GPS Status, Pantau Titik Koordinat Sasaran

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk bisa membuktikan kebenaran aksi lapangan yang kami lakoni sejauh ini, salah satu bahan pertimbangan laporan tiap kali diperintahkan turun survey adalah Titik Koordinat sasaran yang dituju.
Jika dulu sebelum mengenal perangkat Android kami selalu mengandalkan perangkat GPS Garmin yang berukuran menyerupai sebuah perangkat PDA Phone namun jauh lebih gembul, serta Selalu kesulitan dalam melakukan pencatatan titik mengingat tenaga yang dikirimkan untuk turun ke lapangan berbeda-beda bergantung pada kebutuhan.

Kesulitan perlahan sirna seiring perangkat Android mulai saya miliki dan eksplore pasca kepemilikan Samsung Galaxy Ace S5800 yang keren jaman itu. Bisa menggantikan perangkat Garmin dengan tingkat perbedaan yang tidak jauh signifikan membuat pelan tapi pasti, GPS Status selalu hadir dalam setiap perangkat Android yang saya miliki.

Berdasarkan hasil koordinat yang mampu dipetakan pada layar Android saat aplikasi GPS Status ini diaktifkan, yang saya butuhkan sebetulnya hanya satu saja. Titik Koordinat Lintang Timur dan Selatan.
Yang seandainya dicatatkan dan diujicoba pencarian melalui halaman Google Maps, keakuratan lokasi bisa dikatakan sungguh memuaskan.
Minimal mampu memberikan gambaran dimana sasaran berada saat tim turun ke lapangan.

Aplikasi GPS Status ini sangat bermanfaat bagi kalian yang kerap berada di lapangan, guna melakukan survey ke sasaran tertentu laiknya kami sebulan terakhir, memverifikasi usulan bantuan rumah di seantero Kabupaten Badung.

Menarik untuk dicoba bukan ?

TubeMate, Mudah Unduh Video di Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menikmati sajian audio visual belakangan ini rasanya memang makin keranjingan dilakoni. Saya yakin kali ini gak sendirian dalam hal begini. Gak hanya melalui halaman YouTube, tapi juga Vimeo atau bisa jadi jejaring sosial pertemanan FaceBook.
Banyak hal menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga, anak atau bahkan teman sekantor.
Jika tak mau ribet menghabiskan kuota hanya untuk melakukan streamin kembali, gunakan saja TubeMate untuk mengunduhnya.

TubeMate, merupakan salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh koleksi video streaming yang ada di sejumlah portal penyedia semacam YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi google Android. Entah kenapa…

Ukurannya yang ringkas, sejalan pula dengan cara penggunaannya. Aktifkan TubeMate, pilih halaman portal penyedianya, cari video lalu unduh dengan cara menekan tombol panah hijau yang ada di sisi atas layar.
Pilih resolusi yang diinginkan, lalu pilih sekali lagi tombol panah hijau yang ada di bawah layar.
Tunggu hingga selesai, lalu buka folder Video di internal Storage, taraaa… Video hasil unduhan sudah bisa dinikmati tanpa harus menghabiskan kuota internet hanya untuk menikmatinya kembali.
Semakin besar resolusi layar yang dipilih, semakin besar pula internal storage yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Ukuran 360 pixel sudah cukup memadai sejauh ini sih…

Kalopun kalian ingin menyimpan Video tersebut dalam format MP3, live music misalkan, bisa pilih format paling bawah. Prosesnya jadi sedikit lebih lama lantaran memerlukan proses konversi. dan apabila kalian menginginkan pengunduhan sejumlah Video dalam sebuah Playlist tertentu, jangan menunggu membuka satu persatu videonya. Cukup buka halaman Playlist, lalu tekan tombol panah hijau di sisi atas layar. Voila… semua akan diunduh bergantung pada sisa kuota yang kalian miliki.

Menarik bukan ?

Night Screen, Lindungi Mata saat Menggunakan Ponsel Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menggunakan ponsel Android sesaat sebelum tidur, menurut para pakar merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi mata pengguna. Apalagi dengan tingkat kecerahan yang tidak diatur sedemikian rupa khususnya oleh mereka yang awam cara pengaturannya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, dalam postingan kali ini saya memperkenalkan aplikasi Night Screen.
Sebuah aplikasi yang menurut saya pribadi, bisa memberikan solusi secara cepat bagi pengguna awam macam kalian yang akan meredupkan layar dalam sekali klik, guna kenyamanan pada mata saat menggunakan ponsel Android di malam hari.

Night Screen dikembangkan oleh Paper Airplane Developers dikemas dalam ukuran yang cukup ringkas untuk sebuah ponsel Android pemula sekalipun.
Disajikan dalam rupa bulan sabit, pasca instalasi pengguna cukup melakukan fungsi aktif/non aktif dalam sekali klik, maka layar ponsel pun akan meredup meski pengaturan default kecerahan pada layar belum di setup sebelumnya.
Jika dianggap belum memberikan rasa nyaman pada mata, tingkat keredupan layar bisa diatur kembali dengan menggeser tombol scroll ke kiri atau kanan pada jendela aplikasi aktif.

Meskipun secara fungsi aplikasi serupa dengan pengaturan kecerahan layar ponsel defaultnya, namun tingkat redupnya layar jauh lebih nyaman dipandang utamanya saat malam hari.
Sayangnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, secara otomatis saat pengguna mencoba mengambil screenshot layar, tingkat keredupan tadi juga ikut serta sehingga menyulitkan pengguna ataupun netizen lain melihat hasil tangkapan layar tersebut.
Perbedaan dimaksud dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut :

Gambar pertama, paling kiri adalah halaman Author aplikasi saat layar ponsel dalam kondisi default sebelum pengaktifan fungsi Night Screen.
Gambar berikutnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, bisa dilihat perbedaan kecerahan layar antara gambar pertama dengan gambar berikutnya (ketiga).
Gambar terakhir, paling kanan adalah gambar hasil tangkapan layar melalui aplikasi Google Play.

Salah satu sisi positif penggunaan aplikasi ini selain fungsi yang diberikan adalah ketiadaan iklan yang aktif sepanjang penggunaan. Jadi aman banget bagi pengguna ponsel Android.

antara Perumahan dan Permukiman

Category : tentang Opini

Sepintas terdengar sama saja, namun secara tugas sebenarnya bidang dimana saya ditempatkan saat ini hanyalah satu dari sekian banyak tugas yang dahulu saya emban ketika masih di Permukiman.
Kini saya hanya fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan Peningkatan Kualitas Rumah saja, tidak lebih.

Secara banyaknya pekerjaan, bisa dikatakan jauh berkurang. Apalagi jika bicara soal tekanan dari luar. Nyaris kini berjalan tanpa beban.
Hanya saja posisi sebagai salah satu dari tiga pion yang membimbing sekian banyak bawahan, tampaknya harus lebih bijak dalam mengambil keputusan. Mengingat dua lainnya seharusnya memiliki beban tanggung jawab yang sama.

Mungkin karena dulu saya mengambil lakon di semua bidang yang kini ada, tugas-tugas baru yang seharusnya sudah dimasak oleh orang-orang baru masih saja dilempar balik untuk diramu ulang mengingat masakan tersebut merupakan ide dan penugasan di awal yang tak pernah bisa selesai dengan baik. Maka itu ya, bingung juga sebenarnya. Mau ambil pekerjaan yang mana.

Tapi seiring pimpinan yang infonya bakalan dikosongkan, antara Perumahan dan Permukiman kelihatannya memang belum bisa ditinggalkan begitu saja.
Mungkin karena history yang masih banyak tercatat dibenak orang, Mungkin juga karena keengganan mereka mengambil beban yang saya wariskan.
Semoga saja bisa menyelesaikan semua itu dengan Baik.

Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan.
Selamat merayakannya bersama Keluarga.
Tetap semangat…

Anugerah Rejeki untuk Pengeluaran yang Tertunda

Category : tentang Opini

Berusaha sedapat mungkin untuk tetap berada pada jalan yang IA pinta sepertinya selalu memberi petunjuk akan semua hal yang terjadi di kemudian hari. Tetap rendah hati dan bersyukur adalah dua hal yang hingga kini saya upayakan tetap dilakoni. Apapun situasi yang terjadi.

dan Rejeki pun selalu ada.

Jika saya memaksakan kehendak, selalu saja ada ujian yang diberi olehNYA agar saya selalu ingat bahwa berupaya namun tidak sesuai dengan jalan yang IA berikan, dapat dipastikan ada saja halangan yang terjadi. Kecil atau Besarnya, tergantung dari sudut mana melihatnya.

Seringkali anugerah rejeki itu hadir tanpa diminta, tanpa dinyana. Namun perlahan semua akan dijawab jua olehNYA.
Bahwa Rejeki yang selama ini ada adalah untuk sebuah pengeluaran yang tertunda saja.
Menghibur meskipun pahit.
Tapi saya yakin Tuhan punya rencana di balik semua itu.

Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan.
Selamat merayakannya bersama Keluarga.
Tetap semangat…

April Mop Tahun 2017 ?

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Hari ini saya jadi sedikit mellow. Gegaranya dapat info bahwa salah satu pimpinan terBaik yang saya miliki, per pagi ini akan dipindahtugaskan ke Unit lain. Kalo ndak salah, hari ini memang ada jadwal pelantikan Eselon II di Kabupaten Badung.

Empat Tahun sudah saya berada dibawah kepemimpinan Beliau. Satu masa yang panjang kalo dilihat dari banyaknya pengalaman didapat sejauh ini.
Mangkel dan kecewa, ah itu sudah biasa.
Yang tidak biasa adalah rasa Bangga yang muncul, saat menyadari bahwa apa yang sesungguhnya Beliau pinta, bisa saya siapkan sebelum dikatakan.
Aneh aja kalo sampai begitu sebetulnya.

Sosok pemimpin yang satu ini mengingatkan saya pada figur Miranda sang pemimpin sebuah majalah fashion ternama pada film Devil Wears Prada yang diperankan oleh Meryl Streep, sosok yang keras pada bawahan namun diyakinkan bahwa ia seperti itu, hanya karena menjalankan tugasnya saja.
Jika sampai mengeluh akan kejamnya perlakuan yang didapat, maka mundur saja. Masih banyak antrean di luar yang rela antre untuk dapat ditempatkan pada posisi kerja sang bawahan.
Edan memang…

Sayangnya ini kali kedua saya kehilangan mentor yang sedemikian hebat menanamkan pola pikir dan etos kerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Badung dari saat menjadi staf di Bina Marga terdahulu sampai duduk di kursi jabatan strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Sehingga sebetulnya saya hanya bisa berharap, bahwa ini hanyalah sebuah April Mop di awal tahun 2017. Mengingat masih banyak rencana yang tadinya akan dilakukan bersama-sama di unit baru, tempat saya ditugaskan kini.

dan Entah bagaimana perjalanan ini akan berproses nantinya…

SmartWatch, Layak Beli atau Balik ke Analog ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di lingkungan saya, hadirnya teknologi jam pintar atau SmartWatch yang kini sudah banyak dibesut oleh berbagai vendor ternama, tampaknya belum mampu menjadi sebuah trend kepemilikan mengingat secara fungsi masih banyak yang belum dipahami, atau bisa jadi dari segi harga masih enggan untuk dijangkau.
Meskipun persoalan yang satu ini saya kira setara bahkan lebih murah ketimbang sebuah jam analog resmi, bukan kawe loh ya, yang dirilis oleh brand jam belakangan ini.

Tapi ya memang kembali pada kebutuhan. Kalo hanya untuk sekedar gaya sih, yang kawe masih boleh dijadikan pilihan.

SmartWatch. Selain fungsi utama untuk menunjukkan jam atau waktu terkini dimana kita berdiam, bisa juga difungsikan untuk hal lain sesuai jualan brand masing-masing.
Samsung Gear S3 Frontier yang saya pilih sejauh ini, lewat gayanya yang sporty, SmartWatch yang dibesut dengan sistem operasi Tizen, bukan Android loh, bisa juga digunakan sebagai pendamping ponsel saat berolahraga ataupun sekadar menikmati hiburan.
Dibekali dengan internal storage 4 GB yang kalau tidak salah hanya bisa digunakan sekitar 1,5 GB saja, Gear S3 ini bisa diajak mendengarkan musik, membaca email atau notifikasi pesan termasuk Whatsapp.
Jika bosan dengan tampilan wajah jam analog ataupun digital bawaan, bisa diganti sesuka kita atau membuatnya sendiri melalui aplikasi Gear S Designer buatan Samsung.

Di luar itu, kelebihan lain dari Samsung Gear S3 ini adalah kemudahan penggantian strap berkat adanya tuas kecil di sisi dalam. Jadi kalo sekedar untuk menyelaraskan warna strap jam dengan gaya fashion penggunanya mah persoalan kecil. He… sandingkan dengan jam konvensional yang cukup sulit gonta ganti strap.

Meski memiliki beragam kemampuan, satu-satunya kekurangan SmartWatch disandingkan dengan jam model konvensional adalah musti rajin charge batere minimal 2-3 hari sekali. Sedang Konvensional paling ganti batere 6-12 bulan sekali, bahkan bisa lebih lama. Cuma proses charge yang dimaksud, untuk seri Gear S3, sangat memudahkan pengguna, karena tinggal taruh pada docking bawaan.

Memilih SmartWatch atau sebuah jam konvensional sebagai hiasan pada pergelangan tangan atau sudah menjadi sebuah kebutuhan, tentu dikembalikan pada personal masing-masing. Apakah memang layak beli atau tidak ?