Menu
Categories
Kembali ke Jakarta tanpa Pak Ahok
May 18, 2017 tentang PLeSiran

Ketika penugasan dinas ke luar kota diberikan, harapan yang dahulu pernah ada saat menyebut DKI Jakarta, tak lagi greget saya rasakan.
Ya, Pak Ahok.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.
Kini Beliau tidak lagi ada di gedung Balai Kota.
Berpindah tempat ke Rutan Brimob Depok pasca Vonis 2 Tahun yang dijatuhkan Hakim Dwiarso atas dakwaan Penistaan Agama yang Beliau lòntarkan di Kepulauan Seribu.
DKI tanpa Ahok, sudah gak asyik lagi rasanya buat dinanti.

Tapi ya berhubung sudah penugasan resmi, maka semua persiapan keberangkatan musti langsung dilakukan sebagaimana biasanya. Cuma, posisi saya kini sebenarnya tidak lagi berada pada pemilik pekerjaan. Namun fakta lapangan, pejabat pengganti nampaknya belum fasih benar dengan kebiasaan pimpinan. Jadi ya mau ndak mau, saya jua yang menghandel semua sejak awal.
Tiket Pesawat, auto Check In, pembayaran, penyiapan akomodasi hingga kelengkapan dokumen, sppd, surat tugas dan materi pemaparan. Syukurnya sepupu bisa handel yang terakhir. Meski ndak tuntas bisa terselesaikan. Sementara transportasi di Jakarta yang awalnya berencana memanfaatkan Uber, dibantu salah satu pimpinan yang batal berangkat.
Jadi Clear.

Jakarta tetap Macet.
Ya. Tapi itu juga karena kami salah ambil jalan. Mengambil opsi sesuai petunjuk Google Maps, berhubung driver yang mendampingi kami masih agak bingung mencari jalur lintasan dari Bandara Halim menuju LKPP RI di Kuningan.
Maka ya terlambat hampir sejam lamanya menjadikan pimpinan rombongan agak ketar ketir menunggu di ruang rapat LKPP lantai 10.

Namun bersyukur, proses diskusi bisa berjalan baik. Hangat dan Padat. Hampir semua sudah saya tuangkan dalam Catatan di halaman Blog ini semalam. Keknya masih ada beberapa hal lagi yang harus disampaikan, namun dengan durasi nyaris dua jam lamanya berkutat dengan layar ponsel sebagai satu-satunya media yang dimiliki saat ini, rasa lelah pun menghampiri.
Maka berendam di hangatnya air Hotel Borobudur jadi pilihan. Lumayan bikin segar dan melanjutkan postingan lanjutan yang sempat tertunda.

Perjalanan kali ini cukup menyenangkan. Apalagi saya bisa bertemu dua senior yang sangat dikagumi sejak awal menjadi abdi negara, serta berdiskusi panjang dengan semangat yang masih tetap sama.

Ah ya, hari ini kami diagendakan berkunjung ke lapangan, dimana salah satu pekerjaan konstruksi milik DKI Jakarta ini dilakukan dengan menggunakan e-Katalog.

Gimana cerita lanjutannya ? Tunggu saja…

Leave a Reply
*