Mengubur Angan Google Adsense

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih banyak Jalan menuju Roma…
dan Rejeki sudah ada yang mengatur…
Kita tinggal berusaha saja.

Saya meyakini betul tiga kalimat diatas. Termasuk saat berurusan dengan model pemasangan iklan di halaman blog yang informasinya cukup menggiurkan secara nilai. Namun sayang, Google menolak permohonan dan juga banding yang saya ajukan untuk halaman www.pandebaik.com lantaran terlanjur banyak mengandung ajakan untuk pencarian konten ilegal dan terlarang lainnya. WTF hehehe…

Adapun konten dimaksud antara lain berkaitan dengan tips terkait Torrents, penggunaan 4Shared ataupun pembagian materi yang menyiratkan ajakan tadi. dan proses banding pun telah berkali kali diupayakan pasca membredel tulisan per tulisan yang dianggap bermasalah bagi Google. Ah, memang bukan jodohnya kali.

Maka itu, angan untuk bisa menikmati serpihan rejeki dari Google tampaknya memang harus dikubur dalam-dalam sambil mencari celah dan cara lain untuk bisa mengaisnya kembali. Mungkin saja bakalan bertumpu dari halaman www.tipstekno.com

Tapi toh seperti tiga kalimat yang saya comot dari pepatah lama, yakin sekali akan kebenarannya. Yang meskipun secara materi tidak seberapa penghasilannya, manfaat yang ada dari halaman blog ini cukup banyak kok. Kalo kalian mau mencari tahu apa saja, bisa membacanya lebih jauh dari postingan yang ada di halaman ini.

Jadi, harus tetap optimis kawan..


Nikmati Kemudahan Transaksi ATM BPR Lestari

1

Category : tentang Opini

Beberapa pertimbangan kami, calon nasabah untuk bisa memiliki simpanan investasi jangka panjang adalah dukungan atau ketersediaan fasilitas tambahan yang diberikan oleh para penyedia jasa disamping suku bunga yang bersaing dan kemudahan-kemudahan lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan aktifitas ataupun transaksi yang kelak akan dilakukan nantinya.

Pemberian Kartu ATM misalkan.
Kartu ATM yang didalam negeri dikenal sebagai Anjungan Tabungan Mandiri atau resminya merupakan singkatan dari Automatic Teller Machine, secara umum dapat diartikan sebagai petugas yang melayani kebutuhan nasabah termasuk dalam keperluan menarik atau menyetorkan uang secara otomatis laiknya sebuah mesin. Kartu ini biasanya didapatkan ketika kita menabung pada bank-bank asing, pemerintah, swasta nasional atau pemerintah daerah, dengan cara pengajuan atau bahkan saat pembukaan rekening sebagai salah satu penawaran menarik. Di jaman kekinian rasanya memang konyol kalo kita sebagai nasabah memutuskan untuk menitipkan investasi tanpa memiliki Kartu satu ini. Apalagi fungsi yang ditawarkan bisa lebih dari sekedar transaksi menarik tunai tanpa harus antri dan dapat dilakukan kapan saja.

BPR Lestari
sebagai sebuah lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat Bali sejak Tahun 1999, kini dikenal sebagai BPR Terbesar Kedua Nasional serta Terbaik di Bali dengan besaran aset hingga 4 Trilyun Rupiah. Tidak heran apabila eksistensi mereka telah berkembang ke wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Dan pada Tahun 2017 ini, demi mendukung mobilitas nasabah yang cukup tinggi, BPR Lestari meluncurkan Kartu ATM Lestari sekaligus menjadikannya sebagai satu-satunya BPR yang memiliki ATM di Bali.
Dengan adanya ATM Lestari ini diharapkan dapat memberi banyak kemudahan serta nilai tambah bagi para nasabah dalam bertransaksi tanpa perlu antri di kantor-kantor kas dan cabang BPR Lestari.

Saat ini ATM Lestari khusus diperuntukkan bagi nasabah Tabungan Jumbo dan Tabungan Lestari yang menawarkan suku bunga tinggi dan bebas biaya administrasi. Selain proses tarik tunai 24 jam, ATM Lestari bisa juga digunakan untuk pengecekan saldo serta transfer antar rekening BPR Lestari. Informasinya, Sementara mesin ATM yang dapat digunakan masih terbatas pada kantor Kas Teuku Umar dan Sesetan, namun infonya sedang diupayakan kelak ATM Lestari dapat digunakan di jaringan ATM Bersama.

Untuk Pertama kalinya, ATM Lestari ini diluncurkan dengan tema ‘Indonesia Kita’ dengan menggunakan latar belakang bendera merah putih. Hal ini demi mengkampanyekan semangat kebhinekaan yang ingin disampaikan BPR Lestari bahwa meski kita berbeda, semua tetap satu jua, Indonesia. Agendanya, dalam setiap tahunnya ATM Lestari akan diperkenalkan dengan tematik yang berbeda.

Kartu ATM Lestari dapat diajukan di seluruh kantor BPR Lestari dengan ataupun tanpa pengenaan nama pemilik diatasnya. Fitur ini dapat digunakan untuk lebih memudahkan nasabah dalam mengenali kartu ATM yang dimilikinya atau orang lain saat kehilangan.


Tips Setup Perangkat Pintar untuk Anak

Category : tentang TeKnoLoGi

Memberikan bekal perangkat ponsel pintar ataupun yang berukuran besar laiknya tabletpc pada anak-anak agaknya sudah mulai lumrah dilakukan. Meski sebagian orang tua menyampaikan alasan demi masa depan dan pengetahuan mereka di jaman teknologi informasi ini, namun ada juga yang menganggap bahwa upaya ini adalah usaha meninabobokan anak agar tak mengganggu aktifitas orang tuanya. Mana yang benar, saya yakin kalian sebagai orang tua yang sebaya dengan saya pasti lebih tahu. He…

Jika melihat dari sistem operasi yang disematkan pada perangkat diatas secara, sepengetahuan saya hanya ada dua jaman sekarang ini. Android dan iOS.
Android yang dikembangkan oleh Google bisa ditemukan dalam beragam merek, spek dan besaran layar. Sedang iOS besutan Apple hadir dalam jumlah terbatas. iPad untuk ukuran tablet dan iPhone untuk ukuran ponsel.
Ada sih sistem operasi satu lawas yang mencoba peruntungan di pangsa mobile, namun kelihatannya belum begitu digemari, utamanya di kalangan anak-anak. Yup. Windows.

Tapi terlepas dari apapun itu perangkat yang dibekali, ada satu benang merah yang saya yakini menjadi penghubung atau kesamaan pola dalam melakukan aktifitas didalamnya.
Alamat Email.

Alamat email atau selanjutnya kita sebut saja dengan email, merupakan syarat mutlak untuk bisa menggunakan semua perangkat diatas. Minimal untuk bisa masuk kedalam pasar aplikasi secara resmi atau menyimpan semua history dan data selama kita berinteraksi dengan perangkat tersebut.
Untuk membuatnya gampang saja. Gunakan alamat email yang mudah diingat, dan percobaan password tanggal lahir. Sesederhana itu. Toh ini hanya untuk kepentingan perangkat yang nantinya akan digunakan lebih banyak untuk bermain dan belajar.

Langkah kedua, Pengaturan.
Mengingat secara fungsinya, pengaturan lebih lanjut bisa ditujukan kepada operasional mencakup layar, suara, daya tahan batere ataupun aplikasi yang dijalankan atau tidak. Pada dasarnya ya menyederhanakan kinerja perangkat agar tak banyak mengganggu aktifitas sang anak.
Kalau perlu, terkait Notifikasi aplikasi yang barangkali dianggap mengganggu.

Ketiga, suntikan Aplikasi tambahan.
Berhubung yang menggunakan lebih banyak anak-anak, perangkat bisa disuntikkan aplikasi utility yang mampu memblokir konten terlarang atau melaporkan aktifitas sang anak kepada orang tua, atau launcher user interface layar depan yang tidak memungkinkan anak untuk menghapus aplikasi secara tak sengaja. Semacam Lock Layar dalam posisi standby.

Langkah terakhir ya pengisian konten. Apakah berupa permainan yang nantinya akan mengedukasi si anak, belajar memahami pola dan alur, atau hiburan lainnya seperti video musikal ataupun filem keluarga masa kini. Bisa juga tivi series macamnya Marsha dan sejenisnya, ditambah motivasi psikologis untuk menambah semangat mereka.
Orang tua tentu lebih paham kebituhan anak mereka.

Berkaitan yang terakhir diatas, tentu dibutuhkan storage tambahan agar tak membebani kinerja perangkat akan kebutuhan ruang pada storage atau penyimpanan internal. Ukuran 32 atau 64 GB akan memberikan keleluasaan lebih untuk menyimpan dan memutar konten dengan beragam variannya.

Kira-kira begitu Tips hari ini dari saya.


Kamar 932 Hotel Borobudur Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Untuk kelas sebuah hotel di DKI Jakarta, Hotel Borobudur kalo boleh saya cari persamaannya mirip dengan Grand Bali Beach yang ada di Sanur Bali.
Fasilitasnya tergolong lengkap. Areanya luas. Sehingga mereka yang menginap bisa memanfaatkan area taman dan jogging track untuk berolahraga atau menikmati waktu luang dengan optimal.

Kami berdua, saya dan sepupu menempati kamar nomor 954 sementara pimpinan diberikan sebuah kamar yang spesial, setidaknya menurut petugas di front office berhubung kamar dengan satu bed sebagaimana yang Beliau minta kebetulan penuh per hari kemarin. Sembari menunggu tamu yang akan check out, Ibu Kadis kami diberikan kamar sementara dan begitu ada kamar kosong, akan dikontak kembali. Done.

Kamar 932 menjadi spesial, dijelaskan karena secara luasan sedikit lebih besar ketimbang lainnya, dengan fasilitas shower dan bathub yang juga berbeda jenis dengan kamar lainnya. Posisi ada di tengah bangunan di depan lorong kaca menuju lift.
dan Kamar itu memang benar-benar “spesial”.
Setidaknya menurut putrinya Ibu yang selama ini tinggal di Jakarta, malam itu diajak menginap bareng untuk menemani aktifitas Beliau diluar agenda kerja.

Menjadi “Spesial” karena rupanya kamar 932 tersebut ada ‘penunggunya’. Ya. Serius.
A D A P E N U N G G U N Y A.

Edan bener.
Yang melihat ya putrinya Ibu.
Yang kelihatannya ketularan kemampuan melihat dari suaminya. Hiy…

Jadi pas tengah malam, yang bersangkutan terbangun gegara merasa gak enak feeling. Langsung ketakutan melihat sosok wanita berbaju putih duduk di kursi meja tulis pojokan ruangan. Setelah itu melayang dan nemplok di plafond kamar.
Praktis dia gak bisa tidur lagi dan pindah tempat ke bed satunya dimana si Ibu berada.
Dikira kangen ya si Ibu lanjut tidur sambil meluk putrinya.
Baru cerita pas pagi hari, dan ngotot minta Check Out hari itu juga.
Kebetulan deh… hehehe…
Tapi sebenernya si Ibu sempat juga merasakan hal yang sama di sore hari sebelumnya. Saat memilih untuk beristirahat tanpa AC, ruangan malah terasa jauh lebih dingin. Agak kebingungan, namun pikiran masih bisa positif dan mengabaikannya. Baru ngeh setelah denger cerita si anak. Hiy…

Tapi ya ngomong-ngomong soal ‘penunggu’ ya setahu saya rata-rata hotel besar pasti punya cerita yang sama. Katakanlah Grand Bali Beach tadi.
Ada satu kamar yang memang tidak dijual atau ditawarkan kepada tamu lantaran memang khusus diperuntukkan bagi Ratu Kanjeng Roro Kidul. Pernah baca di Intisari. Begitu juga Pelabuhan Ratu di Jogja.
Wajar sih ya.
Dan penunggu ini bisa jadi datangnya dari ‘tumbal’ tak sengaja yang mati saat pembangunan gedung atau memang ada dari sononya.

Jadi ingat cerita memetwitnya Winar. Hehehe…


Ubah Rencana dan Balik Kanan

Category : tentang PLeSiran

Ketika mendapati fakta bahwa agenda hari ini kacau dan kunjungan ke lapangan dibatalkan sepihak, sempat terpikirkan untuk mengajukan perubahan jadwal terbang balik pulang ke Bali ke pagi ini.
Tapi bersyukur pimpinan punya inisiatif lain.
Kami tetap berkunjung ke salah satu lokasi kegiatan yang tadinya menjadi agenda, dan pengajuan perubahan skejul terbang disepakati geser ke sore hari.

GA 420 pukul 16.35.

Ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan perubahan jadwal agenda terbang. Rumit juga mengingat proses gak segampang yang saya bayangkan di awal, tinggal pencet sana sini dan selesai.
Namun harus mengorbankan sejumlah pulsa untuk melakukan kontak ke maskapai, mencatatkan nomor kode booking, nomor tiket, dan lain lain. Harus menunggu 2 menit tiap kali transaksi diproses, dan mengulang kembali proses dari awal ketika telepon terputus. Aduh…

Tapi ndak apa deh… yang penting kita pulang.

Cuma ya gitu…
Jadi sedikit terburu-buru buat packing. Terlanjur diturunkan semua isi tas di hari pertama kemarin. Gak bisa leyeh-leyeh lagi. Harus lanjut kerja lagi.

Ini kali kedua saya menjejakkan kaki di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Yang pertama pas pengalaman nyariin Uber tempo hari trus dapet Driver Tua. Hehehe…
Keren dan Megah. Ya menurut saya pribadi sih ya.
Suka banget dengan desainnya yang meski masih kalah bagus dengan desain Bandara kami di Ngurah Rai Bali. Ini skalanya ya lebih mirip di luar negeri.

Gak sempat lagi beli oleh-oleh kawan. Jadi maaf saja. Tas rasanya sudah numplek gegara nggak punya waktu buat berkemas, diburu jadwal ke lapangan dadakan tadi pagi. dan kepala juga sudah numplek berisikan ide postingan yang hingga sore tadi masih malas buat dituangkan.
Maka jadilah sebagian besar waktu menunggu didalam pesawat, digunakan buat menulis. Draft postingan, untuk dipublikasi saat mendarat di Bali nanti.

Well, kira-kira begitu cerita perjalanan kali ini.
Singkat dan Padat.
Serta penuh cerita.
Semoga kali lain bisa lebih baik lagi.


Berkunjung ke Taman Ayodya Blok M

Category : tentang PeKerJaan

Tadinya agenda hari ini rombongan kami akan berkunjung ke dua tempat. Tanah Abang dan Blok M. Melihat secara langsung paket kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode e-Katalog dengan spesifikasi penataan taman dan penataan pedestrian. Sampe sore.
dan kami berencana balik ke Bali besok sore.

Apa daya semua agenda kacau.
dan Hari ini, kami tidak ada jadwal mengkhusus sebagaimana info dari pemimpin rombongan dan dibebastugaskan.
Kecewa dan bingung.

Namun pimpinan mencoba membijaksanai.
Kami bertiga, memutuskan untuk tetap ke salah satu lokasi tujuan diatas, tentu berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim pengendali dari Bina Marga DKI Jakarta, Ibu Riri.
Great.
Kami mendapatkan kontak salah satu vendor yang saat ini sedang bekerja di Taman Ayodya Blok M. Pekerjaan Pedestrian dan Pembangunan Trotoar.
Adapun vendor penyedia merupakan sebuah perusahaan dengan spesialisasi semen.
Holcim.

Tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 pagi, kami bersua dengan tim lapangan yang dipimpin oleh Pak Prabanto didampingi oleh Pak Dadang, yang bersedia menjelaskan proses kontrak kerja penanganan pedestrian di Blok M, melalui metode e-Katalog. Termasuk bagaimana mungkin yang mengambil pekerjaan lebih identik dengan produsen material.

Dalam kesempatan yang baik ini, kami mendapat banyak ilmu baru dalam hal per-betonan, diantaranya teknologi ThruCrete yang kini mulai banyak digunakan oleh Pemda DKI di sejumlah taman dan pedestrian, sebuah teknologi beton yang mampu menyerap air sehingga tidak menciptakan genangan setempat, juga SpeedCrete teknologi beton yang cepat kering.
Dari penjelasan yang disampaikan sempat pula terbersit di pikiran kami untuk mengaplikasikan teknologi yang sama di paket kegiatan konstruksi kami di Kabupaten Badung baik Jalan Lingkungan Permukiman ataupun Jalan Kabupaten.

Lokasi berlanjut ke Taman Sepeda. Tempat dimana teknologi ThruCrete selesai diterapkan. Sayangnya secara visual sebagaimana penjelasan pak Prabanto, lebih mirip struktur batu yang rapuh, sehingga para pejalan kaki yang melewati konstruksi tersebut lebih memilih menghindar utamanya yang menggunakan high heels. Wajar sih, apalagi kalo para anggota Dewan itu sampai melihatnya. Wah, bisa bonyok kami dimaki…

Matahari kian terik. Jam makan siangpun tampaknya sudah terlewat jauh. Namun semangat tidak kendor sedikitpun mengingat banyaknya pengalaman baru yang didapatkan sesi kedua hari ini. Gak nyesel deh berinisiatif untuk tetap bekerja sesuai jadwal kunjungan.