Pengalaman menjajal Andromax E2

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggunakan perangkat Android berlayar lebar, bisa jadi kalian demikian halnya saya, akan merasa tak nyaman saat mencoba menggunakan Andromax E2 sebagai perangkat kerja sehari-hari. Selain memaksa untuk memicingkan mata dan mendekatkan layar agar tulisan terlihat jelas, luasan area keyboard sentuh yang menyempit tampaknya menghasilkan barisan tulisan yang typo lantaran jari jempol yang cukup besar. Fiuh…

Akan tetapi bagi kalian yang sudah familiar dan menyukai layar dan ponsel yang nyaman berada dalam genggaman juga lebar saku baju atau celana, saya yakin gak akan banyak penyesuaian kok yang kalian rasakan saat menjajal ponsel murah dan terjangkau berkecepatan 4G LTE ini. Gak percaya ? Coba saja sendiri.

Pertama kali aktivasi, nomor yang dibekali dalam paket penjualan langsung disuntikkan kuota data sebesar 2 GB yang dapat digunakan selama seminggu penuh dengan pemanfaatan waktu sedari pukul 7 pagi waktu WIB hingga tengah malam. Sedangkan sisanya, diberikan tambahan data sebesar 6 GB yang secara pegawai harian seperti saya, efektif digunakan sejak bangun pagi hingga berada di kursi kantor. Lumayan kok bisa menghabiskan kuota 8 GB tersebut. He…

Screenshot_2016-03-28-21-10-14

Terpantau dua kali pembaharuan software yang didapat pasca Unboxing kemarin, menyumbang penghabisan kuota data kisaran 120an MB, dan sisanya dimanfaatkan untuk membantu pembaharuan aplikasi juga games bagi 5 perangkat lainnya yang aktif kami sekeluarga gunakan di rumah. Ditambah beberapa video talk show ternama yang ndak sempat saya tonton langsung di layar MetroTV.

Adalah VoLTE, teknologi baru yang diperkenalkan operator SmartFren lewat dua senjata baru mereka, Andromax R2 dan E2 yang saya pegang kali ini, tampaknya memang sesuai dengan iklan yang dihadirkan. Selain suara lawan terdengar lebih jernih, waktu menunggupun nyaris tak terasa. Hanya belum sempat aja dicoba untuk berbicara sembari mengunduh data sebagaimana salah satu kelebihan VoLTE.
Cuma sayangnya, teknologi Voice Over LTE ini hanya bisa dimanfaatkan saat perangkat berada pada jalur atau area yang mendukung kecepatan 4G saja. Di luar itu ? Bye bye. Hehehe…
Untuk mengetahui jalur atau area mana saja di seputaran kalian yang sudah mendukung jaringan 4G LTE bisa pantau akun Twitter @smartfrenworld atau khusus wilayah seputaran Denpasar bisa lihat di tulisan lama saya disini.

Saat dicoba untuk memainkan beberapa games ukuran standar, sekitaran 100an MB, perangkat gak menunjukkan gejala lag atau melambat. Bisa dimaklumi lantaran Andromax E2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel pemula masa kini, prosesor Quad Core dengan besaran memory RAM 1 GB plus internal storage 8 GB plus dukungan kartu memori luar.
Sedang saat di uji coba menggunakan permainan sekelas Asphalt dan Fifa sebagaimana percobaan terdahulu pada perangkat berspesifikasi sama, terpantau ada sedikit lag saat game berlangsung namun tak terlalu mengganggu kok.

Menilik lebih jauh perangkat pintar Andromax E2, kalian bakalan kagum dengan penambahan fitur default yang ditanamkan tanpa perlu lagi menambahkan aplikasi dengan fungsi serupa.
Misalkan Gesture saat layar ponsel dalam kondisi mati. Ada beberapa aksi yang bisa dilakukan untuk mengaktifkan fungsi tertentu tanpa menyalakan layar. Misalkan akses kamera dengan menggeser layar ke arah bawah. Atau menggambar huruf ‘c’ untuk akses Dial phone. Dan masih banyak lagi lainnya, serupa ponsel SmartFren yang saya review terdahulu.

Beda lagi dengan opsi penambahan User diluar pemilik ponsel atau yang biasa disebut sebagai tamu ‘Guest’ sempat mengingatkan saya pada perangkat pc desktop atau notebook. Opsi Guest ini menurut pandangan saya, bisa difungsikan untuk menambah pengguna seperti anak anak misalkan yang nantinya bisa diatur tampilan UI yang digunakan, aplikasi apa saja yang diinstalasi, yang tentu akan berimbas pula pada pembagian space internal storage untuk melakukan penyimpanan data. Unik bukan ?

Masuk lagi ke menu Pengaturan, kita bisa menemukan fitur Scheduled Power On and Off, yang fungsinya untuk mematikan ponsel secara otomatis dan menyalakannya kembali pada jam-jam tertentu sebagaimana keinginan pengguna. Jadi ya, ndak perlu repot mematikan ponsel saat malam hari dan menyalakannya di pagi hari untuk menghemat umur ponsel.

Screenshot_2016-03-28-21-09-28

Trus ada juga User Manual book bagi kalian yang ingin mengenal lebih jauh perangkat Andromax E2. Isinya cukup lengkap saya lihat, jadi ndak perlu khawatir jika merasa kesulitan dalam mengoperasikan ponsel yang satu ini.

Masuk ke menu Galery, kalian akan menemukan beberapa opsi pilihan di luar urutan per Album atau nama folder. Misalkan Times atau urutan pengambilan, Tags jika ada, people atau Location yang biasanya terhubung melalui gps pada perangkat ponsel. Pun jika dibutuhkan, terdapat pula opsi untuk menyembunyikan hasil foto yang dapat dijadikan satu dalam folder tertentu untuk mengamankannya dari jangkauan anak-anak. *uhuk

Terakhir, bagi kalian yang menyukai pengambilan gambar menggunakan lensa kamera yang ada, terdapat cukup banyak opsi pengaturan lanjutan yang dapat dimanfaatkan untuk merekam gambar, tidak hanya untuk kebutuhan selfie saja.

Semua fitur dan kemampuan ponsel Andromax E2 diatas bisa kalian dapatkan dengan harga jual Rp. 899.000 saja. Murah dan terjangkau bukan ? Apalagi dukungan jaringan 4G LTE nya cukup menggoda hati.
Jika kalian menginginkan sebuah perangkat Android pemula yang mumpuni, saya rekomendasikan kok untuk yang satu ini.

Eh iya, ada yang kelupaan satu lagi.

Saat melakukan Unboxing kelak, stiker pengaman layar yang dibekali dalam paket pembelian, baiknya ndak usah dilepas seperti halnya ponsel lain. Mumpung stiker tersebut tak dihiasi tulisan macam-macam laiknya Samsung, pasca instalasi hingga ponsel siap digunakan, stiker ini masih lumayan untuk digunakan melindungi layar kok. He… mengantisipasi minimnya stok stiker pelindung di pasaran mengingat secara rilis ponsel masih tergolong baru gres.

Oke, ada lagi yang kelupaan kira-kira ?

Andromax E2 dan para Penantang

Category : tentang TeKnoLoGi

Bicara Andromax E2, ada tiga hal penting yang menjadikannya Jagoan di pangsa pasar Pemula. Jaringan 4G LTE, spesifikasi standar masa kini dan tentu saja Harga yang terjangkau.
Selebihnya saya kira merupakan Bonus yang bisa didapat pasca pembelian perangkat yang memiliki masa waktu berlaku tertentu.

Jika kemudian ingin bersaing ke permukaan, maka setidaknya dibutuhkan para kompetitor, penantang yang minimal berada pada rentang harga atau spesifikasi yang sama, sehingga pilihan itu akan dengan mudah dijatuhkan. Dari dua kriteria diatas, yang paling mudah diupayakan tentu saja harga atau rentang yang diberikan. Katakanlah maksimum pada nilai 1 Juta rupiah, atau 1,5 dimana jika opsi terakhir dipilih, ada kemungkinan kalian akan mendapatkan 2 ponsel Andromax E2 apabila kelak terdapat promo atau potongan harga. He… Becanda kawan.
Setelah patokan harga, selanjutnya dipilih Spesifikasi jaringan 4G LTE sebagai filter kedua.

Okey, kita lihat yuk ponsel apa saja yang bisa menjadi Penantang Andromax E2 di kisaran harga 1,5 juta.

PanDe Baik AndroMax E2 Penantang

Pertama ada Samsung Galaxy J1 Ace. Ponsel branded dari Korea ini dirilis bulan September 2015 lalu. Punya spesifikasi mirip dengan Andromax E2 namun dengan harga yang nyaris dua kali lipatnya. Prosesor Quad Core dengan RAM 768 MB dilengkapi 4 GB ROM atau internal storage yang saya yakin bakalan dibagi dua dengan sisa yang terbatas, namun sudah berjalan pada jaringan 4G LTE. Selebihnya ada kamera 5 MP, layar 4,3 inchi dengan resolusi 480×800 pixel.

Selanjutnya ada LG Leon H324. Memiliki harga jual yang setara dengan saudaranya, Samsung J1 namun dibesut dengan spesifikasi setara Andromax E2. Hanya saja khusus RAM, masih mengadopsi 756 MB sebagaimana J1 diatas.

Ketiga ada Lenovo, lewat seri A2010 yang memiliki spesifikasi setara Andromax E2, hanya tanpa dukungan kartu eksternal tambahan. Untuk harga bisa dikatakan cukup menarik, yaitu kisaran 1,15 Juta saja.
Ada sih yang punya spesifikasi lebih baik namun dengan harga jual setara Samsung dan LG.

Keempat ada Acer dengan dua seri yang memiliki spesifikasi setara Andromax, hanya berada pada rentang harga 1,3 Juta. Acer Liquid Z410 untuk 4G LTE single SIM dan Liquid Z330 untuk versi Dual SIM.

Terakhir, dari jajaran ponsel lokal ada barisan :
– Coolpad Rise A116 di angka 1,4 Juta
– Wiko Lenny 2 di angka 1,1 Juta
– Advan i45 di angka 1 Juta, dan
– Evercoss Winner T3 di angka 1 Juta

Sisanya baik Alcatel, Asus, HTC, Huawei, Oppo, Sony, Xiaomi maupun ZTE dan lainnya, dengan rentang harga jual maks 1,5 juta nyaris tidak ada jagoan yang bisa dimunculkan dengan mengadu jaringan 4G LTE. Jadi ya bisa ditebak. Musti menganggarkan dana sedikit lebih besar untuk bisa mendapatkan perangkat yang setara Andromax E2.
Kelak jika pun ada nanti bisa di share disini yah…

Android E2, Standar tapi Menarik

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan harga jual yang tergolong murah, berada di angka Rp 899.000, sebenarnya tak banyak harapan yang saya berikan pada kehadiran Andromax E2. Apalagi melihat para kompetitor yang bermain di tentang harga yang sama.

Soal Prosesor Qualcomm Quad Core 32 bit, bolehlah dikatakan sudah menjadi Standar baku ponsel Android masa kini. Begitu pula dengan memory RAM 1 GB. Minimal sudah mampu menjalankan beberapa games yang boros space macam Fifa. Apalagi soal kamera 5 MP yang disematkan pada punggung dan depan ponsel seakan sudah wajib dibekali mengingat Trend Selfie makin deras dilakoni konsumen smartphone.
Lalu hal menarik apa yang ditawarkan oleh SmartFren dengan bekerjasama bareng Haier saat ini ?

PanDe Baik AndroMax E2 07

Apalagi kalau bukan akses jaringan 4G LTE, dan teknologi Voice Call memanfaatkan jaringan tersebut yang dinamakan VoLTE.

Jaringan 4G sebenarnya sudah lama digaungkan. Namun fakta lapangannya baru per tahun lalu mulai ramai dibicarakan dan diadopsi oleh berbagai operator negeri ini diantaranya SmartFren. Bisa dipantau di tulisan saya sebelumnya.

Sedangkan untuk teknologi yang dinamakan VoLTE bisa dikatakan merupakan teknologi lama semacam Skype, Viber dan lainnya yang mampu menyajikan komunikasi Video Call antar pengguna maupun Voice murni dengan kejernihan suara yang dihasilkannya.
Kenapa bisa begitu ?

Karena fitur Voice Over LTE ini akan memanfaatkan kecepatan optimal jaringan 4G LTE yang ditangkap dari area sekitar, dan pada saat yang sama dapat pula digunakan untuk aktifitas Internet (download) dengan kecepatan yang sama pula. Info lainnya dari VoLTE ini adalah kemampuannya untuk berpindah fitur antar layanan Voice ke Video Call, begitupun sebaliknya.

Hanya saja, fitur ini baru bisa dimanfaatkan apabila pada area notifikasi atau sisi atas layar ponsel terpantau dan tersedia jaringan 4G LTE. Disajikan dengan logo atau tulisan dimaksud.

PanDe Baik AndroMax E2 True

Selain menawarkan teknologi VoLTE tadi, khusus untuk pengguna Andromax E2 maupun R2, ponsel yang ditawarkan dengan spesifikasi dan harga jual yang lebih tinggi, sama-sama memiliki keuntungan memanfaatkan paket data True Unlimited dengan biaya Rp 75.000 sebulan, tanpa batas FUP. Info lengkap paket ini dan pengalamannya bisa dibaca pula di postingan lama saya di blog ini.
Hanya sayangnya, untuk paket True Unlimited yang diPromosikan sejak November tahun lalu hanya berlaku selama 6 bulan saja, yang notabene akan jatuh pada bulan April depan. Belum ada informasi resmi dari SmartFren apakah paket ini akan dilanjutkan atau tidak. Jadi ya sebetulnya nanggung juga sih…
Sedangkan untuk satu minggu pertama sejak aktivasi, pengguna diberikan Bonus paket data sebesar 2 GB + 6 GB tanpa penambahan pulsa sepeserpun.

Ohya, selain harga, spesifikasi dan penawaran diatas, hal lain yang perlu diketahui sebelum menjatuhkan pilihan pada Andromax E2 adalah resolusi layar yang tergolong standar yaitu 854×480 pixel dengan ukuran 4,5 inchi, kemudian dari 1 GB memory RAM yang bisa digunakan hanyalah kisaran 445 MB saja, serta memory ROM sebesar 8 GB yang hanya dapat dimanfaatkan sebesar 4 GB saja untuk data dan galeri.

PanDe Baik AndroMax E2 Basic

Dari pengujian kecepatan dan kinerja dengan menggunakan aplikasi Antutu Benchmark, Android E2 mampu hadir pada poin 21117 dibawah Lenovo K3 Note, LG G4 dan Google Nexus 6.
Sedangkan saat dilakukan pengujian dengan aplikasi Quadrant, hasil yang disajikan adalah 1533 dibawah Galaxy Nexus dan Nexus S.
Terakhir dengan menggunakan aplikasi Geekbench, hasil pengukuran kinerja juga serupa. Yaitu 1117 setara Galaxy S III dan Motorola G juga X.

PanDe Baik AndroMax E2 Antutu

PanDe Baik AndroMax E2 Quadrant

PanDe Baik AndroMax E2 GeekBench

Dengan kapasitas batere yang pula masih tergolong standar, kalo ndak salah 2000 mAh, daya tahan dalam memanfaatkan jaringan cepat 4G LTE nya pun gak sampe seharian. Jadi bisa menyiapkan power bank tambahan kalo mau dibawa kemana-mana.

Bagi kalian yang menginginkan ponsel murah dan terjangkau namun punya fitur menggiurkan macam jaringan 4G LTE dan paket data Unlimited tadi, bisa mencoba AndroMax E2. Apalagi kalo difungsikan sebagai Hotspot dengan kemampuan Tetheringnya, anggap saja ini seperti membeli sebuah modem dengan bonus telepon komunikasi. Menarik bukan ?

Unboxing Andromax E2, ponsel 4G LTE Terjangkau untuk Kita Semua

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Hadir dalam balutan warna hitam dan bezel abu gelap, sepintas sempat mengingatkan saya pada ponsel lama keluaran Taiwan, yang dahulu pernah menemani hari-hari awal perkenalan dengan Android.

Saat Unboxing dilakukan, terdapat beberapa perlengkapan standar penjualan ponsel sebagaimana lainnya yaitu Charger terpisah yang dapat digunakan sebagai kabel USB ke perangkat PC, handsfree dengan jepitan, kartu garansi, buku petunjuk dan kartu sim card berjaringan 4G LTE yang telah dipotong dan siap pakai berukuran micro. Selain itu ada juga petunjuk penggunaan VoLTE, teknologi terkini milik SmartFren yang disematkan dalam perangkat terbaru mereka. Apa itu VoLTE, nanti dijelaskan lebih lanjut.

PanDe Baik AndroMax E2 01

Masih menyangkut soal desain, Andromax E2 dibekali dengan layar 4,5 inchi yang tergolong ergonomis dan nyaman saat digenggam, utamanya bagi mereka yang tergolong pengguna pemula. Cover belakang menggunakan material plastik dof yang dapat dilepas guna menyematkan kartu memory eksternal micro, dan dua sim card berbeda jaringan. Untuk 4G disediakan slot berukuran micro, sedang lainnya untuk kartu berjaringan GSM dengan ukuran normal. Bisa jadi ini dimaksudkan agar pengguna tidak perlu beralih lagi ke nomor kartu lainnya, tinggal menyematkan pada slot GSM, sedang urusan dunia maya bisa diserahkan pada kartu SmartFren 4G LTE-nya.

Pada bagian bezel abu gelap di sekeliling ponsel, terdapat slot earphone pada sisi atas, volume di sisi kiri, power di kanan dan colokan charger di bagian bawah mendamping lubang kecil microphone.
Lensa kamera terpantau ada 2, belakang dan depan ponsel, dilengkapi dengan lampu flash masing masing, demi mendukung trend selfie bagi pengguna Andromax E2. Adapun resolusi keduanya adalah 5 MP. Tidak ada tombol fisik yang dibenamkan pada layar depan, hanya 3 icon haptic yang berfungsi sebagai Home, Undo dan Multitasking. Sementara speakerphone berada di sisi belakang ponsel, dengan penekanan area khusus.

PanDe Baik AndroMax E2 00

Saat dinyalakan, layar Andromax E2 rupanya cukup nyaman dipandang baik dengan posisi tegak maupun beralih pada sudut pandang samping. Hal yang jarang bisa didapatkan pada ponsel murah lainnya. Menggunakan user interface standar Android yang dibesut dalam aplikasi Launcher3, terpantau tidak dapat diganti secara default ke Launcher lainnya, meski sudah di set melalui menu pengaturan.

Pertama kali menikmati tampilannya sebelum melakukan aktivasi nomor, yang terlihat pada layar notifikasi hanyalah tanda jaringan EVDO 1X. Tak tampak tanda-tanda jaringan 4G LTE sebagaimana jualannya, dan jelas ini cukup membingungkan.
Semua kekhawatiran berangsur lenyap saat aktivasi selesai dilakukan, baik tanda jaringan maupun logo VoLTE hadir menandakan ponsel dan paket data sebesar 2 GB + 6 GB siap dimanfaatkan selama seminggu kedepan.

Secara fisik dan tampilan, saya pikir segitu dulu yang bisa disampaikan, lalu bagaimana jeroan daleman dan kinerjanya, nanti menyusul disampaikan dalam postingan berikutnya.

Ohya, ngomong-ngomong ponsel Android E2 yang mengadopsi jaringan 4G LTE ini dijual dengan harga terjangkau loh untuk kita semua. Hanya sebedar Rp. 899.000 rupiah saja sudah termasuk kartu dan paket data tadi.
Menarik bukan ?

Andromax E2, Ponsel 4G gak harus Mahal

Category : tentang TeKnoLoGi

Tahun lalu di salah satu postingan blog ini, sempat menurunkan review ponsel lokal sejutaan yang mengadopsi spesifikasi Quad Core dan RAM 1 GB. Meski memiliki internal storage yang terbatas, namun fakta yang didapat cukup lumayan menjalankan games Fifa dan NFS meski tidak secara bersamaan.
Dan kelihatannya kemajuan tersebut kemudian menjadi trend di pangsa pasar ponsel pintar berbasis Android. Buktinya, saat ini sudah menjamur berbagai brand ponsel yang tampil dengan spesifikasi serupa, dengan harga terjangkau pula.

Salah satunya yang rajin menurunkan jagoan di lini ini adalah Andromax, nama yang dibesut operator SmartFren kini berupaya masuk dengan beragam inovasinya untuk memuaskan keinginan pasar. Tak hanya mengadopsi jeroan yang yang sama, prosesor Quad Core dan RAM 1 GB, seri terkini yang baru saja dilepas pertengahan Februari lalu menyematkan pula akses kecepatan 4G LTE untuk semua jaringan yang ada di Indonesia.
Sudah begitu, harga yang ditawarkan pun cukup menggoda. Hanya sebesar Rp. 899.000 saja dan sudah termasuk paket data sebesar 2 GB + 6 GB saat aktivasi nomor, yang sayangnya hanya berlaku 1 minggu saja.

PanDe Baik Andromax E2

Sebenarnya ada dua perangkat yang diperkenalkan bersamaan. Seri E2, yang saya sampaikan diatas tadi dan seri R2, yang memiliki spesifikasi daleman dua kali lipat E2, dengan harga jual yang dua kali lipatnya pula. Hehehe…

Lalu apa saja yang ditawarkan SmartFren kini melalui Andromax seri E2, ponsel 4G yang gak harus Mahal ini ?
Tunggu tulisan berikutnya ya.

Melindungi Ponsel dengan KIS

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Kaspersky Internet Security

Semua berawal dari hadirnya malware pada browser ponsel Android Samsung Galaxy Note 3. Saat berupaya mengakses halaman blog www.pandebaik.com selalu saja tak berhasil dilakukan, dibelokkan ke sebuah pop ads yang mengatakan bahwa ponsel terjangkit virus lalu memblokir dan menghentikan browser bahkan Chrome sekalipun. Padahal dengan cara yang sama, halaman blog bisa dengan baik dilihat melalui ponsel Hisense Pureshot+. Tentu menjadi sebuah pertanyaan besar. Ada apa ?

Berbekal pengalaman di perangkat pc, usai melakukan restart perangkat berkali-kali dan tiada perubahan berarti, akhirnya diputuskan mencoba menginstalasi Kaspersky Internet Security. Bonus aplikasi versi mobile untuk perangkat ponsel, dari pembelian aplikasi induk Kaspersky Anti Virus untuk 3 users.

Kaspersky PanDe Baik

Aplikasi sejenis ini sebenarnya sudah sejak tahun lalu dimiliki, saat pembelian tahun sebelumnya. Akan tetapi baru kali ini diputuskan untuk diinstalasi pada ponsel demi membersihkan malware tadi.

Hasilnya, manjur.

Malware tadi langsung lenyap saat KIS ini mulai diUpdate dan scanning perangkat, meski konsekuensinya ada pengurangan space dan memory ram yang tergunakan. Minimal perangkat masih bisa aman dan nyaman digunakan selama setahun terakhir.

Kalian punya pengalaman sama ?

Beli Aplikasi secara Resmi, Hargai Jerih Payah Pengembang

Category : tentang TeKnoLoGi

Tumben nih bisa nyadar berbuat baik dan benar, meskipun selama ini habbitnya ya masih demen dengan aplikasi bajakan, mod, dan lainnya. Yang setelah lama dipikir-pikir ya kasian juga para pengembang aplikasi Android itu, jadi wajar kalo ada yang malas bikin di versi ini. Maka itu ya belilah aplikasi secara resmi.

Akan tetapi aksi membeli aplikasi secara resmi ini bisa dikatakan masih setengah hati karena yang disasar ya versi diskon dengan harga dibawah 5000 rupiah. Lebih dari itu, masih mikir kegunaannya dulu.
Soal rentang harga ini, saya menemukan beberapa aplikasi wokeh buat dicoba dan ditebus dengan pemotongan pulsa sebesar 3000 rupiah + ppn + jasa. Jatuhnya masih dibawah 5K itu lah.

App PanDe Baik

Ada aplikasi NotePad yang menyerupai fiturnya S Note, lebih pantas diinstalasi pada perangkat Android biasa, trus ada camera FX dan efek lainnya, juga satu permainan otak. Lumayan lah buat membunuh waktu. Selebihnya masih pengen nyobain yang lain, hanya belum nemu yang berada di kisaran segitu.

Kelak ada keinginan untuk mencoba membeli buku dan menyewa film lewat Google PlayStore yang sayangnya ya belum nemu yang pas buat dicobain. Doakan aja bisa dijajal dalam waktu dekat.

Nah kamu sendiri sudah sampe pada tahap membeli aplikasi secara resmi atau masih suka donlot yang bajakan ?

Selamat Tahun Baru Caka 1938

Category : tentang Opini

Selamat merayakan Tahun Baru Caka bagi semua saudara saya yang beragama Hindu di manapun kalian berada, belajarlah untuk tetap tenang dalam keheningan…

Sedangkan untuk saudara saya yang beragama lain, mohon doa nya agar Kebaikan datang dari segala penjuru.

Hari Raya Nyepi hanya sehari, mari menghormati tradisi ini.

Setiap kali saya mengingat Tahun Baru Caka, pasti selalu terbayang cerita dari Ir. Tjok Sukawati, dosen senior Sipil Universitas Udayana tentang kisah dibalik penemuan Sosrobahu-nya. Karena dipercaya atau tidak ternyata ada kaitan diantara keduanya.

Bagi yang penasaran, bisa memanfaatkan kuota internetnya dengan mencari informasi berikut di Google…
Pertama soal koefisien tekanan hidrolik yang ditetapkan untuk memutar lengan beton Sosrobahu. Infonya sebagaimana yang pernah saya baca di Intisari edisi lama, ketetapan tekanan tersebut didapat setelah Beliau memohon petunjuk pada-NYA lantaran berkali-kali gagal memutar lengan beton Sosrobahu.
Hal ini dipastikan pula secara langsung saat kuliah tamu pasca sarjana tempo hari.

Lalu informasi kedua, carilah makna angka/nilai koefisien tersebut bagi umat Hindu terkait Tahun Baru Caka. Makna ini dalam artikel yang sama rupanya diingatkan oleh salah satu pejabat di Indonesia masa itu kepada Beliau, usai menceritakan ‘asal muasal dan kebingungannya.

Cerita lain lagi terkait hal yang berkaitan dengan perayaan Nyepi, Sebetulnya kalau mau dicari cari, ada banyak kok akun FB, yang baik status maupun komennya bermaksud menistakan Bali serta Hindu…
Yang rata-rata merupakan akun anak alay atau orang yang baru baru belajar agama, belum paham benar makna yang ada didalamnya…

Kalau kalian merupakan Semeton Bali atau Semeton Hindu yang Cerdas, ya tinggal abaikan saja semua itu, karena masih lebih banyak kok kawan kita, umat beragama lainnya, yang menghormati Bali serta Hindu secara Sadar…

Selamat merayakan Nyepi untuk semua umat di BALI ya…

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Samsung Android and Me

Category : tentang TeKnoLoGi

Sekalikali pengen #ngAndroid nok. Tapi referensi kayanya gak berkembangkembang karena kini jarang baca info #Android.

Taunya cuma Samsung. Ya karena dirumah pakenya ada 4 produk Galaxy series. Tab 7+ dipake si Intan, Tab 3V milik si Mirah, Note 2 si ibu dan Note 3 si bapak. Syukur Note 3 Neo nya dah laku tempo hari, coba kalo ndak ? Ada 5 deh. diReplace @HisenseID #Pureshot+ nya…

Setia dengan Samsung karena suka dengan operasionalnya yang ndak ribet. Juga shared memory nya asyik. Ndak perlu root lagi deh. Tapi ini sepertinya berlaku buat Samsung #Android yang pake 1 GB RAM yah. Tapinya kini masih ada ndak yang dibekali RAM dibawah itu ?

Meski demikian, ada 2 hal yang saya benci dari Samsung. Mahal… dan Terlalu banyak Varian. Ini mirip Nokia di era Symbian 60 terdahulu.
Rahman Nemo #019 @Rahmanizr @pandebaik banyak varian yang mirip mirip ? asus sudah on the track nih… awas pasar jenuh… > Terutama Asus Zenfone 2 ada banyak variannya kalo ndak salah… beda di RAM > Rahman Nemo #019 @Rahmanizr @pandebaik iya banyak banget ? beda nomer seri 500KG, 500kl , 550, 551 ? mumet…

Ngomongin Samsung, seri pertama dibeli itu Galaxy Ace S5830 2011an awal. Trus ganti pake Tab 7+ di 2012an awal. Trus selang dua tahun ambil Galaxy Note 3. Sementara seri terakhir 3V dibeli setaun lalu kalo ndak salah.

Berbekal pengalaman menggunakan ponsel #Android merek lain macam HTC, Sony, Nokia, HP dan AccessGo, jadinya milih tetep setia dengan Samsung. Meski setelah kenal dengan @HisenseID lantaran ada bonus paket 4G LTE nya @smartfrenworld, ponsel Samsung jadi jarang dibawa kemanamana ? . Meski untuk aktifitas menulis draft blog hingga publikasi, juga ngeTweet kaya gini, masih lebih nyaman pake Samsung. Keyboardnya nyaman

Berbekal pengalaman pake Samsung Galaxy Note 3 dan @HisenseID #Pureshot+ jujur aja jadi mikir buat beli ponsel yang kategori nanggung. Mending duitnya ditabung sekalian, trus diambilkan seri Flagship dengan spek terkini, biar ndak nyesel dan lama dipakenya. Tapi tentu ya musti dijagain juga biar ndak remuk dibanting atau diinjek si kecil ? Apalagi nyemplung air, atau hilang. Weleh kasian uangnya.

Sejauh ini pengalaman ponsel sendiri sampe ringsek dan gak bisa dipake lagi belum pernah sih. Tapinya Tab 7+ yang dibawa Intan dah retak ? . Garagaranya si Intan mangkel sama baba-nya *sebutan untuk Tab 7+ yang dihibahkan ke ybs, trus diinjek dan diduduki. Ancur dah layar depannya.

Tapi saran untuk sekalian ambil ponsel flagship ya khusus untuk dipake pribadi loh ya. Untuk anakanak mah cari yg murmer tapi RAM 1 GB lah. Kalo yang anakanak biar puas ngeGame carikan spek tambahan internal memory 8 GB, kalo bisa sih 16 GB. Gak rekomend yg dibawah itu…

Trus karena saya sukanya Samsung, untuk seri Flagship sepertinya cuma ngeh dengan Note series nya aja. Selainnya enggak deh kayanya. Apalagi Galaxy S series, spek masih tergolong nanggung kalo disanding dengan Note, disamping itu ya jauh lebih mahal pula.

Dari Note series pasca 3, yang menarik seperti seri 4 sementara ini, karena seri 5 kabarnya ndak support eksternal memory. Bener gak sih ? Tapi infonya Note 5 ini ada yang 128 GB ya internalnya ? Itu berapaan harganya ya ? Ngeri ngebayanginnya. Setara motor kali ya ?

Rasanya sejauh ini secara harga Note 4 ditambah microSD 64 GB sudah lumayan buat nyimpen 50an film 720p ? ketimbang Note 5 ? . Tapi ya sutralah… ini cuma iseng ngeTweet aja. Kalikali ada yang mau nyumbangin Note series ke saya nanti *uhuk

Tapi masih nyambung soal Samsung #Android tadi sempat mupeng dengan Galaxy Gear S2 classic. Mirip Huaweii di cover @tabloidpulsa kemarin. Saya mah masih suka tampilan jam tangan klasik dengan wajah bulet dan strap logam. Biar saru ? kali aja pas lagi dilirik pak Ahok.

Cuma kalo buat beli jam tangan dengan harga segitu, plus musti rajin charge, rasanya kasian uangnya… bukan orang kayah soalnya… Mending beli jam KaWe satu lah, duaratustigaratusan dapet tapi umurnya setahun doang, duluan jamuran karena keringet ?

Eh ngomong ngomong dari tadi ngeTweet rasanya cuma satu akun aja yang nanggepin. Si @Rahmanizr ? . mosok follower seribu yg komen cuma satu ? Bisa jadi dari kualitas tweet saia masih kalah jauh dengan akun @blogdokter @wakilgubernurKW apalagi si @victorkamang yg doyan ngelucuk itu. > Rahman Nemo #019 @Rahmanizr @pandebaik hahaha mungkin followernya sudah pada hijrah ke facebook lagi ??? > Ya… akun twitter selama ini suka sok serius, terlalu berat buat dipantengin di jam senggang ?

He… abaikan 2 tweet terakhir tadi. Cuma becanda kok… Tapi yang paling awal, itu tetep #BaliTolakReklamasi ya. Yang dukung, ya nanti… ?

Sekalikali menuhin TL kalian di Twitter. Biar gak bosen baca akun orang aja dari setaun ini ? . Pak RK apa kabarnya ?

ngTweet panjang bisa, nulisin Blog kok malah susah ? Dilema terlena pada Sosmed. Duh !

eh Masih ngeBlog kan ya ? @baliblogger @bali_blogger

Menikmati SmartFren 4G LTE time

Category : tentang TeKnoLoGi

Duduk menunggu kini tak lagi dilewatkan hanya untuk membaca komik, koleksi majalah, atau menonton film yang sebenarnya sudah berkali-kali dinikmati saat lalu. Apalagi setelah berkenalan dengan yang namanya paket data True Unlimited, jaringan 4G LTE miliknya SmartFren yang dibundling dengan ponsel Hisense PureShot+.

Semua tak lagi sama.

Salah satu kelebihan atau keunggulan paket yang penawarannya hanya sebesar 75ribu sebulan adalah tanpa adanya batasan kuota FUP, yang biasanya menjadi kekhawatiran banyak netizen. Tidak heran apabila biasanya dalam sehari dua lebih kerap mengingatingatkan diri untuk tidak banyak mengunduh hal-hal tak penting dan menghematnya.

Tapi kini, semua tak lagi sama.

Menonton video Live Streaming melalui halaman berbagi video YouTube atau Vimeo bahkan di akun FaceBook sekalipun kemudian menjadi hal yang tak mengkhawatirkan lagi. Kalaupun isinya mengecewakan, tak sesuai bayangan ya tinggal berpindah ke tayangan lainnya tanpa perlu takut kehabisan kuota.

Jika dulu rutinitas menjelajah dunia maya hanya sebatas akun sosial media, kini sudah bertambah ke berbagai situs lainnya, baik itu yang menghadirkan puluhan hasil gambar pencarian atau halaman unduhan aplikasi Torrents, yang diakali untuk menghindari aturan blokir yang diberlakukan untuk penggunaan paket data ini.

SmartFren 4G LTE PanDeBaik

Maka penghabisan volume data yang dahulunya hanya bisa maks hingga 7 GB dengan penurunan kecepatan lantaran melewati batas kuota FUP, kini rata-rata penggunaan berkisar 20 GB lebih setiap bulannya sedari awal aktivasi November lalu.

Sayangnya hanya satu. Paket promosi ini hanya berlaku hingga bulan April depan. masih belum tau rupa pengganti paket True Unlimited ini nantinya, namun berharap sih bisa diperpanjang. Semoga ya.

Karena dengan dihilangkannya batasan penggunaan FUP, soal kecepatan 4G nya ya jangan ditanya lagi deh. Streaming gak ada lag-lagnya. Nyaman dinikmati.

Kalian sudah mencobanya ?

It’s Just Good Business

Category : tentang Opini

Entah kenapa kok bisa saya jadi keingrtan dengan kalimat si kecil nahkoda dari film Pirates of The Caribbean yang ke 3, pas baca koran Bali Post halaman pertama hari ini soal Teluk Benoa. Dimana survey lokasi langsung dihentikan pasca naiknya berita ke media cetak dan sosial kemarin. dan diikuti pula dengan kalimat ‘tidak tahu’ dari pemerintah.

#BaliTolakReklamasi

Gaung #BaliTolakReklamasi sepanjang yang saya tahu sudah digelorakan sejak lama oleh barisan kawan kawan aktivis macam Gendo Suardana yang dahulu kala pernah menjadi kawan kuliah saya di Teknik Arsitektur. atau oleh tiga musisi Superman Is Dead dalam setiap penampilannya hingga dicap sebagai artis yang tak laku dan hanya memanfaatkan momen. dan kini semua perjuangan tampaknya sudah semakin besar sampai melibatkan 19 Desa Adat melumpuhkan Tol Bali Mandara pada 28 Februari lalu.

Secara sudut pandang nak Bali, sungguh ini satu hal yang mencengangkan.

Bagaimana tidak ?

Rakyat Bali yang dikenal wisatawan dan mancanegara dengan kesantunan dalam diamnya, kini memilih berontak atas injakan investor TWBI yang berencana melakukan Revitalisasi (klaimnya) berbasis Reklamasi. Secara diam-diam, dengan dukungan pemerintah Provinsi beserta para Wakil Rakyat, serta support penuh Pemerintah Pusat era Presiden SBY melalui Perpres No.51 Tahun 2014 yang dikeluarkan sesaat sebelum masa pensiun.

Wajar apabila kini ‘segelintir’ rakyat Bali bergerak.

Ya, segelintir. karena meskipun jumlahnya yang kini sudah mencapai Ribuan, tetap saja diklaim segelintir oleh barisan Pendukung Pro Reklamasi, dengan logika yang dibandingkan dengan jumlah Rakyat Bali secara statistik.

Saya pribadi kalo mau dicari-cari ya merupakan bagian dari salah satu elemen Pendukung Pro Reklamasi, karena saat pesepakbola Ronaldo didapuk menjadi Duta Mangrove dan bertandang ke Tanjung Benoa Bali bersama pak Presiden SBY Juli tahun 2013 lalu, saya adalah orang yang menjaga gawang rekanan pelaksana untuk melakukan perbaikan jalan Telagawaja, akses utama ke pantai setempat atas perintah pimpinan, selama 3 hari penuh. Sialan benar…

tapi kira-kira dibutuhkan massa sebesar apa ? atau berapa Desa Adat lagi ? agar Pemerintah Pusat era Pak Jokowi mau mencabut Perpres tersebut serta menghentikan rencana TW menjarah Bali seluas 700 Hektar ?
atau barangkali jika berkaca pada kasus Kapolri juga Revisi UU KPK, Pak Jokowi kelihatannya masih berupaya untuk main halus tanpa harus bersinggungan dengan mamak Mega dan TWBI ?

Kalo memang begitu, mbok ya dipercepat sedikit langkahnya Pak Jokowi. Karena hari ini tampaknya para Investor sudah gatal ingin memulai proses Reklamasi berkedok Revitalisasi itu, dengan melakukan Survey Awal, memfitnah kami, bahkan memalsukan identitas untuk menyebarkan ‘kebenaran’ yang mereka klaim selama ini.