati dalam keadaan menggalau akibat sakitnya si buah hati. Tanpa pernah merasakan liburan dan optimisnya masa depan.

Orang-orang Pinggiran Kota Jakarta.

Bagai laron di meriahnya lampu neon usai hujan. Berbondong-bondong mengadu nasib di tengah kejamnya ibu kota. Bersaing dan mati tanpa mampu berbuat banyak. Hanya mereka yang tangguh saja akan bertahan.

Gandaria, 21 Des 04.05 dinihari

Dinginnya Pagi di Bellevue Suite

Category : tentang PeKerJaan

Terbangun sekitar pukul setengah empat dinihari waktu Jakarta, menyadarkan pikiran untuk segera menyesuaikan penanggalan ponsel dimana alarm disetel menyala saban pagi.
Benar-benar jam biologis sudah diatur sedemikian rupa.

Menginap di kamar 218 Bellevue Suite Gandaria Jakarta Selatan, meski berjagak hanya sekian meter dari Pondok Indah Mall, tidak membuat aktifitas sore hingga malam kemarin jadi gila belanja. Lantaran penat dan kantuk sudah lebih dulu menyerang. Memilih tiduran dan istirahat sembari mengabarkan keluarga perihal perjalanan ini.

Hari ini agenda kami adalah menuju Kementria PUPERA untuk berdiskusi lebih lanjut perihal penanganan bantuan stimulan perumahan swadaya di Dirjen Penyediaan Perumahan, pula terkait penanganan PSU pada perumahan pengembang yang saat ini menjadi masalah dalam upaya peningkatan infrastruktur jalan dan lainnya.

Dinginnya pagi kota Jakarta cukup membuat buntu pikiran saat mencoba menuangkannya dalam bentuk tulisan blog update hari ini.
Sayangnya bukan diakibatkan cuaca di luar, namun suhu penyejuk ruangan yang memang kelupaan di set ulang sesuai suhu kamar di kota Denpasar. Asem.
Baru dirasa mulai lancar usai diguyur air panas shower selama beberapa menit.

Kisah apa lagi yang akan diceritakan nanti kira-kira ?

Perjalanan Dinas Tutup Tahun 2017

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Ini kali pertama tugas luar kota bersama staf yang diemban selama menjabat di Pemkab Badung. Ya, ini kali yang pertama.
Biasanya kalo bukan mendampingi pimpinan, perjalanan yang dilakukan selalu sendirian. Mungkin karena akomodasi yang ditanggu selama dinas ya memang hanya 1 orang. Tapi hari ini, saya didampingi 3 orang staf yang bernaung pada seksi dimana saya bertugas, serta satu kolega sesama Kepala Seksi.

Tujuan kali ini ke Jakarta, untuk mendiskusikan kebijakan Bupati terkait pemberian dana Bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat Kabupaten Badung, pula penanganan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan yang dibangun oleh Pengembang. Menyasar dua tempat, dibawah Dirjen Penyediaan Perumahan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Secara pribadi sebenarnya sudah tidak tertarik lagi untuk melakoni perjalanan dinas luar kota begini. Karena kalo mau hitung-hitungan, tahun ini sudah ada 6 kali melawat ke luar pulau. Bosan dan jenuh berhadapan dengan proses di bandara. Masih lebih enak leyeh-leyeh dengan anak-anak sambil becandain mereka.
Tapi ya ini sudah penugasan. Musti dijalani.

Mengingat keberangkatan kali ini saya didaulat untuk memimpin, ya kagok juga jadinya. Gimana nggak, ini kali pertama mengajak staf turut serta. Meski demikian, patut disyukuri juga karena ketiganya cukup mapan dalam urusan pengalaman ke luar daerah. Jadi ndak banyak yang harus disiapkan kesana-kemari berhubung mereka sudah menyiapkannya lebih dulu. Yang kurang hanya soal komunikasinya saja.

Oke deh, menjelang pukul 9 pagi. Saatnya berbenah dan pesan Grab. Sampai jumpa di Jakarta siang nanti.

Yamaha XMax 250, Kendaraan Operasional Proyek

Category : tentang Opini

Bagi sebagian orang, kehadiran motor roda dua Yamaha NMax sudah cukup besar untuk rata-rata orang kita di Indonesia. Bahkan saat disandingkan dengan sejawatnya seperti Honda PCX yang memiliki kapasitas mesin lebih besar pun, NMax terlihat masih mendominasi. Lalu datanglah sang penantang baru 250cc, Yamaha XMax.
Semua berangsur jadi terlihat mungil, utamanya di mata saya.

Cerita diatas mengingatkan saya pada gurauan kawan-kawan kantor yang dulunya sudah menganggap beberapa orang besar secara bodi, adalah standar tertinggi yang pernah dikenal. Namun ketika saya hadir di tengah-tengah mereka, praktis saat melakukan foto bersama, hampir selalu gambar saya harus dicrop sendiri dan diperkecil 80-90% agar tingginya setara yang lain.
Kalau tidak ?
Siap-siaplah menerima kenyataan, semua orang tampak cebol. Merusak skala ceritanya.

Secara kasat mata, penampilan Yamaha XMax 250 memang demikian adanya.
Saat parkir sendirian di kejauhan apalagi berjajar dengan model sejenis, ndak tampak beda sedikit pun dengan kendaraan motor biasa. Tapi saat sudah diparkir ke area umum, baru terasa perbedaannya.
Itu sebabnya bagi sebagian orang kita di indonesia, infonya sih, Yamaha XMax 250 menjadi kendaraan dewa, yang hanya dikendarai saat melakukan touring saja.
Tidak demikian halnya dengan saya.

Yamaha XMax 250 berwarna silver/hitam yang sudah dibesut sekitaran dua bulan ini, malah menjadi kendaraan operasional proyek konstruksi yang saya awasi sejak bulan Oktober lalu.
Dari pencapaian antar gang dan jalan lingkungan, hingga rumah ke rumah untuk usulan bantuan rumah layak huni. Namun mengingat seri XMax ini belum banyak ditemukan dijalanan Kota Denpasar dan Badung, wilayah dimana saya bekerja, saban kali lewat wara wiri, lumayan mendapat tatap mata perhatian orang yang dilewati. Bangga karena masih belum banyak yang punya, khawatir karena memang secara ukuran bisa dibilang bukan standar normal. He…

So far, Yamaha XMax 250 ini asyik buat ditunggangi kemana-mana. Handlingnya mantap, dan larinya pun tak kalah. Hanya karena ini masuk golongan motor matic, pas nyalip kendaraan depan saja yang kurang terasa hentakannya. Tapi berhubung sudah terbiasa dengan kecepatan 40-60 km/jam, suasana sepanjang jalan raya ya memang benar-benar dinikmati.

Dengan bodi motor yang panjang dan besar, kendala utama menjadikannya sebagai motor operasional proyek adalah manuver balik arah ketika memasuki gang sempit dan terbatas. Bersyukur lantaran terbiasa memutar setir non power steering pada mobil kijang terdahulu, membuat semuanya jadi jauh lebih mudah. Kalo soal motor kan bisa dilihat semua sudut sudutnya ?

At last, dengan bagasinya yang besar, muat anak gajah baru lahir, menjadikan Yamaha XMax, kendaraan roda dua yang benar benar memuaskan sejauh ini. Minimal barang bawaan ukuran big size macam saya, tidak lagi khawatir menclok sana menclok sini. Apalagi kalo saat hujan deras.
Tinggal masukkan semua perangkat yang tidak tahan air ke bagasi, sisanya ya nyeker sampe rumah.
Asyik kan ?

Andromax A2, Android 4G LTE Terjangkau dengan Daya Tahan Besar

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah serbuan ponsel Android Jaman Now, SmartFren sebagai salah satu pemain lama yang tergolong rajin merilis ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga yang terjangkau, tampaknya tak mau tertinggal jauh dari kompetitor lainnya. Ini dibuktikan dengan diperkenalkannya seri Andromax A2 beberapa saat lalu, berbarengan dengan Mifi M5, modem berpenampilan menarik berfitur mirip.

Dibanderol harga jual yang amat sangat terjangkau, tepatnya hanya 850ribu saja, Andromax A2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel masa kini, prosesor quad core 1,3 GHz, Internal Storage 8 GB dan RAM 1 GB.
Dilihat dari jeroan diatas, sepertinya pangsa pasar yang ingin dituju oleh SmartFren adalah para pemula pengguna jaringan 4G dengan konsumsi harian sosial media dan streaming video.

Disamping itu, sebagai salah satu ponsel Android Jaman Now, kendala yang paling dirasakan pada kelas setara adalah perilaku daya tahan batere yang bisa jadi kerap dikeluhkan. Tidak heran bagi yang memiliki dana sedikit berlebih, membawa perangkat tambahan powerbank sebagai cadangan daya jelang siang atau sore hari. Atau bagi mereka yang berada dalam posisi keterbatasan, mendadak menjadi fakir colokan demi sebuah eksistensi dunia maya.
Maka itu, SmartFren berusaha hadir dengan kapasitas batere yang besar yaitu 4000 mAh dengan klaim daya tahan pada kondisi standby hingga 48 jam. Menarik bukan ?

Kelebihan lainnya, bisa ditengok pada fitur Kamera 5 MP yang dibenamkan beberapa kemampuan tambahan khas ponsel Android Jaman Now. Seperti Time Lapse, Slow Motion dan Gif Video.

Tampaknya seri Andromax A2 ini memang diperuntukkan bagi para generasi milenia Indonesia. Termasuk kamu ?

Alun-Alun Malang dan Batu, Destinasi Wisata yang Seru dan Murah Meriah

Category : tentang PLeSiran

Source: travel.kompas.com

Batu dan Malang adalah dua daerah bertetangga di Jawa Timur yang sangat menarik untuk masuk dalam daftar destinasi wisata favorit. Di sana, ada banyak spot wisata keren yang menawarkan sensasi liburan berkesan. Selain itu, ada pula beberapa tempat wisata berkelas internasional yang disukai turis lokal maupun mancanegara. Menariknya, tidak semua destinasi keren di Batu dan Malang membuatmu harus merogoh kocek sedalam-dalamnya. Di sana, banyak pula tempat menarik yang bisa dikunjungi dengan harga yang murah, bahkan ada pula yang gratis seperti Alun-Alun. Namun jangan skeptis dulu dengan kata murah dan gratis ini. Soalnya, sensasi liburan yang bisa kamu dapat di alun-alun yang ada di kedua kota tersebut tetap dapat membuat momen liburanmu terasa berkesan.
Sekarang, sambil mencari promo hotel murah di Malang, yuk simak terlebih dahulu sedikit ulasan tentang alun-alun yang ada di Kota Malang dan Batu berikut ini:

Alun-Alun Merdeka Malang


Source: travel.kompas.com

Sebenarnya, Kota Malang memiliki dua alun-alun yang jaraknya cukup berdekatan, yaitu Alun-Alun Malang di jalan Merdeka dan Alun-Alun Tugu di depan Balaikota Malang. Kedua alun-alun ini menarik untuk dikunjungi karena memiliki suasana liburan menyenangkan dan murah meriah.

Alun-Alun di jalan Merdeka yang juga dikenal dengan sebutan Alun-Alun Merdeka dibangun pada tahun 1882 oleh pemerintah Belanda. Alun-alun ini tak hanya jadi ruang terbuka publik biasa, melainkan sudah jadi salah satu ikon wisata di kota Malang. Bagi penduduk setempat, Alun-Alun Merdeka jadi tempat rekreasi menarik yang hemat biaya. Sedangkan bagi pengunjung dari luar kota, Alun-alun Merdeka jadi tempat yang sayang untuk tidak dikunjungi saat berada di Kota Malang. Alun-alun ini dikelola dengan sangat baik oleh pemerintah setempat.

Di ruang terbuka publik ini, dibangun taman-taman yang cantik, air mancur, jalur pejalan kaki, dan fasilitas menarik lainnya. Di depan alun-alun ini, berdiri pula Masjid Jami Malang yang megah. Itulah sebabnya banyak penduduk dan wisatawan yang menyebut ruang terbuka ini dengan nama Alun-Alun Jami. Selain untuk kebutuhan ibadah umat Muslim, masjid yang cantik ini pun jadi background foto yang sangat Instagramable. Uniknya, di Alun-Alun Malang banyak burung Merpati yang hinggap. Jika sekawanan burung Merpati itu hinggap tepat di hadapan masjid Jami Malang, suasana akan sedikit terasa seperti berada di Istanbul, Turki.
Suasana yang terasa di Alun-Alun Merdeka pun sangat nyaman, sejuk, dan bersih. Saat berada di sana, para wisatawan akan merasa betah dan terkadang lupa untuk beranjak dari tempat tersebut.
Mengingat lokasinya yang sangat strategis, wisatawan akan dengan mudah temukan hotel murah di Malang di dekat alun-alun Merdeka.

Alun-Alun Batu


Source: travel.kompas.com

Tak mau kalah dengan Kota Malang, Kota Batu juga memiliki alun-alun yang mampu menjadi salah satu ikon wisata di sana. Bagi wisatawan yang sedang liburan di Kota Batu, rasanya belum lengkap kalau belum menginjakan kaki di ruang terbuka publik ini. Di alun-alun yang ada di jalan Agus Salim ini, banyak hal seru yang bisa dilakukan. Soalnya, di sana dibangun beberapa wahana permainan menarik seperti Bianglala. Pemandangannya pun sangat cantik. Selain karena penataannya yang baik, kita juga bisa melihat pemandangan dataran tinggi Kota Batu dari kejauhan, terutama saat sedang menaiki Bianglala. Apalagi saat malam tiba, lampu-lampu hias pun akan menyala dengan indah di alun-alun Batu.

Public space ini pun sangat ramah bagi anak dan ibu hamil. Hal ini bisa dilihat dari adanya smoking area di beberapa titik. Jadi, udara yang ada di area utama alun-alun tergolong cukup bersih dari polusi yang dihasilkan asap rokok. Maka tak heran banyak orang tua yang senang mengajak anaknya bermain di sini tanpa perlu khawatir terhadap pencemaran asap rokok.

Di sekitar alun-alun Batu, terdapat banyak penjual makanan dan oleh-oleh. Jadi setelah puas bermain di sana, wisatawan bisa segera mengisi energi atau membeli oleh-oleh untuk orang di rumah.
Tapi meskipun di sekitar alun-alun batu terdapat beberapa penjual makanan, tempat ini tetap terlihat bersih. Soalnya, pemerintah setempat sudah menyediakan tempat sampah di berbagai sudut sehingga para pengunjung tidak malas membuang sampah pada tempatnya.
Dengan suasana yang nyaman, bersih dan asyik, serta fasilitas publik yang baik, alun-alun Batu layak dinobatkan sebagai salah satu ruang terbuka publik terbaik yang ada di Indonesia.

Kalau kamu ingin merasakan langsung keseruan yang ada di alun-alun Batu dan Malang ini, yuk langsung saja buat rencana liburan ke sana. Tapi jangan lupa, cari promo hotel murah di Malang sejak jauh hari.
Untuk itu, kamu bisa temukan hotel murah di Malang di reservasi.com karena di sini ada banyak promo hotel murah di Malang yang bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga terbaik.