Aturan Potong Insentif Pegawai Badung ?

4

Category : tentang Opini, tentang PeKerJaan

Menjadi PNS itu nikmat. Sudah ngantor siang, pulangnya mendahului, gaji dan tambahan penghasilan ya tetep aja full diterima. Ndak heran, banyak yang berusaha nyogok ataupun mbayar agar bisa lolos tes CPNS.
Begitu pendapat beberapa kawan saya baik masa sekolah maupun kuliah. Pun ada juga masyarakat yang saya temui di sela pemeriksaan lapangan.
Maka ndak heran kalo kemudian banyak yang kritis menghakimi, lantas menganggap semuanya ya sama saja. Lalu aturan baru pun dibuat.

Khusus pegawai negeri di lingkungan Kabupaten Badung, kini sedang diujicobakan aturan pemotongan insentif apabila pegawai jarang ngantor. Lalu apa dong tolok ukur yang dipake untuk kemudian memotong besaran insentif kalo si oknum terpantau ndak ngantor ? Ya absensi pagi dan sore.

Tapi apa iya hanya butuh peninjauan sesederhana itu ?

He… saya lagi membayangkan. Satu dua minggu nanti bakalan dicoba, absen pagi tepat waktu, trus balik pulang, kelayapan, ngobyek di luar dan akhirnya absen sore pun berusaha tepat waktu. Apa ini artinya saya bisa mendapatkan besaran insentif yang utuh selama bulan-bulan terkait ?
Bisa jadi. Karena logikanya begitu.

Nah trus kalo kemudian kasus-kasus khusus dimana tugas pokok dan fungsi kami sebagai tenaga lapangan, kebetulan ditugaskan di wilayah Kuta Selatan, dengan jarak akses 1-2 jam satu arah, sementara tempat tinggal berada dekat lokasi survey, apakah diwajibkan balik kantor hanya untuk absensi lalu pulang ? Widih… bisa jadi. Aturannya begitu.

Lalu apa yang harus dilakukan ?
Ya pasrah aja deh. Toh aturan dibuat memang untuk memberangus pembelotan jam kerja. Termasuk dan sekalian juga untuk orang-orang yang selama ini berdedikasi di lapangan.
Bagaimana menurut kalian ?

Makin Kurus, Makin …

Category : tentang DiRi SenDiri

Struktur tubuh rasanya tinggal Tulang belulangnya saja. Lekukan di pergelangan tangan makin terlihat dengan nyata. Kulit juga makin keriput, bahkan lebih terasa bintik-bintiknya. Bisa jadi ini karena Gula Darah yang makin tak terkontrol belakangan ini.

504 mg/dl.
Petugas lab saja sempat kaget dengan hasil test acak yang dilakukan jumat pagi kemarin. Selain pikiran, banyak hal yang kemudian menjadi kambing hitam. Pantas saja makin kesini terlihat makin kurus.

Banyak yang mengatakan begitu. Tapi tetap saja berkilah mengurangi asupan makan. Agar tak semua khawatir. Cukup pikiran ini saja yang melambai kemana mana mencari akal buat menurunkan gula darah. Kasihan anak-anak masih kecil jika kelak ditinggal mati gegara Diabetes ini.

Berat Badan sudah turun mencapai angka 92 Kg. Turun 10 Kg dalam satu periode terakhir. Tapi Dokter menyarankan ya masih harus turun lagi jadi sekitar 85 atau 80 Kg kalo bisa. Ambil berat badan ideal. Belum kebayang nantinya jadi sekurus apa.

Selain mengganti nasi dengan kentang, istri setia membuatkan rebusan daun singapore dan kini diimbangi dengan asupan obat plus biji klentang. Duh…

Bikin RingTone di Ponsel yuk

Category : tentang TeKnoLoGi

Makin kesini, fungsi ponsel yang saya pegang rasanya memang makin mengingkari kodratnya.

Setelah digunakan untuk membaca buku dan komik digital, space eksternal card-nya disikat habis untuk menyimpan puluhan filem box office dari masa ke masa. Malah terkadang dipake buat bantu-bantu kerjaan, buka peraturan, pe-er dan tugas rutin hingga baca peta jalan dalam format autoCad. Tak lupa mendukung aktifitas blogging yang tak pelak memaksa saya untuk mempensiunkan diri perangkat hybrid laptop Acer W511 yang hingga kini telah mencapai usia nyaris tiga tahun, jadi masih tahan lama.

Hari ini kelihatannya bertambah satu manfaatnya yaitu membuat RingTones. Gara-gara keinget dengan karya cadas om Lemmy Motorhead yang meminjamkannya pada grup band Thrash Metal era 90-an Sepultura. Yup, “Orgasmatron”. Bercerita soal Agama yang membuat manusia saling bertikai, layaknya bangsa kita satu abad terakhir ini. Memuakkan tentu saja.

Tapi biarlah makna karyanya om Lemmy dipendam dulu karena ceritanya lagi pengen jadiin ni audio sebagai ringTone pengganti gitarnya SID selama ini. Maka diinstalasilah aplikasi urutan teratas hasil pencarian dengan menggunakan kata kunci ‘Cut Audio’.

MP3 Cutter and RingTone Maker. Satu aplikasi yang dapat difungsikan untuk memotong Audio berformat MP3 lalu disimpan sebagai nada dering atau notif ataupun alarm, yang pula dapat dibuat dengan melakukan perekaman. Asyiiikkk…

Percobaan pertama pada karya Orgasmatron ini pun sukses tanpa tedeng aling-aling banyak percobaan. Karena prosesnya cukup sederhana, tinggal menggeser tanda awal nada dan menggeser tanda akhir nada. Semudah itu. Menjadi mudah karena terdapat gambar keras lembutnya nada layaknya seismograf gempa itu. Jadi gampang menebak dari detik yang mana untuk memulai editing file audionya.

Weleh, kok malah jadi panjang penjelasannya. Padahal tadinya pengen cerita 100 kata tok sebagai update tulisan di blog ini. Tapi sudahlah, yang penting kini gak susah untuk nyari-nyari nada dering lagi. Bisa edit kapan saja lewat ponsel.

Kamu tertarik ?

Iron Man Bali, I Wayan Tawan, Pro dan Kontra, Hoax atau Bukan ?

2

Category : tentang KHayaLan, tentang Opini

Menggelikan.
Setidaknya ini yang bathin saya rasakan saat mengikuti pemberitaan maupun opini yang diungkap para ahli maupun netizen dunia maya, terkait terkuaknya seorang tukang las bernama I Wayan Sumerdana alias Wayan Tawan yang menciptakan lengan bantuan atas kelumpuhan yang dialaminya, lalu memunculkan julukan “Iron Man Bali”.

Iron Man, adalah salah satu super hero yang bernaung dibawah bendera Marvel, setidaknya sudah melahirkan 5 sekuel film selama satu dasa warsa terakhir. Secara tokoh ya boongan tentu saja, karena berawal dari sketsa komik. Namun secara teknologi, ya siapa tahu ?

Film Iron Man sendiri, jika dirunut dari awal kisahnya pada roll film, bermula dari penciptaan tangan robot atau bioniknya yang membungkus lengan Stark dengan kemampuan menembak lewat telapak tangannya. Penciptaan ini kemudian berlanjut pada tameng yang melekat pada tubuh layaknya baju, dan sebagainya dan sebagainya.

Iron Man Bali, demikian julukan yang diberikan sejauh ini, bernama aseli I Wayan Sumerdana, 31 tahun dari Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. mencoba membuat sebuah lengan mekanis yang info awalnya bertujuan untuk membantu lengan kirinya yang lumpuh karena stroke, guna mempermudah aktifitasnya sehari-hari.

Hanya lantaran cerita tentang perjuangannya dimuat sebuah media lokal, begitu banyak netizen yang kemudian merasa terpanggil bahkan belakangan terusik oleh julukan tersebut. Dari yang begitu bangga share cerita di akun media sosial, hingga merembet ke soal suku ras tentu yang dilebih-lebihkan. Meski demikian, beberapa diantaranya bahkan menunjukkan kalimat dan pendapat yang menuduhkan bahwa apa yang dilakukan oleh Wayan Tawan adalah Hoax belaka. Satu penipuan berbalut teknologi. Yang menurut ahli dan analis, gambar atau foto rangkaian kabel dan benda elektro itu merupakan hal yang tak mungkin mampu mewujudkan cerita Wayan Tawan. Pro dan Kontra pun merebak.

Tapi terlepas dari itu, saya pribadi justru memandang sederhana. Selama rangkaian lengan mekanis itu dalam prakteknya memang mampu membantu tugas sehari-hari Wayan Tawan sebagai tukang las, kenapa tidak ? Tidak lagi harus ditelusuri Hoak tidaknya atau mampu tidaknya. Apalagi kalo kemudian dikaitkan dengan teknologi serupa yang hingga kini masih sulit diwujudkan meski sudah disokong dengan biaya penelitian dan sumber daya tingkat dewa. Selama… atau Jika… pemberitaan awal perihal kisah Wayan Tawan ini memang tidak dimaksudkan untuk pengakuan atau membanggakan penemuan secara sepihak.

Bisa jadi dalam pengoperasian rangkaian alat itu memang ada ‘tangan Tuhan’ yang berperan ataukah memang kini fungsi tangan sudah berangsur sehat, ya mari kita doakan. Bukan lantas diekspose besar-besaran, dianalisis menjadi sebuah masalah nasional yang kelak mungkin akan ditertawai banyak orang dan negara lain, baik saat lengan mekanis itu benar berfungsi bagi pemiliknya atau hanya khayalan belaka.

Ataukah kalian punya pendapat berbeda ?

* * *

Link terkait :

Pop Bali : Lengan Robotik Tawan Hoax, ini kata dosen FT Udayana…

Heal Magz : Inilah Bukti Teknologi Lengan “Iron Man” dari Bali Hanyalah Hoax

Yohanes Nugroho, Iron Man Bali Cuma Hoax ?

Berita Bali : Saya begini untuk bertahan hidup, bukan untuk…

Simpang di Kampus Bukit Jimbaran

Category : tentang KuLiah, tentang PLeSiran

Gak sengaja…
atau lebih tepatnya Terpaksa.
Gegara berkas e-PUPNS dikembalikan hari rabu minggu lalu lantaran ijazah S1 tidak dilegalisir aseli (hanya print out warna, hasil scan ijazah versi aseli), dan hanya karena kelengkapan tersebut diberi waktu 1 hari saja, ya mau bilang apa ? Wong ndak punya…

Berangkat pagi pasca absen jari, sekitar pukul 8.30 usai membuat satu notulen rapat tempo hari, langsung cuzzz sendiri ke Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana, almamater saya sedari lulus tahun 2001 silam. Dah lama juga ya. Apalagi kalo dihitung dari tahun angkatannya.

Masuk kawasan kampus, hitungan setahun sudah banyak perubahan, utamanya di pintu masuk kampus yang telah merobohkan candi bentar bersayap itu. Berganti rupa dengan jalur jalan dua arah yang baru saja usai diaspal tahun lalu. Kanan kiri pun sudah tertata rapi lewat trotoar dan paving merah. Tambah asri dari luaran.

Sayangnya, penampilan kampus Teknik yang saya cintai ini tampaknya masih tak berubah banyak sebagaimana luarannya. Malah semakin ramai bangunan dan (maaf) agak kumuh untuk ukuran kampus Negeri. Apalagi saat melihat dari dekat kondisi fisik gedung utama, yang catnya makin kusam juga terkelupas, sedang pada batu tempel sudah berlumut dan menghitam.

Memasuki gedung, eh rupanya masih ada pegawai lama yang mengenali. Ya memang sih secara tinggi badan memang tergolong makhluk langka, tapi kalo soal ingat nama itu, berarti spesial. Bisa jadi lantaran waktu Studio Akhir dulu, saya sempat dicap sebagai Tersangka Utama pencurian hard disk pada perangkat komputer Sekretaris Dekan. Dicurigai lantaran saat digeledah, terdapat obeng dan kelengkapan lainnya yang memang mengarah pada aksi pembongkaran cpu unit. Bagaimana tidak, wong saya masuk Studio Akhir bolak balik bawa cpu pulang pergi untuk penggambaran by AutoCad, yang dijaman itu merupakan orang nomor dua yang berani memanfaatkan teknologi ini. He… dan merekalah yang membela saya saat itu.

Mengenaskan.
Saya ndak bawa berkas ijazah aselinya sebagai bahan legalisir. Itu disampaikan staf administrasi yang wajahnya masih muda kinyis kinyis. Bahkan saat ditunjukkan versi Digital yang tersimpan dalam layar ponsel pun ndak mau diterima. Ealah… padahal pas legalisir ijazah S2 tempo hari atau mengurusi KTP aja bisa kok.

Eh, tapinya Pas mau pulang balik disamperin lagi oleh Pak Dewa, sambil nanya nanya ‘kok cepet ?

Dijelasin, si Bapak langsung ambil map saya trus masuk ruangan administrasi. Sambil berucap, untuk pak Pande, saya yang jadi jaminannya deh. Ybs memang benar mantan mahasiswa disini. Kalopun perlu meyakinkan pimpinan, biar saya yang urus. Weleh…
Legalisir ijazah saya malah memang cepat prosesnya. Sampe tandatangan pak Dekan pun dijabani saat itu juga.

Nikmatnya jadi orang yang masih dikenal gegara masuk kategori makhluk langka.

*eh sayangnya saya lupa ambil foto, bisa jadi lantaran diuber waktu. Ditunggu sampe Jam 13.00 oleh Kepegawaian Pak, sms salah satu staf saat itu. Ya langsung ngacir pulang deh…

Notes EverNote bermanfaat dalam setiap Kesempatan

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah sudah yang keberapa kalinya saya membanggakan aplikasi satu ini. Banyak membantu sedari awal perkenalan. Menggantikan posisi Memo yang dahulu setia menemani saat masih menggunakan Tab 7+ miliknya Samsung.

Beberapa kawan bahkan pernah memuji. Kecepatan penggunaan dan variasi penulisannya. Dalam versi Free sedikitnya masih menyertakan opsi format tebal, miring, garis bawah, sampai warna dan item. Lumayan untuk melakukan pencatatan secara cepat dalam waktu yang singkat pula. Melengkapi fungsi otak yang kini makin sulit untuk mengingat.

Saat rapat kantor, pertemuan bale banjar, menghadap tipikor atau dimarahi kadis, semua kalimat hampir bisa dicatat dengan baik tentu mempertimbangkan elmu jurnalistik terdahulu. Tapi lebih sering dimanfaatkan saat senggang jam kantor, bengong menunggu atau menjelang tidur.

EverNote PanDe Baik 6

Dari hal penting, pesanan belanjaan, pengingat, bahan diskusi atau keluh kesah dan draft blog, semua ditumpahkan dalam belasan hingga puluhan Notes didalam EverNote. Tinggal di Sync ke akun, lalu bisa dibuka kembali pada layar pc untuk diteruskan atau disempurnakan bilamana perlu.

EverNote rupanya ditawarkan pula dalam versi Premium. Jatuhnya sekitar 359ribu pertahun. Setara AntiVirus Kaspersky yang diperuntukkan bagi 3 User. Tapi kelihatannya tidak banyak fitur tambahan yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut. Karena dalam versi Free pun, sepanjang dua tahun terakhir masih nyaman untuk dinikmati. Mungkin lain kali ya ?