Tips Mengakali Kekurangsempurnaan ponsel Hisense Pureshot Plus HS-L695

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada postingan terdahulu tentang beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+, saya sempat sampaikan tentang sulitnya mencari Leather Case lantaran saat itu tergolong ponsel baru yang masih susah dicarikan asesoris pelengkapnya. Namun kini, semua sudah bisa ditemukan dengan mudah di Tokopedia. Baik yang berupa flip cover maupun rubber casenya. Hanya saja saya belum menemukan versi dompet sebagaimana yang pernah saya miliki lewat seri Note 3 terdahulu. Sangat berguna untuk menyelipkan SIM, KTP dan beberapa lembar uang merah saat bepergian. Hemat berat lantaran tak lagi disibukkan membawa dompet.

Lalu masih menyambung soal barunya perangkat saat itu, persoalan plastik pelindung dari sidik jari dan minyak atau lengketnya nasi pada layar juga menjadi masalah. Namun masih bisa diatasi dengan menggunakan pelindung layar universal yang tinggal dipotong sesuai lebar diagonal ponsel dengan mengorbankan lubang lensa kamera dan lainnya.

Sering mendengarkan Musik di ponsel ?
Awal penggunaan, persoalan pemutar musik sempat pula jadi masalah. Lantaran tiap kali dibuka, aplikasi Pemutar Musik bawaan selalu crash dan menutup dengan sendirinya. Saat itu masih bisa diakali dengan menambah aplikasi pemutar musik gratisan dari Play Store. Hanya untuk menemukan kemampuan yang setara memang agak sulit.
Masalah baru terpecahkan pasca melakukan Update Wireless, pembaharuan sistem yang mengembalikan fungsi aplikasi berjalan dengan baik.

Meski demikian, untuk aplikasi Pemutar Musik bawaan ini, masih kerap bermasalah pada penyajian file musik yang menghilangkan semua file pada beberapa folder tertentu, sementara apabila diakses melalui File Manager, semua file tersebut masih ada dan bisa diputar dengan baik. Sudah begitu, khusus satu folder kumpulan karya Bang Iwan Fals yang dikompilasi dari tahun 1979 hingga kini, tampil acak sesuai dengan judul lagu, tidak sebagaimana nama file yang sudah diatur sesuai tahun rilisnya. Hal ini tidak pernah terjadi pada aplikasi Pemutar Musik bawaan ponsel Samsung Galaxy Note 3 terdahulu.
Masih soal menghilangkan daftar penyajian, hal ini pula berlaku pada opsi pembuatan Playlist. Agak susah jadinya.

Tips mengakalinya sederhana. Install saja aplikasi Pemutar Musik tambahan seperti yang saya sampaikan diatas tadi, jika tujuannya hanya untuk mendengarkan musik saat berolahraga ataupun santai di rumah atau meja kerja.
Cuma Tips ini tidak mampu menyambungkannya dengan ‘status’ yang ditampilkan oleh BBM Messenger. Tentu sangat mengecewakan bagi mereka yang sedang kepingin eksis di layar ponsel kawan lainnya. Hehehe…

Pureshot Hisense SmartFren 4G LTE

Lepas dari persoalan Musik, beralih ke soal SMS.
Meski era sudah berganti ke BBM, Whatsapp, Line dan lainnya, opsi SMS sebetulnya masih berguna bagi saya pribadi, utamanya untuk berinteraksi dengan pimpinan atau orang yang sekiranya jauh dari kemampuan teknologi. Bahasa Sederhana nya ya Gaptek.
Masalah muncul ketika saya mengetikkan banyak pesan yang akan dikirimkan baik secara personal maupun multipel nomor, kerap hilang dari daftar percakapan, meskipun tadinya sudah yakin bahwa pesan-pesan itu terkirim ke Tujuan.
Maka itu sempat jadi kaget, ketika tujuan mengatakan tidak pernah menerima pesan apapun, didukung dengan menghilangnya catatan percakapan pada aplikasi SMS bawaan tadi.

Tips mengakalinya mungkin sedikit merepotkan bagi kalian. Yaitu dengan melakukan Copy Pesan setiap kali mengetikkan isian panjang lebar, sebelum memutuskan untuk mengirimkannya, sebagai antisipasi saat pesan hilang dari daftar atau tidak terkirim ke nomor tujuan. Sehingga kelak bisa di Paste kembali saat dibutuhkan di pengiriman berikutnya.

Lanjut lagi ke persoalan Share multiple File (lebih dari satu file/objek) Via BlueTooth yang tidak saya temukan opsinya melalui File Manager bawaan ponsel. Bisa diakali dengan menginstalasi aplikasi File Manager tambahan macam ES File Explorer misalkan untuk mengirimkan beberapa file sekaligus melalui BlueTooth ke ponsel/perangkat lainnya.

Beda lagi ke persoalan Pengiriman Kartu Nama yang pada ponsel Note 3 terdahulu bisa dilakukan melalui aplikasi SMS-Pilihan-Insert-Contact. Opsi ini tidak saya temukan pada ponsel Hisense melalui jendela yang sama.
Tipsnya adalah, mengirimkannya melalui opsi Contact-cari nama yang akan dikirimkan, buka lalu pilih opsi Send. Langkah ini akan membawa kalian ke aplikasi SMS, untuk dipilihkan nomor tujuan yang diinginkan.
Apabila akan mengirimkan lebih dari satu kontak, bisa dilakukan dengan meng-Copy isian pesan pada SMS, lalu balik lagi ke Tips diatas. Tentu di-Paste-kan kembali untuk menambahkan daftar nama pada pesan tersebut.

Persoalan terakhir, datang dari sisi daya tahan ponsel dimana saat sisa batere turun ke prosentase 20, ponsel langsung mematikan diri tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Apabila dinyalakan kembali, sisa batere bisa mendadak habis hingga menyisakan 2 persen saja. Entah apakah ini ada pengaturan khusus terkait pemanfaatan batere ponsel, ataukah memang disebabkan batere drop sehingga membutuhkan penggantian sebagaimana saran senior saya, Seno Pramuadji.
Sementara sih masih bisa aman dengan cara membekali diri power bank berdaya besar, mengantisipasi berkurangnya daya saat berada di bawah 50 persen. Amat sangat berguna agar aktifitas tak mentok di siang hari hanya karena terkendala batere. He…

Kira kira demikian sih, beberapa permasalahan yang kerap saya alami selama menggunakan ponsel Hisense Pureshot Plus HS-L695 besutan SmartFren. Memang mengganggu sedikit kenyamanan, namun masih lebih mending jika melihat dari kemampuan secara keseluruhan.
Semoga bisa menjadi masukan yang membantu ya.

Cerita Terkini tentang Pergantian ponsel dari Note 3 ke PureShot Plus

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat memutuskan penggantian ponsel dari brand ternama Samsung Galaxy Note 3 ke perangkat premium besutan SmartFren, Hisense Pureshot Plus HS-L695, jujur saja memang ada rasa canggung lantaran secara umum Note 3 jauh lebih nyaman untuk digunakan.
Tapi let’s see…

Setelah nyaris setahun berlalu, kini nasib ponsel Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan kemampuannya pun tersimpan dalam box originalnya, lengkap dengan semua asesoris dalam paket penjualannya. Awal pernah terpikir untuk dilego via OLX, cuma ndak rela kalo dihargai 1/3 nya… Ndak jauh dari harga baru ponsel Hisense saat diluncurkan tahun lalu.

Samsung Galaxy Note 3 Hisense PureShot

Maka bisa dikatakan rutinitas saya dari semenjak berangkat kantor, pulang hingga tidur dan terbangun lagi keesokan harinya, ditemani hanya dengan satu ponsel, yang kemudian mengubah semua kriteria awal ponsel impian jika diberi kesempatan menggantinya kelak.

Dual SIM menjadi hal mutlak yang dipersyaratkan. Itupun slot kedua Sim Card mutlak berbeda dengan slot kartu memory eksternal dengan tujuan kemampuan penambahan kapasitas penyimpanan. Internal storage minimal 32 GB dan RAM minimal 2 GB. Biar lebih nyaman saat digunakan.
Layar lebar, tetap sama. Selebihnya ya opsional.

Meski demikian tidak berarti saya nyaman nyaman saja saat menggunakan ponsel Hisense Pureshot Plus HS-L695, jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy Note 3 terdahulu.
Ada juga beberapa kekurangsempurnaan yang sempat saya alami dalam perjalanannya, lumayan mengganggu pola pemakaian di awal. Namun lama kelamaan, ada juga solusi yang bisa ditawarkan sebagai Tips untuk kalian, andai mengalami hal yang sama dengan pengalaman saya.

Apa saja itu, simak di tulisan selanjutnya.

Mengagumi Analisa mas Alifurrahman, si @Pakar_Mantan

Category : tentang Opini

Di tengah kegalauan memantau perkembangan demo 4 November tempo hari yang katanya merupakan wujud penyampaian aspirasi umat Islam pasca tuduhan penistaan agama oleh pak Gubernur DKI, namun berbelok arah menjadi upaya penggulingan pemerintah terpilih, tampaknya akun akun sosial media yang saya miliki belum mampu memberikan ketenangan saat membacanya satu persatu. Pun demikian halnya dengan agenda turun ke jalan kembali 25 November mendatang.

Jika di akun Facebook (dengan identitas gamer) informasi yang disebarkan tampak sama alaynya dengan pidato pak mantan presiden dan pula cenderung provokatif, di akun Twitter informasi yang ada cenderung teduh dan akurat. Meski demikian, saya pribadi tak mampu memahami makna di balik itu semua sehingga saya membutuhkan masukan tambahan dari akun si Pakar Mantan, mas Alif dan kawan kawan lewat halaman berbagi milik bersama di seword.com.

Alifurrahman Ashyari, demikian nama akun Facebook yang bersangkutan, meski infonya menyandang nama aseli Alan Budiman. Bisa jadi semacam nama pena atau nama keren macam saya punya ini.
Tiap kali mas Alif menuliskan analisanya terkait kelakuan para mantan, secara otomatis di share pula ke akun Twitter yang bersangkutan. Memudahkan para pembacanya mencari tahu hal apa yang bisa dinikmati setiap harinya.

Ada banyak hal yang diulas, namun belakangan lebih fokus pada Ahok dan aksi menuntut mundur yang bersangkutan hingga pak Presiden Jokowi oleh sebagian umat yang katanya beragama. Terkadang ada juga topik-topik yang diselipkan diantara tulisan tersebut yang sekiranya patut mendapatkan perhatian lebih dari yang lain. Soal Intan Olivia misalkan.

Kalimat dan analisanya menggelitik, tajam, dan setelah lama dimunculkan, disandingkan dengan perkembangan yang ada, rata-rata cukup akurat juga jika dicerna dengan akal sehat.
Istilah yang digunakannya pun terbaca unik.
‘begitulah kura-kura’ bisa dikatakan selalu menghias di akhir Analisa. Memberi ciri khas pada tulisan yang bersangkutan untuk membedakannya dengan rekan sejawat.
Begitupula ‘pakar titik titik’, ‘sesapian’ dan lainnya. Memberi warna dalam setiap tulisannya.

Kalian pernah membacanya ?

Duka untuk Intan Olivia, Doa untuk Alvaro Sinaga

Category : tentang Buah Hati

Hati rasanya remuk saat membaca berita tentang Intan Olivia Marbun, gadis kecil usia 2,5 tahun yang akhirnya dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan di RS AW Sjahranie akibat luka bakar di sekujur tubuh pasca lemparan bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan, Minggu 13 November lalu. Pelantun Kingkong badannya besar tapi kakinya pendek inipun mengharubirukan sejumlah netizen di dunia maya senin pagi kemarin.

Belum reda duka yang menghantam, mendapat kabar bahwa Alvaro Sinaga teman bermain Intan (alm) kini sedang dalam perawatan intensif dan akan segera dioperasi. Ia pun mengalami luka bakar, bersama dua kawan lainnya, meski tak separah apa yang dialami Intan.

Jika kalian masih punya hati, dan sedikit rasa kemanusiaan, berikanlah doa pada mereka.

Anak-anak tak seharusnya menjadi korban kebencian atas nama agama.

Untuk kalian, anak-anakku. Intan Olivia Banjarnahor (2,5 tahun), Anita Kristobel Sihotang (2 tahun), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4 tahun), dan Triniti Hutahaya (3 tahun). Salam sayang dari kami.

NgeGosipin Isu Peluncuran Yamaha XMax 250

2

Category : tentang KHayaLan

Per tanggal 2 November lalu, akun Instagram @iwanbanaranblog sempat upload gambar prosesi launching produk motor terGres milik Yamaha yang salah satunya ikut pula dipamerkan, XMax 300, upgrade seri NMax yang laris manis di pasar Indonesia. Sekedar tahu bahwa akun yang satu ini tergolong UpToDate banget kaitan soal rilis resmi motor baru di negara kita ini. Termasuk soal Test Ride Honda CBR 250 RR yang digelar di Bali akhir pekan kemarin.

Tak Ayal, akun kawan saya, @madewirautama yang belakangan sudah mulai jarang nulis di blog langsung mengabarkan malam itu juga, dan sukses membuat pikiran saya campur aduk ndak mengantuk lagi. Sialan banget.

Tapi ya wajar sih, wong seri XMax ini memang satu-satunya impian saya sejauh ini untuk menggantikan si merah kekar, Yamaha Scorpio 225cc tahun 2011, yang hingga saat ini sudah mulai jarang menemani hari, lantaran tidak ramah pada anak-anak. Si Anak sih enjoy saat dipangku pada tangki depan atau dibonceng belakang, tapi Bapaknya yang ketar ketir khawatir, bawa motor jadi ndak nyaman. Hehehe…

Hanya saja seperti yang disampaikan tadi, seri XMax 300 yang saat launching kemarin itu rupanya hanya pengenalan awal pada publik bahwa rencananya di Tahun depan, Yamaha bakalan merilis XMax 250 untuk pasar Indonesia. Sementara yang 300 tadi sedianya akan dipasarkan di Eropa. Ealah…

xmax-pandebaik

Padahal sehari pasca postingan Instagram tersebut, saya langsung memfollow-up Isu peluncuran dengan menghubungi akun Yamaha Diponegoro melalui akun BBM mereka, rupanya belum bisa di-Indent sesegera mungkin. Baru dibuka untuk pasar Jakarta saja. Waduh…
Mana sudah terlanjur menawarkan si merah ke beberapa teman. Hehehe…

Motor XMax yang nantinya bakalan dilepas untuk pasar Indonesia, sebagaimana rencana penamaan, punya kapasitas mesin sedikit lebih besar dari Yamaha Scorpio yang kini masih rajin dipanaskan setiap pagi. Nambah 25 jadi 250 cc. Setidaknya masih naik lah dari kepemilikan sebelumnya.
Secara Konstruksi Bodi, sepertinya ndak jauh beda ketimbang pendahulunya, seri NMax 160cc. Dilihat dari bentuk setang kemudi, dudukan hingga wajah depan. Hanya saja seri ini membawa ban gambot untuk meyakinkan calon konsumen akan besarnya daya yang kelak bisa digeber di jalan aspal.

Sementara ini, harapan akan kehadiran XMax adalah persoalan setang kemudi yang paling minim sedikit lebih tinggi dari seri NMax yang terpantau mentok pada lutut kaki saat digunakan untuk berbelok arah. Sangat menyulitkan untuk pengendara dengan bodi setinggi saya. Disamping itu, minimal bisa lebih ramah anak-anak baik saat didudukkan di bagian depan maupun belakang pengendara. Jadi persoalan jalan-jalan bareng keluarga masih bisa nyaman dilakoni.

Yang masalah kini hanya satu. Persoalan harga. Dengan rentang kisaran 50an juta rasanya sih masih eman untuk mengadopsinya pulang ke rumah. Meskipun mau tak mau ya harus melego si merah untuk nambah-nambah.
Gimana baiknya ya ?

Polling akun Twitter Bang @iwanfals Bikin Gerah

Category : tentang InSPiRasi

Sosial Media Twitter belakangan ramai pasca dimulainya Gong Pilkada DKI Jakarta yang menyajikan 3 pasangan calon Cagub dan Cawagub. Jadi makin ramai setelah aksi Bela Agama tanggal 4 November lalu yang sepertinya memiliki agenda lain dari apa yang dikoarkan banyak pihak. Namun terlepas dari semua karamaian itu, rupanya ada satu akun yang bisa jadi berawal dari keisengan belaka, sudah membuat jagat Twitter tambah gerah. Akun miliknya Bang Iwan Fals.

@iwanfals terpantau per tanggal 12 November kemarin mengunggah sebuah polling khas Twitter yang menanyakan soal ‘andai pilkada dki dilaksanakan sekarang, siapa pilihanmu ?’
Wiii… ndak kurang dari 38ribuan Votes yang memberikan suara dadakan terkait opsi pilihan yang ada. (20%) agus ; (62%) ahok ; dan (18%) anies. 38,117 votes – Final results. Edan ya ?

Dan bisa ditebak, banyak dari para Follower Legenda Musik Tanah Air ini mempertanyakan balik keberpihakannya setelah melihat hasil Polling. Padahal semua hasil yang terpampang tentu datang dari para netizen baik berstatus follower diantara 930K itu, atau teman si follower. Lucu…

Demi menetralkan suasana, sehari kemudian muncul Polling susulan dari akun yang sama. ‘duh bikin polling kok pada berantem, jadi mending dihapus apa nggak ya pollingnya ?’

Sepuluh persen dari jumlah Votes sebelumnya, menyatakan (24%) hapus ; dan (76%) jangan hapus. 3,310 votes – Final results. Makin heboh deh. Hehehe…

Saking Hebohnya, di hari yang sama muncul lagi Polling baru. ‘Kerja Jokowi ?’ (73%) bagus ; (12%) buruk ; dan (15%) biasa saja. 16,374 votes – 1 hour left (kalian masih boleh Votes saat tulisan ini dibuat, kalo mau).

polling-iwan-fals

‘oke, lanjut ya, tema2 lagu yg menarik ?’ (34%) cinta ; (20%) lingkungan hidup ; (40%) sosial & politik ; dan (06%) religi. 9,444 votes – 4 hours left. Ini membuktikan bahwa sesungguhnya Bang @iwanfals masih dikangeni banyak Followernya untuk membuat karya yang senada kisah perjalanannya ketimbang tema Cinta yang akrab digeluti pasca Reformasi. Hehehe… Tapi yang satu ini ada yang menenggarai hanyalah sebuah Polling Pengalihan Isu dari Polling pertama yang Kontroversial itu.

‘hehe klo boleh tau berapa usiamu’ (3%) 0-17 ; (68%) 18-35 ; (27%) 36-53 ; dan (02%) 54 dstnya. 9,618 votes – 4 hours left.
‘lalu tingkat pendidikanmu’ (2%) sd ; (02%) smp ; (21%) sma ; dan (75%) mahasiswa. 8,909 votes – 4 hours left.
Dua Polling diatas, bisa jadi merupakan satu gambaran umum siapa follower Bang @iwanfals, meskipun secara jumlah pemberi suara gak sebanyak Polling sebelumnya.

‘klo gitu soal 4 juta penonton yg dulu itu gimana ya’ (70%) setuju ; sedangkan (30%) tidak setuju. 5,642 votes – 7 hours left. Khusus Polling ini kalo ndak salah terkait cita-cita yang bersangkutan menggelar konser musik yang sejauh ini masih tertunda.

‘Apakah Ahok Menistakan Agama’ (27%) ya ; (65%) tidak ; dan (08%) bingung. 14,459 votes – 13 hours left. Heladalah… Meskipun Votes masih berlangsung dan mayoritas mengatakan ‘Tidak’, rupanya banyak juga yang mengecam. Baik ditujukan pada pak Ahoknya, maupun pada si pemilik Polling, Bang @iwanfals. Hihihi…

‘oh ya, gimana dgn Habib Rizieq?’ ( 19%) oke ; (68%) nggak oke ; dan (13%) biasa saja. 4,920 votes – 15 hours left. Huahahaha… Polling terakhir yang saya tahu per pagi ini malah menyulut banyak pihak, utamanya mereka yang menganggap objek yang ditanyakan adalah Ulama. Sehingga banyak juga yang menganggap bahwa Bang @iwanfals menghina Ulama.

Padahal jawaban datang dari para Netizen loh… dan Netizen yang memberikan suara pada setiap Polling yang ada, bisa jadi tidak hanya terkonsentrasi di DKI Jakarta atau merupakan Semeton Muslim saja, seperti saya misalkan. Hehehe…

Cerita Iseng tentang Jenggot

Category : tentang DiRi SenDiri

ah, sesungguhnya postingan yang satu ini bisa dikatakan gak penting… soale lagi pengen cerita ngalor ngidul macem ‘Intermezzo’ tempo hari. Cuma aja topik kali ini soal Jenglot. Eh Jenggot maksute.
Jadi kalo pas dikasi halaman ini oleh mbah Google, baiknya dibalikin lagi ke halaman sebelumnya, biar kuota gak habis banyak. Hehehe…

Jenggot.
Bagi kami orang Bali, memelihara Jenggot (saja) kemungkinan besar bakalan dianggap aneh. Memiripkan diri dengan nyame braye Muslim, semeton Dauh Tukad.
Sementara orang kami lebih suka memelihara kumis (saja) untuk memberikan kesan wajah lebih tampan dan dewasa. Meski ada juga yang lengkap, dari kumis, jenggot hingga kales di pipi itu. Memberi kesan berwibawa.
Sementara Jenglot ? Eh Jenggot ?
Ehm… Care nak Jawe. Ape buin misi bibih camed, makin meyakinkan awake nak Jawe. Keto anake ngorahang…

Yang jelas, ndak ada misi khusus sebetulnya saya miara Jenggot.
Bukan terkait demo Bela Agama tanggal 4 November kemarin, bukan jua terkait perayaan Idul Adha.
Hanya Iseng.
Pengen tau apakah wajah ini masih bisa tampak seram apabila dikombinasi dengan kaca mata item minus yang kerap dipake buat gaya di jalan itu.
Sepintas, ndak ada yang percaya kalo semua itu hanya tambalan wajah semata.

pande-baik-jenggot-an

Jenggot makin lama tampak makin lebat dan panjang. Mirip mas Ahmad Dhani yang kemarin orasi sambil nyebut hewan piaraannya. Meski secara istri ya masih setia sama satu yang pertama. Cuma secara Jenggot setelah dikira kira, diamati berkali kali kok ya mirip ?
Jadi khawatir juga lama lama. Kena gep.

Tapi ada juga loh kerabat yang demen dengan aksi saya berjenggot ini. Katanya jadi kelihatan lebih macho, berhubung wajah aseli saya tanpa hiasan jenggot memperlihatkan lemah lembutnya hati si pemilik. Ndak nyambung dengan badan saya yang menjulang.

Aksi memelihara jenggot sudah berlangsung beberapa kali sejauh ini. Bahkan di IDcard kantor, wajah yang terekam adalah wajah berjenggot masa masih berdinas di LPSE dulu. Tahun lalu saat berkesempatan melawat ke Thai juga sama. Sampe-sampe sempat dicurigai saat pemeriksaan imigrasi setempat, berhubung saat itu lagi ramai pengebom berjenggot.

at last, malam ini saya memutuskan untuk mencukur habis hiasan dagu bersih tuntas, toh rata rata banyak kawan sudah melihatnya, dari memuji hingga mencandai. Misi isengnya dah tercapai, numpang tenar lewat jenggot.
Jadi setelah ini kalopun bertemu saya di jalan, mbok ya jangan pangling lagi. Apalagi manggil saya dengan sapaan Koh, lantaran secara perwajahan lebih mirip chinesse saat bersih begini.

Memang nasib. Hehehe…

Karaoke-an di Spotify ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan kemarin soal Spotify, salah satu pilihan Streaming Musik masa kini yang bisa dinikmati melalui berbagai perangkat, rupanya ni aplikasi juga bisa diajak Karaoke-an loh. Hehehe…

Berawal dari pertanyaan istri tentang lirik lagu yang kerap saya dendangkan di mobil sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kantor, yang rupanya diragukan keabsahannya seratus persen lantaran bahasa yang dilafalkan si penyanyi bukan bahasa Ibu, hehehe…
Maka percobaan pun dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan ke mbah Google ‘how to show lyrics on spotify’.
Hasilnya maknyus…

Berdasarkan hasil pencarian untuk perangkat mobile, setidaknya aksi Karaoke-an via Spotify bisa dilakukan dengan memanfaatkan salah satu diantara dua aplikasi yaitu Genius dan SoundHound.

Jika aplikasi Genius akan secara otomatis menampilkan lirik lagu yang sedang didengar lewat opsi notifikasi (sisi atas layar ponsel), SoundHound sendiri musti buka aplikasinya dulu agar bisa menyajikannya. Mana yang lebih mudah tentu ya terserah kalian. Saya sendiri pilih Genius sejauh ini.

lyric-spotify-pande-baik

Sedangkan hasil pencarian untuk perangkat pc desktop, infonya sih Spotify sudah ndak ngedukung lagi fitur tampilan Lirik Lagu secara default yang banyak mengecewakan penggunanya. Namun rupanya ada yang mengakali dengan mengunduh aplikasi Lyricfier melalui halaman resmi mereka, dan menempatkan filenya didalam folder aplikasi Spotify.

Hasilnya lumayan. Jadi kita bisa sambil berdendang saat mendengarkan musik di perangkat pc komputer untuk meyakinkan audience bahwa sedikitnya kita beneran hafal lagu itu. Hehehe…