Berbagi Pengalaman menggunakan Internet Volume SmartFren 4G LTE

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertengahan Mei lalu merupakan momentum akhir kisah paket True Unlimited 4G LTE milik SmartFren yang selama kurun waktu 6 bulan terakhir menjadi berkah bagi banyak perangkat, termasuk 9 diantaranya milik pribadi.
Semua mendadak UptoDate. Utamanya dari segi pembaharuan aplikasi juga konten unduhan yang sangat sangat beragam.
Namun sebagaimana cerita yang lain, kisah menarik selalu ada akhirnya.
Dan berikut adalah percobaan untuk menemukan paket internet yang pas untuk pilihan budget terbatas.

Dari sekian banyak penawaran yang diberikan pada aplikasi My SmartFren, untuk pertama kalinya saya pun mencoba menggunakan Paket Internet Volume dengan harga 60ribu sebulan, yang memberikan keleluasaan kuota sebesar 2 GB serta tambahan jam kalong hingga pukul 08.59 WIB sebesar 12 GB.
Itu saja.

Terbiasa dengan kepemilikan kuota besar tentu kemudian menjadi kendala. Utamanya saat jam kerja dimulai hingga berakhir di tempat tidur malam harinya. Nyaris bonus kuota di jam kalong tidak mampu dimanfaatkan dengan optimal.
Hingga di awal bulan Juni kemarin, strategi penggunaan data pun diubah.

Untuk penggunaan sosial media dan chat juga email, saya memilih memanfaatkan kuota utama yang sebesar 2 GB. Habis jelang akhir paket, tepatnya seminggu sebelum masa berlaku paket. Sedangkan opsi pembaharuan aplikasi, games, dan unduhan filem, musik ataupun majalah digital, saya lakukan begitu bangun dari tidur sekitar pukul 5 pagi hingga sesaat begitu sampai di meja kantor.

Hasilnya efektif.

Semua paket data bisa dimanfaatkan dengan baik, meskipun beberapa hari terakhir sebelum masa paket habis, lebih sering maksa untuk download filem di halaman layarkaca21.tv. Saking maksanya, sampe bingung mau unduh yang mana. Hehehe…
Berhubung yang dipilih lebih banyak resolusi rendah, 320p dan 480p yang memiliki ukuran hingga 700 MB per file, cukup banyak tangkapan yang kemudian bisa dikoleksi.

Bersyukur juga kalo disela semua aktifitas penggunaan internet miliknya SmartFren, dibackup penuh oleh paket data Axis Pro Basic Unlimited dengan FUP 2 GB seharga 49ribu. Nyaris tak ada aktifitas yang terlewatkan termasuk upaya menuliskan pengalaman macam ini.

Nah, sebulan pertama telah usai.
Mau tahu paket data milik SmartFren 4G LTE yang saya gunakan berikutnya ?
Apakah masih sama, atau berbeda ?
Simak di tulisan mendatang.

Unduh Film (bajakan) yuk lewat layarkaca21.tv

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Ha… kelihatannya tulisan kali ini masih ndak jauh-jauh dari konten bajakan. Konten yang jika diketahui oleh Google, dijamin AdSense yang terpasang di halaman Blog kalian, akan langsung di-banned tanpa ampun. Termasuk halaman ini yang pada akhirnya tak mendapat ijin pemuatan lantaran menulis banyak materi dengan isi yang sama.
Bajakan.

Sementara itu, upaya pencarian film (bajakan) yang selama ini rajin dihunting melalui halaman Torrent, baik yang diunduh dengan menggunakan client semacam BitTorrent ataupun FileStream untuk jaringan yang memblokirnya, kini ada alternatif bagus selain Ganool atau halaman semacamnya.

Main aja ke halaman layarkaca21.tv

Dulu kalo ndak salah halaman ini masih menggunakan domain dot com. Entah kenapa bisa berubah ke domain dot tv. Mungkin nanti kalian bisa mengkonfirmasi langsung ke pemiliknya.

Halaman layarkaca21.tv ini menyajikan cukup banyak koleksi film dari berbagai kategori cerita, tahun rilis hingga yang masuk dalam kelompok short movie atau film pendek. Asyik dah pokoknya.

Sudah gitu, film yang nantinya akan diunduh sudah termasuk subtitlenya juga. Jadi kita ndak lagi susah payah mencari padanan teks Indonesianya di halaman lain, me-Rename dan mengcopasnya di folder yang sama seperti perburuan lewat Torrent.
Trus, di halaman unduhannya bisa dipilih juga resolusi film yang ingin diunduh, dari 360p, 420p, 720p hingga High Resolutions 1080p. Makin besar resolusinya, makin besar pula ukuran filenya.
Jika kalian masih bermasalah dengan Kuota, bisa pilih yang 420p dengan ukuran sekitar 700an MB per satu film durasi penuh.

Untuk mengunduhnya bisa memanfaatkan browser, atau IDM untuk kecepatan yang lebih baik.

Tapi eits, opsi Unduhan hanya untuk pengguna sekelas saya yang masih pelit membuang kuota data internet loh ya. Sedang bagi kalian yang punya kuota melimpah, berlebih, dan punya banyak waktu luang untuk menontonnya secara streaming juga bisa. Tinggal mainkan saja tanpa masuk ke halaman unduhan.

Sayangnya, di halaman layarkaca21.tv ini baik dalam tampilan desktop maupun mobile, sama-sama dijejali banyak iklan. Kalo ndak ingin salah pencet, tunggu aja dulu hingga halaman berhenti berproses. Karena kalo asal pencet, yang muncul biasanya malahan pop up iklan yang sisi positifnya memang akan memberikan benefit pada pemilik halaman.
Persoalan lainnya, entah memang bawaan browser atau halaman terkait, saat diakses melalui layar Android, tiap kali berupaya melakukan ‘copy link address’ untuk dapat mengunduh file film menggunakan aplikasi download client, kerap kali memunculkan halaman tab baru yang mengatakan bahwa ponsel kita dipenuhi dengan virus dan meminta agar tidak menutup lalu klik OK.
Kalo sudah begini, saran saya abaikan saja, pilih Nomor urut Tab pada browser lalu tutup Tab yang menampilkan notifikasi ini, dan ulang kembali aktifitas unduhannya dari awal.

Kira kira begitu.

Eh, Seandainya saja halaman ini ditutup kelak oleh Kominfo atau lainnya, mohon dibagi alamat siluman lain yang memberikan akses unduh film (bajakan) serupa ya. Jangan pelit info loh.
Hehehe…

Intermezzo 26 Juni

Category : tentang DiRi SenDiri

Pada akhirnya saya tidak merasa heran, saat menemukan kenyataan bahwa kawan satu ini kemudian bermasalah dengan sang istri, yang notabene seharusnya menjadi pendamping hidup.
Hanya karena persoalan komunikasi.

Saya paham, kami sama sama anak Teknik.
Dimana sebagian besar membentuk karakter yang kaku dan lurus.
Hanya bisa dibilang, saya sedikit lebih beruntung.
Karena dianugerahi gaya yang sedikit dinamis berkat jalan hidup yang tak biasa, dan dianggap mampu untuk mengkomunikasikan isi hati. Baik pada sesama, keluarga, istri, atasan ataupun masyarakat.
Kelihatannya tidak demikian halnya dengan kawan saya satu ini.

Susah memang…

Saya pun kemudian tidak pula merasa heran. Saat menemukan fakta curhatan sejumlah kawan lainnya, yang mengganggap saya pilih kasih pada bawahan, tidak pernah menegur yang bersangkutan secara langsung, bahkan memberi sanksi atas kelalaiannya meninggalkan tugas.
Dilema, ungkap saya pada mereka.

Wong saya ini apa sih ?
Atasan yang bisa memiliki kewenangan memecat juga bukan. Memberi hukuman ? Punishment ? Sejauh apa ?
Saya hanya berusaha memakluminya. Berusaha kompromi pada diri sendiri.
Yang meskipun merasa geregetan, tapi kalo kemudian dijadikan beban, bakalan merusak kesehatan diri sendiri.
Maka itu saya tak lagi mempedulikannya.

Saat saya sudah berupaya menawarkan persahabatan, dan ditolak, maka sayapun akan mengambilnya kembali dan mungkin menawarkannya pada yang lain.
Saya yakin, ada yang masih mau mendengar apa yang diharapkan.
Tapi kalopun semua menolak,
Mungkin ini saatnya saya untuk bersiap pergi dari lingkungan ini.

Bersyukurlah bahwa semua itu hanya Mimpi

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KHayaLan

Mimpi, atau bunga tidur.
Kata orang bisa merupakan keinginan keinginan yang tak tersampaikan dalam dunia nyata, bisa juga merupakan pertanda hal yang akan terjadi di masa depan atau yang akan datang.
Sehingga terkadang Mimpi dijadikan sebagai rambu atau pengingat jalan yang akan dilalui kelak oleh masing masing orang dan bergantung pada interpretasi masing masing. Apakah menganggapnya serius atau cenderung mengabaikannya.
Saya sendiri, jika kemudian menimbulkan kegelisahan, biasanya saya catatkan disini.

Ada empat hal yang saya alami dalam Mimpi semalam.

Satu, bertemu langsung (ingat, dalam mimpi loh ya) dengan orang yang sesungguhnya sudah meninggal. Kejadiannya kurang lebih, mendapati hal yang di masa kini sesungguhnya sudah tak ada, namun saat saya alami rupanya masih ada. Mirip sebuah cerita komik yang mengisahkan perjalanan waktu dalam sehari. Menjadi mengkhawatirkan karena orang orang yang sudah meninggal tersebut bisa saya ajak berkomunikasi dan ada di sekeliling kita. Hiyyy…
Dalam bentuk manusia biasa tapinya.

Yang keDua, menggendong putri kecil pimpinan di kantor. Jadi spesial karena pimpinan ini sudah divonis sulit mendapatkan keturunan langsung, entah karena kesibukannya yang overkuota, atau kondisi kesehatannya yang kurang baik. Entah pula faktor suami atau apalah itu.
Maka saat saya mendapati pimpinan menggendong seorang putri kecil yang berwajah mirip dengannya, saya pun mencoba menggendongnya sebagaimana mengajak Ara atau Intan saat kecil dahulu.
Entah mimpi kedua ini memiliki makna kangen akan momongan baru yang lama dinanti, atau apa, agak kaget juga saat bangun dari tidur.

Ketiga tentang Jalan Lingkungan. Duh !
Kerjaan kok masuk Mimpi.
Pemavingan yang dikerjakan di wilayah Badung Selatan kalo ndak salah ingat, dengan kontur tanah yang menanjak sekitar 8an derajat sehingga dianggap sangat berbahaya dan sulit dilalui dengan kendaraan.
Tetap nekat melaluinya dan berhasil, dua kali malah, namun ada kekhawatiran bakalan terjatuh lantaran gravitasi.
Mih… masih sempatnya mikirin gravitasi dalam mimpi.
Yang pada akhirnya menjadi sedikit lega karena seorang pimpinan cowok (yang memang ndak ada dalam struktur pimpinan di kantor, memutuskan untuk membatalkan pekerjaan karena dianggap sangat berbahaya.
Pening.
Meski tetap optimis untuk dilewati, tapi kepala sudah pening duluan memikirkannya.
Apa ini ada kaitannya dengan cobaan di kantor ?

Dan terakhir soal percobaan tindak kejahatan.
Saya ternyata bukanlah tipe orang yang begitu mulus menjalankan percobaan tindak kejahatan. Buktinya saat bangun dari tidur, saya masih merasakan kebingungan dan kekhawatiran akan hal hal yang kelak merusak reputasi pribadi dan keluarga. Meskipun sebenarnya sangat ingin dilakukan, pembersihan dan pembuktian aksi kecurangan yang dilakukan orang orang sekitar berdasar petunjuk yang dibuang secara tidak sengaja di depan gerbang, dan saya dapati secara tak sengaja pula.
Entah apa artinya yang satu ini.

Dari semua ‘kejadian’ yang saya syukuri bahwa itu hanyalah sebuah mimpi atau bunga tidur, namun rasa pening kepala, mual dan bingung, masih menjangkiti hingga terbangun dari tidur.
Entah apakah ini merupakan sebuah reaksi rendahnya Tekanan Darah atau rendahnya kadar Gula Darah.

Jadi penasaran…

Intermezzo 25 Juni

Category : tentang DiRi SenDiri

“You baru Sehat…”

Sapa Bapak yang masih tampak enerjik berjalan cepat salip menyalip dengan langkahku pagi ini di lapangan Puputan Badung.
Ini sudah putaran keenam, ungkapnya.
Wiii… saya sendiri baru keempat. Masih kalah jauh.

“Tinggal dimana ?”
Lanjutnya tanpa mengurangi gegasnya ayunan kaki.
“Dekat sini Pak…” jawabku.
“Dulu saya tinggal di Gajah Mada, tapi saat situasi mulai ramai, saya pindah ke Gatsu I…” timpalnya tanpa menunggu aku bertanya lebih lanjut.

Bapak ini umurnya hampur dua kali lipatku. Sementara tubuhnya sudah mulai tampak membungkuk. Namun soal langkah kaki, wiii jangan ditanya.
Aku yang sedari tadi mohon ijin untuk mempercepat langkah, sesaat kemudian si Bapak sudah tampak melintas di belakangku.
Ini orang pasti punya elmu kanuragan.
Hehehe…

Masih bersama Sepultura album Roots (1996), aku menyelesaikan langkah putaran kelima dengan menyusuri trotoar depan Kodam 147. Mencari kendaraan yang kuparkir di deret pertama PU Provinsi.
Sedikit peregangan, dan akupun mulai mengetikkan pikiranku pagi ini.

‘Ingatan itu pendek. Tulisanlah yang membuatnya abadi.’

Begitu cuitan akun Bli Wayan @aguslenyot yang kini tembus menjadi Wartawan Tempo, disela cerita Ahok pagi tadi.
Dan aku rasa ia benar.

Maka menulislah aku kali ini.

Jalanan sudah mulai ramai oleh umat Hindu yang tangkil ke Pura Jagadnatha. Beberapa kendaraan roda empat nampak memenuhi pelataran parkir Museum Bali. Akupun beranjak pergi menjauh, kembali pada aktifitas yang sudah menanti.

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh SIM baru ? Ah pake Calo aja

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebetulnya kalo dilihat dari perjuangan awal sebagaimana tulisan tempo hari, itu berawal dari niat baik saja mengurus perpanjangan SIM A langsung di Poltabes Denpasar, yang kemudian kecele berat lantaran dianggap Pengajuan Baru sesuai aturan yang berlaku.
Artinya musti ikut prosedur yang secara pandangan saya masih belum jelas adanya, serta Ujian Teori yang numplek blek di ruang tunggu. Selama hampir tiga jam.
Sangat melelahkan.

Jadwal Ujian ulang sebenarnya datang tanggal 22 Juni. Tapi Senin pagi saya dah menyambangi ruang tunggu Poltabes, hasil perburuan ‘cara cepat’ eh maksudnya Calo dari minggu lalu, sepulang pernyataan Tidak Lulus didapat. Yang kalo kata jargon di lokasi, kini mengurus SIM ndak perlu pake Calo lagi.
Salah menurut saya.

Selama prosedur masih bikin bingung masyarakat begini, dan juga ketidaknyamanan proses, rasanya masih mending pake Calo, meski agak bertentangan dengan hati nurani.
Tapi demi jam kerja yang tidak terbuang hanya untuk mengikuti prosedur berulang, serta kelelahan fisik menanti panggilan yang tak jelas kapan, lantaran tanpa nomor antrean, mengorbankan sejumlah rupiah rasanya masih lebih rela.
Maka disinilah saya berada.

Tanpa perlu isi formulir, Tanpa perlu bayar di depan, kami langsung menyambangi loket pengambilan foto. Jika dalam kondisi normal, mungkin prosesnya tidak akan lama. Namun saat diperhatikan, petugas tampaknya kesulitan menangani pc yang byar pet sejak awal ia duduk di meja kerjanya. Maka kamipun dipindahruangan ke sebelah.
Urutan 4, pagi ini. Langsung foto, pasca verifikasi data.
Trus ambil cetak SIM di loket produksi pasca mengisi form survey yang komplit diisi centang pada kolom ‘Sangat Puas’ tanpa membaca atau berpikir terlebih dahulu.

Done.
Selesai.

Kamipun pulang.

Segitu aja.

Tanpa Ujian.
Tanpa menunggu tiga jam.
Tanpa berpanas panas dan dibentak petugas.
Tanpa prosedur yang membingungkan.

Yuk ah, balik kerja lagi…

Eh, btw mohon maaf saya lagi males posting bukti SIM A yang baru. Khawatir juga kalo kelak diintimidasi lebih lanjut kalo seumpama tulisan ini muncul di halaman pertama Google seperti kasus Radar Bali 2008/2009 lalu. Toh jaman udah canggih.

Kalopun kelak saya ilang dari peredaran, mohon dimaafkan semua kesalahan dan kalimat diatas.
atau kalo SIM nya dicabut gegara tulisan ini, mohon Masukan saya dibaca dulu, baru akan saya ikuti prosedurnya.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Gangguan IndiHome dan Komplain @TelkomCare 147

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini kali pertama saya mengeluhkan layanan jaringan IndiHome sejak pertama kali pemasangan instalasi di rumah, menggantikan kabel tembaga yang sekian lama menemani hari-hari berInternet bersama Telkom. Akan tetapi kalo dihitung total komplain, ya entah ini yang keberapa.
Banyak. Hehehe…

Awalnya sih saya pikir gangguan yang terjadi pada jaringan internet rumah ini gak bakal berlangsung lama. Seperti halnya minggu-minggu sebelumnya. Bisa jadi karena traffic yang terlalu padat di sekitaran rumah, bisa juga gangguan dari pusat. Begitu pikir saya.
Nyatanya hingga hari ke-5, gangguan itu tetap langgeng dan dua hari terakhir saat itu, nama Hotspot yang telah diatur sebelumnya tiba-tiba hilang dan berganti menjadi [email protected].
Lha ini punya siapa ?

Baru tahu kalo gangguan ini merupakan efek global yang terjadi akibat sistem IndiHome melakukan reset sendiri di pusat sana, yang berakibat pada banyaknya komplain menyasar akun @TelkomCare termasuk diantaranya beberapa akun kawan @BaliBlogger
Beberapa kasus dari gangguan ini kemudian terpecahkan pasca senior saya Dokter Made Cock lewat akun @blogdokter nya membantu petunjuk terkait perubahan nama wifi Hotspot menjadi [email protected] yang merupakan SSID Default perangkat modem Alcatel milik IndiHome.
Seorang kawan lainnya, mas @hendrawsaputro bahkan secara khusus membuat tulisan atau postingan di halaman Bali Orange Communication atau BOC yang mengulas Cara mengatasi Gangguan IndiHome.
Hanya saja khusus gangguan yang saya alami masih tetap bermasalah meskipun sudah mengikuti saran kedua suhu tersebut.

Maka sejak 11 Juni lalu, pasca penyampaian keluhan ke Telkom 147 secara intensif saya mencoba melakukan mention ke akun @TelkomCare terkait tindaklanjut yang baru ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik ke rumah pada hari ke-6, tepatnya Jumat pagi kemarin.
Meski sempat jengkel karena banyaknya Admin akun @TelkomCare yang menanggapi dengan kalimat mirip, bahkan cenderung aneh menurut kawan saya @devari_ namun masih ditahan lantaran sudah berancang-ancang menyiapkan draft tulisan untuk Surat Pembaca sebagaimana yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu.

Telkom Care PanDe Baik 6

Beberapa rekaman gambar pun saya sampaikan secara berkala. Dari penampilan modem yang hanya menyala di 5 lampu, akses halaman Google yang tidah berhasil termasuk ping, juga BBM yang berstatus Connecting padahal Wifi terhubung dengan baik.

Bersyukur lewat Pak Dewa Putra, teknisi Telkom 147, semua masalah yang saya keluhkan tempo hari bisa teratasi. Infonya sih lantaran modem yang rusak dan sudah diganti dengan yang baru, namun saat dilihat label SSID disisi bawahnya masih tetap menampilkan nama yang sama dengan sebelumnya.
Tapi sudahlah, toh gangguan sudah ndak terjadi lagi.
Maka sore kemarin selain melakukan pemberitahuan kembali kepada @TelkomCare melalui akun Twitter, pun mengirimkan notifikasi ke nomor 2000 yang tak mendapatkan balasan lagi hingga kini.

Jadi sekali lagi, Terima Kasih untuk rekan rekan Admin @TelkomCare dan 147 yang sudah menanggapi keluhan saya terkait IndiHome dan kini, jaringan iNet sudah berfungsi sebagaimana biasa. Tak lupa sebagai bukti baiknya jaringan, sayapun menyertakan screenshot uji SpeedTest yang mencapai 10 MBps.
Mantep deh.

* * *

Jumat Malam koneksi IndiHome sempat macet lagi kelihatannya. Namun setelah melakukan Restart perangkat, koneksi kembali berjalan seperti biasa.
Ada yang tahu kenapa ?

Donor Darah #50

Category : tentang DiRi SenDiri

Akhirnya kesampean juga cita-citanya.
Donor Darah 50 kali dengan kondisi kesehatan yang jauh lebih baik.

Donor Darah PanDe Baik 50

Sabtu 18 Juni, PMI RS Sanglah. Sekitar pukul 8 pagi usai berolah raga ringan di lapangan puputan alun alun Kota Denpasar.
Terpantau tekanan darah 110/70 dengan kepekatan darah atau Hb 14,8 serta Gula Darah puasa dibawah 125 mg/dl membuat harapan yang begitu besar untuk bisa selalu berbagi pada sesama akhirnya dikabulkan oleh-NYA.
Tentu pula atas berkat perawatan Istri serta dukungan keluarga dan kawan kawan semua.

Kali ke-50 kemudian hanyalah menjadi sebuah angka pada a?hirnya. Apalagi untuk kedepannya ada keinginan untuk bisa mencapai yang lebih banyak lagi. Selagi masih bisa.

Seorang rekan kantor sempat berkata, salut bos, saat bisa melalukan donor darah melebihi usia kita, jarang jarang bisa kalo ndak telaten mengingat dan menjaga kesehatan.
Ya, mendonorkan darah selain bisa menolong orang yang membutuhkan, juga menuntut kita untuk selalu menjaga kesehatan. Minimal dengan donor, bisa check up ringan dengan gratis, plus informasinya bisa mendeteksi penyakit lain saat pemeriksaan darah di lab.
Disamping itu, untuk kita para pria, dengan melakukan donor darah minimal setiap tiga bulannya bisa memperbaharui darah yang ada dalam tubuh, sebagaimana halnya para wanita di setiap bulannya. Hahaha… Tentu saja ini bercanda.

Jadi, kenapa musti takut atau khawatir ?
Ayo luangkan sedikit waktumu untuk berbagi sekantong darah yang kita miliki ke PMI terdekat. Jangan segan untuk menolong orang, siapa tahu kelak IA lah yang akan menolongmu jika kalian dalam kesulitan.

Mengurus Perpanjangan SIM ? Eh, ini Masukan saja Ya

4

Category : tentang iLMu tamBahan

Sebagai seorang Blogger Bali dan juga Warga Negara yang Baik, rasanya saya Wajib memberi masukan pada Bapak dan Ibu Pejabat yang berkantor di Poltabes Denpasar, dalam kaitannya dengan upaya Perpanjangan SIM *eh Pengajuan SIM Baru sebagaimana pengalaman yang saya dapatkan hari Rabu lalu.
Berikut diantaranya.

1. Sosialisasi
Pentingnya soisalisasi kepada Masyarakat luas baik lewat media cetak, media sosial, ataupun langsung termasuk melalui gerai SIM Keliling berkaitan dengan penerapan aturan baru soal Perpanjangan SIM, yang meskipun lewat sehari dari masa berlaku ditetapkan sebagai Pengajuan Baru.
Ini penting, karena kini masih ada kesimpangsiuran informasi Terkini yang bisa didapat melalui halaman web Ditlantas Polda Bali termasuk gerai SIM Keliling yang masih memperbolehkan perpanjangan selama masa berlaku belum lewat dari 3 bulan.
Artinya semua Pengendara WAJIB melakukan pembaharuan masa berlaku SIM sebelum masa berlaku dinyatakan habis atau terlewati.

2. Kami perlu Ruang Tunggu yang Nyaman, kalopun anggaran kurang, minimal Manusiawi. Dan Penerapan Nomor Antrean.
Jaman sekarang masih meminta Pemohon atau Masyarakat untuk menunggu antrean berdiri dan berdesak-desakan ? So Old Time… sudah jadi Masa lalu deh sebetulnya.
Jangan dulu minta yang ber-AC, kesannya kami sangat meminta untuk dimanja.
Tapi lihat saja sekelas Bank BNI yang dulunya masih harus antri berdiri dan mengular, kini konsumen sudah bisa duduk tenang dengan pengaturan nomor antrean pula. Saya rasa meskipun lama, semua dijamin tenang dan tidak kisruh.
Bandingkan dengan kondisi saat ini dimana pemanggilan yang entah kapan dapat giliran, dipanggil tanpa bantuan microphone sehingga radius jangkauan suara tidak sampai ke semua pemohon terutama yang berada jauh dari pintu masuk, pula harus berdiri, hingga dua tiga jam pula.
Kalopun mau ditinggal makan siang, bisa berabe dan bakalan kena bentak kalo pas dipanggil ndak ada yang nyaut.
Selain itu, kondisi terkini membuat pemohon rentan menyerobot antrean, mengingat ada juga oknum petugas yang bisa jadi berpraktek sebagai Calo atau sekedar membantu, memaksa petugas Verifikasi Data untuk mendahulukan berkas yang ia berikan. Sementara yang sudah menunggu lama, musti diam menerima ketimbang dimarah-marah.
Kalo sudah menerapkan Nomor Antrean, saya yakin ndak bakalan banyak pemohon yang menunggu tak pasti selama dua tiga jam di ruangan. Minimal ada yang meluangkan waktu menunggu dengan berjalanjalan disekitar lokasi, makan siang atau menyelesaikan pekerjaan lain. Jauh lebih membantu masyarakat bukan ?

3. Kejelasan Prosedur dan Pemahaman Persepsi.
Di Tulisan #2, saya ada mengeluhkan soal dipingpongnya kami soal tempat menunggu panggilan bagi Pemohon SIM Online dan manual. Sempat diusir bahkan, dan ternyata kami salah lagi.
Petugas sih enak, tinggal bentak dan mengatakan kami tidak mendengarkan mereka, tapi dengan pemahaman yang berbeda antar petugas, jangan pernah meminta pemahaman yang sama dari masyarakat.
Termasuk soal kejelasan Prosedur.
Antara yang Calo non Calo ya silahkan berbeda. Antara yang Non Calo Online fan Manual ya silahkan juga berbeda. Tapi kalo yang sudah sama-sama Non Calo, dan sama-sama Online, beda perlakuan ya siap-siap bingung deh. Ada yang sudah mengisi Form biru dan lengkap membayar, ada juga yang belum melakukannya namun bertemu di tempat yang sama.
Sekali lagi ini pengalaman saya bertanya tanya pada sekitar ya.

4. Kesiapan Perangkat dan SDM
Di ruang Permohonan SIM Online, terdapat cukup banyak Komputer yang sebetulnya bisa digunakan untuk melakukan verifikasi Data pemohon, untuk cepatnya pelayanan dan mengurangi penumpukan di kursi ruang tunggu. Saya yakin itu maksudnya.
Namun faktanya saat itu hanya ada 4 petugas yang aktif melayani.
Pindah ke bagian Foto, ada 3 perangkat yang tersedia, namun hanya 2 yang digunakan.
Itupun, saya agak nyengir ketika mengetahui Istri saat namanya dipanggil petugas setelah dua jam lamanya menunggu di luar ruang Ujian, ternyata diminta balik ke tempat Foto sebelumnya, karena hasil yang tampak saat dilakukannya verifikasi hanya menampilkan penampakan Jidatnya saja. What The Hell ?
Akhirnya setelah melakukan komplain ke tempat Foto dan minta didahulukan tanpa antrean berhubung sudah dilewati sebelumnya, istri bisa mengerjakan Ujian Teorinya kembali meski ada teguran karena saat dipanggil kembali, yang bersangkutan masih diambil gambar di tempat Foto. Hehehe…
Kalopun memang hasilnya ndak bagus atau sesuai, mbok ya langsung diperbaiki, atau bisa ganti pake foto selfie sekalian ?

5. Masukan terakhir, tentu soal Calo
Terserah deh kalo semua menyangkal bahwa Sudah Tidak Ada Calo lagi yang berkeliaran di Poltabes, karena Faktanya ya memang masih ada. Cuma kelihatannya ya jalur jalur tertentu seperti Ujian Teori, musti tetap dilakoni meski hanya formalitas. 
Info sementara sih, masih ada kok Calo yang bisa mengurus pengajuan SIM perpanjangan dengan Status Lewat Masa Berlaku namun tinggal foto doang. Tapi nanti deh ceritanya saya bagi. Semoga masih bisa. Hehehe…
Namun kelihatannya jenis Calo ini ada juga yang berasal dari Oknum petugas setempat. Karena ada kejadian Bapak Petugas di ruang Ujian Online tampak marah marah saat dipaksa koleganya yang membawa tiga empat berkas pemohon yang tidak lulus Ujian, untuk melakukan Ujian Ulangan saat itu juga.
Beralasan Sistem tidak mengakomodir, si Bapak menolak membantu.
Entah apakah ini artinya kalo Sistem mampu mengakomodir si Bapak akan mau membantu atau bagaimana, hanya Beliau dan Tuhan saja yang tahu.
Termasuk soal menyerobot antrean di masukan nomor 2 diatas. Ada kok yang begitu.

Nah kira-kira itu saja sih masukan dari saya sejauh ini. Saya kira sudah cukup mampu menggambarkan kegelisahan yang sama alami seharian di Poltabes hari Rabu lalu. Mungkin yang lain, nanti bisa menambahkannya kembali.

Semoga bisa ditingkatkan lagi pelayanannya, dan saya jangan diintimidasi lebih jauh ya Bapak Ibu yang terhormat.

Matur Suksema dan Selamat Siang

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin #3

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Dari 30 soal yang disajikan pada layar sentuh monitor besar didepan mata, faktanya hanya 18 saja yang mampu saya jawab dengan Benar.
‘Kurang 3 lagi Pak, syarat minimalnya…’
Ungkap bapak petugas yang melakukan verifikasi peserta ujian pengajuan SIM baru di dekat pintu sisi utara gedung lantai 2, paling selatan area Poltabes.
Yang artinya ?
Ya Ndak Lulus tentu saja.
Anjrit…

Tapi saya masih lebih mending.
Sejawat yang saya ajak ujian Teori bareng, yang memang menjalaninya tanpa bantuan Calo, hasilnya jauh lebih buruk. Bahkan Istri hanya 7 soal saja yang bisa dijawab dengan Benar.
Mau tau kenapa ?

Karena…

Karena… hehehe…

Karena rata-rata soal yang ditanyakan pada proses Ujian Teori, sebagian besar berasal dari Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang…

Tentang apa hayooo…

Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Kalian pernah baca ndak ?
Kalo ndak pernah, ya saya jamin deh, seandainya hari ini berhadapan dengan Test tulis Teori Pengajuan SIM Baru, bakalan bernasib sama dengan saya dan puluhan peserta lainnya.
Ndak bakalan Lulus.

SIM A PanDe Baik 5

Kecuali kalo mau pake Calo.

Kenapa untuk yang mau pake Calo dijamin lulus ?
Karena saat si Peserta melakukan ujian, ada pendampingan (he… macam BPKP saja ada pendampingan) dari si Calo yang akan memandu dalam menjawab soal.
Saya baru paham ketika beberapa orang berbaju hijau aparat menemani satu dua peserta dengan sabar. Inginnya menjiplak, apa daya soal yang diberikan untuk masing-masing Peserta Pengajuan SIM Baru yang melalui jalur Online, kelihatannya diacak. Bisa tau setelah melirik bahan soal tetangga sebelah yang ternyata sama-sama mengajukan pembaharuan SIM A.
Kapok dah…

Balik ke Soal Ujian, kira-kira kalo ditanya soal Emisi Gas Buang, kalian tau apa hayooo ?
Atau besaran desibel klakson minimal dan maksimal ?
Atau persyaratan keamanan kendaraan dan pendukungnya ?

Awalnya saya pikir, kisaran soal bakalan diberikan pada kasus per kasus yang kerap terjadi atau di temui di jalanan. Soal Rambu, etika, cara berkendara, dan lainnya.
Jika melihat pada faktanya, entah apakah soal-soal semacam ini bakalan dirilis pada Ujian Praktek atau malah ndak keluar sama sekali.

Namun saya bisa memaklumi apabila rupa Soal yang ditanyakan lebih bersifat Teoritis Undang Undang, lantaran bisa jadi agar si pemohon SIM Baru utamanya mereka yang berasal dari Usia Muda yang rentan pada aksi kebut kebutan, trek dan ugal ugalan, sedikitnya bisa lebih mampu memahami Aturannya sebelum bertindak di jalan raya.
Teorinya yah.
Akan tetapi kalo yang bersangkutan mengajukan permohonan melalui Calo atau bahkan kalo sampe ada yang tinggal Foto doang, saya kira ya akan sama saja hasilnya.
Maka itu Haruskah semuanya dipersulit apabila Praktek Calo masih ada dan diminati ?
Jangan tutup mata dan tutup telinga deh dengan fakta lapangan ini.

Nah berhubung saya statusnya ndak lulus Ujian Tulis, maka sesuai jadwal yang telah ditetapkan, saya musti balik lagi tanggal 22 Juni nanti.
Sebenarnya masih kepikiran mencoba dengan jalur lain alias memanfaatkan Calo yang kalo bisa tinggal foto doang. Cuma ndak tau bisa nemu atau enggak. Termasuk opsi SIM Keliling yang informasinya masih boleh dilakukan Perpanjangan selama masa berlaku SIM belum lewat 3 Bulan.
Doakan ya biar bisa salah satu diantara 2 opsi alternatif diatas.

Dan terkait pengalaman yang dituangkan dalam 3 tulisan terakhir, kalo mood menulisnya masih ada, mau saya tambahkan satu postingan lagi soal masukan bagi Bapak Ibu pejabat di Poltabes dalam kaitan proses pengajuan SIM Baru. Cuma masih bingung mau ditembuskan kemana. Karena saya pantau, di akun Twitter ndak ada tuh yang resmi milik mereka.
Atau ada saran dari Kalian ?

Mengurus Perpanjangan SIM ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin #2

3

Category : tentang iLMu tamBahan

‘Masih belum dipanggil Pak ?’
Tanya saya pada beberapa orang yang tampak sudah mulai kelelahan berdiri mengantri di balkon lantai 2 gedung selatan Poltabes Denpasar.
Sudah lebih dua jam kami bersesaksesak tanpa tempat duduk. Sementara angin yang datang dari arah selatan lumayan membuat saya sedikit tak nyaman, serasa masuk angin. Alamat buruk, bathin saya.

Ini kali kedua saya antre di sisi selatan. Setelah salah seorang petugas menegur gadis muda yang dianggap salah tempat menunggu lantaran yang bersangkutan mengajukan Permohonan SIM Baru lewat jalur Online. Harusnya yang bersangkutan menunggu di pintu Utara, dimana sinar matahari jauh lebih terik terasa namun tanpa angin. Sedikit lebih nyaman menurutku, meski harus berdiri berpanas-panas. Namun belum lama kami berdiri di sini, seorang petugas wanita tampak mengusir dan membubarkan antrean depan, dan mengatakan bahwa tempat (bukan ruang ya) menunggu baik bagi yang mengajukan SIM melalui jalur manual dan online adalah sama, yaitu di sisi selatan gedung. Sedang di Utara adalah pintu keluarnya. Ealah… ini salah siapa sebenarnya ?

Nama istri terdengar sudah dipanggil dengan keras oleh petugas di pintu Utara. Sesaat setelah itu saya mendengar istri marah marah pada petugas, karena ia dibentak tidak menyahut saat dipanggil.
Oalah… bagaimana bisa terdengar jika kami antrenya di sisi selatan. Bukankah tadi perintahnya begitu ?
Aneh banget nih petugasnya, keluh beberapa kawan senasib disebelah saya.
Sementara nama saya belum dipanggil, iseng menerobos masuk ruangan, dan menemukan berkas diletakkan terpisah. Info dari petugas bahwa tadi nama saya sudah dipanggil berkali kali sambil membentak bahwa Pengajuan SIM Online harusnya standby di pintu sisi Utara gedung.
Ampun dah… ini infonya gak akurat banget antar petugas.
Tapi ya saya maklum, kenapa sampe gak terdengar, karena petugas memanggil calon peserta ujian pengajuan SIM dengan fasilitas seadanya. Alias suara sendiri. Tanpa Microphone atau pengeras suara lainnya. Wajar aja mereka membentak-bentak, karena selain suara yang sudah dikeraskan, ada banyak orang yang ngeyel minta didahulukan.
Kemungkinan yang saya pikirkan saat itu adalah, mereka ini tergolong yang memanfaatkan jasa Calo.

Calo.
Ya… Calo.

Jargonnya memang Proses Tanpa Calo. Tapi Calo ada bisa jadi karena kita yang membutuhkan untuk memotong jalur jalur rumit macam antrean penuh sesak mirip pembagian amplop saat hari raya di tipi, bisa juga menghilangkan proses panjang yang dipersyaratkan didalamnya. Harapannya tinggal Foto SIM, lalu jadi.

Akan tetapi meskipun kali ini pemanfaatan Calo masih ada, namun proses untuk melewati Ujian Tulis/Teori tampaknya memang harus tetap dilakoni. Jaminannya tentu ya Pasti Lulus.
Kenapa bisa ?
Karena proses pengajuan yang saya tanyakan satu persatu secara sampling disela menunggu, ternyata berbeda beda. Misalkan untuk yang sama-sama melalui jalur Online, yang menggunakan jasa Calo, ternyata sudah membayar duluan didepan, ke bank, sedang saya dan satu dua lainnya yang mencoba tanpa Calo, malah belum diminta membayar. Kelihatannya secara prosedur, pembayaran baru dilakukan saat SIM baru sudah dikeluarkan.

Menyimak banyaknya perbedaan proses menjalani prosedur yang dilakukan, saya menarik kesimpulan sementara bahwa belum semua petugas, calo ataupun masyarakat paham dengan tata cara permohonan SIM. Beda jauh dengan pengalaman saya tahun 2009 lalu yang ndak sampe sejam mengurus SIM perpanjangan di Poltabes. Secara saat itu, lewat dari masa berlaku masih bisa diperpanjang.

Setelah memohon maaf pada petugas karena saya teledor saat antre tanpa mampu mendengar panggilan petugas (ya kanggoang ngesor dulu karena berkepentingan), ujian Teori pun saya coba lakoni dengan tabah mental lahir dan bathin. Hehehe…

Mau tau soal ujiannya seperti apa ?
Simak di tulisan berikutnya ya.

Eh iya, karena topiknya sudah mengerucut pada proses Pengajuan SIM Baru, karena mutlak melewati Ujian Teori, harusnya judul postingan inipun diubah ke
Mengurus Pengajuan SIM Baru ? Mending pake Calo atau Siap Mental Lahir Bathin
Tapi berhubung tulisan ini masih merupakan lanjutan sebelumnya, maka ya tetep aja saya gunakan judul lama dengan penambahan tagar (#) 2.
Ndak apa apa kan ya ?