SmartMP3 Recorder, Rekam Pembicaraan dalam Ukuran Ringkas

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapat kunjungan wartawan lepas media abal-abal secara rutin sebetulnya bukan merupakan aktifitas yang menyenangkan saat berada di kursi panas jabatan mentereng pegawai negeri sipil, dimanapun kalian berada. Saya yakin itu.
Namun untuk bisa meredamnya, bahkan melaporkan kondisi yang ada ke tingkat pimpinan untuk mendapatkan tindaklanjut, membutuhkan bukti otentik dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan, tanpa diketahui pihak lawan bicara, namun ramah penyimpanan storage pada perangkat.

Kalian coba lah aplikasi mantap yang satu ini.
Smart MP3 Recorder.
Jika jeli, aplikasi ini bisa didapat dengan mudah melalui jendela pasar aplikasi, Google Store.

Smart MP3 Recorder.
Sebagaimana namanya, aplikasi ini berfungsi untuk merekam semua pembicaraan dalam bentuk Audio. Ya, semuanya.
Baik apakah itu wawancara resmi ataupun penyadapan akan aksi permintaan uang dan semacamnya oleh pihak pihak yang berkepentingan, hingga dalam adat dan budaya kami ada istilah ‘Nunas Bawos’ dari leluhur yang ada. Tapi eh, itu aktifitas yang sering saya manfaatkan sih ya. Berlaku juga untuk hal lain kok. Hehehe…

Hasilnya berupa file audio dengan format MP3 yang dapat diatur kualitasnya serta didengarkan kembali lewat perangkat yang kalian miliki. Penamaan alan diberikan ketika proses sudah dihentikan. Sesederhana itu.

Yang bagusnya, ni aplikasi dapat dijalankan pada background sehingga secara tampilan saat layar ponsel Android dipamerkan pun, tak akan ketahuan lawan bicara. Jadi kalo mau melakukan aktifitas merekam hal-hal terlarang pun gak bakalan ketahuan mengingat proses bisa dilakukan sembari chat ataupun browsing.

Aplikasi Smart MP3 Recorder ini ditawarkan dalam dua versi, free ataupun Premium. Cuma saya agak bingung apa fitur kelebihan untuk versi Premium yang bisa ditebus dengan pemotongan pulsa ataupun voucher Google Play senilai 35ribu saja. Mungkin salah satunya adalah menghilangkan iklan yang menghiasi layar.

Mencoba Permainan Otak

Category : tentang iLMu tamBahan

Hanya 1 dari 5 orang yang bisa memecahkan Kode Gembok diatas… Kalian Bisa ?

Yuk kita coba…

Petunjuk ke 4, nomor 1, nomor 5 dan nomor 7 diabaikan
Petunjuk ke 1, nomor 1 diabaikan, terdapat nomor 4 atau nomor 6

Petunjuk ke 5,
– apabila nomor 8 yang benar maka nomor 2 dan nomor 9 salah… berarti tidak sesuai dengan Petunjuk ke 3, dimana 2 nomor benar… berarti nomor 8 diabaikan
– apabila nomor 2 yang benar namun salah posisi, maka nomor 8 dan nomor 9 salah… namun melihat dari Petunjuk ke 2 dan ke 3, nomor 2 tidak bisa dianggap sebagai salah satu unsur, mengingat di ketiga petunjuk tersebut tidak ada yang membenarkan posisi nomor 2, berarti nomor 2 diabaikan…
Sehingga dari 2 pemaparan atas petunjuk diatas, nomor 9 merupakan salah satu unsur jawaban Pertama yang ditemukan, namun tidak di posisi Tengah

Petunjuk ke 3, nomor 9 dikatakan Salah Posisi berarti posisi nomor 9 yang Tepat adalah di Kiri.
Ditambah nomor 3 sebagai salah satu Unsur Jawaban Kedua yang ditemukan, namun masih salah Posisi.

Petunjuk ke 2, nomor 2 dan nomor 8 diabaikan, maka nomor 4 merupakan salah satu unsur jawaban Ketiga yang ditemukan, namun dikatakan salah posisi, dan apabila melihat pada Petunjuk ke 1, dimana nomor 4 berada pada posisi Benar, maka di Posisi Tengah.

Kembali pada Petunjuk ke 3 dimana nomor 3 dan nomor 9 merupakan unsur jawaban yang Benar namun dalam Posisi yang Salah, maka nomor 3 berada di Posisi Kanan.

Jadi Jawabannya adalah…
9 4 3

Bagimana pendapat kalian ?

MX Player, Pemutar Video Standar Wajib Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak aplikasi yang saya gunakan sejak awal mengenal perangkat Android, masih setia masuk dalam daftar instalasi hingga hari ini. MX Player ini salah satunya.
Aplikasi Pemutar Video dan juga file audio visual lain yang dikembangkan oleh J2 Interactive ini rupanya sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna Android. Dimana 10 hingga 25 kalinya disumbangkan oleh saya sendiri, mengingat sekian kali memegang perangkat kawan ataupun membelikan baru, aplikasi ini Wajib Hadir Hukumnya sebagai standar di Android, baik ponsel maupun tabletpc.

Kenapa saya begitu mendewakan aplikasi satu ini ?
Ada sisi kemudahan pemakaian disitu, yang ditawarkan oleh pengembang MX Player, dimana hanya dengan melakukan usapan pada layar, beberapa fungsi bisa berlaku sebagaimana harapan pengguna. Misalkan usapan kanan untuk mem-forward durasi pemutaran video, kiri untuk kembali ke awal, naik turun di sisi kanan untuk volume dan naik turun di sisi kiri untuk kecerahan layar. Itu saja sudah cukup sebenarnya.
dan kalo ndak salah, ada fitur ‘lock screen’ nya untuk mengamankan layar dari sentuhan jari anak-anak yang suka asal pencet. He…

Aplikasi MX Player ini dibagikan dalam 2 versi, Free dan Berbayar kisaran 72 ribu untuk fitur tanpa iklan. Persoalan iklan ini memang sedikit mengganggu bagi anak-anak atau mereka yang tidak sadar bahwa diantara barisan video yang ada, terselip iklan dimaksud sehingga tanpa sengaja menekannya dan menghabiskan kuota data yang kita miliki.
dan memang harus saya akui, persoalan tampilan tadi itupun, MX Player tergolong ringkas, bisa menyajikan dalam format folder terpisah sebagaimana susunan files, ataupun files segambreng dengan pengurutan abjad.

Menarik bukan ?

Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3/Max ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Postingan berikut sebenarnya hanya menjawab pertanyaan rekan saya yang berprofesi sebagai dosen STP Nusa Dua, Made Wirautama pemilik blog imadewira, dilontarkan di group Whatsapp Bali Blogger Senin malam kemarin.

Pilih mana, Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3 552 / Max 520 ?

Samsung Galaxy A series setau saya masuk golongan ponsel premiumnya Samsung, sedang J kalo ndak salah, masuk yang golongan terjangkau. Oleh sebab itu rata rata jualan Samsung A adalah ketahanannya terhadap debu dan air.
Dengan internal storage 32 GB dan bedaran RAM 3 GB, bagi saya pribadi sudah cukup mengingat secara aktifitas jarang menggunakan games atau aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang besar.
Apalagi slot eksternal card yang terpisah dengan slot Dual Sim. Artinya bisa nambah kapasitas buat belasan filem berdurasi panjang tanpa mengganggu fungsi sim 1 yang biasanya saya gunakan utk internetan (bisa diganti jika ndak berkenan dengan operator tertentu), dan sim 2 untuk disematkan nomor ponsel permanen.
Cuma ya karena kebutuhan saya saat ini adalah daya Besar. Jadi jelas jika pilihannya A5 ya langsung dicoret dari daftar…

Dibandingkan dengan Asus yang 552 (Zenfone 3) atau yang 520 (Zenfone 3 Max), yang membuat saya kurang suka jika dilihat diatas kertas dari halaman compare di gsmarena adalah keberadaan slot eksternal card yang menjadi satu dengan slot sim card 2. Jadi ya fungsinya jadi agak terbatas.
Kalian sebagai calon pengguna harus bisa memilih, mau nyimpen belasan filem tapi kartu sim card ya pake nomor permanen cuma musti puas dengan paket internet yang ada atau sebaliknya, storage terbatas tapi kartu sim bisa leluasa.
Tapi semoga saja infonya salah… jadi bisa di cek dulu secara fisik di gerai ponsel terdekat.

Lainnya sih sama saja saya lihat, cuma Zenfone baik 3 maupun Max lebih luas jaringannya. Jadi kalo mau melali ke Taiwan, India atau Brazil, Asus masih mampu dibawa ketimbang Samsung.

Kalo diminta milih diantara kedua Asus, saya tentu pilih yang Max, secara kapasitas batere lebih besar. Ya kembali pada kebutuhan utama lah…
Tapi kalo boleh milih diluar itu ya yang seri Max 3s. Ponsel milik Asus yang dirilis resmi di India dengan kapasitas baterenya yang memuaskan.
Di lapak online macam Tokopedia, ada yang jual kok, saya lihat.
Pengalaman pake Samsung Galaxy A9 Pro, sudah gak worry lagi soal batere habis di siang/sore hari. Charge kini hanya malam sekali saja. Pagi sampe malam berikutnya ya tinggal pakai.

Sayangnya lagi, dibanding Samsung A5, kedua seri Asus ndak punya sertipikat daya tahan air dan debu. Jadi kalo nyemplung ndak sengaja ya musti kering benar sebelum dinyalakan lagi.

Kira-kira begitu…

Asus Zenfone Max 3s, Terjangkau dan Tahan Lama

Category : tentang TeKnoLoGi

Puas dengan kinerja Samsung Galaxy A9 Pro tempo hari dalam hal ketahanan batere yang mampu digelar seharian online tanpa perlu bingung cari colokan atau tanpa ribet bawa serta Power Bank, rasanya jadi pengen mencoba alternatif lain, dengan kemampuan kurang lebih setara untuk pertimbangan utama ini, namun dengan harga yang lebih terjangkau. dan kalo bisa sih ya, tanpa mengurangi kemampuan kinerja ponsel dalam operasionalnya sehari-hari dalam mendukung pekerjaan atau hiburan dan sosial media.
Beruntung saya bertemu kawan lama yang menyodorkan Asus Zenfone Max 3s, ponsel bertenaga yang kelihatannya dipasarkan bukan untuk pasar lokalan sini.

Dilihat secara visual, penampilan Asus Zenfone Max 3s ini bisa dikatakan cukup menawan. Bahan metal pada bodi, benar-benar menyiratkan kekhasan Asus sejauh ini. Hanya terpaut 1 mm saja untuk urusan ketebalan bila disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy A9 Pro yang saya gunakan saat ini. Sementara baik spek dan lainnya diatas kertas bisa dikatakan setara.

Hadir dengan layar yang lebih kecil ketimbang A9 Pro, Asus Zenfone Max 3s ini sempat menghadirkan dugaan akan daya tahan batere yang lebih baik. Namun lantaran keterbatasan waktu yang diberikan pemilik ponsel untuk bisa mengoprek lebih jauh, sampai hari ini tampaknya saya belum beruntung membuktikannya. Meski demikian perlu diapreasiasi lantaran sepanjang pemakaian, sisa prosentase pasca penggunaan panjang masih setara dengan A9 Pro.

Penggunaan jenis prosesor Mediatek 1,5 GHz OctaCore tampaknya menjadi salah satu penyebab harga jual yang sedemikian terjangkau. Namun ketika dipadu dengan memory RAM 3 GB dan Internal Storage 32 GB, secara awam saya cukup puas dengan kinerjanya. Mengingat ponsel Android bisa dikatakan sangat jarang menyisakan RAM tak terpakai meski saat berada dalam kondisi standby sekalipun. Beberapa aplikasi yang didaulat secara multitasking, saat dibuka kembali, tidak lagi mengulang startup screen laiknya ponsel sejenis di kisaran harga yang sama. Untuk hasil benchmarking menggunakan Antutu, Zenfone Max 3s berhasil menggapai angka 40ribuan poin. Edan…

Sebagaimana ponsel seri lainnya yang mengusung nama besar Asus, Zenfone Max 3s tentu saja telah siap digunakan dengan mengadopsi User Interface Zen 3.0 yang kata kawan saya, @BlogDokter pengguna setia Asus, merupakan antarmuka terlengkap dan ringkas sejauh ini. Sementara sistem operasi sudah menggunakan Android rilis terbaru yaitu versi 7.0 Nougat yang artinya jika kalian termasuk yang beruntung bisa menggenggam ponsel berkekuatan daya batere 5000 mAh ini, ya ndak usah khawatir akan pembaharuan sistem operasi lagi satu dua tahun mendatang.

Urusan kamera, Asus Zenfone Max 3s sudah dibekali resolusi 13 MP untuk bagian punggung dan dilengkapi dengan dual Flash, sedang urusan selfie, kalian akan mendapati lensa 8 MP di sisi depan ponsel. Lumayan bukan ?

Secara resminya, ponsel ini keknya ndak bakalan kalian temukan di pasar lokal. Karena untuk Indonesia, Asus merilis seri Zenfone 3 Max dengan 2 varian yang sama-sama dibekali dengan kapasitas batere sekitar 4100 mAh. Sementara ponsel satu ini rilis di India Februari lalu.
Sehingga satu-satunya opsi yang ada adalah onlineshop dengan harga jual sekitaran 3 jutaan, bergaransi Distributor.

Apakah ponsel ini cukup worthed untuk dibawa pulang ? Ya bergantung pada kenekatan kalian aja mengingat ni ponsel tergolong gak resmi kalo dipake harian di Indonesia.
Namun sebagaimana ponsel lawas saya era pdaphone berbasis Windows Mobile tahun 2005/2006 yang saat itu tergolong kasus yang sama, woles aja ketika kalian paham pola penggunaannya. Karena toh ketersediaan bahasa Inggris internasional sudah ada secara default ketika terjadi proses Hard Reset pada ponsel sewaktu-waktu.

Eksplorasi Wajah Samsung Gear S3 Lebih Jauh

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelebihan yang dimiliki smartwatch dibandingkan jam konvensional biasa adalah kemampuannya untuk berganti wajah dengan mudah. Bergantung pada keinginan kalian, pengguna. Apakah menyukai wajah model Analog, Digital, dalam tampilan sederhana atau informatif, bahkan tidak biasa.

Secara bawaan, terdapat 15 wajah Samsung Gear S3 yang tersedia dalam aplikasi Samsung Gear yang dapat diunduh melalui pasar aplikasi khas Samsung. Dari tampilan Analog dengan berbagai pilihan chrono, Digital dengan berbagai informasi pilihan dan juga kesehatan, atau tampilan futuristis yang syukurnya sangat didukung oleh penampilan model Gear S3 Frontier dengan kesan Sporty. Jadi jangan khawatir terlihat aneh ketika digunakan.
Apabila pengguna belum puas dengan wajah bawaan Samsung Gear S3 pada aplikasi diatas, kalian bisa menambahkannya melalui halaman yang sama di sisi bawah, atau membuka Samsung Galaxy Apps untuk pilihan wajah dengan berbagai kriteria. Untuk versi berbayar, pembelian bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, sedang versi Free ya tinggal instalasi dan apply ke layar Gear.
Sesimpel itu.

Masih dari halaman aplikasi Samsung Galaxy Apps, saya menemukan aplikasi tambahan yang dikembangkan oleh Apposter ditengah pilihan wajah yang mengedepankan nama Samsung yaitu Mr.Time.
Aplikasi ini selain memberikan beragam pilihan wajah tambahan bagi perangkat Samsung Gear S3, menyediakan opsi pembuatan wajah smartwatch sendiri sesuai keinginan pengguna, yang diesksekusi melalui layar ponsel kalian tentu saja.

Ngomong-ngomong soal aplikasi khusus yang dapat membuat sendiri desain wajah smartwatch, ada juga aplikasi desktopPC yang dikembangkan oleh Samsung dengan nama Gear Watch Designer. Aplikasi ini mirip dengan aplikasi desainer lainnya seperti photoshop atau video editing dimana hasilnya dapat diujicoba dahulu pada smartwatch milik sendiri melalui prosedur dan langkah yang telah disiapkan pada tutorialnya.

Seandainya pun pilihan yang ada belum juga menemukan yang pas, kalian bisa menginstalasi aplikasi tambahan yang ada di pasar aplikasi milik Google yaitu WatchMaster.
Selain menyediakan beragam pilihan wajah premium yang sayangnya minim inovasi, WatchMaster juga menyediakan opsi pembuatan wajah smartwatch bagi pengguna Samsung Gear S3 seperti halnya Mr.Time yang dieksekusi melalui layar ponsel.
Mengapa minim inovasi, bisa jadi lantaran basis os masih menggunakan Android, yang rata-rata memiliki fungsi terbatas.

Berikut empat wajah smartwatch Samsung Gear S3 yang menjadi favorit saya sejauh ini. Baik yang merupakan bawaan perangkat, yang diambil dari Galaxy Apps, Mr.Time maupun WatchMaster.

DKI Jakarta Punya Gubernur Baru, Selamat ya…

1

Category : tentang Opini

Wiii…
Selamat ya pa Anies dan pa Sandi…
Akhirnya lolos lubang jarum juga ke kursi Gubernur DKI… Ini adalah kemenangan kita semua, bahkan termasuk saya yang bukan Warga DKI Jakarta, makanya ndak mencoblos pa Ahok. Hehehe…

Lebih dari 51 % hasil Quick Count nya kalo ndak salah.
Itu artinya ya Mayoritas Penghuni Jakarta memang sudah bosan memiliki Gubernur yang punya mulut comberan, tukang gusur, gak se-Iman dan Penista Agama…
atau Bisa juga ya Mayoritas Penduduk Muslim di Jakarta memang Takut Masuk Neraka…

dan ketika pa Anies yang dulu katanya dipecat pa Jokowi gegara nda becus mimpin Kementrian Pendidikan padahal tingkat serapan anggarannya terbesar, malah bisa jadi memang sengaja dilengserkan agar bisa punya kesempatan duduk di kursi Gubernur DKI. Ya siapa tahu kan ?

Jadi, kedepannya Jakarta bakalan jadi Role Model lagi bagi daerah lainnya. Baik dari segi tata pengelolaan pemerintahnya, kualitas pelayanan birokrasi hingga ke persoalan toleransi umat beragamanya. Serta titik akhir dari semua itu adalah tingkat korupsi yang hadir ditengah-tengah kepemimpinan, apakah memang bertujuan mensejahterakan masyarakat Jakarta dan membangun kepercayaan atau apalah ? He…

Saya harap siy PilGub Bali tahun depan bisa lebih adem ketimbang DKI Jakarta…

Tapi ah, Saya jadi ingat cerita pendek di halaman akhir Intisari beberapa waktu lalu. Dimana seorang lelaki di sebuah desa berada dalam posisi terancam banjir bandang yang akan menghantam rumahnya…
Ketika Pak eRWe datang dan memintanya pergi meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri, si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
Pak eRWe pun pergi meninggalkannya…
Tidak lama ketika air sudah naik ke lantai 2 rumah si lelaki, pasukan SAR yang membawa perahu karet pun datang menghampiri dan meminta si lelaki untuk naik menyelamatkan diri, namun lagi lagi si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
dan Pasukan SAR pun beranjak Pergi untuk menolong warga yang lainnya.
Saat banjir sudah setinggi atap dan si lelaki mulai tampak kebingungan di atas genteng rumahnya, sebuah Helikopter polisi datang mendekati dan berteriak agak si lelaki menjangkau tali temali yang diturunkannya, dan lagi lagi si lelaki berkata ‘akan ku tunggu Tuhanku, aku yakin Dia akan menolongku…’
dan Helikopter itupun berlalu mencari warga desa yang tersisa…

Tak berapa lama, banjir bandangpun akhirnya menghanyutkan rumah serta menewaskan si lelaki tersebut.
Saat bertemu dengan Tuhan, ia pun melayangkan protes sambil marah-marah. “Tuhan, aku menyembahmu setiap hari, tapi ketika aku butuh pertolongan dariMu, tak kudapatkan itu…”

Tuhanpun menjawab…
“Aku sudah mengirimkan pak eRWe kepadamu, tapi kau tolak… Aku kirimkan pasukan SAR, kau tolak juga… bahkan ketika Helikopter kudekatkan, kau tolak lagi… lalu Pertolongan apa lagi yang kau harap dariku ?”

Menanti Hasil Pilkada DKI

Category : tentang Opini

Akhirnya datang juga…
Hari yang dinanti…
Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta rasa PilPres…

Saya sebenarnya ngeri sendiri kalo ngeliat perkembangan politik di DKI.
Macam Muslim vs Non Muslim…
Tapi sesungguhnya ini adalah pertempuran antara Muslim Radikal yang ingin meruntuhkan keBhinekaan dengan Muslim Moderat yang ingin mempertahankan NKRI.

Dan melihat apa yang terjadi selama Pilkada DKI, saya sebagai bagian dari kaum minoritas, non muslim, terkadang merasa lucu atau geli saat melihat kekhawatiran sebagian umat Muslim yang khawatir pindah keyakinan atau masuk Neraka apabila memilih atau dipimpin oleh mereka yang Non Muslim.
Aduh…
Hidup ya dijalani saja. Persoalan mati, toh ada kehidupan selanjutnya… yang secara rasa, saya yakin tidak akan kita alami sebagaimana kehidupan saat ini. Tapi ya gimana ? Ini soal keyakinan…

Pula ada rasa khawatir apabila kaum Radikal sampai menguasai DKI, ya siap siap saja PilPres depan bakalan bernasib serupa.
Bersyukur sudah menghapus akun FaceBook dari lama… kalo ndak, yakin banget bakalan stress baca linimasa sosial media.

Menanti Hasil Pilkada DKI…
Sore nanti kayak apa ya Jakarta ?

Cerita dibalik Proses Verifikasi Usulan Bantuan Rumah Kabupaten Badung

Category : tentang PeKerJaan

Tim kami terdiri dari 14 tenaga kontrak usia muda yang direkrut melalui berbagai kegiatan dibawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Tahun Anggaran 2017. Membimbing mereka laiknya melihat ke masa lalu dimana saat saya seusia mereka, yang namanya semangat dan juga idealisme masih begitu menggebu. Bisa jadi lantaran belum ada beban dan tanggung jawab besar yang dipikul pada bahu.

Mereka kemudian dipecah menjadi 7-8 Tim kecil, bergantung pada stok pendampingan yang ada dan juga waktu serta kesempatan. Tidak ada istilah kawan spesial diantara mereka, sehingga mau tidak mau harus siap bertugas dimanapun ditempatkan, pula dengan siapapun kawannya.

Jika di awal proses Verifikasi mereka dilepas begitu saja tanpa pendampingan, kini setelah dua kali evaluasi, ada pendampingan khusus dari kami, tenaga berseragam cokelat. Ini dilakukan semata-mata untuk memberikan suntikan semangat bagi mereka yang diturunkan ke medan tempur, serta menciptakan rasa bersaing sehat antar tim dalam satu hari kerja yang sama.

Selain berusaha mengayomi lantaran jiwa muda mereka yang cenderung meledak-ledak, kami pula wajib memantau setiap pertanyaan yang muncul bail secara langsung di lapangan atau lewat group whatsapp, dan sigap menanggapi. Kalau tidak ? Bakalan jadi rame. Hehehe… dan seperti biasanya, musti ada selingan humor atau rewards bagi mereka disela kesibukan kerja.

Menjaga kinerja tim menjadi pekerjaan rumah terbesar yang kini sedang saya hadapi. Bagaimana caranya agar mereka bisa produktif sejak jam kerja pagi dijelang, hingga pasca makan siang dan waktu pulang. Dari membagi porsi, menyediakan makan siang bersama, hingga menyiapkan daftar rumah tangga sasaran setiap harinya, baik yang masuk dalam proses melanjutkan hari sebelumnya, atau sama sekali baru hasil berburu sehari dua sebelumnya. Proses ini mengingatkan saya pada agenda kerja tahun 2014, saat dimana secara nekat melakukan kunjungan satu persatu ke desa kelurahan di seantero wilayah kabupaten Badung, untuk menularkan visi dan misi yang kita inginkan demi efektifitas kerja nantinya. Jadi tambah semangat pasca kebosanan menangani jalan lingkungan 3,5 tahun sebelumnya.

Ada rasa haru ketika kami masuk door to door ke rumah warga di lingkungan desa atau kelurahan kabupaten Badung, menemukan fakta lapangan bahwa masih banyak dari mereka yang memang benar berada dibawah garis kemiskinan sementara Badung merupakan penghasil PAD terbesar di Provinsi Bali ini. Meski ada juga rasa jengkel yang tercipta lantaran ngototnya sebagian kecil atau oknum masyarakat untuk bisa diprioritaskan sebagai calon penerima bantuan, sementara menurut kaca mata kami, mereka ini sudah tergolong mampu ketimbang lingkungan dimana mereka berada. Hanya atas dasar pemerataan pemberian bantuan atau faktor kedekatan dengan aparat yang terlibat, mereka berupaya untuk mematahkan semua aturan yang ada. Miris…
Meski ada juga yang memang sudah paham Aturan ataupun keinginan pimpinan teratas, dan menyerahkan sepenuhnya keputusan yang nantinya akan diambil.

Namun bagaimanapun juga, kami hanyalah manusia biasa.
Ketika berhadapan dengan masyarakat yang sudah berupaya menerima kami sejak awal, ada satu dua gratifikasi yang diberikan dengan bahasa kedekatan mengingat kami bekerja toh juga untuk kepentingan mereka. dan semua itu musti dijaga dengan benar agar tidak sampai ada pungutan liar atau permintaan uang kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Tapi kalau hanya sekedar dua jerigen tuak yang baru turun dari pohonnya, ya tak apalah. Selama tidak membuat mabuk dan membuyarkan kinerja yang lainnya.

Catatan terkait Proses Verifikasi Usulan Bantuan Rumah Kabupaten Badung

Category : tentang PeKerJaan

Untuk bisa mendapatkan Bantuan Rumah yang terbagi atas tiga kategori dan nilai dari APBD Badung Tahun 2017 ini, kalian wajib melewati proses Verifikasi yang kami lakukan sejak awal bulan Maret lalu. Proses Verifikasi ini selain bertujuan untuk memilah usulan calon penerima bantuan yang disampaikan oleh masing masing desa atau kelurahan di seantero wilayah kabupaten Badung, pula untuk memperkecil peluang salah sasaran sebagaimana yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Tadinya, satu persyaratan utama yang diberlakukan oleh Dinas Sosial dalam menentukan calon penerima bantuan rumah adalah masuk dalam database rumah tangga sasaran penerima beras miskin yang ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Badung tahun 2015, pasca temuan BPK di waktu lalu, yang menegaskan agar Bantuan harus menuntaskan terlebih dahulu daftar penerima tersebut sebelum berupaya memasukkan usulan diluar daftar.
Hal ini serta merta dipatahkan oleh pimpinan yang menegaskan kembali agar kami mampu mengakomodir semua usulan bantuan rumah tanpa terkecuali, dengan melakukan prioritas ulang berdasarkan kebutuhan yang ada.

Ketika nama kalian masuk kedalam daftar rumah tangga sasaran penerima bantuan beras miskin, sebenarnya bisa dikatakan pula bahwa kalian tergolong masyarakat miskin dengan penghasilan utama dibawah upah minimun rata-rata provinsi.
Disamping itu, persyaratan tambahan lainnya adalah ‘belum pernah mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah selama 10 tahun terakhir’ serta ‘ tidak memiliki barang yang dapat dijual secara cepat senilai minimal 30 juta rupiah’. Kira-kira begitu legalitas utama yang kami berlakukan sebagaimana aturan yang ada dalam menentukan calon penerima bantuan rumah di kabupaten Badung.

Ada Tiga kategori Bantuan Rumah yang diberikan sebagaimana isi postingan Verifikasi Usulan Bantuan Rumah di Kabupaten.Badung yang diturunkan hari Sabtu, 15 April lalu yaitu senilai 55 Juta rupiah untuk mereka yang masuk dalam kategori kepemilikan rumah dengan tingkat kerusakan berat atau belum memiliki rumah, 30 juta rupiah untuk peningkatan kualitas rumah sehat yang memenuhi syarat kepemilikan rumah dengan tingkat kerusakan sedang, dan 15 juta rupiah untuk mereka yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah dengan tingkat kerusakan ringan pada bangunan rumah yang dimiliki.

Disamping kepemilikan rumah, yang gak kalah pentingnya lagi adalah persoalan legalitas tanah yang ditempati. Khusus untuk Bantuan Rumah yang kali ini masuk dalam kelompok Rumah Swadaya, legalitas tanah menjadi penting.
Tidak masalah apabila tanah merupakan warisan orang tua, duwe tengah atau milik bersama, bahkan ayahan desa, yang penting bukan berstatus Kontrak. Jadi yang merupakan warga pendatang, yang kos di lahan orang, meskipun miskinnya gak ketulungan ya gak bakalan bisa dibantu. Dijamin bakalan salah sasaran. Yang ada ketika rumah mereka diperbaiki, usai itu si penghuni diusir pemilik rumah.
Bisa dipahami kan ya ?

Selebihnya, persyaratan yang kami berlakukan gak seUrgent catatan diatas tadi. Akan tetapi minimal ada Pernyataan akan keseriusan untuk mewujudkan perbaikan kualitas rumah atas bantuan dana yang diturunkan, tidak dialokasikan ke pembelian sembako, bayar hutang, apalagi beli motor baru.
Jangan ya. Jangan sekali-kali mencoba. Karena akan ada upaya hukum setelahnya.

Verifikasi Usulan Bantuan Rumah Kabupaten Badung

Category : tentang PeKerJaan

Satu bulan belakangan ini, saya dibebani tanggung jawab untuk menyelesaikan proses Verifikasi Usulan Bantuan Rumah di Kabupaten Badung untuk Tahun Anggaran 2017 bersama tim kerja yang pada akhirnya dibagi dua untuk lebih mengefektifkan waktu kerja dan produktifitasnya. Satu tim terdiri dari 7-8 group dilepas ke lapangan dan saya komandoi satu persatu, tim yang lain tetap standby di kantor untuk melakukan tabulasi data hasil verifikasi lapangan tadi.
Sungguh nikmat rasanya menjalani rutinitas baru setelah bosan membidani Jalan Lingkungan selama 3,5 tahun kemarin.

Proses Verifikasi Usulan Bantuan Rumah di Kabupaten Badung ini merupakan awal kegiatan sebelum nantinya akan menurunkan bantuan rumah bagi 1.700an Rumah Tangga Sasaran yang dibagi atas 625 RTS untuk pembangunan rumah baru dengan nilai bantuan sebesar 55 Juta Rupiah per RTSnya, 625 RTS untuk Peningkatan Kualitas Rumah Sehat atau PKRS yang hingga tahun ini masih ditangani oleh Dinas Sosial dengan nilai bantuan sebesar 30 Juta Rupiah per RTSnya, 440 RTS untuk Peningkatan Kualitas rehab ringan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR dengan nilai bantuan sebesar 15 Juta Rupiah per RTSnya, dan terakhir Bantuan Rumah akibat Bencana bagi 20 RTS lainnya.
Total anggaran yang digelontorkan oleh Bupati Badung ini adalah 60an Milyar Rupiah hanya di tahun 2017 ini dan akan berulang di tahun berikutbya hingga target Tuntas pada tahun 2019.

Menarik Bukan ?

Adapun proses Verifikasi Usulan Bantuan Rumah di Kabupaten Badung ini sebenarnya sudah dimulai pada bulan Maret lalu, namun setelah melakukan dua kali Evaluasi pelaksanaan kegiatan tampaknya masih jauh dari harapan. Sehingga dalam dua minggu terakhir, diputuskan untuk merombak pola dan metode survey lapangan.
Tantangan inilah yang nyaris membuat saya pribadi jarang menulisi blog lagi mengingat waktu kesibukan yang luar binasa namun memberikan inspirasi lebih untuk dituliskan. Hanya inspirasi, belum sampai ke waktu menuliskannya. Hehehe…

Proses ini berjalan sedemikian rupa diawali dengan invasi tim ke Desa Taman Kecamatan Abiansemal, lalu menyebar di sisi Mengwi Selatan, lanjut menyusur ke wilayah Utara. Satu demi satu Desa/Kelurahan yang data usulannya kami miliki, dituntaskan agar tahun depan, harapannya tak ada lagi proses yang sama berulang kembali.
Bagaimana cerita dibalik itu semua ?

Simak di postingan berikutnya.