MatahariMall.com, Pilihan Toko Online Terpercaya dan Terlengkap untuk Belanja Keluarga

Category : tentang KeseHaRian, tentang Opini

Ditengah kesibukan kerja maupun keluarga saat ini rasanya waktu luang itu sudah semakin terbatas adanya. Apalagi jika kemudian digunakan untuk berbelanja kebutuhan harian, yang notabene menghabiskan waktu cukup lama baik untuk mengakses lokasi, memarkirkan kendaraan dan mencari kebutuhan yang diinginkan. Belum lagi harus mengantri pembayaran di kasir, yang bilamana tujuan merupakan pusat perbelanjaan favorit, yakin banget, gak cuma waktu tapi juga tenaga bakalan banyak terkuras untuk itu semua. Maka memang gak salah jika belanja online belakangan ini seakan menjadi trend dan makin diminati.

Bicara upaya pemenuhan belanja kebutuhan harian keluarga, saya yakin urutan pertama yang paling diingat dalam benak kita tentu Matahari Departemen Store. Sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang dikembangkan oleh Lippo Group, dimana saat ini keberadaannya sudah menjangkau lebih dari 50 kota di Indonesia. Kabarnya, demi menjawab tantangan diatas tadi, Matahari sedang mencoba melebarkan sayapnya ke ranah online dengan melepas brand baru mereka,MatahariMall.com.

MatahariMall PanDeBaik 1

MatahariMall.com sendiri diklaim sebagai eCommerce No. #1 dan terbesar di Indonesia. Mereka menyediakan lebih dari ratusan ribu pilihan produk dengan harga terbaik dari segala kebutuhan, mulai dari fashion wanita, fashion pria, kesehatan & kecantikan, handphone & tablet, laptop, gadget, elektronik, lifestyle, hobi, keperluan rumah tangga, dan lainnya.

MatahariMall.com memberikan fasilitas pelayanan yang terbaik untuk mendukung aktifitas berbelanja online dengan aman dan terpercaya. Didukung oleh tim yang berpengalaman dalam bidang online, mereka menyediakan berbagai kemudahan untuk bertransaksi. Seperti transfer antar bank, kartu kredit dengan cicilan 0%, COD (Cash On Delivery,) dan sistem O2O (Online-to-Offline).

Sekedar informasi bahwa yang dimaksud dengan sistem belanja “O2O” (Online-to-Offline dan Offline-to-Online), adalah sistem yang memungkinkan para customer untuk membayar, mengambil dan mengembalikan produk di ratusan cabang Matahari Department Store di seluruh Indonesia.
dan MatahariMall.com merupakan online retailer pertama di Indonesia yang mengadopsi sistem belanja tersebut.

MatahariMall PanDeBaik 2

Ingin mencari kebutuhan keluarga ? Fashion ? Style ? atau buku, majalah, ponsel terbaru ?
Yuk mampir di halamanMatahariMall.com, Pilihan Toko Online Terpercaya dan Terlengkap untuk Belanja Keluarga

Mejeng Bareng di Thailand

Category : tentang PLeSiran

Selamat datang di negeri gajah. Destinasi wisata, Wat Arun. Sayangnya sedang direnovasi. Jadi foto bareng yang pertama ini rasanya kurang afdol buat dijadikan pembuka.

Permukiman Thailand 5

Destinasi berikutnya, Asiatique. Diambil pake tongsisnya Bu Mirah, sesaat setelah saya turun dari bianglala Mekong.

Permukiman Thailand 6

Mampir di Taman Anggrek objek wisata Nongnooch Pattaya, yang hanya bisa menampilkan beberapa kawan saja didepan kolam cantik.

Permukiman Thailand 4

Belum lengkap mampir di Pattaya kalo belum main ke pesisir pantai nan indahnya. Jauh lebih bersih ketimbang Kuta, dan lebih ramai oleh speedboat dan paralayangnya.

Permukiman Thailand 3

Silverlake, objek wisata sederhana yang menjual pemandangan danau dan bangunan bergaya Eropa yang menyajikan minuman anggur dan pengolahannya. Sayang, dalam sesi foto bareng di lokasi ini ada satu kawan tertinggal dalam bus. Padahal secara background cakep banged.

Permukiman Thailand 1

dan berikut foto pilihan kami untuk dicetak berukuran besar sebagai kenangan saat berada di Thailand.

Permukiman Thailand 2

Oke, sampai jumpa di destinasi berikutnya tahun depan.

Begaya Selfie di Negeri Gajah

Category : tentang PLeSiran

Welcome to Thailand…
Kunjungan kedua di Negeri gajah…

PanDe Baik Thailand S 2

Gambar berikut, bersama Tiger di kandangnya. Tiger Zoo…

PanDe Baik Thailand S 1

Yang berikut, gambar dari Taman Anggrek Nongnooch Pattaya, berSelfie bareng kumpulan panda beton…

PanDe Baik Thailand S 0

Begaya ala para calon pemimpin negeri, bersama Restu dari Ibu Ratu. Jadi dukung saya yah…

PanDe Baik Thailand S 9

Yang sering pake jasa perjalanan udara, pasti tahu ini dimana…

PanDe Baik Thailand S 18

Oke, selfie pribadinya segitu dulu. Nanti menyusul dengan gambar wisata group. Menyusul…

Menghabiskan Waktu di Thailand

Category : tentang PLeSiran

Dibandingkan dengan kunjungan ke negeri gajah dua tahun lalu, perjalanan kali ini kalo boleh jujur ya, kurang terasa nikmatnya berhubung pikiran justru tersita dan berada di rumah. Maklum, saat keberangkatan kemarin, Intan putri kedua saya harus dibawa ke RS Puri Bunda untuk mendapat pengobatan lantaran tingginya suhu badan yang bersangkutan. Demikian pula kondisi dua lainnya yang terjangkit flu dan batuk. Gak nyaman untuk ditinggal.

Selain itu, berhubung ini perjalanan yang sama untuk kedua kalinya, sayapun melewatkan beberapa pertunjukan yang dihelat di Nongnooch Pattaya, Alcazar Show dan tentu saja opsional lainnya. Sementara yang lain, tetap pada program setelah diberi gambaran bahwa pertunjukan tersebut wajib tonton mengingat bagusnya penampilan para artis kawe didalamnya. Jadi untuk menghabiskan waktu menunggu, sayapun memilih untuk asyik sendiri sembari menikmati hal-hal yang belum saya ketahui di kunjungan terdahulu. Berikut beberapa diantaranya.

Thailand PanDe Baik 6

Kunjungan ke JJMall, saya memilih untuk berkeliling di seputaran luaran Mall sembari mencicipi kuliner yang disajikan dengan harga jual minimal 10 baht. Dari yang mirip martabak telur, sate ayam, cendol hingga cumi. Tentu dibarengi dengan jalan-jalan kaki untuk menurunkan asupan makanan yang dicerna tadi.

Masuk ke area Asiatique, saya memilih untuk menikmati bianglala Mekong yang ditebus dengan biaya 300 baht per orang sendirian, dan diberi kesempatan enam kali putaran melihat pemandangan pinggiran kota Thailand tepi sungai. Sempat selfie pula disini.

Menikmati kota Bangkok di malam hari tak ubahnya berjalan-jalan di kawasan jalan Gajah Mada lengkap dengan pedagang kaki lima yang disini menawarkan buah segar dan sajian kuliner tadi. Untuk dapat menikmati sisi jalan satunya saat balik ke hotel tempat kami menginap, diharuskan melewati jalur penyeberangan atas, sebagaimana halnya kota besar lainnya.

Saat perjalanan menuju Pattaya, mampir bentar ke Tiger Zoo, saya memilih untuk berselfie dengan harimau besar yang sudah dijinakkan dengan biaya 100 baht, dan kamera yang digunakan adalah milik sendiri. Asyik, karena kita gak lagi dibebankan biaya untuk menebus foto hasil jadinya. Begitu pula dengan ‘aktor’ lainnya seperti Buaya dan Gajah.
Disini saya pula melewatkan empat sesi show termasuk PigRace untuk berjalan-jalan mengeluarkan keringat mumpung halaman objek wisata yang cukup luas.

Thailand PanDe Baik 9

Demikian pula saat di Nongnooch, saya memilih mengitari bukit berbunga melalui jalan layang yang menghubungkan antar bukit tadi sembari menuliskan kisah perjalanan yang tempo hari sudah dipublish di halaman ini. Tak ada souvenir yang saya ambil hingga perjalanan hari kedua ini.

Saat semua kawan menikmati sajian artis cantik kawe satu di Alcazar Show, saya memilih berjalan-jalan lagi di sepanjang jalan yang mirip suasana Kuta malam hari. Lengkap dengan pub, cafe, mini market hingga massage spa dan plus plus. Saat mencoba salah satunya, saya dipijat oleh Therapist wanita kawe tiga, yang mengaku masih berusia 27 tahun dan single. He… tapi jangan membayangkan terlalu jauh, karena massage yang saya pilih ini berjendela kaca terang, terlihat jelas dari luar. Komunikasi kami dibantu oleh Google Translate yang mana disebabkan oleh karena yang bersangkutan tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik. Well…

Masuk ke areal Wat Arun yang masih dipugar oleh pemerintah setempat, saya lebih memilih fokus pada pasar oleh-oleh untuk mencarikan anak-anak baju kaos gajah, serta syal untuk para Ibu termasuk tiga diantaranya berada di tampuk pimpinan kantor. Sisanya saya iseng saja memilihkan lima batu akik yang juga berkualitas kawe dengan harga selembar uang merah untuk lima pieces cincin berukuran 21 dan 22mm. Pas di jari tengah kiri.

Thailand PanDe Baik 8

Selepas Wat Arun, masih sempat mampir ke Wah Phoo atau Reclining Budha dimana saya lebih memilih untuk membagikan koin receh di 108 kendi kecil, sebelah kanan Budha tidur untuk memanjatkan doa bagi keluarga dirumah dan perjalanan kami. Bersyukur berkah-NYA ini sangat terasa saat kami terhindar dari ledakan bom yang memecah keramaian Erawan Shrine, kuil Hindu berupa empat wajah Brahma yang kami hapuskan dari daftar kunjungan lantaran hari sudah menjelang malam, sesaat setelah meninggalkan MBK Mall, langsung menuju tempat makan malam dan tentu saja hotel.

Berkunjung (kembali) ke Negeri Gajah

Category : tentang PLeSiran

Thailand. Dua tahun lalu kalo ndak salah saya mengunjungi negara ini untuk pertama kalinya. Kini tanah negeri gajah kembali dijejakkan dengan modal menabung selama setahun bersama rekan seruangan kantor.
Lima belas orang, termasuk orang tua salah satu staf di kantor, ipar dan putra semata wayang mereka. Tentu anggota tambahan ini diikutkan dengan dana pribadi masing-masing.

Tidak banyak yang berubah.

Thailand 0

Kota Bangkok, destinasi pertama kunjungan kami ini masih tetap bersih. Baik dari sampah di sepanjang jalan, maupun sejauh mata memandang. Tak ada baliho iklan yang berlebihan, apalagi pamer wajah tengik para petinggi ormas. Hanya foto Raja dan Ratu mereka saja yang menghiasi wajah kota, dibingkai lapisan warna emas dan bunga warna warni. Denpasar seharusnya mampu melakukan hal yang sama.

Di sepanjang jalan yang kami lalui baik dengan bus pariwisata maupun berjalan kaki, suguhan para pedagang kaki lima pun masih tetap sama. Buah-buahan segar, sate ayam, babi dan cumi yang dikemas dalam berbagai bentuk, atau jajanan khas Thailand yang siap menggoyang lidah dan tentu saja dompet kita. Dengan rata-rata harga 10 Baht (setara 4500 rupiah jika nilai tukar ditetapkan 450 rupiah per Baht-nya), kita sudah bisa menyantapnya baik dengan bumbu saos atau sambal khas Thailand yang pedasnya aneh.
Saya sempat kapok mencicipinya, dan memilih untuk beralih ke Chili merah yang rasanya jauh lebih familiar.

Hal yang sama juga saya temui di salah satu destinasi hiburan Nongnooch. Dari segi penataan lokasi hiburan maupun tempat tempat membeli souvenir dan makanannya pun masih tak banyak berubah. Hanya kelihatannya ragam objek dan tamannya saja yang bertambah banyak. Meski ternyata tempat makan yang dahulu kami gunakan untuk bufeet bersama banyak orang, kini sudah jauh lebih nyaman dan bersih.

Tapi ada yang unik. Sepanjang rute yang kami lewati, rasanya tak satupun ditemukan jenis kendaraan niaga murah macam Avanza atau Xenia, apalagi Splash, Karimun dan sejenisnya.
Hanya kendaraan jenis sedan dan double cabin berbagai brand hadir memenuhi jalanan Bangkok hingga Pattaya. Bahkan pedagang sayurpun saya lihat menggunakan model Hilux disini.
Apa itu artinya Avanza adalah barang mahal di seputaran Thailand ya ?

Thailand 2

Thailand identik dengan sosok Gajah. Dimana-mana bisa ditemukan wajah binatang bertelinga lebar ini. Baik kuil, gerbang, mainan, souvenir hingga baju kaos. Tapi begitu masuk ke area Tiger Zoo… aura garang macan pun mulai terasa. Maka rasanya belum lengkap jika saya belum mengambil gambar  memegang si loreng. Aum… Nekat juga ternyata.

Soal objek wisata yang kami kunjungi kali ini, sedikit berbeda dengan yang saya kunjungi sebelumnya. Jika dahulu lebih banyak mencoba jalur transportasi, kini lebih banyak ke hiburannya. Mengabulkan keinginan ibu-ibu untuk berselfie di venue venue mengagumkan.

Jika yang lain memilih mengikuti agenda tour bersama Isman leader kami, saya pribadi memilih untuk mencoba hal lain diluar yang pernah dikunjungi sebelumnya.

Bianglala di seputaran Asiatique misalnya. Dengan 300 Baht, kita bisa menikmati pemandangan kota Bangkok tepi sungai, sekitar enam kali naik turun.
Demikian pula dengan menjelajah Nongnooch Pattaya sambil menurunkan asupan makan yang dicerna sesaat setibanya di lokasi. Atau menghabiskan waktu untuk foot massage dengan wanita kawe satu didepan gedung pertunjukan Alcazar show, dan berjalan-jalan di seputaran Bang Up untuk melemaskan kaki yang sudah lama tak pernah diajak berolah raga. Nikmati saja semua waktu yang ada.

Thailand 31

Thailand kini juga sudah mulai ramah terhadap pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik. Di beberapa objek wisata saya lihat sudah ada yang menyediakan ramp sebagai akses bagi pengguna kursi roda hingga toiletnya pun ada. Bandingkan dengan objek di negara kita yang kerap mengabaikannya.

Sayangnya, salah satu objek ternama yang kami kunjungi dengan cara menyeberangi sungai terlebih dahulu, sedang direnovasi oleh Pemerintah. Yang informasinya dilakukan secara rutin demi menjaga keutuhan candi yang telah dibuat ratusan tahun lalu itu. Satu perhatian besar dari Pemerintah tentu saja. Apalagi jika dibandingkan dengan perhatian atau dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat kita di Indonesia. Boro-boro direnovasi. Yang ada malahan dihancurkan karena dianggap berhala. Aduh…

Destinasi berikut masih ada Wat Phoo dimana terdapat Budha tidur dengan ukuran besar, dan saya melewatkan semuanya untuk berdoa serta membagikan koin di 108 kendi kecil. Harapan sederhana bagi keluarga dan masa depan.
Ada juga SilverLake, pengolahan Wine berbahan dasar anggur yang lingkungan sekitarnya ditata dengan baik sehingga membuat pengunjung betah berlama lama baik untuk beristirahat maupun pose selfie. Demikian halnya laser Budha dan satu dua mall yang dilewati, untuk membeli tambahan oleh oleh yang sedikit berkelas

Sayangnya di akhir kunjungan, kami dikejutkan oleh ledakan bomb yang menghajar Erawan Shrine, sebuah kuil Hindu dengan empat wajah Brahma sekitar pukul 18.55 waktu setempat. Menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai seratusan lainnya. Padahal objek wisata ini sebenarnya akan dikunjungi di sesi terakhir, namun karena hari sudah mulai senja dan menimbang banyak hal lainnya, kami tak lagi main kemana mana.
Maka wajar, jika kami bersyukur tidak mengalami hal yang kurang berkenan bagi semua orang itu.

Cerita selanjutnya mungkin bisa saya kisahkan kembali di lain waktu, dan di lain posting. So, jangan segan untuk mampir kembali si halaman ini yah. Thank you…

Second Flight with Air Asia

Category : tentang PLeSiran

Ini adalah penerbangan kedua saya bersama Air Asia. Setahun lalu pulang pergi kami sudah sempat menikmati layanan si burung merah yang dikenal tepat waktu sebagaimana halnya Garuda Indonesia.

Memiliki pengalaman sebelumnya, memaksa saya menyiapkan beberapa hal ketimbang terkaget kaget nantinya begiti berada di dalam pesawat.

Pembagian barang. Yang mobile dan mampu menghabiskan waktu sepanjang perjalanan tentu berada di area terdekat, tas selempang. sisanya berada di ransel. Tanpa Bagasi. Toh tidak banyak yang dibawa.

Terpenting, uang merah diselipkan di saku jaket sebagai bekal membeli bekal diatas pesawat. Hmmm… jadi ingat iklan Garuda Indonesia deh.

All in One. Jauh sebelum masuk ke badan pesawat, semua benda yang melekat disimpan dalam satu tas tansel. Termasuk selempang tadi. Tujuannya agar gak ribet lagi saat menjalani pemeriksaan.
Terbukti beberapa kawan tertahan di Imigrasi, setelah bawaan mereka tak lolos sensor dan harus dikeluarkan jika ingin melanjutkan terbang.
Sesaat sesampainya di ruang tunggu, barulah semua barang yang dibutuhkan untuk menemani terbang mulai dikeluarkan. Lumayan mengurangi beban berat tas ransel.

Backup Backup Backup. Berbekal PowerBank milik Samsung yang secara teorinya mampu memberikan kekuatan 50K mAh (namun secara fakta rasanya gak begitu besarnya), membuat aktifitas menunggu waktu di pesawat jadi gak terasa.
Ada empat jam penerbangan yang harus dilewati. Disela tidur tentu saja. Apalagi kondisi saat ini, gak ada kawan yang diajak ngobrol berhubung teman sebelah adalah orang asing. Fiuh…

Hiburan. Tentu ini yang terakhir.
Enam puluhan filem ditambah beberapa edisi majalah detik, siap menemani semua waktu luang yang ada. Demi mengisi kekosongan yang kelak hadir setiap harinya.

Tapi yah… apa daya.
Pikiran kini lebih tertuju pulang.
Intan sakit, dan ia lebih membutuhkan kehadiran Bapaknya yang selama ini lebih dekat dengannya.
Apakah harus mencari tiket pesawat pulang setibanya di tujuan ?

InTan dan QZ 520 ETA

Category : tentang Buah Hati

InTan dan QZ 520 ETA

Intan baru bisa tidur saat kutinggalkan tadi. Menurut Ibunya, ia tak sekalipun memejamkan mata sejak pukul satu tengah malam. Keluhannya masih sama. Sakit pada perut, dan demam.

Dokter Anak yang kami temui jumat sore kemarin sempat menyampaikan, bahwa jika sampai hari ketiga Intan masih demam, ia harus segera melakukan cek darah. Kemungkinan besar Demam Berdarah.

Namun mengingat historisnya yang sempat mengalami Typhus, kami sudah mulai khawatir karena Intan cukup lama memerlukan proses untuk menghabiskan makan, entah pagi siang ataupun malam. Susah diberitahu.

Intan diputuskan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Satu hal yang saya khawatirkan dari kemarin. Mengingat pagi ini saya sudah bersiap terbang dan kini berada di dalam pesawat.

QZ 520 ETA

Pikiran melayang pada kesibukan mengurus administrasi yang biasanya saya lakukan. Kini, siapa yang harus diandalkan ?

Kartu Asuransi Prudentialnya sudah saya titip sebelumnya pada istri. Tapi tidak dengan Askes atau BPJSnya. Berhubung info terakhir, kakek Canggunya yang akan mengantar.
Damn… jadi menyusahkan banyak orang keberangkatan kali ini.
Sementara, cerita lamanya masih sama. Agen Asuransi Prudential yang saya miliki, susah dihubungi. Telepon gak diangkat, sms dan bbm pun tak dibalas.

Sepertinya ini akan menjadi liburan singkat bagi saya pribadi. Sementara yang lain, mungkin silahkan jalan terus. Kasihan keluarga di rumah mengurusi Intan tanpa kehadiran saya.

Semoga Tuhan memberi jalan dan kesehatan untuk putri kami Intan.
Get well soon Nak…

Terbang (lagi)

Category : tentang PLeSiran

Sebetulnya saya berat meninggalkan anak-anak dan juga ibunya. Mereka pasti sepi tanpa kehadiran si Bapak dalam empat hari kedepan. Apalagi ini long weekend yang bisa jadi dinanti banyak orang untuk liburan bersama keluarga mereka.

Tapi yah… ini sudah kesepakatan.

Lagipula, gak mungkin saya mengajak satu dua diantara mereka, berhubung masih ada si kecil Mutiara yang memerlukan asuhan. Dan tiga harian terakhir, Intan mengeluhkan sakit pada perutnya. Sempat goyah dan ragu untuk berangkat kali ini.

Ibunya anak-anak juga ninik, tampak lebih lelah dari biasanya. Mengurus mereka tentu menguras banyak tenaga dan pikiran. Apalagi Intan sangat rewel dalam sakit begini. Makin gak tega meninggalkan rumah.

Waktu mulai merambat pukul 4 dini hari. Sebentar lagi taxi akan tiba di depan dan mengantarkanku menuju Bandara.
Bakalan kangen dengan mereka semua. Semoga selalu diberi kesehatan agar kami bisa bertemu dalam kegembiraan selasa depan.