Menu
Categories
Ketika Pengerupukan, Ogoh-Ogoh dan Perayaan Nyepi menjadi Hal yang Biasa
March 27, 2017 tentang KeseHaRian

Selamat Tahun Baru Caka 1939 untuk semeton tiang sareng sami, pengunjung halaman www.pandebaik.com dimanapun kalian berada.
Ini adalah kali kesekian perhelatan Hari Raya Nyepi yang kami lalui tanpa kesan… Ya, Tanpa Kesan.

Pengerupukan yang diramaikan oleh pawai Ogoh-ogoh sejak sore hingga dini hari, sehari sebelum Nyepi, kami lalui dengan melaksanakan Upacara sejak pagi hingga siang, dilanjutkan dengan keliling kota bersama keluarga, melihat-lihat hasil kreasi Ogoh-Ogoh di seantero Denpasar.
Usai itu, kami meninabobokan anak-anak dan sore lanjut dengan upacara, menonton pawai sebentar, lalu mengabaikan dan menikmati istirahat malam di tengah hiruk pikuk gambelan.
Sedangkan Hari Raya Nyepi, dilalui laiknya hari biasa, dengan mengurangi penggunaan lampu, nyala api, keluar rumah hingga hingar bingar suara di halaman.
Begitu berulang, dan memang tanpa kesan.

Entah kenapa, makin kesini semua menjadi Hal yang Biasa.

Bisa jadi karena Hari Raya Nyepi disadari betul sudah dilalui setiap tahunnya dengan ritual dan rutinitas yang nyaris sama. Kami tak pernah menghindari Nyepi dengan liburan panjang ke luar pulau, Kami juga tetap berupaya patuh pada larangan dan edaran pemerintah sejak awal mengenal Nyepi.
Jadi memang Nyepi merupakan Hal yang sangat sangat Biasa.

Ini rupanya menular juga pada anak-anak.

Kami tak lagi betah menonton lewatnya puluhan Ogih-Ogoh di depan rumah, yang memang menjadi jalur strategis bagi mereka yang mengarak hasil karya hingga pulang balik ke tempat asal masing-masing. Hanya sebentar saja. Dan ketika sudah dianggap cukup, kami kembali pulang dan beristirahat.

Tapi dulu memang pernah mengalami masa-masa dimana usaha mengarak Ogoh-Ogoh sengaja melewati jalur yang tak disepakati Desa sebelumnya, hingga nyampe rumah sudah melewati tengah malam, pergantian hari.
Capek menjalankan kewajiban dan lelah selama di perjalanan, berkali-kali dilalui.
Demikian halnya dengan berburu Ogoh-Ogoh setiap hari. Mempublikasi semuanya melalui Sosial media. Namun kini sudah tidak lagi.

Apa ini karena yang namanya pendewasaan diri juga pikiran sudah mulai masuk dan menggantikan masa muda yang menggebu-gebu ?
Atau yang namanya proses perayaan Nyepi memang tak lagi segempita dahulu ?

Atau Kalian juga mengalami hal yang sama ?

Leave a Reply
*