Masih Terbawa Mimpi

Category : tentang PeKerJaan

Antara sadar atau tidak, semua kerjaan itu seakan hadir menyeruak diantara aktifitas yang ada dalam mimpi. Mengingatkanku untuk selalu waspada dalam setiap langkah seakan enggan menyia-nyiakan waktu luang yang ada di awal tahun 2017 ini.
Satu hal yang buruk terasa sekali dalam pikiran.
Satu ekspresi antara keengganan untuk beranjak atau mungkin belum siapnya untuk berpindah pekerjaan.
Entahlah…

Tiga setengah tahun menangani Jalan Lingkungan, bisa jadi hanyalah sebuah waktu yang sekejap mata baru saja terlewatkan.
Namun bisa juga merupakan perjalanan panjang yang melelahkan jika kalian mengalami semua tantangan yang ada didalamnya.
Termasuk semua hiasan baik dan buruknya.

Maka ya wajar saja apabila semua rutinitas itu selalu hadir dalam mimpi tidur panjangku.
Baik pemeriksaan lapangan, ataupun koordinasi untuk mengingatkan semua staf agar bergegas mengumpulkan pekerjaan di hari Senin nanti, dan bisa dieksekusi lebih lanjut bersama-sama.

Jadi terhenyak saat mata terbuka.
Pikiran seakan berusaha meyakinkan dunia nyata.
Fakta yang ada.
Bahwa aku telah masuk masa pensiun dari Jalan Lingkungan.
Semuanya.

Ada rasa kecewa, kangen, dan juga gembira.
Bahwa aku telah melewati semuanya.
Entah dengan kesan baik ataupun buruk.
dan kini harus bersiap diri mengahadapi tantangan baru yang memiliki tensi lebih rendah dari pendahulunya.

Berkenalan dengan Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat mata mengalihkan pandangan kepada ponsel Samsung Galaxy A9 Pro untuk pertama kalinya, rasanya memang nda ada bedanya dengan Galaxy series lain yang pernah saya miliki. Dengan visual mirip Note 4 dan 5, Samsung Galaxy A9 Pro yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 lalu nyatanya punya lebar layar sekaligus dimensi ponsel yang lebih besar lagi.
Tepatnya Enam Inchi.
Uedan tenan…

Akan tetapi yang lebih menarik perhatian untuk dicermati lebih lanjut adalah soal daya tahan baterenya yang berukuran jumbo disemat pada belakang ponsel dengan konstruksi unibodi atau dengan kata lain, tak dapat dilepas sebagaimana seri lainnya.
Adapun kekuatan yang dibekali sekitaran 5.000 mAh.
Uedan kan ya ?

Dengan mengadopsi kekuatan sebesar itu maka nda heran jika persoalan daya tahan yang mampu dijabani seharian, rata-rata dalam pemakaian normal usai jam kerja masih tersisa sekitaran 50an% atau kalau dipaksa dengan penggunaan simultan bakalan menyisakan 10an% pada sore hari.
Keknya masih tergolong cukup untuk mendukung aktifitas kerja dan komunikasi lebih lanjut.

Salah satu efek samping besarnya daya tahan yang disematkan adalah berat ponsel yang cukup mengkhawatirkan apabila digenggam dengan satu tangan. Apalagi kalo sampai dioperasikan ?
Butuh keahlian tambahan untuk dapat mengakses semua sudut layar, atau kalau mau nda repot ya gunakan saja kedua tangan. He…

Jika ditilik lebih jauh lagi, bidang permukaan berkesan melengkung pada bagian pinggiran. Baik sisi depan pada layar maupun belakang punggung ponsel. Sudah begitu kedua permukaan ini sama sama dibekali Gorilla Glass yang menjadikannya jaminan mutu kualitas terbaik akan kemungkinan kemungkinan goresan tak sengaja, sekaligus penampilan yang menawan saat tak dibalut leather case dan semacamnya.
Terdapat dua penempatan slot yang berbeda pada sisi pinggiran ponsel yang didesain layaknya seri iPhone, yaitu slot eksternal storage berupa microSD dengan daya dukung hingga 256 GB, dan slot dual sim card berukuran nano dengan jaringan 4G LTE.
Satu standar baku sebuah ponsel impian sebagaimana yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

Samsung Galaxy A9 Pro

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tadinya saya nda berniat sedikitpun untuk menggantikan ponsel premium besutan SmartFren yang sudah dijabani sejak Oktober 2015 lalu.
Hisense PureShot+ HS L695.
Ponsel berjaringan 4G LTE dengan layar lebar dan dual slot sim card, sudah lebih dari cukup menggantikan Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan.

Hanya saja, dalam perjalanan di akhir tahun kemarin, saat kesibukan begitu banyak, saya kerap kewalahan menangani pekerjaan sementara yang namanya ponsel sebagai satu-satunya media komunikasi dan modal kerja, tampaknya sudah nda mampu lagi melayani jam kerja saya dari pagi hingga sore hari. Perlu slot colokan listrik terdekat yang hampir selalu diganggu dengan dering telepon dan update kerjaan, sehingga memaksa ponsel harus dicabut kembali dari tempatnya berdiam diri.
Hal sama ketika digantikan dengan power bank yang pula tampak kurang nyaman saat digunakan berkomunikasi secara bersamaan.

Disamping itu pula, tampaknya kelelahan yang amat sangat pada kinerja ponsel menyebabkan keluhan-keluhan yang disampaikan terakhir terkait penggunaan ponsel Hisense PureShot+ November lalu makin menjadi.
Maka dengan mempertimbangkan beberapa hal tambahan, dihibahkanlah ponsel bongsor ini kepada Bapak yang tempo hari sempat kelabakan gegara Nokia X yang Beliau pegang mengalami Factory Reset kedua kalinya tanpa sebab.

Berbekal spesifikasi standar ponsel impian yang saya tuangkan melalui postingan Pergantian Note 3 ke PureShot+, yaitu internal storage 32 GB, RAM minimal 2 GB dan slot Dual SIM terpisah, kini musti ditambahkan satu kriteria lagi, terkait daya tahan yang lebih lama ketimbang ponsel yang pernah dipegang sebelumnya.

Maka dipilihlah Samsung Galaxy A9 Pro 2016.

Mau tau apa saja kelebihannya ?
Yuk simak di tulisan berikutnya.

Intip Barisan Ponsel Android dengan Internal Storage 32 GB

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan postingan Internal Storage 32 GB, Buat Apa ? Kali ini kita akan intip barisan ponsel Android yang mengadopsi Internal Storage luas dan nyaman, 32 GB. Apa saja ?

Dari yang paling terjangkau oleh kantong, hadir di kisaran 2 sampai maksimum 3 juta rupiah. dan pilihan jatuh pada
– Lenovo Vibe X2 (2,2 – 32 GB dan 2 GB RAM)
– Lenovo Phab Plus (3,0 – 32 GB dan 2 GB RAM) hadir dengan layar 6,8″, yang sesuai namanya lebih pantas disebut Phablet, bukan ponsel. Cuma sayang secara harga paling mahal di kategori ini dan RAM juga masih mengadopsi kecepatan lama.
Selain dua diatas, ada juga
– Lenovo Vibe S1 (2,5 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Flash Plus 2 (2,2 – 32 GB dan 3 GB RAM)
Dua pilihan dengan kombinasi pas mantap, RAM 3 GB. Sementara ada juga yang mengadopsi besaran Storage lebih dari perkiraan yaitu
– Xiaomi Mi 4s (3,0 – 64 GB dan 3 GB RAM)
– Xiaomi Redmi Pro (2,85 – 64 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya di kategori terjangkau kantong adalah
– Xiaomi Redmi Note 4 (2,6 – 64 GB dan 3 GB RAM).
Kira-kira masih ada yang jual ndak ya ?

Pilihan berikutnya hadir pada rentang harga Menengah yaitu kisaran 3 hingga maksimum 5 juta rupiah dengan tidak kalah banyak variannya. Ada…
– Asus Zenfone 3 3 GB (3,9 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Oppo F1s (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Samsung Galaxy J7 Prime (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Hisense PureShot+ 2 (3,7 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Lenovo Vibe Shot (3,2 – 32 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya adalah
– Lenovo Vibe P1 Turbo (3,125 – 32 GB dan 3 GB RAM). Paling terjangkau di kelas Menengah. Akan tetapi dengan kombinasi tersebut, keknya masih mending pilih Xiaomi tadi ya ?
Sedangkan barisan berikutnya ada
– Vivo V3 Max (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) dan
– Oppo R7 (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang mengadopsi besaran RAM 4 GB. Mantap tenan…
dan terakhir pada kategori Menengah ini ada
– Polytron Prime 7s (3,8 – 64 GB dan 3 GB RAM) yang memiliki spesifikasi sebaliknya dan
– Asus Zenfone 3 (4,9 – 64 GB dan 4 GB RAM) dengan kombinasi paling mantap sejauh ini, meski harus ditebus pada kisaran harga mepet batas maksimal.

Nah, untuk kategori terakhir ya tentu saja dengan budget terbesar alias termahal, ada pilihan
– Samsung Galaxy S7 (8,5 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang merupakan seri flagship terdepan dari Samsung
– Huawei Mate 5 (7,0 – 32 GB dan 3 GB RAM), sayang banget RAM-nya belum bersaing penuh,
– Samsung Galaxy A9 Pro (6,5 – 32 GB dan 4 GB RAM), serupa seri flagship bahkan sudah dibekali batere berdaya tahan besar yaitu 5000 mAh. Sayangnya masih kalah spek dengan Asus Zenfone 3 diatas yang berani memasang internal storage dua kali lipatnya.
– LG G4 (5,4 – 32 GB dan 3 GB RAM), yang tentu membuat Xiaomi lebih menawan dengan harga jual setengahnya,
– Luna (5,5 – 64 GB dan 3 GB RAM) dan terakhir ada
– Oppo F1 Plus (5,5 – 64 GB dan 4 GB RAM) yang diakui atau tidak ya bersaing dengan Asus Zenfone 3 diatas.

Nah, dari sekian pilihan yang direkomendasi, tentu ada 2 pilihan yang bisa ditawarkan kepada kalian, yaitu :
> Xiaomi Redmi Note 4 yang hanya butuh dana 2,6 juta sudah dapat internal memory yang lebih lega dari standar bahasan postingan ini, tepatnya 64 GB plus kombinasi RAM standar masa kini 3 GB. Mantap ya ?
Trus kalo masih belum puas, bisa pilih
> Asus Zenfone 3 yang dijual nyaris dua kali lipat Xiaomi atau sekitar 4,9 juta dengan besaran internal yang setara atau 64 GB plus RAM raksasa 4 GB.
Kira-kira begitu cerita kali ini.

Internal Storage 32 GB, Buat Apa ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Di awal kemunculan barisan ponsel Android terdahulu, minimnya ruang penyimpanan internal kerap menjadikannya masalah. Mengingat ada sejumlah besar aplikasi dan permainan yang menggoda iman untuk dicoba dan ditanamkan dalam badan ponsel.
Salah satu alternatif solusi yang paling sering ditawarkan jaman itu adalah pemindahan aplikasi ataupun permainan yang membutuhkan ruang besar dari internal ke kartu memori eksternal. Hal yang tidak mudah dilakukan begitu saja tentunya.
Karena minimal harus ada aksi Rooting ponsel, yang jika masih nekat dilakukan biasanya bakalan menghanguskan garansi resmi dari vendor tersebut.

Tapi itu sudah jauh terlewati.

Ponsel Android jaman sekarang, rata-rata sudah mengadopsi besaran internal storage atau ruang penyimpanan minimal 4-8 GB untuk yang terjangkau oleh kantong, bahkan ada juga yang sudah memberi lebih yaitu 16 GB untuk tipe-tipe kelas menengah.
Namun bagi saya pribadi, ukuran segitu ya tetap saja masih berasa kurang.

Pengalaman terakhir menggunakan ponsel Hisense PureShot+ menggantikan Samsung Galaxy Note 3, sangat terasa jelas perbedaannya. Dari 32 GB turun ke setengahnya.
Yang entah bagaimana porsi pengaturan defaultnya, hanya bisa diisi dengan data tambahan sekitaran 4 GB saja. Ukuran ini setelah beberapa aplikasi standar baku ponsel kerja sudah terinstall dan dijalankan.
Dalam posisi normal, ukuran ini bakalan sedikit berkurang untuk menyimpan cache dan temporary files lainnya, sehingga pengguna musti rajin-rajin membersihkan ponsel menggunakan utility Cleaner.
Hal yang jujur saja, sangat jarang saya lakukan saat menggunakan Note 3 sebelumnya.

Internal Storage akan dirasa kurang apabila aktifitasmu terhadap ponsel tergolong spesial.
Instalasi aplikasi ataupun permainan, bisa jadi akan mentok ketika sisa internal storage sudah mulai menipis. Ini kerap dirasakan pada ponsel Android harga terjangkau tadi. Karena rata-rata lokasi penyimpanan diposisikan pada Internal Storage. Meski memang ada aplikasi maupun permainan yang ditempatkan di eksternal.

Sehingga dalam perkembangannya, besaran Internal Storage minimal 32 GB untuk sebuah ponsel Android menjadi standar baku bagi saya tempo hari, apabila itu menjadi pilihan pembelian baru. Namun jika tergolong gifted ya nerimo nerimo aja. Hehehe…

Ukuran 32 GB Internal, khusus akan saya gunakan untuk penyimpanan aplikasi dan permainan semendesak apapun kebutuhannya. Karena data tambahan seperti foto, video, musik dan dokumen lainnya, akan secara berkala dipindahkan ke kartu memori eksternal yang memang dibeli khusus berukuran 64 GB demi mendapatkan kepuasan yang terbaik.
Minimal bisa digunakan untuk menyimpan sejumlah film berdurasi jam sebagai teman dalam sebuah perjalanan panjang atau dinikmati saat menunggu dalam kebosanan.

Lalu ponsel Android apa saja yang tergolong mampu memenuhi harapan saya akan ruang penyimpanan yang besar dan lega ? 32 GB ?
Yuk intip barisan ponsel Android tersebut di postingan berikutnya.

200 Notes Sekali Waktu Dua Tahun Terakhir

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perjalanan menulis di blog pribadi www.pandebaik.com tidak lepas dari peran aplikasi Evernote gratisan yang dulu menjadi bundling paket pembelian ponsel Samsung Galaxy Note 3, menggantikan aplikasi Memo bawaan Tab 7+ yang pernah dimiliki sebelumnya.

Kenikmatan menyusun kalimat dan menyimpan atau mempublikasikan satu dua catatan pada halaman blog, memberi warna tersendiri akan rutinitas penulisan, baik dengan maksud dibaca banyak orang maupun untuk konsumsi diri sendiri atau orang yang dituju secara khusus.
Maka tidak heran kalau setiap kali dilakukan pembersihan Notes secara berkala, paling tidak ada 200an catatan yang tersimpan, dengan topik penting atau tidak, siap dieksekusi lebih lanjut.

Banyak rekan yang tidak percaya bahwa Aplikasi EverNote ini amat sangat membantu aktifitas harian dan kerja selama ini, utamanya saat membaca panjangnya tulisan yang dihasilkan dalam setiap Notes yang ada.
Edan, kata mereka…

Tapi ya memang begitu adanya.

Untuk kalian yang ingin mencoba mengikuti, nda ada salahnya untuk diuji test dulu, toh nda ada rugi rupiah yang harus dikeluarkan demi mendapat sebuah aplikasi EverNote.
Atau malah sudah punya aplikasi andalan lainnya yang serupa ?

Tuhan Punya Rencana Sendiri

Category : tentang DiRi SenDiri

Saya masih bisa mengingat di awal Januari lalu, saat sebagian besar orang di luaran termasuk kawan dan rekan kerja masih riang terbawa suasana Tahun Baru, saya terduduk lemas di kursi ini, usai rapat terbatas dengan pimpinan di gedung paling barat, membahas proses Pemutusan Kontrak pada salah satu kegiatan kami di tahun 2016 lalu.
Hanya menangis yang saya bisa.
Karena tau bahwa nyaris tak ada satupun langkah nyata yang bisa dilakukan untuk memutarbalikkan waktu ke masa sebelum keputusan itu disampaikan.

Perjalanan panjang pun dimulai.

Nyaris tak ada semangat lagi yang saya rasakan sejak itu. Hari demi hari, terlalu berat untuk saya lalui. Bahkan sempat saya merasa sakit melihat layar ponsel yang baru usai diinstalasi aplikasi maskapai penerbangan, sebagai bentuk persiapan keberangkatan saya ke Surabaya dan Jakarta, menindaklanjuti dan menyelesaikan semuanya.

Tuhan Memang Punya Rencana Sendiri.
Istri saya berkali-kali mengingatkan, agar tetap berserah pada-Nya, sambil tetap memohon agar semua jalan bisa dipermudah dan dilancarkan.
Tidak lupa saya mengingat nasehat pimpinan tentang ‘Reaksi dan Respon’.

Saya bersyukur semua bisa berjalan tanpa diduga sebelumnya. Tak pernah terbayangkan jika hari ini akan datang.

Kini ketika upaya sudah sedikit membuahkan hasil, saya rupanya kembali terduduk di kursi yang sama. Masih dengan masalah yang sama, namun berbeda suasana.
dan Saya kembali menangis namun hanya di dalam hati.
Merasa bahagia bisa melewati semuanya tanpa harus marah-marah, atau menyalurkan energi negatif pada orang lain.
Inilah ‘Respon’ yang pernah pimpinan ceritakan sebelumnya.
Berat memang, tapi bisa bikin bangga diri sendiri.
Nda nyangka saja saya bisa melakukannya…

Lantai 2 Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, depan ruang Kepala Dinas sisi selatan…
Untuk semua yang pernah terlibat dalam proses ini.
Terima Kasih.

Anak Anak sejauh ini

1

Category : tentang Buah Hati

Lahir bulan Maret tahun 2008 silam, Mirah putri pertama kami kini sudah menginjak usia delapan tahun. Sudah kelas 3 SD. Perawakannya tinggi jika dibanding anak seusianya. Mengambil porsi bapaknya. Boros di kain. Hehehe… Menari tak lagi menjadi hobi, sudah bergeser ke mainan Slime yang ndak jelas maksudnya itu. Sayang memang, tapi kelihatannya ia sudah mulai bosan akan rutinitas hariannya. Biarlah ia mengambil nafas dan beristirahat sejenak.

Sementara Intan, putri kedua kami lahir Oktober tahun 2012 lalu, kini sudah menginjak usia 4 tahun. Setidaknya apa yang ia cita-citakan hampir setiap hari terkait tiup lilin, potong kue, dan hiasan Frozen sudah terlaksana meski dalam edisi hemat. Kami mencoba memasukkannya di pendidikan PG saat tahun ajaran baru kemarin. Untuk mengenalkan ia pada dunia sosial, serta belajar berinteraksi dengan orang dewasa lainnya. Meski badannya mengambil porsi sang Ibu, pipi chubby dan kelakuan asalnya itu tetap saja mengambil porsi Bapaknya. Anak gado gado kalo menurut kami.

Tak lupa dengan si Bungsu Ara, hadir ke dunia bulan Februari tahun 2015, lama di rumah sakit untuk menyembuhkan sakit yang ia derita dari dalam kandungan. Cerita sedih tentu saja. Kini ia sudah berusia satu tahun delapan bulan. Baru saja bisa berjalan tanpa pegangan, kalo ndak salah sekitar sebulan terakhir ini. Selain itu ia baru bisa mengucap beberapa kata. Yang paling fasih sih memanggil ‘Bapak’ atau yang serupa, meminta ‘jajak’. Sementara saat memanggil ‘Bu’ dan ‘Nik’, suaranya terdengar agak kedalam, tidak selepas dua kata sebelumnya. Ia juga masih belajar mengatakan nama sang kakak. Sangat membahagiakan jadinya.

Anak Anak Sejauh Ini

Tiga putri kecil menghiasi keseharian kami.
Cerita yang bisa dibagi, selayaknya dongeng dan novel yang mengisahkan tiga gadis bersaudara seperti Kwak Kwik Kwek, 961-169-691, atau Three Stooges. Semacam itulah. He…

Mungkin lantaran usia yang tak terpaut jauh, antara Intan dan Ara lebih kerap nyambung dalam tawa dan canda ketimbang dengan si Sulung Mirah, yang sepertinya menjadi ‘musuh bersama’. Ara akan reflek mencubit sang kakak saat ia didekati dalam situasi apapun. Demikian halnya Intan, pasti menjadi ramai dan ribut saling menyalahkan saat mereka berdua berdekatan.

Riuhnya rumah sudah menjadi hal yang biasa. Kalo kata senior saya yang kini sudah masuk masa pensiun di Bima sana, semua adalah berkah Tuhan kepada hamba-Nya. dan memang belum lengkap rasanya jika tembok rumah belum ada coretan anak dalam bentuk apapun. Sebagaimana yang Beliau ungkap saat kami baru menikah dan belum dikaruniai anak.

Anak anak adalah kebanggaan dan kegembiraan.
Semua beban seakan sirna dalam sekejap saat mendapati senyum manis mereka dan rengek manja yang seandainya saja si orang tua tak sabaran, bakalan memberi cap sebaliknya, cerewet dan merepotkan.
Sementara kami, berusaha menikmatinya sebagai bagian dari apa yang sudah dikaruniai oleh-Nya.

Bandara Juanda Ramah Anak ya ?

1

Category : tentang PLeSiran

Kalo ndak salah ini kali pertama saya menjejakkan kaki di Bandara Juanda Sidoarjo yang hadir lewat desain barunya.
Nda jauh beda sih ya sebenarnya dengan bandara lainnya, yang megah dan bersih.
Cuma yang satu ini keknya lebih ramah anak, utamanya saat berada di ruang tunggu.

Tapi entah saya yang katrok kali ya ?
Bisa aja bandara lain juga serupa, cuma saya yang nda ngeh dengan perubahan yang ada…

Gate ini rupanya punya area bermainnya.
Mirip dengan arena bermain anak-anak di gerai supermarket yang ada ayunan dan naik-naik tangganya gitu. Yang dari bahan plastik berwarna warni.
Sudah gitu ada aquascape nya juga dipenuhi ikan kecil, menarik perhatian sejumlah anak untuk menunjuk-nunjuk ikan dan isinya.
Jadi semenjak tadi saya nda liat ada anak-anak menangis gegara ndak betah menunggu panggilan pesawat meski jam sudah lewat dari jadwal.

dan lagi, selain ramah anak, Gate Bandara Juanda ini termasuk ramah colokan juga. Hehehe…
Kalo khusus yang satu ini ya bagian saya dah keknya…

Bu Risma, Bersihnya Surabaya Kekinian

1

Category : tentang PLeSiran

Menyusuri jalanan di sepanjang jalur dari hotel menuju bandara pagi ini, terasa sekali Surabaya jauh lebih hijau dan sejuk ketimbang saat dahulu bertandang ke kota ini.
Trotoarnya sudah mulai ramah dengan pejalan kaki.
Setidaknya di beberapa titik, terdapat sekat antara jalan raya dengan trotoar sehingga kendaraan yang lewat sudah dicegah duluan untuk naik ke jalur pedestrian saat macet terjadi sekalipun.
Meski memang belum semua.
Trotoar di sisi kiri hotel tempat saya menginap misalnya.

Jalanan juga tampak bersih dari sampah dan dedaunan. Tampaknya Tim Oranye bekerja sangat keras untuk bisa menciptakan visual yang segar bagi masyarakat Surabaya, termasuk wisatawan domestik yang ada.
Sungai juga sama. Meski belum bisa jernih, tapi minimal sudah tampak bersih dari sampah.
Kekumuhan yang dulu pernah ada, kini lenyap disapu bersih Bu Risma.

Bangunan tua tampak dilestarikan dan diperindah. Tidak dipugar atau dihancurkan.
Beberapa ikon masa penjajahan Belanda pun keknya masih tetap dipertahankan.
Jadi suka dengan penampilan Kota Surabaya masa kini.

Di beberapa tempat telajakan mulai diperhatikan. Dihias tanaman hijau dan jauh lebih rapi.

Hanya memang belum semua bisa tertata dengan baik.
Minimal perlu koordinasi lebih lanjut dengan mereka yang memiliki kewenangan penanganan infrastruktur dan prasarana yang ada.

Seperti misalkan tanah yang ada di sisi kanan dan kiri rel kerera api.
Jalur depan Universitas Sunan Ampel, hingga persimpangan masuk Tol Waru, rumput liar tampak tumbuh dan beringas tak terurus.
Jika saja itu bisa ditata dengan baik, dibuatkan taman atau penataan yang lebih manusiawi, yakin banget Bu Risma, bisa mempercantik lagi Surabaya di masa depan.

Ini masukan loh ya.

dan kami di daerah, tentu berharap pemimpin terpilih yang akan datang punya visi misi serupa dengan Bu Risma, sehingga bisa menciptakan Kota sebaik Surabaya ini.

Menikmati Pagi di Inna Simpang 509

Category : tentang PLeSiran

Nda ada yang istimewa dalam perjalanan kali ini selain dimudahkan dan dilancarkannya semua urusan yang terjadi di Bank Jatim.
Baik upaya pencairan Jaminan Pelaksanaan paket kegiatan kami yang putus kontrak tempo hari, maupun pengembalian Uang Muka yang sempat tersendat.
Semua berakhir dengan baik.

Nda nyaman liburan sendirian.
Inginnya have fun tapi yang ada malah tiduran di kamar hotel. Capek juga melewati tahun 2016 kemarin.
Ada sisi positif dan negatifnya.
Masing-masing punya cerita.

Hari ini rencananya mau balik, pulang ke Bali. Siang nanti.
Dah ga sabar bisa bertemu anak-anak dan istri, dan membawa mereka ke taman bermain, jalan-jalan atau ngemil. Kangen banget rasanya.

Terima Kasih ya Tuhan.
Harusnya bisa lebih riang menyambut hari ini.
Setidaknya nda ada lagi kegalauan atas semua yang terjadi di tahun lalu. dan musti bersiap menghadapi tantangan kerja tahun 2017 ini.
Ada banyak pekerjaan baru yang harus diselesaikan.

Pagi di Surabaya.
Menjadi awal tahun yang baru bagi hidup ini.