Menu
Categories
Menikmati Liburan Sehari di Ubud
January 29, 2017 tentang PLeSiran

Terhitung lama sebenarnya kami mendapat jatah libur di awal tahun. Kalo nda salah dari rahinan Pagerwesi hari Rabu lalu, kamis dan jumat terkait Siwaratri, Sabtunya Imlek dan Minggu.
Sayangnya Ibu kami, menolak diajak meninggalkan rumah lebih dari sehari. Alasannya nanti nda ada yang mebanten. Ealah…
Maka ya sempatnya menikmati liburan ya cuma sehari di Ubud kemarin, sebagaimana liburan-liburan sebelumnya.
Mungkin di pertengahan tahun ini si Ibu bakalan dipaksa ambil liburan panjang ke Kanada, tempat dimana cucu gantengnya tinggal. Pasti mau karena masih ada stok orang di rumah. Hehehe…

Meski begitu, menikmati Liburan sehari di Ubud nda lantas membuat kami berdiam diri seharian di villa Anulekha Resort, tempat menginap.
Dengan memanfaatkan ponsel smartphone kekinian, semua keknya bisa jauh lebih mudah untuk diakses.
Selama jaringan internetnya aman loh ya. Hehehe…

Tadinya objek wisata yang ingin dikunjungi adalah Kids World yang ada di Pejeng, Tampaksiring sana.
Sayangnya saat tiba di lokasi, venue ini tampak sangat mengenaskan dan tak terurus.
Agak khawatir melihat kondisinya, kami memilih balik kanan dan mampir ke Batuan, arena playground yang kalo nda salah ingat, sempat disambangi saat liburan dua tahun lalu.
Sulit juga nyari yang sejenis di seputaran Ubud.

Lain hal dengan Persoalan makan malam dan siang. Pilihannya banyak.
Main aja di sepanjang jalan Mas hingga Goa Gajah. Ada banyak variasi menu yang bisa ditemukan. Meski, secara harga ya jelas kelas turis.
Tapi ada juga yang terjangkau kantong.
Wajar siy, wong harga kontak lahan pinggir jalan di Ubud aja sudah berapa juta, jadi itungan balik modal dari harga jual makanan musti masuk akal kan ya ?

Soal Makan Malam, kami mencoba warung Gurihan Barbeque. Nemunya di… eh ada deh. Nanti diceritain. Nda seru kalo dibocorin di postingan ini.
Menunya banyak, cuma rata-rata ya dibakar. Jadi agak lama nunggunya.
Harganya tergolong terjangkau. Dari belasan hingga puluhan ribu per porsinya. Suasana warung juga masih menengah ke bawah. Jadi ya santai bawaannya.
Sedang makan siang, ambil porsi khas Bali, Lawar. Hehehe…

Untuk belanja singkat pun, nda susah susah amat kok.
Mini market betebaran di sekitar kami.
Atau mau yang agak merakyat ? Tinggal sambangi wilayah perempatan jalan besar, dijamin ada banyak pilihan disana.

Jadi ya nda ada beban pikiran lagi kalo cuma buat liburan gini di Ubud lah…

Leave a Reply
*