Menu
Categories
My Last Day
September 28, 2015 tentang DiRi SenDiri

Menonton beberapa film lama diantara waktu senggang jam kerja kantoran, cukup membuatku terpekur diam. Ingat pada kehidupanku dan sakit yang kuderita.

Diabetes

Perubahan gula darah yang mampu membunuh siapapun pengidapnya secara diam-diam, kelak akan membuka pintu bagi belasan penyakit tingkat tinggi lainnya, dan aku secara pribadi yakin tak akan mau mengalami itu semua di usia yang sangat muda.

Namun apa yang kusaksikan pada kisah-kisah sendu dalam film lama tadi, benar-benar membuatku berpikir keras, kira-kira jika aku diberikan waktu sehari lagi oleh-NYA sebelum ajal menjemput, apa yang akan kulakukan kelak ?

Mengajak anak-anak bermain dan berkata bahwa aku sangat menyayangi mereka dan juga istri dan orang tuaku ? Atau menangisi semua kesalahan yang pernah kuperbuat hingga Ia hanya memberikan sehari lagi waktu untuk bersama orang-orang yang kucintai ?

Maka saat ini pun aku mulai banyak merenung dan berharap bahwa hari terakhir itu tak akan pernah tiba. Karena tak pernah kubayangkan hidup anak-anak dan istri tanpaku. Tanpa kehadiran Bapaknya yang nakal dan jahil. Apa jadinya mereka kelak jika aku tak ada ?

Teringat juga akan satu pendapat bahwa sehebat-hebatnya atau sepenting-pentingnya posisimu dalam satu perusahaan, saat engkau sakit hingga tak mampu mengambil lagi rutinitas itu, maka perusahaan akan dengan segera mencari penggantimu, untuk bisa menjalankan perusahaan dengan baik. Bahwa ternyata kita tak sepenting atau sehebat yang kita pikirkan. Maka pulanglah, dan ajak anak anak bermain…

"2" Comments
  1. atau dibalik Bli. gimana kalo orang terdekat kita hanya punya waktu sehari lagi di dekat kita? apa yang akan kita sesali saat dia nggak ada?
    mirahtadi┬┤s last blog post ..Kemana mirahmaniezt.wordpress.com?

    [Reply]

    pande Reply:

    duh… jadi makin galau deh…

    [Reply]

Leave a Reply
*