Nokia 7650, ponsel Classic yang tetap menarik

Category : tentang KHayaLan

Bersanding dengan perangkat ponsel jaman now dan juga tabletpc berukuran besar, menjadikan ponsel klasik yang pernah berpengaruh di tahun 2000an awal ini, tampak culun dan ringkas. Padahal saat saya pegang dahulu, seri ini adalah yang paling keren sepanjang jaman.

Nokia 7650

Maksud hati sebenarnya hanya ingin bernostalgia. Bisa memiliki bahkan mungkin satu saat nanti ketika bisa membangun ruang yang bisa memajang bentukannya kelak. Di sudut atau bahkan area dimana belasan mata bisa memandangnya.

Di awal kehadiran, saya masih ingat sempat memegangnya cukup lama, mengagumi bahkan menimbulkan ketertarikan akan fitur sebuah ponsel. Hanya sayang, isu tak menarik yang muncul ke permukaan adalah persoalan daya tahannya yang tak sampai sehari. Jauh berbeda dengan ponsel kebanyakan saat itu yang bisa dicharge setiap 3-4 hari sekali. Bisa jadi lantaran fitur internetnya yang sudah bisa mengirimkan mms, bisa juga ke persoalan hardware.
Andaikan saja saat itu sudah mengenal Blog, saya yakin ponsel ini bakalan dioprek habis.

Selang 3-4 tahun, ponsel ini baru benar-benar bisa kepegang. Kalo ndak salah, ponsel ini berjasa besar mendukung pekerjaan saya jaman itu. Jaman dimana Puspem Badung masih berupa hamparan sawah hijau yang siap diratakan dengan tanah. Pandangan dan harapan banyak orang berhasil direkam melalui lensa kamera resolusi VGA, yang ada di bodi belakang, dan tak terlihat saat slide bodi ditutup.

Banyak hal yang saya pelajari dari Nokia 7650.
Dari upaya menghemat memory internal yang hanya 3 MB tanpa ada slot tambahan, mengkonversi nada dering dari file mp3, juga menyimpan puluhan foto pacar dengan pixel rendah.
Termasuk melakukan copy paste pemindahan hasil jepretan dan rekaman video melalui perangkat infrared head to head dengan bentukan yang mirip mouse jadul.

Laiknya belasan ponsel yang pernah saya miliki, Nokia 7650 ini dengan segera berpindah tangan ke outlet penjualan ponsel depan rumah. Berganti ke PDA Phone, T Mobile MDA yang saat kehabisan daya hingga ke titik Nol, bakalan menghapus semua data di memory internal termasuk phonebook dan lainnya. Hahaha… apes tenan.

Tapi beruntung, saya menemukannya kembali di satu gerai Tokopedia dalam kondisi mati. Dengan harga yang… yah, setara rubber case tabletpc murah jaman now lah. Bisa dimaklumi lantaran kondisinya tadi. Mati total dengan baret dimana-mana. Meski luaran fisiknya masih bagus dan utuh.

Jadi pengen berburu ponsel klasik lainnya lagi…

Mifi AndroMax M5, Makin Percaya Diri di Jaringan 4G LTE

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya belum lama SmartFren merilis modem Mifi M3Y dan M3Z yang dibekali teknologi jaringan 4G LTE CAT4, lengkap dengan chipset qualcomm dan daya tahan batere 3000 mAh. Kini, demi menjaga eksistensi dan komitmen penuh pada konsumen loyal atas kesetiaan mereka, SmartFren kembali memperkenalkan Mifi seri terbaru M5 series.

Dilihat dari penamaan yang meloncati seri 4, saya yakin ini sama halnya dengan keyakinan sang raja di waktu lalu, secara kepercayaan negeri China tentu saja, berupaya menghindari pemberian angka 4 pada semua produk yang dimiliki.

Mifi Andromax M5.
Hadir dalam warna Gold yang tergolong tanggung, bermaterial plastik, tapi masih cukup ringan saat dikantongi dalam saku baju ataupun celana.
Bentukan Mifi M5 ini persegi panjang. Secara luasan permukaan kalo mau dihitung, kurang lebih sama dengan form M3Y yang hingga hari ini masih saya pegang.

Bila disandingkan lebih jauh, hanya ada sedikit peningkatan spesifikasi yang dibekali pada Modem Mifi M5 ini. Kalau ndak salah loh ya.
Yaitu kapasitas batere yang bertambah sekitar 250 mAh dari seri sebelumnya, praktis menjadikan M5 ini secara jualannya, dapat difungsikan sebagai powerbank bagi perangkat ponsel penggunanya. Cuma siapa sih yang mau mengorbankan daya tahan modem yang bisa dikatakan cukup terbatas ini ke perangkat ponsel ? Kasian bok…
dan dengan penambahan fungsi diatas tadi, praktis dalam paket penjualannya menyertakan pula konverter usb ke micro usb agar dapat menyambungkan perangkat ponsel ke modem nantinya.

Selebihnya masih sama. Dari ketersediaan slot kartu memory tambahan yang dapat digunakan sebagai sarana berbagi file antar pengguna yang terkoneksi ke jaringan Mifi M5, lalu ada dukungan hingga 32 device yang sepertinya jarang banget dimanfaatkan oleh penggunanya lantaran kuota data yang bakalan ikutan diShare bukan masuk dalam kategori Unlimited, dan juga konversi pulsa ke paket data secara otomatis saat penambahan nilai dilakukan.

Infonya, penjualan Mifi M5 ini selain bisa didapatkan melalui gerai SmartFren terdekat di Kota terdekat, juga bisa melalui gerai online jaman now seperti TokoPedia, BukaLapak, Shopee, BliBli atau Bhinneka. Kedepannya mari kita doakan saja, semoga bisa juga ditemui pada gerai minimarket seperti modem sebelumnya.

Modem Mifi AndroMax M5 ini dijual dalam 2 varian harga yaitu 999K untuk bundling paket data SmartFren sebesar 150 GB dengan masa aktif setahun penuh, dan versi 699K untuk paket data 70 GB dengan masa aktif 180 hari.
Tanpa ada pembagian Kuota, dan berlaku 24 Jam nonstop.
Cukup menarik bukan ?

Selamat dan Sukses Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar

Category : tentang iLMu tamBahan

Tadinya saya tidak berharap banyak bahwa program Bus Sekolah yang digagas Pemerintah Kota Denpasar pasca sosialisasi yang dilakukan pada murid-murid SD I Saraswati sekitaran awal bulan Mei lalu, bakalan bisa berjalan tahun 2017 ini. Lantaran Rambu titik kumpul yang dipasang salah satunya pada jalan belakang SD I baru dilakukan pada pertengahan tahun, dan hingga awal November kemarin belum jua ada kabarnya. Dengan waktu yang tersisa cukup pendek hingga akhir tahun, rasanya ya paling minim 2019 mendatang baru bisa dirasakan.

Tapi eh, ternyata Senin pagi kemarin merupakan Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar, yang mengoperasikan 6 kendaraan bus jenis Elf, dengan 2 trayek keberangkatan, pagi dan siang.
Ini bisa diketahui pasca mendapatkan info sosialisasi lanjutan bagi orang tua siswa, hari Rabu minggu lalu yang dihadiri oleh Ibunya anak-anak, lantaran Bapaknya ikutan Lomba Megending Kabupaten Badung. Ups…

Seperti biasa, sebagai orang tua dari generasi milenial, tentu saja saya ndak mau ketinggalan informasi di dunia maya.
Maka didapatilah selebaran digital yang diunggah pada akun Instagram @bussekolah_dps berupa akun sosial media FaceBook serupa dan tentu saja akses aplikasi ponsel smartphone si BuSeD. Aplikasi Bus Sekolah Denpasar. Kayaknya sih gitu kepanjangannya.
Setelah di-oprek bolak balik, lumayan banyak juga informasi sepihak yang bisa dibaca melalui aplikasi dimaksud. Minimal rupa bus sekolahnya yang memberikan bermacam fasilitas, nama serta nomor kontak pramudi serta pramujasa yang dihandel langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, pula siapa saja siswa yang mendapat kesempatan dalam Uji Coba Pertama Bus Sekolah Denpasar ini.
Salah satunya tentu saja Mirah, putri pertama kami.

Proses penjemputan anak, terpantau berjalan lancar.
Meskipun ada rasa kekhawatiran kami selaku orang tua melepas anak pertama kali belajar mandiri untuk proses berangkat ke sekolah, namun rasa percaya kami pada Pemerintah Kota Denpasar dan juga rekan-rekan Dishub yang hingga pagi tadi baru dikenal sebatas suara, cukup memupus semua keraguan yang ada. Apalagi ada belasan bahkan puluhan siswa lainnya yang terlibat dalam sesi Uji Coba ini.

Sementara pada proses pemulangan siswa, awalnya sempat terpikirkan pada kawan-kawan Dishub yang saya yakini bakalan pulang malam, lantaran jam pulang sekolah anak-anak sekitaran pukul 17.30. Belum mengantar satu persatu anak pulang kerumahnya, belum balik kantor dan melaporkan progress.
Namun sebaliknya, ketika memaksakan diri untuk menjemput sendiri anak ke sekolah, kelihatannya memberikan respon yang tidak baik pada upaya Uji Coba Pertama ini. Minimal, Tim Bus Sekolah Denpasar bisa memberikan masukan lanjutan untuk tahap kedepannya kepada Tim Operasional yang ada di balik meja, mengatur trayek dan rute pulang pergi.
Secara kebetulan, Mirah putri kami memang memilih dipulangkan bersama bus sekolah ketimbang ikut Bapaknya. Jadi ya, ndak apa apa juga…

Syukurnya, sembari menunggu jam pulang anak-anak sekolah sore tadi, saya banyak menimba ilmu tentang program Bus Sekolah Denpasar ini dari Ibu Dian, pramujasa dari bus 03, dan juga Bp.Indra plus Bp.Yogi Iswara secara langsung saat bus 04 merapat ke sekolah.
Konsep operasionalnya, mirip Bus Sarbagita.
Jadi ndak ada opsi bagi bus dan Tim untuk menunggu jeda waktu yang cukup lama ketika proses penjemputan siswa satu dengan lainnya saat jam pulang sekolah. Semua langsung diantar ke rumah masing-masing, barulah trayek dilanjutkan sesuai rute keberangkatan.
Proses menunggu akan dilakukan saat bus dalam keadaan kosong menunggu jam kepulangan tiba, seperti yang terjadi di SD 1 Saraswati beberapa saat lalu.
Demikian halnya dengan keberangkatan, masing-masing bus telah memiliki trayek jalur masing-masing berdasarkan rute akses rumah siswa yang diperkirakan satu jalur ke tujuan sekolah.

Secara perhitungan per hari ini, dimana belum banyak siswa yang ikut serta dalam sesi Uji Coba Pertama, saya yakini cukup boros jika kelak disandingkan saat sudah banyak yang memanfaatkan Bus Sekolah. Karena ada banyak hal yang menentukan, baik upah kerja 2 pramudi dan 2 pramujasa per bus sekolah, yang sejauh ini dicover dari Gaji yang bersangkutan, bbm dan operasional kendaraan, fitur tambahan seperti wifi gratis, konsumsi meski hanya sebatas air mineral dan tentu saja operasional sistem aplikasi dan smart card nya.
Hal yang sama juga akhirnya terpikirkan pada Bus Sarbagita. Yang saking sepinya peminat akan mode transportasi umum antar kota, malah memicu prasangka buruk pada pemerintah yang suka menghabiskan anggaran tak jelas, bahkan tanpa kajian kebutuhan sebelumnya.
Padahal kalaupun peminatnya sama banyak dengan program Bus Sekolah Denpasar ini, saya yakin ada banyak rupiah yang bisa dihemat oleh masing-masing pribadi kita di kesehariannya.

Jadi, Selamat dan Sukses untuk Pemerintah Kota Denpasar, dalam hal ini Dinas Perhubungan beserta Tim dan Crew 6 Bus Sekolah Denpasar. Semoga pelayanan yang diberikan bisa makin baik untuk anak-anak kita kelak…

Lalu, kapan giliran Kabupaten Badung bisa mengikuti inovasi menarik Pemkot Denpasar ini ?

Berbagi Q & A tentang SmartFren

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang kelupaan saya sampaikan di halaman blog ini, dari sesi Sharing Passion Ideas SmartFren bareng Bali Blogger Community hari Kamis sore tempo hari sebenarnya. Yaitu beberapa pertanyaan yang kerap dilontarkan sejawat kantor ataupun teman sosial media tentang Jaringan SmartFren. Sedangkan jawabannya mungkin saya bantu sedikit berdasar pengalaman yang dialami sejauh ini.
Saya rangkum menjadi Q & A tentang SmartFren versi www.pandebaik.com
Jika ada jawaban yang salah, mungkin bisa dikoreksi kalo kalo ada yang jauh lebih paham.

Q : Jaringan Internet SmartFren kalo di Bali atau Denpasar, bisa sejauh mana sih kemampuannya ?
A : Lumayan bagus kalo disandingkan dengan beberapa operator yang pernah saya coba gunakan. Bahkan ada juga yang pernah disandingkan di lokasi yang sama. Sedangkan kalo dengan jaringan Merah, saya belum tahu, karena belum pernah pakai.
Q : Bisa diShare contoh bukti akuratnya ?
A : Kebetulan beberapa pernah saya catatkan di akun Instagram, namun sudah diRekap pada postingan sebelumnya, Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Q : SmartFren Identik dengan jaringan CDMA, Apakah kelak tidak bermasalah ketika digunakan ?
A : Pada era kekinian dimana SmartFren merupakan operator yang sudah melebarkan sayap ke Jaringan 4G, infonya jaringan CDMA sudah jauh ditinggalkan. Bahkan dengan jaringan 4G LTE masa kini, SmartFren mampu mempertahankan koneksi data internetnya di kota besar dan pinggiran.

Q : Jika SmartFren sudah menggunakan Jaringan 4G, apakah kelak kartu SmartFren bisa digunakan pada ponsel masa kini yang sudah mendukung 4G LTE ?
A : Tentu saja. Bahkan untuk memberikan gambaran logis pada masyarakat awam, SmartFren merupakan operator pertama yang menjual iPhone 7 secara resmi di Indonesia. Artinya, jika iPhone 7 saja bisa digunakan untuk kartu SmartFren, kenapa yang lain tidak ? ?

Q : Apakah Paket Data SmartFren mampu memenuhi kebutuhan saya kelak dalam beraktifitas di dunia maya ?
A : Untuk kebutuhan standar rutin dunia maya, kalian bisa pilih paket SmartPlan dari harga 60ribu atau 75ribu sebulan. Di luar itu ada juga beberapa jenis paket pilihan lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai netizen dunia maya.

Q : Dimanakah saya bisa mendapatkan kartu SmartFren yang siap digunakan ?
A : Kartu SmartFren secara resmi bisa didapatkan pada gerai SmartFren di kota masing-masing yang apabila kalian malas untuk melakukan antrean, bisa mampir ke toko outlet dekat rumah.
Sudah tersedia juga kok.

Uji Jaringan 4G LTE SmartFren

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa rekan sejawat tampaknya masih penasaran dengan kemampuan jaringan 4G LTE nya SmartFren. Berhubung sudah hampir 2 tahun lebih saya masih setia menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan akan dunia maya.
Memang sih, kalau dibandingkan dengan operator Tri belakangan ini, secara besaran kuota internet yang didapat dalam rentang harga yang sama, Tri memberikan sekitar 4 kali lipatnya. Sangat rekomended bagi kalian yang memang membutuhkan kuota data berlimpah untuk mengunduh filem, musik dan sebangsanya.

Tapi kalo bicara jaringan ? Saya masih lebih merekomendasikan SmartFren. Secara Jangkauan Internetnya cukup mumpuni dibandingkan dengan Tri.
Lalu bagaimana dengan yang lain ? Merah misalkan ?
Entah ya, berhubung belum pernah jajal lebih jauh lantaran harga paket datanya cukup mahal ukuran saya.

Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman menggunakan Jaringan Internet SmartFren dari Juni 2015 lalu yang sempat dirangkum dalam akun InstaGram PanDe Baik. Berikut hasilnya :

1. Uji coba Jaringan SmartFren untuk pertama kalinya menggunakan Modem Connex M1 Plus yang masih berjaringan 3G kalo ndak salah. CDMA EVDO. Disandingkan dengan Jaringan Axis dan IndiHome, di Rumah.

2. Uji coba Jaringan SmartFren #2, di Toyota Agung AutoMall jalan Cokroaminoto dengan Modem M2P yang sudah mengadopsi kecepatan 4G LTE. Capaiannya sekitar 10,28 MBps

3. Uji coba Jaringan SmartFren #3, di Lapangan Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dengan Modem M2P dengan capaiannya sekitar 5,02 MBps. Ini sudah daerah pinggiran kota.

4. Untuk mengakses beberapa venue di desa wilayah paling utara Kabupaten Badung, seperti Warung Makan Daeng Bacok Kecamatan Petang, Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, atau Banjar Gunung, Kecamatan Abiansemal, Jaringan SmartFren 4G LTE bukan menjadi masalah besar.

5. Uji coba Jaringan SmartFren #4, di Arena Bermain Tiara Dewata, capaiannya sekitar 7,40 MBps. Ini tengah Kota Denpasar.

6. Uji coba Jaringan SmartFren #5, di Desa Nyalian Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, capaiannya sekitar 4,97 MBps. Ini dalam perjalanan ke Pura Besakih kalau tidak salah.
Sempat disandingkan dengan Jaringan XL yang hanya menemukan capaian 1,32 MBps.

7. Uji coba Jaringan SmartFren #6, di halaman Pura Penataran Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 5,06 MBps.

8. Uji coba Jaringan SmartFren #7, di halaman Pura Pemuputan Pande Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 8,30 MBps. Ohya, di lokasi ini Jaringan XL yang saya gunakan sudah Blank, demikian halnya Jaringan Merah yang digunakan beberapa rekan kantor.

9. Uji coba Jaringan SmartFren #8, di halaman Pura Penataran Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, capaiannya sekitar 2,96 MBps.

10. Uji coba Jaringan SmartFren #9, dari lantai 5 Hotel Grand Sahid Jakarta, capaiannya sekitar 22,73 MBps. Edan…

11. Uji coba Jaringan SmartFren #10, dari lantai 3 Hotel Gandaria Jakarta, capaiannya sekitar 20,01 MBps. Mantap…

12. Uji coba Jaringan SmartFren #11, dari ESPA Yeh Panes, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, capaiannya sekitar 4,47 MBps. Lokasi cukup jauh dari Pusat Kota Tabanan.

13. Uji coba Jaringan SmartFren #12, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 29,90 MBps.
Sempat dibandingkan dengan Jaringan IndiHome yang hanya mampu di titik 14,80 MBps, atau Tri yang hanya mampu sekitar 1,03 MBps saja.

14. Uji coba Jaringan SmartFren #13, dari Poltabes Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang, capaiannya sekitar 18,95 MBps. Mantap…

15. Uji coba Jaringan SmartFren #14, dari Desa Kaba-Kaba, Kabupaten Tabanan, perbatasan dengan Kabupaten Badung, capaiannya sekitar 10,99 MBps.

16. Uji coba Jaringan SmartFren #15, di pojokan kantor Puspem Badung tepatnya kantor Kementrian Agama, capaiannya sekitar 24,78 MBps

17. Uji coba Jaringan SmartFren #16, di rumah sendiri, capaiannya sekitar 19,74 MBps, dengan device Modem M3Y dan perangkat Samsung A9 Pro.

18. Uji coba Jaringan SmartFren #17, di Bukit Jambul Kabupaten Karangasem, capaiannya hanya 1,02 MBps, hasil yang lumayan untuk wilayah pedesaan.

Nah, kira-kira demikian hasil uji jaringan internet SmartFren dari beberapa venue yang pernah saya kunjungi sejauh ini.
Masih meragukan kualitasnya ?

AndroMax Prime, Classic Phone dengan segudang Fitur Dahsyat

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam sebuah pemaparan singkat diungkap fakta bahwa ternyata tidak semua pengguna ponsel di tanah air, menyukai ponsel canggih dengan layar sentuh era kekinian. Selain susah dibawa lantaran secara ukuran ponsel yang segenggaman tangan orang dewasa, persoalan ketahanan daya batere juga kerap menjadi masalah.
Menyikapi ini, SmartFren sebagai salah satu operator sekaligus produsen ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga terjangkau, tampaknya bisa melihat celah yang patut dicoba peruntungannya. Apalagi pada segmen ini, sudah tidak banyak lagi pemain yang masih bertahan. Kecuali sang raja, eh mantan, si Nokia yang sudah lebih dulu melepas seri 3310 Newborn, Nostalgia seri yang sama di tahun 2000an awal.

AndroMax Prime
Dilihat dari segi fisiknya yang hadir dengan style dan desain standar, kasat mata nyaris tak ada hal istimewa yang bisa dibanggakan. Masih sama persis dengan segudang ponsel feature atau basic pra kehadiran iPhone. Namun ketika berlanjut ke bagian Menu, barulah disadari bahwa ponsel Classic satu ini, harus diakui, memiliki segudang fitur dahsyat khas era kekinian.

Katakanlah Aplikasi Whatsapp.
Yang meskipun secara akses tampilan halaman harus dibantu dengan cursor melalui tombol keypad empat arah, demi menggantikan fungsi layar sentuh yang ditiadakan dalam seri ini, akan tetapi fungsinya sama dengan yang disematkan pada ponsel kekinian.

Sudah begitu, konektivitas yang tersedia, tidak hanya mengandalkan Bluetooth sebagaimana ponsel standar era terdahulu, tapi menyediakan pula akses WiFi sehingga memungkinkan pengguna AndroMax Prime terhubung dengan dunia maya pada area hotspot public area.
Menarik bukan ?

Sedangkan kamera yang disematkan pada bodi ponsel, ada 2 kalo ndak salah. Resolusinya tergolong standar, 2 MP dengan perekaman VGA.
Untuk penyimpanan, sudah disediakan internal storage sebesar 4GB plus slot memory eksternal.
Edan bener…
Pengoperasian fitur kamera saat akan digunakan bisa mengandalkan keypad empat arah, misalkan Pengaturan bisa diakses melalui keypad arah ke kiri.

Tergolong unik, pengguna sudah disediakan opsi akses aplikasi FaceBook yang tampaknya masih menggunakan jasa Opera Mini, penjelajah berkas atau semacam file manager, pengaturan aplikasi, perekam suara, catatan memo, kalkulator, lampu senter, dan pemberlakuan Black List, pula fitur Cleaner atau Pembersih yang dapat dicari pada menu Extra. Tergolong Dahsyat untuk sekelas Classic Phone bukan ?

Jadi makin unik setelah masuk ke Menu Pengaturan, yang mirip plek dengan sistem operasi Android masa kini. Baik secara visual maupun urut-urutannya. Lengkap juga dengan fitur Gallery dan aplikasi pemutar Musik juga Video bawaan SmartFren.
Ditilik dari segi sistem operasi yang digunakan, bernama MocorDroid 4.4.4, semacam Kitkat yang dikonversi ke Java gitu kali ya ?
Apalagi pergerakan antar menu tampaknya cukup gegas untuk ukuran classic phone begini. Ditambah empuknya tombol dengan grid 3×4.

Jika sebuah Classic Phone segudang fitur Dahsyat begitu disandingkan dengan harga jualnya yang amat sangat terjangkau, rasanya memang jadi makin sulit dipercaya. Mengingat seri 3310 milik Nokia yang masih berjalan di jaringan 2G saja dijual dua kali lipatnya.
Yup, AndroMax ini bisa dibawa pulang setelah ditebus sekitaran 300ribuan saja.
Gila kan ?

Jadi kini sudah gak ada alasan lagi bagi kita, pengguna ponsel tanah air untuk tidak dengan segera beralih ke jaringan 4G LTE loh, apalagi dengan tersedia ya ponsel klasik satu ini.
Saya jamin, ndak nyesel deh…

Sharing Passion & Ideas SmartFren bareng Bali Blogger Community

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernyataan yang disampaikan Mas Aldridge, Social Media Strategy & Digital Activation Ast.Manager SmartFren ini cukup menarik. Bahwa dari hasil riset yang dilakukan sejauh ini, sebagian besar pengguna jasa telekomunikasi tanah air rupanya masih berpikiran kalo kartu SmartFren lebih identik dengan jaringan cdma, bukan gsm. Sehingga ada keraguan untuk mencoba atau mengapply nomor SmartFren sebagai primary number mereka. Karena itulah ponsel setenar iPhone 7 tempo hari sempat digandeng untuk memberikan pemahaman kepada publik, bahwa perangkat kelas dunia macamnya iPhone saja bisa digunakan untuk kartu SmartFren, apalagi yang lainnya ?

Disamping ada juga pendapat bahwa sebagian lain memang tergolong enggan mengganti nomor ponsel utama, mengingat itu sudah menjadi jati diri yang terlanjur dikenal banyak orang. Masuk akal juga. Meski kalo dilihat dari sudut pandang saya sebagai salah satu user SmartFren selama ini, terbatasnya segmen pengguna lebih disebabkan oleh minimnya Kuota Data yang diberikan pada rentang harga yang sama jika dibandingkan dengan operator lainnya.

Hal ini diungkap disela gathering terbatas tim dari SmarFren sore tadi bareng perwakilan dari Bali Blogger Community dan Bali SmartFren Community di gerai resto Livingstone Petitenget, Kerobokan Kelod. Dan sembari menyantap makan malam bersama dengan menu barat, obrolan jadi makin mengalir saat Mas Kadi Riyanto menginformasikan kegiatan SmartFren yang kini sudah gak lagi terfokus pada penjualan produk Andromax saja, tapi lebih pada upaya mengedukasi komunitas atau kalangan mahasiswa lewat program csr mereka. Salah satunya ya agenda hari ini.

Yang bikin diskusi makin asyik untuk diikuti adalah kehadiran Mas Antonius Priantoro, Telesales Channel Section Head SmartFren, yang sejak awal pertemuan tampak mengotak atik presentasi yang nantinya bakalan disampaikan. Beliau ini mencoba memperkenalkan inovasi baru SmartFren Club bagi kawan-kawan rekan kerja termasuk diantaranya beberapa Blogger Bali, yang banyak membantu endorse produk maupun paket data SmartFren yang sudah dikenal luas jaringannya. Minimal upaya yang dimaksud, bisa dimonetize sebagai rasa Terima Kasih nantinya.

Idenya bagus juga, cuma memang masih ada beberapa hal yang mungkin, bisa lebih disempurnakan lagi mengingat para pesaing pada pangsa pasar serupa, sudah jauh lebih hebat perkembangannya. Utamanya soal akses dalam bentuk mobile apps atau opsi pembayaran yang informasinya akan diselesaikan sebelum akhir tahun 2017 ini. Namun demikian penawaran sebagaimana info singkat padat dan jelas tadi, layak kok untuk dipertimbangkan.

Mau tau seperti apa SmartFren Club itu bisa menguntungkan buat kalian ?
Nanti disambung lagi ceritanya.

Eh iya, saya lupa mengucapkan Terima Kasih tadi untuk traktiran makan malamnya di Livingstone Petitenget, Kerobokan Kelod yang menurut saya memiliki pangsa selera anak muda kekinian. Pula seperti biasa, untuk oleh-oleh yang dibekali di akhir sesi.

Mifi M5.
Semoga dalam waktu dekat bisa diUnboxing di halaman ini.

Tetap semangat dan #4Ginaja

Satu lagi, foto diatas diambil dari akun IG nya mas Anton disini.

Rekaman Lensa Tim Megending DPKP Badung

1

Category : tentang iLMu tamBahan

“…di balik sebuah pencapaian, ada proses panjang yang tidak diketahui orang banyak…”

Berikut beberapa rekaman lensa yang sempat saya abadikan dari awal kami latihan, hingga penampilan Rabu pagi kemarin di Kertha Gosana. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan…

Sampai jumpa di lain kesempatan.
Tetap Semangat