Menu
Categories
Perkembangan Gek Ara sejauh ini
February 24, 2015 Cinta

Sejak ia lahir, ia belum pernah mendapatkan pelukan hangat ibunya.
Sejak ia lahir, ia hanya dapat terbaring dalam boks inkubator di ruang Resti Rumah Sakit Puri Bunda.
Sejak ia lahir, ia sudah menemui banyak jarum suntik untuk memasukkan infus, mengambil darah bahkan transfusi demi menaikkan trombositnya.
dan Sejak ia lahir, ia belum pernah bertemu kakak kakaknya yang nakal.

Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi

Saat ini hanya nama tersebut yang kerap terbayang dan mulai rajin dilafalkan dalam setiap doa.
Gek Ara, demikian kami memanggilnya dalam setiap pertemuan, kunjungan bahkan cerita.

Mutiara adalah salah satu nama terusan yang kami berikan pada adiknya Mirah dan Intan. Tidak ada nama lain lagi yang mampu kami adopsi untuk menyamakan arti ketiga putri cantik ini. Tidak pula Akik sebagaimana dugaan salah satu om-nya yang jahil dari Pedungan sana. dan Ara adalah penggalan suku kata dari Mutiara.

Annika adalah nama pemberian ibunya. Artinya Kuat, Anggun, Mulia. Sesuai saran Ibu Merlyn, istrinda sepupu kami Putu Yadnya bahwa alangkah baiknya nama pemberian Ibu, bisa digunakan sebagai nama anaknya. Maka Annika pun jadi nama terusan bagi adiknya Gayatri dan Pradnyani.
Meski dilain waktu sempat pula ibunya mencetuskan nama Wikandari dari asal kata Wikan atau Pintar.
Tapi Kuat, memang sangat kami harapkan dari putri ketiga ini. Berharap ia akan memiliki fisik yang kuat, jiwa yang kuat dan hati yang kuat.

Selebihnya masih sama. Nama Pande untuk menguatkan bahwa ia merupakan sentana Warga Pande, Nama Nyoman sebagai tanda putri ketiga dan Nama Dewi untuk menguatkan unsur wanitanya. Selain merupakan putri dari ibunya, Alit Ayu Kusumadewi.

Mutiara PanDe Nyoman Ara

Pagi ini ia mendapatkan kesempatan untuk melihat dunia luar walaupun sebentar. Dekat Puri Bunda hanya untuk diRontgen, diantar Ambulance. Namun hal terbaik yang bisa kami dapatkan dari Mutiara adalah peluk dan cium sang Ibu pada putrinya ini meskipun hanya sesaat.
Disela proses Rontgen, boks inkubator dibuka. Gek Ara pun bisa bertemu Ibunya dengan leluasa. Meski tak sempat menggendongnya karena banyaknya selang yang menempel pada tubuh Ara, namun si Ibu sudah tampak sedemikian bahagia bisa memberikan peluk, cium dan sentuhan kasih sayangnya selama seminggu ini tertahan. Sementara saya hanya bisa memandangnya dari luar boks, karena hanya satu orang yang bisa mendampinginya.

Gek Ara di rontgen pagi tadi utk mengetahui penyebab bengkaknya perut dari semalam. Ada juga cairan berwarna hijau keluar dari mulutnya. Diagnosa sementara ada gangguan pada saluran ususnya.
Dari hasil rontgen nanti ada 2 alternatif yang kemungkinan diambil.
Meneruskan dengan obat kalau hanya terjadi pembengkakan pada usus…
atau Bedah jika terjadi kebocoran pada usus.
Siang ini rencananya akan dikonsulkan dgn dokter bedah anak yang kini masih bertugas di RS Sanglah.

Kami memang diharuskan belajar tabah kelihatannya.

Leave a Reply
*