Menu
Categories
Intermezzo 20 Mei
May 20, 2016 tentang DiRi SenDiri

Apapun yang terjadi sebenarnya saya selalu berusaha untuk bersyukur dan menikmati apa yang diberikan oleh-Nya, meski terkadang harus memaki-maki dulu, mengeluhkan ini itu dan lainnya.

Rasa syukur itu saya sampaikan pada-Nya setiap kali duduk bersila menghaturkan sembah atau sesaji di pagi hari. Sebagai bentuk Terima Kasih atas semua karunia yang ada.

Namun sekali-sekali saya ingin merasakan sakit. Sekali-sekali ingin beristirahat penuh, bebas dari semua tekanan dan tugas yang membelit setiap harinya. Yang makin berat, tanpa ampun. Sekali-sekali saya ingin orang lain tahu bahwa tidak hanya tubuh saya yang letih, tapi juga pikiran. Tapi ya kasihan keluarga kalo sampai itu terjadi.

Sejak Menikah, rasanya Tuhan belum pernah berikan sakit yang memaksa tubuh ini bisa beristirahat dengan tenang. Bisa jadi karena Tuhan tahu bahwa saya belum cukup mampu untuk hidupi istri dan keluarga apalagi kini dengan tiga anak. Bisa juga Tuhan tahu, saya tak banyak miliki aktifitas luar sehingga selalu memberikan Sehat selama ini.

Di tengah derita Gula, diabetes, kencing manis, dan apapun itu istilahnya, ingin sekali-sekali lepas dari semua beban yang ada. Baik pimpinan, atasan, bawahan, dprd, masyarakat, bpk, inspektorat dan wartawan juga penyidik atau tipikor. Sekali-sekali ingin merasakan nikmatnya menjadi bawahan, yang kapanpun kita mau untuk hadir dan bekerja. Seiring tanggungjawab itu datang, malu jika sampai pekerjaan tak selesai, payah saat semua pekerjaan dibebankan pada pundak.

Aku ingin istirahat ya Tuhan…

Leave a Reply
*