Ngulik Fitur Unik Nubia M2

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat membuka layar depan, sempat tertarik dengan sejumlah icon yang tak biasa, pada user interface bawaan, Nubia UI v.4.0. Diantaranya Lock Screen, Accelerate, Super Screenshot, Screen Projection, Dual Instance, ataupun User Manual.
Bagi kalian yang telah terbiasa melihat jeroan beragam ponsel Android, diamin paham dan oterbayang dengan satu dua fitur tambahan yang ada dalam Nubia M2 kali ini. Tapi lainnya ?

Pertama ada Lock Screen, fungsinya sudah pasti kita ketahui bersama. Ya, untuk mematikan dan mengunci layar ponsel tanpa harus menekan tombol power. Ini mirip aplikasi Turn Off yang saya gunakan biasanya. Keberadaan aplikasi ini akan menghemat penggunaan tombol Power pada ponsel sehingga daya tahannya bisa sedikit lebih awet.

Kedua ada Accelerate, fungsinya sudah jelas untuk mempercepat kinerja ponsel saat dibutuhkan. Semacam Task Killer atau penghenti aplikasi secara permanen, otomatis membersihkan sisa RAM yang sebelumnya tergunakan, bahkan membersihkan sampah sementara seperti Cleaner lainnya.

Trus ada Super ScreenShot, pengambilan gambar atau rekaman layar yang dapat di set menjadi sebuah video yang apabila diisi suara oleh pengguna di sepanjang durasi, menjadikannya sebuah video tutorial.
Selain itu bisa juga disimpan dalam format image, serta disesuaikan dalam empat bentuk. Segi empat, bujur sangkar, jantung dan bebas. Bebas disini ya tergantung kebutuhan pengguna bagaimana inginnya. He…
Uniknya, Nubia M2 menyediakan pula opsi untuk Long ScreenShot, dimana akan amat sangat berguna untuk menyimpan gambar layar yang tidak mampu dijangkau oleh ukuran layar dalam sekali pengambilan. Misalkan halaman postingan blog atau website yang musti discroll turun jauh, bisa disimpan dalam satu image saja. Keren kan ?

Lalu ada Screen Projection. Ini gunanya untuk menggandakan tampilan layar ponsel ke layar lebar seperti halnya monitor atau bahkan ke layar perangkat gadget lainnya.
Mengingatkan saya pada aplikasi Team Viewer yang kerap digunakan untuk melakukan presentasi lewat proyektor dari layar ponsel saat masih menjadi pengajar di LPSE dulu.

Kelima ada Dual Instance. Wiii… khusus yang satu ini, saya acung jempol deh buat Nubia M2.
Karena saat orang diluaran berupaya untuk melakukan oprek ponsel dengan memaksakan Root yang beresiko menghilangkan asuransi perangkat, Tim pengembangan Nubia malah mempermudah semuanya.
Tahu fungsi Dual Instance ini ?
Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk memiliki Dua Akun berbeda dalam sebuah ponsel, baik itu untuk FaceBook, Twitter, Line bahkan Whatsapp. Surprise kan ?
Kloning Aplikasi secara Instan. Kira-kira seperti itu maknanya.
Jadi saya sendiri sudah mencobanya, melakukan Login dua akun berbeda memanfaatkan jasa aplikasi Dual Instance ini. Keren memang Nubia M2 ini.
Ponsel kalian bisa melakukannya ?

Masuk ke Gallery, kalian bakalan menemukan satu folder tambahan di bagian terbawah yang nantinya berfungsi laiknya Recycle Bin. Alias tempat penyimpanan sementara, untuk semua file yang sudah dihapus sebelumnya. Jadi ceritanya pengguna diyakinkan kembali sebelum menghapusnya secara permanen.
Gak berguna ?
He… bagi kalian yang memiliki anak usia sekolah ke bawah, yakin banget ini bakalan bermanfaat. Ya mengantisipasi kesalahan hapus yang biasanya tidak sengaja dilakukan anak-anak saat kedapatan colek colek layar ponsel.

Terakhir ada User Manual.
Tapi bukankah User Manual biasanya tetap ada dalam setiap ponsel baik yang dicetak dalam bentuk buku mini ataupun shortcut ke halaman Help pada website perangkat ?
Saya katakan Unik, karena didalam User Manual ini, semua hal yang ada dalam perangkat Nubia M2, baik fitur utama maupun tambahan yang unik sebagaimana disampaikan diatas tadi, tertuang dengan baik, bahkan untuk menu Kamera dan penggunaan 16 Filter Terbaik kamera DSLR yang menjadi andalan utama sejauh ini.
Minimal pengguna tidak banyak belajar lagi hanya untuk mencoba dan mengoperasikan fitur dan filter kamera yang ada.

Dan, oh ya. Tadi saya ada menyebutkan 16 Filter Terbaik kamera DSLR ?

Nubia M2 yang dijual dengan harga 4,399 Juta ini menawarkan 16 Filter Terbaik sebuah kamera DSLR yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menghasilkan foto Terbaik. Gak percaya ? Simak di postingan selanjutnya.

Eh iya, balik ke Ngulik Fitur Unik Nubia M2, minimal semua fitur tambahan diatas bisa saja kalian dapatkan dari sejumlah aplikasi yang tersedia di Play Store, tapi untuk Nubia M2, gak perlu lagi melakukan itu. Sudah bawaan ponsel sedari awal.
Tidak heran apabila dari 4 GB RAM yang dibekali didalamnya, ada sekitar 1,5 GB yang tersisa saat ponsel dalam kondisi standby.
Kurang apa lagi coba ?

Nubia M2, Layak Beli gak ya ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu persatu ponsel berkekuatan raksasa mulai bermunculan di tengah pasar Indonesia. Mengandalkan layar lebar 5,5″, prosesor delapan inti, internal storage 32 bahkan 64 GB dan RAM 4 GB keatas.
dan terlepas dari semua spesifikasi lain yang dibawa, persoalan Harga saya yakin masih menjadi pertimbangan utama untuk memilih dan membawa pulang satu diantaranya. Beberapa memilih setia pada brand global yang sudah terpercaya, sisanya mencoba brand baru dengan berbagai jualan utama yang ditawarkan.

Nubia M2 yang diperkenalkan pertengahan Juni lalu, hadir dengan spesifikasi sebagaimana yang disebut diatas. Internal 64 GB dan 4 GB RAM.
Untuk sebuah ponsel Android jaman sekarang, spek ini sudah tergolong mumpuni. Mengingat rata-rata brand global yang sudah lebih dulu dikenal, masih bermain pada ukuran 16 atau 32 GB internal dan 3 GB RAM.
Lalu bagaimana soal Harga ?

Di kisaran angka 4,3 jutaan Nubia M2 bakalan bersaing dengan setidaknya 5 nama besar lain yang hadir lebih dulu seperti Oppo F1s (64/4), Asus Zenfone 3 (64/4), Xiaomi Mi5s (64/3), Samsung A5 2017 (32/3), dan terakhir ada HTC E9+ (32/2) dengan spesifikasi paling rendah.
Itu artinya, diatas kertas hanya Oppo F1s dan salah satu varian Asus Zenfone 3 saja yang menjadi pesaing spesifikasi setara pada rentang harga jual yang sama.

Dari pengujian benchmarking menggunakan AnTuTu, Nubia M2 harus puas berada pada urutan 51, setelah Samsung Galaxy C9 Pro atau S6 series dengan score 63098. Sementara itu jika menggunakan Quadrant menghasilkan nilai 37979, yang sayangnya masih disandingkan dengan ponsel Android seri jadul.

Fitur yang menjadi kebanggaan Nubia M2 datang dari segmen kamera yang bakalan memberi 16 kemampuan kamera dslr kedalam layar ponsel, tentu dengan pilihan atau cara penangkapan gambar yang lebih dimudahkan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi M2 dengan setidaknya 5 ponsel pesaing diatas.
Bagi yang paham atau minimal kenal dengan dunia fotografi, Nubia M2 serasa memanjakan mereka dengan teknik Slow Shutter, Trajectory, Slow Motion, Macro hingga Star Trail yang mampu merekam gambar langit dengan hasil yang ciamik. Tidak heran apabila Nubia berani tampil dan mengklaim sebagai ‘Mobile Photography Expert’.

Di luar itu masih ada multi fitur yang menarik untuk dicoba seperti Dual Instance yang memungkinkan pengguna menanamkan dua akun aplikasi tertentu seperti Whatsapp, Instagram atau BBM yang belakangan sempat ramai didiskusikan mengingat adanya kepentingan bisnis perorangan yang mampu diakomodir olehnya.

Nah trus, apakah Nubia M2 jadi layak beli untuk calon pengguna di Indonesia ?
Tergantung Kalian tentu saja.

Untuk kehadiran sebuah Vendor yang sama sekali baru di pangsa pasar Indonesia, bisa jadi agak meragukan mengingat Harga tergolong menengah ke atas, sementara para pesaing merupakan brand yang sudah punya nama lebih dulu.
Namun untuk ukuran sebuah ponsel Android, terlepas dari nama brand atau vendornya, spesifikasi yang ditawarkan sungguh sangat menawan. Apalagi ada sejumlah fitur atau kemampuan yang bakalan membedakan Nubia M2 dengan beragam pilihan ponsel yang ada.

Nubia M2, Tipis, Ringan, Menggoda

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggenggam ponsel seberat A9 Pro selama enam bulan terakhir jadi rada merinding saat mencoba menenteng Nubia M2, ponsel High End yang baru saja diluncurkan pertengahan Juni kemarin dengan mengandalkan jualan ‘Mobile Photography Expert’.
Meski sama-sama berdimensi 7,9 mm, secara bobot keduanya jauh berbeda. Selain itu, hal yang paling mencolok terlihat adalah dari segi layar yang diluncurkan dengan ukuran rata-rata smartphone masa kini, 5,5 inchi.

Form factor Nubia M2 masuk golongan unibody. Yang baterenya gak bakalan bisa dibongkar mudah oleh awam. Kekurangannya, jadi sedikit menyulitkan pengguna apabila kelak mengalami hang dan semacamnya. Jadi harus mengandalkan tombol Power yang ada di sisi kanan layar ponsel untuk mengaktif/nonaktifkan perangkat. Apalagi tombol Home yang ada pada sisi depan layar, tidak semenonjol fisik biasanya. Jadi musti dijaga betul ‘kesehatannya’ si Power ini.

Desainnya sangat menggoda.
Hadir dengan warna hitam dof, dan kelir gold di pojokan sisi samping ponsel yang didesain melengkung, atau kerap disebut layar 2,5 D kedua sisinya. Sementara tombol Home sebagaimana info diatas, meski tanpa fisik yang menonjol secara terpisah, didesain khusus dengan lingkaran merah sebagai aksen pada sisi layar depan.
Sementara di sisi belakang, posisi kamera yang mirip dengan seri iPhone ini dibuat sedikit timbul dengan kelir merah mengelilingi lensa lengkap dengan flash yang cukup mumpuni untuk membantu pengambilan gambar. Infonya terdapat fitur Dual Kamera yang siap digunakan dengan kemampuan laiknya kamera DSLR.
Selanjutnya akan dibahas khusus soal ini.

Pada sisi bawah terdapat lubang speaker, jack headset dan slot charger dengan tipe usb-c sehingga kabel charging bisa dibolak balik penggunaannya tanpa khawatir merusak lubang atau colokan chargernya sendiri.
Tombol Volume hadir dalam 2 unit terpisah di sisi kiri, sementara slot Sim Card ada di sisi kanan atas layar ponsel. dan sebagaimana yang sudah diinfokan sebelumnya, slot memory eksternal berada pada slot sim card 2. Jadi pengguna diberikan opsi memilih, antara menggunakan Dual Sim dan mengabaikan kapasitas simpan pada ponsel, atau menggunakan satu nomor utama sekaligus data, namun memiliki peluang penyimpanan yang lebih besar.

Urusan User Interfaces, Launcher yang disematkan merupakan hasil pengembangan tim secara khusus yaitu Nubia 4.0 mengadopsi sistem operasi Android 6.0.1 Marshmellow. Polanya tanpa menggunakan opsi Menu laiknya perangkat iPhone dan juga Hisense yang artinya semua icon akan tampil di halaman depan tanpa kecuali. Sayangnya saya tidak menemukan opsi untuk menyembunyikan beberapa icon aplikasi bawaan yang dianggap tidak perlu untuk meringkaskan tampilan.

Kepala charger yang dibekali dalam box penjualan berukuran cukup besar. Sehingga mampu mempercepat proses charging ponsel yang berkapasitas menengah, sekitaran 3.630 mAh.
Belum diuji lebih jauh sih ya, seberapa lama kemampuan standby rata-rata ponsel saat digunakan beraktifitas full mobile.
Nanti disusulkan.

Libur Panjang Kawan, Mau Kemana Kali Ini ?

2

Category : tentang PLeSiran

Hari Minggu kemarin, disela kelonan dengan Mutiara, bungsu kami yang galaknya minta ampun, sempat share beberapa postingan lama tentang Liburan. Yang dilakukan katakanlah dua tahun terakhir.
dan Malah baru menyadari kalo Liburan terakhir malah belum ada berselang enam bulan lalu. Ealah…

Tapi ya wajar saja. Karena dengan begitu banyaknya beban dan tekanan selama beraktifitas di Permukiman, saya membutuhkan tingkat refresh yang tinggi pula. Agar stress tak jadi berlanjut. Minimal selain menyegarkan pikiran, keluarga pun bisa berimbas nantinya.

Ada beberapa rencana lokasi tujuan yang tadinya atau malah sedari awal terdahulu ingin dijelajahi. Amed atau Kintamani misalnya. Dari yang berlokasi di pinggir pantai, hingga pinggiran danau, dipantau semua.
Namun kendala tetap saja ada.

Syarat utama kalo mau mengajak anak-anak Liburan, kolam private jadi pertimbangan. Cuma sayangnya ndak banyak venue menarik di dua lokasi tersebut menyediakan fasilitas itu.
Sementara ketika menemukan kolam private dengan fasilitas air panasnya, eh lokasi istirahat di bawah tenda camping. Aduh… Padahal sudah ngebet banget nyobain air panasnya Toya Bungkah.

Akan tetapi khawatirnya sih anak-anak belum sehat betul minggu ini.
Gek Ara yang paling pertama kena demam dan radang tenggorokan hari Minggu lalu. Berlanjut ke Gek Intan hari Kamisnya, saya kebagian hari Sabtu dan terakhir Gek Mirah hari minggu terakhir. Duuuhhh… penyakit keluarga memang ndak ada matinya. Ha…

Cuma kalo ndak dipaksa, kasian juga mereka libur panjang kok malah ngetem dirumah ? Minimal ngajak main kemana gitu, biar ada rame ramenya.

Nah kalian sendiri ada rencana kemana Liburan kali ini ?

Nubia, Pernah Dengar ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali membaca brand bernama Nubia kalo ndak salah dari Tabloid Pulsa. Kebetulan mereka lagi menurunkan info terkini rilis ponsel Z series yang kabarnya ndak masuk secara resmi ke pasar lokal.
Tadinya malah sempat salah baca lantaran mirip dengan brand lawas yang sempat jatuh setelah salah langkah.

Nubia, menurut Michael Mondong, Marketing Manajer Nubia Indonesia yang lebih suka disapa Mike, merupakan brand premium yang secara Nasional baru diperkenalkan awal Juni kemarin di Jakarta, lanjut ke Bali untuk peluncuran seri M2 sebagai flagship pertama di Indonesia.

Saya beruntung bisa memegang salah satu rilis terbaru mereka saat diundang ke Rumahan Bistro beberapa waktu lalu. Kalo ndak salah sih seri Z17 yang fenomenal itu.
Dikatakan Fenomenal lantaran ponsel ini dibesut pada besaran RAM 6 GB, yang pada masa kekinian masih tergolong jarang diadop oleh brand lain. Setahu saya, Samsung dan Asus sudah masuk ke lini ini. Hanya saja untuk seri Z17 infonya tidak akan dijual masuk ke Indonesia dengan pertimbangan harga jual yang dikhawatirkan tidak mampu ditawarkan di pasar lokal.
Wajar sih ya, karena Nubia masih tergolong brand baru.

Sementara informasinya di pasar Global, Nubia merupakan salah satu brand yang berkomitmen penuh merilis ponsel pintar dengan kualitas terbaik bahkan teknologi terbaik.
Saya pun mau tidak mau mengakuinya saat mengulik lebih jauh desain penampilan Nubia Z17 yang serupa dengan seri M2 dan M2 Lite.
Form Factor desain Unibodi dengan wajah yang elegan dan full logam.
Tak lupa mengusung Bezel-less Design atau tanpa batas bingkai di sisi kanan dan kiri layar sehingga menyiratkan satu kesatuan dengan latar belakang atau apapun yang ada disekitarnya.
Disamping itu, saya suka ketipisannya tanpa mengesampingkan kapasitas daya tahan batere yang tergolong menengah ke atas. Tapi memang perlu pengujian lebih lanjut terkait ini.

Untuk seri Mid dan High End, informasinya slot memory card dijadikan satu dengan slot sim card unit kedua sehingga memaksa pengguna memilih apakah mengorbankan kebutuhan memori internal ataukah sim card nantinya. Hal serupa saya temukan pada ponsel yang dirilis oleh Asus dalam seri Zenfone mereka. Yang bagi pengguna awam, bisa jadi tidak akan menjadikannya permasalahan utama ketika internal ponsel sudah mencapai minimal 32 GB.
Sementara pada seri Low End, Mr.Stephen Qu Presiden Direktur Nubia Indonesia secara terpisah menyampaikan perihal ketersediaan slot memory card yang dipisahkan dari slot dual sim card dan berada di balik cover belakang bodi. Ini dilakukan untuk memberi ruang tambahan bagi pengguna yang hanya diberi kapasitas internal 16 GB saja.

Sebagai pendatang baru, seri smartphone yang telah dirilis resmi Nubia, saya pantau masuk pada kategori menggoda iman. He…

Dari kapasitas internal raksasa, RAM raksasa, hingga batere raksasa. Jadi menarik karena untuk seri M2 yang baru saja diluncurkan awal Juni tempo hari, termasuk Z17 yang saya pegang, mengusung fitur dual kamera didukung penuh software Neo Vision yang memang informasinya secara khusus dikembangkan oleh Tim Nubia Technologies agar dapat disetarakan dengan kemampuan kamera berjenis DSLR.
Khusus yang terakhir ini, saya sendiri masih bingung apakah sudah sebegitu membutuhkannya sebagai pengganti ponsel yang saat ini saya pegang, atau nantinya akan menjadi alternatif sampingan mengingat Photography bukanlah menjadi sebuah hobby atau hal yang mudah dipelajari.

Tapi ya siapa tahu kelak bisa mengujinya lebih jauh, saya kira harus banyak belajar dengan para maestro kamera DSLR terkait fitur, efek dan pengaturan lanjutan pada fungsi kamera nantinya.

Penasaran ?

Menikmati Jam Kerja Tanpa Tekanan

Category : tentang PeKerJaan

Menjadi Pejabat Pembuat Komitmen atau yang dulunya dikenal dengan istilah PimPro untuk 90an Paket Kegiatan itu sudah menjadi masa lalu.
Ya, sudah hampir Enam Bulan berjalan.
dan Tampaknya saya sangat menikmati masa-masa ini.

Saya bertugas, dan di pelantikan 74 pejabat baru hari jumat kemarin, saya masih tetap bertugas di Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sebagai Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Perumahan, malih rupa dari Dinas Cipta Karya yang pernah membesarkan dan melindungi saya selama 3 tahun lamanya.
Adapun Tugas yang saya emban kali ini adalah berkaitan dengan Bantuan Rumah bagi masyarakat miskin di Kabupaten Badung.
Urusan Jalan Lingkungan ?
Jauh jauh dulu deh…

Menjalani rutinitas kerja di tempat baru sepertinya memang benar-benar memberikan suasana dan gairah baru dalam menghadapi hari.
Setelah penat dan lelah dihantam tekanan selama tiga tahun lamanya mengurusi Jalan Lingkungan serta pernak pernik suka duka didalamnya, saya rasa amat sangat wajar apabila kemudian membutuhkan masa-masa tenang, agar kelak bisa menikmati hidup dan waktu bersama keluarga dengan lebih baik. Minimal ya setahun kedepan ini.
Dan doa saya dikabulkan olehNYA, juga oleh atasan terdahulu.
Resign dari jabatan PPK dan semua yang terlibat didalamnya.

Namun meski demikian, saya tentu belum boleh melepas semuanya langsung, serta merta begitu saja. Mengingat pejabat baru yang menduduki posisi saya terdahulu, baik pada kursi Kepala Seksi yang menangani Jalan Lingkungan ataupun tugas sebagai PPK, dirasa bel├╣m mampu menggantikan sepenuhnya, utamanya terkait pe er di masa lalu tentang e-Katalog Daerah dan juga titipan aspirasi para anggota Dewan DPRD Badung serta yang berkepentingan. Itu sebabnya pada kunjungan kerja ke LKPP kemarin atau saat beberapa pejabat dan anggota DPRD lainnya yang tidak puas dengan tanggapan pejabat baru, saya pun masih ikut dilibatkan didalamnya.
Akan tetapi tentu saja tidak diikuti dengan beban, tanggungjawab dan tekanan tadi.
Jauh lebih ringan lah kini.

Menikmati Jam Kerja tanpa Tekanan

Minimal sekarang saya sudah bisa jalan-jalan ke desa atau kelurahan saat jam kerja. Berbagi informasi dengan para Kades, Perbekel atau Lurah, Kaur Kesra dan Kelihan Dinas, juga masyarakat yang layak mendapatkan bantuan. Atau sekedar menikmati makan siang bersama staf di pinggir jalan desa yang sedang kami kunjungi.

Tanpa gangguan dering telepon, nada komplain atau marah-marah dari mereka yang keinginannya belum mampu saya penuhi lantaran aturan atau waktu yang tak memungkinkan.
Tanpa gangguan masalah yang datang hanya karena kepentingan dan kepentingan pihak tertentu, dan kerap tidak memperdulikan bagaimana kelak saya akan menghadapi akibatnya.
Tanpa gangguan lambung yang datang di pagi hari, lengkap dengan muntah dan lupa ingatan, hanya gara-gara telat makan atau bahkan tak sempat lagi menyentuh cemilan yang sejak pagi sudah disediakan staf di ruangan.
Itu semua Nikmatnya tiada tara…

Saya maklum, apabila yang tampak dari luar, bisa jadi ada yang salah, hingga ‘hukuman’ diberikan oleh pimpinan.
Tapi santai saja dan jalani semua.

Mari menikmati jam kerja harian tanpa ada lagi tekanan…

America’s Got Talent #GoldenBuzzer

Category : tentang Opini

Wow… Amazing…

Terkaget-kaget saya menyaksikan satu persatu peserta audisi America’s Got Talent yang diganjar #GoldenBuzzer oleh para juri atau host yang mendampingi ketika penampilan mereka mampu memukau penonton.

Yeah…
Ini pertama kalinya saya antusias menonton kemasan audisi yang menampilkan puluhan manusia berkemampuan mengagumkan, baik yang mengambil jalur tarik suara, magician atau pesulap hingga komedian. Benar-benar asyik.

Saat tertarik untuk menonton video seorang anak perempuan yang ‘mendampingi boneka kelincinya bernyanyi, share seorang kawan di akun FaceBook, saya langsung membuka aplikasi TubeMate dan mencari channel video America’s Got Talent dengan menambahkan hastag #GoldenBuzzer untuk mendapatkan hasil penampilan mereka yang dianggap paling mengangumkan.
Jadilah begadang di malam hari saat semua sudah pada tertidur lelap dan esoknya bangun sedikit lewat dari alarm. Ealah…

Tapi jelas keren.
Saya sampai menitikkan air mata senang ketika menyaksikan sosok anak belasan tahun yang mahir bersuara perut melalui boneka bunny yang merupakan hadiah ulang tahun dari ibunya, atau yang bernyanyi seriosa laiknya filem Godfather, atau bahkan masih terkagum-kagum dengan permainan kartu yang muncul dalam notebook bahkan empat koin nya Will Thai.
Amazing…

Dan dari Indonesia ada bang Demian Aditya lewat sulap pasir yang menghebohkan netizen beberapa hari ini.

Kalian apa ndak penasaran ?

Sodorkan Neo Vision, Nubia Luncurkan 3 Varian Mobile Photography Expert

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai brand baru di kancah pertarungan ponsel Android Indonesia, kehadiran Nubia bisa dikatakan cukup berani. Masuk dalam tiga segmentasi pengguna, mereka mencoba peruntungan pasar lokal bersaing dan bersanding dengan belasan vendor lain yang sudah mapan dengan komunitas serta pembagian kue yang ada.
Menyodorkan kecanggihan teknologi fotografi yang diklaim mampu memindahkan 19 kemampuan kamera kelas profesional ke dalam layar sebuah ponsel. Neo Vision.

Nama Nubia sepintas mengingatkan saya pada brand Finlandia yang diakuisisi Microsoft dan kini sedang mencoba comeback lewat seri klasik yang diperbaharui. Info sejauh ini Nubia merupakan seri premium yang berada dibelakang nama ZTE, salah satu brand ternama dari China yang sudah lama menjejakkan produk mereka di dalam negeri.
Bergerak dari tahun 2012 silam, Nubia tampaknya lebih dikenal luas di pasar global ketimbang lokal.
Tidak heran pada Rabu 14 Juni 2017 Nubia memperkenalkan tiga varian pertama mereka kepada sejumlah media di Rumahan Bistro & Creative Home Living, Teuku Umar Denpasar.

Membawa brand ambasador CR7, Nubia tampak percaya diri dengan jargon andalannya sebagai ‘Mobile Photography Expert’ atau ponsel dengan kemampuan fotografi terbaik di dunia.
Kabarnya ketiga varian yang akan diluncurkan telah mengadopsi Neo Vision, software yang dikembangkan secara khusus oleh Nubia Technology mampu mengambil gambar milkyway atau tampilan langit dengan hasil terbaik laiknya rekaman gambar kamera dslr. Hanya saja terdapat penyesuaian kemampuan yang akan bergantung pada jenis kamera yang disematkan.

Selain itu masing-masing varian juga disematkan teknologi Smart ScreenShot yang mampu mengambil rekaman gambar pada layar dalam ukuran panjang vertikal sebagaimana laiknya halaman blog oada tampilan mobile ponsel, Smart Screen Recording untuk merekam aktifitas pada layar ponsel sekaligus suara pengguna, bagus untuk mereka yang menggemari pembuatan Vlog dan juga fitur Split Screen untuk membagi layar kerja menjadi 2 area.

Dalam kesempatan khusus Djoko Tata Ibrahim, Bussiness Consultant Nubia Indonesia menyampaikan, “jika bersanding dengan ponsel lain yang berada pada rentang harga yang sama, yakin Nubia yang memiliki spek terbaik. dan jika bersanding pada spek yang setara, dijamin Nubia memiliki harga beli paling menarik.”

Hal ini diperkuat pula oleh Mr. Stephen Qu, Presiden Direktur Nubia Indonesia, yang menyatakan bahwa Nubia telah berkomitmen merilis ponsel dengan Spesifikasi dan Harga Terbaik, untuk dapat memberi kepercayaan pada konsumen Indonesia.

Sementara itu Michael Mondong, tim Marketing Manajer Nubia Indonesia menyampaikan, dalam event ini Nubia meluncurkan tiga varian untuk segmentasi pengguna yang berbeda di pasar Indonesia yaitu seri N1Lite, M2Lite dan M2.

Untuk N1Lite menyasar segmen Low End dengan spesifikasi Internal Storage 16 GB dan 2 GB RAM, layar 5,5 inchi mengandalkan resolusi kamera utama 8 MP serta 5 MP di sisi depan untuk kebutuhan selfie serta kapasitas batere 3000 mAh. Dapat ditebus di kisaran 1,699 Juta saja. Sejauh ini seri N1Lite memiliki desain cover belekang yang dapat dilepas dengan bahan dasar plastik bertekstur yang tidak akan meninggalkan sidik jari saat dipegang, serta slot sdcard yang terpisah dengan dual sim card di balik cover belakang tersebut.
Seri M2Lite menyasar segmen Mid End dengan desain yang lebih mewah yaitu unibodi laiknya seri preium lainnya, memiliki spesifikasi Internal Storage 32 GB dan RAM 4 GB, mengandalkan resolusi kamera 13 MP lensa CMOS Sony dan 16 MP pada sisi depan. Seri ini bisa ditebus pada rentang harga 2,799 Juta.
Sedangkan pada segmen High End, memperkenalkan seri Nubia M2 yang memiliki spesifikasi Terbaik yaitu Internal Storage 64 GB dan 4 GB RAM, dengan prosesor Octa Core 64 Bit serta kapasitas batere 3650 mAh, cukup untuk standby penggunaan hingga 2 hari dengan sekali charge. Menakjubkan.
Ponsel Nubia M2 ini dilepas pada kisaran harga 4,399 Juta Rupiah dengan fitur utama Dual Camera 13 MP Sony CMOS pada punggung ponsel dan sudah bisa didapatkan di beberapa gerai ponsel ternama terdekat di kota Anda.

Di luar ketiga seri diatas, sebenarnya ada satu kasta tertinggi lagi yang ditawarkan Nubia yaitu seri Z17 namun lebih diperuntukkan bagi pangsa pasar global dengan spesifikasi RAM 6 GB. Ini diputuskan mengingat harga jual perangkat tampaknya belum mampu dijangkau pengguna ponsel tanah air apalagi nama brand Nubia belum dikenal betul saat ini.