Galau Tugas Dinas Keluar Kota

1

Category : tentang KHayaLan

Perasaan macam ini memang selalu ada setiap kali saya ditugaskan untuk dinas keluar kota. Baik yang sifatnya menghadiri rapat kerja atau berkonsultasi ke tingkat Kementrian dan setara itu.

Galau karena akan meninggalkan keluarga selama beberapa hari.
Galau karena khawatir perjalanan nanti hasil kerjanya tak sesuai harapan yang disandang.
Padahal jika PNS lain yang ditugaskan, ada saja yang gembira bahkan meminta.

Entah karena sejauh ini masih merasa belum mampu untuk mengemban kepercayaan pimpinan, atau memang karena tak menguasai materi yang kelak akan dibahas atau disampaikan.
Tapi kalo ndak belajar untuk mandiri, ya kapan lagi ?

Mohon doanya ya kawan kawan…

Misi Tanoto Foundation Untuk Memajukan Bangsa Indonesia

Category : tentang Opini

Sebagai warga negara Indonesia, kita patut bersyukur karena negeri kita dikaruniai alam yang subur dan sumber daya alam yang melimpah. Sayangnya, semua itu belum mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya secara merata.
Jumlah penduduk Indonesia sendiri, hingga saat ini sudah lebih dari 255 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan negeri ini berada di posisi keempat dalam daftar negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Anderson Tanoto memandangnya sebagai peluang besar karena sekitar 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat ini terdiri dari kaum muda, sehingga ia optimis untuk bisa berkembang untuk menjadi lebih baik.

“Indonesia kaya sumber daya manusia. Menariknya hampir separuhnya berusia kurang dari 30 tahun,” ucap Anderson Tanoto.

Sebagai Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto menyarankan agar segenap pihak di Indonesia berinvestasi terhadap pengembangan kemampuan manusianya. Ia menuangkannya sebagai dasar utama kegiatan Tanoto Foundation yang didirikan oleh ayahnya, Sukanto Tanoto.

Tanoto Foundation memulai kegiatannya sejak 1981 di Besitang, suatu daerah terpencil di Sumatera Utara. Yayasan sosial membawa misi dari Sukanto Tanoto untuk menghapus kemiskinan dari Indonesia. Ada tiga bidang yang menjadi perhatian utama kegiatan Tanoto Foundation yaitu segi pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup

Sektor pendidikan yang digarap Tanoto Foundation sangat relevan dengan solusi yang ditawarkan oleh Anderso Tanoto untuk memajukan bangsa. Menurutnya lebih baik menggarap kualitas manusianya supaya Indonesia bisa berjaya. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan meningkatkan pendidikan.

Tanoto Foundation melakukan berbagai upaya untuk memudahkan akses pendidikan bermutu di Indonesia. Mereka membuka beasiswa Tanoto Foundation untuk para guru, siswa, hingga mahasiswa. Ragamnya cukup banyak seperti National Champion Scholarschip, Regional Champion Scholarship, hingga Tanoto Teacher Scholarship . Hingga kini sudah lebih dari 6.700 orang yang mendapatkannya.

Selain itu, Tanoto Foundation juga sering menggelar beragam pelatihan bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan para pengajar meningkat. Sebab, seiring dengan peningkatan kapasitas guru, hasil pengajarannya pun semakin juga bertambah baik.

Bersamaan dengan itu, Tanoto Foundation tak lupa untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di berbagai sekolah. Bangunan yang rusak direnovasi serta sarana penunjang seperti perpustakaan juga dibangun. Semua diharapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berujung terhadap peningkatan kapasitas manusia Indonesia.

Menikmati Gelapnya Malam di Parkiran Puspem Badung

Category : tentang KeseHaRian

Dari setahun berjalan, rasanya baru kali ini saya duduk di dalam kabin mobil, ditemani suara jangkrik di kejauhan dalam gelapnya malam diluaran, bersama belasan kendaraan yang terparkir di sisi timur Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung.
Sedang menunggu gelaran pemberian penghargaan Wajib Pajak Terbaik yang diselenggarakan Dinas Pendapatan Kabupaten Badung, selasa lalu.
Kebetulan Istri sebagai salah satu staf di lingkungan Dispenda wajib hadir untuk sekedar meramaikan acara.
dan Saya memilih berada di luar, didalam kendaraan, menikmati kesendirian yang sudah semakin jarang saya lalui dalam satu dasa warsa ini.

Ada banyak hal sebetulnya yang terpikirkan sejak pagi tadi, atau sore sepulang kantor. Dari keinginan untuk berjalan-jalan berkeliling seputaran kantor, icip icip kuliner, atau menikmati bacaan baru yang kemarin malam tiba dirumah. Tentang Pak Jokowi, atau tentang Soe Hok Gie.
Tapi semua tidak dijalani mengingat saya lebih suka menikmati sepi ini dengan menulis. Aktifitas rutin yang kini sudah mulai terbengkalai.

Mengurangi kecerahan layar, menonaktifkan wifi dan mobile data, menjadi hal penting demi mendapatkan daya tahan baterai ponsel yang maksimal untuk menulis.

Maka inilah saya…

Belajar menDesain LayOut NewsLetter Kotaku Edisi Perdana

2

Category : tentang PeKerJaan

Minggu lalu itu sudah pernah disampaikan merupakan satu minggu yang krodit. Penuh agenda kerja dan semuanya menuntut penuntasan segera.
Pun demikian hal nya dengan gagasan menerbitkan NewsLetter program kegiatan Kota Tanpa Kumuh atau yang lebih dikenal dengan istilah Kotaku, yang dicanangkan oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR.

Di awal, Askot Kabupaten Badung, pak Gede Puja sempat menyampaikan beberapa ide terkait, sayangnya saya belum ngeh lantaran kesibukan kerja yang teramat. Baru nyadar pas liat draft yang berusaha ia buatkan, dengan banyak warna warni sebagaimana Template dasar yang digunakan sesama Askot untuk kabupaten lain. Saya pun berjanji akan membantunya sesempat mungkin, meski secara kemampuan sebetulnya Nol Besar.
Modal Nekat pokoknya.

Maka saya pun belajar menDesain ulang LayOut NewsLetter Kotaku hari Jumat Malam.

Hal pertama yang dilakukan tentu menyiapkan laptop Acer W511 agar bisa digunakan kembali, plus menginstalasi Microsoft Publisher bajakan edisi 2003. Yah, hanya itu saja yang ada.
Lalu pikiran pun menerawang, kira-kira kek apa desain layout yang diinginkan hari ini ?

Saya mengambil salah satu Template bawaan yang ada tone berwarna merah di bawah judul header newsletter, dan itu catchy banged. Pas dengan warna favorit sejauh ini. Maka dicobalah belajar menyelaminya lebih jauh.

Disamping belajar menata kolom, gambar, header dan title postingan, saya pun harus belajar menata ulang kalimat yang telah disusun sebelumnya agar bisa fix memenuhi kolom berita yang ada. Bisa sedikit memudahkan mengingat ada modal kerja menulis selama ini, tinggal di pas kan sesuai situasinya.

Selesai menDesain ulang halaman utama, saya melangkah ke halaman isi. Cukup menantang juga. Apalagi saat mencoba berinovasi akan hal-hal yang ingin disampaikan baik berupa caption tertentu hingga mengatur ulang penempatan artikel agar lebih menarik untuk dilirik.
Setelah itu baru masuk pada halaman akhir yang dihiasi beberapa foto permukiman kumuh yang didata melalui Baseline 100-0-100.
Maka jadilah NewsLetter Kotaku edisi Perdana.

Penasaran pengen lihat hasilnya ?
Macam kek ginilah…

pande-baik-kotaku-newsletter-1

Intermezzo 212

Category : tentang KeseHaRian

Minggu ini keknya saya bener-bener berada pada puncak kesibukan kerja. Sampe-sampe sudah ndak sempat untuk ngeblog lagi. Menelantarkan halaman ini untuk semingguan lamanya.

Pertama, musti fokus di proposal Inovasi Pelayanan Publik, yang jujur aja pas liat draft penyusunannya lebih mirip Skripsi ketimbang bahan presentasi. Panjangnya edan. Sekitar 5800 kata. Satu tulisan blog ini saja keknya ndak nyampe seperlimanya. Musti bener-bener fokus buat merangkai kalimat yang berulang di semua sub bab yang ada. Pusing juga cari waktu buat konsentrasinya.

Kedua, terkait pengajuan dana DAK Perumahan. Menghabiskan dua hari kerja untuk menyusun anggaran biaya dan kronologis pengusulannya, sementara saat semua selesai, pimpinan tertinggi malah memberi penjelasan bahwa yang diperintahkan pada pimpinan saya tidak lah sejauh itu. Ealah…
Tapi bersyukur bisa melewatinya meski saya harus meninggalkan pe er yang sebetulnya sedari awal dibebankan kepada saya.

Ketiga, terkait Kotaku. Ini kelanjutan dari program kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan yang malih rupa menjadi Kota Tanpa Kumuh dimana hari minggu lalu, saya ditugaskan untuk memberikan pembekalan pada Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara berkaitan Teknis pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah selesai dibangun, dari sudut pandang Pemda. Berhubung sebelumnya ndak pernah jadi narasumber, terpaksa deh belajar dadakan dari dokumen O&P dan menumpahkannya menjadi slide presentasi versi lite. Syukur semua bisa dilewati.

Keempat, ada gagasan Newsletter dari Askot Kotaku yang kemarin sempat diutakatik biar tampil lebih elegan mengingat ini membawa nama Badung, dicoba desain ulang pake Microsoft Publisher, hasilnya dicetak dan disebarkan saat agenda terkait Kotaku hari selasa kemarin. Gimana menurut kalian ?
Dan yang edisi #2, masih mengambil desain layout yang sama, namun dengan topik yang berbeda. Sementara itu dulu, nanti yang edisi berikutnya, bulan depan diubah lagi.

pandebaik-newsletter-kotaku

Lanjut soal paket Jalan Lingkungan di anggaran Perubahan, cukup menyita waktu mengingat usulan dan waktu sudah sangatlah mefet untuk dikerjakan. Untung aja kawan kawan di ruangan masih semangat mengerjakan. Sementara saya rasanya dah sulit sekali mencari waktu luang untuk membahasnya satu persatu.

Lain lagi soal paket Jalan Lingkungan yang sedang dibahas untuk anggaran Induk tahun depan. Kami mendapatkan porsi sebesar 235 Milyar sejauh ini. Yang terbesar selama Empat Tahun eh masih Tiga sih ya, berada di Permukiman. Bakalan tambah ruwet penanganannya keknya. Dan minimal minggu ini sudah harus didelegasikan ke masing-masing rekanan Perencanaan untuk ditindaklanjuti…

Lalu ada agenda pembahasan Kontrak Payung pengadaan material paving melalui jalur e-Katalog nya LKPP. wiiihhh… Ini beneran ndak kebayang sama sekali kek apa nantinya. Beneran masih meraba raba semua hal. dan kelihatannya saya memang harus banyak belajar lagi.

Banyak kerjaan, tapi minim refreshingnya. Kebetulan siy lagi bosan untuk nyebrang pulau atau naik pesawat lagi. Pengen tiduran lama… Bareng anak-anak dan Istri tapinya. Hehehe…