200 Notes Sekali Waktu Dua Tahun Terakhir

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perjalanan menulis di blog pribadi www.pandebaik.com tidak lepas dari peran aplikasi Evernote gratisan yang dulu menjadi bundling paket pembelian ponsel Samsung Galaxy Note 3, menggantikan aplikasi Memo bawaan Tab 7+ yang pernah dimiliki sebelumnya.

Kenikmatan menyusun kalimat dan menyimpan atau mempublikasikan satu dua catatan pada halaman blog, memberi warna tersendiri akan rutinitas penulisan, baik dengan maksud dibaca banyak orang maupun untuk konsumsi diri sendiri atau orang yang dituju secara khusus.
Maka tidak heran kalau setiap kali dilakukan pembersihan Notes secara berkala, paling tidak ada 200an catatan yang tersimpan, dengan topik penting atau tidak, siap dieksekusi lebih lanjut.

Banyak rekan yang tidak percaya bahwa Aplikasi EverNote ini amat sangat membantu aktifitas harian dan kerja selama ini, utamanya saat membaca panjangnya tulisan yang dihasilkan dalam setiap Notes yang ada.
Edan, kata mereka…

Tapi ya memang begitu adanya.

Untuk kalian yang ingin mencoba mengikuti, nda ada salahnya untuk diuji test dulu, toh nda ada rugi rupiah yang harus dikeluarkan demi mendapat sebuah aplikasi EverNote.
Atau malah sudah punya aplikasi andalan lainnya yang serupa ?

Tuhan Punya Rencana Sendiri

Category : tentang DiRi SenDiri

Saya masih bisa mengingat di awal Januari lalu, saat sebagian besar orang di luaran termasuk kawan dan rekan kerja masih riang terbawa suasana Tahun Baru, saya terduduk lemas di kursi ini, usai rapat terbatas dengan pimpinan di gedung paling barat, membahas proses Pemutusan Kontrak pada salah satu kegiatan kami di tahun 2016 lalu.
Hanya menangis yang saya bisa.
Karena tau bahwa nyaris tak ada satupun langkah nyata yang bisa dilakukan untuk memutarbalikkan waktu ke masa sebelum keputusan itu disampaikan.

Perjalanan panjang pun dimulai.

Nyaris tak ada semangat lagi yang saya rasakan sejak itu. Hari demi hari, terlalu berat untuk saya lalui. Bahkan sempat saya merasa sakit melihat layar ponsel yang baru usai diinstalasi aplikasi maskapai penerbangan, sebagai bentuk persiapan keberangkatan saya ke Surabaya dan Jakarta, menindaklanjuti dan menyelesaikan semuanya.

Tuhan Memang Punya Rencana Sendiri.
Istri saya berkali-kali mengingatkan, agar tetap berserah pada-Nya, sambil tetap memohon agar semua jalan bisa dipermudah dan dilancarkan.
Tidak lupa saya mengingat nasehat pimpinan tentang ‘Reaksi dan Respon’.

Saya bersyukur semua bisa berjalan tanpa diduga sebelumnya. Tak pernah terbayangkan jika hari ini akan datang.

Kini ketika upaya sudah sedikit membuahkan hasil, saya rupanya kembali terduduk di kursi yang sama. Masih dengan masalah yang sama, namun berbeda suasana.
dan Saya kembali menangis namun hanya di dalam hati.
Merasa bahagia bisa melewati semuanya tanpa harus marah-marah, atau menyalurkan energi negatif pada orang lain.
Inilah ‘Respon’ yang pernah pimpinan ceritakan sebelumnya.
Berat memang, tapi bisa bikin bangga diri sendiri.
Nda nyangka saja saya bisa melakukannya…

Lantai 2 Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, depan ruang Kepala Dinas sisi selatan…
Untuk semua yang pernah terlibat dalam proses ini.
Terima Kasih.

Anak Anak sejauh ini

1

Category : tentang Buah Hati

Lahir bulan Maret tahun 2008 silam, Mirah putri pertama kami kini sudah menginjak usia delapan tahun. Sudah kelas 3 SD. Perawakannya tinggi jika dibanding anak seusianya. Mengambil porsi bapaknya. Boros di kain. Hehehe… Menari tak lagi menjadi hobi, sudah bergeser ke mainan Slime yang ndak jelas maksudnya itu. Sayang memang, tapi kelihatannya ia sudah mulai bosan akan rutinitas hariannya. Biarlah ia mengambil nafas dan beristirahat sejenak.

Sementara Intan, putri kedua kami lahir Oktober tahun 2012 lalu, kini sudah menginjak usia 4 tahun. Setidaknya apa yang ia cita-citakan hampir setiap hari terkait tiup lilin, potong kue, dan hiasan Frozen sudah terlaksana meski dalam edisi hemat. Kami mencoba memasukkannya di pendidikan PG saat tahun ajaran baru kemarin. Untuk mengenalkan ia pada dunia sosial, serta belajar berinteraksi dengan orang dewasa lainnya. Meski badannya mengambil porsi sang Ibu, pipi chubby dan kelakuan asalnya itu tetap saja mengambil porsi Bapaknya. Anak gado gado kalo menurut kami.

Tak lupa dengan si Bungsu Ara, hadir ke dunia bulan Februari tahun 2015, lama di rumah sakit untuk menyembuhkan sakit yang ia derita dari dalam kandungan. Cerita sedih tentu saja. Kini ia sudah berusia satu tahun delapan bulan. Baru saja bisa berjalan tanpa pegangan, kalo ndak salah sekitar sebulan terakhir ini. Selain itu ia baru bisa mengucap beberapa kata. Yang paling fasih sih memanggil ‘Bapak’ atau yang serupa, meminta ‘jajak’. Sementara saat memanggil ‘Bu’ dan ‘Nik’, suaranya terdengar agak kedalam, tidak selepas dua kata sebelumnya. Ia juga masih belajar mengatakan nama sang kakak. Sangat membahagiakan jadinya.

Anak Anak Sejauh Ini

Tiga putri kecil menghiasi keseharian kami.
Cerita yang bisa dibagi, selayaknya dongeng dan novel yang mengisahkan tiga gadis bersaudara seperti Kwak Kwik Kwek, 961-169-691, atau Three Stooges. Semacam itulah. He…

Mungkin lantaran usia yang tak terpaut jauh, antara Intan dan Ara lebih kerap nyambung dalam tawa dan canda ketimbang dengan si Sulung Mirah, yang sepertinya menjadi ‘musuh bersama’. Ara akan reflek mencubit sang kakak saat ia didekati dalam situasi apapun. Demikian halnya Intan, pasti menjadi ramai dan ribut saling menyalahkan saat mereka berdua berdekatan.

Riuhnya rumah sudah menjadi hal yang biasa. Kalo kata senior saya yang kini sudah masuk masa pensiun di Bima sana, semua adalah berkah Tuhan kepada hamba-Nya. dan memang belum lengkap rasanya jika tembok rumah belum ada coretan anak dalam bentuk apapun. Sebagaimana yang Beliau ungkap saat kami baru menikah dan belum dikaruniai anak.

Anak anak adalah kebanggaan dan kegembiraan.
Semua beban seakan sirna dalam sekejap saat mendapati senyum manis mereka dan rengek manja yang seandainya saja si orang tua tak sabaran, bakalan memberi cap sebaliknya, cerewet dan merepotkan.
Sementara kami, berusaha menikmatinya sebagai bagian dari apa yang sudah dikaruniai oleh-Nya.

Bandara Juanda Ramah Anak ya ?

1

Category : tentang PLeSiran

Kalo ndak salah ini kali pertama saya menjejakkan kaki di Bandara Juanda Sidoarjo yang hadir lewat desain barunya.
Nda jauh beda sih ya sebenarnya dengan bandara lainnya, yang megah dan bersih.
Cuma yang satu ini keknya lebih ramah anak, utamanya saat berada di ruang tunggu.

Tapi entah saya yang katrok kali ya ?
Bisa aja bandara lain juga serupa, cuma saya yang nda ngeh dengan perubahan yang ada…

Gate ini rupanya punya area bermainnya.
Mirip dengan arena bermain anak-anak di gerai supermarket yang ada ayunan dan naik-naik tangganya gitu. Yang dari bahan plastik berwarna warni.
Sudah gitu ada aquascape nya juga dipenuhi ikan kecil, menarik perhatian sejumlah anak untuk menunjuk-nunjuk ikan dan isinya.
Jadi semenjak tadi saya nda liat ada anak-anak menangis gegara ndak betah menunggu panggilan pesawat meski jam sudah lewat dari jadwal.

dan lagi, selain ramah anak, Gate Bandara Juanda ini termasuk ramah colokan juga. Hehehe…
Kalo khusus yang satu ini ya bagian saya dah keknya…

Bu Risma, Bersihnya Surabaya Kekinian

1

Category : tentang PLeSiran

Menyusuri jalanan di sepanjang jalur dari hotel menuju bandara pagi ini, terasa sekali Surabaya jauh lebih hijau dan sejuk ketimbang saat dahulu bertandang ke kota ini.
Trotoarnya sudah mulai ramah dengan pejalan kaki.
Setidaknya di beberapa titik, terdapat sekat antara jalan raya dengan trotoar sehingga kendaraan yang lewat sudah dicegah duluan untuk naik ke jalur pedestrian saat macet terjadi sekalipun.
Meski memang belum semua.
Trotoar di sisi kiri hotel tempat saya menginap misalnya.

Jalanan juga tampak bersih dari sampah dan dedaunan. Tampaknya Tim Oranye bekerja sangat keras untuk bisa menciptakan visual yang segar bagi masyarakat Surabaya, termasuk wisatawan domestik yang ada.
Sungai juga sama. Meski belum bisa jernih, tapi minimal sudah tampak bersih dari sampah.
Kekumuhan yang dulu pernah ada, kini lenyap disapu bersih Bu Risma.

Bangunan tua tampak dilestarikan dan diperindah. Tidak dipugar atau dihancurkan.
Beberapa ikon masa penjajahan Belanda pun keknya masih tetap dipertahankan.
Jadi suka dengan penampilan Kota Surabaya masa kini.

Di beberapa tempat telajakan mulai diperhatikan. Dihias tanaman hijau dan jauh lebih rapi.

Hanya memang belum semua bisa tertata dengan baik.
Minimal perlu koordinasi lebih lanjut dengan mereka yang memiliki kewenangan penanganan infrastruktur dan prasarana yang ada.

Seperti misalkan tanah yang ada di sisi kanan dan kiri rel kerera api.
Jalur depan Universitas Sunan Ampel, hingga persimpangan masuk Tol Waru, rumput liar tampak tumbuh dan beringas tak terurus.
Jika saja itu bisa ditata dengan baik, dibuatkan taman atau penataan yang lebih manusiawi, yakin banget Bu Risma, bisa mempercantik lagi Surabaya di masa depan.

Ini masukan loh ya.

dan kami di daerah, tentu berharap pemimpin terpilih yang akan datang punya visi misi serupa dengan Bu Risma, sehingga bisa menciptakan Kota sebaik Surabaya ini.

Menikmati Pagi di Inna Simpang 509

Category : tentang PLeSiran

Nda ada yang istimewa dalam perjalanan kali ini selain dimudahkan dan dilancarkannya semua urusan yang terjadi di Bank Jatim.
Baik upaya pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami yang putus kontrak tempo hari, maupun pengembalian Uang Muka yang sempat tersendat.
Semua berakhir dengan baik.

Nda nyaman liburan sendirian.
Inginnya have fun tapi yang ada malah tiduran di kamar hotel. Capek juga melewati tahun 2016 kemarin.
Ada sisi positif dan negatifnya.
Masing-masing punya cerita.

Hari ini rencananya mau balik, pulang ke Bali. Siang nanti.
Dah ga sabar bisa bertemu anak-anak dan istri, dan membawa mereka ke taman bermain, jalan-jalan atau ngemil. Kangen banget rasanya.

Terima Kasih ya Tuhan.
Harusnya bisa lebih riang menyambut hari ini.
Setidaknya nda ada lagi kegalauan atas semua yang terjadi di tahun lalu. dan musti bersiap menghadapi tantangan kerja tahun 2017 ini.
Ada banyak pekerjaan baru yang harus diselesaikan.

Pagi di Surabaya.
Menjadi awal tahun yang baru bagi hidup ini.

Liburan Sehari menikmati Paket Hemat di Surabaya

1

Category : tentang PLeSiran

Jujur, nda ada bagus bagusnya kalo dipaksa buat kabur liburan sendirian.
Apalagi sehari.
Paket Hemat lagi.
Duh !

Tapi ya dinikmati aja kesendirian ini.

Dari jalan jalan di sepanjang trotoar berpanas matahari, duduk santai sejenak di bangku taman, menyusuri jembatan penyebrangan, hingga kagok sendiri karena merasa salah tempat di mall dekat hotel.
Memang hal yang jarang dilakukan selama di rumah, malah jadi bingung sendiri…

Maka jadilah memilih untuk duduk seenaknya di angkringan nasi mie goreng, di pinggiran jalan sambil menyeruput segelas kopi yang agak mengkhawatirkan sumber air yang digunakan abang-abang tadi.
Pula duduk duduk bareng bapak bapak sopir di bale bengong pojokan hotel, sambil baca koran yang dibeli dari loper sebelah.
Sempat dikira orang yang nda waras, lantaran tampak luntang lantung dari tadi.

Tapi jujur, ini jauh bisa dinikmati ketimbang aktifitas di awal tadi. Memang nda cocok jadi pejabat sebetulnya. Apalagi tempat main nda ada yang bonafid.
Cuma ya rada miris pas tau kalo pandangan orang-orang sekitar yang rada aneh. Mungkin pada bingung kenapa Akoh Cina macam ini betah duduk di emperan pake baju kaos oblong…
Resiko kalo lagi ke luar daerah, selalu disangkain keturunan China gegara mata sipit ini.

Balik ke kamar hotel, lebih milih tiduran dan menuliskan semua rasa, sambil berkoordinasi dengan beberapa pimpinan terkait hasil dinas siang tadi.
Baru bisa merasa lebih tenang kali ini.

Jadi kangen boboin anak-anak, dan marah-marahnya istri…

Salah Duga Pengalaman Pertama di Surabaya

1

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan…”

Ehem, maaf keknya saya terlalu terhanyut dengan hari ini.
Ada banyak hal bersliweran di kepala sejak awal tahun 2017 dijejakkan.
Galau.
Pusing.
Pengen segera menyudahi semuanya.
dan untuk itulah, saya ada di Surabaya kali ini.

Surabaya ternyata Bersih kawan.
Saya jadi berdecak kagum ketika mobil yang ditumpangi masuk jalanan di Pusat Kota.
Hasil kerja walikota Bu Risma benar benar terasa.
Hal serupa disampaikan Pak Juari, sopir taxi Sang Bima apa tadi namanya. Maaf saya lupa. Kurang fokus dalam mengingat.
Bahwa Beliau bangga punya pimpinan macem itu.

Proses Pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami tahun lalu, berjalan lancar. Sekurangnya sekitar 2,5 jam saya disetrap oleh bagian Bank Garansi Bank Jatim, namun sudah tidak terasa lagi. Bahkan laparpun ndak berani muncul gegara keruhnya otak memikirkan hal ini sejak pagi.
Padahal awalnya mengira bahwa proses ini akan jauh lebih lama.
Terima Kasih Tuhan, semuanya sudah dimudahkan dan dilancarkan hari ini.

Berhubung penyelesaian urusan jadi agak lama, persoalan makan siang pun jadi mundur jauh.
Yang tadinya berpikir akan kesulitan kemana-mana, saya memilih ditunggui Pak Juari, sopir taxi yang bikin kesepakatan antar sana sini sekitaran 50ribu sejam. Ya sudah, dijabani saja ketimbang kebingungan.
Maka rute makan siang pun dipilih Soto Ayam Surabaya Pak Sadi Aseli !
Nda tau juga dimana bedanya dengan yang nda Aseli. He…

Nah berhubung tiket pesawat yang tersisa cuma Lion Air, jadi mikir lagi buat pulang.
Lebih baik meluangkan sehari buat liburan di Surabaya, ketimbang gedeg gegara delay cem tempo hari.
Maka persoalan tempat tidur pun jadi pikiran.
Awalnya milih Emerald di jalan Ambengan. Trus atas saran mba di Bank Jatim, untuk melirik Ibis disebelah, eh pengen juga. Lalu ada Hotel Santika yang lingkungannya agak meragukan keknya.
Terakhir ingat Inna Simpang. Hotel dekat Tunjungan Plaza yang jadi destinasi kunjungan tahun 2008 lalu bareng temanteman Bina Marga.

Akhirnya ya pilihan terakhir ini yang diambil. Agak nyesel juga sih lantaran persoalan harga kamar cukup lumayan ketimbang pilihan pertama.
Tapi diantara semua pilihan, hanya Inna yang punya fasilitas Spa.
Aktifitas pilihan untuk membuang waktu yang paling tepat sejauh ini.
Terbukti, saya ketiduran dan ngorok saat dipijat tadi.
Wih… capeknya luar binasa…