Blog, lanjut atau…

1

Category : tentang Opini

Ide bisa datang begitu saja.
Saat saya berjalan menaiki tangga menuju mesin absensi atau ruang kerja ;
Saat duduk termenung di tengah kepenatan yang ada ;
atau Saat menjalani aktifitas dan kepadatan kerja di mana saja.
Semua terlintas begitu saja dalam kepala, baik berupa barisan kalimat tanpa arti, sambung menyambung menjadikannya sebuah kisah dalam satu paragraf singkat.
Lalu selanjutnya akan bergantung pada mood untuk bisa menuliskannya atau terlupakan.

Menulisi Blog setidaknya masih berusaha saya lakoni hingga kini.
Ndak terasa sudah 10 tahun lamanya saya menjalani rutinitas ini.
Banyak hal yang membantu terwujudnya satu demi satu tulisan yang rata-rata berisikan luapan emosi pribadi, pengalaman atau perjalanan kerja hingga hal-hal yang tidak penting lainnya.
Semata untuk menumpahkan segala unek unek yang ada, tanpa harus melampiaskan emosi kepada orang lain seperti yang selama ini saya lakukan.

Ada sekitar 2.700 an postingan total yang sudah saya coba turunkan. Dari angka tersebut ada sekitar 160an postingan yang saya lahirkan di tahun 2016 ini. Belum termasuk belasan draft note yang saya catatkan dalam ponsel, belum sempat dituntaskan menjadi sebuah tulisan yang memadai untuk bisa saya sajikan disini.
dan saya masih tetap bisa menikmatinya.

Akhir tahun sebentar lagi akan dijelang. dan halaman ini entah akan bisa berlanjut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ataukah akan mati ditelan kesibukan ?


Akhir Tahun yang dinanti

2

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Tiba jua…
Hari yang paling dinanti dalam setahun terakhir…
Hari dimana kami harus menyiapkan semua pertanggungjawaban kegiatan yang bisa dikatakan terparah dalam sejarah saya menjalani rutinitas di Dinas Cipta Karya.
Hari dimana kami harus berpacu dengan waktu dan degup jantung tanpa henti untuk selalu mengingatkan rekanan pelaksana baik dalam penyelesaian fisik pekerjaan maupun administrasi dan kelengkapannya.
Hari dimana kami menerima banyak komplain, baik dari pimpinan, kolega sejawat hingga masyarakat yang kecewa lantaran jalan masuk ke lingkungan rumah mereka belum mendapatkan prioritas hingga tahun ini berakhir.
Ini memang tahun paling absurd bagi saya secara pribadi.

Tahun ini sepertinya merupakan tahun terbanyak saya mengeluh baik di halaman blog maupun timeline akun Twitter, tentang segala tekanan dan makian yang dialami tentu saja terbesar dari oknum DPRD tentang banyak hal yang pada intinya ya ndak jauh jauh dari urusan perut berbalut atas nama Rakyat. Klise benar…
Mengalami banyak tekanan tentu saja membuat saya nyaris kehilangan semangat. Rasanya memang tak nyaman untuk bekerja dengan baik dan benar lagi, setelah apa yang saya harapkan tak berjalan sesuai rencana.
Bahkan kekalutan perasaan cukup membuat saya emoh untuk dinas keluar kota, atau sekedar melawat ke negeri seberang bersama kawan kawan. Semua sudah tak elok lagi untuk dijalani.
Maka itu tahun ini saya pribadi memutuskan untuk tidak kemana mana lagi. Disamping dalam waktu dekat kami akan mengalami rotasi tempat bekerja, apakah akan berpisah satu sama lain ataukah masih akan tetap seperti ini nantinya.
Cukuplah saya melewatkan waktu pagi di dek lantai paling atas, berteman angin sepoi dan sinar matahari pagi, juga segelas kopi.
Jauh lebih nikmat rasanya bisa menikmati suasana dari sudut pandang yang berbeda.

Jika saja kelak saya diberikan cukup umur untuk menjalani hidup kedepannya, ingin sekali bisa mencapai 75 kali donor darah dimana hingga akhir tahun ini saya hanya bisa menyelesaikan hingga kali ke 52. Satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat dari diri sendiri.
Begitu pula melanjutkan aksi Yoga untuk menggantikan absennya rutinitas olahraga yang makin berkurang saya lakoni pasca musim berganti. Mengingat Gula Darah yang saya dapati melalui alat penguji rumahan, hampir selalu berada diatas angka 200 mg/dl meski asupan makan sudah berganti menjadi beras rendah kalori. Bahkan sempat melonjak hingga 320an mg/dl saat stress melanda yang kemudian membuat saya mencoba mengambil keputusan untuk melaksanakan Yoga.

dan di akhir tahun 2016 ini, saya bisa berharap mengajak liburan anak anak, istri dan orang tua, sekedar menyeberang lautan atau melintasi angkasa, dua tiga hari saja, sekedar menikmati hari bersama keluarga dan melepas anak anak dalam kolam renang yang mereka dambakan tiap harinya.
Entah akan bisa terwujud atau tidak…


Tidak Ada Ambisi Hingga Hari Ini

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebentar lagi OPD baru di Kabupaten Badung akan terbentuk. Informasi sementara, jumlah Organisasi Perangkat Daerah di lingkup kami akan bertambah meskipun beberapa unit kerja yang ada akan dijadikan satu sesuai bidang kerja yang ada.
Misalkan saja Dinas Cipta Karya akan dilebur menjadi satu dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan menjadi Dinas Pekerjaan Umum.
Sementara satu Seksi Permukiman kabarnya akan dimekarkan menjadi satu Dinas Perumahan yang kelak akan membagi-bagi semua tugas yang selama tiga tahun ini membebani pikiran dan fisik saya pribadi.
Berita Bagus tentu saja.

Namun seiring bertambahnya jumlah OPD dimana untuk daerah lain justru berkurang, secara otomatis mengembangkan kabar di luaran akan ada penambahan jumlah pejabat demi memenuhi kuota perubahan yang ada.
dan Saya keknya sudah ndak ada ambisi untuk itu.

Beberapa kawan sejawat menginformasikan kisi-kisi siapa yang harus dihubungi agar kelak saat OPD baru terbentuk, mereka bisa dipindahtugaskan ke tempat basah, tempat yang banyak air dan genangannya, dan ada juga yang berharap diPromosikan ke tingkat yang lebih baik, apakah dari staf menjadi eselon ataukah dari kepala seksi menjadi kepala bidang.
dan Saya keknya memang ndak ada lagi ambisi untuk itu.

Cukup. Untuk sementara.
Keknya saya sudah merasakan pahit manisnya menjadi pejabat publik, atau istilahnya eselon, lantaran selama tiga tahun berada di Dinas Cipta Karya hampir setiap hari selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat dan aparat terbawahnya. Nyaris tiada waktu untuk bersantai lantaran secara pekerjaan macamnya kereta api. Sambung menyambung dalam satu tahun anggaran.
Akibatnya ya capek ndak ketulungan.

Jika saya diharuskan untuk melakukan lobi-lobi ke tingkat pimpinan, sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Namun tujuannya bukan untuk naik jabatan atau mencari lahan basah, tapi justru saya minta dipindahtugaskan ke tempat yang sedikit pekerjaan lantaran cuti nyari tak pernah saya ambil semenjak menjadi PNS.
Ingin istirahat sekali-kali.
Ingin bisa nulis atau meluangkan waktu family time bersama keluarga.
Tapi ya keinginan ya tinggal keinginan.
Ndak bakalan dikabulkan keknya…


Galau Abdi Negara di Akhir Tahun

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Terkadang saya pernah merasa malas.
Untuk berangkat kerja, menjalani rutinitas, berhadapan dengan kesibukan.
Sekali-kali ingin mangkir dari semuanya.
dan Tentu saja itu ndak mungkin.

Tugas sebagai Abdi Negara itu ndak mudah.
Setidaknya begitu menurut saya.
Terkadang kita harus siap membohongi hati nurani.
Terkadang juga kita harus siap mengubur semua idealisme yang pernah ada dalam hidup.
Apalagi jika sudah berbicara soal hak, yang rasanya sangat-sangat sulit didapat.

Kemarin itu merupakan hari yang buruk.
Saat berbagi tugas dan tanggungjawab, orang rata-rata berupaya menghindar. Tidak demikian halnya ketika berbagi hak. Semua ingin keadilan. Sama rata.
Ini sama saja dalam kehidupan yang lainnya.

Terkadang ingin menyepi.
Lari dari semua beban yang menghimpit.
Hanya memang itu ndak mungkin.


Menyibak Isi Kepala

1

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Ada hal-hal yang tak bisa saya ungkapkan lewat kata-kata di halaman ini, pula secara langsung pada setiap orang yang saya temui di jalanan. Baik yang saya kenal betul ataupun mereka yang sembari lewat. Demikian halnya kalian yang membaca halaman ini.
Karena meskipun itu sudah menjadi rahasia umum, namun tetap saja jika saya nekat mengungkapkannya, sama saja saya mencoba membunuh diri saya sendiri melalui jerat Undang Undang ITE. Karena bagaimanapun juga orang-orang yang kemudian merasa menjadi oknum yang saya sebutkan, akan menindaklanjutinya dengan pasal pencemaran nama baik dan lainnya.
Maka itu saya membiarkan saja semua hal yang menjadi ganjalan di hati tersimpan liar dalam isi kepala yang belakangan sudah mulai memudar ingatannya.

Perjalanan saya masih panjang, ungkap pimpinan di tempat saya bekerja. Ada banyak hal yang harus saya sesuaikan, siap maupun tidak. Karena yang namanya tugas dan pekerjaan akan tetap ada, menanti demikian banyaknya, dan semua tantangan itu pun akan tetap didapatkan sepanjang kita memutuskan untuk berada di posisi yang sama.
Ini sering diungkapkan, termasuk di halaman ini pula.
Bagai buah simalakama, bathin saya galau.

Sebetulnya saya berharap bisa lepas dari lingkaran ini. Namun amanah yang dibebankan di kedua pundak saya sejak tiga tahun lalu sepertinya memang harus dijalani apapun itu resikonya.
Maka itu, biarkanlah saya menyepi barang sekejap. Melupakan semua amarah dan kekesalan yang tercipta setahun terakhir, sementara tidak banyak yang bisa dilakukan dengan tetap mengedepankan idealis yang kian digerogoti kepentingan dan permintaan orang lain.

Isi kepala kian tak nyaman saja rasanya.
Mungkin sudah saatnya saya mengeluarkan semuanya dengan jalan yang lain.


5 Jenis Vacuum Cleaner Yang Perlu Anda Ketahui

Category : tentang iLMu tamBahan

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan vacuum cleaner bukan? Vacuum cleaner merupakan alat penghisap debu yang biasa digunakan untuk membersihkan karpet, sela-sela jendela, interior mobil dan lainnya. Memang belum semua keluarga atau rumah memiliki vacuum cleaner, namun karena pemakaiannya yang praktis, vacuum cleaner saat ini mulai banyak diminati apalagi bagi para ibu muda dan pasangan yang baru menikah.

Bagi kalian yang ingin membeli vacuum cleaner, pasti masih bingung untuk menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai dirumah. Banyaknya jenis vacuum cleaner memang terkadang membuat beberapa orang bingung dengan fungsinya sendiri, oleh karena itu berikut ini berbagai jenis vacuum cleaner yang perlu kalian ketahui sebelum membeli jenis yang cocok untuk dipakai.

1. Upright
Vacuum cleaner dengan jenis upright ini biasa digunakan untuk membersihkan karpet. Karena semua bagiannya menyatu dimulai dari penghisap yang ada di bagian bawah dan menempel dengan lantai, hingga bagian penyaring yang menyatu dengan pegangan tangan. Vacuum cleaner jenis ini cocok dipakai di ruangan yang tidak terlalu banyak barang, karena designnya yang lebih minimalis dan memiliki corong lebar di bagian bawahnya.

2. Drum
Berbeda dengan jenis upright, vacuum cleaner drum memiliki design yang lebih fleksibel. Vacuum cleaner dengan jenis ini memiliki pipa panjang sehingga mempermudah kalian untk menjangkau bagian yang sempit dan kecil. Selain itu tempat penyaringannya pun terpisah tidak seperti jenis upright.

3. Hand held
Vacuum cleaner jenis ini banyak digunakan untuk membersihkan mobil. Karena designnya yang mudah digengam serta dibawa kemana saja saat hendak membersihkan kendaraan. Selain itu vacuum cleaner jenis ini juga dapat menjangkau ke daerah yang sulit dijangkau seperti sudut ruangan atau sudut kecil di dalam kendaraan anda.

4. Canister
Jenis ini adalah yang paling banyak digunakan oleh ibu rumah tangga, bentuknya yang mirip dengan vacuum cleaner jenis drum banyak dipakai oleh para ibu rumah tangga karena mudah menjangkau sudut yang sulit. Selain itu vacuum cleaner ini juga sangat fleksibel untuk digunakan.

5. Robotic
Canggihnya teknologi yang ada juga memacu beberapa vendor vacuum cleaner untuk membuat vacuum cleaner jenis robot. Cara kerjanya sendiri hampir 90% di control menggunakan remote control, namun memang belum banyak yang menggunakan jenis ini dikarenakan harganya yang terbilang cukup mahal.

Bagaimana, apa anda sudah menentukan jenis vacuum cleaner apa yang cocok untuk dipakai? Untuk lebih memudahkan lagi anda juga bisa lihat berbagai macam jenis vacuum cleaner di sini http://www.mataharimall.com/p-661/penghisap-debu. Tentunya akan ada banyak penawaran menarik di akhir tahun ini.
Selamat berbelanja.